cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
KONSEP DAN FILOSOFI HIDAYAH: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DENGAN LATAR BELAKANG BERBEDA Imamul Arifin; Maharani Ayu Devi; Shafira Zelinda ‘Ainiyatur rohmah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16699

Abstract

Penelitian ini didasari oleh hidayah yang menjadi pemahaman kebanyakan umat Islam bahwa istilah hidayah selalu dihubungkan dengan datangnya dari Allah Swt semata, padahal jika ditinjau dari segi bahasa pengertian hidayah diartikan sebagai petunjuk, bimbingan, arahan, keterangan dan kebenaran. Dari istilah bahasa hidayah bisa datang dengan banyak cara akan tetapi harus diimbangi oleh usaha manusia itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara kepada narasumber  dengan latar belakang yang berbeda-beda, dan yang terakhir studi literatur. Hidayah juga berpengaruh pada keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan di akhirat, cara dan sikap kita untuk mendapatkan hidayah tersebut. Sehingga, barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah SWT untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorang pun yang mampu mencelakakannya. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia memiliki jiwa sebagai penyempurna manusia itu sendiri, yang mana jiwa itu sebagai alat yang dipergunakan untuk mencari hidayah Allah S.W.T. Jiwa itu pada awalnya dalam keadaan situasi yang sama dalam menerima dua jalan iaitu kebaikan dan keburukan. Akan tetapi Allah S.W.T memberi sesuatu yang teramat penting berupa akal pikiran untuk memikirkan dan menimbang dua jalan tersebut. Hidayah tidak dapat dibeli, tapi ini adalah nikmat Allah S.W.T yang hanya dianugerahi kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, maka dari itu seseorang akan mendapatkan hidayah karena memang mereka mempersiapkan dirinya.This research is based on guidance which is the understanding of most Muslims that the term guidance is always connected with coming from Allah SWT alone, even though when viewed from the language point of view the meaning of guidance is interpreted as guidance, guidance, direction, information and truth. From the terms of the language of guidance, it can come in many ways, but it must be balanced by human efforts themselves. This research uses data collection methods carried out by observation (observation), interviews with sources with different. Hidayah also affects the safety and goodness of human life in this world and in the hereafter, our ways and attitudes to get that guidance. So, whoever is facilitated by Allah SWT to achieve it, then indeed he has achieved great luck and no one will be able to harm him. As a creature created by God, humans have a soul as a complement to man himself, which is the soul as a tool used to seek guidance from Allah SWT. The soul is initially in the same situation in accepting the two paths of good and bad. However, Allah SWT gave something very important in the form of a mind to think about and consider these two paths. Hidayah cannot be bought, but this is a blessing from Allah SWT which is only bestowed upon His servants whom He wants, therefore someone will get guidance because they are preparing themselves. 
METODE PEMBELAJARAN TAHFĪŻUL QUR’ᾹN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH TAHFĪŻUL QUR’ᾹN AL-MA’SHUM SURAKARTA DAN ISY KARIMA KARANGAYAR JAWA TENGAN Moh. Abdul Kholiq Hasan; Muthoifin Muthoifin; Ali Abdurrohim
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9953

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtida'iyyah (MI) is an educational institution under a religious ministry that has a special characteristic to deliver learners into a broad-minded generation, proficient in scholarship and noble character. MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar, these two madrasahs have a role in educating the students, the family and the life of the nation by conducting educational programs with the national education curriculum (diknas), the Ministry of Religion (kemenag) and the flagship program of tahfîzul Qurᾱn. Both institutions are trying to get the maximum target of education, especially in Tahfīżul Qur'ᾱn learning which became the focus of research, this research was conducted to find out what method applied in MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar and how far the effectiveness and efficiency of learning in it. Abstrak: Madrasah Ibtida’iyyah (MI) merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah kementrian agama yang mememiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelengarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementrian agama (kemenag) dan program ungulan berupa tahfîzul Qurᾱn. Kedua lembaga ini berupaya mendapatkan target pendidikan yang maksimal terutama dalam pembelajaran Tahfīżul Qur’ᾱn yang menjadi fokus penelitian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa saja yang diterapkan di MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar dan sejauh mana efektifitas dan efisiensi pembelajaran didalamnya. 
PENGGUNAAN DEOXYRIBO NUCLEIC ACID PADA PROSES KLONING EMBRIO MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Rizka Rizka
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2016

