cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
ANALISIS PERNIKAHAN USIA DINI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG EKONOMI, SOSIAL DAN RELIGI : STUDI PADA KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Nurhayati, Siti Fatimah; Kurniasasri, Indah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11645

Abstract

This study is entitled "Analysis of Early Age Marriage From an Economic, Social and Religious Perspective: Study in Purwodadi District Grobogan Regency" with the aim of analyzing patterns of early marriage and factors that encourage early marriage. The research data uses primary data with a population of 103 and taken as many as 50 samples. Methods of data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. The analytical tool in this study uses descriptive qualitative analysis. The results showed that there were 2 reasons for early marriage, namely because of their own desires and arranged marriages. There are 3 patterns of early marriage, namely dispensation from the religious court, increasing the age of the KTP and siri marriage, and there are several factors driving the occurrence of early marriage which include economic factors, social factors and religious factors.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pernikahan usia dini dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini. Data penelitian menggunakan data primer dengan populasi sebanyak 103  dan diambil sampel sebanyak 50. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 alasan dalam melakukan pernikahan usia dini yaitu karena keinginan sendiri dan dijodohkan. Terdapat 3 pola pernikahan usia dini yaitu dispensasi dari pengadilan agama, menuakan umur di KTP dan nikah siri, serta ada beberapa faktor pendorong terjadinya pernikahan usia dini yaitu meliputi faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor religi.
STUDI TENTANG KONSEP AKAR KARAKTERISTIK PADA GERAKAN SPESIFIK SHALAT Tristono, Tomi; Rumanah, Zuhrotul
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13083

Abstract

Specific postural gestures at one rak'ah in Muslim prayer (Shalat) include standing, bowing once, and two prostrations. This phenomenon is a full round of movement. This study is aimed to analyze the mathematical concepts, especially based on the root characteristics of a full round (rotation) of one rak'ah of Muslim prayer (Shalat). This study was conducted with a qualitative approach. It was the liberary research. It compared between the specific postural gestures of  Muslim prayer (Shalat) to the round of Thawaf at the Kaaba. This method was used. Then furthermore, the mathematical concepts were analyzed based on their equilibrium points, their characteristic roots, and their orbitals. Muslim prayer (Shalat) is a manifestation of rotation at a single equilibrium point, its characteristic roots are purely imaginary, and it always pass through certain orbitals as long as the parameters do not change. In general, it is said, specific postural gestures at one rak'ah in Muslim prayer (shalat) is the core of the recognition of monotheism to Allah SWT (Al-Ahad) and the faith in Allah SWT as the Unseen (Al-Ghaib).
IMPLICATIONS OF TOLERANCE CHARACTER VALUES IN HOME-STAY ACTIVITIES: A MULTICULTURAL EDUCATION PERSPECTIVE IN ASSALAAM SENIOR HIGH SCHOOL Nurdin, Immawan; Sutama, Sutama
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13073

Abstract

Character education is very important to be implemented in school educational institutions, so that more attention is needed to minimize the emergence of various social diseases, such as damage to morals, morals and ethics. This study aims to determine the impact of home-stay activities on the emergence of tolerant character values in multicultural situations among students of SMA Assalaam Surakarta Indonesia. This researcher used a qualitative method with an ethnographic design. Researcher as an instrument by setting the focus of research to analyze the data obtained inductively. Collecting data through observation, semi-structured interviews with teachers and home stay participants, and documentation. The results showed that home-stay activities educate students to behave tolerantly in multicultural situations and contribute to forming a person who is aware of democratic values. To realize democratic education based on awareness of the values of tolerance built by multicultural social facts. In addition, it is contained in education based on out-door activities such as home-stay, which builds students' personalities with spiritual, intellectual, social, emotional and skills which are summarized in multicltural educational practices. Based on the results of this study, home-stay activities are very effective as a model of multicultural education with values of tolerance as the basis for the realization of democratic education. This home-stay-based multicultural education is an inspiration for environmentally friendly educational practices.
INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS: STUDI PENULISAN SKRIPSI DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Saifudin, Saifudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11650

Abstract

Integrasi ilmu di UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta (UIN Jakarta) adalah mandat utama transformasi perubahan status IAIN menjadi UIN. Pemikiran dan gagasan ini menegaskan bahwa secara filosofis antara (ilmu) agama atau sains tidak ada pertentangan. Keduanya berwatak Islami karena keduanya bersumber dari Allah SWT, baik berupa wahyu maupun alam semesta. Oleh karena itu, sains tidak bebas nilai  dan tidak dikhotimis. Kendati demkian,  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan integrasi ilmu agama dan sains di UIN Jakarta belum terimplmentasi pada regulasi,  metode, petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk teknis (juknis) dengan konsepsi atau narasi yang disampaikan UIN Jakarta. Sebanyak 45 skripsi di bidang sains yang dijadikan sample penelitian ini tidak ditemukan pemikiran atau model integrasi ilmu agama dan sains. Integrasi di UIN Jakarta hanya tampak pada kebijakannya, yaitu para Surat Keputusan Rektor. Masalah pokok yang dikaji dalam penelitian adalah bagaimana model, rupa atau bentuk implementasi integrasi ilmu agama dan sains dalam penulisan karya skripsi di UIN Jakarta.
REAKTUALISASI PENDIDIKAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) SEBAGAI PENGUAT PENDIDIKAN KARAKTER Achmad, Abdul Kholid
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13078

