cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Pengembangan Sistem Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) Berdasarkan Kebutuhan Seleksi Nasional Berbasis Tes Salamah, Salamah; Nazilah, Halimah Milladunka; Abadi, Machrus; Setiawati, Eti
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15551

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital berdasarkan Seleksi Nasional Berbasis Teks. Melalui jenis penelitian pengembangan model 4D (penetapan, perancangan, pengembangan, diseminasi), dikembangkan Situs Informasi Bahasa Indonesia untuk Semua (SIBIUS) dalam bentuk website yang mengintegrasikan beberapa platform interaktif lain. Pada tahap perancangan, dibahas pengumpulan materi, rancangan alur website, dan platform yang diintegrasikan. Pada tahapan pengembangan, dibahas penyajian dan substansi SIBIUS yang terdiri dari halaman beranda, materi, latihan soal, forum, kontak, grup, dan berbagi berkas. Materi yang diangkat adalah kaidah kebahasaan (sintaksis-semantik) dan literasi yang disajikan dalam bentuk visual (Canva), audio (VoiceThread), serta isyarat (HandTalk). Adapun latihan soal disajikan dalam platform interaktif seperti Oodlu, WordWall, Wizer.me, dan dibahas secara audio-visual. Ragam kebahasaan SIBIUS adalah formal-interaktif. Media pembelajaran divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan bahasa. Hasil diseminasi mendapat respons dan komentar yang positif sehingga membuktikan kelayakan SIBIUS untuk diimplementasikan. Development of the Indonesian Language Information System for All (SIBIUS) Based on the Needs of Test-Based National SelectionThis study aims to develop digital learning media based on the National Text-Based Selection. Through the type of 4D model development research (determination, design, development, dissemination), the Indonesian Language Information Site for All (SIBIUS) was developed as a website that integrates several other interactive platforms. At the design stage, the materials collection, the website flow design, and the integrated platforms were discussed. At the development stage, the presentation and substance of SIBIUS were discussed, consisting of the home page, materials, practice questions, forums, contacts, groups, and file sharing. The materials raised are language rules (syntax-semantics) and literacy presented in visual (Canva), audio (VoiceThread), and gesture (HandTalk) forms. The practice questions are presented in interactive platforms such as Oodlu, WordWall, Wizer.me, and discussed audio-visually. The language variety of SIBIUS is formal-interactive. The learning media was validated by experts in learning media and language. The results of the dissemination received positive responses and comments, thus proving the feasibility of SIBIUS for implementation.
Campur Kode Pemelajar Bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand Mardikantoro, Hari Bakti; Pristiwati, Rahayu; Istanti, Wati; Supriyadi, Hamam
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan wujud campur kode serta faktor yang mempengaruhi wujud campur kode pada peristiwa tutur pemelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing di Universitas Thammasat Thailand. Untuk mengkaji masalah dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan teori sosiolinguistik. Data dijaring dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Adapun peristiwa tutur yang diteliti adalah peristiwa tutur para pemelajar bahasa Indonesia di Universitas Thammasat Thailand. Untuk menganalisis data digunakan metode padan subjenis referensial. Selain itu, analisis data juga menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah ada campur kode pada tuturan mahasiswa Universitas Thammasat yang sedang belajar bahasa Indonesia melalui Program BIPA. Jenis campur kode tersebut adalah campur kode ekstern karena campur kode terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa asing (bahasa Thai). Adapun faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode adalah penutur dan topik pembicaraan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar mata kuliah BIPA dan sosiolinguistik.Code Mixing in Indonesian Language Learners' Speech Events for Foreign Speakers at Thammasat University, ThailandThis research aims to determine the form of code mixing and the factors that influence the form of code-mixing in the speech events of Indonesian language learners for foreign speakers at Thammasat University, Thailand.  A qualitative approach was used to examine the problem in this research, using sociolinguistic theory. Data was collected using the listening method and the skill method. The speech events studied were those of Indonesian language students at Thammasat University, Thailand. The referential subtype matching method was used to analyze the data. Apart from that, data analysis also uses the Miles and Huberman model. The results of the research show that there is code-mixing in the speech of Thammasat University students who are studying Indonesian through the BIPA Program. This type of code-mixing is external code mixing because code mixing occurs between Indonesian and a foreign language (Thai). The factors that influence the occurrence of code-mixing are the speaker and the topic of conversation. It is hoped that the results of this research can be used as teaching material for BIPA and Sociolinguistics.
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Wilayah Indramayu: Kajian Lanskap Linguistik Alfien, Moh. Fajrul; Rakhmawati, Ani
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17999

