cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Keterlibatan Orang Tua dalam Memberikan Pengetahuan Gempa Bumi pada Anak Melalui Aplikasi BabyBus Dhia Nisrina Kusman; Dianti Yunia Sari; Gumilang Dwi Oktaviani
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v9i2.14205

Abstract

ABSTRACT The earthquake disaster in Indonesia is a major concern for parents who want to provide disaster knowledge to their children. The purpose and focus of this research are to find out the form of parental involvement in providing earthquake knowledge so that it can broaden knowledge and change children's attitudes toward dealing with earthquakes. This research uses a qualitative approach with a case study method conducted on parents in Majalaya, West Java. Data obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that parental involvement through forms of communication, motivation, facilities, assistance, and volunteering in providing earthquake knowledge using the Babybus application gradually increases knowledge and changes children's behavior in anticipating earthquake disasters. Considering the frequent disasters, the cooperation of parents in providing care and concern for the condition of the living environment in Majalaya really supports parents in imparting earthquake knowledge to children. It is necessary to have proper management of the time for assistance and a stable condition of the child in receiving knowledge so that the child is able to adapt to the environment and face disaster preparedness.Keywords: Parent Involvement, Earthquake, Babybus App, Early Childhood ABSTRAK Bencana gempa bumi di Indonesia menjadi perhatian utama bagi orang tua untuk memberikan pengetahuan kebencanaan pada anak. Tujuan dan fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk keterlibatan orang tua dalam memberikan pengetahuan gempa bumi sehingga dapat menambah wawasan dan merubah sikap anak dalam menghadapi terjadinya gempa bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan pada orang tua di Majalaya, Jawa Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Keterlibatan orang tua melalui bentuk komunikasi, motivasi, fasilitas, pendampingan, dan menjadi relawan (volunteer) dalam memberikan pengetahuan gempa bumi dengan menggunakan aplikasi babybus, secara bertahap menambah pengetahuan dan perubahan perilaku anak dalam mengantisipasi bencana gempa bumi. Mempertimbangkan kebencanaan yang sering terjadi, kerjasama orang tua dalam memberikan pengasuhan dan kepedulian dengan kondisi lingkungan tempat tinggal di Majalaya sangat mendukung orang tua dalam memberikan pengetahuan gempa bumi pada anak. Diperlukan manajemen waktu pendampingan yang tepat dan kondisi anak yang stabil dalam menerima pengetahuan, agar anak mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan untuk menghadapi kesiapsiagaan bencana.Kata Kunci: Keterlibatan Orangtua, Gempa Bumi, Aplikasi Babybus, Anak Usia Dini
Implementasi Tari Kreatif dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Dini Fitriyanti; Hayani Wulandari; Risty Justicia
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v9i1.14169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui tari kreatif di TK Cinta Ibu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sikap kreatif dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa lain di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan kurangnya tingkat daya saing masyarakat Indonesia dengan bangsa lain di era globalisasi saat ini. Solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui kegiatan tari kreatif guna mengembangkan kreativitas Anak Usia Dini (AUD). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian sejumlah 5 anak kelompok B dengan objek penelitian berupa tari kreatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan kreativitas anak melalui implementasi tari kreatif. Hal ini dilihat dari peningkatan hasil persentase pada siklus I yaitu 3 anak (60%) Mulai Berkembang (MB), dan 2 anak (40%) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dalam siklus II menjadi 2 anak (40%) masuk dalam kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 3 anak (60%) Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan data hasil analisis, dapat dikatakan bahwa kreativitas anak berkembang sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu keaslian (originality) dan kelancaran (fluency) dalam melakukan setiap tahapan kegiatan tari kreatif pada setiap siklusnya. Kondisi pada siklus I dengan siklus II mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga penelitian ini diberhentikan sampai siklus II.
Pengaruh Pembelajaran STEAM Terhadap Karakter Kreatif Ditinjau Jenis Kelamin Anak Usia 5-6 Tahun Amalia, Dina; Widiyono, Aan
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i2.13212

Abstract

Pembelajaran berbasis STEAM dapat membantu anak-anak mengembangkan kreatifitas dalam proses belajar interaktif sesuai dengan ide-ide yang mereka miliki khususnya di abad 21. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran STEAM terhadap karakter kreatif ditinjau dari jenis kelamin anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter kreatif anak dalam pembelajaran STEAM mendapatkan nilai F sejumlah 59 skor 81-90 (42.1%). Untuk karakter kreatif anak dengan jenis kelamin laki-laki tergolong lebih kreatif dibanding dengan anak perempuan. Berdasarkan hasil ini tentunya guru diharapkan lebih mengoptimalkan pembelajaran STEAM khususnya pada anak perempuan supaya lebih lancar dalam berpikir, fleksibel, mandiri, dan mengelaborasi secara kreatif.
Pengembangan Bahan Ajar Cerita Anak Untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini Sauhenda, Angla Florensy; De Lima, Cristiana Normalita; Monika, Santy; Au Hurit, Andreas
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.13111

