cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
Pegadaian Tinjauan Syari’ah Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.896 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.232

Abstract

Abstrak Lembaga keuangan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pegadaian syariah dalam operasionalnya berpegang kepada prinsip syariah. Pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang dalam bentuk rahn diperbolehkan. Aspek kelembagaan tetap menginduk kepada peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1990. Pegadaian syariah menggunakan dua metode yaitu ujrah atau fee based income (FBI) dan mudharabah (bagihasil), namun metode ujrah mendominasi operasional sampai saat ini.  Kata kunci: Prinsip syariah, Ujrah atau Fee dan Mudharabah
Model Pembelajaran Bidang Ekonomi di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.108 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.667

Abstract

AbstrakPesantren memiliki model sistem pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. Keberadaannya mengilhami berbagai model, strategi dan sistem-sistem pembelajaran yang ditemukan saat ini. Peran pesantren memiliki peran strategis dalam kemajuan perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Dalam tujuan penelitian mengacu jawaban dari perumusan masalah yakni: untuk dapat mengetahui model pembelajaran pesantren di pesantren Al-Mizan Majalengka. Untuk dapat memahami penerapan model pembelajaran bidang ekonomi tinjauan ekonomi Islam di pesantren Al-Mizan Majalengka. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dan sumber data terbagi 2 yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam atau indept interview, dokumentasi. Validitas dengan cara menggunakan triangulasi. Adapun tahapan analisis data sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, pengambilan keputusan atau verifikasi. Penerapan model pembelajaran yang dilakukan di pesantren Al-Mizan menggunakan pola pembelajaran partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM). Penerapan model pembelajaran secara kontekstual (contextual learning) bidang ekonomi di pesantren Al-Mizan dengan cara active learning yang didesain oleh yayasan Al-Mizan. Kata Kunci: Pesantren, Model Pembelajaran, Ekonomi Islam   Abstract Pesantren has a model first and oldest educational system in Indonesia. Its presence inspired a variety of models, strategies and learning systems found today. The role of schools have a strategic role in the advancement of economic development of Islam in Indonesia. In research purposes refers to the answer to the problem formulation: to identify the learning model boarding schools in Al-Mizan Majalengka. To understand the application of learning models economic outlook Islamic economics at Al-Mizan Pesantren Majalengka. The method in this study is a qualitative approach. Data and data sources is divided into two, namely: primary data and secondary data. Data collection techniques of participant observation, in-depth interviews or indept interview, documentation. Validity by using triangulation. The stages of data analysis as follows: data reduction, data presentation, decision-making or verification. Implementation model of learning is done in pesantren Al-Mizan using participatory learning patterns, active, creative, effective and fun (PAKEM). The application of contextual learning model (contextual learning) economics in pesantren Al-Mizan by way of active learning that is designed by the foundation of Al-Mizan. Keywords: Pesantren, Learning Model, Islamic Economics 
EVALUASI TATA LETAK PASAR MODERN DI KOTA CIREBON (KAJIAN EVALUASI PERATURAN WALIKOTA CIREBON NO. 23 TAHUN 2010) Diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.994 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.260

