cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
The Role of Teachers in Internalizing the Values of Local Wisdom in Madrasah Ibtidaiyah Nuryana Nuryana; Dede Cahyati Sahrir
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.8104

Abstract

AbstractThe roles of the teacher in internalizing the values of local wisdom can be seen from the extent of the efforts made by the teacher in developing the values of local wisdom in the learning process. This study aims to describe the roles of teachers and the factors that influence them in internalizing the values of the local wisdom of Cirebon in learning at the Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). A qualitative descriptive study with an ethnographic approach was combined with a quantitative descriptive survey method in this research. Questionnaires, observation, and interviews were utilized to collect data for this study. The findings revealed that instructors' roles in instilling local wisdom values in Islamic elementary school children in Cirebon City had not been fully utilized in the classroom. This can be seen in how the abilities and competencies of teachers who are considered still inadequate to be able to internalize the values of local wisdom in madrasah learning. Local wisdom has so far only been used in the classroom to invite students to tour historical sites, make traditional arts an extracurricular activity, and convey stories about Cirebon's history. Government regulations stating that local wisdom is crucial to its survival and preservation are examples of supporting elements. Teachers, family support, curriculum load, and the cost of visiting cultural sites were discovered to be the most constraining factors.Keywords: teachers’ roles; local wisdom; cirebon city; madrasa. AbstrakPeran guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal dapat dilihat dari sejauh mana upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan faktor yang mempengaruhinya dalam menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal Cirebon dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan etnografi dikolaborasikan dengan deskriptif kuantitatif metode survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon belum maksimal diterapkan dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat pada bagaimana kemampuan dan kompetensi guru yang dinilai masih belum mumpuni untuk dapat menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran di madrasah ibtidaiyah. Selama ini penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran hanya sebatas mengajak siswa kunjungan ke tempat bersejarah, menjadikan kesenian tradisional sebagai salah satu ekstrakulikuler dan bercerita mengenai sejarah cirebon saat pembelajaran. Faktor yang mendukung diantaranya adanya kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa kearifan lokal penting untuk dijaga eksisitensi dan kelestariannya. Adapun faktor yang menghambat ditemukan berasal dari guru, dukungan orangtua, beban kurikulum dan juga biaya kunjungan situs budaya.Kata kunci: peran guru; kearifan lokal; Cirebon; madrasah.
Teaching Collaborations in Elementary Schools: Teachers' Understanding, Strategies, and Obstacles Ulin Nuskhi Muti'ah; Heri Retnawati; Anwar Senen; Gulzhaina K. Kassymova
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7519

