cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PARADIGMA LIBERAL ARTS DALAM PENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI STUDI KASUS DI ZAYTUNA COLLEGE Saputra, Kurniawan Dwi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11052

Abstract

Amidst the noisy discourse of disruption era, the orientation of education in Indonesia is in a crossed way. On the one hand, by the presidential regulation number 87 on 2017, the government wants indonesian education to foster its character education. On the other hand, the more pragmatic approach to prepare skill-based system of education as the answer to industrial demands is obvious in the more recent government discourse. Based on this background, this qualitative research tries to present liberal arts education paradigm as an alternative way to today?s form of education. By studying relevant literature resources, and by evaluating its practice in Zaytuna College as the case, this research argues that liberal arts education is in line with core principles in Islamic education which views human as holistic creatures with many potentials.Di tengah hingar bingar perbincangan tentang era disrupsi, orientasi pendidikan di Indonesia berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, berdasarkan peraturan presiden nomor 87 tahun 2017, pemerintah menginginkan pendidikan Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter. Di sisi yang lain, pendekatan yang lebih pragmatis untuk mempersiapkan sistem pendidikan yang menjawab kebutuhan dunia industri sangat jelas pada diskursus-diskursus pemerintah yang lebih baru. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian kualitatif ini, mencoba menghadirkan paradigma pendidikan liberal arts sebagai jalan alternatif bagi pola pendidikan hari ini. Melalui studi sumber pustaka yang relevan, serta dengan mengevaluasi praksisnya di Zaytuna College sebagai studi kasus, penelitian ini berargumen bahwa pendidikan liberal arts selaras dengan prinsip-prinsip pokok pendidikan Islam yang memandang manusia sebagai makhluk holistik dengan potensi yang beragam.
MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR‘AN DAUN LONTAR KOLEKSI KIAI ABDURROCHIM (KAJIAN PEMAKAIAN RASM DAN QIRA`AT) Hastuti, Qona?ah Dwi; Hasan, Moh. Abdul Kholiq
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11060

Abstract

Tulisan ini mengkaji manuskrip mushaf Al-Qur?an  daun lontar koleksi Kiai Abdurrochim dari Tarub, Jawa Tengah. Hanya ada satu naskah yang menjadi obyek kajian. Fokus yang akan dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan rasm dan qira`at pada naskah koleksi Kiai Abdurrochim tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa mushaf tersebut dalam penulisan rasm menggunakan kaidah rasm usmani, meskipun ada beberapa kesalahan dalam penulisan namun tidak mempengaruhi tulisan tersebut. Sedangkan pada aspek qira`at mushaf tersebut menggunakan qira`at Imam Ashim riwayat Hafs dalam menyalin teksnya. Meskipun ada beberapa kata dalam lafal-lafal tertentu yang masih merujuk pada qira`at Qalun riwayat Nafi?.This research is analyzing  the manuscript of Al-Qur?an  on palm leaf collected by Kiai Abdurrochim from Tarub, Central Java. There is only one text being the object of the study. It is focused on how to use rasm and qira`at in the manuscript collected by Kiai Abdurrochim. The researchers found that the manuscript used usmani rasm rules in rasm writing, although there were some writing errors but they did not affect the writing. Whereas in the aspect of the qira`at of the manuscripts uses Imam Ashim?s qira`at based on the narration of Hafs in duplicating the text. Even though there are some words in certain pronunciations that still refer to Qalun?s qira`at based on the narration of Nafi?.
PEMBELAJARAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERWAWASAN MODERAT Muchlis, Muchlis
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11053

Abstract

Pada beberapa institusi pendidikan sering tidak disadari telah melahirkan peserta didik / siswa yang memiliki sikap menutup diri dari kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain, kecenderungan kepada pemahaman dan sikap ekstrim. Konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat hadir untuk mengatasi hal tersebut. Sehingga dalam memahami nilai-nilai pokok multikultural mulai dari sikap inklusif terhadap perbedaan-perbedaan, menghormati, demokrasi, toleransi, menghargai hasil karya orang lain, sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam suatu komunitas atau masyarakat yang berbeda latar belakang suku, budaya, bahasa, agama, dan lain-lain, sehingga pada akhirnya siswa diharapkan mampu mempraktekkan sikap-sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah terfokuskan pada tiga hal; yaitu strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, dan strategi pengelolaan pembelajaran.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR Kamaludin, Hamzah; Hidayat, Syamsul; Ali, Mohamad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11061