Abstract

Abstrak Saat ini Kota Cirebon mengalami perkembangan perekonomian yang sangat pesat. Salah satu indikatornya adalah tumbuh pesatnya pasar di kota Cirebon, khususnya toko modern. Dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat adalah semakin ramainya Kota Cirebon karena banyak pendatang dan   penyerapan tenaga kerja makin banyak. Di sisi lain dampak negatif yang dirasakan diantaranya banyak pedagang kecil di rumahan yang tutup, pasar-pasar tradisional yang menurun omzetnya karena tidak mampu bersaing dengan ritel modern tersebut, adanya persaingan yang sangat ketat antar toko modern karena lokasinya yang sangat berdekatan serta banyaknya daerah yang dilanda banjir saat musim hujan karena berkurangnya daerah resapan air. Tahun 2010, pemerintah kota Cirebon telah membuat Perwali No. 23 yang mengatur keberadaan pasar tradisional dan toko modern. Tetapi realitasnya makin banyak banyak toko modern (minimarket) yang berdiri tanpa memiliki izin pendirian dan lokasi antar toko modern sangat berdekatan. Oleh karena itu, perlu dikaji dan dievaluasi efektifitas regulasi pemerintah daerah, dalam hal ini Perwali No. 23 Tahun 2010 dalam mengatur tata letak pasar tradisional dan toko modern sehingga keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya Kota Cirebon. Penelitian ini membahas perangkat regulasi yang berkaitan dengan toko modern, analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Cirebon, hasil temuan di lapangan, dan implementasi regulasi yang ada dalam mengatasi masalah perkembangan dan zona pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kota Cirebon serta evaluasi Pasal 8 Perwali No. 23 Tahun 2010 Kota Cirebon berdasarkan data terbaru tahun 2012-2013 menurut aspek sosial ekonomi, kajian hukum dan stakeholders.            Belum efektifnya Perwali Kota Cirebon 23/2010 Pasal 8 mendorong dilakukannya evaluasi terhadap peraturan tersebut baik berdasarkan aspek sosial ekonomi, hukum maupun stakeholder, sehingga penting untuk dilakukan revisi terhadap Pasal 8 Perwali Kota Cirebon 23/2010 dengan cara menambahkan ayat yang mengacu pada analisa sosial ekonomi masyarakat kota Cirebon. Hasil Evaluasi berupa rekomendasi tentang penambahan atau pengurangan minimarket di Kota Cirebon.            Kata Kunci: Evaluasi, Tata Letak, Pasar Modern, Kota Cirebon, Perwali Kota Cirebon
PENEGAKAN SYARIAT ISLAM DALAM BIDANG EKONOMI DI INDONESIA Ujang Syafrudin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.622 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.220

Abstract

AbstrakSecara historis Islam memang punya saham besar dalam terbentuknya negara ini. Tetapi mau ke mana arah dan sistem kebijakan negara ini, tidak selalu ditentukan oleh pemilik saham mayoritas. Juga bukan ditentukan oleh agama mayoritas penduduknya. Dan tentu saja bukan dengan bentuk negara yang kita katakansebagai negara kapitalis atau bukan kapitalis.  Semua kebijakan ekonomi di negara kita, atau mungkin malah di semua negara lebih ditentukan oleh 'the man behind the gun', yaitu orang yang sedang memerintah saat ini. Istilah mudahnya, ditentukan oleh para pejabat. Termasuk dalam masalah kebijakan ekonomi, semua ditentukan oleh para pejabat, bukan oleh sejarah masa lalu yang kini nyaris sudah dilupakan orang. Siapa yang menjabat di bidang ekonomi, monenter, perbankan, dan sejenisnya, maka mereka adalah orang-orang yang menentukan arah kebijakan ekonomi negara ini. Di zaman penguasa orde baru, Soeharto menyebut bahwa ekonomi negara kita adalah ekonomi Pancasila. Lalu ekonomi Pancasila itu apa dan bagaimana? Jawabnya kembali kepada kebijakan subjektif para pejabat yang berkuasa saat itu, tentunya di bawah kemauan Soeharto. Kata kunci: Syariat Islam, ekonomi AbstractHistorically Islam does have a large stock in the formation of this country. But where to go and the direction of state policy system, it is not always determined by the majority shareholder. Nor is it determined by the religion of the majority population. And certainly not the kind of country that we call capitalist or non-capitalist countries. All economic policy in our country, or maybe even in all over the country are determined by 'the man behind the gun', that is, those who are ruled today.  Easy terms, determined by manajer.  Including in matters of economic policy, all determined by officials and not by the past history now almost been forgotten. Who served in economics, monenter, banking, and the like, then they are the ones who determine the direction of economic  policy of this country. In the era of the New Order ruler, Suharto said that the economy of our country is the economic ideology. Then the Pancasila economy what and how? The answer back to the subjective policy officials of the ruling at the time, of course, under the will of Suharto. Keywords: Islamic Shari'a,  economics
INTRODUCTION OF ISLAMIC BONDS ((SUKUK) Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.863 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.249

