cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
نحو مقومات شخصية المعلم المفضلة (فى ضوء دراسة الآية: ١٥١ من سورة) البقرة Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1962

Abstract

It is known that God revealed the Koran to the nation Muhammad?s to be evidenceand approach to their lives and their affairs and their cases daily . One of the issues that mustbe guided by the Quran is the issue of education . Because education is essential in theformation of the nation and its renaissance. The higher education repaired the nation , and sovice versa. Another element in the success of the process of education is having the teacherhas a distinct personality . Because the teacher is the one who printed his students as hewishes according to inclinations . The aim of this study and knowledge of the elements of apersonal teacher through the study of verse 151 of Sura al-Baqarah. This study pursuesresearch methodology analytical descriptive analysis of the views of the commentators towardverse 151 of Sura al-Baqarah. The analysis of the information was an interactive way togather information , analyze , and display and deduced. The results showed, that the elementsof a personal favorite teacher as indicated by the verse 151 of Sura al-Baqarah, show throughthe following things: (1) the teacher has to be extended recitation conscious; whether it is theKoran or another, including of scientific specialties (2) Accordingly, teaching book;understanding a sheen on the Koran true understanding salafus shaleh approach. Andeducation within the meaning of the book is to teach the pen with all its meanings. Thus, theteacher that his skill upgrades scientific writing because they are professional requirements.(3) wisdom education; Queen which comes with putting things in place right, and the weightof things with correct, and realize the goals of orders and directives. (4) uponrecommendation of souls in all its aspects, and whenever the teacher orthodoxy, orthodoxyhearts of the hearts of the students, (5) and it always supply the information emerging .Keywords : ingredients, personalized, teacher Allah merunkan Al-Qur`an untuk umat Islam agar dijadikan sebagai petunjukdan pedoman hidup dalam seluruh kehidupannya. Tidak terkecuali dalam pendidikan. Karenapendidikan merupakan pokok dasar dalam mencerdaskan dan membangun sebuah bangsa.Jika sebuah pendidikan itu baik, maka sebuah bangsa juga akan baik. Dan diantara unsurutama keberhasilan pendidikan adalah tersedianya pengajar yang memiliki kepribadian idial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur utama yang harus menjadikepribadian seorang pengajar dengan mengkaji ayat 151 surat al-Baqarah. Jenis penelitin inimerupakan penelitian perpustakaan, deskriptif analisis. Analisa dilakukan terhadap pendapatdan penafsiran ahli tafsir berkaitan ayat 151 surat al-Baqarah. Teknik analisa datamenggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian dankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara kepribadian pengajar yang harusdimiliki sebagaimana diisyaratkan dalam ayat 151 surat al-Baqarah adalah sebagai berikut:(1) seorang pengajar harus memiliki becaan yang luas, baik berupa bacaan Al-Qur`an ataukeilmuan yang berkaitan dengan disiplin keilmuannya; (2) seorang pengajar harusmengajarkan Al-Qur`an sesuai dengan pemahaman para salafus-shaleh. Termasuk dalammengajarkan Al-Qur`an adalah mengajarkan tulis-menulis dengan makna yang seluasluasnya,karena itu seorang pengajar harus mampu meningkan kemampuan dalam menulisilmiah sesuai kopetensinya; (3) mengajarkan hikmah, yaitu kemampuaan untuk melakukantindakaan secara tepat sesuai dengan kondisi dan tujuan; (4) melakukan penyucian diri/jiwasecara menyeluruh, karena selama jiwa seorang pengajar itu baik, maka seluruh kejiwaanpara peserta didik juga baik; (5) pengajar harus selalu menambah dengan berbagai keilmuanyang terkini.Kata Kunci: Unsur, Karakter, Pengajar.
STRATEGI MENGISLAMKAN KEMBALI KOMUNITAS KRISTEN DI LERENG GUNUNG SEMERU KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Purwanto, Harno; Basri, M. Mu?inudinillah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2010

