cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Media Representation of the Online Gambling Phenomenon in Indonesia through a Corpus-Assisted Critical Discourse Study Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Mukhlis, Mukhlis
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.19629

Abstract

This study aims to describe media representation of the phenomenon of online gambling in Indonesia through a corpus-assisted critical discourse analysis approach, with a focus on news in Kompas.com. The method used is corpus-based critical discourse analysis, which allows systematic exploration of news data to identify language patterns that frame the issue of online gambling. The analysis was conducted on a news corpus containing 5613 words and 43042 tokens using the AntConc application. The results show that the words “gambling” and “online” have the highest frequency, signaling the main focus on this phenomenon. The dominant social actors are government officials, such as “Budi Arie,” who is portrayed positively as a pioneer in eradicating online gambling, while online gambling perpetrators are portrayed destructively. Victims are seen as suffering and in need of external intervention. The social actions represented highlight the government's efforts to eradicate online gambling, with word choices that emphasize the urgency of handling this problem. Kompas.com frames the issue of online gambling by strengthening the role of the government as a protector, the perpetrator as a public enemy, and the victim as a party that needs to be saved. This study implies that online mass media play an important role in shaping public discourse, emphasizing the legal and moral sides, and introducing various perspectives that frame this issue.Representasi Media terhadap Fenomena Perjudian Online di Indonesia melalui Kajian Wacana Kritis Berbantuan KorpusPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi media terhadap fenomena perjudian online di Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis berbantuan korpus, dengan fokus pada berita di Kompas.com. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis berbasis korpus, yang memungkinkan eksplorasi sistematis data berita untuk mengidentifikasi pola bahasa yang membingkai masalah perjudian online. Analisis dilakukan pada korpus berita yang berisi 5613 kata dan 43042 token menggunakan aplikasi AntConc. Hasilnya menunjukkan bahwa kata "perjudian" dan "online" memiliki frekuensi tertinggi, menandakan fokus utama pada fenomena ini. Aktor sosial yang dominan adalah pejabat pemerintah.  Aksi sosial yang diwakili menyoroti upaya pemerintah untuk memberantas perjudian online, dengan pilihan kata yang menekankan urgensi penanganan masalah ini. Kompas.com membingkai isu judi online dengan memperkuat peran pemerintah sebagai pelindung, pelaku sebagai musuh publik, dan korban sebagai pihak yang perlu diselamatkan. Penelitian ini menyiratkan bahwa media massa online berperan penting dalam membentuk wacana publik, menekankan sisi hukum dan moral, serta memperkenalkan berbagai perspektif yang membingkai isu ini.
Mendisplai Perilaku Masyarakat Jawa Timur melalui Teks di Ruang Publik Masjid Agung: Kajian Lanskap Linguistik Adi, Sugeng Susilo; Ardhian, Dany; Isnaini, Mohammad Hasbullah
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18845

Abstract

Masjid agung tidak hanya menjadi sarana beribadah, tetapi juga menunjukkan eksistensi simbol-simbol Islam, sejarah, aktivitas masyarakat, dan ikon suatu kota. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi (1) bentuk dan pola penggunaan bahasa, (2) fungsi informasi-simbolis (3) karakter, perilaku, motivasi, gaya hidup,  budaya, dan ekonomi melalui pesan teks. Sejumlah 1818 data foto diambil dari teks-teks pada masjid-masjid agung di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan data menggunakan observasi dan dokumentasi (fotografi). Analisis data menggunakan pendekatan Lanskap Linguistik Landry dan Bourhis (1997) disertai wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 bahasa yang terlibat  dalam teks di ruang publik sekitar masjid agung di Jawa Timur. Dominasi bahasa Indonesia terlihat dalam pola monolingual, bilingual, multilingual. Teks-teks yang terdapat pada masjid agung di Jawa Timur memperlihatkan berbagai aktivitas masyarakat, yaitu ibadah, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pelestarian sejarah. Akan tetapi, teks-teks tersebut juga menunjukkan perilaku masyarakat yang kurang baik, seperti isu kesehatan, keamanan, dan lingkungan.Displaying East Javanese Community Behavior through Texts in the Public Space of the Great Mosque: A Linguistic Landscape StudyThe grand mosque serves not only as a place of worship but also as a symbol of Islamic icons, history, community activities, and the identity of a city. This study aims to investigate (1) the forms and patterns of language use, (2) the symbolic-informational functions, (3) the character, behavior, motivation, lifestyle, culture, and economy through text messages. A total of 1,818 photo data were collected from the texts found on the grand mosques in 38 cities/regencies in East Java. Data collection was conducted through observation and documentation (photography). Data analysis employed the Linguistic Landscape approach by Landry and Bourhis (1997), accompanied by interviews. The findings reveal that 13 languages are involved in the texts found in public spaces around the grand mosques in East Java. The dominance of the Indonesian language is evident in monolingual, bilingual, and multilingual patterns. The texts on the grand mosques in East Java reflect various community activities, including worship, health, education, economics, and historical preservation. However, these texts also highlight undesirable behaviors in the community, such as health issues, security concerns, and environmental issues.
Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Penulisan Teks Persuasif dalam Poster Wisata Digital Pujiati, Tri; Alfisuma, Meria Zakiyah; Arjulayana, Arjulayana
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.19766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran teks persuasif menggunakan Canva, uji produk mahasiswa, dan penilaian mahasiswa terhadap proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan desain mix method dan dilaksanakan di salah satu universitas di Jawa Timur. Pengambilan data dilakukan pada Oktober 2023 dengan melibatkan 33 mahasiswa dari Program Studi Sosiologi sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dosen mendapatkan penilaian 89,5% pada saat mengajar materi teks persuasif di kelas, (2) hasil penilaian terhadap produk yang dibuat mahasiswa dengan penilaian yang bagus, dan (3) hasil penilaian terhadap respons mahasiswa menunjukkan nilai 3,57 yang berarti mahasiswa senang dengan pembelajaran menggunakan Canva untuk membuat teks persuasif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa Canva efektif dalam penulisan teks persuasif untuk membuat poster wisata digital berbasis kearifan lokal.Utilizing the Canva App as a Learning Media for Persuasive Text Writing in Digital Travel PosterThis study aims to describe persuasive text learning using Canva, student product testing, and student assessment of the learning process. This research uses a mixed-methods design and was carried out at one of the universities in East Java. Data collection was carried out in October 2023 by involving 33 students from the Sociology Study Program as samples. The results showed that: (1) lecturers received an 89.5% score when teaching persuasive text material in class, (2) assessment results of products made by students with good assessments, and (3) assessment results of student responses showed a score of 3.57 which means that students are happy with learning to use Canva to create persuasive texts. The implications of this study show that Canva is effective in writing persuasive text to create digital tourism posters based on local wisdom.