Abstract

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar cerita anak. Cerita-cerita yang ada di dalam bahan ajar adalah cerita dongeng yang berkaitan dengan dunia anak. Adapun karakter-karakter yang ditampilkan dalam bahan ajar ini yakni kejujuran, rendah hati, hormat dan patuh kepada orang tua, penyayang, saling memaafkan, kesabaran, rajin, bertanggung jawab, dan disiplin. Penelitian pengembangan ini menggunakan model menurut Borg dan Gal dengan sejumlah modifikasi. Model penelitian pengembangan yang mencakup enam tahap yaitu (1) mencari informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan format produk, (4) desain produk, (5) revisi produk, (6) uji produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa penilaian yang dilakukan oleh para validator terhadap bahan ajar yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Keempat komponen yang dinilai terdiri dari (1) isi materi, (2) keterbacaan dan kepraktisan, (3) keterterapan, dan (4) kemenarikan. Keempat komponen yang telah dinilai memperoleh nilai kelayakan sebesar 86,9%. Hal ini menandakan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan dapat dikatakan sangat layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Begitu juga dengan hasil persentase dari setiap komponen dapat dikatakan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan sangat layak untuk diimplementasikan. Selain itu, respon anak-anak terhadap cerita yang terdapat dalam bahan ajar tersebut menunjukan respon yang posistif. Terdapat 87% anak memahami isi cerita dengan dengan baik serta karakter yang terdapat dalam cerita dalam bahan aja
Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di Indonesia: Systemic Literature Review Fitriana, Tya Resta; Yusuf, Munawir; subagya, Subagya
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.16536

Abstract

Perkembangan bahasa anak menjadi bagian penting dalam tahapan perkembangan kognitif anak serta mendapat banyak perhatian dalam pengkajian penelitian. Banyak penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Anak Usia dini. Penleitian ini menggunakan metode Systemic Literature Review (SLR). SLR berutujuan untuk mengetahui apa yang sudah ditemukan dari  penelitian  yang  sudah  ada  sebelumnya  tentang  suatu  fenomena,  subjek  atau  topik tertentu. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel jurnal nasional yang diperoleh dari database google scholar dengan menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa  dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pada anak usia dini masih relatif menarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian khususnya pada tiga tahun terahir sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Berdasarkan pengkajian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak adalah pola pengasuhan, kecerdasan, faktor eksternal (semisal jenis kelamin dan umur) dan faktor lingkungan (masyarakat dan lingkungan sekitar) dan faktor dominan yang paling banyak disebutkan adalah pola asuh keluarga dengan prosentase sebesar 92,8%. Pola keluarga dengan didikan demokratis dan memberikan kenyamanan anak untuk belajar disertai dengan konsisten dalam memberikan stimulus akan membantu anak untuk meraih perkembangan bahasa secara optimal.
Tolerance in Multireligious Schools: Practices and Challenges Lutfatulatifah, Lutfatulatifah; Ramdaeni, Suci
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i2.17994

Abstract

This research aims to explain the practice of religious tolerance in early childhood education in Cirebon, Indonesia. Cirebon has a strong Islamic religious background, but is also diverse in terms of ethnicity, race, culture and religion. With a semi-ethnographic approach, this research was conducted in a Buddhist-based kindergarten which has religious diversity among its students. The research results show that there is ambivalence in the application of religious values, where the Puja Bakti ritual is considered as a way to teach moral values and goodness, but is also taught as a form of worship. Economic constraints are an important factor limiting schools' ability to provide appropriate religious education for all students. This research emphasizes the importance of inclusive and sensitive approaches to religious diversity in early childhood education, as well as greater financial support to create educational environments that respect all faiths.
Penanaman Nilai Kewirausahaan Melalui Market Day Pada Anak Usia Dini Meilasari, Devi; Munastiwi, Erni
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.12445