Abstract

Christianity activities have caused many Muslims convert his religion. They aremostly from people who are weak in faith, especially those who are in minus areas like inslopes of Mount Semeru Malang, East Java. At the first, they were all muslim. WhenChristianity came in, a lot of people who convert their religion to Christiany. Then However,when part of Muslims carried out Islamic da?wah activities to preach Islam and took themback to Islam, many people were willing to syahadat back. A total of 36 peoples fromWonoagung and Tamansatriyan villages attended this event and were willing to follow theguidance that was done. The focus of this research focused on ?what are the specific reasonsthat make people in slope of Semeru easy convert to Christiany and how the stategy is doneto re-Islamize the Christian Community?. This research is an exploratory qualitativehistoricalapproach with the Islamic approach, which views human products (ideas, workand so on) with manhaj Robbani (divine balance). Data collection techniques used in thisresearch includes the study of literature, study documentation, and interviews. Interviewposed to religious leaders, governments, community leaders who know the map of relationsbetween Muslims and Christians in the area. After the data collected the abstraction ismade to draft research results. Cross check remains also performed as a step to strengthenthe credibility of the results, and to enhance the quality of the analysis. The result shows thespecific reasons that make Wonoagung and Tamansatriyan villagers Tortoyudo Malangdistrict (slopes of Mount Semeru) is the presence of the pastor Digdo figure that attractedpublic sympathy. The strategy has been done to re-Islamize the Christian community onthe slopes of Mount Semeru is implement approach and coaching strategy. This strategyinclude increased communication with community members, religious dialogue withChristians, apostates relatives empowerment, inviting apostates in Islamic studies, shelterand guidance apostate children, as well as the provision of compensation and reward. Allstrategies should be implemented based on noble morality in interacting with citizens.Key words: Islam, Christian Community, Mount SemeruKegiatan kristenisasi telah banyak menyebabkan umat islam mengganti agamanya.Mereka umumnya adalah umat yang lemah imannya, terlebih lagi mereka yang tinggal padadaerah minus seperti lereng Gunung Semeru Jawa Timur. Pada awalnya, mereka semuamuslim. Ketika kristenisasi datang, banyak orang yang pindah agama menjadi Kristen. Namunkemudian, ketika sebagian umat Islam melakukan kegiatan dakwah Islam untuk mendakwahkanIslam dan membawa mereka kembali ke Islam, banyak orang yang bersedia untuk bersyahadatkembali. Sebanyak 36 orang dari Desa Wonoagung dan Tamansatriyan menghadiri acara inidan bersedia untuk mengikuti bimbingan yang dilakukan. Fokus penelitian ini difokuskanpada ? Apa sebab spesifik yang menjadikan warga lereng Gunung Semeru mudah masukKristen? dan Bagaimanakah strategi yang dilakukan untuk mengislamkan kembali wargayang sudah murtad?. Penelitian ini bersifat kualitatif-eksploratif dengan pendekatan historis(historical aproach) dengan pendekatan islami, yang memandang produk manusia (pemikiran,karya dan sebagainya) dengan manhaj Robbani (neraca ilahi). Tehnik pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini meliputi telaah literatur, studi dokumentasi, danwawancara. Wawancara diajukan kepada tokoh agama, pemerintah, dan tokoh masyarakatyang mengetahui peta hubungan antara Islam dan Kristen di suatu daerah. Setelah dataterkumpul dibuatlah abstraksi untuk menyusun draft hasil penelitian. Cross check tetap jugadilakukan sebagai langkah memperkuat kredibilitas hasil, dan untuk menyempurnakan kualitasanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebab spesifik yang menjadikan warga DesaWonoagung dan Tamansatriyan Kecamatan Tortoyudo Kabupaten Malang (lereng GunungSemeru) adalah hadirnya tokoh pendeta Digdo yang mampu menarik simpati masyarakat.Sedangkan Strategi yang telah diterapkan untuk mengislamkan kembali warga lereng GunungSemeru adalah menerapkan strategi pendekatan dan pembinaan. Strategi tersebut berupapeningkatan komunikasi dengan anggota masyarakat, dialog keagamaan dengan wargaKristen, pemberdayaan kerabat murtadin, mengundang murtadin dalam kajian-kajiankeislaman, penampungan dan pembinaan anak-anak murtadin, serta pemberian santunandan hadiah. Semua strategi harus dilaksanakan dengan dilandasi akhlaq mulia dalambermuamalah dengan warga.Kata kunci: Islam, Komunitas Kristen, Gunung Semeru
TELAAH TERHADAP PROBLEM PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PADA TAHUN 2013-2014 Aly, Abdullah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.2000

