cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Karet
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 0852808X     EISSN : 25030469     DOI : -
JURNAL PENELITIAN KARET (Indonesian Journal of Natural Rubber Research, p-ISSN : 0852-808X ; e-ISSN : 2503-0469) is accreditate national scientific journal published by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The objective of the journal is to disseminate the innovation of rubber research to researcher, practitioner and user of information in general. Authors constribute on the publication of Jurnal Penelitian Karet are coming from Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center and also other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020" : 24 Documents clear
PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL BOKAR KE PASAR LELANG DAN NON LELANG DI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Purba, Farulian; Rochdiani, Dini Rochdiani; Wulandari, Eliana Wulandari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan antara pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan petani menjual hasil bokar ke pasar non lelang. Penelitian di lakukan di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 petani karet yang terdiri petani menjual bokar ke pasar lelang sebanyak 64 responden dan petani menjual bokar ke pasar non lelang sebanyak 25 responden. Metode penelitian analisis kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dengan petani menjual bokar ke pasar non lelang dan analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Hasil penelitian dengan analisis matematis menunjukan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang lebih tinggi dari pada petani yang menjual bokar ke pasar non lelang dengan tingkat pendapatan masing-masing sebesar Rp.299.173,76 dan Rp.252.524 Analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar kepasar lelang dan non lelang dengan nilai signifikansi sebesar 0.00 Jika dibandingkan dengan taraf signifikan 5% maka signifikansi bernilai lebih kecil sehingga terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan pendapatan.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL BOKAR KE PASAR LELANG DAN NON LELANG DI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Purba, Farulian; Rochdiani, Dini Rochdiani; Wulandari, Eliana Wulandari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan antara pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan petani menjual hasil bokar ke pasar non lelang. Penelitian di lakukan di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 petani karet yang terdiri petani menjual bokar ke pasar lelang sebanyak 64 responden dan petani menjual bokar ke pasar non lelang sebanyak 25 responden. Metode penelitian analisis kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dengan petani menjual bokar ke pasar non lelang dan analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Hasil penelitian dengan analisis matematis menunjukan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang lebih tinggi dari pada petani yang menjual bokar ke pasar non lelang dengan tingkat pendapatan masing-masing sebesar Rp.299.173,76 dan Rp.252.524 Analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar kepasar lelang dan non lelang dengan nilai signifikansi sebesar 0.00 Jika dibandingkan dengan taraf signifikan 5% maka signifikansi bernilai lebih kecil sehingga terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan pendapatan.
ANALISIS KERAGAMAN KETAHANAN PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN BPM 1 X RRIM 600 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.696

Abstract

Serangan penyakit gugur daun Corynespora masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan klon-klon karet unggul yang resisten sebagai bahan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan 30 progeni F1 calon klon-klon unggul baru yang merupakan hasil persilangan BPM 1 x RRIM 600 terhadap PGDC. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Tingkat resistensi ditentukan berdasarkan intensitas kelayuan daun akibat sensitivitas daun tanaman terhadap filtrat toksin empat isolat C. cassiicola yang mengakibatkan terjadinya kehilangan cairan pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kelayuan daun setiap progeni berbeda nyata terhadap setiap isolat C. cassiicola. Terdapat interaksi antara genotipe progeni dengan jenis isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat CC-GT 1 memiliki tingkat virulensi yang paling tinggi diantara 4 isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat yang tergolong haplotipe 1 (CC-GT 1 dan CC-IRR 104) memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari haplotipe 2 (CC-RRIM 600 dan CC-IRR112).  Ketahanan progeni F1 terhadap PGDC sangat beragam dimana 4 progeni tergolong sangat tahan, 14 progeni tahan, 7 progeni rantan dan 5 progeni tergolong sangat rentan teradap PGDC. Progeni yang memiliki ketahanan yang tinggi berpeluang menjadi klon-klon unggul dimasa yang akan datang.  
ANALISIS KERAGAMAN KETAHANAN PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN BPM 1 X RRIM 600 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.696

