Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024"
:
10 Documents
clear
DEVELOPMENT COMMUNICATION AND SOCIAL CHANGE IN THE DYNAMICS OF LAND ACQUISITION FOR THE KUNINGAN DAM NATIONAL STRATEGIC PROJECT, WEST JAVA
Faizi, Fuad;
Febriyanto, Alfian;
Tsuroya, Intan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.19039
The communication process between the government and the community in the land acquisition for the Kuningan Dam national strategic project resulted in conflict and injustice, which in turn led to the failure of the development of the welfare of affected communities. This research project aims to examine the development communication and social change in communities affected by the Kuningan Dam project in Kuningan Regency, with a particular focus on the concept of Communication for Development and Social Change as proposed by Wilkins and Mody. This research employs a qualitative methodology with a case study approach, utilising data collection techniques such as interviews, observation, and documentation in affected villages in Kuningan Regency. Informants were selected using purposive and snowball sampling, with data verified through triangulation. In the aftermath of the development project, the predominantly agricultural communities were compelled to transition to alternative livelihoods due to the loss of cultivable land. However, many encountered difficulties in adapting, resulting in economic setbacks and a deceleration in their socio-economic adaptation process. This research contributes to emphasising the importance of fair, transparent and inclusive development communication in national strategic projects in Indonesia. It does so by highlighting the role of communication in exacerbating social inequalities, compensation inequalities and government unpreparedness in supporting the socio-economic transition of affected communities. The findings of this research demonstrate that the construction of the Kuningan Dam gave rise to social tensions as a consequence of the following factors: the acquisition of land on an unfair basis; the lack of effective communication between the government and the community; the unequal distribution of compensation; and the socio-economic impacts, which served to exacerbate the difficulties faced by affected communities, particularly in relation to changes in their livelihoods.
KEKERASAN SIMBOLIK PADA PEREMPUAN DENGAN POSTPARTUM DEPRESSION MELALUI SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS)
Ramadhani, Rizky Wulan;
Isa, John R.S.P.K.M.;
Ritonga, Rajab
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18328
Masyarakat menciptakan konstruksi sosial untuk mengkategorikan perempuan sebagai “perempuan dan ibu yang baik” yang dapat memicu postpartum atau baby blues pada ibu yang baru saja melahirkan. Postpartum blues bisa menjadi depresi pasca melahirkan jika berlangsung lebih dari dua minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan simbolik yang dialami perempuan yang mengalami postpartum blues melalui skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dengan menggunakan Masculine Dominance Theory milik Pierre Bordui. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada empat perempuan yang telah melakukan skrining dengan skor EPDS lebih dari 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan postpartum blues mengalami kekerasan simbolik sebelum, saat dan setelah menikah agar masuk dalam kategori “perempuan dan ibu yang baik”. Perempuan dikonstruksikan sebagai perempuan yang baik jika mampu melakukan pekerjaan rumah tangga, taat kepada orang tua dan suami, melahirkan secara normal, menyusui anak dan mengasuh anak dengan baik melalui praktik-praktik kekerasan simbolik yang dilakukan oleh suami, keluarga, mertua, masyarakat dan budaya di sekitarnya. Konstruksi sosial yang memaksa perempuan untuk mengurus pekerjaan domestik serta mengurus anak sendiri menjadi salah satu penyebab postpartum blues. Perempuan menjadi mudah menangis, letih dan gelisah, menarik diri, serta memberikan reaksi negatif terhadap bayi dan keluarga pada satu hingga dua minggu pasca melahirkan.
