cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Peran Keluarga dalam Menumbuhkembangkan Budaya Membaca Bagi Anak di Lingkungan Rumah pada Era Digital Suardi, Suardi; Sultan, Sultan; Herman, Herman
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.19141

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran keluarga dalam menumbuhkembangkan budaya membaca di lingkungan rumah pada era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei. Responden penelitian yakni orang tua siswa sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendukung literasi membaca anak masih kurang optimal. Sebanyak 35% orang tua jarang terlibat dalam aktivitas literasi di rumah, ketersediaan bahan bacaan juga terbatas, dengan 52% keluarga memiliki kurang dari 10 buku di rumah. Dukungan teknologi untuk literasi masih rendah; hanya 13% keluarga yang memiliki komputer, dan 53% anak menggunakan internet untuk aktivitas non-literasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya menumbuhkan budaya membaca memerlukan peningkatan keterlibatan keluarga sebagai fasilitator literasi, peningkatan akses bahan bacaan, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pendukung. Implikasi dari temuan ini mencakup kebutuhan pelatihan literasi digital bagi orang tua dan penyediaan bahan bacaan berbasis teknologi untuk mengatasi kesenjangan digital.The Role of the Family in Developing a Reading Culture for Children in the Home Environment in the Digital EraThis study aims to explore the role of families in fostering a reading culture at home in the digital era. A quantitative approach was utilized, with data collected through a survey. The respondents were parents of elementary school students, and data were analyzed descriptively. The findings reveal that parental involvement in literacy activities remains limited, with only 35% of parents engaging in such activities once or twice a month. Visits to bookstores or libraries are rare, with just 3% of parents engaging in these activities frequently. Additionally, 52% of families reported owning fewer than 10 books at home, highlighting a lack of reading materials. In terms of digital technology, 87% of families do not own a desktop computer, and only 66% of children have access to internet-enabled smartphones The study concludes that fostering a reading culture requires greater parental involvement, improved access to diverse reading materials, and the effective utilization of digital technology as a learning medium. These findings emphasize the importance of implementing digital literacy training for parents and providing technology-based reading resources to address the digital divide.
Makna Religiusitas dalam Puisi Ebbhu Karya Sugik Muhammad Sahar: Studi Hermeneutika Paul Ricoeur Tabarok, Moh.; Ambarwati, Ari; Tabrani, Akhmad
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar yang berhubungan dengan masyarakat Madura serta interpretasi nilai-nilai religius berdasarkan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Analisis data mengikuti prosedur hermeneutika Ricoeur yang meliputi: (1) distansiasi (pembacaan objektif teks); (2) interpretasi (pemaknaan simbol dan metafora); (3) apropriasi (kontekstualisasi makna); dan (4) referensi (penemuan makna di balik teks). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai religiusitas dalam puisi Ebbhu karya Sugik Muhammad Sahar. Nilai-nilai religius ini berhubungan dengan nilai keagamaan yang terdapat pada masyarakat Madura seperti ketaatan dalam beribadah (ubudiyah), penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual (ta’dzim), pencarian ilmu pengetahuan (tholabul ’ilmi), dan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama (istiqomah).The Meaning of Religious in The Poetry Ebbhu by Sugik Muhammad Sahar: Poul Ricour's Hermeneutic StudiesThis study aims to describe the religious values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem related to Madurese society and the interpretation of religious values based on Paul Ricoeur's hermeneutic approach. Data collection was conducted through literature study. Data analysis followed Ricoeur's hermeneutic procedures which included: (1) distanciation (objective reading of the text); (2) interpretation (meaning of symbols and metaphors); (3) appropriation (contextualization of meaning); and (4) reference (discovery of meaning behind the text). The results of the study showed the existence of religiosity values in Sugik Muhammad Sahar's Ebbhu poem. In addition, these religious values are related to religious values found in Madurese society such as obedience in worship (ubudiyah), respect for spiritual values (ta'dzim), seeking knowledge (tholabul 'ilmi), and steadfastness in carrying out religious teachings (istiqomah).
Karcis-Delay sebagai Media Terapi Wicara pada Anak dengan Gangguan Keterlambatan Bicara Pramitasari, Afrinar; Setyarum, Ariesma; Dewanto, Aji Cokro; Hafizha, Firda Aulia
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16888

