Buletin Udayana Mengabdi
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Articles
979 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN POWER THRESHER DAN MANAJEMEN USAHA BAGI KELOMPOK USAHA PANEN PADI PEMULA DI SUBAK DESA KABUPATEN GIANYAR
I K. Satriawan;
Yohanes Setiyo;
I. A. Mahatma Tuningrat
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.128 KB)
Policy of product increase of national rice requires the development of adequate post harvest handling to improve efficiency, decreasing of losing crop, improving rendemen, added value, and competitiveness. This was done in order to improve earnings and prosperity of farmer in is the rural areas. Efforts to improve side of offfarm paddy especially its postharvest nowadays become attention to be handled seriously.Activity of this training aims at: (1) forming paddy crop group as development of business unit; ( 2) empowering of beginner paddy crop group so that they can apply postharvest technology and manage its agribusiness well; ( 3) training farmers to apply power thresher to minimize losing paddy crop. Participant target in this activity is group member of Subak Desa of Gianyar Regency.The result of this community services activity are as follows ( 1) Socialization of postharvest paddy have improved the understanding of beginner group member of paddy harvest so that they can contribute in lessening the lose paddy crop; ( 2) Forming crop group as the institution for empowering member of subak for developing of business unit; and ( 3) Applied training of power thresher can improve skillful harvest group members to minimize the lose of paddy crop in threshing.
PENERAPAN SISTEM SPRAY SEMI OTOMATIS PADA INDUSTRI KECIL BUDIDAYA JAMUR TIRAM
I. N. Aribudiman;
I. K. Adi Atmika;
A. A. I. A. Sri Komaladewi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ayu Suta mushrom group is a business group of farmers mushroom located in the village of Batubulan-Gianyar. Mushroom production is still only oyster mushroom, yields a simple packed with simple plastic bag.This business group has problems related to the efficiency and productivity which these problems are causedby the system is still conventional sterilization with small capacity and lack of system or mechanizationmaintaining the temperature and humidity incubation chamber messelium in conditions suitable for oystermushrooms. Then the human resources with an educational background which is still low. Objectives andoutcomes of the activities designed are: 1) generate system or mechanization of the process of regulating thetemperature and humidity of the room enlargement messelium, which is equipped with a spray of water orfog semi automatic, 2) provide knowledge about management, safety and product quality control in relationthe application of the system or mechanization. Settlement system problems or methods offered in thisprogram is to replace the equipment by designing the system or spray semi-automatic mechanization is alsoequipped with indicators of temperature and humidity. After designing mechanization water sprayer, thenbegan prepared materials and tools, and the first activity was implemented in partner dated August 27 2015,oyster mushroom cultivation place Ayu Suta in Batubulan Gianyar-Bali. Activities started with help clean
PELATIHAN PENGOLAHAN KACANG TANAH DI KELURAHAN PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR KOTAMADYA DENPASAR
P.T. Ina;
I.G.A. Ekawati;
I.N. Kencana Putra;
P.A.S. Widpradnyadewi;
I.D.P.K. Pratiwi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.721 KB)
Kelompok wanita tani (KWT) Ratna Tani merupakan kelompok wanita tani dari kelurahan Penatih dan merupakan KWT binaan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Pemerintah kota Denpasar. Keterbatasan kemampuan KWT Ratna Tani dalam mengolah kacang tanah menjadi dasar kegiatan pengabdian sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan KWT dalam pengolahan kacang tanah. Kacang tanah dapat dijadikan produk olahan yang beraneka ragam baik olahan kacang tanpa adonan maupun olahan kacang dengan adonan. Kacang atom dan kacang susu merupakan salah satu olahan kacang dengan adonan. Metode pemecahan masalah dari kegiatan pengabdian ini yaitu berupa tindakan nyata dalam menyampaikan informasi ilmiah pengolahan kacang tanah menjadi produk-produk olahan melalui praktek penggunaan teknologi pengolahan tepat guna dan pelatihan teknik pengemasan produk olahan kacang dalam upaya pengembangan usaha industri rumah tangga olahan kacang tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan pelatihan 1 hari yang terlaksana pada hari kamis tanggal 4 agustus 2016 tentang teknologi pengolahan kacang tanah menjadi produk olahan seperti kacang atom dan kacang susu. Keberhasilan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini tercapai karena adanya peran serta dari peserta selama penyuluhan melalui aktivitas yang berkembang dalam diskusi dan kehadiran peserta selama kegiatan berlangsung.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA DI BIDANG PERTANIAN, PETERNAKAN DAN HOME INDUSTRY MENUJU DAERAH WISATA MANDIRI
