cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
EFEK ALIRAN NON DARCY PADA DESIGN HYDRAULIC FRACTURING DI RESERVOAR PERMEABILITAS RENDAH Ari Febriana Kabisat; Rini Setiati; Suryo Prakoso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14418

Abstract

Lapangan Z merupakan lapangan Gas yang terletak di cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Karakteristik reservoar gas pada lapisan G memiliki permeabilitas rendah (0.05 – 10 mD) sehingga memerlukan stimulasi hydraulic fracturing (HF) untuk mencapai produksi yang ekonomis. Terdapat fenomena terkait dengan laju alir produksi yang tinggi pada rekahan sumur gas yang mempengaruhi konduktivitas rekahan dan kinerja produksi sumur. Salah satu fenomena tersebut adalah pengaruh aliran non-Darcy yang perlu diperhatikan dalam perencanaan desain HF. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan analisis pengaruh non-Darcy terhadap produktivitas sumur gas. Pendekatan optimalisasi desain HF mengunakan kombinasi metode Unified Fracture Design dengan analisis keekonomian Net Present Value terhadap variasi massa propant untuk mendapatkan NPV yang maksimal. Hasil penelitian menunjukan efek aliran non-Darcy mengakibatkan panjang rekahan menjadi lebih pendek dan lebar rekahan menjadi lebih besar, permeabilitas efektif rekahan berkurang sekitar 2 – 4 kali lipat, laju alir produksi gas menurun sekitar 21-37 % dan kumulatif produksi sekitar 21-37 % dibandingkan hanya menggunakan asumsi aliran Darcy. Hasil sensitivitas NPV terhadap massa proppant menunjukan NPV maksimal didapatkan dengan massa proppant optimum sebesar 130.200 lbm di sumur N-1, massa proppant 125.000 lbm di sumur N-2, dan massa proppant 105.000 lbm di sumur N-3.
ELEMEN CREATIVE PLACEMAKING PADA PERANCANGAN RUANG PUBLIK UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER TEMPAT PUSAT SENI BUDAYA Wisesha Citra Wardhani; Nurhikmah Budi Hartanti; Hardi Utomo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebuah fasilitas publik seperti Pusat Seni Budaya merupakan sarana interaksi sosial budaya untuk menampung segala kegiatan kreatif masyakarat. Fasilitas tersebut merupakan ruang publik yang perlu dikelola dengan baik. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan elemen placemaking pada perancangan ruang publik yang paling tepat untuk memperkuat karakter suatu tempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan analisis deskriptif terhadap ruang-ruang publik kreatif sebagai studi banding untuk untuk mengidentifikasi elemen creative placemaking yang menyatukan sebuah ruang kreatif dan memperkuat karakter tempat tersebut. Hasil studi menunjukan bahwa, keterkaitan antara elemen pada desain ruang publik sangat erat dan berperan sangat penting sebagai elemen untuk memperkuat karakter suatu tempat serta memberikan image dan makna untuk ruang publik untuk menciptakan kenyamanan bersama dengan masyarakat yang kolaboratif.
ANALISIS BENTUK RUANG DAN AKUSTIK PADA PERANCANGAN RUANGAN TEATER GEDUNG PERTUNJUKAN SENI Nurul Safika Utami; Nurhikmah Budi Hartanti; Rita Walaretina
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14491

Abstract

Provinsi Jawa Barat membutuhkan fasilitas kegiatan dalam Gedung Pusat seni dan Budaya khususnya di wilayah Bandung. Dalam hal ini terbentuklah sebuah perancangan gedung teater yang dapat mewadahi kegiatan pertunjukan seni dengan memperhatikan standar seperti ketinggian panggung, kebutuhan ruang, sudut pandang penonton. Untuk mengetahui bentuk ruang terhadap pertunjukan seni yang menyesuaikan kebutuhan dalam aktivitas pertunjukan seni Tari, Drama dan Seni Musik, Tujuan: penelitian ini bertujuan menyediakan suatu bentuk ruang teater yang memiliki kinerja akustik yang mudah dan fleksibel bagi semua jenis pertunjukkan yang ada. Dari bentuk-bentuk panggung teater akustik tersebut dianalisis dengan menggunakan Metode studi literatur, kemudian menghasilkan sebuah analisa bentuk panggung teater akustik dengan pemilihan bentuk panggung yang fleksibel sehingga dapat digunakan bagi pertunjukkan mana saja. Hasil Penelitian ini adalah usulan bentuk yang tepat bagi bentuk ruang akustik yaitu bentuk persegi dan hexsagonal. Melalui bentuk tersebut maka akan diterapkan kaidah-kaidah ergonomi yang menjadi tolak ukur dalam mendesain bentuk teater
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGGUNA PADA PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM JALUR BLOK M – BUNDARAN HI Alfath Musthofawi; Rahel Situmorang; Martina Cecilia Adriana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14712

