cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Karet
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 0852808X     EISSN : 25030469     DOI : -
JURNAL PENELITIAN KARET (Indonesian Journal of Natural Rubber Research, p-ISSN : 0852-808X ; e-ISSN : 2503-0469) is accreditate national scientific journal published by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara, based in Jalan Salak Nomor 1 Bogor 16151 West Java Indonesia. The objective of the journal is to disseminate the innovation of rubber research to researcher, practitioner and user of information in general. Authors constribute on the publication of Jurnal Penelitian Karet are coming from Indonesian Rubber Research Institute and its subsidiary research center and also other research and development institutes, government agencies, universities, associations, and industries.
Arjuna Subject : -
Articles 490 Documents
OPTIMIZATION OF CLIMATE CONDITION AND EFFECT OF MEDIA COMPOSITION TO SUCCESSFUL OF ACCLIMATIZATION OF RUBBER PLANTS ORIGINATED FROM SOMATIC EMBRYOGENESIS Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.677

Abstract

OPTIMASI KONDISI IKLIM DAN PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN AKLIMATISASI TANAMAN KARET ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK Optimization of Climate Condition and Effect of Media Composition to Successful of Acclimatization of Rubber Plants originated from Somatic Embryogenesis   AbstractAcclimatization is a critical period in the multiplication of plants through tissue culture. Plantlets deaths due to changes of the environmental conditions from in vitro to ex vitro often occur during this period, so the effort is needed to manipulate the environmental conditions to be obtained optimum conditions. The research aims to optimize the temperature and humidity conditions and to see the effect of planting media composition suitable for acclimatization stage of rubber planting material from somatic embryogenesis in the greenhouse. Climate optimization in plastic tunnel was carried out using the fogging system. Experiment used 210 planlets of PB 260 clones originating from Cirad, France. Planlets were planted in 7 combination of grow media using a complete random design with three replication, and each replication consisted of 10 plant. Observations were conducted to the percentage of survival plants, high, diameter and number of leaves during acclimatization. Result showed that type of media influenced the survival ability of plants. The highest survival rate reached 90% was resulted on soil and mix of cocofiber, peat moss and zeolite media. Type of media did not give a significant effect to high, diameter and number of leaves of plants during two month acclimatization. The significant effect of media type were resulted on high of plants on three month after acclimatization. In the limitations conditions of  top soil availability, the mix of cocofiber, peat moss and zeolite can be used as a alternative of substitute media for rubber plant.Keywords: Hevea brasiliensis, rubber seedlings, tissue culture, juvenility, planting mediaAbstrak Aklimatisasi merupakan periode kritis dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Kematian planlet akibat terjadinya perubahan kondisi lingkungan dari in vitro ke ex vitro sering terjadi pada periode tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya memanipulasi kondisi lingkungan untuk memperoleh kondisi yang optimum. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kondisi suhu dan kelembapan serta melihat pengaruh komposisi media tanam yang sesuai untuk proses aklimatisasi bibit karet asal embriogenesis somatik di rumah kaca. Optimasi iklim dalam sungkup plastik dilakukan dengan menggunakan alat fogging system. Penelitian menggunakan 210 planlet klon PB 260 yang berasal dari Cirad, Perancis. Planlet ditanam pada 7 kombinasi media tumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tanaman hidup, tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama aklimatisasi. Pengamatan menunjukkan bahwa jenis media berpengaruh terhadap kemampuan tanaman bertahan hidup. Persentase tanaman bertahan hidup mencapai 90% ditemukan pada media tanah dan campuran cocofiber, gambut dan zeolit.  Jenis media tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama dua bulan aklimatisasi. Pengaruh nyata jenis media tanam hanya ditemukan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 3 bulan setelah aklimatisasi. Dlam kondisi keterbatasan ketersediaan top soil, campuran media cocofiber, gambut dan zeolit dapat digunakan sebagai alternatif media pengganti tanaman karet.Kata kunci : Hevea brasiliensis, bibit karet, kultur jaringan, juvenilitas, media tanam
OPTIMIZATION OF CLIMATE CONDITION AND EFFECT OF MEDIA COMPOSITION TO SUCCESSFUL OF ACCLIMATIZATION OF RUBBER PLANTS ORIGINATED FROM SOMATIC EMBRYOGENESIS Oktavia, Fetrina
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.677

