cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DALAM MUATAN ENVIRONMENTAL EDUCATION PADA PEMBELAJARAN IPS DI MI DARUL HIKAM KOTA CIREBON Ratna Puspitasari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.92 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.547

Abstract

Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat (1) Undang-Un­dang No. 20 Tahun 2003 yang tertulis: setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, karena itu, bila ini semua dipenuhi dan sistem kurikulum dirancang dan dilaksanakan secara re­levan, maka cita-cita menjadikan pendidikan sebagai wahana pembentukan karakter bangsa akan dapat terlaksana dan masalah persatuan bangsa dengan sendirinya akan teratasi, dan Negara bangsa yang cerdas kehidupannya serta Negara bangsa Indonesia akan benar-benar berkarakter Pancasila.
PEMBELAJARAN DENGAN KECERDASAN JAMAK DI SEKOLAH Asep Kurniawan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.805 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.127

Abstract

Traditional assumption, which has been adopted in education, will be difficult to produce highly qualified graduates. A big mistake if student achievement is measured only by the ability of IQ in the form of mathematics and language. A great misconceptions if student achievement is only measured by the ability of IQ (Intelligence Quotient); mathematics and language. Intelligence IQ in favor of only a small portion of the learners. Intelligence is not only IQ, but also multiple intelligencies, such as Linguistic Intelligence, Logical-Mathematical Intelligence, Spatial-Visual Intelligence, Bodily-Kinesthetic Intelligence, Musical Intelligence, Interpersonal Intelligence, Intrapersonal Intelligence, Naturalist Intelligence, Existential Intelligence, and Spiritual Intelligence. It is based on the understanding of intelligence as the ability of a person to solve a real problem and in a variety of situations. In the context of learning in school, multiple intelligences actualized by empowering learners, more than one modality of learning, variation of places, which is very important, appropriateness teacher's teaching style with students’ learning styles, or students’ intelligences. Learning with multiple intelligences will be able to connect the tedious learning process to a joyful learning. Students are not crammed full of material and theories. With this, however, students are faced with the reality that the material and theories can indeed they encounter in their daily lives, thereby providing the depth impression.  Key words: Pembelajaran, inovasi, kecerdasan, Jamak.
PENGARUH MOTIVASI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS DI SDN RAJAGALUH KIDUL KEC. RAJAGALUH KAB. MAJALENGKA H.S. Bunyamin; Diah Faujiah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.411 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.349

Abstract

AbstrakMotivasi guru sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi siswa dalam belajar di sekolah. Hal ini merupakan salah satu ciri bahwa proses pendidikan dikatakan tercapai apabila siswa mampu membuktikannya dengan sebuah prestasi yang cukup baik. Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh motivasi guru dalam belajar baik disekolah maupun dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik penggunaan motivasi guru pada pembelajaran IPS, untuk mengetahui seberapa besar prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi guru terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini dilakukan di SDN Rajagaluh Kidul II, Jalan Cakra Ningrat Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.Motivasi guru merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi dari guru maka tumbuhlah minat seorang siswa untuk terus belajar demi tercapainya cita-cita sesuai dengan apa yang diinginkannya. Motivasi jika dikombinasikan dengan proses belajar serta ditunjang oleh gaya belajar, metode, media maupun sarana dan prasarana yang lainnya yang cukup memadai tentu akan menghasilkan output yang berkualitas. Profesionalisme guru dalam mengajar dan mendidik juga menjadi faktor pendukung keberhasilan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena hasil dari penelitian yang telah dilakukan berupa angka-angka. Penelitian kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti pengaruh antar variabel. Variabel-variabel ini diukur (biasanya dengan instrument penelitian) sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik serta prosesnya diteliti secara detail. Sumber penelitiannya yaitu siswa kelas V SDN Rajagalu Kidul II yang berjumlah 31 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa, hal ini dibuktikan dari perhitungan uji korelasi 0,679 yang artinya terdapat hubungan antara motivasi guru terhadap prestasi belajar. Dapat disimpulkan bahwa motivasi guru mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar  44,1%  sementara sisanya 55,9% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci : Motivasi Guru, Prestasi Belajar Siswa
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MADRASAH IBTIDAIYAH Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.557 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.339

Abstract

ABSTRACTAmong alternative learning can be used to answer one of the problems in education related to the learning experience is to use the model of experiential learning that is almost similar to a scientific approach in thematic learning . Where thematic learning is more emphasis on the application of the concept of learning by doing something ( learning by doing ) . Therefore , teachers need to package or design a learning experience that would affect the significance of student learning. Learning experiences that demonstrate this relationship conceptual elements make the learning process more effective. Conceptual connection between subjects studied and will form the scheme , so that students will acquire knowledge of the unity and unanimity . Additionally , with the implementation of thematic learning in elementary school will help students , because according to the stage of development of students who still see everything as a whole (holistic).This research is a field (field research) is research by going directly to research places to observe and engage directly with the object of research . Type of research is qualitative research with inductive logic thinking . Sources of data in the study is the subject of where the data was obtained , the determination of the data is obtained by applying the population , meaning that the entire party in the role of research as a research target . Given in this study used a qualitative approach , the data analysis starts from the ground by using descriptive analytic method that is compiled by describing , interpreting data and analyzing all the things that are the focus of this researchKeywords : Experiential Learning, Thematic Learning,  Elementary School
PENDIDIKAN DASAR DALAM ERA REFORMASI DAN OTONOMI Aceng Jaelani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.549 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.581

