cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
PERANAN IBU DALAM MEMPERKENALKAN KONSEP KERAGAMAN AGAMA DAN RAS (SARA) KEPADA ANAK USIA DINI Chaeroni Chaeroni; Khoirul Anwar
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.194 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2148

Abstract

Multiculturalism and conflicts caused by SARA in Indonesia have always been a problem that attracts researchers. Many other researchers doing research on this subject, among others by using political, religious, state, and education perspectives. While this study uses another perspective, namely from the perspective of family caring, especially the role of mothers in developing the concept of diversity in childhood as an effort to prevent racial conflict.This research is a qualitative research using a grounded approach. The method used to collect data is interview and focus group discussion (FGD). This research was conducted in two sub-districts, namely Gayamsari and Genuk sub-districts.The results of this study indicate that the shift in family parenting patterns has reduced the intensity of communication between parents and children. This shift causes parents to "loose hands" and give up full teaching on the values of diversity and differences in schools. Does the house remain a place where learning practices of diversity are happening? This turned out to be no longer an awareness for parents. The parents tend to be "passive" ie not teaching about diversity unless it is asked by their children. In fact, understanding how families instill diversity values intensely from an early age becomes important for this multicultural nation.
STRATEGI EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN DI PAUD (STUDI KASUS PADA TK DI KOTA CIREBON) Aip Saripudin; Isnaeni Yuningsih Faujiah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.611 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2637

Abstract

AbstractLearning strategy is one of the process of learning that the purpose of learning can achieved properly. In general commonly encountered learning in an PAUD institution who apply a concept education thrilling, unpleasant, even accompanied by attitude authoritarian to school tuition. This would have been totally no longer effective if seen than the results. Children educated by method and strategy this can be a generation by the tension, easy stress, and unable to solve problems in his life. One strategy can be used on learning in early childhood is edutainment strategy. One of the schools that has implemented learning with strategy edutainment is TK Pelangi Cirebon city. This Research used based on the qualitative descriptive. The objectives of research is described how edutainment strategy has been implemented on the PAUD with a focus on the planning aspect, the implementation as well as evaluation carried out. From the research , so obtained the data that strategy edutainment of which is used in PAUD is the various methods as a method of playing, method of story telling, method of sings, a method of role playing , the practice of direct and of computer use. Edutainment national access to justice strategy has been creates an atmosphere of learning to promote disorder to quality of being congenial, effective and more substantial.Keywords: Edutainment, Strategy, Learning and Early Childhood. AbstrakStrategi pembelajaran merupakan salah satu jurus untuk melakukan proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik. Secara umum sering ditemui pembelajaran di lembaga PAUD yang menerapkan sebuah konsep pendidikan menegangkan, tidak menyenangkan, bahkan disertai dengan sikap otoriter kepada peserta didik. Hal ini tentu sudah tidak efektif lagi jika dilihat dari hasil yang dicapai. Sebab, anak yang dididik dengan metode dan strategi yang demikian justru akan menjadi generasi yang penuh dengan ketegangan, mudah stres, dan tidak mampu memecahkan masalah dalam kehidupannya. Salah satu strategi yang dapat digunakan pada pembelajaran anak usia dini saat ini adalah strategi edutainment. Salah satu sekolah yang telah menerapkan pembelajaran dengan strategi Edutainment adalah TK Pelangi Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif deskriptif. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana strategi edutainment telah diimplementasikan pada sekolah tersebut dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi. Dari hasil penelitian, maka diperoleh data bahwa strategi edutainment yang digunakan di sekolah tersebut menckup berbagai metode seperti metode bermain, metode bercerita, bernyanyi, metode bermain peran, praktek langsung dan pemanfaatan komputer. Strategi edutainment telah menciptakan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, efektif dan berbobot. Kata Kunci: Strategi, Edutainment, Pembelajaran dan Anak Usia Dini.
IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Mila Sabartiningsih; Jajang Aisyul Muzakki; Durtam Durtam
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.509 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2468

