cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 3 (2017)" : 63 Documents clear
PELATIHAN BAHASA INGGRIS KOMUNIKATIF DENGAN TEKNIK ROLE-PLAY DAN LEARNING BY DOING BAGI STAF PENGINAPAN/HOTEL DI NUSA LEMBONGAN N. M. A. Widiastuti; P.A.A.S. Pratiwi; S.A.I. Maharani; I K.S. Putra
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.994 KB)

Abstract

Pelatihan bahasa Inggris komunikatif ini bertujuan untuk memaparkan ungkapan dan tata bahasa bahasa yang dibutuhkan oleh staf penginapan/hotel di sekitar pelabuhan Tanjung Sanghyang Mushroom Bay dan juga memaparkan hasil penerapan teknik role play dan learning by doing dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan, mulai Maret sampai dengan Oktober 2017. Dari pelatihan yang diberikan, ungkapan-ungkapan yang dibutuhkan bagi para pekerja/staf penginapan dan hotel di Nusa Lembongan merupakan ungkapan bahasa Inggris komunikatif yang berhubungan dengan pelayanan dan jasa. Tata bahasa yang perlu disempurnakan adalah penggunaan auxiliary verb (kata kerja bantu) yang sering tidak diucapkan sehingga kalimat menjadi tidak lengkap, penanda kata benda jamak, dan kalimat-kalimat pasif. Selain itu, dari 16 tenses bahasa Inggris, yang paling sering digunakan adalah simple present tense, simple past tense, simple future tense, present perfect tense, dan present continuous tense. Teknik role-play (bermain peran) dan Learning by Doing (belajar sambil langsung mempraktekan) berhasil diterapkan pada pelatihan ini dilihat dari hasil pelatihan dimana peserta bisa bermain peran sambil bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar. Selain itu, tata bahasa yang telah mereka pelajari langsung bisa dipraktekkan saat pelatihan sehingga peserta memiliki pegetahuan dan pangalaman berkomunikasi dengan tata bahasa yang benar.
BIMBINGAN TEKNIS TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN HASIL TANGKAPAN PADA KELOMPOK NELAYAN AMERTA SEGARA I.W.B. Adnyana; I.N. Suarnadwipa; H. Wijaksana; N.M. Suaniti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.711 KB)

Abstract

Indonesia is an archipelago that is known as a maritime nation. Indonesia is rich in marine resources of fishery subsector. The majority of Indonesia's population are their livelihood as fishermen, especially in coastal areas. Bugbug village located in East Bali which is a coastal area that some community livelihood as fishermen. There are more than four groups of fishermen in this village, one of which is a fishermen group of Amerta Segara. The education level of their members are from elementary, middle and high school are dominated by primary school education. The number of members amounted to 25 persons. The encountered often problems on the fishermen is the fish handling a problem. When the harvest that the fish marketing become not good, the price is very cheap and fishermen's income decreases or not the maximum. Lack of knowledge about the fish processing cause fishermen's group is overwhelmed and being resigned on the situation. Seeing this condition, with our dedicated of team doing technical guidance on the fish processing technology to fishermen group of Amerta Segara on the Bugbug village, Karangasem District, Bali Province. The method is used the counseling and evaluation before and after counseling. The results obtained, that the community of the fishing groups of Amerta Segara very seriosly to listen the counseling and an increase in knowledge or understanding on the technologies presented.
PEMBINAAN DAN PELATIHAN PENULISAN PAPAN NAMA DWIAKSARA SESUAI PASANG AKSARA DI KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG I.K.N. Sulibra; N.M. Suryati; N.K.R. Erawati; L.P. Puspawati; I.W. Suardiana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.632 KB)