Abstract

In the beginning of 56th anniversary, Universitas Muhammadiyah Surakarta(UMS) still needs to improve and develop the implementation of Tri Dharma PerguruanTinggi (three functions of higher education institutions in Indonesia). To improve anddevelop its functions above, this study aims at exploring more detail in line with thelearning problems conducting in UMS for the academic year of 2013-2014. Based onthe bibliographic-descriptive study through the available documents analysis, the findingof this research shows that the main learning problem in UMS is the lecturers have notapplied the Student Centered Learning (SCL) learning model totally. Most of the lecturersstill apply the learning model based on Teacher Centered Learning (TCL). Few of themwho have applied learning model based on SCL. This main problem may cause threenew next problems of learning in UMS, they are: (1) the learning tends to be behavioristicand not constructive, (2) the learning is more stressing on the pedagogical aspect andnot andragogy, finally; (3) the learning have not involved the students? activenesscomprehensively.Key Words: constructivism; behaviorism; pedagogy and andragogy.Memasuki usianya ke-56, UMS masih harus melakukan perbaikan danpengembangan dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Untuk kepentinganperbaikan dan pengembangan tersebut, studi ini dilakukan dengan tujuan untukmenggali lebih jauh problem-problem pembelajaran yang berlangsung di UMS selamatahun 2013-2014. Berdasarkan studi deskriptif-bibliogratif melalui telaah dokumenyang tersedia, studi ini menemukan problem utama pembelajaran di UMS, yaitu bahwapara dosen belum sepenuhnya menerapkan model pembelajaran berbasis SCL (StudentCentered Learning). Sebagian besar dosen masih menerapkan model pembelajaranberbasis TCL (Teacher Centered Learning). Sebagian kecil dosen UMS lainnya barumulai menerapkan model pembelajaran berbasis SCL. Problem utama tersebutselanjutnya menyebabkan tiga problem turunan dalam pembelajaran di UMS, yaitu:(1) pembelajaran cenderung bersifat behavioristik dan bukan konstruktivistik, (2)pembelajaran lebih menekankan pada aspek pedagogis dan bukan andragogis, dan (3)pembelajaran belum sepenuhnya melibatkan keaktifan para mahasiswa.Kata Kunci: konstruktivisme; behaviorisme; pedagogi andragogi
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KRIYAN JEPARA Rafsanjani, Toni Ardi; Razaq, Muhammad Abdur
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8945

Abstract

This study aims to analyze and describe the internalization of Islamic religious education values on the students? development at Muhammadiyah Elementary School of Kriyan Jepara. This is qualitative research, taking the background of Muhammadiyah Elementary School of Kriyan Jepara. The data collection methods are indept interviews, participant observation and documentation. Data analysis is carried out by descriptive data analysis techniques which included three concurrent activities, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are 1) Internalizing the values of Islamic religious education by planting theory / knowledge is strengthened by the word of Allah SWT and the hadith of the Prophet Muhammad; 2) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out with exemplary stories and wisdom of life; 3) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out by learning religious and public materials that are interconnected through the synergy of the national education curriculum and Kemuhammadiyahan; 4) Internalization of the values of Islamic religious education is carried out through programs of intellectuality, spirituality and humanity. While the form of success is the habit of piety to shape students into progressive students. The students carry out the internalization effort because trusting and adhering to it as a provision brings to mind peace and remembrance. Internalization effort is successfully carried out not because of a hard emphasis on education, but an effort to habituate the values of Islamic religious education that are religious humanists and carried out as often as possible, both in the school environment and at home.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam terhadap perkembangan anak di SD Muhammadiyah Kriyan Jepara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar SD Muhammadiyah Kriyan Jepara. Metode pengumpulan datanya adalah indept interviews, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data diskriptif yang mencakup tiga kegiatan bersamaan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dengan penanaman teori/ ilmu yang dikuatkan dengan firman Allah SWT dan hadis Nabi Muhammad SAW; 2) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan dengan kisah-kisah teladan dan hikmah kehidupan; 3) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan dengan pembelajaran materi agama dan umum yang saling terkoneksi melalui sinergitas kurikulum pendidikan nasional dan Kemuhammadiyahan; 4) Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dilakukan melalui program pembiasaan intelektualitas, spiritualitas dan humanitas. Sedangkan wujud keberhasilannya adalah pembiasaan kesalehan membentuk siswa menjadi pelajar yang berkemajuan. Para siswa melaksanakan upaya internalisasi itu karena memercayai dan menganutnya sebagai bekal membawa pada ketenangan pikir dan zikir. Upaya internalisasi berhasil dilakukan bukan karena penekanan pendidikan yang keras, melainkan usaha pembiasaan nilai-nilai pendidikan agama Islam yang humanis religius dan dilakukan sesering mungkin, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
MODEL PELAKSANAAN METODE MANHAJI DALAM PROGRAM TAFHĪMUL QUR’AN JUZ 1 (SATU) Shobron, Sudarno; Ramadhon, Syahrul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8120