Abstract

AbstrakObligasi syariah menekankan pendapatan investasi bukan kepada tingkat bunga (kupon) yang telah ditentukan sebelumnya, melainkan pada tingkat pendapatan berdasarkan pada tingkat rasio bagi hasil (nisbah) yang besarannya telah disepakati oleh kedua belah pihak (emiten dan investor) pada saat terjadinya akad. Jenis industri yang dikelolah oleh emiten serta hasil pendapatan perusahaan penerbit obligasi harus lulus dari seleksi syariah (emiten tidak menjalankan usaha perjudian/permainan yang tergolong judi dan perdagangan yang dilarang, bukan lembaga keuangan konvensional, tidak memperoduksi, mendistribusi dan memperdagangkan makanan dan minuman haram, dan bukan usaha yang memperoduksi/ mendistribusi dan menyediakan barang atau jasa yang dapat merusak moral dan bersifat mudarat). Kata Kunci : Obligasi, Syariah, Sukuk dan Pasar Modal
Pelaksanaan Emotional Marketing melalui The Emotional Es sebagai Pembentuk Loyalitas Pelanggan Rita Kusumadewi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.188 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.210

Abstract

Abstrak Emotional marketing merupakan teknik pemasaran yang berfokus pada perspektif emosional sebagai inti dalam menghantarkan nilai kepada pelanggan dalam rangka membentuk loyalitas pelanggan, yang akan memudahkan perusahaan untuk mendapatkan kesuksesan dan profit jangka panjang. Dalam penelitian ini, emotional marketing yang akan dipakai adalah The Emotional “E”s, yaitu: Equity, Experience dan Energy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga faktor E tersebut yang paling mempengaruhi seorang menjadi pelanggan agar menjadi pelanggan loyal adalah Experience. Dengan kata lain, seseorang akan menjadi pelanggan setia jika diberikan pengalaman emosional yang meninggalkan kesan mendalam pada diri mereka. Walaupun kepercayaan tidak terlalu besar dan energi yang harus dikeluarkan cukup besar, namun memiliki pengalaman emosional positif maka besar kemungkinannya mereka akan menjadi pelanggan yang loyal. Kata kunci:  Emotional Marketing, Equity, Experience, Energy, Loyalitas  Abstract The emotional marketing is one of the marketing technique which is focusing on emotional perspective as a center in value delivering to the customer in a framework of building customer loyalty, which can make a company easy earning profit. This research will use The Emotional “E”s as the emotional marketing tools that has three factors, which is Equity, Experience dan Energy. The result shows that from the three factor of “E”s the Experience is the most influencing to a loyalty. Someone will become a loyalty customers if they have been given an emotional experience, a very unforgettable experience. Eventhough trust is not a big influencer and the energy not to big to spend, the positive emotional experience will make a customers to be a loyal customers. Keywords: Emotional Marketing, Equity, Experience, Energy, Loyality.
ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH Layaman Layaman; Qoonitah Fitri Al-Nisa
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.577 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.665

Abstract

Abstrak  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 2015. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh CAR dan FDR terhadap profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri Tbk. Untuk menjawab masalah yang ada, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi dengan melihat laporan keuangan Bank Syariah Mandiri. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan FDR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri Tbk. Keyword: Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Profitabilitas  Abstract This research is motivated by their decreasing profitability Syari'ah Bank Mandiri in 2015. Based on these problems, then the purpose of this study was to analyze the effect of CAR and FDR on the profitability of the Shariah Bank Mandiri Tbk. To answer the problems, research data collection is done by using observation and documentation to see the financial statements of Bank Syariah Mandiri. Data were analyzed using multiple linear regression techniques. The results showed that the CAR significant positive effect on the profitability and negatively affect profitability FDR Syari'ah Bank Mandiri Tbk. Keywords: Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Profitability
KONSEPSI ETIKA BISNIS DALAM AL-QUR’AN abdul aziz
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.578 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.238

