cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PERAN PENDIDIKAN DASAR ISLAM DI SURAKARTA DALAM MEMBANGUN PERADABAN UMAT: PERSPEKTIF MASYARAKAT MADANI M. Abdul Fattah Santoso
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1967

Abstract

In the last decade, grew many Islamic integrated elementary schools inSurakarta, supported by civil society organizations. Through an ethnographic research,it is found that transformations have been applied in five sample schools in their system,institution and values. The transformation in their system and institution begins withvision and mission being oriented toward producing excellence of alumni and benefit ofIslamic preaching those influence integrated curriculum development, interesting modelof learning, comprehensive evaluation, and professional management. Moreover, thetransformation in their values appears in promoting Islamic identity through theiricons: “internalization of Islam”, “spiritualization of education”, “Islamization ofscience”, “shariah curriculum”, and “salafi method”.Key words: transformation; vision and mission; integrated curriculum; Islamic identity icon.Dalam dekade terakhir, tumbuh banyak sekolah dasar Islam terpadu diSurakarta, yang didukung oleh organisasi masyarakat sipil. Melalui penelitian etnografi,ditemukan bahwa telah terjadi transformasi institusi dan nilai-nilai dalam lima sekolahyang dijadikan sampel. Transformasi dalam sistem dan institusi dimulai dengan visidan misi yang berorientasi untuk menghasilkan alumni unggul dan sekaligusmengembangkan dakwah Islam yang terintegrasi pengembangan kurikulum, modelpembelajaran yang menarik, evaluasi yang komprehensif, dan manajemen profesional.Selain itu, transformasi nilai mereka muncul dalam mempromosikan identitas Islammelalui ikon mereka: “internalisasi Islam”, “spiritualisasi pendidikan”, “Islamisasiilmu”, “kurikulum syariah”, dan “metode salafi”.Kata kunci: transformasi; visi dan misi; kurikulum terpadu; identitas Islam
THE COMPONENT CHARACTERISTICS OF A FAVORITE TEACHER IN THE ERA OF INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 (Study in verses 129 and 151 of Surah al-Baqarah) مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية الرابعة (دراسة من خلال آيتي 129 و 151 من سورة البقرة) Moh. Abdul Kholiq Hasan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16794

Abstract

This research aims to investigate the components of chosen teachers’ characteristics in the industrial revolution era 4.0 based on the cue of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah. It employed library research method with descriptive qualitative approach. Content analysis theory was used to analyze the texts of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah and related commentaries with the contextualization approach of the Qur'an. The results indicate that the components of  chosen teachers’ characteristics in the industrial revolution era 4.0 fit with the cue of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah as follows: (1) Having extensive reading and consistent with al-Quran and science and technology related to industry 4.0, (2) Teaching al-Quran and writing, including electronic writing, (3) Teaching wisdom in the form of expertise in interacting with the development of industrial technology 4.0, (4) Purifying the soul from all badness including paying attention to practical ethics with industrial technology 4.0, (5) Continue to increase knowledge of industrial technology 4.0.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompenen karakter guru pilihan di era revolusi indrustri 4.0 sesuai isyarat ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah. Menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan deskreptif kualitatif. Teori konten analisis digunakan untuk menganalisis teks ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah dan karya tafsir terkait dengan pendekatan kontentualisasi al-Qur`an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen karakter guru pilihan di era revolusi indrustri 4.0 sesuai isyarat ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah adalah (1). Memiliki bacaan yang luas dan konsisten terhadap al-Quran dan ilmu teknologi terkait industri 4.0 (2). Mengajarkan al-Qur`an dan penulisan, termasuk penulisan elektronik (3). Mengajarkan hikmah berupa keahlian dalam berinteraksi dengan perkembangan teknologi indrustri 4.0 (4). Membersihkan jiwa dari segala keburukan termasuk memperhatikan etika praktik dengan teknologi indrutri 4.0. (5) Terus menambah pengetahuan teknologi industri 4.0.ملخص: تهدف الدراسة معرفة مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية  4.0 من خلال دراسة آيتي 129 و 151 من سورة البقرة. تعتمد هذه الدراسة منهج البحث المكتبي الوصفي التحليلي بتحليل آراء المفسرين واستنباطاتهم تجاه آيتي  129و 151 من سورة البقرة، بطريقة تحليل المحتوي أو ما يسمى بــ (content analysis)، مع إظهار فهم سياق الآيات للواقع والحياة الإنسانية. وقد أظهرت نتائج الدراسة،  أن مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية 4.0 كما أشارت إليها آيتا 129و 151 من سورة البقرة، هي: (1) التلاوة الواسعة والمستمرة سواء كان المتلو هو القرآن أوغيره من العلوم التطبيقية و التقنية الحديثة.  (2) تعليم الكتاب والكتابة، لتشمل معنى الكتابة، الكتابة الإلكترونية (3) تعليم الحكمة وهي الملكة في التعامل مع التقنية الرقمية التي هي من سمة عصر الثورة الصناعية 4.0 (4). تزكية النفوس و الاهتمام بالممارسة الاخلاقية (Ethical Practice) في التعامل مع التطور التكنولوجي في عصر الثورة الصناعية 4.0. (5) الاستزادة المستمرة من العلوم التقنية المبتكرة في عصر الثورة الصناعية الرابعة (4.0)
STUDI DESKRIPTIF KINERJA DOSEN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Abdullah Aly
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2101