Abstract

A lot of Muslims are increasingly distant from the Holy Quran with various reasons such as busy, can not read even not understand the content of the verse that was read. Muhammadiyah as an Islamic da'wah organization that hathe motto ar ruju 'ilal Quran wa Sunnah (back to the Holy Quran and Sunnah) always try to re-grow the love and pride of Muslims to the Quran, one of the efforts is shown by choosing a method that feels easy for all students from the elderly to the elderly to understand the content of the Holy Qur'an, and the method which chosen by Majlis Tabligh Muhammadiyah was the method of manhaji. The purpose of this research is to know the level of difference understanding of students between before and after following program tafh?m with manhaji method. Beside that, this research also aim to measure effectiveness of manhaji method as a method to understand the meanings contained in the Holy Quran. This research is field research that using mixed method approach. This research took a case study at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Muhammadiyah High School (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) and Muhammadiyah Branch Chief (PCM) Kretek. Data collection techniques in this research consisted of observation, interviews, questionnaire and documentation. The result of this research shows that the implementation of program of tafh?m al Quran with method of manhaji both of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek are done well, there is improvement of ability to understand Holy Quran at student of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek after following program of tafh?m al Quran with method of manhaji. It so happens, the result of effectiveness level of manhaji method in program of tafh?m al Quran at MBS MUHIBA is Very Effective, and at PCM Kretek is Effective.Banyak umat Islam semakin jauh dari al Quran dengan berbagai macam alasan seperti sibuk, tidak bisa membaca bahkan tidak faham dengan kandungan ayat yang dibaca. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam yang memiliki semboyan ar ruju? ilal Quran wa Sunnah (kembali kepada al Quran dan Sunnah) senantiasa berusaha untuk menumbuhkan kembali kecintaan dan kebanggaan umat Islam kepada al Quran. Salah satu usaha tersebut ialah dengan memilih metode yang dirasa tepat untuk memahami al Quran baik bagi para pelajar hingga orang yang berusia lanjut. Metode yang dipilih oleh Muhammadiyah melalui Majlis Tabligh adalah metode manhaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbedaan pemahaman santri antara sebelum dan sesudah mengikuti program tafh?m dengan metode manhaji. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas metode manhaji sebagai metode untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam al Quran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan mixed method atau metode campuran antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil studi kasus di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan metode manhaji dalam program tafh?m al Quran baik di MBS MUHIBA maupun PCM Kretek telah dilaksanakan dengan baik, terjadi peningkatan kemampuan dalam memahami al Quran pada santri MBS MUHIBA dan warga Muhammadiyah Kretek setelah mengikuti program tafh?m al Quran dengan metode manhaji. Adapun tingkat efektivitas metode manhaji dalam program tafh?m al Quran di MBS MUHIBA adalah Sangat Efektif, sedangkan tingkat efektivitas di PCM Kretek adalah Efektif.
HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA: Refleksi Filosofis atas Pemikiran Ian G. Barbour Waston, Waston
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1968