Abstract

ABSTRACTDiscipline is one of the basic needs of children in the framework of the formation and development of his character in a healthy manner. The goal is for children to be creative and dynamic in developing their life in the future. Unconditional love leads to a sense of sentiment and carelessness, whereas discipline without affection is cruel tyranny. Parents and teachers always think of the right way to apply discipline discipline for children from toddlers to childhood and adolescence.This study aims to obtain data on the Implementation of Reward and Punishment In Character Building Discipline of Early Childhood In Group B in RA An-Nawaa 3 Cirebon City. In order in order to discipline early childhood especially in group B. teachers use several strategies including reward and punishment. Reward means reward, honor which is made as an educational tool and given when a child does a good or has managed to reach a certain stage of development. Kopri (2015, 289). While punishment or intent of punishment is to prevent the emergence of bad behavior and remind students not to do what should not djiwandono (2008: 144)This research uses qualitative deskptive research method with focus of Reward and Punishment Implementation Implementation in Shaping Character of Early Age Anaka on Group B in RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. Data collection techniques use observation, interview and documentation. As for the primary data source is, principals and teachers of class B. and parents of secondary data source source is a reference from various books related rewards, punishment and discipline. To test the validity of the data using data triangulation.The result of this research is the implementation of reaward and punishment in forming the character of early childhood discipline specially in group B. In its application RA An-Nawaa 3 gives a reward when the child performs a good action and gives punishment when the child performs an unlawful acts that violate Rules of conduct in the delivery of RA An-Nawaa 3 always consider the age and situation and conditions for the provision of rewards and punishment in accordance with the needs. The form of reward given to his child is verbal and non verbal rewards while for his punishment teachers only provide verbal punishment.Keywords: Reward, Punishment, DisciplineABSTRAKDisiplin merupakan salah satu kebutuhan dasar anak dalam rangka pembentukan dan pengembangan wataknya secara sehat. Tujuannya ialah agar anak dapat secara kreatif dan dinamis dalam mengembangkan hidupnya dikemudian hari. Kasih sayang tanpa disiplin mengakibatkan munculnya rasa sentiment dan ketidak pedulian, sebaliknya disiplin tanpa kasih sayang merupakan tondakan kejam. Orangtua dan guru selalu memikirkan cara yang tepat dalam menerapkan disiplin disiplin bagi anak sejak balita hingga masa anak-anak dan sampai usa remaja.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai Implementasi Pemberian Reward Dan Punishment  Dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia Dini Pada Kelompok B di RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. dalam rangka dalam rangka mendisiplinkan anak usia dini khususnya pada kelompok B. guru menggunakan beberapa strategi diantanya pemberian reward dan punishment . Reward artinya hadiah, penghrgaan yang dijadikan sebagi alat pendidikan dan diberikan ketika seseorang anak melakukan suatu yang baik atau telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu. Kopri (2015;289). Sedangkan punishment  atau maksud dari hukuman adalah mencegah timbulnya tingkah laku yang tidak baik dan mengingatkan siswa untuk tidak melakukan apa yang tidak boleh djiwandono (2008;144)Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskptif kualitatif dengan fokus penelitian Implementasi Pemberian Reward dan Punishment  dalam Membentuk Karakter Anaka Usia Dini pada Kelompok B di RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber data primer adalah, kepala sekolah dan guru kelas B. dan orangtua murid  sumber data sekundernya adalah referensi dari berbagai buku terkait reward, punishment  dan kedisiplinan . Untuk uji keabsahan data menggunakan triangulasi data.Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi pemberian reaward dan punishment  dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini khususnya pada kelompok B. dalam penerapannya RA An-Nawaa 3 memberikan sebuah reward ketika anak melakukan suatu tindakan baik dan memberikan punishment  ketika anak melakukan suatu tindakan kurang baik yang melanggar peraturan tata tertib dalam penerpan pemberiannya RA An-Nawaa 3 selalu mempertimbangkan usia serta situasi dan kondisi agar pemberian reward dan punishment  sesuai dengan kebutuhan. Adapun bentuk reward yang diberikan kepada anaknya yaitu reward verbal dan non verbal sedangkan untuk punishment nya guru hanya memberikan punishment  verbal.Kata Kunci : Reward, Punishment , Kedisiplinan 
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MELALUI PERMAINAN MEMASANGKAN GAMBAR DENGAN KATA DI TAMAN KANAK-KANAK CIREBON Maulidya Ulfah; Evana Evana
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.176 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2656