Abstract

A good case needs to be managed well too if you want to get good results. Likewise with the study of tahfizh of the Qur'an, of course it must be managed properly. Then there must be a management role to manage. If management runs well, the results obtained will be optimal. The purpose of this research is to study the management of Al-Qur'an tahfizh learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and the Nurul Iman Karanganyar Islamic Boarding School, and to study the learning and management planning of Al-Qur'an tahfizh learning related to relationships. This type of research is a qualitative study using descriptive. This research uses the type of field research. Data collection techniques in this study were carried out by observation, interview and documentation. Instead of the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar added planning, organizing, implementing, protecting, and evaluating. Here are some differences, namely: (1) Planning. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta target students memorization 5 juz, 3 juz, and 2 juz per year. The strategy taken to achieve the target is halaqoh while the Nurul Iman Karanganyar Pesantren has a target of memorizing 30 juz and 20 juz for 3 years. There are five strategies implemented, standardization, recitation, ziyadah, juziyah, tasmi ?and muroja'ah. (2) Organizing. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta there is no marhala musyrif while in the Nurul Iman Islamic Boarding School Karanganyar including the marhala musyrifah which is responsible for listening to students one sitting one-time juz as a substitute for juz. (3) Implementation. In the Al-Kahf Islamic Boarding School the stages in learning have not been activated and also in encouraging rote learning the students deposit memorization according to the target without any standard conversion to the next juz, in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar the ways in which learning has been helped also when driving rote learning the students deposit their rote according to the target with the standard juziyah as a condition for moving to the next juz. (4) Evaluation. In the case of the evaluation of learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta, it was discussed at the request of each musyrif because there was no support, whereas in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar in the implementation of learning, assistance, and evaluation, according to the standards set forth in the SOP of learning Tahfiz Al- The Qur'an.Suatu perkara yang baik perlu untuk dikelola dengan baik pula jika ingin mendapatkan hasil yang baik. Begitupun dengan pembelajaran tahfizh Al-Qur?an, tentu harus dikelola dengan baik. Maka harus ada peran manajemen untuk mengaturnya. Jika manajemen berjalan dengan baik, maka hasil yang diperoleh akan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar, serta mengetahui perbedaan dan persamaan manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an antara keduanya. Jenis penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar meliputi perencanaan, pengorganisian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Namun dalam penerapan manajemen tersebut terdapat beberapa perbedaan yaitu:  (1) Perencanaan. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta target hafalan santri 5 juz, 3 juz, dan 2 juz per tahun. Strategi yang ditempuh untuk mencapai target tersebut berupa halaqoh sedangkan Pesantren Nurul Iman Karanganyar memiliki target hafalan 30 juz dan 20 juz selama 3 tahun. Strategi yang dilkukan ada lima tahap, standarisasi, tilawah, ziyadah, juziyah, tasmi? dan muroja?ah. (2) Pengorganisasian. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta tidak ada musyrif marhala sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar terdapat musyrifah marhala yang bertanggungjawab menyimak santri satu juz satu kali duduk sebagai syarat pindah juz. (3) Pelaksaanaan. Di Pesantren Al-Kahfi tahapan-tahapan dalam pembelajaran belum dijalankan dan juga dalam menyetorkan hafalan para santri menyetorkan hafalan sesuai target tanpa ada standar perpindahan ke juz berikutnya, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran sudah dijalankan serta dalam menyetorkan haafalan para santri menyetorkan hafalannya sesuai dengan target dengan ada standar juziyah sebagai syarat untuk pindah ke juz berikutnya. (4) Evaluasi. Dalam hal pelaksanaan evaluasi pembelajaran tahfizh di Pesantren Al-Kahfi Surakarta, penilaian diserahkan kepada masing-masing musyrif karena belum ada strandar penilaian yang jadi pedoman, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar dalam pelaksaan evaluasi pembelajaran, pemberian nilai didasarkan pada standar penilaian yang sudah ditentukan sebelumnya yang tertuang dalam SOP pembelajaran tahfizh Al-Quran.
BERMUHAMMADIYAH MELALUI SPIRITUAL AMAL SALEH FILANTROPI CILIK LAZISMU: LITERATUR FUNGSI BAHASA Marwanto, Marwanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11054