Perbandingan Kualitas Integrasi HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Evaluasi Berbasis Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Azis, Abdul; Rahim, Ilma; Herdiani, Rizki
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.20244

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi integrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMA pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan merujuk pada taksonomi Bloom yang direvisi, dua buku teks dianalisis berdasarkan indikator menganalisis dan mengevaluasi. Buku Kurikulum 2013 edisi 2014 memuat 78 soal, terdiri atas 17 soal menganalisis dan 37 mengevaluasi. Buku Kurikulum Merdeka edisi 2021 mencakup 55 soal, dengan 14 soal menganalisis dan 32 mengevaluasi. Meski jumlah soal lebih sedikit, Kurikulum Merdeka menunjukkan pendalaman aspek evaluasi kritis. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan panduan nasional HOTS, pelatihan guru dalam asesmen kontekstual, serta kolaborasi antara pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan untuk menguatkan literasi kritis dan daya saing global siswa.Comparison of HOTS Integration Quality in Indonesian Language Textbooks for Senior High School: Evaluation Based on 2013 Curriculum and Independent Curriculum  This study evaluates the integration of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for senior high school students under the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum. Using a qualitative descriptive approach and the revised Bloom’s taxonomy, two textbooks were analyzed based on indicators of analyzing and evaluating. The 2013 Curriculum textbook (2014 edition) contains 78 questions, including 17 analyzing and 37 evaluating questions. The Merdeka Curriculum textbook (2021 edition) includes 55 questions, with 14 analyzing and 32 evaluating items. Despite having fewer questions, the Merdeka Curriculum demonstrates deeper critical evaluation. The study recommends: (1) the development of a national operational guide for HOTS-based item writing, (2) teacher training on contextual assessment design, and (3) sustained collaboration among curriculum developers, academics, and practitioners to strengthen critical literacy and students’ global competitiveness.
Deviasi Sosial pada Anomali Perilaku Waria dalam Novel Taman Api Karya Yonathan Rahardjo Novitasari, Lusy
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan deviasi sosial pada anomali (penyimpangan) perilaku waria yang terdapat dalam novel Taman Api karya Yonathan Rahardjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Taman Api karya Yonathan Rahardjo, cetakan pertama tahun 2011 dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Alvabet Jakarta. Penelitian ini berfokus pada permasalahan yang berkaitan dengan penyimpangan perilaku waria. Data penelitian berupa teks yang terdapat dalam novel. Pengumpulan data dengan menggunakan analisis konten, teknik dokumen, dan dijelaskan dari segi isi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ditunjukkan dalam novel ini anomali perilaku waria, antara lain: kegamangan identitas gender, berperangai serta berhias layaknya perempuan, perubahan kodrat, dan penyuka sesama jenis. Implikasi penelitian ini secara teoretis memperkaya kajian sosiologi sastra dengan menganalisis representasi penyimpangan gender dalam karya sastra Indonesia. Implikasi secara sosial dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat untuk memahami kompleksitas identitas waria tanpa prasangka, sekaligus mendorong diskusi tentang inklusivitas gender.Social Deviation in Transvestite Behavioral Anomalies in the Novel Taman Api by Yonathan RahardjoThis study aims to describe and explain social deviations in the anomaly (deviation) of transvestite behavior contained in the novel Taman Api by Yonathan Rahardjo. This study employs a qualitative descriptive method, drawing on a sociological approach to literature. The data source for this study is the novel Taman Api by Yonathan Rahardjo, first published in 2011 by Penerbit Pustaka Alvabet Jakarta. This study focuses on problems related to the deviation of transvestite behavior. The research data is in the form of texts contained in the novel. Data collection using content analysis, document techniques, and explained in terms of content. The data analysis technique uses an interactive analysis model. The results of the study are shown in this novel the anomaly of transvestite behavior, including: uncertainty of gender identity, behaving and dressing like women, changes in nature, and liking the same sex. The implications of this study theoretically enrich the study of the sociology of literature by analyzing the representation of gender deviation in Indonesian literary works. Social implications can be a reflection material for society to understand the complexity of transvestite identity without prejudice, while encouraging discussions about gender inclusivity.