Abstract

Pendidikan Muhammadiyah merupakan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan untuk melahirkan generasi muslim terpelajar, berkarakter, memiliki kekuatan iman dan kepribadian manusia yang dapat menjawab tantang zaman. Sejalan dengan nafas perjuangan gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan tulisan bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tentang reaktualisasi pendidikan al islam dan kemuhammadiyahan (AIK) sebagai penguat pendidikan karakter yang diterapkan di Universitas Muhammadiyah Gresik. Temuan penelitian ini adalah (1) penguatan pendidikan karakter dapat optimal dengan dukungan kebijakan yang dapat memberikan atmosfir positif terhadap civitas akademika khususnya pelaksana kebijakan, (2) kurikulum AIK membuat pemetaan profil lulusan dan learning outcomes agar dapat diketahui secara efektif keberhasilannya serta dilakukan evaluasi hasil (output) dan evaluasi luaran (outcomes), (3) dukungan program terstruktur dan hidden curriculum sebagai bagian dari strategi internalisasi dan institusionalisasi nilai karakter dan penerapannya pada seluruh civitas akademik yang pada akhirnya akan memiliki peranan dalam pembentukan karakter manusia yang siap untuk menjawab tantang zaman. Ketiganya harus dilakukan secara terus menerus (istiqomah) dan menyeluruh dan holistic (kaffah) serta di evaluasi, dikaji dan dikembangkan pada setiap institusi secara terus menerus (continuous improvement).
MODEL PENJAMINAN MUTU KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR DALAM SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE PADA SITUASI WORK FROM HOME (WFH) Astuti, Dwi; Supriyanto, Eko; Muthoifin, Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11655

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model penjaminan mutu terhadap ketercapaian KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama di tengah wabah Covid19 di satuan pendidikan Sekolah Dasar. Situasi yang tidak normal dalam tatanan pembelajaran karena Covid 19 menuntut pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi dasar harus tetap dilakukan, sehingga diperlukan pelaksanaan pembelajaran yang terjamin mutunya dan memenuhi standar kompetensi. Karakteristik mata pelajaran Pendidikan agama yang berdomain utama afektif dan kognitif membutuhkan model penjaminan mutu pembelajaran yang khusus serta disesuaikan dengan karakter siswa di daerah pedesaan dan tingkat Sekolah Dasar (KD). Untuk mencapai tujuan tersebut jenis riset yang ditempuh adalah R D dengan disertai metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir (flow analysis) yang dilengkapi dengan pemodelan yang dikuatkan dengan FGD yang menghadirkan stakeholder. Subyek penelitian dari penelitian ini adalah guru, siswa dan orang tua siswa kelas VI Sekolah Dasar. Sedangkan untuk memperoleh data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan telah ditempuh trianggulasi dengan cara member check agar diperoleh data yang benar benar valid. Model penjaminan mutu ketercapaian KD untuk mata pelajaran pendidikan agama menempuh sistem sajian melalui youtube dan wa group yang diseleksi dalam dua tahapan agar mutu pembelajaran tergaransi. Tiga tahapan tersebut adalah persiapan yang berusaha mengidentifikasi level dan bobot tuntutan dari pernyataan KD serta menemukan standar instrumen standar mutu, kedua pada tahapan dalam pelaksaan pembelajaran berupa seleksi materi pelajaran yang dikontrol dengan bobot KD sehingga materi dalam youtube dikendalikan dengan kriteria harus memiliki dua domain yaitu kognitif dan afektif. Tahapan ketiga yaitu kontrol mutu yang dilakukan dengan pemberian kuis dan tes terkait dengan penguasaan materi sesuai target KD yang ditetapkan. Keseluruhan tahapan selalu dikontrol dengan instrumen standar mutu yang dikeluarkan oleh Kemdikbud khusus Sekolah Dasar. Model penjaminan mutu disesuaikan feasiblitasnya melalui FGD yang diadakan dengan melibatkan stakeholders.
KONSEP UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ichsan, Muchammad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11646