Abstract

Filantropi cilik Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga mengajak untuk terus mengajarkan dan mengetuk hati siswa-siswinya agar mau beribadah sosial dan menyadarkan akan arti pentingnya membantu sesama. Pengambilan segmen cilik dikarenakan segmen anak-anak yang menjadi tujuan. Filantropi Cilik mengambil segmen siswa sekolah Amal Usaha Muhammadiyah yaitu Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara siswa/ siswi, guru, dan pengurus Lazismu Salatiga dengan menggunakan teknik simak dan catat. Sementara data pada penelitian ini berupa hasil wawancara. Fokus penelitian ini pada bagaimana Bermuhammadiyah melalui Spiritual Amal Saleh Filantropi Cilik Lazismu dengan bertumpu pada literatur fungsi bahasa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA DI SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA DAN METODE KARIMAH DI MI NURUL KARIM KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2019/2020 Sugiyanto, Bayu Mufti; Anshori, Ari; Muthoifin, Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11062

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Littaqwa method in learning the Qur'an at SDIT Nur Hidayah Surakarta and the karimah method at MI Nurul Karim Karanganyar and describe the supporting and inhibiting factors. This type of research is field research, with a qualitative approach. The object of research is SDIT Nur Hidayah Surakarta and MI Nurul Karim Karanganyar. Research subjects include the Principal / Madrasa, al-Qur'an learning coordinator, teachers who teach the al-Qur'an and several students. Data collection techniques are done by observation, interview and documentation. Data analysis was performed descriptively qualitative. The results showed that the main target of learning the Koran at SDIT Nur Hidayah was an understanding of the principles of recitation with the target of memorization of at least 2 juz (juz 29 and 30) and memorization of hadith, the learning method used was littaqwa by applying three learning models namely classical with the teacher, independent classical and one-on-one classics. Evaluations are conducted at the end of each meeting and evaluation of volume increases. While in MI Nurul Karim the target of memorization is owned by ± 5 juz graduates (juz 26, 27, 28, 29 and 30), learning using the karma method which has four teaching principles namely talqin, tikrar, tahqiq and tabyin. Evaluation of learning is done in 3 stages, namely the class exam, juziyyah and the peak is the best tahfidz school overall champion test. The implementation of al-qu'an learning has implemented a constructivism approach in choosing learning strategies, as an effort to create a learning process that is appropriate to the character of students.Supporting factors that encourage the implementation of the learning of the Qur?an include the standardization of qualified educators and workshops specifically Tahfidz teachers, innovation and strategies in delivering learning, using teaching aids and student handbooks that are easily understood, having Iad classes specifically for 1 grade of elementary school , has its own distinctive tone or hum. While the obstacles faced include students who are not fluent in reading the Koran, lack of guidance and support from families for children, and there are still children who lack concentration and attention when the learning process takes place.Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi metode littaqwa dalam pembelajaran al-Qur?an di SDIT Nur Hidayah Surakarta dan metode karimah di MI Nurul Karim Karanganyar serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research, dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah SDIT Nur Hidayah Surakarta dan MI Nurul Karim Karanganyar. Subjek penelitian diantaranya yaitu Kepala Sekolah/ Madrasah, koordinator pembelajaran al-Qur?an, para guru yang mengajar pelajaran al-Qur?an dan beberapa siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target utama pembelajaran al-Qur?an di SDIT Nur Hidayah adalah pemahaman tentang kaidah ilmu tajwid dengan target hafalan minimal 2 juz (juz 29 dan 30) dan hafalan hadits, metode pembelajaran yang digunakan adalah littaqwa dengan menerapkan tiga model pembelajaran yaitu klasikal bersama guru, klasikal mandiri dan klasikal satu-satu. Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan dan evaluasi kenaikan jilid. Sedangkan di MI Nurul Karim target hafalan yang dimiliki oleh lulusannya ± 5 juz (juz 26, 27, 28, 29 dan 30), pembelajaran menggunakan metode karimah yang mempunyai empat prinsip pengajaran yaitu talqin, tikrar, tahqiq dan tabyin. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan 3 tahap yaitu ujian kelas, juziyyah dan puncaknya adalah ujian juara umum terbaik tahfidz sekolah. Implemetasi pembelajaran al-qu?an telah menerapkan pendekatan kontruktivisme dalam memilih strategi pembelajaran, sebagai upaya menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Faktor pengdukung yang mendorong implementasi pembelajaran al-Qur?an meliputi standarsasi pendidik yang mumpuni dan workshop terkhusus guru tahfidz, inovasi dan strategi dalam penyampain pembelajaran, menggunakan alat peraga dan buku pegangan siswa yang mudah dipahami, memiliki kelas I?dad terkhusus untuk kelas 1 SD, memiliki nada atau senandung khas tersendiri. Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca al-Qur?an, kurangnya bimbingan dan support dari keluarga terhadap anak, dan masih terdapat anak yang kurang konsentrasi dan perhatian ketika proses pembelajaran berlangsung.
APLIKASI PEMBELAJARAN PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) METODE IBL (INQUIRY BASED LEARNING) BERBASIS ZONE ACTIVITY DI SEKOLAH DASAR LEBAH PUTIH SALATIGA Utomo, Wahyu Budi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11652