Abstract

Serangan penyakit gugur daun Corynespora masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan klon-klon karet unggul yang resisten sebagai bahan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan 30 progeni F1 calon klon-klon unggul baru yang merupakan hasil persilangan BPM 1 x RRIM 600 terhadap PGDC. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Tingkat resistensi ditentukan berdasarkan intensitas kelayuan daun akibat sensitivitas daun tanaman terhadap filtrat toksin empat isolat C. cassiicola yang mengakibatkan terjadinya kehilangan cairan pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kelayuan daun setiap progeni berbeda nyata terhadap setiap isolat C. cassiicola. Terdapat interaksi antara genotipe progeni dengan jenis isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat CC-GT 1 memiliki tingkat virulensi yang paling tinggi diantara 4 isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat yang tergolong haplotipe 1 (CC-GT 1 dan CC-IRR 104) memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari haplotipe 2 (CC-RRIM 600 dan CC-IRR112).  Ketahanan progeni F1 terhadap PGDC sangat beragam dimana 4 progeni tergolong sangat tahan, 14 progeni tahan, 7 progeni rantan dan 5 progeni tergolong sangat rentan teradap PGDC. Progeni yang memiliki ketahanan yang tinggi berpeluang menjadi klon-klon unggul dimasa yang akan datang.  
OPTIMIZATION OF CLIMATE CONDITION AND EFFECT OF MEDIA COMPOSITION TO SUCCESSFUL OF ACCLIMATIZATION OF RUBBER PLANTS ORIGINATED FROM SOMATIC EMBRYOGENESIS Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.677

Abstract

OPTIMASI KONDISI IKLIM DAN PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN AKLIMATISASI TANAMAN KARET ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK Optimization of Climate Condition and Effect of Media Composition to Successful of Acclimatization of Rubber Plants originated from Somatic Embryogenesis   AbstractAcclimatization is a critical period in the multiplication of plants through tissue culture. Plantlets deaths due to changes of the environmental conditions from in vitro to ex vitro often occur during this period, so the effort is needed to manipulate the environmental conditions to be obtained optimum conditions. The research aims to optimize the temperature and humidity conditions and to see the effect of planting media composition suitable for acclimatization stage of rubber planting material from somatic embryogenesis in the greenhouse. Climate optimization in plastic tunnel was carried out using the fogging system. Experiment used 210 planlets of PB 260 clones originating from Cirad, France. Planlets were planted in 7 combination of grow media using a complete random design with three replication, and each replication consisted of 10 plant. Observations were conducted to the percentage of survival plants, high, diameter and number of leaves during acclimatization. Result showed that type of media influenced the survival ability of plants. The highest survival rate reached 90% was resulted on soil and mix of cocofiber, peat moss and zeolite media. Type of media did not give a significant effect to high, diameter and number of leaves of plants during two month acclimatization. The significant effect of media type were resulted on high of plants on three month after acclimatization. In the limitations conditions of  top soil availability, the mix of cocofiber, peat moss and zeolite can be used as a alternative of substitute media for rubber plant.Keywords: Hevea brasiliensis, rubber seedlings, tissue culture, juvenility, planting mediaAbstrak Aklimatisasi merupakan periode kritis dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Kematian planlet akibat terjadinya perubahan kondisi lingkungan dari in vitro ke ex vitro sering terjadi pada periode tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya memanipulasi kondisi lingkungan untuk memperoleh kondisi yang optimum. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kondisi suhu dan kelembapan serta melihat pengaruh komposisi media tanam yang sesuai untuk proses aklimatisasi bibit karet asal embriogenesis somatik di rumah kaca. Optimasi iklim dalam sungkup plastik dilakukan dengan menggunakan alat fogging system. Penelitian menggunakan 210 planlet klon PB 260 yang berasal dari Cirad, Perancis. Planlet ditanam pada 7 kombinasi media tumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tanaman hidup, tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama aklimatisasi. Pengamatan menunjukkan bahwa jenis media berpengaruh terhadap kemampuan tanaman bertahan hidup. Persentase tanaman bertahan hidup mencapai 90% ditemukan pada media tanah dan campuran cocofiber, gambut dan zeolit.  Jenis media tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama dua bulan aklimatisasi. Pengaruh nyata jenis media tanam hanya ditemukan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 3 bulan setelah aklimatisasi. Dlam kondisi keterbatasan ketersediaan top soil, campuran media cocofiber, gambut dan zeolit dapat digunakan sebagai alternatif media pengganti tanaman karet.Kata kunci : Hevea brasiliensis, bibit karet, kultur jaringan, juvenilitas, media tanam
OPTIMIZATION OF CLIMATE CONDITION AND EFFECT OF MEDIA COMPOSITION TO SUCCESSFUL OF ACCLIMATIZATION OF RUBBER PLANTS ORIGINATED FROM SOMATIC EMBRYOGENESIS Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.677

Abstract

OPTIMASI KONDISI IKLIM DAN PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN AKLIMATISASI TANAMAN KARET ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK Optimization of Climate Condition and Effect of Media Composition to Successful of Acclimatization of Rubber Plants originated from Somatic Embryogenesis   AbstractAcclimatization is a critical period in the multiplication of plants through tissue culture. Plantlets deaths due to changes of the environmental conditions from in vitro to ex vitro often occur during this period, so the effort is needed to manipulate the environmental conditions to be obtained optimum conditions. The research aims to optimize the temperature and humidity conditions and to see the effect of planting media composition suitable for acclimatization stage of rubber planting material from somatic embryogenesis in the greenhouse. Climate optimization in plastic tunnel was carried out using the fogging system. Experiment used 210 planlets of PB 260 clones originating from Cirad, France. Planlets were planted in 7 combination of grow media using a complete random design with three replication, and each replication consisted of 10 plant. Observations were conducted to the percentage of survival plants, high, diameter and number of leaves during acclimatization. Result showed that type of media influenced the survival ability of plants. The highest survival rate reached 90% was resulted on soil and mix of cocofiber, peat moss and zeolite media. Type of media did not give a significant effect to high, diameter and number of leaves of plants during two month acclimatization. The significant effect of media type were resulted on high of plants on three month after acclimatization. In the limitations conditions of  top soil availability, the mix of cocofiber, peat moss and zeolite can be used as a alternative of substitute media for rubber plant.Keywords: Hevea brasiliensis, rubber seedlings, tissue culture, juvenility, planting mediaAbstrak Aklimatisasi merupakan periode kritis dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Kematian planlet akibat terjadinya perubahan kondisi lingkungan dari in vitro ke ex vitro sering terjadi pada periode tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya memanipulasi kondisi lingkungan untuk memperoleh kondisi yang optimum. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kondisi suhu dan kelembapan serta melihat pengaruh komposisi media tanam yang sesuai untuk proses aklimatisasi bibit karet asal embriogenesis somatik di rumah kaca. Optimasi iklim dalam sungkup plastik dilakukan dengan menggunakan alat fogging system. Penelitian menggunakan 210 planlet klon PB 260 yang berasal dari Cirad, Perancis. Planlet ditanam pada 7 kombinasi media tumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tanaman hidup, tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama aklimatisasi. Pengamatan menunjukkan bahwa jenis media berpengaruh terhadap kemampuan tanaman bertahan hidup. Persentase tanaman bertahan hidup mencapai 90% ditemukan pada media tanah dan campuran cocofiber, gambut dan zeolit.  Jenis media tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama dua bulan aklimatisasi. Pengaruh nyata jenis media tanam hanya ditemukan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 3 bulan setelah aklimatisasi. Dlam kondisi keterbatasan ketersediaan top soil, campuran media cocofiber, gambut dan zeolit dapat digunakan sebagai alternatif media pengganti tanaman karet.Kata kunci : Hevea brasiliensis, bibit karet, kultur jaringan, juvenilitas, media tanam
OPTIMIZATION OF ROOT TRAINER COCOPEAT PLANTING MEDIA THROUGH ZEOLITE AND HUMIC ACID APPLICATION ON RUBBER NURSERY Stevanus, Charlos Togi; Cahyo, Andi Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.685

