cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
ANALISA KARAKTERISTIK POMPA AIR UNTUK KEBUTUHAN AIR UTILITAS PADA PABRIK PROSES AGLOMERASI PT. Z Bagas Wijdan Widodo; Annisa Bhikuning
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13267

Abstract

Pengembangan produksi pertambangan nikel pada PT Z dilakukan untuk meningkatkan performa dari produksinya. Salah satu cara dari pengembangan ini adalah dengan optimasi saluran airnya. Air yang di salurkan ini di pompa menggunakan pompa sentrifugal yang ada pada pabrik proses aglomerasi. Pompa sentrifugal yang digunakan pada kasus ini juga menggunakan standar yang sesuai yaitu standar ASME B.73.1. Dalam menentukan spesifikasi pompa yang optimal untuk dipakai pada plant tersebut perlu dibuat Mechanical Data Sheet untuk mengetahui kebutuhan spesifikasi pompa yang akan dipakai pada industri. Dalam memenuhi datasheet ini perlu dilakukan perhitungan line sizing pipa, laju aliran air, head losses pompa, total dynamic head pompa, juga NPSHa nya dengan menyesuaikan ke standar ASME B73.1. Hasil perhitungan karakteristik pompa yang dihasilkan adalah pompa dengan laju aliran 86,74 gpm dengan total head losses 47,86 ft, total dynamic head sebesar 126,943 ft dan NPSHa 80,12 ft. Tipe Impeller pompa yang dipakai adalah Closed dan Tipe Mounting Foot. Material yang dipakai pada impeller dan casing pompa adalah Carbon Steel. Tipe Baseplate pompa adalah grouted.
PENGARUH EKSTRAK KULIT JERUK SEBAGAI PENGARUH KONSENTRASI SURFAKTAN DALAM MENINGKATKAN RECOVERY FAKTOR DENGAN METODE COREFLOOD TEST Andhika Rama Dwiputra; Muhammad Taufiq Fathaddin; Havidh Pramadika
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13276

Abstract

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah injeksi surfaktan, dimana dipilihnya yaitu surfaktan jenis AOS menggunakan konsentrasi kecil untuk menaikan produksi minyak. Penggunaan surfaktan ini ditujukan untuk menurunkan tegangan antarmuka pada dua fluida, yaitu minyak serta air, sehingga minyak dapat dibawa keluar dari pori suatu batuan reservoir. Pada penelitian ini akan memakai berbagai macam salinitas, yaitu 3000 ppm, serta 17000 ppm. Kemudian memakai konsentrasi sebanyak 0.1%, dan 0.7%. lalu variasi salinitas dan konsentrasi tersebut ditambahkan kulit jeruk sebanyak 25 ml. Dimana larutan surfaktan AOS serta larutan surfaktan AOS + ekstrak kulit jeruk akan dilakukan pengujian IFT di suhu 30°C dan 60°C. Kemudian pada penelitian ini ingin dilihat surfaktan dengan penambahan ekstrak kulit jeruk efektif apakah efektif dalam proses injeksi EOR. Prosedur penelitian pada penelitian ini diawali oleh pembuatan brine, pembuatan surfaktan, dan pembuatan surfaktan ditambahkan dengan kulit jeruk. kemudian dilakukan proses saturasi brine serta saturasi minyak, dilanjutkan dengan proses coreflooding. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk menganalisa pengaruh kulit jeruk terhadap perolehan minyak, dimana nantinya dibandingkan dengan hasil perolehan minyak dari surfaktan tanpa ekstrak kulit jeruk. Hasilnya membuktikan larutan surfaktan AOS + ekstrak kulit jeruk lebih tinggi recovery factornya dibandingan menggunakan larutan AOS, di salinitas 17000 ppm dengan konsentrasi 0.7% dimana RF sebesar 46% untuk AOS+ ekstrak kulit jeruk serta 40% untuk surfaktan AOS tanpa ekstrak kulit jeruk.
PENGARUH KOMPOSIT AMPAS TEBU, SEKAM PADI, BENTONITE TERHADAP pH, TDS DAN ADSORBSI ISOTERMAL FREUNDLICH Ahmad Naufal Guthni Russaputro; Lestari Lestari; Harin Widiyatni
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13306

