cover
Contact Name
Jurnal Tamaddun
Contact Email
jurnaltamadun@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltamadun@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tamaddun
ISSN : 23441917     EISSN : 25285882     DOI : -
Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam (ISSN 2528-5882) was published by the Department of History of Islamic Civilization Faculty of Ushuluddin, Adab and Da`wah IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Its mission is to disseminate the results of studies and research on the history, specifically Islamic Cultural History which includes science, theory, and historical concepts related to Islam and regional studies, Islamic civilization, Islamic intellectuals, Islamic culture and traditions. The manuscripts contained in this journal are the results of studies, research and literature review conducted by researchers, academics, and observers of Islamic Cultural History. This Tamaddun Journal is published twice in one year, July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Teori Ashabiyah Ibnu Khaldun Sebagai Model Perkembangan Peradaban Manusia Theguh Saumantri; Abdillah Abdillah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6326

Abstract

ABSTRAK: Abdurrahman bin Muhammad atau yang dikenal dengan nama Ibnu Khaldun adalah seorang intelektual muslim yang sangat terkenal dan fenomenal dalam keilmuan Islam. Selain dikenal dengan bapak historiografi, Ibnu khaldun dikenal juga sebagai ahli ekonomi dan sosiologi. Pemikiran-pemikiranya berbeda dengan filsuf sebelumnya yang lebih banyak berbicara tentang eskatologi. Ide pokoknya Ibnu Khaldun lebih kepada pengetahuan empiris yang ada disekitarnya. Oleh karna itu dalam kajiannya beliau menulis tentang sejarah, ekonomi dan sosial. Salah satu ide pokok pemikirannya adalah tentang teori ashabiyah yang mendiskripsikan tentang peradaban masyarakat sosial. Pada dasarnya  manusia hidup berkelompok, saling menggantungkan dan tidak dapat hidup sendiri oleh karena itu perkembangan peradaban manusia dibentuk oleh kerukunan dan solidaritas antar manusia.  Disinilah adanya tujuan yang sama dari masing-masing manusia yaitu terwujudnya ashabiyah(komunitas) di antara mereka. Teori ashabiyah akan menjadi basis perkembangan peradaban manusia. Kesatuan sosial yang terbentuk mulai dari kelompok kecil sampai kepada kesatuan kelompok yang besar. Dalam kajian ini penulias mencoba untuk menganalisis pemikiran Ibnu Klaldun tentang epistemologinya berkaitan dengan perkembangan peradaban manusia. Dari kajian ini dapat diketahui bahwa pada prinsip peradaban manusia menurut Ibnu Khaldun adalah terwujudnya ashabiyah untuk menciptakan perkembangan dan peradaban manusia.Kata kunci: Ibnu Khaldun,  Ashabiyah, Peradaban.
KERUKUNAN DAN RESOLUSI KONFLIK DALAM TRADISI PESANTREN (STUDI PONDOK PESANTREN AL MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA) muhammad ash-shiddiqy
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.5628

Abstract

Suatu negara dengan keadaan masyarakat yang beragam akan sangat rentan untuk terjadinya sebuah konflik. Indonesia adalah suatu negara yang memiliki keadaan tersebut dihadapkan pada masalah yang tidak ringan. Dibutuhkan keterampilan mengatur keberagaman tersebut agar semua komponen masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, tenteram, dan damai bagi kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, bangsa Indonesia tercinta ini masih diselimuti oleh berbagai konflik yang muncul dalam masyarakat. Masyarakat perlu dibekali oleh berbagai pengetahuan tentang keadaan bangsanya sejak dini. Pendidikan merupakan perantara yang tepat untuk menumbuhkan bermacam sikap yang mendukung tercapainya perdamaian. Pendidikan di Pesantren menempati posisi yang penting dalam penyelesaian konflik di Indonesia. Sejak masa kolonial hingga masa modern, Pesantren memberikan sumbangsih nyata bagi kerukunan dan perdamaian di Indonesia. Salah satu di antara peranan Pesantren adalah membuat nilai-nilai keagamaan dan kerukunan dalam wilayahnya masing-masing. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan peranan Pesantren dalam menciptakan nilai-nilai kerukunan dan resolusi konflik dalam tradisi Pesantren (Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak). Dalam kajian ini diperoleh temuan bahwa pendidikan di pesantren dalam mewujudkan kerukunan dan resolusi konflik sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.
Sejarah Masyarakat Samin 1890-1919 : Perspektif Wilhelm Dilthey Syahrul Kirom
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.5984