Abstract

Manusia telah menggunakan uang sebagai alat untuk bertransaksi sejak lama sekali. Uang yang digunakan sebagai mata uang resmi sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan diteruskan oleh para Khalifah setelahnya selama berabad-abad lamanya adalah uang dinar emas dan dirham perak. Makalah ini bertujuan untuk membentangkan konsep uang menurut perekonomian Islam. Untuk tujuan tersebut, metode kajian hukum normative dipakai dalam penulisannya. Data diambil dari sumber data primer dan sekunder. Di antara temuan kajian ini ialah bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, uang adalah segala sesuatu yang diterima secara umum dan diterbitkan oleh lembaga keuangan yang berwenang sebagai media pertukaran dan pengukur serta penyimpan nilai. Selain itu, penggunaan uang dinar emas dan dirham perak bukan suatu kewajiban agama, tapi sejarah membuktikan bahwa dua mata uang tersebut sangat stabil dan tidak terkena inflasi sebagaimana uang kertas. Menurut perspektif ekonomi Islam, uang mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung atau pengukur nilai, dan sebagai penyimpan nilai apabila uang terbuat dari emas dan perak. Dalam bidang keuangan, Islam mempunyai banyak ketentuan, antara lain seperti penggunaan uang sebagai alat pengukur nisab dan kadar zakat, mahar, kaffarah, nisab potong tangan bagi pencuri, diyat, dan jizyah
MENIKAH DENGAN KAUM KERABAT DAN PENGARUHNYA BAGI ANAK–ANAK Utami, Oktavia Wahyu
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13084

Abstract

The purpose of writing is to know, describe, analyze and provide knowledge to the public about the consequences of being married to relatives and the influence on their children in the future. The consequences of marrying relatives include the easy transmission of inherited diseases to the resulting children and an increase in the number of inherited diseases among family members. There is a lot of evidence that explains that marriage with relatives can cause deafness, discoloration, mute and many others. In the Al-Qur'an and Hadiths, it has been explained about the recommendation to avoid marriage with relatives. To avoid the transmission of various types of inherited diseases, we should look for a life partner not from close family. Exo Because we as humans should follow the orders of Allah and the Prophet and stay away from the prohibitions, so that we can be safe in the world and the hereafter.
MODEL OF TOLERANCE EDUCATION IN THE TAHFIDZUL QUR'AN AL-KAHFI HIDAYATULLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN SURAKARTA, CENTRAL JAVA, INDONESIA Suryono, Suryono; Sutama, Sutama; Asy'arie, Musa; Fatimah, Meti
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13074

Abstract

This study aims to find out how the tolerance education system has been implemented in the Tahfidzul Qur'an Al Kahfi Hidayatullah Islamic boarding school in Surakarta Indonesia and how the tolerance education method has been applied. The research method used is qualitative. This type of research is a case study in which the research focuses on a particular case to be observed and analyzed thoroughly and thoroughly and the focus of the study is students or students of the Tahfidzul Qur'an Al Kahfi Hidayatullah Islamic boarding school, Surakarta.The data that has been collected and obtained is then analyzed using a structured method. Data collection was carried out by using interview, observation and documentation techniques.We strive to sort, classify and categorize all data that has been collected using guided techniques so that the themes can be identified according to the tolerance education process of the Tahfidzul Qur'an Al Kahfi Hidayatullah Islamic boarding school.The results of this study indicate the tolerance education system in the Tahfidzul Qur'an Al Kahfi Hidayatullah Islamic boarding school that tolerance education is integrated with all subjects, which the curriculum in the cottage is divided into three, namely superior subjects, special subjects and general subjects.Meanwhile, the model for implementing tolerance education includes the placement of boarding schools for students, no permanent placement of students in a hostel, stipulating regulations on the transfer of students every year and through discussion forums and halaqoh.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DARI PERSPEKTIF H.M. RASJIDI Dianna, Danu Nur
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11651

Abstract

This paper aims to study the concept of religious thought and tolerance according to Prof. H.M. Rasjidi which will be a fundamental discussion in the concept of multicultural education. The methodology in this research is a literature study of books by Prof. H.M. Rasjidi who has a discussion about the concepts of religion and tolerance. The primary source book in this study is "Empat Kuliah Agama Islam" and "Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution dalam Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya". Prof. H.M. Rasjidi, provides clear boundaries in the theological aspects of how Muslims have the concept of being able to live with followers of other religions. Muslims can live well together in social and economic aspects, but not in blending religion or equating all religions. According to him, religious pluralism in multiculturalism concept in the sense of equating to all of religion is something that needs to be avoided. Paper ini memiliki tujuan untuk mengkaji pemikiran konsep Agama dan toleransi menurut Prof. H.M. Rasjidi yang akan merupakan pembahasan asasi dalam pendidikan multikultural. Metodologi dalam penelitian ini adalah studi pustaka dari buku-buku karya Prof. H.M. Rasjidi yang memiliki pembahasan mengenai konsep agama dan toleransi. Buku sumber primer dalam penelitian ini adalah buku “Empat Kuliah Agama Islam”; dan “Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution dalam Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”. Prof. H.M. Rasjidi, memberikan batas-batasan yang jelas dalam aspek teologis bagaimana umat Islam bisa hidup bersama penganut agama lain. Umat Islam dapat hidup besama dengan baik dalam aspek sosial dan ekonomi, namun tidak dalam pencapuradukan Agama atau menyamakan semua agama. Menurutnya, pluralisme agama pada konsep multikulturalisme yang dalam artian menyamakan adalah hal yang perlu dihindari.