Abstract

The use of the Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in the human embryo cloningis definitely a great invention of the centuries, yet the impact of its utilization bringsmore complicated problems. It is because the DNA can be taken from desired persons.It surely will lead to the problematical issues due to future offspring pedigree. It will behard to find out whose kids these cloning babies? Therefore, the law will be messed upwith things related to birth certificate and inheritance right. Even though the cloninguses the similar method with the IVF, it uses other cells but sperm. These cells bringother people’s DNA information with them therefore the children produced by thismethod will copy all the characteristics of the owners even without the help of penetrationbetween their parents. Hence it can be said that, in making a baby, woman does notneed man and marriage anymore. The reasons behind this human cloning inventionare to make perfect offspring that are far more intelligent, good looking, healthier,stronger, and perfectly same with the owner of the DNA. Embryo cloning, however, isthe sort of intervention of Allah creation. It means that people who involving in cloningprocess deny the Almighty of Allah. Is this the playing of Allah’s creation? How theIslamic laws see this phenomenon and give legal fatwa on the utilization of DNA incloning human embryo? How the National Laws of Indonesia sees this case? Because itseems that the national regulation in Indonesia is still not firm against the geneticengineering problems.Key words: cloning, deoxyribonucleic acid, embryoPenggunaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada kloning embrio manusiaadalah penemuan besar sepanjang masa, namun masalah penggunaan DNA pada proseskloning embrio, merupakan masalah yang rumit, karena DNA bisa diambil dari siapasaja yang diinginkan. yang bisa membuat permasalahan bagi silsilah keturunannyakelak. Anak siapa?Keturunan siapa?hingga mempersulit dalam pembuatan aktekelahiran, hak waris, sehingga dapat mengacaukan hukum yang telah berlaku. Denganmetode yang hampir sama dengan bayi tabung, cloning menggunakan sel selain sperma.Sel ini yang berisi informasi DNA dari makhluk yang lain, kemudian hasilnya jugadimasukkan kembali ke induknya. Sehingga menciptakan anak tanpa membutuhkanlaki-laki,tanpa perkawinan juga. Kloning manusia diciptakan untuk alasan memperbaikiketurunan; supaya lebih cerdas, rupawan lebih sehat, lebih kuat dan menyamai dariDNA yang di kloning tersebut. Kloning embrio dengan mengambil DNA orang lainadalah bentuk intervensi dari penciptaan Allah, padahal Allah adalah Sang PenciptaIndoyangmaha sempurna. Apakah ini termasuk mempermainkan Ciptaan Allah?BagaimanaHukum Islam memberikan fatwa hukum pada penggunaan DNA untuk cloning embriomanusia dan bagaimana tinjauan dari Hukum yang berlaku di Indonesia yang hinggasekarang belum tegas terhadap banyak permasalahan rekayasa genetika.Kata kunci: kloning, deoxyribonucleic acid, embrio
KONSEP UANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Muchammad Ichsan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11646

Abstract

Manusia telah menggunakan uang sebagai alat untuk bertransaksi sejak lama sekali. Uang yang digunakan sebagai mata uang resmi sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan diteruskan oleh para Khalifah setelahnya selama berabad-abad lamanya adalah uang dinar emas dan dirham perak. Makalah ini bertujuan untuk membentangkan konsep uang menurut perekonomian Islam. Untuk tujuan tersebut, metode kajian hukum normative dipakai dalam penulisannya. Data diambil dari sumber data primer dan sekunder. Di antara temuan kajian ini ialah bahwa dalam perspektif ekonomi Islam, uang adalah segala sesuatu yang diterima secara umum dan diterbitkan oleh lembaga keuangan yang berwenang sebagai media pertukaran dan pengukur serta penyimpan nilai. Selain itu, penggunaan uang dinar emas dan dirham perak bukan suatu kewajiban agama, tapi sejarah membuktikan bahwa dua mata uang tersebut sangat stabil dan tidak terkena inflasi sebagaimana uang kertas. Menurut perspektif ekonomi Islam, uang mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung atau pengukur nilai, dan sebagai penyimpan nilai apabila uang terbuat dari emas dan perak. Dalam bidang keuangan, Islam mempunyai banyak ketentuan, antara lain seperti penggunaan uang sebagai alat pengukur nisab dan kadar zakat, mahar, kaffarah, nisab potong tangan bagi pencuri, diyat, dan jizyah
CIVIC EDUCATION AT MUHAMMADIYAH HIGHER EDUCATION: DEVELOPMENT STUDY OF HAND BOOK OF MENUJU KEHIDUPAN YANG DEMOKRATIS DAN BERKEADABAN Suidat Suidat; Adian Husaini; Didin Saefuddin; Endin Mujahidin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6296