Abstract

The purpose of this study is to describe the application of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods implemented at SD Lebah Putih Salatiga. This research is a field research. The method used by researchers in compiling this research is a descriptive qualitative method, with a taxonomic analysis (classification) model based on focus on one domain, and only one characteristic in common. Data collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study are applications of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods applied at SD Lebah Putih Salatiga, namely by making learning classified according to the abilities of each student, such as: the ability to read and write the Koran, the ability memorize short letters and the ability to understand the context of the teachings of the Koran in daily life (according to age level). Classification of abilities in understanding religion is prioritized not just in class level classification, as most schools present Islamic religious education normally. At SD Lebah Putih the learning is called Zone Activity which is a development of Morning Activity. The implementation of zone activity-based PAI learning is carried out with the following steps, such as: designing lesson plans, implementing and evaluating.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menyusun penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan model analisis taksonomi (klasifikasi) yang didasarkan fokus terhadap salah satu domain, dan hanya satu karakteristik yang sama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga, yaitu dengan membuat pembelajarannya terklasifikasikan menurut kemampuannya masing-masing anak didik, seperti: kemampuan baca tulis al-Qur’an, kemampuan menghafal surat-surat pendek serta kemampuan memahami konteks ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (sesuai tingkatan umurnya). Klasifikasi kemampuan dalam pemahaman agama lebih diprioritaskan bukan pada klasifikasi tingkat kelas saja, seperti kebanyakan sekoalah menyajikan pendidikan agama Islam biasanya. Di SD Lebah Putih pembelajaran tersebut dinamakan Zone Activity yang merupakan pengembangan dari Morning Activity. Pelaksanaan dalam pembelajaran PAI berbasis zone activity tersebut dilakukan dengan beberapa langkah berikut, seperti: perancangan RPP, pelaksanaan dan evaluasi.
PREMARITAL OF PRIVATE EDUCATION IN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) SEMARANG DISTRICT Mulyoko, Amat
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11643