Abstract

Keberadaan bahasa (termasuk bahasa Bali dengan sistem anggah-ungguh / sor-singgihnya serta sistem aksaranya) memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting dalam kelestarian budaya Bali. Bahasa Bali dengan akasara Balinya seringkali dipandang sebelah mata dan bahkah terpinggirkan sehingga tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Hal nyata terlihat adalah bahasa Bali kini tidak menjadi bidang studi yang mandiri tetapi dimasukkan ke dalam pendidikan keterampilan dan seni. Hal ini tentu membawa dampak yang besar bagi kelangsungan hidup bahasa dengan aksaranya. Dapat diperbandingkan di negara-negara yang maju seperti Jepang, Cina, Korea, aksaranya begitu ditinggikan seperti yang terpampang di toko-toko, tempat-tempat umum dan sebagainya tidak menggunakan huruf Latin. Demikian juga negeri tetangga seperti Vietnam, Thailan, Myanmar meniru Jepang dan Cina.Sebenarnya pemerintah Bali sebelum tahun 2000 cukup perhatian dengan keberadaan bahasa, aksara, dan sastra Balinya dengan membuat peraturan daerah yang mengatur tentang penggunaan aksara Bali di papan-papan nama, tempat suci, nama kantor, dan sebagainya. Dalam perda itu diatur tata cata penulisan aksara Bali dalam ranah tradisional dan modern, bilingual dan multilingual. Namun, dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Bisa dilihat dan diamati penggunaan aksara Bali di papan nama sedikit sekali bahkan nyaris tidak ada. Walaupun ada yang menggunakannya, namun sebagian besar lebih salah dalam menuliskannya. Hal ini tentu tidak baik bagi kelangsungan hidup aksara Bali.
OPTIMALISASI PERANAN PEMUKA DESA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA ADAT DI DESA GULINGAN I.K.R. Setiabudhi; I.G. Artha; I.P.R.A Putra; P.A.H. Martana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.701 KB)

Abstract

Sebagai mahluk sosial manusia menjalani kehidupannya selalu berhubungan dengan manusia yang lainnya, dalam hubungan tersebut terkadang menimbulkan suatu konflik. Konflik sering berkembang menjadi sengketa yang berisikan tuntutan hak atau berkaitan dengan pemenuhan prestasi tertentu. Demikian halnya dengan sengketa adat yang merupakan bagian dari konflik adat, yang menjadi suatu permasalahan di lingkungan masyarakat Bali, apakah berkaitan dengan subyek berupa perorangan atau kelompok dari suatu komunitas yang kita kenal dengan banjar adat atau desa adat (desa pakraman) maupun mengenai objeknya yang berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, merupakan salah satu desa yang ada di wilayang kecamatan Mengwi . Desa Gulingan yang sangat berkembang pesat baik dalam ekonomi maupun kebudayaannya. Untuk menjaga kemajuan tersebut diperlukan suatu upaya prepentif untuk mencegah terjadiya suatu sengketa adat yang berkelanjutan maka diperlukan suatu upaya jitu untuk memberikan pemahaman sadar hukum kepada masyarakat dalam pengoptimalan peran pemuka desa sebagai pengendali konflik atau seseorang yang bisa menyelesaikan sebuah sengketa adat.
PENERAPAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK KIMIA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH SAWAH DI SUBAK TIBUBIYU KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN I.W. Narka; T. Kusmawati; I.N. Merit; I.N. Dibia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.338 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penerapan Kombinasi Pupuk Organik dan Pupuk Kimia untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Sawah di Subak Tibubiyu Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan telah dilakukan. Petani menggunakan pupuk anorganik secara berlebihan terus menerus tanpa adanya masukan bahan organik dapat menurunkan kualitas tanah. Sementara penggunaan pupuk organic saja tanpa menggunakan pupuk kimia dapat menurunkan hasil secara drastis. Untuk menjaga kualitas tanah dan produksi yang baik perlu diberikan kombinasi pupuk organic dan pupuk anorganik. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan cara mengumpulkan pemuka masyarakat dan anggota subak, selanjutnya diberikan penyuluhan tentang pemupukan dengan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia. Selain penyuluhan juga dibuat demplot pemupukan dengan menggunakan kombinasi pupuk organic dan pupuk anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani dan tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Petani sangat antusias dengan materi penyuluhan. Petani tertarik menggunakan kombinasi pupuk ini dengan membuat pupuk organic yang berasal dari bahan yang ada di sekitar mereka seperti pupuk kandang, jerami dan sampah organic. Penggunaan kombinasi pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
BUDIDAYA TANAMAN HIAS ANGGREK SEBAGAI UPAYA KONSERVASI ANGGREK SULAWESI TENGAH Zulkaidhah Zulkaidhah; Muslimin Muslimin; A. Hapid; B. Toknok
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.244 KB)