Abstract

AbstractCommunication can be seen as the process of publicizing information to others who will convey a message message from a child, the day off. Then the 5-6 year old child was able to convey information to the parents what information obtained from the teacher class. When children communicate with peers, both seen from the child playing and talking about his favorite object accidentally the child can communicate well. Problems found in the school children have not been able to mention letters, because of these factors children do not have a lot of vocabulary, so that in communicating the child is difficult in communication with his friends and teachers, and parentsThis study aims to: 1) Know the ability of communicating children in groups in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon, 2) Knowing Improved communication skills in group B in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon, 3) Knowing the game Pair image with keywords in group B in kindergarten Nurul Wathoni Cirebon.This research method uses Class / PTK action research. Subjects of B-class students TK Nurul Wathoni Cirebon, which consists of 21 children, in Kedawung District Cirebon District. Data analysis techniques that researchers use are interviews, observation, and documentation.The results of this study indicate that there is an increase in communication skills of children on the game pair with the word in group B in TK Nurul Wathoni Cirebon before given the action or percentage of Pre Cycle 19.04%, the cycle I of the presentation is 47.61%, while in cycle II 85.71%, it can be concluded its existence between Cycle I Cycle I of 28.57%, so the difference between the percentage of Cycle I to Cycle II is 38.1%. Keywords: Communication, Pairing Image With Words, Early Childhood Abstrak Komunikasi dapat dilihat sebagai proses menyampaikan suatu informasi kepada orang lain yang akan disampaikannya berupa pesan contohnya anak mendapatkan suatu informasi dari guru, bahwa besok itu libur. Kemudian anak yang berusia 5-6 tahun itu sudah mampu menyampaikan informasi kepada orang tua apa yang didapat suatu informasi tersebut, dari guru kelasnya. Ketika anak berkomunikasi dengan teman sebayanya, baik dilihat dari anak itu bermain maupun berbicara mengenai benda kesukaannya dengan tidak tidak sengaja anak dapat berkomunikasi dengan baik. Masalah yang ditemukan disekolah itu anak belum mampu menyebutkan huruf, karena dari faktor tersebut anak belum mempunyai kosa kata yang banyak, sehingga dalam berkomunikasi anak sulit dalam komunikasi dengan temannya maupun guru, dan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Kemampuan komunikasi anak pada kelompok di TK Nurul Wathoni Cirebon, 2) Mengetahui Peningkatan Kemampuan komunikasi pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon, 3) Mengetahui Permainan Memasangkan gambar dengan kata diterapkan pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon.Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas/PTK. Subjek penelitian anak didik Kelompok B TK Nurul Wathoni Cirebon, yang terdiri dari 21 anak, di Kecematan Kedawung  Kabupaten Cirebon. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi anak melalui permainan memasangkan gambar dengan kata pada kelompok B di TK Nurul Wathoni Cirebon pada  sebelum diberi tindakan atau Pra Siklus presentasenya adalah 19,04 %,  pada Siklus I presentasenya adalah 47,61 %, sedangkan pada siklus II presentasenya adalah 85,71%, Jadi dapat disimpulkan bahwa presentase antara Pra Siklus ke Siklus I  yaitu 28,57 %, sehingga selisih antara  presentase Siklus I ke Siklus II yaitu 38,1 %. Kata Kunci: Komunikasi, Permainan Memasangkan Gambar Dengan Kata, Anak UsiaDini 
PERKEMBANGAN AGAMA DAN MORAL YANG TIDAK TERCAPAI PADA ANAK USIA DINI Nur Tanfidiyah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.737 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.1842