Abstract

Stigmatisasi negatif atas perilaku masyarakat Samin yang sangat nyleneh memiiki sejarahnya sendiri.  Sikap masyarakat Samin dengan tidak taat pajak, identika dengan kebodohan, menolak budaya baru, tidak mau sekolah formal,  tidak mau taat pada pemerintah kolonial Belanda merupakan hal yang perlu diteliti lebih lanjut dan illmiah.            Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptis-analitis untuk mengambarkan sejarah masalah lalu pada masyarakat Samin secara kritis. Sedangkan metode hermeneutika. Metode Hermeneutika ini menggunakan teori dari pemikiran Wilhelm Dilthey dengan tujuan untuk mengungkap peristiwa masa lalu dari masyarakat Samin tahun 1890-1919.            Hasil penelitian ini mengatakan bahwa, dalam mengkaji sejarah masyarakat Samin perlu memahami (verstehen) terhadap persoalan masa lalunya. Stigma negatif masyarakat Samin tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu atas penjajahan kolonialisme dengan cara memaksa atas  kerja paksa dan harus membayar pajak. Secara intrinsik, masyarakat berpura-berpura bodoh agar tidak dimanfaatkan oleh orang orang kolonial, sehingga mau membayar pajak, mau ikut kerjasama dengan Belanda.  Dibalik, knyelenehanya itu, masyarakat Samin memiliki perilaku yang positif, yakni sikap drengkei srei, tukar padu, dahpen, aja dikutil jumput, mbhedog colong artinya sikap jangan iri hati, jangan suka bertengkar, jangan mengambil yang bukan miliknya dan jangan mencuri. Stigma negatif itulah yang perlu diluruskan dari proses sejarah masa lalu dari masyarakat Samin yang ternyata mereka juga memiliki sikap dan tindakan perilaku yang baik.            
Tinjauan Historis: Pemikiran Hukum Islam Pada Masa Tabi’in (Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i Dan Imam Hanbali) Dalam Istinbat Al-Ahkam Muhammad Rijal Fadli
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.5848

Abstract

Pada masa Tabi’in perkembangan hukum Islam ditandai dengan munculnya aliran-aliran politik secara implisit mendorong terbentuknya aliran hukum. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: perluasan wilayah dan perbedaan penggunaan Ra’yu. Secara tidak langsung terbentuknya aliran ini membuktikan bahwa dalam Islam terdapat kebebasan berpikir dan masing-masing saling bertoleransi/saling menghargai perbedaan itu. Perbedaan itu tidak menjadi penghalang dalam kebersamaan dan ukhwah islamiyah. Secara umum masa tabi’in dalam penetapan dan penerapan hukum mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan oleh sahabat dalam istinbath al-ahkam. Istinbath ini dilakukan dengan cara berijtihad yang sesuai dengan ketentuan sumber Islam yaitu al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Pembentukan madzhab dilihat dari semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, pada fase ini dikatakan sebagai zaman keemasan dalam sejarah perkembangan hukum Islam. Faktor utama yang mendorong perkembangan hukum Islam adalah karena berkembangannya ilmu pengetahuan di dunia Islam. Sehingga muncul madzhab-madzhab fiqh Islam setelah masa sahabat dan kibrar al-tabi’in berjumlah tiga belas aliran. Muncul tiga belas mujtahid yang madzhabnya dibukukan dan diikuti pendapatnya, kesemuanya berafiliasi dengan aliran Ahl al-sunnah. Namun, madzhab-madzhab yang terkenal hanya empat yaitu Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali.
SURAT PERJANJIAN 7 JANUARI 1681: EDISI DIPLOMATIK NASKAH Tendi Tendi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6315

Abstract

As an area with a long history, Cirebon has a number of different historical phases. One of the phases in Cirebon history which is the most rarely discussed is the colonial phase and hence this period is often referred tas the phase with pĕtĕng history (dark history). The Cirebon colonial period began with the signing of the January 7, 1681 Agreement, which then brought Cirebon into the arms of the Vereenigde Oost Indies Compagnie (VOC) hegemony. This article seeks to explain the description or identity of the manuscript of the 7 January 1681 Testament and its historical journey. In addition, this article also aims to present the transcript of the text of the Letter of Agreement of January 7, 1681 which has a Jawi script and Malay in a diplomatic edition. In this paper, the philological approach is used to explore the text of the agreement. The philological method used here is the transfer of literary texts in the diplomatic edition.Keywords: agreement, Cirebon, VOC, pĕtĕng history, Jawi Script, Malay Language
Keterlibatan Ikhwanul Muslimin Dalam Konflik Suriah (2011-2019) Gumilar Irfanullah; Anggi Yus Susilowati
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6425

Abstract

This paper traces the involvement of the Muslim Brotherhood organization and their role in the conflict in Syria that rolled from 2011 to 2019. The involvement of the Muslim Brotherhood is considered important in the context of the Syrian conflict because it has a fairly long-standing relationship with the Ba'ats government that now controls Syria. Since the 30-year exile of the organization, the Brotherhood's activity in responding to the Syrian conflict was read as a form of willingness to take part in the formation of Syria after Assad stepped down, as aspired by the Syrian opposition. This paper uses a qualitative method with a Syrian conflict case study approach (2011-2019). The dynamics of the Ikhwan's involvement in the Syrian conflict are read through the discourse of Islamism and Post-Islamism and produce some picture of the reasons behind the Ikhwan's involvement and at the same time read the extent of Ikhwan's success as an opposition in the Syrian conflict.Keywords: Muslim Brotherhood, Syrian Conflict, Islamism, Post-Islamism
Dinamika Partai Nahdlatul Ulama pada Pemilihan Umum 1955 di Jawa Barat budi sujati
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6138

