Buletin Udayana Mengabdi
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Articles
43 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15 No 3 (2016)"
:
43 Documents
clear
TEKNOLOGI PENGAWETAN HIJAUAN SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KETERSEDIAAN PAKAN DI DESA SEBUDI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KARANGASEM
A. A. A. S. Trisnadewi;
I G. L. O. Cakra;
T. G. B. Yadnya;
I K. M. Budiasa;
I W. Suarna;
I D. G. A. Udayana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.614 KB)
Pengabdian telah dilaksanakan di Desa Pekraman Sogra, Desa Sebudi Kecamatan Selat KabupatenKarangasem, bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru dan keterampilan kepada petani peternaktentang cara melakukan pengawetan hijauan baik rumput maupun leguminosa melalui teknologi yang mudahdikerjakan. Teknologi pengawetan hijauan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti hay, silase, danamoniasi. Pengawetan dengan cara dibuat hay adalah dengan cara mengeringkanhijauan, baik secara alami(menggunakan sinar matahari) maupunmenggunakan mesin pengering (dryer). Silase berasal dari hijauanmakanan ternak atau limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segarmelalui proses fermentasi dalamsilo. Sedangkanproses amoniasi dapat memutuskan ikatan kompleks lignoselulosa dan lignohemiselulosasehingga lebih mudah dicerna oleh mikroba rumen serta dapat meningkatkan kandungan nitrogen jeramiuntuk pertumbuhan mikroba rumen. Melalui teknologi pengawetan maka daya simpan hijauan lebih lama dankandungan nutrisi hijauan akan dapat dipertahankan. Metode pengabdian yang digunakan melalui dua carayaitu sosialisasi serta diskusi dan pelatihan singkat berbagai metode pengawetan. Petani peternak sangatantusias dengan materi yang diberikan terutama tentang pembuatan silase dengan teknologi sederhana danmudah diterapkan.
GERAKAN CINTA BUAH LOKAL PADA SANUR VILLAGE FESTIVAL
N.W.S. Sutari;
D.W.S. Yudhari;
N.N. Soniari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.307 KB)
Buah-buahan lokal sulit untuk bersaing dengan buah-buahan impor karena penampilan buah impor lebih berwarna, lebih menarik, paket lebih baik, buah lokal mudah busuk. Sebenarnya buah lokal mengandung nutrisi lebih tinggi dari buah-buahan impor. Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali mengkonsumsi buah-buahan impor lebih banyak daripada buah-buahan lokal, walaupun buah impor nutrisinya kurang karena waktu yang lebih lama dalam penyimpanan terutama setelah panen sampai mereka dijual di pasar. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk mengubah paradigma masyarakat sehingga mereka lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan lokal. Tujuan dari program Focus Group Discussion (FGD) adalah membuat Gebogan menggunakan buah lokal berharap bahwa orang lebih banyak memakan buah lokal. Program ini bermanfaat terutama untuk masyarakat Desa Sanur, jika sistem penanganan dari panen, pengemasan, transportasi dilakukan dengan baik, sehingga buah-buahan lokal mengandung nutrisi yang lebih tinggi dari buah-buahan impor.