Abstract

This research discuss religion and moral development of students of kindergarten in TK A nDasari Budi Krapyak Yogyakarta. This research is descriptive qualitative. The data is acquired from interview, observation, and another data collecting which is support this research. The result of this research is (1) Religion and moral development development which are not achieved by student of kindergarten in class A1 TK Masyitoh nDasari Budi Yogykarta, they are: only knowing religion and God trough song, they do not accustom to have worshipping activities, they have not understood what is good attitude, they have not been able to defferentiate between good attitude and bad attitude, and they have not know much about religious ritual but they have not known Islamic day celebrations; and they not known about the other religions. (2) They need to be given knowledge about children education and increasing affection and togetherness. Penelitian ini membahas tentang perkembangan agama dan moral pada anak usia dini di TK A nDasari Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan pengumpulan data-data yang mendukung penelitian. Hasil penelitian adalah (1) Perkembangan agama dan moral yang tidak tercapai pada AUD di kelas TK A1 Masyitoh nDasari Budi Yogyakarta diantaranya; hanya mengetahui agama dan Tuhanya lewat menyanyi, tidak membiasakan diri beribadah, belum memahami perilaku mulia, belum dapat membedakan perilaku yang baik dan buruk, dan sedikit sekali mengenal ritual kegamaan tetapi belum mengenal hari besar Islam; serta belum mengetahui agama orang lain. (2) perlu pengetahuan pemberikan tentang pendidikan anak dan meningkatkan kasih sayang serta kebersamaan dengan anak-anak. 
METODE PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Sumiyati Sumiyati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.377 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2509

Abstract

usia dini merupakan usia emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak mengalami periode perkembangan yang luar biasa di usia ini. Seluruh aspek perkembangan tersebut perlu mendapatkan stimulasi dan dukungan yang baik dari orangtua, keluarga dan lingkungan, supaya dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan tugas perkembangan anak, di setiap tahapan usianya. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi aspek perkembangan nilai agama moral, kognitif, sosial emosional kemandirian, berbahasa, fisik motorik dan seni. Aspek perkembangan anak yang mudah terlihat adalah aspek perkembangan fisik motorik, terutama perkembangan motorik kasar. Aspek perkembangan motorik kasar anak mudah terlihat karena berhubungan dengan aktifitas fisik. Pertumbuahan dan perkembangan pada setiap anak tidaklah sama, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan di TK Bina Bhakti Sari Pati, dengan metode yang dilakukan yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa petunjuk dan rekomendasi bagi orangtua maupun guru agar dapat memberikan stimulasi untuk mengembangkan motorik kasar anak usia dini ini yaitu dengan; pertama kegiatan main  kreatif (crative learning), di mana anak terlibat secara penuh di dalam kegiatan main. Kedua, mendesain kegiatan main berbasis tema (tematik) dan yang ketiga dengan memanfaatkan media sebagai alat bantu untuk memudahkan anak memahami kegiatan dan aktifitas fisik yang akan dilakukannya.Kata kunci: Motorik Kasar, Anak Usia Dini
PENGGUNAAN MEDIA CERITA ANAK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DWIBAHASA GURU TAMAN KANAK-KANAK Helda Jolanda Pentury
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.946 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.1905

Abstract

Media pembelajaran untuk anak-anak ternyata tidak harus melalui bidang akademik. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para guru, agar anak mendapatkan pengetahuan dengan metode yang menyenangkan .Jika anak didik merasa senang saat menjalani sesuatu, tentu ilmu yang diperoleh akan maksimal. Selain itu, kemampuan pedagogik guru pun diharapkan mampu menciptakan pembelajaran kreatif dan inovatif. Salah satu metode pembelajaran menyenangkan adalah melalui cerita. Profesionalisme guru melalui kompetensi penggunaan dwibahasa dituntut dalam era teknologi  berkaitan dengan  kapasitas sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di beberapa TK , di kecamatan Limo Depok. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menstimulasi kemampuan pedagogik para pendidik dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam berkarya menumbuhkembangkan kemampuan literasi dwibahasa kepada anak-anak.
MANAJEMEN PROGRAM KEGIATAN PAUD BERBASIS OTAK KANAN Siswadi Siswadi; Novan Ardy Wiyani
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.432 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2540

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang ditujukan untuk mendapatkan derskripsi tentang manajemen program kegiatan PAUD berbasis otak kanan di TK Khalifah Purwokerto. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa optimalisasi pengembangan otak kanan pada anak usia dini di TK Khalifah Purwokerto dilakukan melalui internalisasi nilai tauhid dan entrepreneur pada anak usia dini. Pembelajaran tematik dan pembiasaan menjadi program kegiatan PAUD yang dijadikan sebagai media internalisasi nilai tauhid dan entrepreneur. Untuk memastikan proses internalisasi nilai tauhid dan entrepreneur berlangsung dengan efektif dan efisien, maka dilakukanlah empat kegiatan manajerial, yaitu perencanaan program kegiatan PAUD berbasis otak kanan, pengorganisasian program kegiatan PAUD berbasis otak kanan, pelaksanaan program kegiatan PAUD berbasis otak kanan, dan penilaian program kegiatan PAUD berbasis otak kanan.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR ANIMASI BAHASA INGGRIS BAGI USIA DINI DI KOTA BENGKULU Asiyah Asiyah; Fatrica Syafri; M. Arif Rahman Hakim
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.222 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2063