Abstract

Entering the age of 56, UMS still need to make improvements and development inthe learning process. For the sake of improvement and development, this study was conductedin order to map the performance of UMS lecturer in lesson plan, in the implementation oflearning and in the evaluation of learning outcomes. Based on non-experimental descriptivestudy of the survey form, by questionnaire, review of documents, and FGD, the study foundthree important findings. First, UMS lecturer has a good performance in lesson planning. Second,UMS lecturer’s performance in the implementation of the learning process has not beenentirely good, because they are not using a variety of learning methods. Third, UMS lecturer’sperformance in the evaluation of learning outcomes is quite good. By the three findings abovecan be said that the performance of UMS lecturer in the learning process nearly meet the liabilitycomponent required by Law on Teachers and Lecturers in 2005 and has been referred tothe PP 19 on National Education Standards (NES) in 2005.Keywords: Lecturer’s Performance; Law on Teachers and Lecturers; the National Standards;Student Centered Learning (SCL).Abstrak: Memasuki usianya ke-56, UMS masih harus melakukan perbaikan dan pengembangandalam proses pembelajaran. Untuk kepentingan perbaikan dan pengembangan tersebut,studi ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan kinerja dosen UMS dalam prencanaanpembelajaran, kinerja dosen UMS dalam pelaksanaan pembelajaraan, dan kinerja dosen UMSdalam evaluasi hasil pembelajaran. Berdasarkan studi deskriptif non-eksperimental berbentuksurvei, dengan metode angket, telaah dokumen, dan FGD, studi ini menemukan tiga temuanpenting. Pertama, dosen UMS memiliki kinerja yang baik dalam perencanaan pembelajaran.Kedua, kinerja dosen UMS dalam pelaksanaan proses pembelajaran belum sepenuhnya baik,karena belum menggunakan metode pembelajaran yang beragam. Ketiga, kinerja dosen UMSdalam evaluasi hasil pembelajaran cukup baik. Dengan tiga temuan di atas dapat dikatakanbahwa kinerja dosen UMS dalam proses pembelajaran selama ini hampir memenuhi komponenkewajiban yang diminta oleh UU Guru dan Dosen Tahun 2005 dan telah mengacukepada PP No. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2005.Kata kunci: Kinerja Dosen; UU Guru dan Dosen; Standar Nasional Pendidikan; StudentCentered Learning (SCL).
STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEDIA POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS DAN SD MUHAMMADIYAH PK BAYAT Sigit Trihariyanto; Eko Supriyanto; Muthoifin Muthoifin; Zahrotul 'Uyun
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11653