PENTINGNYA LITERASI MEDIA ERA DISRUPSI DIGITAL DAN POST TRUTH
Khotimah, Khusnul;
Ekasari, Siti Rosyidah;
Kholifah, Eva Nur;
Triyanti, Neni Agus;
Tafsir, Tafsir;
Ismail, Ismail;
Hidayatullah, Ahmad Fauzan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.10637
Pada era disrupsi digital dan post truth, setiap individu perlu menguasai akan keterampilan literasi media. Literasi media ialah hal penting dan dibutuhkan agar dapat berpartisipasi di zaman sekarang ini, agar tidak salah dalam menggunakan media digital. Literasi media saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyadarkan masyarakat era digital akan pentingnya literasi media. Penelitian ini mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Pendekatan pada penulisan ilmiah ini yaitu pendekatan secara kualitatif deskriptif, termasuk jenis penelitian studi literatur untuk sumber data langsung. Metode studi pustaka di mana diarahkan pada pencarian data melalui dokumen-dokumen yang ada, baik dokumen tertulis, foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang tentunya mendukung proses penulisan. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan media sosial dalam komunikasi. Banyak berita serta informasi yang menyebar dari media tersebut. Akan tetapi, banyak pula yang tidak memiliki kemampuan literasi media yang baik. Sehingga perlu sosialisasi kepada selurh masyarakat akan pentingnya literasi media. Fakta yang objektif pada post truth ini sering diabaikan bahkan tidak memiliki pengaruh pada terbentuknya pandangan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena perasaan emosional yang ada pada diri yang akhirnya mempengaruhi persepsi masyarakat dalam menerima fakta yang ada. Menghadapi era Post-Truth yang semakin berkembang khususnya disaat digitalisasi begitu pesat. Sangat penting masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan literasi digital. Adanya generasi muda sangat membantu dalam proses verifikasi objektifitas informasi. Berdasarkan har tersebut, dengan adanya literasi digital sangat diperlukan seseorang ketika menyaring, memverifikasi, dan mengggunakan informasi secara bijak dengan digitalisasi perangkat digital.
PRAKTIK KOMUNIKASI DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BADAN USAHA MILIK NEGARA
Luthfiyah, Atikah;
Sulhan, Muhamad
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18442
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa aspek komunikasi sering kali diabaikan dalam praktik Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini menyebabkan pengelolaan CSR di lapangan menjadi tidak optimal. Begitu pula dengan pelaksanaan CSR di PT PLN Nusantara Power UP Tenayan yang masih menimbulkan beberapa permasalahan seperti kurangnya penginformasian CSR yang menyebabkan rendahnya komitmen antar anggota program dan ketidaktahuan masyarakat Kota Pekanbaru dalam aktivitas CSR perusahaan karena minimnya publikasi mengenai CSR. Perusahaan perlu mengidentifikasi elemen-elemen komunikasi dalam melaksanakan praktik komunikasi untuk CSR. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis praktik-praktik komunikasi yang dilakukan oleh Divisi SDM Umum dan CSR UP Tenayan serta menganalisis karakteristik dari praktik komunikasi dalam CSR UP Tenayan sebagai perusahaan BUMN. Peneliti menggunakan tujuh elemen komunikasi milik Wilbur Schramm dan contingency theory of accommodation untuk melihat kecenderungan karakteristik praktik komunikasi CSR perusahaan. Penelitian bersifat kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan menggunakan metode studi kasus Robert E. Stake. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Divisi SDM Umum dan CSR UP Tenayan belum optimal dalam melaksanakan praktik komunikasi terkait CSR, dilihat dari tidak adanya strategi yang sistematis dan analitis dalam pengelolaannya. Sehingga, penelitian menyoroti kebutuhan akan pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur dan terarah dalam pengelolaan CSR, yang dapat menjadi acuan bagi penelitian dan praktik CSR di masa depan.
STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MASYARAKAT MANDAILING DAN MELAYU DI UJUNG GADING
Khoiriah, Khoiriah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.17002