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran bahasa Inggris didasari suatu pemikiran bahwa belajar bahasa asing atau bahasa kedua akan lebih baik bila dimulai lebih awal. Banyak asumsi tentang usia dan pembelajaran bahasa antara lain adalah anak-anak belajar bahasa lebih baik dari pebelajar dewasa, pembelajaran bahasa asing disekolah sebaiknya dimulai seawal mungkin, lebih mudah menarik perhatian dan minat anak-anak daripada orang dewasa. Pada saat ini di Indonesia telah banyak berkembang play group dan taman kanak- kanak yang memberikan pembelajaran Bahasa Inggris kepada anak usia dini. Mereka yang terlibat didalamnya sangat perlu untuk memahami teori mengenai pengetahuan terkait pendidikan Bahasa Inggris khusus siswa usia dini namun kenyataannya masih banyak sekolah yang kesulitan untuk menemukan materi yang sesuai dengan apa yang didinginkan oleh siswa mereka. Hal ini seringkali dirasakan oleh sekolah Raudhatul Athfal di kota Bengkulu. Dalam penelitian ini, para peneliti mengembangkan bahan ajar yang dalam bentuk animasi dan lembar kerja siswa yang berguna untuk melengkapi dan menutupi kekurangan dari bahan ajar utama dari subjek Bahasa Inggris. Produk akhir dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan guru pada Raudhatul Athfal sederajat di kota Bengkulu
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN ALQUR’AN DI RA (STUDI KASUS PENGGUNA METODE QIRAATI) Saifuddin Saifuddin; Isnin Agustin Amalia
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.749 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2543

Abstract

AbstrakPendidikan menjadi pondasi yang paling penting dalam mencetak generasi yang handal, persaingan global saat ini menuntu setiap orang memiliki pengetahuan yang luas, tak terkecuali pengetahuan membaca Alquran. Pembelajaran Alquran harus ditanamkan semenjak dini, pembiasaan membaca Alquran dengan terus menerus menjadikan kelancaran membaca Alquran dengan baik dan benar. Metode yang tepat dalam pembelajaran Alquran adalah dengan metode qiraati sebuah metode yang memudahkan anak-anak untuk belajar Alquran. Pentingnya membaca agar Indonesia bangkit dari ketertinggalannya dengan Negara lain yang hanya memperoleh 51,7% di bawah Filipina dan Thailand. Hal ini berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang harus dikembangkan dalam pengelolaan pembelajaran Alquran di RA Terutama ketika membaca Alquran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi analisis. Pendekatan ini dipilih karena penelitian ini berusaha memaparkan dan menafsirkan gambaran suatu kejadian yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada waktu penelitian dilakukan. Dengan hasil penelitian, yaitu: (1) perencanaan dalam pembelajaran Al-Qur’an di RA diwujudkan dengan menyiapkan SDM Guru yang bersyahadah, kegiatan KBM yang berstandar Qiraati dan membangun lembaga RA yang kokoh dalam kelembagaannya, (2) pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an di RA diwujudkan dengan pembelajaran yang sesuai standar qiraati, pembinaan Guru melalui MMQ, hubungan kordinasi antar lembaga, korcam, dan korcab hingga korpus dalam pembelajaran, dan (3) evaluasi pembelajaran Al-Qur’an di RA dengan mengadakan kegiatan tes akhir santri,  terbukti banyaknya santri yang mengikutinya dari sejumlah 27 lembaga diikuti peserta 390 orang dari  jumlah santri seluruh lembaga berjumlah 1426 orang, hasil tersebut baru mencapai prosentase 27,35 % di tahun 2017.Kata Kunci: Pengelolaan, Pembelajaran dan Metode Qiraati

Page 1 of 1 | Total Record : 10