cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
REAKTUALISASI PENDIDIKAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) SEBAGAI PENGUAT PENDIDIKAN KARAKTER Abdul Kholid Achmad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13078

Abstract

Pendidikan Muhammadiyah merupakan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan untuk melahirkan generasi muslim terpelajar, berkarakter, memiliki kekuatan iman dan kepribadian manusia yang dapat menjawab tantang zaman. Sejalan dengan nafas perjuangan gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan tulisan bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tentang reaktualisasi pendidikan al islam dan kemuhammadiyahan (AIK) sebagai penguat pendidikan karakter yang diterapkan di Universitas Muhammadiyah Gresik. Temuan penelitian ini adalah (1) penguatan pendidikan karakter dapat optimal dengan dukungan kebijakan yang dapat memberikan atmosfir positif terhadap civitas akademika khususnya pelaksana kebijakan, (2) kurikulum AIK membuat pemetaan profil lulusan dan learning outcomes agar dapat diketahui secara efektif keberhasilannya serta dilakukan evaluasi hasil (output) dan evaluasi luaran (outcomes), (3) dukungan program terstruktur dan hidden curriculum sebagai bagian dari strategi internalisasi dan institusionalisasi nilai karakter dan penerapannya pada seluruh civitas akademik yang pada akhirnya akan memiliki peranan dalam pembentukan karakter manusia yang siap untuk menjawab tantang zaman. Ketiganya harus dilakukan secara terus menerus (istiqomah) dan menyeluruh dan holistic (kaffah) serta di evaluasi, dikaji dan dikembangkan pada setiap institusi secara terus menerus (continuous improvement).
THE CONCEPT OF WAQF IN INDONESIAN LAW: ITS HISTORY AND DEVELOPMENT مفهوم الوقف في القانون الإندونيسي: تاريخه وتطوره Ardhika Wahyu Kuncoro; Mohammad Syifa Urrosidin; Ahmad bin Muhammad Husni
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16666

Abstract

: يهدف هذا البحث إلى كشف العلاقة بين نظرية الوقف المتفق عليها عند جمهور الفقهاء وبين ما يكون في القانون الوقفي الإندونيسي. وهذه القضية مثيرة للإهتمام، لأن التآزر بين القانون الوضعي وارتباطه بالشريعة الإسلامية مهم لضمان صحة الأساس القانوني الذي سيتم تطبيقه في عامة الناس، وخاصة في إندونيسيا كأكبر الدول عددا للمسلمين في العالم. وسيتناول البحث مفهوم الوقف في القانون الإندونيسي الماضي والحالي وبيان تطور فقه الوقف فيه. وقد استخدم الباحث ثلاثة مناهج؛ هي: الاستقرائي والتحليلي والمنهج المقارن. ومن أهم النتائج التي توصل إليها الباحث: إن مفهوم الوقف في إندونيسيا يختلف قبل تشريع القانون رقم ٤١ عام ٢٠٠٤م وبعدها، وتشمل التطورات القانونية الناتجة على تطوير المحاولات الإدارية، وتطوير نوعية العين الموقوفة (الموقوف به)، وتطوير إدارة ممتلكات الوقف.
FORMAT BARU HUBUNGAN SAINS MODERN DAN ISLAM (STUDI INTEGRASI KEILMUAN ATAS UIN YOGYAKARTA DAN TIGA UINVERSITAS ISLAM SWASTA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SAINS ISLAM SEUTUHNYA TAHUN 2007-2013) Anshori Anshori
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1969

