cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
BAITUL MAL WAT TAMWIL SEBAGAI APLIKASI PROGRAM FINANCIAL INCLUSION DALAM PENINGKATAN AKSES BAGI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECIL DAN MENENGAH Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.554 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.248

Abstract

AbstractAcceleration of economic growth acts as a basic requirement of the most strategic for improving the quality of life of the people. Important element in supporting the acceleration of economic growth is to optimize the contribution of the financial sector by opening up access to financial services to the widest possible public and businesses such as UMKM. That is, there should be an effort to encourage the use of the financial sector in the economy as efforts to increase public welfare. Financial Inclusion is total activity which is aimed at negating all forms of barriers both price and non-price on people's access to financial services utilize. BMT is a potential for the organization to reach the bottom layer and a microfinance institution of the most affordable and most convenient means to meet the demand for loanable funds (loan). Keywords : Economics Growth, Financial Inclusion, UMKM, Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ).
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.682 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.209

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Qur'an fa Lakkum ru'ūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
Akuntansi Syari’ah : Sebuah Tinjauan Historis Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.459 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.236

Abstract

AbstrakTinjauan historis yang membahas tentang latar belakang kemunculan akuntansi syari’ah tidak lepas dari tinjauan kondisi akuntansi yang ada di tanah jazirah Arab sebelum Islam. Dalam literatur sejarah peradaban bangsa Arab, perhatian bangsa Arab sangat besar terhadap perdagangan. Kerena itu, mereka telah menggunakan dasar-dasar penggunaan akuntansi yang bertujuan untuk menghitung transaksi mereka serta mengetahui perubahan-perubahan dari jumlah aset. Jadi konsep akuntansi waktu itu dapat dilihat pada pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik yang sesuai dengan aturan penjumlahan. Untuk mengerjakan pembukuan ini, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntan khusus. Pada waktu itu, seorang akuntan disebut katibul amwal (pencatat keuangan).Keyword : Akuntansi, Syari’ah, Muhasabah.
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.105 Pada Pembiayaan Mudharabah di Bank BNI Syariah Cabang Cirebon Sri Rokhlinasari; Dewi Astuti
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.979 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.669

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan permasalahan mengenai kesesuaiannya perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah dengan perlakuan akuntansi yang berlaku saat ini yaitu pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no.105. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah Cabang Cirebon yaitu hanya diberikan aset berupa kas (modal) dan pembiayaan mudharabah dan diberikan kepada lembaga-lembaga dan ini dimaksudkan untuk meminimalisir resiko Ketidaksesuaian terjadi pada metode bagi hasil yang diberikan Bank BNI Syariah dengan metode yang ada dalam PSAK no.105. Dalam PSAK No.105 paragraf 11 dijelaskan bahwa “Pembagian usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarka prinsip bagi hasil atau bagi laba. Jika berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset). Sedangkan  jika berdasarkan prinsip laba, dasar pembagian adalah laba neto (net profit) yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana mudharabah.” Bank BNI Syariah Cabang Cirebon yang masih menggunakan metode revenue sharing. Kata kunci: Perlakuan Akuntansi, Pembiayaan Mudharabah, PSAK No. 105AbstractThis research was conducted with a problem concerning the accounting treatment suitability of financing at Bank BNI Syariah with the applicable accounting treatment today is a statement of financial accounting standards (SFAS) no.105. The method used in this research is qualitative method. The results showed that the application of the accounting treatment of financing at Bank BNI Syariah Branch Cirebon is only given assets in the form of cash (capital) and of financing and given to institutions and is intended to minimize the risk of discrepancy occurs on the method for the results of the Bank BNI Syariah with the existing method under SFAS no.105. In paragraph 11 of SFAS 105 explained that "business division mudharabah to do based upon the principle of sharing or for profit. If based on the principle of profit sharing, the sharing of the results of operations are the basis of gross profit (gross profit) instead of total revenue (turnover). Meanwhile, if based on the principle of profit, basic division is the net profit (net profit) is gross profit minus expenses related to the fund management mudharabah. "Bank BNI Syariah Branch Cirebon are still using the method of revenue sharing.Keywords: Accountancy treatment, mudharabah financing, PSAK No. 105.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI TAHUN 2012 wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.743 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.264