Abstract

Abstract Collaborative skills are becoming mandatory in the 21st century. There have been many studies that show the effectiveness of the collaborative learning (CL) approach on students' collaboration and interaction abilities. In Indonesia, through the implementation of 2013 curriculum, group learning is encouraged. This study aims to describe the implementation of collaborative learning by describing the teachers' understanding of collaborative skills and collaborative learning models, the strategies teachers use to teach collaborative skills, and the constraints that prevent teachers from using collaborative learning models. This qualitative research involved 13 elementary school teachers in the Special Region of Yogyakarta Province. Data collection was carried out through in-depth interviews. Data were analyzed using the Bogdan and Biklen models. The results show that 1) the teachers' understanding of collaborative skills still needs to be improved, especially in the collaboration aspect, 2) the teachers' knowledge about collaborative learning models is still lacking, 3) the obstacles that cause teachers not to use CL are teachers' lack of knowledge, teachers’ lack of motivation to improve their knowledge, teachers’ hesitance to try new learning models, and teachers' concerns that it will be difficult for students to use CL. Therefore, the teachers need to increase their understanding and open themselves to new learning models. This can be a concern for principals and teacher education managers to provide intensive education and training related to collaborative learning approach.Keyword: collaborative learning, teachers’ understanding, elementary schools. AbstractKeterampilan kolaboratif menjadi keterampilan wajib di abad ke-21. Telah banyak penelitian yang menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran kolaboratif terhadap kemampuan kolaborasi dan interaksi siswa. Di Indonesia, melalui penerapan kurikulum 2013, pembelajaran kelompok digalakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran kolaboratif dengan mendeskripsikan pemahaman guru tentang keterampilan kolaboratif dan model pembelajaran kolaboratif, strategi yang digunakan guru untuk mengajarkan keterampilan kolaboratif, dan kendala yang menghalangi guru menggunakan model pembelajaran kolaboratif. Penelitian kualitatif ini melibatkan 13 guru SD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan model Bogdan dan Biklen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemahaman guru tentang keterampilan kolaboratif masih perlu ditingkatkan terutama pada aspek kolaborasi, 2) pengetahuan guru tentang model pembelajaran kolaboratif masih kurang, 3) kendala yang menyebabkan guru tidak menggunakan pembelajaran kolaboratif adalah kurangnya pengetahuan guru, kurangnya motivasi guru untuk meningkatkan pengetahuannya, keengganan guru untuk mencoba model pembelajaran baru, dan kekhawatiran guru akan kesulitan siswa dalam menggunakan pembelajaran kolaboratif. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan pemahaman dan membuka diri terhadap model pembelajaran baru. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi kepala sekolah dan pengelola pendidikan guru untuk memberikan pendidikan dan pelatihan secara intensif terkait dengan pendekatan pembelajaran kolaboratif.Kata kunci: pembelajaran kolaborasi, pemahaman guru, sekolah dasar.
Writing Skills Development: A Balancing Perspective of Brain Function in Elementary Schools Ririen Wardiani; Indrya Mulyaningsih; Siriporn Maneechukate
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7795

Abstract

AbstractWriting is a skill that involves creativity. It can be triggered by using a stimulating activity of both hemispheres of the brain. This study aims to describe the improvement of narrative writing skills by using a learning model based on the balancing of the functions of the right and left hemispheres of the brain. The research method used is classroom action research through three implementation cycles from January – December 2019 in three elementary schools in Ponorogo, Indonesia. The sample of this study was 72 students of grade 4. The data collected through using tests, observations, and interviews were then analyzed both qualitatively and quantitatively. The results showed that to produce good writing, students need to be guided and given a lighter. After balancing the functions of the cerebral hemispheres, 86% or 62 students met the minimum completeness score. The students' ability in writing narratives has increased significantly, especially in the aspects of content, content organization, vocabulary, grammar, and spelling.Keywords: narrative writing; the balancing of the functions of the cerebral hemispheres; the brain learning model.AbstrakMenulis merupakan keterampilan yang melibatkan kreativitas. Ini dapat dipicu dengan menggunakan aktivitas stimulasi kedua belahan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis narasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis keseimbangan fungsi belahan otak kanan dan kiri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas melalui tiga siklus pelaksanaan dari Januari – Desember 2019 di tiga sekolah dasar di Ponorogo, Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 72 siswa kelas 4. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan tulisan yang baik, siswa perlu dibimbing dan diberi pemantik. Setelah dilakukan penyeimbangan fungsi belahan otak, 86% atau 62 siswa memenuhi nilai ketuntasan minimal. Kemampuan siswa dalam menulis narasi meningkat secara signifikan, terutama dalam aspek isi, organisasi isi, kosa kata, tata bahasa, dan ejaanKata kunci: menulis narasi; menyeimbangkan fungsi belahan otak; model pembelajaran otak.
Aggressive Behaviour Among Adolescents with Mild Intellectual Disability: Do Parental Conflicts, Peer Influence, and Socio-Environmental Deprivation Play a Role? Udeme Samuel Jacob; Jace Pillay; Ifedolapo Oyewumi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.8036