Abstract

OPTIMASI KONDISI IKLIM DAN PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN AKLIMATISASI TANAMAN KARET ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK Optimization of Climate Condition and Effect of Media Composition to Successful of Acclimatization of Rubber Plants originated from Somatic Embryogenesis   AbstractAcclimatization is a critical period in the multiplication of plants through tissue culture. Plantlets deaths due to changes of the environmental conditions from in vitro to ex vitro often occur during this period, so the effort is needed to manipulate the environmental conditions to be obtained optimum conditions. The research aims to optimize the temperature and humidity conditions and to see the effect of planting media composition suitable for acclimatization stage of rubber planting material from somatic embryogenesis in the greenhouse. Climate optimization in plastic tunnel was carried out using the fogging system. Experiment used 210 planlets of PB 260 clones originating from Cirad, France. Planlets were planted in 7 combination of grow media using a complete random design with three replication, and each replication consisted of 10 plant. Observations were conducted to the percentage of survival plants, high, diameter and number of leaves during acclimatization. Result showed that type of media influenced the survival ability of plants. The highest survival rate reached 90% was resulted on soil and mix of cocofiber, peat moss and zeolite media. Type of media did not give a significant effect to high, diameter and number of leaves of plants during two month acclimatization. The significant effect of media type were resulted on high of plants on three month after acclimatization. In the limitations conditions of  top soil availability, the mix of cocofiber, peat moss and zeolite can be used as a alternative of substitute media for rubber plant.Keywords: Hevea brasiliensis, rubber seedlings, tissue culture, juvenility, planting mediaAbstrak Aklimatisasi merupakan periode kritis dalam perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Kematian planlet akibat terjadinya perubahan kondisi lingkungan dari in vitro ke ex vitro sering terjadi pada periode tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya memanipulasi kondisi lingkungan untuk memperoleh kondisi yang optimum. Penelitian bertujuan untuk mengoptimasi kondisi suhu dan kelembapan serta melihat pengaruh komposisi media tanam yang sesuai untuk proses aklimatisasi bibit karet asal embriogenesis somatik di rumah kaca. Optimasi iklim dalam sungkup plastik dilakukan dengan menggunakan alat fogging system. Penelitian menggunakan 210 planlet klon PB 260 yang berasal dari Cirad, Perancis. Planlet ditanam pada 7 kombinasi media tumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap persentase tanaman hidup, tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama aklimatisasi. Pengamatan menunjukkan bahwa jenis media berpengaruh terhadap kemampuan tanaman bertahan hidup. Persentase tanaman bertahan hidup mencapai 90% ditemukan pada media tanah dan campuran cocofiber, gambut dan zeolit.  Jenis media tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi, diameter dan jumlah daun tanaman selama dua bulan aklimatisasi. Pengaruh nyata jenis media tanam hanya ditemukan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 3 bulan setelah aklimatisasi. Dlam kondisi keterbatasan ketersediaan top soil, campuran media cocofiber, gambut dan zeolit dapat digunakan sebagai alternatif media pengganti tanaman karet.Kata kunci : Hevea brasiliensis, bibit karet, kultur jaringan, juvenilitas, media tanam
OPTIMIZATION OF ROOT TRAINER COCOPEAT PLANTING MEDIA THROUGH ZEOLITE AND HUMIC ACID APPLICATION ON RUBBER NURSERY Stevanus, Charlos Togi; Cahyo, Andi Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.685