Abstract

Civic education is one of the basic courses that must be taken by every student at the College. The regulation of the course is based on the mandate contained in the law on the National Education System. Through Civic Education courses, the students can be directed national personality, that is how they love their homeland Indonesia, being a democratic, civilized, tolerant and so on. Muhammadiyah through the Council of Higher Education, Research and Development of Muhammadiyah head quarter published a textbook on Civic Education with the title Civic Education toward a Democratic and Civilized Life. The book became a staple in reference Civic Education Course in Universities of Muhammadiyah (PTM). However when elaborate on the Indonesian ideology or, in the book does not contain the formulation history of state basic ideology which was done by the founding fathers. Also how the role and Islamic thought figures who participated in formulating the state basic ideology be part of the material that was duly presented in the book. It is important that students who study in PTM to know and understand the history and struggle of Islamic figures in formulating the basis of the state and the dynamics that occurred at that time. So that their knowledge is complete and in understanding the Pancasila as the state basic ideology of Indonesia. Ki Bagus had very important role in the Committee for Indonesian Independence (PPKI) experienced of dead lock about the change of first principle of Pancasila, and there was serious debate and dynamic. Likewise, the role and thought of Kasman Singodimedjo was also important on the basis state in both the trial PPKI, as well as in the Constituent Assembly. Perpsektif Kasman about Pancasila based on Islam became important after the implementation of 1945 Constitution and Presidential Decree July 5th 1959. The role of Abdul Kahar Mudzakkir as a witness to the history of the struggle of Muslims cannot be neglected; especially Mudzakkir included in the Committee of Nine which develops the basic state eventually became the Jakarta Charter and accepted unanimously by BPUPKI. Furthermore, in the Constituent Assembly Mudzakkir remain committed to make Islam as the basis of the state, where the Constituent Assembly is the foundation of the momentum of the second volume formulation. The core of the Civics book is how the problem of state ideology especially Pancasila can be described in a comprehensive, complete and not partial. Including the relationship between the Jakarta Charter and the Constitution 1945. Other matters concerning aspects of citizenship is derived and the meaning of ideology or basic state. Therefore, this paper presents the role and thought of Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, and Abdul Kahar Mudzakkir become material development of Civic Education in the book of Civic Education toward a Democratic and Civilized Life.Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata kuliah dasar yang mesti ditempuh oleh setiap mahasiswa dalam studinya di Perguruan Tinggi. Ketentuan adanya mata kuliah ini berdasarkan amanat yang tertuang dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini mahasiswa diarahkan dapat berkepribadian nasional, yaitu bagaimana mereka cinta tanah air Indonesia, bersikap demokratis, beradab, toleran dan lain sebagainya. Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) menerbitkan satu buku teks tentang Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) dengan judul Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban. Buku ini menjadi referensi pokok dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Akan tetapi ketika menguraikan tentang ideologi atau dasar negara Indonesia pada bagian yang membahas tentang “Membangun  Identitas Nasional”, tidak memuat bagaimana sejarah perumusan dasar negara yang dilakukan para founding fathers. Bagaimana pemikiran tokoh-tokoh Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Mudzakkir tidak menjadi bagian dalam materi yang sepatutnya disajikan dalam buku tersebut. Hal ini penting agar mahasiswa mengetahui dan memahami sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh Islam dalam merumuskan dasar negara serta dinamika yang terjadi saat itu. Sehingga pengetahuan mereka menjadi utuh dan tidak parsial dalam memahami Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Peran Ki Bagus sangat penting ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengalami deadlock soal perubahan sila pertama dasar negara Indonesia. Demikian juga pemikiran Kasman Singodimedjo tentang dasar negara baik dalam sidang PPKI, maupun dalam sidang Konstituante. Perpsektif Kasman tentang Pancasila yang berbasis pada Islam menjadi penting setelah diberlakukan kembali UUD 1945 dengan lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Demikian juga pemikiran Abdul Kahar Mudzakkir sebagai saksi sejarah perjuangan umat Islam tidak bisa dilupakan begitu saja, Abdul Kahar Mudzakkir termasuk dalam Panitia Sembilan yang bertugas menyusun dasar negara yang pada akhirnya menjadi Piagam Jakarta. Dalam Sidang Konstituante Mudzakkir tetap komitmen menjadikan Islam sebagai dasar negara, di mana Sidang Konstituante adalah momentum perumusan dasar negara jilid kedua. Inti dari buku PKn adalah bagaimana masalah ideologi negara khususnya Pancasila dapat dijelaskan secara komprehensif, utuh dan tidak parsial. Termasuk hubungan antara Piagam Jakarta dan UUD 1945. Oleh karena itu disertasi ini membahas pemikiran Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Mudzakkir menjadi bahan pengembangan materi Pendidikan Kewarganegaraan dalam buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban.  
PEMIKIRAN ABDUL FATTAH ABU GHUDDAH TENTANG KONSEP KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KITAB AL RASULUL MU’ALLIM Muhammad Asyrofi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8951