Abstract

Keterlambatan berbicara pada anak jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar dapat menjadi suatu gangguan serius yang bisa mempengaruhi perkembangan lain baik kognitif, kemandirian, maupun sosial. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui analisis kebutuhan media karcis-delay dan 2) mendeskripsikan desain karcis-delay sebagai alternatif terapi wicara pada anak dengan gangguan keterlambatan berbicara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, wawancara, dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) media karcis-delay sangat dibutuhkan sebagai stimulus untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak dengan gangguan keterlambatan berbicara 2) berdasarkan hasil analisis, diperoleh kebutuhan konten media karcis-delay yaitu kartu emosi dan penyebabnya. Kartu emosi yang disusun berupa emosi marah, sedih, bahagia, takut, terkejut, dan jijik beserta penyebabnya.Delay-Ticket as a Speech Therapy Media for Children with Speech Delay DisordersSpeech delays in children are left untreated and not handled properly, they can become a serious disorder that can affect other developments, including cognitive, independence, and social development. The aims of this research are 1) to understand the analysis of the need for delay-ticket media and 2) to describe the delay-ticket design as an alternative speech therapy for children with speech delay disorders. This research method is research and development. Data collection techniques include observation, questionnaires, interviews, and FGD. The results of the research show that 1) ticket-delay media is really needed as a stimulus to improve the speaking ability of children with speech delay disorders. 2) Based on the results of the analysis, it was found that the content needed for ticket-delay media was emotional cards and their causes. The emotion cards are arranged in the form of emotions of anger, sadness, happiness, fear, surprise, and disgust, along with their causes.
Linguistic Landscape to Shape Citizens’ Consumptive Behavior: A Case Study of the Pamulang Protocol Line Wildan, M; Julianti, Ulfa; Simarmata, Nahoras Bona
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16723

Abstract

The paper's core issue is the domination of the commercial word on store and restaurant signboards created by corporate actors, which has repercussions for developing citizens' consumer behavior. This essay seeks to clarify how language presentation, language preferences, and language signs employed by business actors are the foundation for developing citizens' consumer behavior. This essay uses a sequential explanatory design and mixed approaches. Data were gathered through photography techniques, interviews, and the distribution of questionnaires via Google Forms. Both narrative analysis and data interpretation techniques were used to analyze the data. The findings of this study revealed that 66.34% of presentations were in Indonesian, and that preference was due to similar speech communities among business actors and consumers, as well as the language signs being understood by the majority of shoppers and diners. This study concluded that inhabitants understand the language signs offered and preferred by business actors along the Pamulang protocol line, which also contributes to the creation of residents' consumer behavior.Lanskap Linguistik untuk Membentuk Perilaku Konsumtif Warga: Studi Kasus Jalur Protokol Pamulang Masalah utama tulisan ini adalah terdapatnya dominasi kata yang mengarah pada ranah komersial di papan nama toko dan restoran yang dibuat oleh aktor perusahaan sehingga memiliki dampak pada pengembangan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini berusaha mengklarifikasi bagaimana penyajian bahasa, preferensi bahasa, dan tanda-tanda bahasa yang digunakan oleh pelaku usaha adalah sebagai dasar untuk mengembangkan perilaku konsumtif warga. Tulisan ini menggunakan desain penelitian sekuensial dan pendekatan campuran. Data dikumpulkan melalui teknik fotografi, wawancara, dan penyebaran kuesioner melalui Google Forms. Dalam rangka menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis naratif dan teknik interpretasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 66,34% presentasi dalam bahasa Indonesia dan preferensi itu disebabkan oleh komunitas tutur yang serupa di antara pelaku usaha dan konsumen serta tanda-tanda bahasa yang dipahami oleh mayoritas pembeli dan pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa warga memahami rambu-rambu bahasa yang ditawarkan dan disukai oleh pelaku usaha di sepanjang jalan protokol Pamulang, yang juga berkontribusi pada terbentuknya perilaku konsumtif warga.
Numerical Wordplay in Digital Communication: A Corpus Linguistic Study on Cyber-pragmatics Rahardi, Kunjana; Rahmat, Wahyudi
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18656