Abstract

As ornamental plants, orchids which are included in the Orchidaceae family are those with the most diverse plants in the world and have a very high selling price in compared to other ornamental plants. The quality of orchids leads to their prospective business where they can be marketed in the forms of pot plant and floristry. Approximately 35,000 species of orchids and thousands of orchid hybrids have been recorded. However, it is estimated as many as 203 species are at high risk of extinction due to habitat destruction and forest conversion. This study mainly aimed to carry out orchids conservation, particularly the endangered species, considering that the prevailing business system in Central Sulawesi is by directly cutting the flowers in the forest zone. In addition, it is an attempt to provide a program of nursery in Palu City by promoting the orchids propagation method as well as innovation in ornamental orchids marketing.The implementation of this program is specifically targeted to produce orchid seeds rapidly and massively as well as to gain superior properties in order to meet the demand of ornamental plants. It is particularly preoccupied on species with high demand, aesthetic value, and marketable, including: Phalaenopsis celebencis, Bulbophyllum echinolabium, Gramatophyllum stapeliiflorum, Vanda sp., Coelogyne celebensis and Cymbidium sp. Vegetative propagation using in vitro methods through tissue culture was carried out in this program, namely cuttings and separation of clumps.The yield was 110 pots of orchid breeds from various species and the availability of media for tissue culture. The production included 800 seedlings in the form of flower pots and approximately 100 bottles in the form of seeds bottle (tissue culture) for the next 2-3 month acclimatization, where every bottle can produce 10 saplings. Furthermore, the marketing system was initiated by conducting partnership with several nurseries in Palu City, government agencies, private sector and also individuals for hobbies, as well as by organizing local-scale exhibitions. In this program, the products consist of plant tissue cultures in bottle, seedlings aged 4—5 months and seedlings from separation of clumps/cuttings.
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATERI KULIAH DASAR PROGRAM STUDI MATEMATIKA MELALUI MASTERY LEARNING MODEL I.G.A.M. Srinadi; I.K.G. Sukarsa; K. Jayanegara; I.N. Wendri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.577 KB)

Abstract

Kebutuhan guru privat bagi sebagian besar siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah mendorong mahasiswa Program Studi Matematika, FMIPA, Universitas Udayana khususnya yang tinggal menyelesaikan Tugas Akhir (TA) mengisi waktu luang sebagai guru privat. Penilaian yang baik dari masyarakat (stake holder) diperoleh apabila pemahaman dan penguasaan mahasiswa pada mata kuliah dasar yang mencakup konsep kalkulus (fungsi), matriks-vektor, dan peluang-statistika telah tercapai dengan tingkat kesempurnaan lebih dari 85%. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini, adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa PS Matematika Universitas Udayana terhadap penguasaan mata kuliah dasar meliputi kalkulus (fungsi), matriks-vektor, dan peluang-statistika. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa pendalaman materi dengan metode presentasi, demonstrasi, diskusi dan penugasan. Prosedur pelaksanaan model pembelajaran tuntas meliputi tahap orientasi, penyajian, latihan terstruktur, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Evaluasi dari program pengabdian dengan pemberian pre test dan post test. Indikator keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan diukur dari adanya peningkatan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah dasar ditandai dengan peningkatan nilai hasil belajar dan rata-rata peningkatan nilai kelompok. Implementasi model pembelajaran tuntas efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa tingkat akhir terhadap penguasaan konsep mata kuliah dasar. Predikat kelompok mahasiswa semuanya memperoleh predikat sempurna, menunjukkan penerapan model pembelajaran tuntas sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa terhadap penguasaan konsep materi dasar. Hal ini juga ditunjukkan dari hasil uji analisis beda nilai tengah data berpasangan nilai post-test dan pre-test terjadi perbedaan nilai yang signifikan, yaitu rataan nilai post test meningkat secara signifikan dari rataan nilai pre-test.
PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI BAHAN BAKU BIOGAS PADA SIMANTRI 543 DI KECAMATAN RENDANG I.K.G. Wirawan; I.K.G. Sugita; M. Suarda; I.K.A. Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendang merupakan salah satu dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Di kecamatan inilah terdapat kelompok peternakan sapi “Tunas Mekar Simantri 543”, atau secara spesifik terletak di Desa Pempatan. Keberadaan kelompok tani ini berfokus pada produktivitas ternak sapi, dimana pemanfaatan kotoran sapi masih belum optimal sebagai bahan baku biogas. Pengelolaan biogas perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar gas metan yang dihasilkan pada reaktor. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu: (i) wawancara langsung dengan kelompok tani dan (ii) pengukuran kandungan gas methan pada reaktor. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa peternak belum paham mengenai pentingnya air sebagai pencampur kotoran sapi, disamping juga dapat digunakan dalam produksi gas metan, dimana diperoleh gas sebesar sebesar 41%.
INISIASI KADER DESA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI (KDPKR) SERTA DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DI DESA PENGOTAN KABUPATEN BANGLI BALI N.W. Septarini; D.P.Y. Kurniati; I.A.D. Wiryanthini; I.W.G.A.E. Putra; I.M. Sutarga
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.69 KB)