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap, menganalisis dan menjelaskan strategi pembelajaran dan pemanfaatan media powerpoint yang diterapkan guru pendidikan agama Islam dalam menyampaikan materi pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun sumber data dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat telah menerapkan kurikulum 2013. Sehingga guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Di antara peranan guru yang ditunjukkan di kedua sekolah tersebut adalah guru sebagai perencana, pengelola, pelaksana dan evaluator. Selain itu, guru juga berperan sebagai pentransfer ilmu, pembina akhlak mulia, mediator dan fasilitator. Dalam penerapan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan media powerpoint di kedua sekolah tersebut mampu memberikan motivasi dan meningkatkan semangat belajar peserta didik serta prestasi belajarnya. Dalam pemanfaatan strategi tersebut mampu menjadikan proses pembelajaran semakin lebih menarik, efektif, efisien dan dapat membantu dalam pengkondisian peserta didik dalam proses pembelajaran serta menambah rasa percaya diri bagi guru pendidikan agama Islam. Adapun untuk materi yang disampaikan dengan memanfaatkan strategi ini, maka lebih mudah dipahami dan penyimpanan filenya lebih praktis.  Faktor pendukung  dalam penerapan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan media powerpoint di Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Khusus Bayat adalah kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer, ketersediaan sumber media, sarana dan prasarana berbasis komputer di sekolah, dukungan dari kepala sekolah, dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif serta budaya saling tolong menolong yang terbangun cukup kuat. Adapun untuk faktor penghambatnya adalah kurang terbiasanya guru dalam menggunakan media powerpoint dalam proses pembelajaran, waktu persiapan yang masih terbatas, dan jumlah sarana dan prasarana berbasis komputer yang masih terbatas juga.
STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER MUKMIN DI M. TON/M. PLAI SEKOLAH ISLAM SARTMULNITI PHATTALUNG THAILAND Mr. Anat Maisu
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7427

Abstract

The strategies used for mu’min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018. The purpose of this research is to describe the implementation of mu’min character education, describes the methods used for mu’min character education, and to find the supporting factors and the thwarting factors faced within the process of implementing mu’min charcter education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018. This research is a qualitative research based on a field research study with ethnographic approach. The location of that research is high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand. Technique of collecting data in that research is based on interviews, observation, and documentation. Analysis is done on that research by collecting data, reduction of data, displaying data, and conclusion. The results of this research regarding the implementation of mu’min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018 can be explained as follows: takwa, mahabbatullah, muraqabah, ikhlas, tawakkal, shukur, taubat, loving and glorifying the prophet SAW, following and obeying the prophet SAW, saying shalawat and salam to the prohet SAW, Birrulwalidain, obeying leaders, visiting people, hospitability, having good relations with neighbors, and islam brothers and sisters, to be just and fair, to follow the amar ma’ruf nahi munkar rules, shiddiq, amanah, istiqamah, tawadhu, shy, patient, forgiving, generous, and to make use of the nature according to your needs and still work on preserving it. The method used in mu’min character education in high school of Islamsart foundation school located at Phattalung province in Thailand in the academic year 2017/2018 is as follows: giving commands and prohibitions, holding dialogues, targhib wa tarhib, stories, habituation, and setting some exemplary models. Supporting factors are: the role of sheikh and the headmaster, curriculum, school atmosphere, and school surroundings. The thwarting factors are: the big number of students and the quality of students' understanding of Islam.Strategi pendidikan karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung, Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mendeskripsikan implementasi karakter mukmin, dan mendeskripsikan metode yang digunakan dalam mendidik karakter mukmin, serta menemukan faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islam sartmulniti provinsi Phattalung, Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian di M. ton/M. plai sekolah Islam sartmulniti provinsi Phattalung, Thailand. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang karakter mukmin yang diimplementasikan di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung Thailand  pada tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut: takwa, mahabbatullah, muraqabah,  ikhlas, tawakkal, syukur, taubat, mencintai dan memuliakan Rasulullah Saw, mengikuti dan menaati Rasulullah Saw, mengucapkan shalawat dan salam untuk Rasulullah Saw, Birrulwalidain, Menaati pemimpin, Bertamu,  Menerima tamu, hubungan baik dengan tetangga, ukhuwah islamiyah, adil, amar makruf nahi munkar, shiddiq, amanah, istiqamah, tawadhu, malu, sabar, pemaaf, pemurah, memanfaatkan alam sesuai kebutuhan dan menjaga lingkungan. Metode yang digunakan dalam mendidik karakter mukmin di M. ton/M. plai sekolah Islamsartmulniti provinsi Phattalung Thailand pada tahun pelajaran 2017/2018 adalah sebagai berikut: perintah dan larangan, dialog, targhib wa tarhib, kisah, pembiasaan, dan keteladanan. Faktor pendukung adalah: peran kiyai dan kepala sekolah, kurikulum, lingkungan sekolah, dan lingkungan sekitar sekolah. Faktor penghambat adalah: jumlah siswa yang begitu  banyak, dan kualitas pemahaman Islam para siswa.
METODE I‘RĀB AL-QUR’AN DAN KONVENSIONAL SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BAGI NON ARAB DI PONPES AL MADINAH BOYOLALI Syamsul Hidayat; Amien Ashiddiqi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8119