Abstract

AbstrakDalam teori etika bisnis Kapitalis, awalanya etika bisnis lahir di Amerika pada tahun 1970-an kemudian meluas ke Eropa tahun 1980an dan menjadi fenomena global di tahun 1990-an jika sebelumnya hanya para teolog dan agamawan yang membicarakan masalah-masalah moral dari bisnis, sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis disekitar bisnis, dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang meliputi dunia bisnis di Amerika Serikat, akan tetapi ironisnya justru negara Amerika yang paling gigih menolak kesepakatan Bali pada pertemuan negara-negara dunia tahun 2007 di Bali. Ketika sebagian besar negara-negara peserta mempermasalahkan etika industri, kata Muhsinhar, negara-negara maju yang menjadi sumber penyebab global warming agar dibatasi, Amerika menolaknya.Wacana tentang  nilai-nilai moral (keagamaan) tertentu ikut berperan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat tertentu, telah banyak digulirkan dalam masyarakat ekonomi sejak memasauki abad modern, sebut saja Misalnya, Max weber  dalam karyanya yang terkenal, The Religion Ethic and the Spirit Capitalism, meneliti tentang bagaimana nilai-nilai protestan telah menjadi kekuatan pendorong bagi tumbuhnya kapitalisme di dunia Eropa barat dan kemudian Amerika.Kunci etis dan moral bisnis sesungguhnya terletak pada pelaku nya, itu sebabnya misi diutusnya Rasulullah ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlak manusia yang telah rusak. Seorang pengusaha muslim berkewajiban untuk memegang teguh etika dan moral bisnis Islami yang mencakup Husnul Khuluq. Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya, dan akan membukakan pintu rezeki, dimana pintu rezeki akan terbuka dengan akhlak mulia tersebut, akhlak yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnis yang etis dan moralis.Kata Kunci : Etika, Bisnis, Islam.
MEMBANGUN COMPETITIVE ADVANTAGE PERGURUAN TINGGI MELALUI STRATEGI STRATEGI BAURAN PEMASARAN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.543 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.228

Abstract

AbastrakSalah satu upaya strategi tersebut adalah melalui penerapan bauran pemasaran jasa (service marketing mix). Dari beberapa aspek bauran pemasaran jasa pendidikan tinggi, sudah selayaknya pimpinan PT memiliki pemikiran yang komprehensif dalam memandang peta persaingan antar PT saat ini.  Berbagai alternatif strategi pemasaran dalam jasa pendidikan tinggi perlu menjadi opsi yang diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi dari berbagai aspek tersebut sehingga tercipta keunggulan bersaing yang akan menjadi pemicu minat calon mahasiswa masuk ke PT tersebut. Rancangan strategi pemasaran yang efektif serta fokus dapat menjadi sebuah solusi dalam membangun keunggulana bersaing suatu PT yang memiliki nilai superior bagi para mahasiswanya.Keyword : Pendidikan, Pembauran, Pemasaran
ROUTINIZED RESPON, HABITS DAN BASIC NEEDS: FAKTOR DOMINAN YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN MEMILIH BANK SYARIAH rita kusumadewi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.711 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.662

Abstract

Abstrak            Bagi beberapa masyarakat, bank syariah merupakan alternatif dari sistem perbankan konvensional dan merupakan pilihan yang aman untuk melakukan transaksi perbankan karena berdasarkan syariat islam yang membawa kebaikan bagi nasabah. Namun bagi beberapa orang masih berpendapat bahwa bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional dalam pengoperasian jasa keuangan yang ditawarkannya. Beberapa perbedaan persepsi tersebut menunjukkan adanya faktor dominan yang memengaruhi nasabah dalam berperilaku dan mengambil keputusan dalam memilih bank mana yang akan digunakan jasanya. Faktor routinezed respon, habit dan basic needs akan digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini dan dicari faktor mana yang paling dominan dari ketiga faktor tersebut yang memengaruhi nasabah memilih bank syariah di Kota dan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilakukan pada 100 orang nasabah bank syariah yang ada di kota dan kabupaten Cirebon. Dan diperoleh hasil bahwa diantara faktor routinized respon, habit dan basic needs, yang paling dominan memengaruhi keputusan seseorang memilih bank syariah adalah faktor routinized respon.  Dimana konsumen memilih bank syariah sebagai respon dari aktivitas rutin setiap hari yang sesuai dengan syariat islam.Kata kunci: Bank syariah,  Routinezed respon, Habit, Basic needs. Abstract   For some people in community, sharia bank is one of the alternative of conventional banking system and also a safe choice for banking transaction based on Islamic sharia which brings goodness for customers. But some other people still think that  sharia bank not too different to  conventional bank in financing operation services. That  perceived differences shows that there is  a dominant factor which influencing customers behaviour and their decision making in chooing which bank that will be choose. Routinezed  respon, habit and basic needs factors will be use in this research and will be find which factors is dominant than others that influencing customers decision in choosing sharia bank in Cirebon. These research using 100 responden as a customers of sharia bank. And the result shows that between  routinezed respon, habit and basic needs, the most dominant factor are routinized respon. Which means that customers choosing sharia bank as a respons from their everyday routine activity which fits with Islamic sharia.Keywords: Sharia Bank, Routinezed respon, Habit, Basic needs.

Page 3 of 25 | Total Record : 248