Abstract

This paper investigates Ian G. Barbour?s thoughts on the relationship betweenscience and religion from the perspective of philosophy of knowledge, and observes itsrelevance for the development of Islamic contemporary thought. The research findsthat according to Barbour there are four typologies of the relationship between scienceand religion, namely: (1) Conflict typology, which includes ?Biblical Literalism? and?Scientific Materialism?; (2) Independence typology, which includes ?Contrasting Methods?(including existentialism and neo-orthodoxy) and ?Differing Languages? (i.e.analytic traditions); (3) Dialogue, which contains ?Presuppositions and Limit Questions?,and ?Methodological Parallels?; and (4) Integration, which consists of the three subtypologies?Natural Theology?, ?Theology of Nature?, and ?Systematic Synthesis? (whichis indebted to Whitehead?s process theology). The some opinion comes from Cristianteology, John F. Haught. He finds there are four approachs to study the relation betweenscience and religion, namely: conflict, contras, contact, and confirmation. But Somescholars critize Barbour?s typlogies, among them are Cristian and Islamic teology:Houston Smith and Seyyed Hossein Nasr. Both of the note that Barbour?s integrationhas subordinate theology under science; the theology are modofied for the shake ofscientific invention. For Smith and Nasr, who are the supporters of perennial philoshopy,it is the theology in terms of Tradition that should be the parameter of scientific theories.Key words: Ian Barbour; conflict; dialogue; independence; integration, science-religionrelationship.Makalah ini membahas mengenai pemikiran Ian G. Barbour tentang hubunganantara sains dan agama dari perspektif filsafat ilmu dan bagaimana relevansinya denganperkembangan pemikiran Kristen dan Islam kontemporer. Pembahasan ini menemukan bahwaterdapat empat tipologi hubungan sains dan agama yang dibuat Barbour yaitu: (1) Tipologikonflik, yang melibatkan antara materialisme ilmiah dan literalisme biblical. (2) Tipologiindependen, memisahkan dua tipe itu dalam dua kawasan yang berbeda. Keduanya dapatdibedakan berdasakan masalah yang ditelaah, domain yang dirujuk, dan metode(eksistensialisme dan neo-ortodoksi) yang digunakan dan dua bahasa dan dua fungsinyayang berbeda (tradisi analitik) (3) Tipologi dialog, yang mempertimbangkan pra-anggapandalam upaya ilmiah, atau mengeksplorasi dalam kesejajaran metode antara sains dan agama,(4) Integrasi, yang terdiri dari natural theology, theology of nature, sintesis sistematis (sainsataupun agama memberikan kontribusi pada pengembangan metafisika inklusif seperti telogifilsafat proses Whitehead). Pandangan yang mirip tetapi tak sama dengan Barbour diajukanBarolehJohn F. Haught yang membagi pendekatan ilmu dan agama menjadi: konflik, kontras,kontak, dan konfirmasi. Keempat pandangan ini bisa dilihat sebagai semacam tipologi sepertiyang dibuat Barbour, namun Haught juga melihatnya sebagai semacam perjalanan. Tetapi,terdapat beberapa kritik dari pemikir Kristen dan Islam kontemporer terhadap tipologi yangdibuat oleh Barbour. Diantaranya kritik yang dilakukan oleh Houston Smith dan SeyyedHossein Nasr. Keduanya mengkritik Integrasi Barbour karena di sini teologi tampak sepertiditaklukkan oleh sains; teologi diubah demi mempertimbangkan hasil-hasil pengkajian sain.Bagi Smith dan Nasr yang keduanya pendukung filsafat perenial, yang sebaliknyalah yangseharusnya terjadi: teologi tepatnya Tradisi menjadi tolok ukur teori-teori ilmiah.Kata Kunci: Ian Barbour; konflik; dialog; independen; integrasi; hubungan sain-agama.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 WONOGIRI DAN SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN 2019 Mualim, Rojif; Anshori, Ari; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9956

Abstract

Abstract: A curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of education. The curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of educational activities. The  curriculum 2013 divides attitude competencies into two, namely spiritual attitudes and social attitudes. The purpose of this study is to describe the natural findings regarding the implementation of the curriculum 2013 toward PAI subjects at SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta, as well as the constraints and their carrying capacity. This study used qualitative research methods or field type research (field research), which is a research procedure that produces descriptive data sourced from written or oral words from people and observable behavior directed at the background and individuals as a whole. The subjects of this study were students and teachers of Islamic Religious Education, data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results of this study indicated that the process of implementing the Curriculum 2013 in SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta has been implemented by applying patterns or types determined by the government. However, from the implementation process there are obstacles, including: the distribution of the teacher and student handbooks, both textbooks from subject teacher deliberations (MGMP) and directly from the government, the assessment system were very complicated so that some teachers did not understand the assessment of the Curriculum 2013, some students did not have complete facilities such as laptops. In carrying capacity, students were always given direction on the tasks they have to complete, teachers were enthusiastic in implementing the Curriculum 2013, school programs namely school missions, determining the value of students was not only obtained from test scores but also from values of politeness, religion, practices, attitudes and others, the other teachers?s support excepting PAI subject, complete school facilities such as a comfortable class, LCD, white board, etc. Abstrak: Kurikulum merupakan sebuah wadah yang akan menentukan arah pendidikan. Berhasil dan tidaknya pendidikan, sangat bergantung dengan kurikulum. Kurikulum adalah ujung tombak bagi terlaksanya kegiatan pendidikan. Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan temuan-temuan alamiah perihal implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Wonogiri dan di SMP Negeri 1 Surakarta, serta kendala dan daya dukungnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau berjenis field reseach (penelitian lapangan) yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang bersumber dari kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa dan guru Pendidikan Agama Islam, teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMP Negeri 1 Surakarta sudah dilaksanakan dengan menerapkan pola atau tipe yang ditentukan oleh pemerintah, Akan tetapi dari proses implementasi itu ada kendalanya, antara lain: belum terdistribusinya buku pegangan guru dan siswa dengan baik, baik buku paket dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) maupun langsung dari pemerintah, sistem penilaian sangat rumit sehingga tidak semua guru mengerti dan faham penilaian pada kurikulum 2013, tidak semua siswa memiliki fasilitas yang lengkap seperti laptop. Daya dukung, peserta didik selalu diberi pengarahan terhadap tugas-tugas yang harus mereka selesaikan, guru semangat dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, program sekolah yaitu misi sekolah, penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja tetapi juga didapat dari nilai kesopanan, religi, praktik, sikap dan lain-lain, Dukungan dari semua guru selain guru mapel PAI. Fasilitas Sekolah yang lengkap seperti misalnya kelas yang nyaman, LCD, White Board, dll.
NILAI–NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-ADAB AL-MUFRAD KARYA AL-IMAM ABU ABDILLAH MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-BUKHARI Nurseha, Muchlis; Shobron, Sudarno; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9952