Abstract

This research aims to elucidate the pragmatic significance of employing numerical wordplay with humorous undertones from a cyber-text semio-pragmatics perspective. Social media serves as the primary data source, with textual content featuring instances of numerical wordplay with comedic elements constituting the substantive data. Data collection involved reading and note-taking techniques, followed by identification, selection, classification, and typification to distinguish between suitable and unsuitable data for analysis. Triangulation was employed to validate the data, involving both experts in the field and relevant theoretical frameworks. Contextual analysis was utilized as the analytical method to uncover the pragmatic meanings embedded within the use of numerical wordplay. The findings reveal various pragmatic functions, including concealing speech intent, maintaining secrecy, easing speech delivery, playful engagement, manipulation of speech intent, and inviting humor with speech partners. This research contributes theoretically to the advancement of pragmatics and cyber-pragmatics as interdisciplinary fields within linguistics, particularly in the realm of digital communication. Furthermore, it offers practical implications for fostering further research in pragmatics, especially in the emerging field of cyber-pragmatics, which warrants further exploration and scholarly attention.   Permainan Kata Numerik dalam Komunikasi Digital: Sebuah Studi Linguistik Korpus tentang Pragmatik SiberPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan signifikansi pragmatis dari penggunaan permainan kata numerik dengan nada humor dari perspektif semio-pragmatik teks siber. Media sosial berfungsi sebagai sumber data utama, dengan konten tekstual yang menampilkan contoh permainan kata numerik dengan elemen komedi yang merupakan data substantif. Pengumpulan data melibatkan teknik membaca dan mencatat, diikuti oleh identifikasi, pemilihan, klasifikasi, dan tipifikasi untuk membedakan antara data yang sesuai dan tidak sesuai untuk analisis. Triangulasi digunakan untuk memvalidasi data, melibatkan para ahli di lapangan dan kerangka teoritis yang relevan. Analisis kontekstual digunakan sebagai metode analisis untuk mengungkap makna pragmatis yang tertanam dalam penggunaan permainan kata numerik. Temuan tersebut mengungkapkan berbagai fungsi pragmatis, termasuk menyembunyikan maksud ujaran, menjaga kerahasiaan, memudahkan penyampaian ujaran, keterlibatan yang menyenangkan, manipulasi maksud ujaran, dan mengundang humor dengan mitra tutur. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis terhadap kemajuan pragmatik dan pragmatik siber sebagai bidang interdisipliner dalam linguistik, khususnya dalam bidang komunikasi digital. Lebih jauh, penelitian ini menawarkan implikasi praktis untuk mendorong penelitian lebih lanjut dalam pragmatik, khususnya dalam bidang cyber-pragmatik yang sedang berkembang, yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut dan perhatian ilmiah.
Muatan Ekologi dalam Bahan Literasi Sekolah Dasar pada Website Kemendikbud: Analisis Korpus Jefiza, Iqbal; Widodo, Pratomo; Sudartinah, Titik
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.17701

