cover
Contact Name
Sisca Mayang Phuspa
Contact Email
siscamayang@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285736935463
Journal Mail Official
jihoh@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lt. 2 Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor Jalan Raya Siman Km. 6, Siman, Kec. Siman Kabupaten Ponorogo 63471JAWA TIMUR, INDONESIA
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH)
ISSN : 25274686     EISSN : 25415727     DOI : https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.12212
The journal primarily publishes original research articles but also welcomes review papers, short communications, commentaries on pressing issues, and case studies. Topics of high priority include: Occupational health and safety Industrial hygiene Ergonomics Fire protection systems Accident investigation methods Epidemiological surveys related to workplace safety JIHOH aims to improve workplace health and safety, prevent occupational accidents and diseases, and foster safer, more comfortable working environments.
Articles 134 Documents
OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH INSPECTION PROGRAM ACHIEVEMENT OF SAFETY CULTURE IN NOODLES INDUSTRY PT ABC SEMARANG Seviana Rinawati; Rizky Aristana Maharani; Reni Wijayanti
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 2, No 1 (2017): Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v2i1.1274

Abstract

Noodle industry in production process activity there were hazard risk factors caused work accident and work-related diseases due to unsafe action and unsafe condition. Prevention efforts the company through by the OHS inspection program to realize the safety culture so as to suppress the occurrence of unsafe behavior. The purpose of this study was to know the OHS inspection program in the achievement of safety culture in the noodle industry. This research employed a descriptive method to describe the implementation of occupational safety and health inspection program as the attempt of creating safety culture observed through data, interview and direct observation then analyzed with related regulation. Results of research in the noodle industry PT. ABC Semarang has implemented OHS inspection program consisting of informal inspection and planned inspection such as safety patrol and special inspection. Based on the analysis of accidents caused, observations and interviews can be seen that safety culture has not been formed properly. It can be seen from the average of work accident caused by unsafe action and labor behavior in using Personal Protective Equipment (PPE) which still not in accordance the regulations. The Company has applied occupational safety and health inspections program corresponding to Government Regulation, however occupational safety and health inspection program has been able create safety culture in company environment. Thus, the company should restudy the occupational safety and health inspections program and improve the effectiveness of occupational safety and health inspection program implementation. Keywords : Occupational Safety and Health Inspection program, Safety Culture
MODEL OF CHEMICAL HAZARD RISK FOR DETERMINING HEALTH HAZARD CONTROL Rizkiyah Nur Putri; M Trifiananto
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 1 (2019): Cultivate and Sustain a Safety Culture for Building Nation
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i1.3321

Abstract

The potential dangers that exist in universities under the auspices of PT Semen Indonesia are a reflection of the dangers that exist in the company. With the concept of college location with this company, the danger is suffered by the academic community. AKSI Gresik is a vocational college using company facilities, especially workshop, has the highest potential hazard is chemical hazard. The purpose of this study is to produce information from smart tools that make it easier for academics to identify potential health problems and provide input / recommendations for hazard control against chemical hazard conditions including the danger of sulfur dioxide, carbon monoxide, nitrous oxide, dust, lead, hydrogen sulfide ammonia and carbon monozide. Hazard control includes substitution / elimination of hazards, input from engineering, administration and PPE.                    The method used is quantitative by measuring in March - April 2019 in the rector's building, lecture building, machine shop and heavy equipment workshop of AKSI GRESIK. The measurement results will be entered into the manufacture of smart tools by using the Java program (NetBeans IDE 18.1. This research produces applications that can be operated on personal computers that indicate the potential for dust hazards as the highest value of chemical impacts. Disturbances suffered in the AKSI GRESIK in the form of respiratory disorders and digestion generated by dust hazards The output of the design of smart tools is the control of hazards offered by the smart tools program designed in this study include engineering by the presence of sensors capable of removing water, isolating certain work sites to using dust respirator masks with special filters which is replaced every day. Keyword: chemical hazards, hazard control, smart tools
PENILAIAN POSTUR KERJA DAN PREVALENSI MSDs PADA TENAGA KERJA BAGIAN PACKING PABRIK ROTI X DI PONOROGO Eka Rosanti; Mochammad Iqbal Fathoni; Ratih Andhika Akbar Rahma; Dian Afif Arifah
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.4085