Abstract

This paper discusses the problem regarding to the integrative knowledgeconcept at the four Islamic higher education —namely the State Islamic University,(UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta, the Indonesia Islamic University (UII) Yogyakarta,the Muhammadiyah University of Surakarta (UMS), and the Wahid Hasyim Universityof Semarang (UNWAHAS). This is a field research study with using the snow balltechnique and the focus of discussion group for interview toward the primary resourcepersons, and using the crucial documents from the subjects elected with using the eclecticdata analyzes. This study uses a history-phenomenology perspective.The result of study toward the four universities put into practice in difference conceptfor each universities regarding to the new form on the relation of modern sciences andIslam as an effort completely building of Islamic sciences. The Sate Islamic University,Sunan Kalijaga, Yogyakarta follows the concept of integrative-interconnected knowledgewith combining the Islamic Knowledge Wealth, hadlarah al-nash, hadharah alfalsafah,and hadlarah al-’ilm. UII gave their lectures on having free choice to theconcept of Islamization of Knowledge, Scientification of Islam, and/or Integrative-Interconnected Knowledge. UII also takes the developing model on the concept of IslamicUniversity. UMS is more closely with the concept of interconnective knowledge withstrongly promoting to the Islamic economy, the professional medical doctor, the newruling elite in politics, and other sector in the life. UNWAHAS has not use an integrativeinterconnectedconcept but promoting the values of Islam (ruh) to appreciate the choiceof knowledge paradigm between scientification of Islam and integrativeinterconnectedknowledge.Key words: modern sciences; Islam; integrative knowledge.Makalah ini membahas konsep integrasi keilmuan di empat perguruan tinggiIslam, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia (UII)Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta danUniversitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Penelitian ini adalah penelitianlapangan, data dikumpulkan dengan metode wawancara, focus group discussion, dandokumentasi dengan analisis data mengedepankan analisis eklektik. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah historis-fenomenologis. Hasil penelitian tentang Perdebatan tentang hubungan agamadan sains akhir-akhir ini menarik didiskusikan,karena terdapat beragam pendapattipologi hubungan keduanya.1Di antara tipologiitu yang sering menjadi sorotan ialahmasalah integrasi ilmu dan agama.Isu bertambahmenarik karena, pertama, pandangantentang kapan agama memberi spiritdalam pengembangan sains dan bagaimanakeduanya (sains dan agama) berjumpa.2 Kedua,dalam ranah kelembagaan pendidikandi Indonesia, isu itu menjadi lebih kompleksketika terjadi perluasan mandat wilayahkeilmuan IAIN. Semula IAIN hanya mengelolaprogam studi mayoritas ilmu-ilmuagama bertransformasi menjadi UIN yangmengelola beragam program studi, tambahanprogram studi itu di antaranya ialahprogam studi ilmu–ilmu sosial-humaniora,progam studi sains dan teknologi.Mulai tahun 2002-2004 tiga IAIN diIndonesia menjadi Universitas Islam Negeri:(1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,(2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (3)UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.3Transformasi dari IAIN ke UIN menandakandimulainya gagasan integrasi sainsIslam dengan sains sekuler, dalam Univerkonsepkeilmuan ini adalah bahwa format baru hubungan sains dan Islam dalam upayamembangun sains Islam seutuhnya di perguruan tinggi berbeda-beda dan memilikidistingsi masing-masing. Di UIN Sunan Kalijaga menganut paradigma integrasiinrerkoneksikeilmuan dengan merajut trilogi khazanah keilmuan hadlarah al-nash,hadharah al-falsafah, dan hadlarah al-’ilm. UII memberikan kebebasan kepada tenagapengajarnya mengambil pilihan paradigma keilmuan bisa islamization of knowledge,scientification of Islam, integration-interconnection). UMS lebih dekat pada konsepinterkoneksi dengan penekanan kuat kearah ekonomi Islam, tenaga medis kesehatan “dokterprofesional, membangun elit baru di dunia politik dan sektor-sektor yang lain. Unwahastidak menggunakan konsep integrasi-interkoneksi tetapi mengedepankan ruh Islam untukmengapresiasi pilihan paradigma keilmuan antara scientifation of Islam dan integrationinterconnetion.Keunikan konsep dasar keilmuan Unwahas adalah lahir atas pemikirandan prakarsa para ulama, intelektual, dan pengurus Jam’iyyah Nahdlatul ‘Ulama,diantaranya adalah menggunakan sistem pesantrenisasi tahfidul quran.Kata Kunci: sains modern; Islam; integrasi keilmuan.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SANTRI INDONESIA Juliani Prasetyaningrum; Feby Fadjaritha; Muhammad Fahmi Aziz; Agus Sukarno
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16796