Abstract

ABSTRAKInovasi dalam dunia pendidikan tentunya akan selalu diperbarui terus-menerus baik dari segi administrasi hingga mutu peserta didik disekolah tersebut agar mampu bersaing dengan perkembangan yang terjadi di zaman teknologi. Perencanaan yang dilakukan terhadap sistem tentunya akan memberikan ekspektasi yang besar dan perubahan serta gejolak kebutuhan yang beragam, aspirasi dan kebutuhan itu sendiri yang nantinya dapat membentuk suatu gagasan dan ide baik secara otonomi dan reformasi yang akan dilakukan kaitannya dalam hal ini adalah sektor pendidikan yang nantinya membangun suatu citra dan karakter bangsa yang menjadikan warga masyarakatnya berkreatifitas dalam mengembangkan paradigma baru yang berlandaskan sistem otonomi yang disesuaikan oleh daerah itu sendiri dan tidak serta selalu bersifat adiktif terhadap keputuasan-keputusan atau kebijakan yang ditentukan oleh pusat (sentralisasi), kini kebijakan yang akan diambil dan dilaksanakan dapat dimiliki oleh setiap otonomi pendidikan yang menginginkan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan dan tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditentukan pula secara sentralisasi.Isu-isu pendidikan yang paparkan ini memiliki kata kunci otonomi dan reformasi pendidikan yang akan kita bahas tentang bagaimana pemahaman baik itu otonomi dan reformasi serta memberikan contoh isu yang akan kita angkat dalam kajian ini tentunya berhubungan dengan otonomi dan reformasi yang akan dijalankan di dunia pendidikan.Keyword : Otonomi, Reformasi pendidikan, Sentralisasi
PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD/MI Idah Faridah Laily
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.431 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.176

Abstract

ABSTRAK Dalam mengajar, guru mungkin menggunakan lebih dari satu strategi dan pendekatan. Mereka memilih teknik dan materi berdasarkan sejumlah pendekatan untuk kebutuhan siswa secara individu dikelas. Tidak ada satu pun pendekatan terbaik untuk siswa atau guru. Pada prosedur pembelajaran pendekatan komunikatif, terdapat beberapa garis besar pembelajaran yang harus diperhatikan yakni penyajian dialog singkat, pelatihan lisan dialog yang disajikan, penyajian tanya-jawab, penelaahan dan pengkajian, penarikan simpulan, aktifitas interpretatif, aktifitas produksi lisan, pemberian tugas, dan pelaksanaan evaluasi.Sementara itu, beberapa aspek yang harus diperhatikan kaitannya dengan pendekatan komunikatif adalah teori bahasa, teori belajar, tujuan, silabus, tipe kegiatan, peranan guru, peranan siswa, dan peranan materi. Adapun dalam penerapan pendekatan komunikatif ini, ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni tujuan pembelajaran dan kurikulum yang digunakan. Adapun yang termasuk dalam strategi pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan pendekatan komunikatif adalah pengorganisasian kelas serta metode dan teknik belajar mengajar.
JEJAK ALUMNI JURUSAN PGMI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DAN RESPON PENGGUNA (STAKEHOLDER) TERHADAP KOMPETENSI DAN KINERJANYA Tamsik Udin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.994 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.121