Abstract

Pemakaian bahasa pada papan nama toko merupakan salah satu bentuk penggunaan bahasa di ruang publik. Fenomena tersebut secara implisit merepresentasikan vitalitas suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Papan nama toko dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui aplikasi Google Maps. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ditemukan dua bentuk pemakaian bahasa di ruang publik Indramayu, yakni monolingual dan bilingual. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering ditampilkan di ruang publik. Di sisi lain, bahasa Jawa dialek Indramayu yang menjadi mayoritas bahasa ibu masyarakat lokal tidak mendapatkan porsi yang baik di ruang publik. Dengan demikian, melemahnya vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik menjadi salah satu indikasi kepunahan bahasa daerah.The Use of Indonesian in Public Spaces in Indramayu Region: A Linguistic Landscape StudyThe use of language on shop signs is one form of language used in public spaces. This phenomenon implicitly represents the vitality of a language. This study aims to determine the vitality of the Indramayu dialect of Javanese in the Indramayu public space. This study uses a qualitative method. Shop signs in this study were collected using documentation techniques through the Google Maps application. The study results show that two forms of language use were found in the Indramayu public space: monolingual and bilingual. Indonesian and English are the languages most often displayed in public spaces. On the other hand, the Indramayu dialect of Javanese, which is the majority of the local community's mother tongue, does not get a good portion in public spaces. Thus, the weakening vitality of the Indramayu dialect of Javanese in public spaces is one indication of the extinction of regional languages.
Metafora Pertanian pada Masyarakat Pandhalungan Yolanda, Yoga; Wuryaningrum, Rusdhianti; Widjajanti, Anita
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15474

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri ragam metafora yang memanfaatkan leksem-leksem dalam domain pertanian oleh masyarakat Pandhalungan. Perspektif penelitian ini adalah semantik kognitif sehingga dalam proses analisis data digunakan mekanisme kognitif, yaitu citra-skema dan metafora konseptual. Data yang digunakan adalah leksem-leksem dalam domain pertanian, dapat berupa tanaman, ritual, peralatan, organisasi, pengolahan lahan, dan pengolahan hasil. Data tersebut berupa bahasa yang hidup di masyarakat Pandhalungan (Jawa, Madura, atau bahasa Indonesia). Data diperoleh melalui simak bebas libat cakap, dokumentasi, wawancara, serta kuesioner. Untuk mendukung keabsahan data digunakan pengecekan data pada buku daftar istilah atau kamus pertanian serta melalui validasi ahli. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan antara masyarakat Pandhalungan dengan pertanian serta akulturasi budaya yang terjadi di Pandhalungan memengaruhi cara berbahasa mereka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya leksem domain pertanian yang digunakan sebagai metafora. Metafora tersebut dapat diklasifikasikan dalam metafora struktural, ontologis, dan orientasional. Fungsi digunakannya leksem pertanian sebagai metafora oleh masyarakat Pandhalungan adalah untuk memperjelas maksud pembicaraan, mengonkretkan entitas abstrak, serta membuat tuturan lebih eufemistis. Penelitian ini memberikan bukti bahwa masyarakat Pandhalungan percaya diri dan bangga terhadap identitasnya.Agricultural Metaphors in the Pandhalungan CommunityThis study explores the various metaphors that utilize lexemes in the agricultural domain by the Pandhalungan community. The research perspective is cognitive semantics, so the data analysis process employs cognitive mechanisms, namely image schema and conceptual metaphor. The data used consists of lexemes in the agricultural domain, which can include plants, rituals, tools, organizations, land cultivation, and processing of agricultural products. The data consists of Javanese, Madurese, or Indonesian languages. The data is obtained through free conversations, documentation, interviews, and questionnaires. To support data validity, data checks are conducted using agricultural glossaries or dictionaries, as well as expert validation. Data analysis is carried out using the interactive model by Miles & Huberman. The research findings suggest that the close relationship between the Pandhalungan community and agriculture, as well as the cultural acculturation that occurs in Pandhalungan, influence their way of speaking. This is evidenced by the significant use of agricultural domain lexemes as metaphors. These metaphors can be classified into structural, ontological, and orientational metaphors. The function of using agricultural lexemes as metaphors by the Pandhalungan community is to clarify the intended meaning of the discourse, concretize abstract entities, and make the utterance more euphemistic. This research provides evidence that the Pandhalungan community is confident and proud of its identity.
Kecerdasan Interpersonal Siswa Melalui Kearifan Lokal pada Program GLS, P5, dan Sabtu Budaya di Lombok Musaddat, Syaiful; Jafar, Syamsinas; Nazir, Yuniar Nur; Arsanty, Ratna Yulida
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.18391