Abstract

AbstrakPT Bank Syari’ah Mandiri yang bergerak dalam bidang jasa keuangan memiliki tujuan agar dapat menjadi sektor usaha yang dapat menjadi perusahaan jasa yang bermutu tinggi dan profesional. Oleh karena itu, penulis dituntut untuk mempu menilai kondisi dan perkembangan PT Bank Syari’ah Mandiri melalui analisis rasio laporan keuangan agar dapat mengetahui apakah PT Bank Syari’ah Mandiri dapat mempertahankan keberadaaan perusahaan dan mampu meningkatkan pertumbuhan perusahaan ditengah pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan persaingan usaha yang semakin ketat. Analisis rasio laporan keuangan yang lazim digunakan adalah analisis rasio likuiditas atau rasio modal kerja, analisis rasio solvabilitas, dan analisis rasio profitabilitas. Analisis rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Dari hasil  analisis kinerja keuangan dan permodalan diatas, maka dapat disimpukan bahwa Bank Syariah Mandiri adlah bank yang sangat sehat dari sisi permodalan dan stabil dalam posisi likkuiditas, solvabilitas maupun profitabilitasnyaKata Kunci : Analisis, Kinerja, Keuangan, Modal dan BSM.
PERKEMBANGAN EKONOMI DAN ADMINISTRASIPADA MASA BANI UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH naila farah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.013 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.227

Abstract

ABSTRAKSektor pembangunan di bidang ekonomi merupakan masalah sentral dalam pembangunan suatu negara. Ia dapat dikatakan sebagai tulang punggung atau bahkan jantung dari kehidupan suatu negara. Tanpa didukung oleh ekonomi yang kuat, mustahil suatu negara dapat melaksanakan pembangunan-pembangunan di bidang yang lain secara baik dan sempurna.Perkembangan perekonomian pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah secara umum sudah mulai meningkat dibanding dengan masa sebelumnya. Meningkatnya perekonomian yang membawa kepada kemakmuran rakyat pada dinasti ini, sebenarnya tidak terlepas  dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dilakukan khalifah, di samping dukungan masyarakat terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut.Dalam masa permulaan pemerintahan Bani Abbasiyyah, pertumbuhan ekonomi (economic growth) dikatakan cukup stabil dan menunjukkan angka vertikal. Devism negara berlimpah-limpah, uang masuk lebih banyak dari pada pengeluaran.  Khalifah al-Mansur merupakan tokoh ekonom Abbasiyyah yang telah mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam bidang ekonomi dan keuangan negara. Keutamaan al-Mansur dalam menguatkan dasar Daulah Abbasiyyah dengan ketajaman pikiran, disiplin, dan adil adalah sama halnya dengan Khalifah Umar ibn Khattab dalam menguatkan Islam. Kata Kunci : Bani Umayah, Bani Abbasiyah, Ekonomi dan Administrasi
FAKTOR INTERNAL PRODUKSI DAN PENGARUHNYA DALAM PERKEMBANGAN USAHA ATAU INDUSTRI Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.228 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.254

Abstract

AbstrakProduksi adalah proses mencari, mengalokasikan dan mengelola sumber daya menjadi output dalam rangka meningkatkan dan memberi mashlahah bagi manusia Sehingga faktor utama yang dominan dalam produksi adalah kualitas dan kuantitas manusia, sistem atau prasarana  (modal dan teknologi) serta manajemen dalam  industri tersebut. Faktor-faktor tersebut sangat mendukung dalam Perkembangan suatu industri. Dengan didukungnya pengelolaan usaha yang baik serta ditopang modal yang memadai dan tersedianya tenaga kerja yang terampil, sangat diperlukan oleh sebuah industri agar dapat melakukan operasinya dan tidak menghambat proses produksinya. Sehingga industri tersebut bisa bertahan dan berkembang. Kata Kunci : Faktor internal produksi, Perkembangan Usaha, Industri.
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015 DAN PERBANKAN SYARI’AH Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.128 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.215