I.P.A. Astawa;
I.K.A. Atmika;
I.A.A.A.S. Komaladewi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.387 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p01
Desa Batur Tengah termasuk dalam wilayah Kecamatan Kintaman dengan jumlah penduduk kurang lebih 4250 jiwa atau 850 kepala keluarga (KK). Desa ini terdiri dari 8 banjar/dusun. Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah dari sektor pertanian, dan beberapa bergerak di sektor agrobisnis. Lahan pertanian dan perkebunan mereka banyak ditanami padi, jeruk dan kopi dimana tersebar sepanjang wilayah/daerah di Desa Batur Tengah. Potensi yang masih perlu digali yakni bidang perkebunan jeruk dan home industri. Selain itu, perkebunan jeruk yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa Batur Tengah hanya difokuskan sebagai sumber produksi buah, nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi objek wisata buah seperti kebanyakan tempat agrowisata lainnya. Kegiatan KKN PPM di Desa Batur Tengah bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menggali potensi alam dan SDM yang dimiliki: 1)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan industri kecil bagaimana meningkatkan produktifitas dan diversifikasi produk, 2)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan anggota kelompok ternak tentang kemungkinan pemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi, 3)Pemberdayaan kelompok peternak melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak sapi dan proses pemanfaatannya sebagai biogas, 4)Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan lahan dan pemasaran hasil produksi terutama produksi jeruk menuju kearah agrowisata. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan dan pembekalan, tahap kedua implementasi/pelaksanaan kegiatan di lapangan, dan tahap ketiga evaluasi dan monitoring untuk koreksi dan penyempurnaan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai audensi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat untuk menentukan skala prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada di masyarakat. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan maupun praktek di lapangan, maupun pendampingan oleh mahasiswa peserta KKN selama di lapangan. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring dilakukan oleh tim pelaksana/dosen pembimbing lapangan dan koordinator KKN untuk melihat dampak dan keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan.
SISTEM PENJERNIHAN AIR LIMBAH PEMOTONGAN BATU LAHAR DI DESA MUNGGU KABUPATEN BADUNG
I K.G. Wirawan;
I K.G. Sugita;
N.N. Pujianiki;
K. Astawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (627.251 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p28
Saluran irigasi di desa Munggu banyak dibuat oleh pemerintah Kabupaten Badung maupun masyarakat setempat. Saluran ini sering mengalami pendangkalan karena kurang pemahaman atau pengetahuan masyarakat tentang konsep bak penampungan air limbah sebelum dibuang ke saluran irigasi maupun badan sungai. Pendangkalan saluran irigasi dihasilkan dari pengerajin pemotongan batu lahar yang merupakan salah satu penghasil limbah sedimen. Metode kegiatan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah (i) membuat bak penampung air kotor, (ii) memberikan gambaran proses penjernihan air kotor menjadi air irigasi dan penerapannya. Sasaran kegiatan pengabdian adalah pengerajin batu lahar, termasuk usaha bersama atau kelompok usaha di pedesaan dengan kondisi manajemen masih bersifat konvensional dan lemah. Kegiatan ini akan sukses apabila melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) di desa Munggu. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan produk saluran air buangan/kotor yang berasal dari hasil pemotongan batu lahar mengalir melalui saluran terbuka dengan penampang berbentuk setengah lingkaran. Air tersebut kemudian masuk ke dalam bak penampungan melalui saluran inlet. Dasar dan dinding bak penampung terbuat dari batako tanpa dilakukan proses finishing. Untuk menjaga keamanan, bak penampung ditutupi dengan plat beton. Kotoran batu lahar akan mengendap di bagian bawah dan air di bagian atas bak penampung. Saluran outlet dibuat untuk aliran air jernih yang terbuat dari pipa PVC dengan diameter 4 inchi sebelum dibuang ke saluran irigasi.
KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH RAWA PASANG SURUT DI KARANG AGUNG ULU SUMATERA SELATAN
E. DEWI YULIANA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.539 KB)
ABSTRACT This study is aimed at identifyimg the characteristics and classification of soil in South Sumatera Swamp area. This experiment was performed in pasang surut area located in swamp development project. Using soil description method and followed by soil analysis in soil chemistry lab of IPB, it was found that the soil is classified as Typic Sulfaquent, sangat halus, isohipertermik.