Perbedaan budaya menjadi suatu hal yang menarik di Indonesia salah satunya terjadi di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat, Kecamatan Lembah Melintang, Desa Ujung Gading terdapat komunikasi antarbudaya masyarakat Mandailing dan Melayu. Komunikasi antarbudaya sangat berpengaruh terhadap proses jalannya komunikasi. Kebudayaan adalah cara hidup atau kebiasaan yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang yang berlangsung serta diwariskan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya dan faktor penghambat komunikasi antarbudaya pada masyarakat Mandailing dan Melayu di Ujung Gading. Metode penelitian yang Penulis gunakan adalah metode kualitatif dalam teknis deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Mandailing dan Melayu di Ujung Gading dengan 10 orang masyarakat Mandaling dan 11 orang masyarakat Melayu diambil berdasarkan snowball sampling. Temuan riset dalam penelitian ini adanya fenomena Sejarah kuburan dua antara orang Mandailing dan Melayu di Rimbo Panti, Pasaman yakni terjadi selisih paham kata berbeda arti atau makna mengenai bahasa. Hasil penelitian yang Penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa budaya Mandailing dan Melayu mempunyai pengaruh yang besar terhadap jalannya proses komunikasi. Data dalam penelitian ini berupa data berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian menggunakan teknis analisis data. Sasaran dalam penelitian komunikasi antarbudaya ini adalah anak-anak dan remaja, dalam penerimaan pesan seorang komunikan sebaiknya memperhatikan dahulu apa yang disampaikan oleh lawan bicara, penggunaan media sesuai dengan kebutuhan saat berkomunikasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang konflik budaya dan memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
REPRESENTASI LGBTQ DI MEDIA ONLINE THE JAKARTA POST PERSPEKTIF TEORI MEANING DAN MEDIA
Rozi, Ahmad Fahrur;
Bakti, Andi M. Faisal
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18882
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi LGBTQ di media online the Jakarta Post (JP). Penelitian ini berangkat dari massifnya pemberitaan LGBTQ di JP. Pemberitaan LGBTQ pada media JP nampak menunjukkan sikap pro JP terhadap upaya legalisasi LGBTQ di tengah masyarakat Indonesia. Berbeda dengan media lain yang cenderung netral ataupun kontra terhadap legalisasi LGBTQ di Indonesia. Teori dalam penelitian ini ialah teori media dan meaning perspektif Gill Branston dan Roy Stafford. Dalam teori tersebut terdapat tiga unsur teori, yakni analisis semiotika, strukturalisme, serta makna denotasi dan konotasi. Adapun melalui teori tersebut penulis memiliki tiga temuan utama. Pertama, analisis semiotik terepresentasikan dari penggunaan font berwarna putih yang identic dengan LGBTQ itu suci dan positif. Kedua, konsep strukturalisme dalam kata “a fight for acceptance” tidak hanya bermakna “perlawanan” tetapi juga “persaudaraan” bahwa LGBTQ bagian dari masyarakat Indonesia. Ketiga makna denotasi dan konotasi nampak dari kata “acceptance” yang tidak hanya “penerimaan” tetapi juga “legalisasi” LGBTQ. Selain itu representasi LGBTQ di JP nampak menunujukan sikap pro LGBTQ sepertihalnya media lain Jakarta Globe. Sedangkan di lain sisi legalisasi LGBTQ secara dominan tidak diterima oleh publik.
KOMODIFIKASI TA’ARUF DALAM PERSPEKTIF DAKWAH
Husniya, Eta Amala;
Zuhriyah, Luluk Fikri
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.17365
Penelitian ini menjelaskan komodifikasi ta’aruf dalam perspektif dakwah dengan bahasan praktik yang mengubah nilai-nilai sosial dalam ta'aruf menjadi nilai komersil. Hal ini terjadi ketika admin instagram akun @taaruf.co.id menggunakan agama sebagai alat untuk memperoleh keuntungan finansial, Tujuan ta'aruf yang seharusnya mencari jodoh yang halal menjadi terdistorsi dan diarahkan untuk mencari keuntungan semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses komodifikasi ta’aruf di media online dalam perspektif dakwah di akun instagram @taaruf.co.id. Metode penelitian menggunakan pendekatan interpretatif untuk memberikan makna teks yang terkait dengan nilai dakwah. Jenis penelitian menggunakan analisis wacana model Norman Fairclough untuk memahami proses produksi teks dan praktik wacana yang digunakan akun instagram @taaruf.co.id. Analisis dalam penelitian ini adalah teks yang berkaitan dengan praktik ta’aruf online di akun instagram @taaruf.co.id. Hasil penelitian menjelaskan bahwa produksi teks dalam ta’aruf online dilakukan mengubah nilai-nilai sosial dalam ta'aruf menjadi nilai komersil. Praktik wacana yang digunakan oleh akun Instagram @taaruf.co.id adalah memanfaatkan agama sebagai alat untuk memperoleh keuntungan finansial. Teori yang digunakan adalah teori sekularisasi. Teori tersebut menggunakan fenomena yang di tandai oleh adanya pemisahan nilai-nilai dan norma keagamaan dengan kehidupan sehari hari terutama dalam bidang ekonomi. Praktik wacana menggunakan wacana ta'aruf online dalam perspektif dakwah yang melibatkan penggunaan nilai-nilai agama dalam proses mengenal dan memilih pasangan. Dakwah ta'aruf mengajarkan individu untuk menjalani proses ta'aruf dengan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai agama dalam mencari pasangan hidup. Ta'aruf juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat.
INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM BERBASIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PROGRAM GERAKAN MAGHRIB MENGAJI DI KOTA CIREBON
Mutaqin, Zaenal;
Kushardiyanti, Dessy
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.19007
Artikel ini membahas proses internalisasi nilai-nilai Islam berbasis komunikasi interpersonal dalam Program Gerakan Maghrib Mengaji di Kota Cirebon. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai aqidah, ibadah, dan akhlak di kalangan generasi muda melalui aktivitas mengaji yang rutin dilaksanakan di masjid. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi interpersonal antara guru ngaji dan santri di masjid dalam pelaksanaan Program Gerakan Maghrib Mengaji, serta penerapannya untuk meningkatkan nilai-nilai Islam melalui Gerakan Masyarakat Mengaji di kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analisis interaksionalisme simbolik dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, kuesioner, dokumentasi, dan studi pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang efektif, terdiri dari keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan kepositifan, memiliki dampak positif dalam proses internalisasi nilai-nilai keislaman. Faktor pendukung dan penghambat diidentifikasi untuk memperbaiki efektivitas program ini di masa mendatang.
DA'I WALAKEDU: THE DILEMMA OF DA’WAH WAGES AT HAMZAH YUNUS MUHAMMADIYAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL KUOK – A STUDY ON THE CONCEPT OF AL-UJRAH 'ALA AL-THA'AH
Layla, Desteny;
Sulfinadia, Hamda;
Efrinaldi, Efrinaldi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.16128
This research focuses on the dilemma faced by da'i in determining da'wah rates, which has led to the emergence of the term da'i walakedu in Indonesia. The study aims to analyze how Islam views the concept of al-ujrah ala al-tha'ah in relation to preachers who accept wages, either voluntarily or by setting specific rates. This research employs a field research methodology, using primary data collected through questionnaires. The sample for this study consists of seven teachers who also serve as preachers at the Mahmud Yunus Muhammadiyah Kuok Islamic Boarding School in Kampar.The findings reveal differing opinions among scholars regarding wages for preaching. According to the concept of al-ujrah ala al-tha'ah, the wages accepted by preachers are not considered payment for the knowledge imparted but are viewed as a form of assistance in obedience, which is regarded as an act of worship. Therefore, taking wages for preaching is permissible, provided that excessively high rates are not set. This dilemma is evident among the preachers at the Hamzah Yunus Muhammadiyah Kuok Islamic Boarding School. The wages they receive for preaching do not always carry a negative connotation, as these earnings are not used as a means of accumulating wealth. Instead, the wages are utilized for personal and family needs and are often allocated to help those in need. As a result, the preachers at the Islamic boarding school cannot be classified as da'i walakedu (commercial preachers).
KAMPANYE ANTI BULLYING PADA KONTEN INSTAGRAM @PEACEGENID: ANALISIS SEMIOTIKA MULTIMODAL KRESS DAN VAN LEEUWEN
Firdausiyah, Hurrotul;
Syahreni, Jessica Meilia;
Kolin, Regina Riamoriska
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18293
Multimodal merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep-konsep linguistik dengan analisis visual untuk memahami bagaimana makna dibangun dan disampaikan dengan mempertimbangkan berbagai elemen semiotik atau tanda-tanda. Multimodal bertujuan untuk menyampaikan maksud agar bisa menarik perhatian banyak orang dalam bentuk visual. Instagram merupakan media sosial untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dalam bentuk visual, salah satu bentuk informasinya yakni kampanye. Akun instagram @peacegenid adalah akun instagram resmi milik LSM yang bergerak di bidang pendidikan perdamaian yang berfokus untuk mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan pendidikan karakter. Kampanye tersebut diunggah oleh akun instagram @peacegenid dengan harapan dapat membentuk opini publik, menarik perhatian publik dan memiliki dampak yang lebih besar bagi para pengguna media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pesan dan makna dari unggahan kampanye anti bullying pada unggahan akun Instagram @peacegenid dapat disampaikan kepada pembaca dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik multimodal Kress dan Van Leeuwen dengan melihat bentuk moda semiotik yang digunakan untuk membentuk pesan dan makna, serta dengan melihat koherensi dari unggahan Instagram @peacegenid dalam mencapai tujuannya untuk kampanye anti bullying. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk moda semiotik berupa bahasa tulis, ilustrasi, dan warna yang digunakan oleh akun Instagram @peacegenid dalam mengkampanyekan anti bullying, selain itu koherensi yang terbentuk dalam unggahan tersebut sangat berperan dalam penyampaian pesan dan makna dalam mencapai tujuan akun Instagram @peacegenid. Koherensi tersebut dibangun melalui tiga cara, yaitu komposisi, keterkaitan informasi, dan interaksi dialog.