Abstract

Abstract: Character education has become a hot topic discussed by the community and the world of education lately, phenomena that have arisen in the community are the cause of such discussions, including; the spread of liquor and narcotics among adolescents, pornographic photos and videos that can be accessed by anyone without limits so that it has an impact on free sex, corruption cases of some unscrupulous state officials, from the lower levels to the state elite and other criminal cases. This kind of situation causes the Indonesian nation to experience moral degradation and a crisis of character, so it is necessary to look for solutions and solutions. Considering that the majority of Indonesian people are Muslim, al-Adab al-Mufrad is a book written by the expert of al-Imam al-Bukhari's hadith which specifically discusses adab, morals and character, is expected to provide a solution to the character crisis that is in the midst of society. The purpose of this study was to determine the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad and analyze the relevance of the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad with the values of the Ministry of National Education character. This type of research is a library research study that uses a qualitative paradigm with a philological or semantic approach. Research data were analyzed using content analysis methods. The results showed that the Book of al-Adab al-Mufrad by al-Imam al-Bukhari had mentioned all the values of character education contained in the Ministry of National Education, but the values of character education in the book of al-Adab al-Mufrad were more specific in the mention of these values, so they need to be grouped in order to be compatible with the values of the Ministry of National Education character. The character education values in the al-Adab al-Mufrad book are still relevant to the character education values developed by the Ministry of National Education, this is because the character education values developed by the Ministry of National Education have all been mentioned in the al-Adab al-Mufrad book.Abstrak: Pendidikan karakter menjadi tema yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan akhir-akhir ini, fenomena yang muncul di tengah masyarakat menjadi sebab perbincangan tersebut, di antaranya; tersebarnya minuman keras dan narkotika di kalangan remaja, foto dan video porno yang dapat di akses siapa saja tanpa batas sehingga berdampak pada seks bebas, kasus korupsi beberapa oknum pejabat negara, mulai tingkat bawah sampai elit negara dan kasus-kasus kriminal lainnya. Keadaan semacam ini menyebabkan bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan krisis karakter, sehingga perlu dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama islam, kitab al-Adab al-Mufrad merupakan kitab karangan pakar hadis al-Imam al-Bukhari yang khusus membahas seputar adab, akhlak dan karakter, diharapkan memberikan salah satu solusi krisis karakter yang ada di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research yang menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan philologis atau semantik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, Kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Imam al-Bukhari telah menyebutkan semua nilai-nilai pendidikan karakter yang tertuang dalam Kemendiknas, akan tetapi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad lebih spesifik dalam penyebutan nilai-nilai tersebut, sehingga perlu dikelompokkan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter  kemendiknas, karena nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas yang berjumlah delapan belas butir sudah disebutkan semua oleh  al-Imam al-Bukhari  dalam kitab al-Adab al-Mufrad.
تكفير أهل الشهادتين وعلاقتها بقاعدة اليقين لا يزول بالشك والآثار الدينية المترتبة عليهم Syam, Dzulfikar; Rosyadi, Imron; Muinudinillah, M.
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9957