Penggunaan Alat Cetak untuk Produksi Jaja Saga
Dewa Ngakan Ketut Putra Negara;
I M Gatot Karohika;
I D M Krishna Muku
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.512 KB)
Every place in Bali has a food specific characteristic. Gianyar region is known with its jaja klepon and Klungkung is famous with serombotan. In Melinggih Kelod Village, District of Payangan is developing a type of food, called jaja saga. Micro industries of producing this food are made by some households in this village. The steps of making jaja saga follow; preparing of row materials (coconut, rice powder, sugar, salt and water), mixing of the row materials, leveling of row materials on the taplon and roasting. After 10 minutes jaja saga has cooked. The final process is packaging. The leveling of row materials on the taplon process is the stage that needs the long enough time; it is about 5 to 8 minutes. To overcome the problem, it is made a molding jaja saga device. The principle work of the device is by pressuring a circle-pressure device with 17.90 cm in diameter trough a mold hole with 18 cm in diameter. Pressuring mechanism is undertaken by chain, sprocket and thread of the screw transmission with handle mover. The results of device test show that device work mechanism has successfully worked but improving regarding with the type of row materials used is needed so better results will be obtained.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGENDALIAN KUTU LONCAT JERUK (Diaphorina citri Kuwayama) SEBAGAI HAMA DAN VEKTOR PENYAKIT CVPD DI DESA TARO, GIANYAR
Wijaya I N.;
M. Sritamin;
M. Mega Adnyana;
W. Adiartayasa;
I G. N. Bagus
Buletin Udayana Mengabdi Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.677 KB)
Training on jumping plantlice of citrus (Diaphorina citri Kuw) the vector of CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) has been held at Taro village, Gianyar regency on 30st July 2012. The activities aimed to know bioecology of D. citri, the vector of CVPD. The training was attended by 32 participants from local farmer groups of Taro village. The method used in activities were lectures, demontration and practical in the citrus field. All participants participited anthusiastically and hope the have the next intensive traning of the citrus culture.
DIVERSIFIKASI HIJAUAN PAKAN TERNAK UNGGUL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI DI DESA MENGESTE TABANAN
N.M. Witariadi Witariadi;
N.W. Siti;
N.N. Candraasih K.;
N.M.S. Sukmawati;
N.G.K. Roni
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.858 KB)
Pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentangpemanfaatan hijauan pakan ternak unggul dalam meningkatkan produktivitas ternak sapi di desa MengesteTabanan. Pengabdian dilaksanakan pada hari Minggu 20 Juli 2014 di Halaman kandang kelompok ternak didesa Mengeste. Metode yang digunakan adalah penyluhan dan demonstrasi tentang tempat tumbuh,kandungan nutrisi dan manfaat dari hijauan pakan ternak unggul. Hasil dari pengabdian adalah anggotakelompok mengerti tentang cara menanam, umur pemotongan, dan kandungan nutrisi dari hijauan pakanternak unggul sebagai pakan ternak sapi. Penyerahan bibit hijauan pakan ternak unggul berupa stek sebanyak100 pohon untuk ditanam dilahan milik kelompok ternak. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat adalahmasyarakat masyarakat sudah memahami cara menanam dan memotong hijauan pakan ternak unggul sertamenanamnya dimasing-masing lahan milik kelompok ternak di desa Mengeste.
USAHA JAJANAN BALI KERING DENGAN PENERAPAN ALAT SPINER DAN SEALER DI DESA CANDI KUNING
I.A.R.P. Pudja;
P. K. D. Kencana;
I M. Nada
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.643 KB)
Tujuan kegiatan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan nilai ekonomis dari jajanan Bali dan untuk menerapkan teknologi tepat guna dalam usaha pengembangan dari jajanan Bali. Metode dari pengabdian masyarakat ini adalah survei lapangan dan wawancara, diberikan teknologi peralatan yang tepat untuk pengembangan usaha dari jajan Bali, penyuluhan dan pelatihan ilmu dan teknologi yang tepat guna. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mitra usaha dari jajan Bali sudah diberikan alat penggoreng (deep frying), diberikan alat seal kemasan plastik, pelatihan untuk pemberian label pada kemasan jajan Bali, monitoring dan pendampingan produksi. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan terjadi diskusi dua arah dari peserta yang aktiv dengan pertanyaan dan respon terhadap topik. Aktivitas seperti ini sangat berguna bagi masyarakat di desa. Jadi kegiatan yang sama perlu dilakukan di desa-desa lain yang memiliki komuditas pertanian yang sama.