Abstract

Abstrak Proses produksi pada Pabrik Roti X dimulai dari peracikan bahan, pembuatan adonan, pemanggangan hingga packing oleh tenaga kerja dalam waktu 5-6 jam selama 6 hari setiap minggunya. Berdasarkan pengamatan, postur kerja tenaga kerja tidak ergonomis khususnya pada proses packing sehingga dapat menyebabkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menilai postur kerja dan prevalensi MSDs pada tenaga kerja bagian packing di pabrik roti X. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan instrumen Quick Exposure Check (QEC) sebagai metode penilaian postur kerja dan Nordic Body Map (NBM) sebagai metode penilaian MSDs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% tenaga kerja berada pada action level 3 dan 17% pada action level 2. Berdasarkan NBM terdapat 92% tenaga kerja mengalami keluhan MSDs ringan dan 8% mengalami keluhan MSDs Sedang. Keluhan tertinggi adalah pada punggung dan betis kanan. Oleh karena itu perlu melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab dari postur kerja pada tenaga kerja yang memiliki action level 2 dan melakukan penanganan pada tenaga kerja yang memiliki action level 3 dengan memberikan edukasi mengenai bahaya bekerja dengan postur yang tidak ergonomis dan meminimalisir risiko keluhan MSDs dengan melakukan rekonstruksi pada stasiun kerja agar sesuai dengan postur tubuh tenaga kerja.Kata Kunci: Postur Kerja; MSDs; QEC; Nordic Body Map
ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN KALORI BERDASARKAN JENIS PEKERJAAN PADA TENAGA KERJA DI AREA TAMBANG BAWAH TANAH PT X INDONESIA Siti Rachmawati; Ullyn Helvy Pravika
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.3830

Abstract

Asupan kalori pada tenaga kerja dapat menjadi salah satu penyebab kelelahan kerja. Asupan kalori dan zat gizi yang baik secara kuantitas maupun kualitas dapat menentukan tingkat kesehatan dan produktivitas tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan tenaga kerja tambang bawah tanah, jumlah kalori makanan yang disediakan perusahaan, dan kecukupan kalori pada pekerja.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif yang memberikan gambaran pemenuhan kebutuhan kalori tenaga kerja tambang bawah tanah di PT X. Pengambilan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi kepustakaan.Gizi kerja di PT X bekerjasama dengan PT Aerofood. Hasil dari perhitungan kebutuhan kalori pada operator jumbo drill adalah 1502,1 – 1908,9 Kkal, operator LHD adalah 1229,8 – 1471,0 Kkal dan service crew adalah 1595,8 – 2035,0 Kkal. Rata-rata nilai kalori pada menu makanan yang disediakan adalah 2147,8 Kkal. Status gizi tenaga kerja 54 persen persen gizi berlebih dan 46 persen normal.Pemenuhan kalori berdasarkan jenis pekerjaan PT X belum sesuai dengan kebutuhan kalori tenaga kerja. Kata Kunci: Pemenuhan Kebutuhan Kalori, Jenis Pekerjaan, Tambang Bawah Tanah
PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU 5R PEKERJA PABRIK ROTI LA-TANSA GONTOR PONOROGO Dian Afif Arifah; Ali Machfud Baidowi; Ratih Andhika Akbar Rahma; Sisca Mayang Phuspa
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.3166