Abstract

Cocopeat as root trainer?s planting media has low nutrition content. This research aimed to determine the effect of various zeolit and humic acid dose on the growth and nutrition uptake of rubber planting material. This research was conducted in Sembawa Research Centre Nursery on April 2018 to January 2019 using IRR 112 rubber clone. This research was arranged in completely randomized design (CRD) with two factors and three replicates. The first factor was zeolit dose that consisted of four levels, namely 0; 7.5; 15; and 22.5 gram/plant. The second level was humic acid dose, that consisted of four levels, namely 0; 7.5; 15; and 22.5 ml/l water. Zeolite and humic acid significantly improved lateral root and leaves biomass respectively. Furthermore, zeolite also significantly improved lateral root?s N and P uptake as well as leaves? N. In addition humic acid improved leaves? P and K uptake as well as stem?s N uptake. The optimal application dose was 7.5 gram/plant for zeolite and 7.5 ml/l water for humic acid.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN IRIGASI PEMBIBITAN BATANG BAWAH KARET BERDASARKAN NERACA AIR DI SEMBAWA, SUMATERA SELATAN Cahyo, Andi Nur; Stevanus, Charlos Togi; Syafaah, Afdholiatus
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.689

Abstract

Kebutuhan bibit unggul karet yang mencapai 83-85 juta per tahun yang berasal dari progam Bun 500 Direktorat Jenderal Perkebunan menjadi peluang usaha bagi penyedia bahan tanam karet. Untuk itu penangkar bibit harus mengupayakan agar pertumbuhan bibit karet menjadi optimal. Kebutuhan air merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan batang bawah sehingga kebutuhan irigasi di pembibitan karet perlu diperhitungkan dengan cermat. Kebutuhan irigasi suatu lahan dapat dihitung menggunakan neraca air lahan yang diperoleh dari data curah hujan dan evapotranspirasi potensial selama 35 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan irigasi bersih untuk batang batang bawah karet menggunakan neraca air sehingga defisit air dapat dihindari. Berdasarkan hasil analisis kurva pF untuk tanah lempung berliat di Sembawa dengan menggunakan nilai MAD 30%, diketahui bahwa kadar air tanah harus selalu di atas 291,4 mm agar tanaman karet tidak mengalami cekaman kekeringan. Berdasarkan perhitungan neraca air dengan menggunakan rerata iklim 35 tahun terakhir di daerah Sembawa, irigasi bersih perlu diberikan minimum sebesar 16,7 dan 24,4 mm/bulan untuk bulan Agustus dan September berturut-turut untuk menghindari cekaman kekeringan. Pada saat fenomena El-Nino terjadi (2015), irigasi bersih harus diberikan minimum 82,7; 108,0; 127,9; dan 5,7 mm/bulan untuk Bulan Agustus, September, Oktober, dan November berturut-turut. Untuk tahun 2020, hingga bulan Agustus irigasi diperkirakan tidak perlu diberikan.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN IRIGASI PEMBIBITAN BATANG BAWAH KARET BERDASARKAN NERACA AIR DI SEMBAWA, SUMATERA SELATAN Cahyo, Andi Nur; Stevanus, Charlos Togi; Syafaah, Afdholiatus
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.689

Abstract

Kebutuhan bibit unggul karet yang mencapai 83-85 juta per tahun yang berasal dari progam Bun 500 Direktorat Jenderal Perkebunan menjadi peluang usaha bagi penyedia bahan tanam karet. Untuk itu penangkar bibit harus mengupayakan agar pertumbuhan bibit karet menjadi optimal. Kebutuhan air merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan batang bawah sehingga kebutuhan irigasi di pembibitan karet perlu diperhitungkan dengan cermat. Kebutuhan irigasi suatu lahan dapat dihitung menggunakan neraca air lahan yang diperoleh dari data curah hujan dan evapotranspirasi potensial selama 35 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan irigasi bersih untuk batang batang bawah karet menggunakan neraca air sehingga defisit air dapat dihindari. Berdasarkan hasil analisis kurva pF untuk tanah lempung berliat di Sembawa dengan menggunakan nilai MAD 30%, diketahui bahwa kadar air tanah harus selalu di atas 291,4 mm agar tanaman karet tidak mengalami cekaman kekeringan. Berdasarkan perhitungan neraca air dengan menggunakan rerata iklim 35 tahun terakhir di daerah Sembawa, irigasi bersih perlu diberikan minimum sebesar 16,7 dan 24,4 mm/bulan untuk bulan Agustus dan September berturut-turut untuk menghindari cekaman kekeringan. Pada saat fenomena El-Nino terjadi (2015), irigasi bersih harus diberikan minimum 82,7; 108,0; 127,9; dan 5,7 mm/bulan untuk Bulan Agustus, September, Oktober, dan November berturut-turut. Untuk tahun 2020, hingga bulan Agustus irigasi diperkirakan tidak perlu diberikan.
PENGARUH ASAM SULFAT SEBAGAI BAHAN KOAGULAN LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK KARET DAN MUTU KARET valentina, Ayu; Herawati, Maria Marina; Agus, Yohanes Hendro
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.639