Abstract

Islamic boarding schools are a product of the Islamic education system which is an original product from Indonesia that is not owned by other countries. The education and teaching system in Islamic boarding schools emphasizes that all activities carried out in Islamic boarding schools are worship. The purpose and characteristics of the education system in Islamic boarding schools are also expected to produce students with strong characters, namely students who can be directly useful for the community. To be able to form a strong character in students, psychological well-being is needed. Prosperous psychological conditions, in fact, significantly influence the formation of the character of students. Therefore, for managers of Islamic boarding schools, the psychological well-being of students is an important thing that becomes a major concern. This research is research on the development of the psychological welfare instrument for students based on aspects of psychological well-being. Validation of this instrument item uses content validity with the CVI formula from Aiken after being scored by expert judgment. The purpose of this study is to develop a psychological well-being instrument for students that can be used for consideration for boarding school administrators in improving the psychological well-being of students. The subjects in this study were students from Islamic boarding schools or boarding schools in Indonesia at the high school level or equivalent. The benefits of this research can identify the level of psychological well-being of students to be taken into consideration to improve the psychological well-being of students. The result of the development of the Indonesian Santri Welfare instrument has a Cronbach Alpha of 0.895Pondok pesantren merupakan produk sistem Pendidikan Islam yang merupakan produk asli Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sistem Pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren menekankan bahwa seluruh aktifitas yang dilaksanakan dalam pesantren adalah ibadah. Tujuan dan karakteristik sistem Pendidikan di pondok pesantren juga diharapkan dapat mencetak santri dengan karakter yang kuat, yaitu santri yang dapat langsung berdayaguna bagi masyarakat. Untuk dapat membentuk karakter yang kuat pada santri, dibutuhkan kesejahteraan psikologis. Kondisi psikologis yang sejahtera, ternyata berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan karakter santri. Oleh karenanya bagi pengelola pondok pesantren, kesejahteraan psikologis santri merupakan hal penting yang menjadi perhatian utama. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan instrument kesejahteraan psikologis santri yang disusun berdasarkan aspek kesejahteraan psikologis. Validasi item instrument ini menggunakan validitas isi dengan rumus CVI dari Aiken setelah diberi skor oleh expert judgement. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrument kesejahteraan psikologis bagi santri yang bisa digunakan untuk pertimbangan bagi pengurus pondok dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis santri. Subjek dalam penelitian ini adalah santri dari pondok pesantren atau boarding school di Indonesia tingkat SMA atau sederajat. Manfaat dari penelitian ini dapat mengidentifikasi tingkat kesejahteraan psikologis santri guna menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kejesahteraan psikologis santri. Hasil pengembangan instrumen Kesejahteraan Psikologis Santri Indonesia ini memiliki skor Cronbach Alpha sebesar 0,895.
PEMBELAJARAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERWAWASAN MODERAT Muchlis Muchlis
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11053

Abstract

Pada beberapa institusi pendidikan sering tidak disadari telah melahirkan peserta didik / siswa yang memiliki sikap menutup diri dari kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain, kecenderungan kepada pemahaman dan sikap ekstrim. Konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat hadir untuk mengatasi hal tersebut. Sehingga dalam memahami nilai-nilai pokok multikultural mulai dari sikap inklusif terhadap perbedaan-perbedaan, menghormati, demokrasi, toleransi, menghargai hasil karya orang lain, sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam suatu komunitas atau masyarakat yang berbeda latar belakang suku, budaya, bahasa, agama, dan lain-lain, sehingga pada akhirnya siswa diharapkan mampu mempraktekkan sikap-sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan moderat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah terfokuskan pada tiga hal; yaitu strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, dan strategi pengelolaan pembelajaran.
REFORMULASI PERATURAN HUKUM LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DI INDONESIA Muhammad Muhtarom
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2103

Abstract

The presence of Act No. 1 of 2013 on Micro Finance Institutions, have given riseto legal problems for Cooperative of Syariah Micro Finance, because the cooperatives governedby two kinds of regulation, namely cooperative legislation and regulation of microfinance institutions(MFIs). Dualism of laws has given rise to overlapping regulation, supervision andoversight by the relevant agencies, as well as the contradictions settings between one to another.The legal problems required solutions through reformulation of laws of the Syariah MFI’s.Keywords: reformulation of law; cooperatives; syariah micro financeAbstrak: Kehadiran Undang Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga KeuanganMikro, telah memunculkan problem hukum bagi lembaga keuangan mikro syariah yang berbadanhukum Koperasi, karena LKM ini diatur oleh dua macam regulasi, yaitu peraturanperundangan perkoperasian dan peraturan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Adanya dualismeperaturan hukum ini telah menimbulkan tumpang-tindih pengaturan, pengawasandan pembinaan oleh instansi terkait, serta adanya kontradiksi-kontradiksi pengaturannya diantara satu dengan lainnya. Problem hukum itu memerlukan pemecahannya melalui reformulasiperaturan hukum yang berkaitan dengan LKM Syariah.Kata kunci: reformulasi peraturan; perkoperasian; lembaga keungan mikro syariah
MODEL PENJAMINAN MUTU KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR DALAM SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE PADA SITUASI WORK FROM HOME (WFH) Dwi Astuti; Eko Supriyanto; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11655