Abstract

Penerapan program Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R) pada industri kecil menengah di Ponorogo masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan minimnya pemahaman pemilik industri dan pekerja mengenai pentingnya penerapan program 5R. Salah satu industri kecil menengah di Kota Ponorogo adalah Pabrik Roti La-Tansa Gontor. Berdasarkan observasi awal, dalam proses produksi di Pabrik Roti La-Tansa diketahui bahwa perilaku 5R pekerja masih sangat kurang sehingga mempengaruhi jalannya proses produksi dan kualitas produk. Perilaku 5R pekerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pengetahuan dan sikap terhadap perilaku 5R pekerja di Pabrik Roti La-Tansa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 12 orang. Instrumen pengukuran dan penilaian pengetahuan, sikap dan perilaku 5R pekerja menggunakan kuesioner dan checklist. Analisis data menggunakan uji chi-square dalam program SPSS versi 24.  Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku 5R pekerja dengan nilai untuk sikap P-value (Sig) sebesar 1,000 (P-value > 0.05) dan nilai untuk pengetahuan P-value (Sig) sebesar 1,000 (P-value > 0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku 5R pekerja di Pabrik Roti La-Tansa. Perlu penelitian lebih lanjut guna mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku 5R pekerja di Pabrik Roti La Tansa Gontor
RISK ASSESSMENT KEBAKARAN DAN PELEDAKAN DI PT. XYZ SURABAYA Faizal Fergusan; Tofan Agung Eka Prasetya; Erwin Dyah Nawainetu
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.2674

Abstract

Kebakaran dan peledakan merupakan salah satu risiko yang ada di PT. XYZ.  Risiko yang ada di PT. XYZ perlu dilakukan penilaian bahaya secara berkala.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses industri gas, melakukan identifikasi bahaya, menilai dan menentukan tingkat risiko serta melakukan pengendalian risiko bahaya di PT. XYZ. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan cross sectional dengan analisa deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah mesin produksi PT. XYZ. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari obeservasi dan hasil wawancara serta data sekunder dari dokumen pendukung.Hasil identifikasi bahaya menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa terdapat 13 bahaya kegagalan mesin. Bahaya tersebut meliputi 1 risiko kategori tinggi,  7 risiko kategori sedang dan 5 risiko kategori rendah. Risiko tinggi dalam pengolahan industri gas di PT. XYZ terdapat pada storage tank.Upaya pengendalian yang telah dilakukan untuk meminimalisir bahaya yaitu pembuatan ruang control room, pembuatan Standar Operating Procedure pada setiap pekerjaan dan mesin serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm, ear muff dan safety shoes. Saran yang dapat di rekomendasikan adalah menyampaikan hasil dari indentifikasi bahaya sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengoreksi, mengevaluasi serta mengambil langkah lebih lanjut guna penyempurnaan proses produksi, keselamatan dan kesehatan kerja di PT. XYZ. Selain itu dapat dilakukan perawatan dan pengecekan rutin terhadap semua mesin produksi serta mengatur manajemen APD sesuai dengan undang undang yang berlaku. Kata kunci: industri gas, risk assessment, FMEA, fire and explosion
FAKTOR PREDIKSI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA UNIT SORTIR DI PT. INDAH KIAT PULP AND PAPER TANGERANG TBK TAHUN 2018 Mega Marcilin; Decy Situngkir
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.3482

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan sekumpulan gejala/gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, kartilago, sistem syaraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. Keluhan muskuloskeletal yang dirasa pada bagian otot skeletal oleh seseorang mulai dari keluhan ringan hingga keluhan yang terasa sangat sakit.Penelitian ini dilakukan Pada Unit Sortir di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang. Tbk pada Agustus-Februari 2019. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 orang dan menggunakan desain cross sectional study. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Variabel dependen pada penelitian ini adalah keluhan MSDS sedangkan variabel independennya adalah risiko/faktor pekerjaan, usia, indeks masa tubuh, masa kerja, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada 32 orang (58.2%) yang berisiko mengalami keluhan MSDs. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara keluhan MSDs dengan masa kerja (p value = 0,009), kebiasaan olahraga (p value = 0,004 ). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (p value = 0,184), indeks massa tubuh (p value = 0,767).Pekerja disarankan melakukan istirahat setiap 1-2 jam bekerja selama 5-10 menit, rutin berolahraga dan jaga pola makan. Perusahaan membuat  program workplace stretching excercise agar para pekerja dapat melakukan peregangan ketika otot-otot mulai tegang dan mengaktifkan kembali program senam untuk pekerja.Kata Kunci : Keluhan MSDs, Ergonomi, Sortir
DETERMINANTS OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS IN COFFEE PICKER IN KABUPATEN LUMAJANG kurnia ardiansyah akbar
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 4, No 2 (2020): Improve Industry Performance by Optimizing Occupational Health Management
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v4i2.4032