Abstract

Seiring berjalanannya produksi minyak mentah maka semakin banyak air formasi yang terproduksi, jika dibuang ke lingkungan dapat menyebabkan tercemarnya lingkungan sekitar. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini ingin diketahui keefektifan komposit ampas tebu, sekam padi dan bentonite sehingga memenuhi bakumutu yang ditentukan PERMENLH no 19 tahun 2010 dan adsorbsi dari adsorben dengan menggunakan metode Freundlich isothermal. Untuk perhitungan Total Dissolved Solid (TDS), dan pH pada setiap sampel dari massa sampel yang digunakan sebesar 1 gram, 1.5 gram, 2 gram, 2.5 gram dan 3 gram. Pada sampel 3 gram ampas tebu,sekam padi dan bentonite nilai TDS bertutut-turut sebesar 1153 ppm, 2321 ppm dan 4214 ppm. Untuk nilai pH pada semua sampel berada pada batas baku mutu yang ditentukan pada sekam padi mempunyai nilai pH 7-8, Ampas tebu pH 6-7 dan untuk bentonite pH 7 dan 9. Dimana nilai TDS dan pH awal sebesar 5100 ppm dan 5.Untuk nilai regresi linear yang dihitung menggunakan metode Freundlich isothermal pada ampas tebu dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0.9272, pada ampas sekam padi nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9089 dan pada bentonite nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,8547. Dari penelitian ini ampas tebu nilai koefisien korelasi yang terbaik dikarenakan nilai koefisien korelasinya mendekati satu.
PENGARUH TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP & COMPENSATION TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE DIMEDIASI OLEH JOB SATISFACTION Mohammad Eko Budiratmoko; Erny Tajib
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13317

Abstract

This study aims to analyze the effect of transformational leadership and compensation on employee performance mediated by job satisfaction variables. The job satisfaction variable here functions as a mediating variable that researchers want to prove that it has an impact on employee performance. A company has an important component, namely employees as a fundamental asset. If employees are satisfied with what the company has given them, it can affect the progress of the company because employees feel motivated to work. Things that can affect employee performance include the supervisor's factor leading the employees, and also the compensation factor given to employees. So that if the two components are fulfilled properly it will have an impact on increasing employee performance which of course brings benefits to the company. The sample companies in this study are PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. The data collection method in this study used a question questionnaire which was distributed to employees to be filled out. Then the data obtained were analyzed by multiple regression analysis using SPSS software. The results showed that there was a positive effect of transformational leadership and compensation on employee performance mediated by job satisfaction. All hypotheses in this study are proven except for hypothesis number 4, namely transformational leadership has a negative effect on employee performance, due to the COVID-19 pandemic which affects the company's production decline from the target. However, if job satisfaction is included as a mediating variable, transformational leadership will have a positive impact on employee performance. From the results obtained, the leader must be able to teach his employees to be more creative at work and compensation must also be increased so that employee performance can increase
PENGGANTIAN AC TIPE SPLIT-DUCT DENGAN SISTEM WATER COOLED CHILLER DI PUSAT PERBELANJAAN X BANDUNG Endi Jumairi; Chalilullah Rangkuti; Supriyadi Supriyadi
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13331

Abstract

Penurunan konsumsi energi sistem HVAC menjadi semakin penting karena meningkatnya biaya bahan bakar fosil yang berdampak juga kepada meningkatnya biaya pembangkit listrik dan masalah lingkungan. Karena itu, untuk mengurangi konsumsi energi di gedung tanpa mengorbankan kenyamanan dan kualitas udara dalam ruangan merupakan tantangan penelitian yang sedang berlangsung. Setiap disiplin HVAC memiliki persyaratan desain khusus dan masing-masing memberikan peluang untuk penghematan energi. Dengan tingginya konsumsi energi listrik untuk HVAC ini yang rata–rata 50% dari total penggunaan listrik gedung, maka pihak pengelola dan pemilik gedung melakukan berbagai upaya untuk melakukan penghematan energi listrik, salah satunya dengan mengganti AC splitduct yang sudah terpasang selama 20 tahun dengan water cooled chiller. Total unit AC Split Duct yang terpasang untuk mendinginkan seluruh pusat perbelanjaan adalah sebanyak 280 unit dengan total kapasitas 1860 TR, penggantian dilaksanakan secara  bertahap, untuk tahap pertama dengan mengganti 43 unit AC split duct dengan total kapasitas 500 TR dengan water cooled chiller kapasitas 500 TR, sehingga dengan penggantian ini ada lantai yang disupply dari AC splitduct dan ada yang di suplai water cooled chiller system. Penulis menghitung konsumsi energi listrik yang dibutuhkan untuk kedua tipe AC ini dengan membandingkan beban actual (kWatt) dari AC splitduct dengan water cooled chiller system, dengan cakupan luas area yang sama dari kedua Tipe AC tersebut, dari nilai penghematan yang diperoleh, dihitung waktu pengembalian investasi dari water cooled chiller system
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA LANSIA Donna Adriani; Salma Dhiya Wahid
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14035