Abstract

Kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seroang guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk mentransfer pengetahuan, mendidik, mengembangkan potensi peserta didik sehingga tercapai tujuan pendidikan. Keberadaan guru dalam dunia pendidikan sangat urgen dan signifikan. Keberhasilan atau kegagalan proses pendidikan sangat bergantung pada guru. Seorang guru yang berkompeten akan memberikan dampak yang signifikan terhadap  keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kompetensi guru pendidikan Islam dalam kitab al Rasulul mu’allim wa asaalibuhu fit ta’lim yang ditulis oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Pendidikan Islam telah melewati masa yang panjang dalam perjalanannya, diawali dengan diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang guru sejati yang telah berhasil melahirkan generasi terbaik dari umat Islam ini. Rasul adalah sosok guru yang harus dijadikan suri tauladan dan panutan bagi seluruh guru pendidikan Islam. Keberadaan Rasul sebagai seorang guru sejati dipaparkan oleh Syeikh Abdul Fattah dalam kitabnya al Rasulul mu’allim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam pendidikan Islam itu ada enam yaitu kometensi pedagogik religus, kompetensi kepribadian religius , kompetensi professional religius, kompetensi sosial religius, kompetensi global religius dan kompetensi emosional religius. 
DINAMIKA PENAFSIRAN AL-QURAN DI SURAKARTA: 1900-1930 Akhmad Arif Junaidi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2007

Abstract

The interpretation dynamics of Al-Quran was so intensive in Surakartawithin 1900-1930. By comparative analysis this paper studies and finds three works oftafsir (interpretation, exclamation passage of al-Qu’ran by supplying additionalinformation) that were published in Surakarta but they had different concern. Tafsîral-Quran al-‘A“îm analyzed Islamic orthodox theme as the central issue in itsinterpretation. This can be understood because the work was written by a Great SurakartaPalace village leader who splashed around Islamic laws. While Tafsir Surat Wal-Asridiscussed the relation between Islam and Christianity as the central issue. The writer ofthis book was worried about the activity of the evangelism in the Surakarta Palaceterritory. Tafsir Qur’an Djawen stressed on the importance of the fraternity as thecentral issue in its interpretation. The book talked about the disunity phenomena amongMuslim community because of the difference in the furu’iyah cases.Key Words: interpretation dynamics, al-Quran, SurakartaDinamika penafsiran al-Quran begitu intens di Surakarta dalam rentangwaktu antara 1900-1930. Dengan analisis perbandingan makalah ini mengkaji danmenemukan tiga karya tafsir yang sama-sama diproduksi Surakarta memiliki concernyang berbeda. Tafsîr al-Quran al-‘A“îm lebih banyak menjadikan tema ortodoksi Islamsebagai isu sentral dari penafsiran-penafsirannya.Hal ini tentu bisa dimengerti karenakarya tafsir tersebut ditulis oleh seorang pengulu agengkraton yang banyak bergelutdengan hukum Islam.Sedangkan Tafsîr Surat Wal Acri lebih banyak menjadikan temahubungan Islam-Kristen sebagai isu sentralnya.Penulis kitab ini tampak dirisaukanoleh kegiatan-kegiatan zending yang semakin meraja-lela di kawasan KasunananSurakarta. Kitab Tafsîr Qur’an Djawen menjadikan pentingnya ukhuwwah Islamiyyahsebagai isu utama penafsiran-penafsirannya. Dalam kitab ini tampak banyak diuaraikanfenomena perpecahan di kalangan umat Islam dikarenakan perbedaan-perbedaan dalammasalah-masalah furu’iyyah.Kata Kunci: Dinamika Penafsiran, Al-Quran, Surakarta
MODEL PENGUATAN SEKOLAH MADRASAH UNTUK MELAYANI SISWA BERKECERDASAN TINGGI MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) eko supriyanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5294