Abstract

Desa Pengotan berada di wilayah Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli yang terdiri dari 8 dusun. Pada tahun 2009 memiliki proporsi rumah tangga miskin (RTM) terbanyak di Kecamatan Bangli. Berdasarkan data terbaru dari kantor Kepala Desa terdapat 1.026 KK miskin. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta pembentukan kader desa peduli kesehatan reproduksi pada wanita usia subur (WUS) di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan 2 metode. Metode pertama teknik pelatihan kepada anggota masyarakat yang kemudian menjadi kader kesehatan reproduksi di banjar. Kedua, metode pemeriksaan /deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Pengabdian berlangsung pada Bulan Juli-september 2016. Terbentuk kader kesehatan reproduksi di Desa Pengotan (24 Kader). Hasil post test yang dilaksanakan 2 minggu setelah pelaksanaan didapatkan hasil 100% kader (N=20) mempunyai pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi. Delapan belas (18) WUS ikut serta dalam pemeriksaan IVA, 3 diantaranya mendapatkan hasil positif IVA. Ketiganya kemudian dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya (crytherapi). Kegiatan ini disambut baik oleh warga Desa Pengotan. Para kader kesehatan reproduksi yang terbentuk (KDPR) sepakat untuk melanjutkan informasi yang didapatkan selama pelatihan kepada warga di banjar. Puskesmas Bangli menyatakan pemeriksaan IVA ini akan diagendakan secara rutin.
PEMBERDAYAAN SUBAK DALAM APLIKASI TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN I.N. Sunarta; I.N. Dibia; N.M. Trigunasih; I.D.M. Arthagama; T. Kusmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.095 KB)

Abstract

Increased development in all fields must be supported with food security is primarily rice. Production of rice in Bali is synonymous with productivity wetland managed by Subak. The purpose of this service is to introduce a site-specific nutrient fertilization program; transformation of knowledge in the management of wetland (Subak); Increased harmonious relationship among members and administrators Subak; Increasing farmers' understanding and skills in the application of site-specific nutrient fertilizer (SSNF) for rice research in Subak Blong Yang Kelod Megati Kaja village. Desirable specific targets in this devotion is to increase the ability and skills of farmers Subak members Blong Yang Kelod in implementing site-specific nutrient fertilization either time, types and doses of fertilizers applied to rice crops in accordance IRRI program. It is expected to impact on improving the livelihoods of farmers and the growing understanding and commitment to care for the preservation of Subak. Implementation of community service activities begins with Dissemination of paddy fertilizer technology specific location based IRRI program with http://webapps.irri.org/nm/id. devices. Implementation of dissemination held on October 28, 2016 in Subak Blong Yang Kelod, Megati village. Subak members are very enthusiastic about the explanation given SSNF through several questions, including requests for training members of Subak, about organic fertilizer production with raw materials from cow manure and others. Based on the result of recommendations by the IRRI fertilizer 200kg / ha of NPK Kujang given at 0- 10 days after planting (DAP) and 100kg / ha of urea at the age of 23-27 DAP, 100kg / ha of urea in the 40-44 age DAP, then the rice production be increased from 6 t / ha into 6.4 t / ha of grain moisture content of 14%.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue