cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Karet
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 0852808X     EISSN : 25030469     DOI : -
JURNAL PENELITIAN KARET (Indonesian Journal of Natural Rubber Research, p-ISSN : 0852-808X ; e-ISSN : 2503-0469) is accreditate national scientific journal published by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The objective of the journal is to disseminate the innovation of rubber research to researcher, practitioner and user of information in general. Authors constribute on the publication of Jurnal Penelitian Karet are coming from Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center and also other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
PENGARUH KONSENTRASI IBA TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR DUA FASE WARNA BATANG PADA STEK BATANG BAWAH KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL. AGR) Ulya, Tsalisa Himma; Rogomulyo, Rohlan; Admojo, Lestari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.631

Abstract

Ketersediaan biji karet sebagai bahan tanam untuk batang bawah seringkali terkendala iklim serta musim biji yang hanya ada satu kali dalam setahun. Stek batang karet dari tanaman seedling dilakukan sebagai upaya dalam memenuhi ketersediaan batang bawah dengan penambahan auksin untuk memicu pertumbuhan akar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi auksin dan fase warna batang yang paling tepat untuk pertumbuhan akar pada stek batang bawah karet. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Getas pada bulan Februari sampai September 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor yaitu fase warna batang dan konsentrasi IBA dengan jumlah 60 tanaman setiap perlakuan sebagai ulangan. Faktor pertama adalah fase warna batang yang terdiri dari dua yaitu cokelat dan hijau. Faktor kedua yaitu konsentrasi IBA yang terdiri dari 0, 100, 200, dan 300 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stek batang cokelat dengan konsentrasi IBA 100 ppm memberikan respon terbaik pada persentase berakar sebesar 54,84% dan panjang akar 7,93 cm, sedangkan stek batang hijau menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan IBA 300 ppm dengan persentase berakar sebesar 34,38% dan panjang akar 5,83 cm pada pengamatan 3 Bulan Setelah Stek. Panjang akar stek pada 6 BSS tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata baik pada perlakuan penambahan IBA maupun warna batang.
PENGARUH VULKANISASI LATEKS KARET ALAM DENGAN CARA RADIASI MENGGUNAKAN MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN KADAR PROTEIN BARANG JADINYA Ramadhan, Arief; Darsono, Darsono; Nuraini, Elin; Handayani, Hani; Cifriadi, Adi; Puspitasari, Santi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.661

Abstract

Saat ini, terdapat tiga proses vulkanisasi yang umum digunakan di industri lateks karet alam, yaitu vulkanisasi dengan belerang, radiasi, dan peroksida. Vulkanisasi belerang menghasilkan produk dengan sifat mekanis yang unggul dibandingkan dengan vulkanisasi radiasi dan peroksida. Vulkanisasi lateks karet alam dengan radiasi dilakukan dengan mengekspos lateks karet alam terhadap radiasi pengion berenergi tinggi seperti sinar gamma atau berkas elektron. Penggunaan radiasi berkas elektron untuk vulkanisasi karet alam masih terbatas terutama untuk aplikasi pada barang jadi lateksnya seperti sarung tangan. Makalah ini membahas efek iradiasi berkas elektron pada vulkanisasi lateks terhadap sifat mekanik barang jadi lateksnya. Tiga jenis lateks yang digunakan (lateks pekat, lateks terdeproteinisasi, dan kompon lateks) kemudian diradiasi dengan mesin berkas elektron pada variasi dosis (0, 50, 70, 90, 130, dan 150 Kgy). Setelah vulkanisasi, lateks dituang di atas lapisan tipis kaca film membentuk film lateks. Film lateks kemudian diuji sifat mekaniknya seperti kekuatan tarik dan perpanjangan putus. Vulkanisasi lateks dengan belerang digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik film lateks yang divulkanisasi menggunakan radiasi berkas elektron lebih rendah dibandingkan vulkanisasi dengan belerang. Lateks iradiasi dengan mesin berkas elektron membentuk ikatan silang hanya di lapisan permukaan sehingga tidak dapat meningkatkan sifat mekanik keseluruhan barang jadi lateksnya.
SAMPUL DEPAN 37 2 2019 Puspitasari, Santi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.681

Abstract

Sampul Depan 37 2 2019
SAMPUL BELAKANG 37 2 2019 Puspitasari, Santi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.682

Abstract

Sampul Belakang 37 2 2019
PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
PENGGUNAAN PACLOBUTRAZOL DAN DINAMIKA FISIOLOGI LATEKS PADA BEBERAPA KLON KARET Koryati, Try
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter fisiologi lateks beberapa klom pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu  suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang,. Penelitian dilaksanakan di kebun Karang Inong PTP-N I Kso PTP-N III, Aceh Timur. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor Klon ada lima faktor yaitu; K1= Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K 3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5= Klon IRR  5. dan faktor Paklobutrazol ada tiga  faktor yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon (PB260, PB 330, PB 340, IRR 107 dan IRR 5) dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda  terhadap parameter pertumbuhan, produksi dan karakter fisiologi  lateks,   Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman  , tetapi  dapat meningkatkan pertambahan lilit batang , tebal kulit dan diameter pembuluh lateks,   Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi terdapat  pada perlakuan K3P0  (22,81 g/p/s), Untuk parameter KKK (36,47 %) , Fosfat acid (4,92 mM) dan Tiol (0.38 mM) tertinggi  terdapat pada perlakuan K4P1 dan Indek penyumbatan terendah terdapat pada klon K3P2 (18,71 %). Hasil penelitian ini merupakan salah satu solusi untuk tanaman belum menghasilkan ,  karena dapat menghambat pertambahan tinggi tanaman dan mempercepat pertambahan lilit batang, serta  terdapat dinamika karakter fisiologi lateks dari klon  yang dicoba.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL BOKAR KE PASAR LELANG DAN NON LELANG DI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Purba, Farulian; Rochdiani, Dini Rochdiani; Wulandari, Eliana Wulandari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan antara pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan petani menjual hasil bokar ke pasar non lelang. Penelitian di lakukan di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 petani karet yang terdiri petani menjual bokar ke pasar lelang sebanyak 64 responden dan petani menjual bokar ke pasar non lelang sebanyak 25 responden. Metode penelitian analisis kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dengan petani menjual bokar ke pasar non lelang dan analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Hasil penelitian dengan analisis matematis menunjukan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang lebih tinggi dari pada petani yang menjual bokar ke pasar non lelang dengan tingkat pendapatan masing-masing sebesar Rp.299.173,76 dan Rp.252.524 Analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar kepasar lelang dan non lelang dengan nilai signifikansi sebesar 0.00 Jika dibandingkan dengan taraf signifikan 5% maka signifikansi bernilai lebih kecil sehingga terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan pendapatan.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL BOKAR KE PASAR LELANG DAN NON LELANG DI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Purba, Farulian; Rochdiani, Dini Rochdiani; Wulandari, Eliana Wulandari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan antara pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan petani menjual hasil bokar ke pasar non lelang. Penelitian di lakukan di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 petani karet yang terdiri petani menjual bokar ke pasar lelang sebanyak 64 responden dan petani menjual bokar ke pasar non lelang sebanyak 25 responden. Metode penelitian analisis kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dengan petani menjual bokar ke pasar non lelang dan analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Hasil penelitian dengan analisis matematis menunjukan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang lebih tinggi dari pada petani yang menjual bokar ke pasar non lelang dengan tingkat pendapatan masing-masing sebesar Rp.299.173,76 dan Rp.252.524 Analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar kepasar lelang dan non lelang dengan nilai signifikansi sebesar 0.00 Jika dibandingkan dengan taraf signifikan 5% maka signifikansi bernilai lebih kecil sehingga terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan pendapatan.
ANALISIS KERAGAMAN KETAHANAN PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN BPM 1 X RRIM 600 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.696

Abstract

Serangan penyakit gugur daun Corynespora masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan klon-klon karet unggul yang resisten sebagai bahan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan 30 progeni F1 calon klon-klon unggul baru yang merupakan hasil persilangan BPM 1 x RRIM 600 terhadap PGDC. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Tingkat resistensi ditentukan berdasarkan intensitas kelayuan daun akibat sensitivitas daun tanaman terhadap filtrat toksin empat isolat C. cassiicola yang mengakibatkan terjadinya kehilangan cairan pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kelayuan daun setiap progeni berbeda nyata terhadap setiap isolat C. cassiicola. Terdapat interaksi antara genotipe progeni dengan jenis isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat CC-GT 1 memiliki tingkat virulensi yang paling tinggi diantara 4 isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat yang tergolong haplotipe 1 (CC-GT 1 dan CC-IRR 104) memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari haplotipe 2 (CC-RRIM 600 dan CC-IRR112).  Ketahanan progeni F1 terhadap PGDC sangat beragam dimana 4 progeni tergolong sangat tahan, 14 progeni tahan, 7 progeni rantan dan 5 progeni tergolong sangat rentan teradap PGDC. Progeni yang memiliki ketahanan yang tinggi berpeluang menjadi klon-klon unggul dimasa yang akan datang.  
ANALISIS KERAGAMAN KETAHANAN PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN BPM 1 X RRIM 600 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.696

Abstract

Serangan penyakit gugur daun Corynespora masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam budidaya tanaman karet. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan salah satunya adalah dengan penggunaan klon-klon karet unggul yang resisten sebagai bahan tanam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan 30 progeni F1 calon klon-klon unggul baru yang merupakan hasil persilangan BPM 1 x RRIM 600 terhadap PGDC. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Tingkat resistensi ditentukan berdasarkan intensitas kelayuan daun akibat sensitivitas daun tanaman terhadap filtrat toksin empat isolat C. cassiicola yang mengakibatkan terjadinya kehilangan cairan pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kelayuan daun setiap progeni berbeda nyata terhadap setiap isolat C. cassiicola. Terdapat interaksi antara genotipe progeni dengan jenis isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat CC-GT 1 memiliki tingkat virulensi yang paling tinggi diantara 4 isolat yang digunakan dalam pengujian. Isolat yang tergolong haplotipe 1 (CC-GT 1 dan CC-IRR 104) memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari haplotipe 2 (CC-RRIM 600 dan CC-IRR112).  Ketahanan progeni F1 terhadap PGDC sangat beragam dimana 4 progeni tergolong sangat tahan, 14 progeni tahan, 7 progeni rantan dan 5 progeni tergolong sangat rentan teradap PGDC. Progeni yang memiliki ketahanan yang tinggi berpeluang menjadi klon-klon unggul dimasa yang akan datang.  

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025 JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024 JPK : Volume 42, Nomor 1, Tahun 2024 JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023 JPK : Volume 41, Nomor 1, Tahun 2023 JPK : Volume 40, Nomor 2, Tahun 2022 JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022 JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021 JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021 JPK : Volume 38, Nomor 2, Tahun 2020 JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020 JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 More Issue