Abstract

This study aims to obtain related information about (1) Exploring and knowing Arabic learning models for non-Arabs, (2) Knowing the differences between the i'rāb al-Qur'an (IQ) method and the conventional method (MK) for non-Arab speakers, (3) Knowing and describing the level of effectiveness of Arabic learning for non-Arabs using the i'rāb al-Qur'an (IQ) method and the conventional method (MK) in Islamic boarding schools. This research includes qualitative research at Al Madinah Islamic Boarding School Class XI MA Nogosari Boyolali Year 2017. The research subjects are the principal, teachers and students. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique carried out in this study is to analyze interactive model data by interacting between data collection, data reduction, data presentation and data verification. Research results: (1) Arabic Language Learning Model of Madrasah Aliyah Al Madinah Boyolali 2017/2018. The basic method used by the cleric is the bandongan method, which is a collective method (halaqoh) which is conveyed by the translation model in which the cleric reads the Arabic-language book, then translates and explains the rules and wisdom contained in it, while the students listen to the study delivered by the cleric. Learning uses the method of translation rules, delivery with lecturer, question-answer and talaqqi (sorogan). (2) The difference between the IQ method and the conventional method that the IQ method is applied in the boarding school environment in naḥwu-ṣaraf, balāgah learning, and some in muṭāla‘ah lessons. The IQ method is more inviting students to interact directly with the al-Qur'an and Hadith. The IQ method is broader in discussion, while conventional methods are limited to the curriculum. (3) The level of effectiveness of learning Arabic for non-Arabs with the IQ method and conventional methods in Islamic boarding schools that conventional methods are less satisfying for balāgah and muṭāla‘ah lessons, if there is no combination of strategies.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait tentang (1) Mengeksplorasi dan mengetahui model pembelajaran bahasa Arab bagi non-Arab, (2) Mengetahui perbedaan antara metode i‘rāb al-Qur’an (IQ) dengan metode konvensional (MK) bagi penutur non-Arab, (3) Mengetahui dan mendeskripsikan tingkat efektifitas pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab dengan metode IQ dan MK di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif di Pondok Pesantren Al Madinah Kelas XI MA Nogosari Boyolali Tahun 2017. Subjek penelitian dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik analisis data model interaktif dengan menginteraksikan antara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian: (1) Model Pembelajaran Bahasa Arab Madrasah Aliyah Al Madinah Boyolali Tahun 2017/2018. Metode yang digunakan para ustadz adalah metode talaqqi (sorogan-bandongan) yaitu metode kolektif (halaqoh) penyampaiannya dengan model kaidah-terjemah yang mana ustadz membaca kitab berbahasa Arab, lalu menerjemahkan dan menjelaskan kaidah-kaidah dan hikmah yang terkandung di dalamnya, sementara para santri menyimak kajian yang disampaikan ustadz. Pembelajaran menggunakan metode kaidah-terjemah, penyampaian dengan lecturer (ceramah), dan tanya-jawab. (2) Perbedaan antara metode i‛rāb al-Qur’an dengan metode konvensional bahwa metode IQ diterapkan di lingkungan pondok pesantren dalam pembelajaran naḥwu-ṣaraf, balāgah, dan beberapa di pelajaran muṭāla‘ah. Metode IQ lebih mengajak siswa berinteraksi secara langsung kepada al-Qur’an maupun Hadits. Metode IQ lebih mudah diingat siswa dan lebih luas pembahasannya, adapun MK terbatas dengan kitab kurikulum pegangan. (3) Tingkat efektifitas pembelajaran bahasa Arab untuk non-Arab dengan metode IQ dan MK di lingkungan pondok pesantren bahwa metode konvensional kurang memuaskan untuk pelajaran balāgah dan muṭāla‘ah, jika tidak ada kombinasi strategi.
NILAI–NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL QUR’AN SURAT ALI IMRAN AYAT 159-160 Armin Nurhartanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i2.1851