Abstract

Abstract: There is no doubt that the science of qowaid fiqh is a different science from that of aqidah, because the contents of the former are different. Aqidah knowledge discusses matters of iman and ghaib, as for the science of qowaid fiqh is about the case of rules or dhowabit and laws of Shariat. But it is undeniable that there are some principles of fiqh relating to matters of iman, including the laws about takfir (sentencing kaafir). Among the basic principles of fiqh is "Al Yaqinu Laa Ya Zuulu Bi Syak" which means something convincing cannot be lost only by doubt, in which this rule correlates with the matters of iman and takfir, because we have no right to exclude someone convinced of his faith from his iman except if there is convincing evidence. Due to the importance of this discussion, the writer is compelled to investigate this issue titled ?Sentencing kaafir for those saying shahada dan its relation to the rules of al yaqinu la yazulu bi syak and its influence in religious matters.? This research is a type of library research because it refers to the data and sources of knowledge from various books, magazines, journals and articles that are related to the discussion of this paper, both those that are basic (main) and which is tsanawi (additional). Whereas, the type of research method conducted by the writer is descriptive qualitative method. The results obtained by the writer in this paper is that the law of origin for those who say the two sentences of the shahada is that he is still a Muslim, but if he falls in an act of disbelief, it needs to be clarified in advance, if he does so. Because of his denial of the Shari'a of Allah and the conditions of disbelief he had fulfilled, he was therefore unbeliever and caused him to exclude from Islam. Thus, with the authentic arguments, the agreement of the ulama on this case, and the fulfilled conditions in sentencing kaafir, then this shows a convincing case, in addition to that case we punish this by kafir and murtad using the principles of fiqh of "Maa tsabata bi yakiin laa yurtafa illa bi yakiin" which means everything that is established by belief cannot be lost except by belief, and this is a branch of the rule: "Al yakiinu laa yazuulu bi syak", and vice versa. The effect on religion, if he has been convicted of infidels is, among other things, that he could have been sentenced to riddah or killed, among other things, if he dies, the Islamic Shari'a will not be applied to him, including other matters that have been agreed upon by the ulama as a result of their kafir and murtad.  Abstrak: Sesungguhnya ilmu tentang kaidah-kaidah fiqh merupakan ilmu yang berbeda dengan ilmu akidah, karena isi kandungan didalamnya berbeda. Ilmu akidah membahas perkara iman dan perkara yang ghaib, namun ilmu kaidah fiqh membahas kaidah atau dhowabit dan hukum-hukum seputar syariat. Dalam perjalanannya, ada beberapa kaidah fiqh yang memiliki hubungan dengan perkara akidah, diantaranya adalah hukum seputar pengkafiran. Diantara kaidah yang pokok dalam fiqh tersebut adalah "Al Yaqinu Laa Ya Zuulu Bi Syak" yang artinya sesuatu yang meyakinkan tidak dapat hilang hanya dengan keraguan. Kaidah ini memiliki hubungan dengan perkara iman dan takfir, sehingga barang siapa yang yakin dengan imannya, maka tidaklah pantas bagi seseorang untuk mengkafirkan orang lain kecuali adanya bukti yang meyakinkan. Maka dari itu, penelitian ini dapat mengetahui permasalahan pengkafiran terhadap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan kaitannya dengan kaidah fiqh al yaqinu la yazulu bi syak serta pengaruhnya dalam urusan agama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library), karena penelitian ini mengacu pada data-data dan sumber-sumber ilmu dari berbagai buku, majalah, jurnal dan artikel-artikel yang ada hubungannya dengan pembahasan di dalam tulisan ini, baik itu yang sifatnya asasi(pokok) maupun yang sifatnya tsanawi(tambahan). Adapun jenis metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian pustaka yang bersifat kualitatif deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah bahwa hukum asal bagi seseorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat adalah dia masih seorang muslim, adapun jika ia terjatuh dalam perkara kekafiran, maka perlu diperjelas terlebih dahulu, jika ia melakukannya karena pengingkaran terhadap syariat Allah