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecerdasan interpersonal siswa sebagai dampak dari pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Sabtu Budaya. Kajian pada tulisan ini melibatkan sejumlah tokoh adat Sasak, 224 siswa, dan 20 guru dari 10 Sekolah Dasar di Pulau Lombok, NTB, Indonesia. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan disajikan secara naratif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa dari sekolah dengan kategori baik, memiliki kecerdasan interpersonal yang jauh lebih tinggi daripada siswa pada sekolah-sekolah berkategori cukup baik, dan (2) kearifan lokal Sasak sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan, media, atau strategi pengembangan karakter sosial, khususnya kecerdasan interpersonal siswa. Kearifan lokal yang dimaksud, seperti: ngayo ‘saling mengunjungi’ dan saling perasaq ‘saling berbagi’. Sekolah yang berkategori baik, telah melaksanakan GLS dan Sabtu Budaya dengan memanfaatkan berbagai kearifan lokal Sasak.Students' Interpersonal Intelligence Through Local Wisdom In the GLS, P5, and Saturday Cultural Programs in LombokThis study aims to analyze the profile of students' interpersonal intelligence as an impact of implementing the School Literacy Movement (GLS) program, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and Saturday Culture. The study in this paper involved several Sasak traditional figures, 224 students, and 20 teachers from 10 Elementary Schools in Lombok Island, NTB, Indonesia. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques and presented in an explanatory narrative. The results of the study indicate that: (1) students from schools with a good category have much higher interpersonal intelligence than students from schools with a fairly good category, and (2) Sasak local wisdom has great potential to be developed as material, media, or strategies for developing social character, especially students' interpersonal intelligence. The local wisdom in question, such as ngayo 'visiting each other' and saling perasaq 'sharing each other'. Schools categorized as good have implemented GLS and Cultural Saturdays by utilizing various local Sasak wisdom.
Kajian Ekologi Sastra pada Puisi-Puisi Kontemporer di Indonesia Hartati, Dian; Karim, Ahmad Abdul
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15454

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap muatan ekologis dalam puisi-puisi kontemporer karya penyair Indonesia. Puisi-puisi yang dipilih berasal dari kurun waktu lima belas tahun (2007-2022). Kajian puisi menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dan ditopang dengan desain ekologi sastra Greg Garrard. Subjek penelitian dilakukan pada tujuh puisi kontemporer bertema lingkungan. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber untuk menguatkan data primer. Data yang terkumpul diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, pemaknaan data, serta simpulan berupa tafsir terhadap data-data terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi kontemporer Indonesia mengandung enam konsep muatan ekologis Greg Garrard. Muatan tersebut di antaranya 1) pencemaran, 2) hutan belantara, 3) bencana, 4) tempat tinggal, 5) binatang, dan 6) bumi. Pencemaran direpresentasikan oleh perusakan hutan dan perang. Hutan belantara direpresentasikan oleh terlantarnya ladang dan hilangnya tempat tinggal hewan. Bencana direpresentasikan perubahan iklim. Tempat tinggal direpresentasikan dalam istilah pondok. Bintang direpresentasikan melalui burung, anjing, ikan, kunang-kunang, lembu, gajah, dan buaya. Bumi direpresentasikan dalam perubahan kondisi alam, eksploitasi kekayaan bumi, dan penggambaran bumi sebagai pantai yang cantik. Penyair kontemporer Indonesia berusaha menyadarkan masyarakat untuk lebih perhatian pada lingkungan sekitar.Study of Literary Ecology in Contemporary Indonesia PoemsThis research was conducted to reveal the ecological load in contemporary poetry by Indonesian poets. The selected poems come from fifteen years (2007-2022). The poetry study uses an interactive qualitative approach supported by Greg Garrard's literary ecological design. The research subjects were seven contemporary poems with environmental themes. Data collection techniques apply reading, note-taking, and literature study techniques to various sources to strengthen primary data. The collected data is processed through several stages, including data selection, data interpretation, and conclusions in the form of interpretations of the selected data. The results of the analysis show that contemporary Indonesian poems contain six concepts of Greg Garrard's ecological content. These contents include 1) pollution, 2) wilderness, 3) disasters, 4) habitats, 5) animals, and 6) the earth. Pollution is represented by forest destruction and war. Wilderness is represented by the abandonment of fields and the loss of animal habitation. Disasters represent climate change. Residence is represented in the term cottage. Stars are represented through birds, dogs, fish, fireflies, cows, elephants, and crocodiles. The earth is represented in changes in natural conditions, the exploitation of the earth's wealth, and the depiction of the earth as a beautiful beach. Contemporary Indonesian poets are trying to make people aware of being more attentive to the surrounding environment.
Kritik Sosial dalam Cerpen Tawa Gadis Padang Sampah Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Hieu, Ho Ngoc
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17257