Abstract

Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Strata Satu (S1)  di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Syekh Nurjati  Cirebon berdiri sejak tahun 2007. Ijin pendirian dari Kementerian Agama RI dalam bentuk SK Dirjen Pendidikan Tinggi Islam nomor: Dj.I/257/2007 tanggal 10 Juli 2007 tentang Ijin Operasional. Alumni Jurusan PGMI yang ada  selama ini belum dapat mengisi formasi guru MI yang berada di wilayah III Cirebon dan bahkan belum merata, apalagi untuk di luar wilayah Cirebon.Tujuan  Tracer Study ini adalah untuk :1.mengetahui keberadaan alumni PGMI serta menjalin komunitas seara kontinue.2. Mengidentifikasi profil kompetensi dan keterampilan lulusan. 3. Mengetahui relevansi pelaksanaan kurikulum dan kebutuhan pasar kerja. 4.  Memenuhi Kriteria Akreditasi/sertifikasi Jurusan PGMI.5. Memenuhi persyaratan bantuan penelitian tahun 2014.Millington (2006), “tracer study is an impact  assessment toll where the impact on target groups is traced back to specific elements of programme so that effective and ineffective project components may be identified” (sebuah metode untuk menelusuri informasi mengenai Alumni).Metode dalam penelitian inia dalah deskriptif.  Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor  yang lain. Karenanya, metode deskriptif juga dinamakan studi status atau disebut juga survey normative. Prespektif waktu yang dijangkau dalam  penelitian deskriptif , adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan alumni Jurusan PGMI tahun sejak tahun 2012 dan tahun 2013 belum merata di daerah wilayah III Cirebon. Pkeberadaan rofil kompetensi alumni Jurusan PGMI Pekerjaan Hampir setengahnya (40%) responden sudah bekerja di sekolah swasta, Penyelenggaraan Pengajaran di PGMI direspon oleh Hampir setengahnya (44,4%), Profil Stakeholder Lebih dari setengahnya  (65.0%) stakeholder sebagai tempat bekerja alumni PGMI adalah swasta. Kata Kunci : Alumni, Tracer Study, Stakeholder
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 TERSANA KECAMATAN PABEDILAN KABUPATEN CIREBON Dwi Anita Alfiani; Sri Sopiyani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.007 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.459

Abstract

Abstrak Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD merupakan suatu pembelajaran yang didalamnya siswa bekerjasama beserta kelompoknya melakukan diskusi kelompok. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa guru masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa merasa bosan dalam belajar, dan masih kurang dalam kemampuan kerjasama, berpikir kritis dan sikap ilmiah, oleh karena itu penelitian ini menerapkan Model Pembelajaran STAD yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Cooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar IPA siswa serta menganalisis pengaruh model pembelajaran STAD pada hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN 1 Tersana Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon.Model Pembelajaran Cooperatif tipe STAD merupakan dimana siswa belajar dalam kelompok- kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang siswa yang memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda yang untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah secara bersama dengan dibimbing oleh guru.Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan desainpenelitian control group pre-test – post-test. Dalam mengumpulkan data, teknik yang digunakan yaitu angket dan tes. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1Tersana dengan jumlah sampel kelas eksperimen 39 siswa.Analisis data yangdigunakan adalah uji prasyarat, uji T 2 berpasangan, dan analisis regresi sederhana.Hasil analisis dapat diketahui perolehan respon angket STAD sebesar 81.64 %.Adapun nilai rata-rata hasil belajar yaitu sebesar 78.05 dengan simpangan baku sebesar 9.423. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAsiswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol karena diperoleh berdasarkan Uji T 2 Sampel Berpasangan diperoleh sig α= 0.000.dan nilai -t hitung -5.612.dari hasil uji hipotesis yang menerima Ha., didapat t hitung 3.946 sedangkan t tabel dengan taraf nyata a= 0.05 df= 37 adalah 2.026 dengan demikian dapat dilihat bahwa t hitung ( 3.946) > t tabel (2.026).maka Ha diterima. Besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran STAD terhadap hasil belajar IPA sebesar 29.6% dan sisanya sebesar 70.4 % dipengaruhi oleh factor lainnya. Adapun persamaan regresinya adalah Ý = -822 + 1.527X.Kata Kunci : Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD), Hasil Belajar
PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD ISLAM TERPADU NUURUSSHIDDIIQ, CIREBON Indrya Mulyaningsih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.051 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.320

Abstract

ABSTRAK Kurikulum 2013 atau ‘Kurtilas’ sudah mulai diterapkan di seluruh madrasah di Indonesia. Kurtilas meminta kepada para guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih kreatif. Salah satunya adalah kreatif dalam menulis. Penelitian ini mengambil lokasi di SD Islam Terpadu Nuurusshiddiiq. Adapun jenisnya adalah deskripstif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah seluruh karangan siswa dengan teknik cuplikan purposive sampling, yakni 25 siswa dan 25 siswi. Teknik pengumpulan data dengan 1) observasi, 2) wawancara, 3) angket, dan 4) tes. Validitas data menggunakan tiangulasi sumber data dan triangulasi metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) para siswa belum memahami jenis atau bentuk karangan deskripsi; 2) sebagian besar siswa tidak menggunakan EYD; 3) siswa belum memahami proses pembentukan sebuah kata; 4) siswa belum dapat menulis kalimat dengan baik dan efektif; dan 5) siswa kurang memperhatikan makna kalimat. Kata Kunci: deskripsi, Kurtilas, menulis, siswa
PEMBELAJARAN KOOPERATIF, SEBAGAI SALAH SATU MODEL PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYYA (MI) Aceng Jaelani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.479 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.189

Abstract

ABSTRAKSalah satu strategi dan model pembelajaran adalah strategi pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang akhir-akhir ini  menjadi perhatian dan dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan. Ada dua alasan mengapa kooperatif learning menjadi pilihan, pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berpikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Dan dua alasan tersebut, maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini  memiliki kelemahan.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif

Page 2 of 28 | Total Record : 276