Abstract

AbstractAggressive behaviour is a major characteristics among adolescents with mild intellectual disability due to their inability to effectively use verbal communication to express their needs. This study, therefore, investigated the role of parental conflicts, peer influence, and socio-environmental deprivation in predicting aggressive behaviour among the study participants. The theory of planned behaviour, which states that individual behaviour is determined by corresponding expectations, was the theoretical framework used in this study. A descriptive correlational research design was adopted. The sample consisted of 50 participants (43% males, 57% females) aged between 13 and 18 (median of 15.5; the standard deviation of 1.20). The participants were adolescents with mild intellectual disability who lived in the Ibadan Metropolis, Nigeria and were conveniently selected for the study. The Children’s Perception of Inter-parental Conflict Scale, Resistance to Peer Influence Questionnaire, socio-environment deprivation scale and Aggressive Behaviour Scale were used for data collection. Analysis of variance was used for data analysis. The results revealed that there was no significant relationship between the independent variables (parental conflicts, peer influence and socio-environmental deprivation) and aggressive behaviour among adolescents with mild intellectual disability. The joint contribution of parental conflict, peer influence and environmental deprivation to the aggressive behaviour was 5.5%. This was not significant. The study has shown that parental conflicts, peer influence and socio-environmental deprivation do not play a role in increasing aggressive behaviour among adolescents with mild intellectual disability.Keywords: aggressive behaviour, adolescents with mild intellectual disability, parental conflicts, peer influence, socio-environmental deprivation.AbstrakPerilaku agresif merupakan karakteristik utama pada remaja dengan disabilitas intelektual ringan karena ketidakmampuan mereka untuk menggunakan komunikasi verbal secara efektif untuk mengungkapkan kebutuhannya. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki peran konflik orang tua, pengaruh teman sebaya, dan deprivasi sosial-lingkungan dalam memprediksi perilaku agresif di antara peserta penelitian. Teori perilaku terencana yang menyatakan bahwa perilaku individu ditentukan oleh ekspektasi yang sesuai merupakan kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini. Sebuah desain penelitian korelasional deskriptif diadopsi. Sampel terdiri dari 50 peserta (43% laki-laki, 57% perempuan) berusia antara 13 dan 18 (median 15,5; standar deviasi 1,20). Para partisipan adalah remaja dengan disabilitas intelektual ringan yang tinggal di Ibadan Metropolis, Nigeria dan dipilih dengan mudah untuk penelitian ini. Persepsi Anak-Anak tentang Skala Konflik Antar Orangtua, Kuesioner Resistensi terhadap Pengaruh Teman Sebaya, skala deprivasi sosio-lingkungan dan Skala Perilaku Agresif digunakan untuk pengumpulan data. Analisis varian digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel independen (konflik orang tua, pengaruh teman sebaya dan deprivasi sosial lingkungan) dengan perilaku agresif pada remaja dengan disabilitas intelektual ringan. Kontribusi bersama dari konflik orang tua, pengaruh teman sebaya dan perampasan lingkungan terhadap perilaku agresif adalah 5,5%. Ini tidak signifikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa konflik orang tua, pengaruh teman sebaya, dan deprivasi sosial-lingkungan tidak berperan dalam meningkatkan perilaku agresif di kalangan remaja dengan disabilitas intelektual ringan.Kata kunci: perilaku agresif, remaja dengan disabilitas intelektual ringan, konflik orang tua, pengaruh teman sebaya, perampasan sosial lingkungan.
A Children's Music Therapy to Enhance the Self-Esteem of Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in Elementary School Abdul Sholeh; Asep Supena
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7459