Abstract

Kritik sosial memainkan peran penting dalam mencerminkan masalah-masalah sosial dalam kehidupan masyarakat. Karya sastra memungkinkan pengarang untuk menggambarkan pandangannya tentang kehidupan sosial melalui narasi yang tercipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari dari perspektif sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra digunakan dengan fokus pada teori kritik sosial dalam sebuah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari. Hasil penelitian mengungkap bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen tersebut: (1) isu perlindungan hak anak; (2) kesenjangan sosial; (3) kemiskinan kalangan bawah; (4) kondisi lingkungan hidup; dan (5) pencemaran lingkungan.Social Criticism in the Short Story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari: A Study Of Literary SociologySocial criticism plays a crucial role in reflecting societal issues within a community. Literature allows authors to depict their perspectives on social life through created narratives. In this context, the purpose of this study is to describe the forms of social criticism in the short story Tawa Gadis Padang Sampah (The Laughter of the Garbage Girl) by Ahmad Tohari from the perspective of literary sociology. The research employs a sociological approach, focusing on social criticism theory. Data collection techniques include documentation and literature review, followed by descriptive analysis and content analysis. The primary data source for this study is the short story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari. The research findings reveal five forms of social criticism in the story: (1) child rights protection issues, (2) social disparity, (3) poverty among the lower class, (4) environmental conditions, and (5) environmental pollution.
Naming Natural and Cultural Tourism Objects in Medalsari Village, Karawang Regency Suntoko, Suntoko; Abduloh, Abduloh; Purbangkara, Tedi; Karim, Ahmad Abdul; Widiatmoko, Sigit
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16866