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model penjaminan mutu terhadap ketercapaian KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama di tengah wabah Covid19 di satuan pendidikan Sekolah Dasar. Situasi yang tidak normal dalam tatanan pembelajaran karena Covid 19 menuntut pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi dasar harus tetap dilakukan, sehingga diperlukan pelaksanaan pembelajaran yang terjamin mutunya dan memenuhi standar kompetensi. Karakteristik mata pelajaran Pendidikan agama yang berdomain utama afektif dan kognitif membutuhkan model penjaminan mutu pembelajaran yang khusus serta disesuaikan dengan karakter siswa di daerah pedesaan dan tingkat Sekolah Dasar (KD). Untuk mencapai tujuan tersebut jenis riset yang ditempuh adalah R D dengan disertai metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir (flow analysis) yang dilengkapi dengan pemodelan yang dikuatkan dengan FGD yang menghadirkan stakeholder. Subyek penelitian dari penelitian ini adalah guru, siswa dan orang tua siswa kelas VI Sekolah Dasar. Sedangkan untuk memperoleh data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan telah ditempuh trianggulasi dengan cara member check agar diperoleh data yang benar benar valid. Model penjaminan mutu ketercapaian KD untuk mata pelajaran pendidikan agama menempuh sistem sajian melalui youtube dan wa group yang diseleksi dalam dua tahapan agar mutu pembelajaran tergaransi. Tiga tahapan tersebut adalah persiapan yang berusaha mengidentifikasi level dan bobot tuntutan dari pernyataan KD serta menemukan standar instrumen standar mutu, kedua pada tahapan dalam pelaksaan pembelajaran berupa seleksi materi pelajaran yang dikontrol dengan bobot KD sehingga materi dalam youtube dikendalikan dengan kriteria harus memiliki dua domain yaitu kognitif dan afektif. Tahapan ketiga yaitu kontrol mutu yang dilakukan dengan pemberian kuis dan tes terkait dengan penguasaan materi sesuai target KD yang ditetapkan. Keseluruhan tahapan selalu dikontrol dengan instrumen standar mutu yang dikeluarkan oleh Kemdikbud khusus Sekolah Dasar. Model penjaminan mutu disesuaikan feasiblitasnya melalui FGD yang diadakan dengan melibatkan stakeholders.
PEMIKIRAN PAHAM KOMUNIS PERSPEKTIF PANCASILA Edi Casedi; Syamsul Hidayat
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7429