Abstract

BACKGROUND In elderly women, there is estrogen reduction which causes parathyroid depression and results in decreased absorption of vitamin D and experiences the aging process. This leads to increased susceptibility to one of the metabolic diseases, osteoporosis. One of the risk factors for osteoporosis is nutritional status which can be assessed through bmi and waist circumference. This study determines the relationship between waist circumference and the incidence of osteoporosis in elderly women. METHOD The study used an observational study with a cross-sectional design that included 86 elderly women in November-December 2021 at the Puskesmas Mampang, South Jakarta. Sampling used nonrandom sampling method with consecutive sampling technique. Data were collected by interview using the FRAX® tool questionnaire for osteoporosis and measuring waist circumference with a measuring tape. Data were analyzed by chi-square statistical test with a significance value of p<0.05. RESULTS The most age group experiencing osteoporosis is at the age of 71-90 years as many as 15 respondents 78.9%. There was a significant relationship between age and osteoporosis in elderly women (p-value = 0.028). Respondents who had osteoporosis with a waist circumference of <80 cm had (64.7%) more than those with a waist circumference of >80 cm. There was no significant relationship between waist circumference and osteoporosis in elderly women (p = 0.242). CONCLUSION There is a significant relationship between age and osteoporosis in elderly women and there is no relationship between waist circumference and osteoporosis in elderly women  
KAJIAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA DENGAN CHRONIC FATIGUE SYNDROME DI SEKOLAH TINGGI SEMI-MILITER Patwa Amani; Sekar Melati Putri Puspita
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14044

Abstract

Sekolah tinggi semi-militer merupakan salah satu jenis pendidikan tinggi di Indonesia yang memiliki pola pendidikan dengan karakteristik khusus. Selama masa studi mahasiswa tinggal di asrama dengan jadwal akademik yang sangat padat dan kurangnya fleksibilitas dalam pola istirahat serta kegiatan harian. Kondisi tersebut dapat memicu stres jangka panjang yang dapat mengarah pada kejadian chronic fatigue syndrome (CFS). Studi mengenai faktor risiko CFS pada mahasiswa perlu dilakukan untuk mengurangi angka kejadian dan komplikasinya. Penelitian analitik observasional dengan desain cross- sectional dilakukan pada 150 mahasiswa sekolah tinggi semi-militer yang terdiri atas 123 laki-laki dan 27 perempuan. Penilaian aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnare dan Centers for Disease Control Symptom Inventory Questionnare untuk penilaian chronic fatigue syndrome. Dari hasil penelitian diketahui rerata responden memiliki tingkat aktivitas fisik berat dengan rerata skor GPAQ 6875,18. Prevalensi CFS pada responden adalah 30%, dengan persentase tertinggi pada kelompok usia ≥ 20 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan tingkat akademik tahun pertama.
IMPLEMENTASI METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS UNTUK MENGUKUR TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK (Studi Kasus di FTSP, Universitas Trisakti) Julia Damayanti; Popi Puspitasari; Giraldi Fardiaz Kuswanda
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14152

Abstract

Kepuasan mahasiswa berkaitan erat dengan kesesuaian antara harapan dan kenyataan dari kualitas layanan akademik yang diperolehnya. Oleh sebab itu dibutuhkan rumusan untuk mengukur tingkat kepuasan dan dianalisa, sehingga diketahui tingkat kepuasan yang diperoleh. Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Universitas Trisakti sebagai pemberi layanan kegiatan akademik memerlukan pengukuran tentang kepuasan mahasiswa agar menghasilkan output yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa secara menyeluruh dengan metode Customer Satisfication Index (CSI) serta melakukan identifikasi pemetaan tingkat harapan dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Sampel pada penelitian ini adalah 166 orang mahasiswa yang terdiri dari 98 orang mahasiswa program studi Teknik Sipil dan 68 orang mahasiswa program studi Arsitektur. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah secara keseluruhan mahasiswa puas terhadap kualitas layanan akademik fakultas , yang ditunjukkan oleh nilai Customer Satisfication Index sebesar 66,37 %. Berdasarkan hasil analisis pada diagram Importance Performance Analysis, fakultas memiliki keunggulan pada aspek Reliability, aspek Assurance dan Aspek Tangibles namun, fakultas masih perlu untuk melakukan perbaikan pelayanan terutama pada Aspek Empathy, Aspek Sistem Informasi dan Aspek Responsiveness.
PERANCANGAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED PADA PT. KURABO MANUNGGAL TEXTILE Mush’ab Syakieb Alkatiri; Ratna Mira Yojana; Winnie Septiani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14222