Abstract

Penggunaan koagulan lateks yang tepat mampu menghasilkan karet bermutu baik. Namun, jaminan ketersediaan dan harga koagulan anjuran menyebabkan petani karet beralih menggunakan koagulan non-anjuran, sehingga dalam penelitian ini mencoba meneliti tentang karakteristik morfologi dan mutu karet yang dihasilkan oleh koagulan anjuran asam formiat dan koagulan non-anjuran asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot basah koagulum asam formiat lebih berat dibandingkan bobot basah koagulum asam sulfat, meskipun waktu koagulasinya lebih cepat dibandingkan waktu koagulasi asam formiat.  Mutu karet yang dihasilkan oleh asam formiat berdasarkan kadar karet kering, kadar abu dan kadar zat menguapnya lebih baik dibandingkan dengan mutu karet yang dihasilkan oleh asam sulfat.Kata kunci: Koagulasi; asam formiat; asam sulfat
PENGARUH ASAM SULFAT SEBAGAI BAHAN KOAGULAN LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK KARET DAN MUTU KARET valentina, Ayu; Herawati, Maria Marina; Agus, Yohanes Hendro
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.639

Abstract

Penggunaan koagulan lateks yang tepat mampu menghasilkan karet bermutu baik. Namun, jaminan ketersediaan dan harga koagulan anjuran menyebabkan petani karet beralih menggunakan koagulan non-anjuran, sehingga dalam penelitian ini mencoba meneliti tentang karakteristik morfologi dan mutu karet yang dihasilkan oleh koagulan anjuran asam formiat dan koagulan non-anjuran asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot basah koagulum asam formiat lebih berat dibandingkan bobot basah koagulum asam sulfat, meskipun waktu koagulasinya lebih cepat dibandingkan waktu koagulasi asam formiat.  Mutu karet yang dihasilkan oleh asam formiat berdasarkan kadar karet kering, kadar abu dan kadar zat menguapnya lebih baik dibandingkan dengan mutu karet yang dihasilkan oleh asam sulfat.Kata kunci: Koagulasi; asam formiat; asam sulfat
PENGARUH ASAM SULFAT SEBAGAI BAHAN KOAGULAN LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK KARET DAN MUTU KARET Ayu Valentina; Maria Marina Herawati; Yohanes Hendro Agus
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.639

Abstract

Penggunaan koagulan lateks yang tepat mampu menghasilkan karet bermutu baik. Namun, jaminan ketersediaan dan harga koagulan lateks anjuran menyebabkan petani karet beralih menggunakan koagulan non-anjuran. Penelitian ini mempelajari tentang mutu karet yang digumpalkan dengan koaglan anjuran asam format dan koagulan non-anjuran asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot basah koagulum asam format lebih berat dibandingkan bobot basah koagulum asam sulfat, meskipun waktu koagulasi dengan menggunakan asam sulfat lebih cepat dibandingkan waktu koagulasi dengan bahan penggumpal asam format. Mutu karet yang dihasilkan oleh penggumpalan asam format berdasarkan parameter kadar karet kering, kadar abu dan kadar zat menguapnya lebih baik dibandingkan dengan mutu karet yang digumpalkan menggunakan asam sulfat.
KARAKTERISASI ISOLAT Fusicoccum (Crous. S dan Wingf. M.J) PADA KARET (Hevea brasiliensis) SECARA MORFOLOGI DAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Yudiarto Sarsono; Dwi Sugiprihatini; Tuti Murdiati; Masayun Eka Maylandari; Tri Rapani Febbiyanti
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.665