Abstract

AbstractElementary school students with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) possessed   low self-eesteem that impacted on their academic failure. This study aims to describe the use of a children’s music therapy to enhance the self-esteem of ADHD students. Using a qualitative case study to garner the data from ADHD students, this study included pre-field stages, activities during the field, and post empirical stages. Data were analyzed using observations and interviews. The results of the research show that the children’s music therapy can be used as an alternative in developing the self-esteem of ADHD children in an elementary school. It can be seen from their  development of several aspects including ability (competence), meaning (significance), goodness (virtue), and strength (power). Therefore, elementary school teachers are advised to use the music therapy to enhance the self-esteem of ADHD children. As a medium of healing and to overcome anxiety, such therapy could allow students to gain self-acceptance, get acceptance by others, be able to complete tasks, be able to make decisions, be able to control themselves, and have better self-awareness.Keywords: a children's music therapy, self-esteem, attention deficit hyperactivity disorder.AbstrakSiswa sekolah dasar dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki harga diri yang rendah yang berdampak pada kegagalan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan terapi musik anak untuk meningkatkan harga diri siswa ADHD. Menggunakan studi kasus kualitatif untuk mengumpulkan data dari siswa ADHD, penelitian ini meliputi tahap pra-lapangan, kegiatan selama lapangan, dan tahap pasca empiris. Teknik analisis data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik anak dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengembangkan harga diri anak ADHD di sekolah dasar. Hal ini dapat dilihat dari perkembangannya dari beberapa aspek antara lain kemampuan (competence), makna (significance), kebaikan (virtue), dan kekuatan (power). Oleh karena itu, guru sekolah dasar disarankan untuk menggunakan terapi musik untuk meningkatkan harga diri anak ADHD. Sebagai media penyembuhan dan mengatasi kecemasan, terapi tersebut dapat memungkinkan siswa untuk memperoleh penerimaan diri, mendapatkan penerimaan oleh orang lain, mampu menyelesaikan tugas, mampu mengambil keputusan, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kesadaran diri yang lebih baik.Kata kunci: terapi musik anak, harga diri, attention deficit hyperactivity disorder.
Learning Designs for the Addition and Subtraction of Two-Digit Numbers based on Realistic Mathematics Education Principles Using Snakes and Ladders Game Irfan Fauzi; Rohma Mauhibah; Al Jupri
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7741

Abstract

Abstract Students have difficulties in understanding addition and subtraction of numbers. These difficulties need to be anticipated in order to find ways to reduce them. This research aims to develop the learning designs for addition and subtraction of two-digit numbers using the Realistic Mathematics Education (RME) approach. The snakes and ladders game was used as the learning media, while the language of arrows was used as the context of learning. Using educational design research, this study involved a total of 29 first graders of one of the elementary schools in Bandung City, Indonesia. The sample in this study was selected using purposive sampling. The data were collected through tests and observations. The results of this research indicated that the learning designs had a positive impact on the students’ understanding of the addition and subtraction of two-digit numbers. The students' average score after learning the addition and subtraction of two-digit numbers was 70.62. The principles of Realistic Mathematics Education (RME) are the key to student success in understanding mathematical concepts. This research could be used as a reference for developing mathematics learning designs using the RME approach in elementary schools.Keywords: learning designs, addition and subtraction of numbers, realistic mathematics education.Abstrak Siswa mengalami kesulitan dalam memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan. Kesulitan-kesulitan tersebut perlu diantisipasi agar dapat ditemukan cara untuk menguranginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan dua digit dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Permainan ular tangga digunakan sebagai media pembelajaran, sedangkan bahasa panah digunakan sebagai konteks pembelajaran. Menggunakan educational design research, penelitian ini melibatkan total 29 siswa kelas satu salah satu sekolah dasar di Kota Bandung, Indonesia. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran berpengaruh positif terhadap pemahaman siswa tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Nilai rata-rata siswa setelah mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka adalah 70,62. Prinsip-prinsip Realistic Mathematics Education (RME) menjadi kunci keberhasilan siswa dalam memahami konsep matematika. Penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan desain pembelajaran matematika dengan pendekatan RME di sekolah dasar.Keywords: desain pembelajaran, penjumlahan dan pengurangan bilangan, realistic mathematics education.
Career Adaptability of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Students: Problems and Alternative Development Rina Rindanah; A. Juntika Nurihsan; Uman Suherman; Amin Budiamin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.8313