PELATIHAN APLIKASI SOFTWARE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED UNTUK PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSKESMAS DI GIANYAR
N. M. S. Nopiyani;
P. P. Januraga;
P. Muliawan;
I K. Suarjana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.399 KB)
Pengabdian masyarakat berupa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan danketerampilan staf Dinkes dan Puskesmas di Gianyar dalam merencanakan kebutuhan SDM denganmetode WISN. Pelatihan WISN diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2015 di Gedung PSKM FKUnud. Sebelum pelatihan dimulai, dilakukan instalasi software WISN pada seluruh laptop peserta.Kegiatan pelatihan terdiri dari pemberian materi, diskusi, serta praktik penggunaan software WISN.Untuk evaluasi, seluruh peserta diminta untuk mengisi kuesioner pre dan post test. Nilai pre dan posttest dianalisis secara statistik dengan uji t dua sampel berpasangan untuk melihat ada tidaknyaperbedaan pengetahuan. Pelatihan dihadiri oleh 25 orang peserta (89,3%) dari Dinkes Gianyar dan13 Puskesmas di Kabupaten Gianyar. Saat pelatihan, seluruh peserta telah mendapatkan danmengetahui cara instalasi software WISN. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihansebelum dan sesudah mengikuti pelatihan WISN sebesar 5,08 dengan nilai p <0.001. Seluruh pesertadapat melakukan analisis dengan software WISN dengan panduan tim pelaksana dan menyatakanakan menerapkan metode WISN di institusi mereka. Pelatihan telah berjalan dengan baik danberhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas Dinkes dan Puskesmas di Gianyardalam menggunakan software WISN. Bimbingan teknis dan follow up perlu dilakukan untukmendorong implementasi metode WISN untuk perencanaan kebutuhan SDM di Gianyar.
KELUARGA BERENCANA DAN KESEHATAN REPRODUKSI
A.A .I.N. Marhaeni;
I.K. Sudibia;
I.G.W. M. Yasa;
P.M. Dewi;
N.N. Yuliarmi;
S.D. Rustariyuni
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.593 KB)
Kabupaten Karangasem memiliki persentase yang sangat rendah berkenaan dengan keluarga berencana aktifpada pasangan usia subur (PUS). Untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk, mereka harus dibantudalam meningkatkan prevalensi penggunaan kontrasepsi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk: 1) meningkatkanpemahaman tentang pasangan usia subur (PUS) mengenai kesehatan reproduksi; 2) meningkatkanpemahaman tentang PUS tentang kekurangan dan kelebihan masing-masing kontrasepsi untuk membantumerencanakan kelahiran; 3) membantu PUS dalam menggunakan kontrasepsi, yang akan dilayani olehpetugas yang bersangkutan. Pemecahan masalah adalah: 1) mengumpulkan mereka, dan kemudianmemberikan penjelasan atau sosialisasi, sehingga ada diskusi untuk memberikan dampak yang lebih padapemahaman kesehatan reproduksi, 2) Peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, akan dilanjutkandengan perencanaan atau KB melalui penggunaan kontrasepsi sesuai dengan kondisi peserta. Dari data yangdapat dilihat bahwa 53,8% dari PUS memilih untuk menggunakan implan, sekitar 41,0% menggunakan IUD,dan hanya 2,6% menggunakan suntikan dan pil. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong orangmenggunakan kontrasepsi, sehingga PUS dilindungi dari kemungkinan kehamilan sebelum 3 tahun. Kegiatanberhasil mencapai tujuannya, karena hampir 95% dari mereka memilih menggunakan kontrasepsi, yaitu IUDdan implan.
APLIKASI TEKNOLOGI BIOFERMENTASI URIN SAPI DAN SARI GADUNG (Dioscorea compasita) DENGAN MOL MENJADI BIOPESTISIDA PADA KELOMPOK TERNAK WIDYA SEMESTI DESA ANTURAN BULELENG
N.W. Siti;
N.L.P. Sriyani;
I.P. Sampurna;
N.M. Witariadi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.247 KB)
Pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak Widya Semestiuntuk mengolah urin sapi dan sari gadung dengan mikroorganisme efektif menjadi biopestisida. Metode yangdigunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi tentang pengolahan urin sapi dan sari gadung menggunakanmikroba efktif menjadi biopestisida. Penyuluhan dan demonstrasi dilaksanakan pada hari Minggu 16 Agustus2015 di halaman Kandang kelompok ternak Widya Semesti desa Anturan, Buleleng. Hasil dari pengabdianmasyarakat adalah anggota kelompok ternak Widya Semesti mampu membuat biopestisida dari urin sapi dansari gadung difermentasi dengan mikrooganisme lokal. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwakehadiran kelompok ternak Widya Semesti pada saat penyuluhan dan demonstrasi 100% dari 30 orang.Semua anggota kelompok sudah paham cara membuat biopestisida dari urin sapi dan sari gadungdifermentasi dengan mikroorganisme lokal
PENYEDIAAN SARANA SANITASI PANTAI TANJUNG AAN LOMBOK TENGAH
N.P.E.L. Dewi;
I.A. Pratama;
M. Khadafi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.77 KB)
Salah satu tujuan wisata andalan Propinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di Kabupaten Lombok Tengahadalah Pantai Tanjung Aan. Pantai ini terletak di bagian Selatan pulau Lombok kira-kira 65 km dari KotaMataram. Pantai ini terkenal memiliki pasir putih dan tempat surfingnya. Walaupun pantai ini memilikipemandangan yang indah, tetapi pantai ini belum memiliki sarana sanitasi yang memadai. Salah satu solusiyang ditawarkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membuat sarana dan prasarana sanitasi ramahlingkungan di lokasi mitra. Pembuatan sarana sanitasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah saranasanitasi umum bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Tanjung Aan. Dalam kegiatan pengabdian ini,sebagian besar masyarakat sudah mengerti tentang sarana sanitasi, sehingga dalam pelaksanaanpembangunan di lapangan dan program sosialisasi, banyak masyarakat yang merespon kegiatan ini secarapositif dan antusias bertanya. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan fasilitaspariwisata lainnya yang sudah ada di lokasi mitra.
KUALITAS KIMIA DAGING SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN SAMPAH KOTA
I. N. T. Ariana;
I. G. Suranjaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.732 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sampah yang berasal dari berbagai sumber diseputaran Kodya Denpasar sebagai pakan terhadap kualitas kimia daging sapi bali. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan yaitu: kelompok sapi yang diberi pakan sampah (S1)dan kelompok yang tidak diberi pakan sampah (Kontrol=S0), dengan enam ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dicari adalah a) kadar abu, protein, dan kadar lemak daging, b) kualitas kimia pada lokasi daging yang berbeda. Data yang diperoleh diuji dengan “T-tes”. Hasil penelitian, pada daging loin sapi yang diberi pakan sampah diperoleh kadar lemak 14% nyata lebih tinggi, kadar protein dan abu masing-masing 1,9% dan 4% nyata lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol. Daging paha belakang didapatkan kadar lemak 22% nyata lebih tinggi dari kontrol, tetapi kadar protein dan abunya masing-masing 34% dan33% nyata lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol. Kadar lemak daging pada bagian paha depan adalah 12% nyata lebih rendah, tetapi kadar proteinnya 13% nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Kadar abu daging pada paha depan ditemukan tidak berbeda nyata (P>0,05). Kualitas kimia untuk kadar lemak daging pada loin daging sapi yang diberi pakan sampah ditemukan lebih tinggi, kadar proteinnya hampir sama jika dibandingkan dengan kadar lemak pada daging paha depan dan paha belakang. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dengan pemberian sampah sebagai pakan utama untuk sapi bali dapat menyebabkan penurunan kualitas kimia daging pada bagian loin dan paha belakang. Kualitas kimia pada lokasi daging yang berbeda dan pada perlakuan yang sama diperoleh kualitas kimia daging yang berbeda pula.