Abstract

The background of this research is the phenomenon of teenagers’ moral degenerate which the writer found. Considering the importance of al Qur’an for all people, it is important to implement its values as a concern especially for muslim, so the moral values in al Qur’an can be taught to the people in a good way. From this state, the writer is interested in exploring deeper about moral values in al Qur’an surah Ali Imran 159 – 160. The goals of the research are ; 1) to know the moral values in al Qur’an Surah Ali Imran 159 – 160, 2) to know how the concept of moral value in those verses, 3) to know the implication of those verses for Islamic Education in school. The research is a library research. Primier data source is al Qur’an Surah Ali Imran 159 – 160. The second data sources are book, articles or works about moral values and the implementation of moral values, considered to be true, both in sentences or content. Approaches which are used are didactic – psychology and thematic combined with qualitative analysis and are reprocessed by using deductive, inductive and comparative analysis. The result of the research show that ; 1) moral values reflected in Surah Ali Imran 159 – 160 are graceful, forgiving, solving problem by discussing it with the people, believing in Allah and believing in Allah’s help. 2) in the concept of moral education, the way Rasulullah lead his companions, he prioritizes the graceful, dissscussion, although he holds the highest authotiry. The other moral values is believing in Allah. 3) the implication of the concept of moral education according to al Qur’an Surah Ali Imran 159-160 is the concept of moral-oriented teaching.  The recommendation of this research is how the school as an education institution is able to raise moral values reflected in al Qur’an Surah Ali Imran 159-160 to the student, so they can take the lesson from the prophet’s daily life.Keywords: moral; values; implication to education.
PERSPEKTIF ISLAM TENTANG TEORI KONEKSIONISME DALAM PEMBELAJARAN Saifudin Saifudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16696

Abstract

Faktor penting keberhasilan belajar seseorang adalah metode belajarnya. Untuk kepentingan tersebut para ahli dan ilmuan mengembangkan pelbagai konsep, bentuk dan model metode belajar. Dalam pelbagai literatur disebutkan bahwa metode-metode belajar yang dikembangkan adalah sebagai berikut, yaitu: Psikologi Klasik, Psikologi Daya, Mental State, Behaviorisme, Koneksionisme, Psikologi Gelstalt, dan Psikologi Filed Theory. Dari tujuh metode tersebut, teori atau metode belajar koneksionisme banyak dikaji dan diaplikasikan oleh orang tua, guru/dosen sebagai pendidik anak-anak didiknya serta masyarakat pada umumnya. Secara empiris, konsep belajar koneksionisme banyak dipraktekkan pada semua tingkat pendidikan, baik pada level pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.  Konsep atau teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike (1874-1949). Sebagai pakar psikologi Pendidikan, Thonndike dalam mengembangkan teorinya melakukan pelbagai macam ekspirimen yang mengkombinasikan kajian psikologi dan biologi. Oleh karena itu secara epistemologis, teori dan hasil kajiannya sarat dengan metode-metode ilmiah khas Barat. Kendati demikian, teori belajar koneksionisme tersebut telah banyak dipraktekkan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Agar para orang tua dan guru/dosen tidak terjebak pada koneksionisme an sich, diperlukan kajian kritis atas teori tersebut dalam perspektif Islam. Masalah pokok yang dikaji dalam penelitian adalah apa dan bagaimana konsep/teori koneksionisme dikembangkan dalam pembelajaran dan bagaimana pandangan Islam atas teori tersebut. 
IMPLEMENTASI PERPADUAN KURIKULUM TAHFIDZUL QUR’AN DAN KURIKULUM FORMAL PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU IBNU ABBAS KLATEN JAWA TENGAH TAHUN 2018 Imam Muqoyyadi; Ari Anshori; Sabar Narimo
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9951