Abstract

Musculoskeletal disorders become a attention in theOcuupational health sector. One of the sectors that is affected is the agricultural sector. The results of previous studies indicate that musculoskeletal disorders in farmers will reduce up to 60% of farmer productivity. Musculoskeletal disorders are health problems that often occur in coffee pickers but are rarely noticed. Based on preliminary research from 30 respondents who were interviewed 100% of respondents claimed to experience rheumatic pain, cramps, sprains and numbness. Parts of the body that experienced complaints expressed by respondents had a variety of  neck, right shoulder, left calf and waist. This complaint is an indication that coffee pickers have experienced musculoskeletal disorders. This study aims to analyze the musculoskletal disorders. The study was conducted on coffee pickers in 2 villages namely Tawon Songo and Jabon Villages Pasrujambe Kabupaten Lumajang with a total sample of 35 respondents taken by simple random sampling. The research design used was cross-sectional study. Based on the research results it was found that musculoskletal disorders were experienced by 32 respondents. Of the variables studied, two significant variables were risk factors for musculoskletal disorders, namely age (sig = 0.009) and burden (sig = 0.000).
KORELASI PENGETAHUAN TENTANG KECELAKAAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA AMAN PADA TENAGA KERJA PRODUKSI KERTAS KUDUS Agnes Tirza Awanda; Haris Setyawan
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 5, No 1 (2020): Integrated Occupational Safety and Health Implementation
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v5i1.4375

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja bisa disebabkan oleh perilaku dan kondisi kerja yang tidak aman di tempat kerja. Unit produksi kertas merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi seperti terkena cipratan atau menghirup bahan kimia dan gas berbahaya serta kontak fisik dengan peralatan produksi dan mesin. Perusahaan ini mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Perbedaan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang berbeda inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pembentukan perilaku kerja aman tenaga kerja. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui korelasi pengetahuan tentang kecelakaan di tempat kerja terhadap perilaku kerja aman pada tenaga kerja produksi kertas di Kudus. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 85 orang, 47 responden diambil sebagai responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan berupa lembar kuesioner dengan menggunakan uji Somer’s D melalui aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan p value = 0.003 dan nilai r = 0,805, arah korelasi positif dengan nilai kekuatan korelasi yang sangat kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kecelakaan kerja dengan perilaku kerja aman, semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang kecelakaan kerja maka akan semakin tinggi pula tingkat perilaku kerja aman.Kata Kunci: pengetahuan; perilaku kerja aman; kecelakaan kerja; produksi kertas
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X Edwina Rudyarti
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 5, No 2 (2021): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v5i2.4654

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja dengan berbagai risiko kesehatan bagi para tenaga medis terutama perawat yang secara langsung menangani pasien. Tingginya beban kerja di rumah sakit akan menyebabkan risiko kelelahan dan stress bagi para perawat. Berdasarkan beberapa penelitian, stres kerja merupakan salah satu faktor yang berkorelasi kuat dengan kelelahan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit X. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Subyek yang diuji pada penelitian ini adalah 55 orang perawat yang diambil secara acak dari keseluruhan perawat di RS X. Variabel independen adalah stres kerja dan variabel dependen adalah kelelahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diisi langsung oleh responden. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis  bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara stres kerja dan kelelahan dengan nilai koefisien korelasi ® = 0,454 dan p-value = 0,05. Hasil dari analisis multivariat regresi linier menunjukkan bahwa stres kerja berperan sebagai determinan kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit dengan nilai R2 = 0,275, p = 0,000. Artinya kelelahan kerja dipengaruhi oleh stres kerja sebesar 27,5% dan 72,5% dipengaruhi oleh variabel lain. Ada korelasi antara stres kerja dengan kelelahan yang dialami oleh perawat, sehingga stres kerja merupakan sebagai salah satu faktor penentu dari kelelahan kerja pada perawat.Kata Kunci: stres kerja; kelelahan kerja; perawat

Page 6 of 14 | Total Record : 134