PEMBANGUNAN DIGESTER PADA KELOMPOK TERNAK DI DESA KINTAMANI BANGLI YANG MENGALAMI PENURUNAN PRODUKSI BIOGAS
I N.S. Winaya;
R.S. Hartati;
I W.G. Ariastina;
I G.N. Priambadi;
N M.A.E.D. Wirastuti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.137 KB)
Salah satu energi alternatif yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di daerah pedesaan adalahenergi biogas. Namun, pemanfaatan biogas sampai saat ini masih terbatas pada biogas yang berasal darikotoran hewan, sedangkan pemanfaatan limbah organik yang berasal dari sampah organik yang mencemarilingkungan masih belum dimanfaatkan secara baik.Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan di Desa Kintamani tepatnya di Dusun GelagahLinggah, dikembangkan reaktor biogas berkapasitas 4 m3 yang dilengkapi dengan sistem pengaduk yangberfungsi untuk meningkatkan keseragaman campuran subtrat (bahan baku). Digester dibangun dari dindingbeton yang berbentuk seperti rongga kedap udara dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola) tanpatulangan. Hal ini bertujuan selain untuk menghindari korosi akibat tulangan besi pada beton juga untukmengurangi biaya konstruksi. Instalasi juga dilengkapi dengan sistem penangkapan air (water trap) dansistem pengukur tekanan gas. Setelah subtrat dimasukkan ke dalam digester, dalam kurun waktu kurang dari5 hari perlahan-lahan biogas sudah bisa dihasilkan.Dua digester yang telah dibangun selain dikembangkan untuk menggunakan bahan subtrat pokok yaitukotoran babi dan kotoran sapi bisa juga menggunakan bahan-bahan limbah organik yang ada di pedesaan.Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat diketahui bahwa masyarakat kelompok tani tersebut sangatantusias untuk memanfaatkan limbah organik seperti rumput dan tanaman yang dicampur dengan kotoranternak menjadi energi biogas.
PEMBENTUKAN FORUM KOORDINASI DALAM RANGKA PEMBENAHAN PENGELOLAAN KAWASAN WARISAN BUDAYA DUNIA (WBD) HULU DAS PAKERISAN
W. Windia;
Sumiati Sumiati;
I.K. Suamba;
I. W. Tika;
G. Sedana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.33 KB)
The existence of green open spaces, especially rice field becomes very important since subak in upstream of Pakerisan watershed area established as one of the world's cultural heritage (WCH) of Bali Province. It is very important is to maintain and manage this site. For that, there should be an inventory of information with interviews, in depth interviews and field surveys and coordination with stakeholders. Furthermore, formulated of subak system empowerment strategies in the world cultural heritage (WCH) upstream Pakerisan site to support sustainability. Based on the SWOT analysis showed that the strategy that should be done is an aggressive strategy. The formulation of activities to implement these strategies include: forming a coordination forum for WCH management, efforts to increase farmers' income, and increase the ability of people to be involved in the development of agro-ecotourism in the site of WCH. The establishment of a coordination forum in the upstream of Pakerisan watershed WCH site involve stakeholders in the site. This coordination forum will be an information center and problem-solving comprehensively institution. Moreover, since recorded as WCH, in the upstream of Pakerisan watershed have some conflict.
INTEGRASI TERNAK SAPI DENGAN PERTANIAN LAHAN MARGINAL MENUJU ZERO WASTE DI DESA GALI UKIR, PUPUAN, TABANAN
I G. A. A. Putra;
N.W. Siti;
N.M.S. Sukmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.443 KB)
Pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang cara mengolah limbahperkebunan menjadi pakan ternak sapi berkualitas dan mengolah limbah ternak menjadi pupuk biorganikpadat dan cair dengan metode fermentasi. Pelatihan dan demonstrasi telah dilaksanakan pada hari Minggu 14juni 2015 di Kandang kelompk ternak Tunas Harapan desa Gali Ukir Pupuan Tabanan. Metode yangdigunakan adalah penyuluhan tentang cara mengolah limbah perkebunan menjadi pakan ternak sapi danmengolah limbah ternak menjadi pupuk biorganik padat dan cair dengan metode fermentasi menggunakanmikroorganisme efektif, serta managemen pemeliharaan sapi. Luaran dari pengabdian adalah pakan ternaksapi terfermentasi yang berasal dari limbah perkebunan, pupuk biorganik yang berasal dari feses sapidifermentasi dan biourin yang berasal dari urin sapi terfermentasi. Berdasarkan hasil pengabdian dapatdisimpulkan bahwa kelompok ternak Tunas Harapan sudah bisa mengolah kulit coklat dengan metodefermentasi menjadi pakan ternak sapi berkualitas, mengolah feses menjadi pupuk boorganik dan mengolahurin sapi menjadi biourin.