Abstract

Guidance of adolescent before marriage is carried out by Islamic Religious Instructor, Head and KUA Head. Islamic religious leaders guide mosque adolescents, prayer rooms and teaching assembly through routine or weekly teaching activities. The headman and head of the KUA carry out coaching for the bride and groom before the marriage ceremony. The lack of funds received by the KUA resulted in the implementation of the bride and groom course which caused the implementation to be not carried out to all prospective brides and responded by the KUA of Semarang regency through the private coaching of the bride and groom who wanted to carry out the wedding. This research is a qualitative analytic research and is a type of field research. Primary data sources, namely data obtained from interviews with the Office of the Ministry of Religion in Semarang, KUA in all districts of Semarang, and participants in premarital sex education, and secondary data in the form of books on marriage. Data collection methods are done by interview, documentation, and observation.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: STUDI HIDDEN CURRICULUM DI PONPES NURUL HUDA SRAGEN Afiah, Siti; Asy'arie, Musa; Aryani, Sekar Ayu
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal dipraktekkan sebagai sarana pendidikan Islam, bagaimana hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri serta berperan dalam penguatan karakter multikultural. Menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan fokus  holistik yaitu place, actor dan activity. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sumber data sesuai  purpossive sampling adalah semua unsur personalia yang terlibat dalam kegiatan  pondok pesantren. Hasil penelitian diantaranya (1) kearifan lokal sebagai sarana pendidikan Islam dipraktekkan dengan menyampaikan nilai-nilai Islam melalui kegiatan budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit, filsafat Jawa dalam kemasan bahasa yang sederhana, arsitektur masjid model Jawa yang mengutamakan keterbukaan dan kebersamaan serta upaya pelestarian budaya tradisional yang berakar pada rasa syukur kepada Tuhan. (2) Hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri  melalui wejangan dan tausiah pimpinan pondok. (3) Peranan hidden curriculum dalam penguatan karakter multikultural terlihat dari softskill santri yang menunjukkan kemampuan membangun sikap toleransi, kebersamaan dan kesetaraan.
ANALISIS IBDAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF ABU HAYYAN AL-ANDALUSIA AN-NAYSABURI DAN AN-NASAFI (Studi Komparasi Atas Penafsiran Q.S. At-Taubah: 33, Q.S. Al-Fath: 28, Dan Q.S. As-Saf: 9) Sholihah, ‘Amilatu; Hasan, Moh. Abdul Kholiq
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13080

Abstract

This study discusses about the substitutions (ibdal) contained in the Qur’an, especially in Q.S at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9 which discusses the message of the Prophet. Ibdal is similiar editions verses in action but have little difference in letters, words or sentences. There are three interpreting works that will be used as objects in this study, namely the interpretation of the work of Abu Hayyan, an-Naysaburi and an-Nasafi. Based on ibdal above, there are several questions related to the application of ibdal on the interpretation of the three verses above, namely: 1. How is ibdal in the Qur'an? 2. How is the interpretation of Abu Hayyan al-Andalusia, an-Naysaburi, and an-Nasafi to ibdal Q.S at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9 and what is the function of ibdal in these verses? This research is a type of library research, using a qualitative approach that is descriptive-analytical, namely by describing the history of ibdal in the Qur'an, ibdal, ibdal types and examples. Explain the interpretation of Abu Hayyan al-Andalusia, an-Naysaburi, and an-Nasafi to ibdal on QS at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9. The results of this study indicate: 1. Ibdal in the Qur'an is the verses of the Qur'an which have similarities and have little difference in terms of letters, words or sentences. There are at least three types, namely: ibdal of single and plural pronoun, ibdal ثم with ف, and ibdal in the sentence. 2. The third interpretation of the commentators on polytheists in Q.S at-Taubah (9): 33 and Q.S as-Saf (61): 9 are those who have characteristics including: worshiping other than Allah Swt (Quraysh, Jews and Christians), having a dirty soul, and hating the emergence of Islam from the begining. Then in Q.S al-Fath (48): 28 which means "Allah is sufficient as a witness" interpreted that what Allah SWT promised will surely happen and the religion of Islam will surely be prosperous compared to other religions. Ibdal function to Q.S at-Taubah (9): 33, and Q.S as-Saf (61): 9, shows: 1) the miracle of the chronology of the descent of the verse. 2) it is as evidence that the Qur'an has come down gradually with different contexts and chronologies.