Abstract

AbstractThe goal of this study is to describe the career adaptability profile of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education students, as well as their developmental issues and alternatives. This is a quantitative study with a population of all the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education students at one of Cirebon City's universities, and a sample size of 70 individuals. Questionnaires and interview guides were utilized as research tools. The research data was then examined utilizing descriptive-analytic approaches, both quantitative and qualitative. The results revealed that the students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education had a modest career adaptability score, with a percentage of 47.14 percent. In terms of gender, female students' average career adaptability score was greater than male students' average career adaptability score. Elements of career concern, career curiosity, career self-control, and elements of career contribution are all positive aspects of career adaptability. However, there is still room for improvement in terms of career self-confidence, career collaboration, and professional continuity. Conducting mentorship programs for students in preparing career plans, determining and selecting careers, enhancing the role of academic supervisors, and establishing a student career development center are all options for improving student careers.Keywords: career adaptability, alternative career development, students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif profil adaptabilitas karir mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah beserta masalah dan alternatif pengembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di salah satu perguruan tinggi di Kota Cirebon dan sampelnya berjumlah 70 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dan pedoman wawancara. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah tergolong sedang, dengan persentase sebesar 47.14%. Ditinjau dari jenis kelamin, skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa perempuan lebih tinggi dibandingkan skor rata-rata adaptabilitas karir mahasiswa laki-laki. Dari tujuh aspek adaptabilitas karir, aspek kepedulian karir, keingintahuan terhadap karir, pengendalian diri terhadap karir dan aspek kontribusi dalam karir sudah baik. Namun demikian, pada aspek keyakinan diri terhadap karir, kerjasama dalam membangun karir dan keberlanjutan karir masih harus ditingkatkan. Alternatif yang dapat dilakukan dalam mengembangkan karir mahasiswa adalah dengan melakukan program pendampingan kepada mahasiswa dalam menyusun rencana karir, penetapan dan pemilihan karir, peningkatan peran dosen pembimbing akademik, serta pendirian pusat pengembangan karir mahasiswa.Kata kunci: adaptabilitas karir, alternatif pengembangan karir, mahasiswa.
The Effectiveness of Kahoot! Based on Local Wisdom to Improve Creative Thinking Skill and the Spirit of Nationality of Students in Islamic Elementary School E. Kus Eddy Sartono; Sukowati Sukowati; Siti Soleha
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 1 (2021): June 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7092

Abstract

AbstractThe goal of this research is to see how successful the Kahoot game! based on local wisdom is at boosting students' creative thinking capabilities and national spirit. This is a quasi-experimental study that uses technical data analysis, such as the t-test and MANOVA test, with SPSS as a supporting tool. Tests and questionnaires that had been validated by instrument specialists, class teachers, and peers were used to collect data. The participants in this study were fifth-grade students from an Islamic elementary school, with a total of 81 pupils. The results showed a significant level of 0.000 < 0.05, indicating that fifth-grade students in a Islamic elementary school who are taught using the Kahoot game!! have a considerable comprehension of the ability to think about national characters compared to children who are not taught using the Kahoot game. The Kahoot! game based on local wisdom has a substantial impact on enhancing children's creative thinking skills and nationalism in Islamic elementary school, according to the findings.Keywords: kahoot! game based on local wisdom, creative thinking skill, the spirit of nationality. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas game kahoot! berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan karakter semangat kebangsaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan menggunakan teknis analisis data menggunakan uji t dan uji MANOVA dengan berbantuan SPSS. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest-posttest dengan menggunakan tes dan angket yang telah divalidasi oleh ahli instrumen, guru kelas, dan teman sejawat. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V madrasah ibtidaiyah yang berjumlah 81 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan kemampuan berpikir kreatif dan karakter semangat kebangsaan siswa kelas V madrasah ibtidaiyah yang diajar menggunakan game kahoot! dan siswa yang tidak diajar dengan menggunakan game kahoot!. Sehingga dapat disimpulkan bahwa game kahoot! berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan semangat kebangsaan siswa di madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar.Kata kunci: game kahoot! berbasis kearifan lokal, keterampilan berpikir kreatif, semangat kebangsaan.
Improving the Quality of Islamic Elementary School through the Moral Leadership of the Principal Hartono Hartono; Tamsik Udin; Onwardono Rit Riyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 2 (2021): October 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.9137