Abstract

Cocopeat as root trainer?s planting media has low nutrition content. This research aimed to determine the effect of various zeolit and humic acid dose on the growth and nutrition uptake of rubber planting material. This research was conducted in Sembawa Research Centre Nursery on April 2018 to January 2019 using IRR 112 rubber clone. This research was arranged in completely randomized design (CRD) with two factors and three replicates. The first factor was zeolit dose that consisted of four levels, namely 0; 7.5; 15; and 22.5 gram/plant. The second level was humic acid dose, that consisted of four levels, namely 0; 7.5; 15; and 22.5 ml/l water. Zeolite and humic acid significantly improved lateral root and leaves biomass respectively. Furthermore, zeolite also significantly improved lateral root?s N and P uptake as well as leaves? N. In addition humic acid improved leaves? P and K uptake as well as stem?s N uptake. The optimal application dose was 7.5 gram/plant for zeolite and 7.5 ml/l water for humic acid.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN IRIGASI PEMBIBITAN BATANG BAWAH KARET BERDASARKAN NERACA AIR DI SEMBAWA, SUMATERA SELATAN Cahyo, Andi Nur; Stevanus, Charlos Togi; Syafaah, Afdholiatus
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.689

Abstract

Kebutuhan bibit unggul karet yang mencapai 83-85 juta per tahun yang berasal dari progam Bun 500 Direktorat Jenderal Perkebunan menjadi peluang usaha bagi penyedia bahan tanam karet. Untuk itu penangkar bibit harus mengupayakan agar pertumbuhan bibit karet menjadi optimal. Kebutuhan air merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan batang bawah sehingga kebutuhan irigasi di pembibitan karet perlu diperhitungkan dengan cermat. Kebutuhan irigasi suatu lahan dapat dihitung menggunakan neraca air lahan yang diperoleh dari data curah hujan dan evapotranspirasi potensial selama 35 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan irigasi bersih untuk batang batang bawah karet menggunakan neraca air sehingga defisit air dapat dihindari. Berdasarkan hasil analisis kurva pF untuk tanah lempung berliat di Sembawa dengan menggunakan nilai MAD 30%, diketahui bahwa kadar air tanah harus selalu di atas 291,4 mm agar tanaman karet tidak mengalami cekaman kekeringan. Berdasarkan perhitungan neraca air dengan menggunakan rerata iklim 35 tahun terakhir di daerah Sembawa, irigasi bersih perlu diberikan minimum sebesar 16,7 dan 24,4 mm/bulan untuk bulan Agustus dan September berturut-turut untuk menghindari cekaman kekeringan. Pada saat fenomena El-Nino terjadi (2015), irigasi bersih harus diberikan minimum 82,7; 108,0; 127,9; dan 5,7 mm/bulan untuk Bulan Agustus, September, Oktober, dan November berturut-turut. Untuk tahun 2020, hingga bulan Agustus irigasi diperkirakan tidak perlu diberikan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue JPK: Volume 43, Nomor 2, Tahun 2025 JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025 JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024 JPK : Volume 42, Nomor 1, Tahun 2024 JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023 JPK : Volume 41, Nomor 1, Tahun 2023 JPK : Volume 40, Nomor 2, Tahun 2022 JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022 JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021 JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021 JPK : Volume 38, Nomor 2, Tahun 2020 JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020 JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 More Issue