Abstract

Fusicoccum merupakan salah satu penyebab penyakit gugur (hawar) daun pada tanaman karet.  Penyakit ini pernah terjadi di pertanaman karet Johor Peninsular Malaysia pada tahun 2010, yang disebabkan oleh cendawan Neofusicoccum ribis. Karantina Pertanian sebagai Focal Point bagian dari Organisasi Perlindungan  Tumbuhan  Nasional  berkepentingan untuk memastikan cendawan penyebab penyakit hawar daun pada tanaman karet dan melakukan tindakan untuk mencegah masuk dan/atau tersebarnya cendawan Neofusicoccum ribis yang dikelompokan sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) A2 golongan I.  Oleh karena itu, Karantina Pertanian melalui Balai Besar Uji Standar Mutu Karantina Pertanian bekerja  sama  dengan  Pusat  Penelitian  Karet Sembawa serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) - Bogor mencoba mengembangkan metode uji dalam mengidentifikasi cendawan penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum pada tanaman karet untuk keperluan karantina. Tujuan penelitian ini mengkarakterisasi patogen penyebab penyakit gugur daun Fusicoccum secara morfologi. Hasil Pemeriksaan morfologi secara langsung terhadap daun karet bergejala gugur daun diperoleh jenis cendawan Neofusicoccum dan hasil pengujian PCR dengan menggunakan primer ITS1/ITS4 universal dan dilanjutkan dengan Primer BOT15/BOT16, diperoleh Neofusicoccum umdonicola dan Neofusicoccum parvum yang selanjutnya disebut sebagai Neofusicoccum complex dengan masing-masing tingkat kekerabatan 99,66 % dan 97,08 %.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KARET YANG MENJUAL BOKAR KE PASAR LELANG DAN NON LELANG DI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Farulian Purba; Dini Rochdiani; Eliana Wulandari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v38i1.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan antara pendapatan petani yang menjual hasil bokar ke pasar lelang dan petani yang menjual hasil bokar ke pasar non lelang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel menggunakan metode Probability Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 petani karet yang terdiri petani menjual bokar ke pasar lelang sebanyak 64 responden dan petani menjual bokar ke pasar non lelang sebanyak 25 responden. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif yaitu matematik dan statistik. Analisis data menggunakan analisis matematik untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dengan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Sementara analisis statistik menggunakan Independent Sampel T Test bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani menjual bokar ke pasar non lelang. Hasil penelitian dengan analisis matematik menunjukan bahwa pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang lebih tinggi dari pada petani yang menjual bokar ke pasar non lelang dengan tingkat pendapatan masing-masing sebesar IDR 299.173,76 dan IDR 252.524. Selanjutnya hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan non lelang dengan nilai signifikansi sebesar 0.00. Jika dibandingkan dengan taraf signifikan 5% maka signifikansi bernilai lebih kecil sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata terhadap perbedaan pendapatan.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue JPK: Volume 43, Nomor 2, Tahun 2025 JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025 JPK : Volume 42, Nomor 2, Tahun 2024 JPK : Volume 42, Nomor 1, Tahun 2024 JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023 JPK : Volume 41, Nomor 1, Tahun 2023 JPK : Volume 40, Nomor 2, Tahun 2022 JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022 JPK : Volume 39, Nomor 2, Tahun 2021 JPK : Volume 39, Nomor 1, Tahun 2021 JPK : Volume 38, Nomor 2, Tahun 2020 JPK : Volume 38, Nomor 1, Tahun 2020 JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 2, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 30, Nomor 1, Tahun 2012 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 2, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 JPK : Volume 29, Nomor 1, Tahun 2011 More Issue