Abstract

Masalah lingkungan menjadi perhatian penting belakangan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan ekologi dalam bahan literasi sekolah dasar pada website Kemendikbud. Data penelitian kualitatif ini berupa 47 buku literasi sekolah dasar tahun 2016 sampai 2019 pada laman Kemendikbud. Analisis data menggunakan metode software korpus berupa AntConc. Penelitian ini mengevaluasi tema-tema ekologi berdasarkan teori Greg Gerrard, seperti: pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, dan binatang. Hasil penelitian menunjukkan muatan ekologi dalam bahan bacaan literasi sekolah didominasi oleh ekologi hutan belantara. Ekologi pencemaran memiliki jumlah sangat rendah. Jumlah dan kualitas bahan bacaan literasi yang mengandung muatan ekologi perlu ditingkatkan agar dapat lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada siswa.Ecological Content in Materials Elementary School Literacy Materials on the Ministry of Education and Culture Website: A Corpus AnalysisEnvironmental issues have become an important concern lately. The purpose of this study was to determine the ecological content in elementary school literacy materials on the Ministry of Education and Culture website. The data for this qualitative study were 47 elementary school literacy books from 2016 to 2019 on the Ministry of Education and Culture page. Data analysis used the corpus software method AntConc. This study evaluated ecological themes based on Greg Gerrard's theory, such as pollution, wilderness, disaster, shelter, and animals. The results showed that the ecological content in school literacy reading materials was dominated by wilderness ecology. Pollution ecology has a very low number. The number and quality of literacy reading materials containing ecological content need to be increased so that they can be more effective in instilling environmental values in students. 
Eksplorasi Model Pembelajaran Bahasa di Sekolah Unggul Pujiono, Setyawan; Triyono, Sulis; Syamsi, Kastam
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.9778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru. Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia sekolah unggul di Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu identifikasi, klasifikasi, reduksi, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menyusun perencanaan model pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi teks surat dinas dan teks nonfiksi. Komponen model sudah dilengkapi dengan sintak, sistem pendukung (media), dan dampak instruksional (kompetensi dasar dan tujuan). Model pembelajaran yang ditemukan meliputi lima jenis, yakni tiga model sesuai Kurikulum 2013, yang berisi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning, serta dua model dari teori Joyce, Weil & Calhoun (2016), yaitu sistem konseptual, dan instruksi langsung. Implementasi model pembelajaran bahasa sekolah unggul di Yogyakarta sudah variatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi aktif, kritis, dan kreatif.Language Learning Model Exploration for Excellent SchoolThis study aims to describe the implementation of learning models in the planning and implementation of Indonesian language learning by teachers. The subjects of this study were Junior High School teachers of Indonesian language subjects at superior schools in Yogyakarta. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were identification, classification, reduction, and conclusions. The results of the study showed that teachers had prepared learning model plans in the form of Learning Implementation Plans (RPP) on official letter texts and non-fiction texts. The model components were equipped with syntax, support systems (media), and instructional impacts (basic competencies and objectives). The learning models found included five types, namely three models according to the 2013 Curriculum, which contained Project Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), and Cooperative Learning, and two models from the theory of Joyce, Weil & Calhoun (2016), namely conceptual systems, and direct instruction. The implementation of the language learning model at superior schools in Yogyakarta was varied and was able to increase students' learning motivation to be active, critical, and creative.
Pengembangan Media Papan Flanel pada Keterampilan Berbicara bagi Siswa Sekolah Dasar Hanni, Risfi Aulya; Yulianto, Sigit
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.20260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain dan mengetahui efektivitas media papan flanel muatan materi kalimat fakta dan opini pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV sekolah dasar (SD). Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Dilaksanakan di SDN Sekaran 01 Kota Semarang, uji coba produk skala kecil dilakukan pada 10 siswa kelas IVA dan uji coba pemakaian produk skala besar pada 28 siswa kelas IVB. Pengumpulan data meliputi observasi, penyebaran angket validasi dan respons, tes, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media papan flanel memperoleh nilai kelayakan sebesar 96% oleh ahli media dan 92% oleh ahli materi. Hasil uji coba kelompok besar diperoleh nilai rata-rata 56,79 pada pretest dan pada posttest nilai rata-rata meningkat menjadi 88,07. Hal ini, menjadi bukti bahwa media papan flanel muatan materi kalimat fakta dan opini pada mata pelajaran Bahasa Indonesia efektif dan layak digunakan sebagai media alternatif strategis dalam pembelajaran berbasis praktik langsung, serta disarankan untuk digunakan dan dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran keterampilan berbahasa di sekolah dasar.Development of Flannel Board Media on Speaking Skills for Elementary School StudentsThis study aims to develop a design and determine the effectiveness of flannel board media content of fact and opinion sentences in Indonesian language subjects, as a learning medium to improve the speaking skills of grade IV elementary school (SD) students. This development research method uses the ADDIE model. This research was conducted for 1 month at SDN Sekaran 01 Semarang, with a small-scale trial conducted on 10 students of class IVA and a large-scale product usage trial on 28 students of class IVB. Data collection included observation, questionnaires, tests, interviews, and documentation. The results showed that the flannel board media obtained a feasibility score of 96% by media experts and 92% by material experts. The results of the large group trial obtained an average value of 56.79 on the pretest, and on the posttest, the average value increased to 88.07. This is evidence that the flannel board media content of fact and opinion sentences in Indonesian language subjects is effective and feasible to use as a strategic alternative media in hands-on practice-based learning, and it is recommended to be used and developed further, especially in learning language skills in elementary schools.
A Narrative Study of Teachers' Challenges in Teaching Indonesian Language in Remote Areas: Challenges, Institutional Support, Teaching Strategies Hafidzah, Putri; Maryani, Sri; Ihsani, Baiq Yuliatin
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.19620