Abstract

Pancasila is the foundation of the Republic of Indonesia were scattered on God, just and civilized humanity, unity of Indonesia, Democracy and led by the wisdom of wisdom in deliberation representation, social justice for all Indonesian people. Belief in God Almighty be a fundamental principle of the five precepts that exist. This precept demands that citizens of the Republic of Indonesia for the godless. However, in reality happened in the history of Indonesia and recognition Indonesian communist party in the election. This study tried to sit communism in the ideology of Pancasila and whether he has a space in it. This research is to answer the question in the hope that people understand and be aware of the teachings of communism when seated on the basis of the Homeland. Be a kind of literary qualitative research with historical and philosophical approach. Results showed communism research from the aspect of ideology, politics, socio-economics is contrary to the principles of Pancasila which are the foundation of the Republic of Indonesia. Thus, by reason of the above teachings and ideology of communism do not have space in Pancasila. Because something in violation not possible to put together and aligned. Because ideology is contradictory and do not have space in the basic state and the nation of Indonesia, should and rightly where this doctrine is not worth living fertile motherland ever betrayed by the PKI to perform a coup over the legitimate government with efforts to make Indonesia not sovereign to make " subordinate "and accomplice of Russia, the communist state.Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersilakan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan dan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi asas fundamental dari kelima sila yang ada. Sila ini menuntut agar warga NKRI untuk bertuhan. Namun, dalam realitanya terjadi dalam sejarah Indonesia pengakuan dan pengakomodiran partai komunis dalam pemilu Indonesia. Penelitian ini mencoba mendudukkan paham komunisme dalam ideologi Pancasila dan apakah ia mempunyai ruang di dalamnya. Penelitian ini menjawab persoalan tersebut dengan harapan agar masyarakat memahami dan mewaspadai ajaran komunisme ketika didudukkan dengan dasar NKRI. Literer kualitatif menjadi jenis penelitian dengan pendekatan historis dan filosofis. Hasil penilitian menunjukan  komunisme dari aspek ideologi, politik, sosial-ekonomi sangat bertentangan dengan prinsip Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Maka dengan alasan di atas, ajaran dan paham komunisme tidak mempunyai ruang dalam Pancasila. Karena sesuatu yang bertentanganan tidak mungkin untuk disatukan dan disejajarkan. Karena paham tersebut bertentangan dan tidak memiliki ruang dalam dasar negara dan bangsa Indonesia, sudah seharusnya dan sepantasnya keberadaan ajaran ini tidak layak hidup subur di bumi pertiwi yang pernah dikhianati oleh PKI dengan melakukan kudeta atas pemerintahan yang sah dengan upaya menjadikan Indonesia tidak berdaulat dengan menjadikannya  “bawahan” dan kaki tangan Rusia, negara komunis.
PERBEDAAN IMPLEMENTASI PROGRAM TAḤFĪẒ DI SEKOLAH DAN MADRASAH DI SURAKARTA Nurul Waridatil Zulfa
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8121

Abstract

Nowdays, Islamic school becomes the choice of people. Taḥfīẓ programs becomes the excellence program in Islamic Elementary School or Madrasah Ibtidaiyah. The people believe and they are sure to choose Islamic education which has taḥfīẓ program in its curriculum. The objective of this research is to describe the imlementation of taḥfīẓ program, achievement target of memorizing al-Qur’an, the method that used to memorize al-Qur’an, evaluation that has been done by the teachers to the their students, supporting factors, the obstacles and the solution the overcome and also the implication of taḥfīẓ program toward the result of studens’ learning. The kind of this research is qualitative study. The subject of this research consist of the principal, directur of taḥfīẓ program, teachers, students and parents in the taḥfīẓ program. The object of this research is SDTQ Al-Abidin Surakarta and MITTQUM Surakarta. The data collection techniques are observation, interview and documentation. The validity is determined by triangulation. The data technique analysis has been done by descriptive qualitative. The result of this research shows that (1) the background and the goals of tahfiz program to create ḥāfiẓ and ḥāfiẓah generation that have good intellectual based on al-Qur’an and hadith. (2) The achievement target in SDTQ Al-Abidin Surakarta is 10 juz and in MITTQUM Surakarta is 6 juz. The method that applied in SDTQ Al-Abidin Surakarta is wahdah, gabungan, kaisa, sima’i, jama’ and juz’i. The method that applied in MITTQUM Surakarta is wahdah, tallaqi, kitabah, sima’i and juz’i. (3) Evaluation that has done by the teachers is run well as routine and periodical. For the examination, SDTQ Al-Abidin Surakarta has applied one juz examination. It is called al-Qur’an sertification. Taḥfīẓ examination that has been done in MITTQUM Surakarta is one juz in one period or we call it juziyyah and 5 juz examination in one period and in the graduation ceremony. (4) The Supporting factors of memorizing al-Qur’an are self motivation, parents and the environment. The obstacles of memorizing al-Qur’an are the lack of self motivation, bustle activity of parent and time management. The way to overcome the obstacles are making joyful learning process of taḥfīẓ program, improving the communication between the school and parents and having good cooperation between the teachers and the students about the time. (5)The implication of taḥfīẓ program toward the result of student’s learning are the students have good ability to memorize al-Qur’an. Sudents who have good ability to memorize al-Qur’an, they also have good ability in academic. It means that the ability of memorizing al-Qur’an as good as academic achievement. Saat ini sekolah Islam menjadi pilihan masyarakat. Program taḥfīẓ menjadi program unggulan di Sekolah Dasar Islam atau Madrasah Ibtidaiyah. Masyarakat semakin yakin memilih pendidikan yang berbasis Islam dengan muatan kurikulum program taḥfīẓ. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi program taḥfīẓ yang meliputi dasar dan tujuan, target capaian hafalan, metode untuk menghafal, evaluasi pembelajaran dan evaluasi hafalan, faktor pendukung, kendala dan solusinya, serta implikasi program taḥfīẓ terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah/Madrasah, penanggung jawab program taḥfīẓ, guru pengampu taḥfīẓ, siswa dan wali murid. Objek penelitian ini adalah SDTQ Al -Abidin dan MITTQUM Surakarta. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan ditentukan dengan triangulasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dasar dan tujuan program taḥfīẓ adalah menjadikan generasi yang ḥāfiẓ dan ḥāfiẓah yang intelektual dengan berlandaskan al-Qur’an dan hadits. (2) target hafalan di sekolah adalah 10 juz, sedangkan di madrasah adalah 6 Juz. Metode yang digunakan di SDTQ Al-Abidin antara lain metode wahdah, gabungan, kaisa, sima’i, jama’ dan juz’i. Metode di MITTQUM Surakarta meliputi metode wahdah, tallaqi, kitabah, sima’i dan juz’i. (3) Evaluasi yang dilakukan guru meliputi evaluasi rutin dan berkala. Untuk ujian hafalannya di SDTQ Al Abidin disebut dengan sertifikasi al-Qur’an. Ujian di MITTQUM meliputi ujian juziyyah, ujian lima juz sekali duduk, dan ketika acara wisuda. (4) Faktor pendukungnya meliputi motivasi diri sendiri, orang tua, guru dan lingkungan. Kendalanya adalah kurangnya motivasi dari dalam diri, kesibukan orang tua, dan manajemen waktu. Solusinya adalah pembelajaran taḥfīẓ yang menyenangkan melalui cerita motivasi, memperkuat komunikasi antara sekolah dengan orang tua dan manajemen waktu antara guru dan murid. (5) Implikasi bahwa anak-anak yang memiliki kemampuan bagus dalam menghafal al-Qur’an cenderung nilai akademiknya juga bagus. Dengan pengertian bahwa kemampuan menghafal al-Qur’an berbanding lurus dengan prestasi akademik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-MADINAH KEBUMEN TAHUN 2014 Akhmat Yunus
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i2.1853