Abstract

AbstractThis study aims to describe the moral leadership of the headmaster in improving the quality of the Madrasah Ibtidaiyah. Using a phenomenological case study,the data were gathered through interviews, observation, and documentation and then analyzed using three stages, namely data reduction, data display, and data verification. The results reveal that the headmaster is capable of bringing the madrasah to become one of the best madrasahs in Banyumas regency, Indonesia. Every leader has his own passion and leadership strategy. The passion of the headmaster is characterized by a self-energy, a belief based on divine values, and a willingness to learn from other schools. There are three strategies of the headmaster in managing the madrasah: 1) the values to be implemented in the madrasah that presents belief in his leadership passion; 2) communication that is done to build up relationships and motivation towards the vision; and 3) collaboration as a representation of the bonding power in building the strength of the madrasah with the power of the community, in this case the students’ guardians. Moral leadership integrated with religious and social attitudes greatly helps the leadership role of the principal.Keywords: moral leadership, strategy, quality of Islamic elementary school. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan moral kepala sekolah dalam meningkatkan mutu madrasah ibtidaiyah. Dengan menggunakan studi kasus dengan pendekatan fenomenologis, data diambil melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah mampu membawa madrasah yang dipimpinnya menjadi salah satu madrasah terbaik di Kabupaten Banyumas, Indonesia. Setiap pemimpin memiliki semangat dan strategi kepemimpinannya sendiri. Gairah Kepala Sekolah ditandai dengan energi diri, keyakinan yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan, dan kemauan untuk belajar dari sekolah lain sebagai kekuatan pengikat. Tiga strategi kepala madrasah dalam mengelola madrasah adalah: 1) nilai-nilai yang diterapkan di madrasah yang menghadirkan keyakinan akan semangat kepemimpinannya; 2) komunikasi yang dilakukan untuk membangun hubungan dan motivasi menuju visi; dan 3) kolaborasi sebagai representasi kekuatan ikatan dalam membangun kekuatan madrasah dengan kekuatan masyarakat, dalam hal ini wali murid. Kepemimpinan moral yang terintegrasi dengan sikap keagamaan dan sosial sangat membantu peran kepemimpinan kepala sekolah.Kata kunci: kepemimpinan moral, strategi, kualitas madrasah ibtidaiyah.
Enhancing Students’ Science Literacy Skills; Implications for Scientific Approach in Elementary School Kartimi Kartimi; Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 2 (2021): October 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.9175

Abstract

AbstractScience literacy skills of elementary school students in the era of 21st-century learning are indispensable, scientific literacy skills can be improved through the application of a scientific approach. This study aims to analyze the scientific literacy ability of elementary school students through the application of a scientific approach. The experimental method with a pretest-posttest group design was used in this study. Simple Random Sampling, consisting of an experimental class and a control class, was applied to elementary schools in Cirebon, Indonesia. The scientific literacy skills test (TOSLS) measures students' literacy skills, while the observational assessment measures students' responses to the scientific approach. The data analysis technique used independent sample T-Test and Mann-Whitney U. The results showed that students' learning activities in the application of scientific learning experienced an increase in scientific literacy skills with very strong criteria. Student learning activities in the experimental class have a higher percentage over the control class. The research hypothesis shows that there is a difference in the improvement of students' scientific literacy skills between the experimental class and the control class of elementary school students. Thus, the application of a scientific approach contributes to students' scientific literacy skills.Keywords: scientific literacy, scientific approach, science education. AbstrakKeterampilan literasi sains siswa sekolah dasar di era pembelajaran abad 21 sangat diperlukan. Keterampilan literasi sains dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar melalui penerapan pendekatan saintifik. Metode eksperimen dengan desain pretest-posttest group design digunakan dalam penelitian ini. Simple Random Sampling, terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol di sebuah sekolah dasar di Indonesia. Tes keterampilan literasi sains (TOSLS) mengukur kemampuan literasi siswa, sedangkan penilaian observasional mengukur respons siswa terhadap pendekatan saintifik. Teknik analisis data menggunakan independent sample T-Test dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa ketika diterapkan pendekatan saintifik mengalami peningkatan keterampilan literasi sains dengan kriteria sangat kuat. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol siswa SD. Dengan demikian, penerapan pendekatan saintifik berkontribusi terhadap kemampuan literasi sains siswa.Kata kunci: literasi ilmiah, pendekatan ilmiah, pendidikan sains.