Abstract

The first Islamic Congress in Cirebon in 1922 was one of the seeds of opposition between Reformers and Traditionalists. This was followed by a compilation of two camps which were agreed to hold the Masyumi Party as a symbol of the unity of the Muslims. However, in reality, there was a successful conflict between the Traditionalist and Reformist camps so that the Traditional camp represented by NU was canceled by the Masyumi ties by holding the 19th NU Conference in Palembang 1952. This had implications for the existence of the NU Party in West Java to invoke its hegemony. together with Masyumi so that in the 1955 general election the NU Party only voted under Masyumi, PNI and PKI. This paper will explain how the dynamics faced by the West Java Nahdlatul Ulama when jamiyah changed course became a political party that had implications for the existence of the West Java NU Party before the election took place or afterwards. This research is descriptive with a qualitative methodology. The use of this method is to be able to explain a phenomenon that occurs in the Nahdlatul Ulama organization as a result of becoming a Political Party by using a Politological approach through the stages of Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography.
Perkembangan Pertanian Dalam Peradaban Islam: Sebuah Telaah Historis Kitab Al Filaha Ibnu Awwam Vindi Husnul Khuluq; syamsuri syamsuri
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6076

Abstract

Dalam sejarah peradaban Islam, isu pertanian telah dibahas sejak zaman Rasulullah hingga masa khulafaurrosyidin, seperti adanya kebijakan tentang pertanian untuk meringankan pajak hasil bumi dan beberapa usaha memajukan kaum petani. Bahkan revolusi bidang pertanian dalam dunia Islam berkembang pesat pada abad ke-12 dengan munculnya para ahli pertanian, khususnya di Andalusia. Salah tokoh tersebut Abu Zakariya Yahya ibnu Muhammad Ibnu Ahmad al-Awwam al-Ishbili atau Ibnu Awwam dengan kitab fenomenalnya al-Filaha tentang pertanian yang dirujuk banyak ilmuan kontemporer. Artikel ini mencoba menjelaskan tentang sejarah perkembangan pertanian dalam peradaban Islam dari zaman Rasulullah hingga teori Ibnu Awwam tetang bercocok tanam, mulai dari menyiapkan lahan yang baik hingga penanamannya. Selain daripada itu juga membicarakan tetang perkembangan pertanian dengan melihat tiga tahapan; Pertanian primitif, Pertanian Tradisional dan Pertanian Modern.
SEJARAH MATA UANG MASA KEPEMIMPINAN MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN Camelia Maulida
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i1.6169

Abstract

Pada masa Bani Umayah tepatnya masa kepemimpinan Muawiyah merupakan masa pertama kali dilakukan percetakan mata uang. Pada saat itu, percetakan mata uang tersebut masih melanjutkan model Sasanid di mana menamba beberapa kata tauhid sebagaimana telah dilakukan ketika Khulafa’ Ar-Rasyidin. Saat kepemimpinan Abdul Malik Ibn Marwan, setelah berhasil menaklukkan Abdullah bin Zubair dan Mush’ab bin Zubair, ia mempersatukan pencetakan uang lalu di 76 H mencetak mata uang Islam di mana menonjolkan pola Islam tersendiri, dengan meniadakan tanda Byzantium dan Persia. Berkat itu, Abdul Malik bin Marwan disebut sebagai Muslim pertama yang mengeluarkan dinar dan dirham yang beruhkan Islam sendiri. Tulisan ini memakai metode deskriptif-kualitatif berdasar pendekatan sosio-historis, yang akan mengkaji peristiwa-peristiwa pada masa silam tentang sejarah uang masa Muawiyah hingga sekarang. Berdasarkan sekelumit tentang sejarah uang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa uang pada mulanya dari emas dan perak, kemudian berlanjut kepada kulit unta. Hingga pada akhirnya uang yang disepakati terbuat dari uang kertas. Hingga uang yang berlaku di masyarakat saat ini ialah uang yang terbuat dari uang kertas. Kemudian jenis mata uang yang dipakai untuk Negara Indonesia ialah dengan nama mata uang Rupiah kemudian disingkat dengan “Rp” untuk seluruh daerah dan wilayah yang ada seantero Negara Republik Indonesia.
Paleografi Aksara Pegon Fika Hidayani
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v8i2.7241

Abstract

Abstract: Pegon script is a cultural heritage which is important to learn because in the past, this script was used as a medium to conquer colonialism and a collection of information between Mufti. Moreover, this script was considered a sacred script by the society. This is a method of preachers in spreading Islam more easily that  would be accepted by the society. Paleography helps researchers trace the historical record of the development of Islam in Java, because we can know the written evidence on the stone, metal or other materials. By studying Paleography of Pegon Script, the researchers can track the historical record of the development of Islam based on the origin of the development of the writing.

Page 8 of 19 | Total Record : 189