Abstract

AbstrakAsean Economic Community (AEC) 2015 merupakan tujuan akhir integrasi ekonomi yang merupakan program kerjasama negara -negara ASEAN termasuk Indonesia di bidang ekonomi. Siap atau tidak industri perbankan syari’ah harus mampu menghadapi tantangan global yang diakibatkan dari perjanjian kerjasama ini. Dengan berbagai peluang dan tantangan semua pihak harus berupaya keras agar industri keuangan syari’ah nasional semakin berkualitas, berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing dalam kancah persaingan global, khususnya dalam menyambut AEC 2015. Kata kunci : AEC 2015, Industri perbankan, perbankan syari’ah AbstractAsean Economic Community (AEC) 2015 is the ultimate goal of economic integration of the cooperation program ASEAN countries including Indonesia in economics. Ready or not Islamic banking industry must be able to face the global challenges resulting from this agreement. A wide range of opportunities and challenges all parties should strive hard to national Islamic finance industry is getting quality, develop sustainable and able to compete in the global competition, especially in welcoming AEC 2015.
KARTU KREDIT (SUATU TINJAUAN SYARIAT ISLAM) Nining Wahyuningsih
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.018 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.242

Abstract

ABSTRAKKartu  kredit sudah tidak asing bagi masyrakat Indonesia, apalagi bagi masyarakat di kota-kota besar. Namun banyak yang belum mengetahui bagaimana hukum penggunaan kartu kredit (konvensional). Kartu kredit adalah kartu yang dikeluarkan oleh pihak bankdan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkan secara hutang. Kartu kredit dalam pandangan syariah hukumnya adalah haram karena mengandung unsure riba dalam penggunaan kartu kredit.  Oleh karena itu perbankan syariah mengeluarkan produk kartu pembiayaan syariah.  Kartu pembiayaan syariah  berbeda dengan kartu kredit ( konvensianal) karena terbebas dari unsur riba dan pemanfaatannya tidak bersifat konsumtif namun produktif. Keyword: kartu kredit, Kartu Debit, Kartu Pembiayaan Syariah.
Analisis Dan Pilihan Strategi : (Strategi Perbankan Syari’ah dalam Memenangkan Persaingan) Layaman Layaman
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.615 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.204

Abstract

Abstrak            Perkembangan perbankan syari’ah dan perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat mnembuat perbankan berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Artikel ini membahas pilihan dan pengembangan strategi perbankan syari’ah dalam memenangkan persaingan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Untuk menganalisis dan mengembangkan strategi perusahaan, salah satunya adalah dengan model manajemen strategik yang dikemukakan oleh Fred R. David, dimana proses analisis dan pemilihan strategi dibagi menjadi tiga tahap. Tahap 1: tahap Masukan (Input Stage),  meringkas informasi masukan dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi, Tahap 2:  tahap Pencocokan (Matching Stage),  fokus pada upaya menghasilkan strategi alternatif yang dapat dijalankan (feasible) dengan memadukan faktor-faktor eksternal dan internal dan Tahap 3: adalah tahap Keputusan (Decision Stage), menggunakan satu macam teknik yaitu Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Para ahli juga mengemukakan beberapa pilihan strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat memenangkan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Strategi pertama, mengoperasikan Unit Bank Keliling (UBK). Strategi kedua, melibatkan Perguruan Tinggi (PT) dan Lembaga Business Development Service Provider (BDSP) dalam menyalurkan perkreditan. Strategi ketiga, menggandeng Notaris/PPAT dalam proses sertifikasi agunan dan strategi keempat, memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR, tanggung jawab sosial perusahaan).Kata Kunci : Strategi, Perbankan Syari’ah, Persaingan. Abstract               Shari'ah banking development and the business environment changes so quickly mnembuat banks are in a competitive business environment. This article discusses the selection and development of Shari'ah banking strategy to win the competition in a competitive business environment. To analyze and develop strategies of companies, one of which is the strategic management model proposed by Fred R. David, where the process of analysis and strategy selection is divided into three stages. Stage 1: stage Input (Input Stage), summarizing the input information as needed basis for formulating strategy, Phase 2: phase matching (Matching Stage), focusing on efforts to generate alternative strategies that can be executed (feasible) by integrating external factors and internal and Phase 3: is the stage of Decision (Decision Stage), using the kinds of techniques that Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The experts also suggested several options strategies that can be used by companies to be able to win in a competitive business environment. The first strategy, operate Unit Bank Roving (UBK). The second strategy, involving Higher Education (PT) and the Institute for Business Development Service Providers (BDS) in extending credit. The third strategy, holding Notary / PPAT in the certification process of collateral and the fourth strategy, utilizing funds Corporate Social Responsibility (CSR, corporate social responsibility).Keywords: Strategy, Shari'ah Banking, Competition.

Page 2 of 25 | Total Record : 248