Abstract

Pembentukan jiwa kewirausahaan tidak dapat dilakukan secara instan. Maka, menanamkan nilai kewirausahaan harus dilakukan sejak usia dini supaya saat usia dewasa kelak sudah tertanam jiwa kewirausahaan dalam diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai kewirausahaan melalui market day pada anak usia dini di RA Al-Barokah Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Subjek penelitian ini adalah peserta didik RA Al-Barokah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observsi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penanaman nilai kewirausahaan melalui kegiatan market day pada anak usia dini di RA Al-Barokah sebagai program tahunan. Adapun tujuan dari penerapan kegiatan market day di RA Al-Barokah diantaranya: Menanamkan jiwa kewirausahaan, Supaya anak mampu berinteraksi antara penjual dan pembeli, Mengenalkan nominal mata uang dan jumlah satuan, Menanamkan Sikap jujur. Sesuai dengan visi dan misi dari RA Al-Barokah, visi dari lembaga tersebut yaitu terciptanya SDM unggul dan berkarakter dalam lingkungan kondusif. Sedangkan misinya adalah Meningkatkan kualitas SDM di Madrasah, Memberikan pelayanan prima untuk setiap warga madrasah, Meningkatkan prestasi anak usia dini, Menanamkan pendidikan karakter, Menyediakan tempat yang aman, nyaman dan kondusif, Menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai untuk meningkatkan perkembangan anak usia dini.
Efektivitas Penggunaan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Utami, Dian Tri; Raihana, Raihana; Alucyana, Alucyana; Nisa, Kudwatun; Rofi'atin, Siti
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.16673

Abstract

It is important for children to master social skills from an early age as a provision for interacting with the environment and adapting themselves to the norms and values that apply in society. It requires experience and practice included in learning activities to enable children to interact and improve social skills. The problem-based learning model is a learning model that can expose children to social problems which is done in small groups which requires cooperation in an effort to find solutions to solve problems. The aim of the research is to examine the effect of problem based learning on the social skills of children aged 5-6 years. The research method uses an experiment with a quasi-experimental design, there are control and treatment groups, pretest and posttest. The results of the research show that there is an influence of problem-based learning on children's social skills.
TREN PENGGUNAAN E-LEARNING PADA PENELITIAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: ANALISIS BIBLIOMETRIK (2003-2023) Zafrullah, Zafrullah; Ayuni, Rizki Tika; Gunawan, Resky Nuralisa; Mutiara, Era; Laksita, Ghany Desti; Adawiyah, Nadiatul
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i2.15548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren penelitian pada penelitian dengan penggunaan e-learning pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan database Scopus sebagai dokumen yang dianalisis. Setelah mencari sesuai kata kunci yang ditetapkan, didapatkanlah 217 dokumen yang siap dianalisis dengan RStudio dan Vosviewer. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa tren publikasi penggunaan e-learning pada pendidikan anak usia dini selama sepuluh tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan, melonjak 6 kali lipat dari 29 menjadi 188 publikasi. Western University dari Kanada mendominasi dengan 20 publikasi, sementara British Journal of Educational Technology dan Computers and Education menjadi yang tertinggi dengan h-index 5, total sitasi 163 dan 165, serta 7 publikasi masing-masing. Frencken et al. (2012) menjadi dokumen dengan sitasi tertinggi, mencapai total 122 sitasi. Analisis kluster menunjukkan variasi aspek, mulai dari pemanfaatan teknologi pendidikan hingga literasi anak usia dini, menciptakan landasan bagi penelitian lebih lanjut. Rekomendasi penelitian diindikasikan oleh kata kunci seperti child, human experiment, preschool child, questionnaire, intent, dan child care, menunjukkan potensi eksplorasi dalam domain e-learning untuk anak usia dini.
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Perilaku Prososial Anak Taufik, Nabila Azzahra; Nasirun, M.; Wembrayarli, Wembrayarli; Suryadi, Didik; Agustriana, Nesna
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.13879

Abstract

The phenomenon of gadget use in early childhood reaps polemic regarding its impact on children’s development, one of which is in the social aspect. Allegedly the use of gadgets for a particular duration can affect the social development of children. This study aims to describe the correlation between the gadget use duration to group b children’s prosocial behavior in Early Childhood Education Segugus Kembang Sepatu. From the population of 141 children, this study uses only 35 children using stratified random sampling. The data were collected using a questionnaire. Furthermore, the analysis technique used in this study is Pearson product-moment. The results showed that the average duration of gadgets used for group b children of Early Childhood Education Segugus Kembang Sepatu was 1-2 hours/day, and prosocial behavior was Very High. The hypothesis test showed no significant correlation between gadget use duration and group b children’s prosocial behavior in Early Childhood Education Segugus Kembang Sepatu.