Abstract

By services regular of education, so become accomplish service for gifted student ignore. It has been nesecerry streghtening the Madrasa institution for competent give of serve through diversivication of learning so that gifted student avoid the underachievement and potential of inovaton and productie them not lost. one of method of empowering to the Madrasa institution through implementation of semester credit system that have capacity to follow of character and learning style of gifted students. Methode of the research used RD and method of gathering data with interview method. Data analysis with folw analysis. Final result of this research is conversion of packet curriculum method to SKS and application of curriculum based SKS method special for gifted SKS. Research location in Madrasa Amanatul Ummah at Pacet Mojokerto east Java. Model of pocket curriculum convertion appreciated 1.88 hours  and model of proposing of curriculum based SKS using duration time about 4 semester with long time have been instruction 4 months. SKS that taken every semester on everage as many as 40 SKS. For accomplish of curriculum applied compacting curriculum to discovery essential courses.  Dengan layanan pendidikan yang regular, maka layanan untuk siswa cerdas menjadi terabaikan. Diperlukan penguatan kelembagaan Madrasah untuk mampu melayani melalui diversifikasi layanan belajar agar siswa cerdas tidak mengalami underachievement dan potensi inovatif dan produktifnya hilang. Satu cara untuk menguatkan Madrasah melalui penerapan sistem kredit semester yang mampu mengikuti karakter dan irama belajar siswa cerdas.Metode penelitian menggunakan metode RD dan metode pengumpulan data menggunakan metode interview. Analisis data menggunakan analisis mengalir. Hasil akhir penelitian ini adalah menemukan model konversi kurikulum paket kedalam SKS dan model penerapan kurikulum berbasis SKS khusus siswa berkecerdasan tinggi, lokasi penelitian di Madrasah Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.Model konversi kurikulum paket dihargai 1.88 jam dan model penyusunan kurikulum berbasis SKS menggunakan durasi waktu 4 semester dengan 4 bulan kegiatan belajar. SKS yang ditempuh setiap semester rata-rata 40 SKS. Untuk keterlaksanaan kurikulum dilakukan pemampatan kurikulum untuk menemukan materi esensial.
MENIKAH DENGAN KAUM KERABAT DAN PENGARUHNYA BAGI ANAK–ANAK Oktavia Wahyu Utami
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13084

Abstract

The purpose of writing is to know, describe, analyze and provide knowledge to the public about the consequences of being married to relatives and the influence on their children in the future. The consequences of marrying relatives include the easy transmission of inherited diseases to the resulting children and an increase in the number of inherited diseases among family members. There is a lot of evidence that explains that marriage with relatives can cause deafness, discoloration, mute and many others. In the Al-Qur'an and Hadiths, it has been explained about the recommendation to avoid marriage with relatives. To avoid the transmission of various types of inherited diseases, we should look for a life partner not from close family. Exo Because we as humans should follow the orders of Allah and the Prophet and stay away from the prohibitions, so that we can be safe in the world and the hereafter.
PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA DITINJAU DARI PERAN IBU AYAH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Ernawati Ernawati; Galih Fajar Fadillah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7747

Abstract

This study aims to determine the relationship between mother's role, father's role and self-confidence with social adjustment in adolescents. The research subjects of class IX Muhammadiyah Middle School 1 Surakarta numbered 110 people. Data collection uses social adjustment scale, father's role scale, mother's role scale, self-confidence scale. Data analysis calculations used three predictor regression analysis techniques and cross tabulation analysis. From the results of data analysis, there is a significant relationship between father's role, mother's role and self-confidence with social adjustment, which correlates the role of father to social adjustment = 23.8%; mother's role in social adjustment = 16.1%; confidence in social adjustment = 18.1%. The total effective contribution of father's role, mother's role and confidence in social adjustment is 58%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran ibu, peran ayah dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Surakarta berjumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian sosial, skala peran ayah, skala peran ibu, skala kepercayaan diri. Perhitungan analisis data menggunakan teknik analisis regresi tiga prediktor dan analisis tabulasi silang. Dari hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri dengan penyesuaian sosial yang nilai korelasi  peran ayah terhadap penyesuaian sosial = 23,8%; peran ibu terhadap penyesuaian sosial = 16,1%; kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial = 18,1%. Total sumbangan efektif peran ayah, peran ibu dan kepercayaan diri terhadap penyesuaian sosial sebesar 58%.