Komparasi Frekuensi Kemunculan Bentuk Standar dan Bentuk Tidak Standar Bahasa Indonesia Berbasis Korpus Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Chaer, Hasanuddin; Agusman, Agusman; Putra, Mohammad Fakhri Rahman Setiawan
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.18734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gambaran frekuensi kemunculan bentuk standar dan tidak standar dalam korpus. Korpus yang digunakan adalah korpus LCC Indonesian 2023 yang terdapat dalam situs web https://cqpweb.lancs.ac.uk/. Korpus ini mencakup berbagai teks dari tahun 2008 sampai dengan 2022. Data yang diperbandingkan dalam penelitian ini terdiri dari 12 kategori yang secara keseluruhan terdiri dari 150 bentuk. Analisis data dilakukan dengan membandingkan angka frekuensi antara bentuk standar dan tidak standar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan bentuk standar dalam korpus lebih banyak dibandingkan dengan bentuk tidak standar, yakni 76,46% berbanding 23,44%. Ditemukan pula jumlah bentuk tidak standar lebih banyak dibandingkan bentuk standar pada kategori tertentu serta masih terdapat penggunaan bentuk lewah/mubazir. Penggunaan bentuk tidak standar masih dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia sehingga diperlukan langkah strategis untuk mereduksinya.Comparison of Occurrence Frequency of Standard and Nonstandard Forms of Corpus-Based Indonesian LanguageThis study aims to describe the frequency of occurrence of standard forms and nonstandard forms in the corpus. The Indonesian 2023 LCC corpus is found on the website https://cqpweb.lancs.ac.uk/. This corpus includes various texts from 2008 to 2022. The data compared in this study consisted of 12 categories, which in total consisted of 150 forms. The data was analyzed by comparing the frequency rate between standard and nonstandard forms. The results revealed that the use of standard forms in the corpus was more than the nonstandard forms, 76.46% versus 23.44%. It was also found that the number of nonstandard forms is more than the standard forms in certain categories, and redundant forms are still used. It is necessary to take strategic measures to decrease the use of nonstandard forms by Indonesian speakers.
Bagaimana Etika Bicara Melayu Membentuk Gaya Komunikasi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Riau? Roziah, Roziah; Shomary, Sudirman; Puspita, Alvi; Yuliawan, Tri; Hermaliza, Hermaliza; Yani, Juli
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.16763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika bicara dalam budaya Melayu dan relevansinya bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Riau. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Tahap kualitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengungkap etika berbicara dalam perspektif budaya Melayu, dilanjutkan dengan tahap kuantitatif untuk mengukur pemahaman pemelajar BIPA. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Riau dengan studi kasus terhadap pemelajar BIPA dari Thailand, Nigeria, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbicara perspektif budaya Melayu, meliputi: 1) berbicara untuk beramah-tamah dan mendapat berkah, 2) berlembut lidah untuk menegakkan tuah, 3) bermulut manis bercakap lemak, 4) berbicara ingat amanah, 5) berkata lurus bercakap benar, 6) larangan menyergah saat bersedekah, 7) jangan bicara sembarangan dalam gelanggang, dan 8) salah nasihat kepala berulat. Penelitian ini juga mengusulkan strategi pengajaran BIPA berbasis diagnostik budaya untuk meningkatkan kompetensi pragmatik pemelajar. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multikultural dalam pengajaran bahasa. How Do Malay Speech Etiquettes Shape the Communication Style of Indonesian Language Learners for Foreign Speakers in Riau?This study aims to analyze the etiquette of speaking in Malay culture and its relevance for Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) learners in Riau. This study uses a mixed method with a sequential explanatory design. The qualitative stage was carried out first to reveal the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective, followed by a quantitative stage to measure the understanding of BIPA learners. The study was conducted at the Islamic University of Riau with case studies of BIPA learners from Thailand, Nigeria, and Cambodia. The results of the study indicate that the etiquette of speaking in a Malay cultural perspective includes: 1) speaking to be friendly and get blessings, 2) being soft-tongued to uphold good fortune, 3) being sweet-spoken to speak well, 4) speaking remembering the mandate, 5) speaking straight to speak correctly, 6) prohibition of attacking when giving alms, 7) do not speak carelessly in the arena, and 8) wrong advice will have a caterpillar head. This study also proposes a BIPA teaching strategy based on cultural diagnostics to improve learners' pragmatic competence. The implications of this study emphasize the importance of a multicultural approach in language teaching.
Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis dengan Teknik Pendekatan Kognitif Siswa Sekolah Menengah Pertama Aminah, Sitti; Muntazar, T.; Mawardi, Mawardi; Andriani, Andriani; Aulia, Muhammad Kahfi
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.22059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis dengan cara pendekatan Kognitif siswa. Pendekatan kognitif ini untuk meningkatkan pemahaman, daya ingat, kemandirian, berpikir kritis dan membangkitkan kreativitas di setiap proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMPN 2 Samudra. Data dikumpulkan melalui tes membaca dan wawancara selama beberapa pertemuan. Berdasarkan hasil observasi di awal adanya temuan siswa Sekolah Menengah Pertama di kelas VII yang pada umumnya masih sangat lemah dalam membaca memahami dan menulis ulang isi bacaannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan. Peningkatan membaca pemahaman dan kemampuan menulis kembali isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri mencapai 88%. Peningkatan ini dikarenakan hampir rata-rata siswa termotivasi dan sangat kreatif saat proses belajar berlangsung dengan menggunakan teknik pendekatan kognitif. Improving Reading and Writing Skill with Cognitive Approach Techniques for Junior High School StudentsThis research aims to improve students' ability to read and write by means of the student's Cognitive approach. This cognitive approach is to improve understanding, memory, independence, critical thinking and generate creativity in every learning process. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were seventh grade students at SMPN 2 Samudra. Data was collected through reading tests and interviews over several meetings. Based on the initial observation, there was a finding of junior high school students in grade VII who were generally still very weak in reading comprehension and rewriting the content of their reading. The results showed a very significant improvement. The increase in reading comprehension and the ability to rewrite the content of reading using their own language reached 90%. This improvement was due to the fact that almost all students were motivated and very creative during the learning process using the cognitive approach.
Istilah Politik Populer pada Pemilu Presiden Indonesia di Media Berita Online Rahim, Abd.; Ambarita, Jenri; Nursalam, Nursalam; Efendy, Agik Nur; Sinamo, Callista Buena; Sari, Nurindah Purnama
Indonesian Language Education and Literature Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v11i1.19990

Abstract

Istilah politik populer digunakan sebagai strategi retorika untuk membangun citra politik positif. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna istilah politik yang populer digunakan pada pemilihan Presiden Indonesia dan bagaimana istilah politik tersebut dikonstruksi  untuk memengaruhi opini publik. Sumber data penelitian ialah media berita online yang dianalisis melalui aplikasi Nvivo 12 Pro. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis dengan mengadopsi teori Nourman Fairclough, teori semiotika sosial Van Leeuwen, dan teori Framing Goffman untuk menjelaskan makna istilah politik dan bagaimana istilah politik tersebut dikonstruksi sebagai wacana politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 5 istilah politik populer pada pemilihan Presiden Indonesia, seperti gemoy, cawe-cawe, politik identitas, king maker, dan endorsement. Istilah politik tersebut secara umum bermakna sebagai alat narasi politik untuk mendapatkan dukungan publik dalam kontestasi pemilihan Presiden Indonesia. Istilah politik tersebut dikonstruksi  sebagai wacana politik berdasarkan aspek situasional, aspek institusional, dan aspek sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu wacana dan diharapkan dapat meningkatkan literasi politik masyarakat dengan memahami peran bahasa dalam membentuk opini politik.Popular Political Terms in the Indonesian Presidential Election in Online News Media Popular political terms are used as a rhetorical strategy to build a positive political image. This study aims to uncover the meanings of political terms commonly used in the Indonesian Presidential Election and how these terms are constructed to influence public opinion. The data sources for this research are online news media, analyzed using the Nvivo 12 Pro application. This study employs a Critical Discourse Analysis approach, adopting the theories of Norman Fairclough, Van Leeuwen's social semiotics, and Goffman's framing theory to explain the meaning of political terms and how they are constructed as political discourse. The findings of this study show that there are five popular political terms in the Indonesian Presidential Election, such as "gemoy," "cawe-cawe," "political identity," "kingmaker," and "endorsement." These political terms generally function as tools for political narratives to gain public support in the presidential election contest. The political terms are constructed as political discourse based on situational, institutional, and social aspects. This research contributes significantly to the development of discourse studies and is expected to enhance political literacy among the public by understanding the role of language in shaping political opinions.