dan telah terpenuhi syarat-syarat pengkafiran atas dirinya maka dengan sebab itu ia kafir dan menyebabkan ia keluar dari islam. Dengan adanya dalil-dalil yang shahih, sepakatnya ulama atas perkara tersebut, terpenuhinya syarat-syarat dalam pengkafiran, dan tidak adanya kontraindikasi, maka perkara ini dihukumi kafir dan murtad dengan menggunakan kaidah fiqh "Maa tsabata bi yakiin laa yurtafa' illa bi yakiin" yang artinya apa yang ditetapkan dengan keyakinan maka ia tidak bisa hilang kecuali dengan adanya keyakinan, dan ini merupakan cabang dari kaidah: "Al yakiinu laa yazuulu bi syak", demikian pula sebaliknya. Adapun pengaruhnya terhadap agama jika ia telah divonis kafir adalah: diantaranya, bisa saja ia mendapatkan hukuman had riddah yaitu dibunuh, diantara yang lain juga adalah jika ia meninggal dunia, maka tidak diberlakukan hak-hal muslim atas dirinya, termasuk juga hal-hal lain yang telah disepakati ulama akan akibat yang ditimbulkan bagi orang yang kafir atau murtad.  ??????: ?? ??? ??????? ??????? ??? ????? ?? ??? ???????? ?? ?? ???????? ?????? ??? ??? ??????? ???? ?????? ??????? ?????????? ??? ??? ??????? ??????? ?? ??? ?? ????? ?????? ??????? ???????? ???? ???? ???????? ??????? ???????? ?? ??????????. ???? ?? ???? ?? ???? ???? ??????? ??????? ?????? ?? ???? ???????? ????? ????? ????? ????????, ??? ??????? ??????? ??????? ?????: (?????? ?? ???? ?????)? ???? ??????? ??? ????? ?????? ????? ????????? ??? ?? ??? ?????? ?????? ??? ??? ??? ?? ????? ??? ??? ????? ????. ??? ??? ????? ??? ???? ??????? ?? ????? ??? ????????? ???????? ?????? ?????? ?? ???? ????? ??????? ??????? ???????? ?????. ???? ????? ???? ???? ?????? ?? ??? ??? ?????? ??? ???????? ?????????? ???????? ?? ????? ???????? ??????? ??? ????? ?????? ?????. ????? ????? ???? ????? ?????? ?? ?????? ???????? ??????????. ???????? ???? ??? ????? ?????? ?? ??? ????? ?? ????? ?? ????? ???? ????????? ??? ????, ???? ??? ?? ????? ???????, ?????: ?? ??? ???? ????? ?????? ????, ????? ???? ??????? ?????? ??????? ???? ??? ???? ?? ?????. ?????? ?????? ??????? ??????? ??????? ??? ????? ?? ?????, ?????? ???? ??????? ??????? ??????? ??? ??? ??????, ?????? ?????? ?? ????? ???????? ????? "?? ??? ????? ?? ????? ??? ?????" ???? ?? ???? ????? "?????? ?? ???? ?????". ???? ?????? ??????? ??? ?? ??? ????, ????: ?? ???? ?? ????? ??????, ???? ??? ?? ????? ?? ???? ????????? ???? ??? ??? ??? ???? ???? ???????.??????? ???????: ?????, ??? ?????????, ?????? ?? ???? ?????
METODE PEMBELAJARAN TAHFĪŻUL QUR’ᾹN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH TAHFĪŻUL QUR’ᾹN AL-MA’SHUM SURAKARTA DAN ISY KARIMA KARANGAYAR JAWA TENGAN Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Muthoifin, Muthoifin; Abdurrohim, Ali
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9953

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtida'iyyah (MI) is an educational institution under a religious ministry that has a special characteristic to deliver learners into a broad-minded generation, proficient in scholarship and noble character. MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar, these two madrasahs have a role in educating the students, the family and the life of the nation by conducting educational programs with the national education curriculum (diknas), the Ministry of Religion (kemenag) and the flagship program of tahfîzul Qur?n. Both institutions are trying to get the maximum target of education, especially in Tahf??ul Qur'?n learning which became the focus of research, this research was conducted to find out what method applied in MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar and how far the effectiveness and efficiency of learning in it. Abstrak: Madrasah Ibtida?iyyah (MI) merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah kementrian agama yang mememiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MI al-Ma?shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelengarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementrian agama (kemenag) dan program ungulan berupa tahfîzul Qur?n. Kedua lembaga ini berupaya mendapatkan target pendidikan yang maksimal terutama dalam pembelajaran Tahf??ul Qur??n yang menjadi fokus penelitian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa saja yang diterapkan di MI al-Ma?shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar dan sejauh mana efektifitas dan efisiensi pembelajaran didalamnya.