Abstract

The emergence of the phenomenon of moral degradation in 2010 among the general public as well as in education begin much talked about character education. Many media and education experts, and community leaders recommended that character education is effective immediately. The basic reason for the character education used as the basis for forming a national development vision is to realize public morals, moral, ethical, cultural, and based on the philosophy of Pancasila. This study aims to explain the implementation of character education in the learning process in SDIT Al-Madinah Kebumen and identify constraints implementation of character education in learning, and provide solutions that done to solve the problems. This study included field research in the SDIT Al-Madinan Kebumen in 2013. The subject of research from the Principal and Elementary School Teacher in SDIT Al-Madinah Kebumen. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis performed in this study is an interactive model of data analysis techniques with encounters between data collection, data reduction, data presentation and verification of data. The research concludes that the implementation of character SDIT Al-Madinah Kebumen in the learning process has the advantage of adding the value of faith and the character-based monotheism conducted through three stages: (1) Phase formulation character which teachers formulate a list of 18 characters in SDIT Al - Madina Kebumen and distribution character, (2) Phase understanding of the character, namely schools and KKG organizes workshops that discuss the character that has been agreed on the list of characters and character distribution, (3) The planning stage of implementation of character education. Constraints Implementation of Character Education in Learning SDIT Al-Madinah Kebumen 2014 is the sequence of learning much so reducing in the implementation of character education, a lack of understanding of teachers to the formulation of the foundation of monotheism theme, the lack of cooperation between teachers and pupils, differences in parenting between home and schools, and the lack of support the behavior of people living environment of students. Solutions are formulated is the development of a maximum of two characters in each lesson, designing learning activities fun and appreciation for pupils, schools conduct coordination meetings, evaluation, and training for teachers, schools carry out the forum event class and memorandum communication relating to equalization understanding of the program, school organize parent training programs are more effective, in organizing the school community education programs, such as training stages of child development and the principle of caring.Keywords: implementation; character education; leaning.