Abstract

This study aims to explore the challenges teachers face in teaching Indonesian in remote areas, as well as identify the forms of institutional support and learning strategies implemented. Using a qualitative method with a narrative study approach, data were collected through observation and in-depth interviews with teachers and principals in public and private junior secondary schools in remote areas. Data analysis refers to the Miles and Huberman interactive model. The results showed that teachers face challenges in the form of limited infrastructure, books, learning support tools, minimal institutional support for professional development, and low student interest in learning. Support from the government and educational institutions is still limited. In dealing with these conditions, teachers tend to use lecture, question-and-answer, and discussion strategies that are adjusted to the limitations in the field. This research is expected to be an input for policymakers in improving shared learning in remote areas.Studi Naratif tentang Tantangan Guru dalam Mengajar Bahasa Indonesia di Daerah Terpencil: Tantangan, Dukungan Kelembagaan, Strategi PengajaranPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar Bahasa Indonesia di daerah terpencil, serta mengidentifikasi bentuk dukungan institusional dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah di SMP negeri dan swasta di wilayah terpencil. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana, buku, alat penunjang pembelajaran, minimalnya dukungan institusi untuk pengembangan profesional, serta rendahnya minat belajar siswa. Dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan dinilai masih terbatas. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru cenderung menggunakan strategi ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang disesuaikan dengan keterbatasan di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan pembelajaran bersama di daerah terpencil. 
Personifikasi sebagai Basis Rekonstruksi Dramaturgi Idalupa Alue Glong Naga di Aceh Barat Susandro, Susandro; Taruan, Hatmi Negria; Zaki, Achmad
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pertunjukan Sanggar Seni Alue Glong Naga dengan grup Dalupa lain dengan jalan menelusuri cerita yang melatarbelakanginya. Penelitian kualitatif ini berfokus pada asal-usul kemunculan grup, varian kisah yang dibawakan, dan alasan perbedaan bentuk pertunjukannya dibanding grup lain. Proses penelitian dilaksanakan dari April hingga November 2023 melalui tiga tahap: (1) prapenelitian, (2) penelitian lapangan, dan (3) pascapenelitian. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Idalupa versi Sanggar Seni Alue Glong Naga berlatar peristiwa peperangan antara Raja Badar dengan Raja Namrud. Raja Badar merupakan personifikasi dari peristiwa Perang Badar antara umat Islam dengan kaum Quraisy. Raja Namrud merupakan tokoh yang terdapat dalam kitab-kitab suci agama samawi yang hidup di masa Nabi Ibrahim. Dua latar masa yang terpaut jauh, tetapi direkonstruksi ke dalam satu kisah. Oleh karena itu, pentingnya pendokumentasian dan dukungan berkelanjutan bagi sanggar seni tradisional seperti Alue Glong Naga, mengingat tantangan akses dan regenerasi serta menyoroti perlunya kebijakan budaya yang responsif terhadap kelestarian seni lokal.Personification as a Basis for Reconstructing the Dramaturgy of Idalupa Alue Glong Naga in West AcehThis study aims to describe the differences between the performances of the Alue Glong Naga Art Studio and other Dalupa groups by tracing the stories behind them. This qualitative research focuses on the origins of the group, the variants of the stories they present, and the reasons for the differences in the form of their performances compared to other groups. The research process was carried out from April to November 2023 through three stages: (1) pre-research, (2) field research, and (3) post-research. Data validity was strengthened through source triangulation. The results of the study show that the story of Idalupa, according to the Alue Glong Naga Art Studio, is set during the war between King Badar and King Namrud. King Badar is the personification of the Battle of Badr between Muslims and the Quraysh. King Namrud is a figure found in the holy books of the monotheistic religions who lived during the time of the Prophet Ibrahim. Two time settings that are far apart, but are reconstructed into one story. Hence, the importance of documentation and ongoing support for traditional art studios such as Alue Glong Naga, given the challenges of access and regeneration, and highlighting the need for cultural policies that are responsive to the sustainability of local arts.