Abstract

Abstrak: Peranan kreatif perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat peranan kreatif menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi perpaduan kurikulum Tahfidzul Qur’an dan kurikulum formal pada Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten Tahun 2018 dan mendeskripsikan kendala dalam implementasi perpaduan kurikulum Tahfidzul Qur’an dan kurikulum formal pada Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten Tahun 2018. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian diskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah MudirMa’had, Wakil Mudir Ma’had, Asatidz dan siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ibnu Abbas Klaten. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisisdata dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu pengumpulan data sekaligus reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAIT Ibnu Abbas Klaten dalam mengimplementasikan perpaduan kurikulum tahfidzul qur’an dan kurikulum formal dilakukan dengan mengintegralkan beberapa kurikulum, yaitu Kurikulum Nasional, Kurikulum Kementrian Agama, serta Kurikulum istimewa yang merupakan kurikulum yang disusun oleh pengelola dengan dipadukan secara sistematis yang disajikan dalam program boarding school plus tahfidzul qur’an. Kendala dalam implementasi kurikulum adalah padatnya aktivitas siswa, perbedaan kemampuan hafalan siswa, sehingga dibutuhkan waktu belajar yang efektif dan bimbingan yang intensif. Abstract: The creative role of the development of science and other aspects always occur every time the creative role emphasizes that the curriculum must be able to develop something new in accordance with the developments that occur and the needs of society in the present and future. The purpose of this study is to describe the implementation of a combination of the Tahfidzul Qur'an curriculum and formal curriculum at Ibnu Abbas Klaten High School in 2018 and describe the obstacles in implementing a combination of the Tahfidzul Qur'an curriculum and formal curriculum at Ibnu Abbas Klaten High School in 2018. This research classified as qualitative descriptive research. Informants in this study were Mudir Ma'ad, Deputy Mudir Ma'had, Asatidz and Ibn Abbas Klaten High School students. Data collection methods are observation, interviews and documentation. Data analysis in this study used qualitative descriptive analysis consisting of three activities, namely data collection as well as data reduction, data presentation and conclusions or verification. The results of the study show that SMAIT Ibnu Abbas Klaten in implementing a combination of the Tahfidzul Qur'an and formal curriculum is done by integrating several curricula, namely the National Curriculum, the Ministry of Religion Curriculum, and the Special Curriculum which is a curriculum compiled by the manager with systematically integrated in boarding school program plus tahfidzul qur'an. Constraints in the implementation of the curriculum are the density of student activity, differences in rote learning abilities, so that it requires effective learning time and intensive guidance. 
PEREMPUAN DALAM KELUARGA MENURUT KONSEP ISLAM DAN BARAT Warsito Warsito
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2014

Abstract

Islam as ideology is agent of change. When it came to the Arabic people, theconditions of women were so pity. They never got their rights of human being but sometribes killed the daughter baby. After it came to the world, women got their duties, theywere allowed to make transaction and their right life is saved. Islam is a religion whichrules all field of human being life side. It rules the roles of man and woman and theirduties. Not only ruling the roles and duties but also the way how to practice the religion.Nowadays, feminists make confrontation ideas. They said that Islam is injustice religion.They said that women are better to pray at home and men pray at the mosques. Theydisagree that leader is only for men but they see that it is also women’s right. Theyargued that women today are so different from the past. The feminists’ idea that supportsme to conduct the study. The aims of this study is to compare the Islamic teaching andfeminists’ teaching by using Maqasid Syari’ah. The result of the study is, Islamicteachings are appropriate rules for human being but feminists’ teaching damage thesocial norms and women’s right.Key words: women, family, Islam, westSebagai sebuah ideologi, Islam merupakan agen perubahan. Ketika Islamdatang kepada orang-orang Arab, kondisi perempuan sungguh mengenaskan.Kaumperempuan tidak pernah mendapat hak-hak mereka sebagai manusia, bahkan beberapasuku membunuh bayi perempuan yang baru lahir. Dalam perkembangannya, wanitapunya tugas-tugas dan diizinkan untuk berperan dalam masyarakat serta memperolehhak-haknya. Islam adalah agama yang mengatur semua bidang kehidupan manusia.Termasuk dalam mengatur peran dan tugas-tugas kaum laki-laki dan perempuan. Tidakhanya mengatur peran dan tugas tetapi juga bagaimana cara mempraktekkan ajaranagama dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, feminis mengusung ide-ide yangbertentangan dengan Islam, antara lainmereka mengatakan bahwa Islam adalah agamayang mengajarkan ketidakadilan, Islam membedakankesempatan wanita lebih baik untukberibadah di rumah dan laki-laki beribadah di masjid-masjid. Makalah ini berusahamembandingkan ajaran Islam dan ajaran feminis dalam masalah peran perempuandalam keluarga dengan menggunakan Maqasid Syari’ah. Hasil dari penelitian ini adalah,ajaran Islam adalah aturan yang sesuai untuk manusia tetapi ajaran feminiscenderungmengabaikan norma-norma sosial dan hak perempuan.Kata kunci: perempuan, keluarga, Islam, barat