Abstract

This research was conducted to reveal the application of the Sapir-Whorf hypothesis in naming tourist attractions in Medalsari Village, Karawang Regency. The research applies a qualitative study design, ethnographic methods, and the umbrella of anthropolinguistic studies to uncover the naming story, meaning, and cultural values behind the naming of tourist attractions.  The research results reveal that the naming of natural and cultural tourism objects in Medalsari Village cannot be separated from the role of central figures who contribute to the development of the village. Several tourist attractions have changed names due to commercialization and efforts to revitalize local culture. The names were reconstructed as part of a strategy to attract tourist interest and support the market narrative. This naming process supports the Sapir-Whorf hypothesis, which emphasizes that language, culture, and ways of thinking are closely related to people's lives. This research contributes to promoting tourist attractions in Medalsari Village and helps develop teaching materials in higher education. Integrating teaching materials focused on local wisdom can build a learning atmosphere that is more inclusive, interactive, and in line with student needs.  Utilizing teaching materials that are close to students can improve the quality of learning and have an impact on student learning experiences.  Penamaan Objek Wisata Alam dan Budaya di Desa Medalsari Kabupaten KarawangPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap penerapan hipotesis Sapir-Whorf dalam penamaan objek wisata di Desa Medalsari, Kabupaten Karawang. Penelitian menerapkan desain studi kualitatif, metode etnografi, serta payung kajian antropolinguistik untuk menganalisis nama, makna, serta nilai budaya di balik penamaan objek wisata.  Hasil penelitian mengungkap bahwa penamaan objek wisata alam dan budaya di Desa Medalsari tidak lepas dari peran tokoh-tokoh sentral yang berkontribusi dalam perkembangan desa. Beberapa objek wisata mengalami perubahan nama dikarenakan adanya komersialisasi dan upaya revitalisasi budaya lokal. Rekonstruksi nama-nama dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menarik minat wisatawan dan mendukung narasi pasar. Proses penamaan ini mendukung hipotesis Sapir-Whorf, yang menegaskan bahwa bahasa, budaya, dan cara berpikir saling berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini turut andil mempromosikan objek wisata di Desa Medalsari serta berdaya guna dalam pengembangan materi ajar di perguruan tinggi. Pengintegrasian materi ajar berfokus pada kearifan lokal dapat membangun suasana belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.  Pemanfaatan materi ajar yang dekat dengan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdampak terhadap pengalaman belajar mahasiswa. 
Sejarah dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Jawa Karya Mbah Wastari Fauyan, Muchamad; Efendi, Anwar
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejarah dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah Jawa karya Mbah Wastari. Naskah ini memunculkan pertanyaan tentang keabsahan informasi yang terkandung di dalamnya, khususnya terkait sejarah Desa Ujungnegoro dan Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan filologis, dengan teknik pengumpulan data melalui inventarisasi, deskripsi, suntingan, terjemah, dan pemaknaan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beragam informasi dalam naskah Mbah Wastari, termasuk legenda-legenda tentang Ujungnegoro dan Gua Aswatama, serta nilai-nilai pendidikan karakter yang menekankan hubungan manusia dengan Tuhan, sesamanya, diri sendiri, dan lingkungannya. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya memahami dan mengapresiasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah tradisional untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan pemahaman akan sejarah lokal dan warisan budaya.History and Values of Character Education in Javanese Manuscripts by Mbah WastariThis study aims to investigate the history and values of character education contained in the Javanese manuscript by Mbah Wastari. This manuscript raises questions about the validity of the information contained therein, especially regarding the history of Ujungnegoro Village and Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. The research method used is qualitative descriptive and philological research, with data collection techniques through inventory, description, editing, translation, and interpretation of the text. The results of the study indicate that there is a variety of information in Mbah Wastari's manuscript, including legends about Ujungnegoro and the Aswatama Cave, as well as character education values that emphasize the relationship between humans and God, others, themselves, and their environment. The implications of this study are the importance of understanding and appreciating the values of character education in traditional manuscripts to be applied in everyday life and to increase understanding of local history and cultural heritage.
Lanskap Linguistik di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Anam, Ahmad Khoiril; Purnama, Yogi; Hilaliyah, Hilda
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15054

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kontestasi bahasa, pelaku dan fungsi Lanskap Linguistik (LL) di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta dengan teori LL. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan fotografi, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik koleksi data, reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini terdapat dua kontestasi bahasa dengan empat variasi yaitu 1) bahasa Indonesia; 2) bahasa Inggris; 3) bilingual bahasa Indonesia-Inggris; dan 4) campur kode. Kontestasi bilingual bahasa Indonesia-Inggris mencapai 61,56% atau 660 temuan, kontestasi bahasa Indonesia 36,11% atau 387 temuan, kontestasi bahasa Inggris ditemukan 2,15% atau 23 temuan, kontestasi campur kode ditemukan dua kasus atau 0,18%. Pelaku otoritas publik sebagai pelaku utama LL dengan tanda publik. Bootom up tidak ditemukan karena situasi tanpa pertandingan.Linguistic Landscape at Patriot Candrabhaga Stadium in Bekasi CityThis research aims to describe language contestation, actors, and functions of the linguistic landscape at Patriot Candrabhaga Stadium, Bekasi City. The method used in this research is a descriptive research method using a qualitative approach and landscape linguistics theory. As for the data collection technique, this research uses observation and photography techniques, technic analysis data in this research using collecting data interpretation and conclusion. The result of this research shows that linguistic landscape Patriot Candrabhaga stadium, Bekasi City, there are two language contestations with 4 variations that is 1) Indonesian language 2) English language 3) bilingual language Indonesian-English; (4) code mixing. Contestation bilingual Indonesian-English language reaches 61,56% or 660 findings. Contestation Indonesian language 36,11% or 387 findings, contestation English language findings 2,15% or 23 findings, contestation code mixing findings two cases or 0,18%. The actors of public authority as the main actors in the linguistic landscape with public signs. Bottom-up not found due to no-match situation.