Strategi Kesantunan dalam Ekspresi Doa Digital: Analisis Pragmatik di Instagram Atikoh, Iklilah; Ma`nawi, Arief
Indonesian Language Education and Literature Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v11i1.20402

Abstract

Instagram menjadi salah satu platform untuk individu dalam menyampaikan doa secara publik melalui teks, gambar, maupun video. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ekspresi doa di Instagram dengan pendekatan pragmatik, berdasarkan teori permohonan dan kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987). Fokusnya adalah mengidentifikasi bentuk permohonan langsung dan tidak langsung dalam doa berbahasa Indonesia dan Jawa. Data diambil dari 100 postingan Instagram, termasuk caption pada reels dan feeds, serta komentar. Komentar yang dipilih berkriteria: (1) ditulis dalam bahasa Indonesia atau Jawa; (2) mengandung ekspresi permohonan kepada Tuhan (doa); (3) bersifat publik dan dapat diakses tanpa batasan akun pribadi; serta (4) tidak mengandung unsur iklan, promosi, atau spam. Data dianalisis dari segi struktur kebahasaan dan strategi kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan langsung lebih dominan. Dalam bahasa Indonesia, kedua bentuk muncul seimbang dan sering disertai ungkapan santun, seperti semoga atau mohon doanya. Adapun dalam bahasa Jawa cenderung menggunakan permohonan tidak langsung sebagai bentuk kesantunan. Ekspresi doa di Instagram menunjukkan variasi strategi komunikasi yang dipengaruhi oleh bahasa, budaya, dan konteks sosial pengguna. Strategi direct request lebih sering digunakan dalam situasi yang mendesak atau personal. Strategi indirect request cenderung muncul dalam konteks yang lebih reflektif, sopan, dan berbasis budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial bersifat cepat dan informal, ekspresi doa tetap mencerminkan nilai-nilai kesantunan, norma budaya, serta kedekatan relasi spiritual dengan Tuhan. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh para pendakwah digital, content creator religius, serta pengelola akun keislaman dalam merancang konten dakwah. Politeness Strategy in Digital Prayer Expression: Pragmatic Analysis on InstagramInstagram has become a platform for individuals to publicly express their prayers through text, images, and videos. This study aims to examine prayer expressions on Instagram using a pragmatic approach, based on the theory of requests and politeness by Brown and Levinson (1987). The focus is to identify direct and indirect forms of requests in Indonesian and Javanese prayers. Data were taken from 100 Instagram posts, including captions on reels and feeds, as well as comments. Comments were selected based on the following criteria: (1) written in Indonesian or Javanese; (2) containing expressions of requests to God (prayer); (3) public and accessible without personal account restrictions; and (4) not containing elements of advertising, promotion, or spam. The data were analyzed in terms of linguistic structure and politeness strategies. The results show that direct requests are more dominant. In Indonesian, both forms appear equally and are often accompanied by polite expressions, such as "harap" (hopefully) or "mohon doanya" (please pray). Javanese, on the other hand, tend to use indirect requests as a form of politeness. Prayer expressions on Instagram show a variety of communication strategies influenced by the user's language, culture, and social context. The direct request strategy is more often used in urgent or personal situations. Indirect request strategies tend to emerge in more reflective, polite, and culturally informed contexts. These findings suggest that despite the fast-paced and informal nature of social media, expressions of prayer still reflect values of politeness, cultural norms, and a close spiritual relationship with God. These findings can be utilized by digital preachers, religious content creators, and Islamic account managers in designing preaching content.