Abstract

BSTRAK Kurabo Manunggal Textile merupakan pabrik pemintalan benang dengan bahan baku serat kapas. Pada gudang bahan baku, terdapat 12 jenis bahan baku yang terbagi menjadi 3 sub–kelompok. Pemindahan bahan baku dilakukan dengan material handling berupa forklift. Pada kondisi awal, penyimpanan bahan baku dilakukan secara acak. Hal ini menyebabkan operator kesulitan dalam pengambilan bahan baku. Rata-rata utilitas Gudang hanya 37% dan waktu material handling mencapai 86,47jam. Melihat permasalahan tersebut, penelitian ini dirancang dengan tujuan memperbaiki layout Gudang bahan baku sehingga dapat meminimasi waktu material handing bahan baku. Metode perancangan perbaikan menggunakan software Promodel dan class-based storage dengan mempertimbangkan layout gudang bahan baku serta jumlah material handling. Diusulkan 3 skenario perbaikan, yaitu: relokasi penyimpanan bahan baku sesuai hasil evaluasi dengan menggunakan class-based storage, menambah jumlah material handling, dan menggabungkan skenario kedua skenario. Hasil simulasi menunjukan skenario ketiga yaitu penggabungan skenario 1 dan skenario 2 terpilih menjadi skenario terbaik karena memiliki persentase penurunan waktu material handing paling besar yaitu 28,85%, dengan waktu simulasi sebesar 61,52 jam. ABSTRACT [Title: Design of Raw Material Warehouse Layout Improvement Using Class-Based Method at PT. Kurabo Manunggal Textile] PT. Kurabo Manunggal Textile is a yarn spinning factory with cotton fiber as the raw material. There are 12 types of raw materials in the raw material warehouse divided into three sub-groups. The transfer of raw materials is carried out by material handling in the form of a forklift. In the initial conditions, the storage of raw materials was carried out randomly. This causes the operator difficulty in taking raw materials. The average warehouse utility is only 37% and material handling time reaches 86.47 hours. Seeing these problems, this research was designed with the aim of improving the layout of the raw material warehouse so that it can minimize the material handling time of raw materials. The improvement design method uses Promodel software and class-based storage by considering the layout of the raw material warehouse and the amount of material handling. Three improvement scenarios are proposed: relocating raw material storage according to the evaluation results using class-based storage, increasing the amount of material handling, and compare the two scenarios. The simulation results show that the third scenario, which is the combination of scenario 1 and scenario 2, was chosen as the best scenario because it has the most significant percentage decrease in material handing time, which is 28.85%, with a simulation time of 61.52 hours
PENDEKATAN LEAN ERGONOMIC UNTUK PERBAIKAN METODE KERJA PROSES WOOL PRESS Winnie Septiani; Niscaya Filijomasi Garamba; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14272

Abstract

Proses wool press merupakan salah satun aktivitas di jasa binatu dengan aktivitas utamanya melakukan pressing pakaian dengan mesin wool press. Aktivitas ini dilakukan dalam posisi berdiri selama 8 jam kerja. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya waste ergonomi dan permasalahan pada metode kerja. Indikator tidak efisiensinya proses ini yaitu lama waktu kerja dan frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan sehingga terdapat proses berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode kerja proses wool press dengan pendekatan lean ergonomics dan memberikan usulan perbaikan. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah lean ergonomic, peta aliran proses, kuesioner improvement assessment tool dan analisis manual handling dengan metode Indikator Kunci-LMM. Hasil improvement assesment tool menunjukan adanya proses operasi manual, postur tubuh statis selama bekerja dan adanya pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Waste yang teridentifikasi adalah waste transportation dan motion. Usulan perbaikan direkomendasikan adalah mengubah tempat gantungan hanger menjadi stand hanger beroda, memberikan fasilitas tempat duduk di area kerja. Penggunaan kursi dapat meminimasi kelelahan operator selama bekerja dengan postur tubuh statis. Hasil evaluasi menunjukan waktu kerja menyelesaikan satu pakaian berkurang dari 279 detik menjadi 268 detik, frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan meningkat dari 6 hanger menjadi 20 hanger setiap pemindahan dan mengurangi operasi berulang-ulang. ABSTRACT [Title: Lean Ergonomic Approach to Improvement of Wool Press Process Work Methods] The wool press process is a laundry service activity with the main activity to press clothes using a wool press machine. Activities carried out in a standing position for 8 hours of work. The results of the initial observations indicate that there are ergonomic waste and problems in work methods. The efficiency indicator in this process is the length of working time compared to the available production time and the frequency of transfer to the storage warehouse is very small so there is an iterative process. This study aims to identify the working method of the wool press process with a lean ergonomics approach and provide suggestions for improvement. The methods and approaches used are lean ergonomics, process flow maps, improvement assessment tool questionnaires, and manual handling analysis using the Indikator Kunci-LMM method. The results of the improvement assessment tool show that there is a manual operation process, static posture during work, and the existence of work that is done repeatedly. The identified wastes are transportation and motion waste. Suggestions for improvement are recommended to change the hanger into a wheeled stand hanger, provide seating facilities in the work area. Using chairs can minimize operator fatigue while working with a static posture. The results of the evaluation show that the working time of completing a piece of clothing is reduced from 279 seconds to 268 seconds, the frequency of transfer to the storage warehouse is increased from 6 hangers to 20 hangers for each move, and also reduces repetitive operations.