Abstract

Angkutan merupakan alat penunjang yang begitu penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya. Angkutan umum merupakan sarana yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas serta mobilitas masyarakat diperkotaan. Dalam angkutan umum juga diperlukannya kualitas pelayanan yang akan memberikan kepuasan terhadap pengguna angkutan tersebut. Kota Jakarta memiliki banyak jenis angkutan umum dengan berbagai rute atau trayek tujuan. Angkutan umum dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu angkutan trayek trunk (utama) dan trayek feeder (pengumpan). Transjakarta dan MRT merupakan angkutan umum trunk line, yang dimana Transjakarta merupakan angkutan umum berbasis jalan dan MRT berbasis rel, kedua moda tersebut memiliki jalur yang bertumpang tindih (overlapping) pada Jalur Blok M – Bundaran HI. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik pada pengguna moda MRT Lebak Bulus – Bundaran HI dan Transjakarta Blok M – Kota di Jalur Blok M – Bundaran HI. Teknik analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan crosstab. Pencarian data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada penumpang kedua moda tersebut. Hasil penelitian yaitu diketahuinya karaktertistik penumpang dalam memilih moda MRT dan Transjakarta di Jalur Blok M – Bundaran HI, penumpang dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, MRT (33,0%) dan Transjakarta (35,0%). Pada usia didominasi oleh penumpang berusia 21-29 tahun, MRT (37,0%) dan Transjakarta (42,0%). Untuk jenis pekerjaan, penumpang mayoritas memiliki pekerjaan sebagai karyawan yaitu MRT (27,5%) dan Transjakarta (25,0%) dengan maksud perjalanan terbanyak adalah untuk bekerja yaitu MRT (25,5%) dan Transjakarta (26,0%). Perlu adanya penelitian lebih lanjut pada penelitian ini serta ditambahkan variabel-variabel dan metode yang digunakan.
PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN STRUKTUR EKONOMI PADA LOKASI PENGEMBANGAN DESA WISATA Ulfah Nurazmi; Endrawati Fatimah; Anindita Ramadhani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14721

Abstract

Pada RIPPARPROV Riau 2021-2030, Kota Pekanbaru termasuk ke dalam Rencana Perwilayahan Pariwisata Provinsi Riau dan ditetapkan sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi (KPPP). KPPP Pekanbaru menetapkan 3 kawasan Desa Wisata yaitu Desa Wisata Alam Buluh Cina, Kampung wisata Tebing Tinggi Okura dan Kampung Wisata Bandar. Desa Wisata merupakan salah satu bentuk pembangunan berkelanjutan melalui promosi produktivitas pedesaan yang dapat menciptakan pekerjaan, distribusi pendapatan, pelestarian lingkungan dan budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, menghargai keyakinan dan nilai-nilai tradisional. Perubahan menjadi desa wisata tentunya mempengaruhi perubahan penggunaan lahan dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak atas keberadaan desa wisata di Wilayah KPPP Provinsi Riau terhadap penggunaan lahan dan ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan analisis spasial. Teknik analisis spasial yaitu digunakan untuk menganalisis kondisi eksisting penggunaan lahan desa wisata dengan mencari data berupa peta citra dari Google Earth, kemudian dilakukan pendigitasian guna lahan menggunakan software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak desa wisata terhadap guna lahan dan ekonomi masyarakat. Dampak yang terjadi pada perubahan guna lahan dapat dilihat pada peningkatan jumlah jenis lahan perdagangan dan jasa demi menunjang keberlangsungan desa wisata dan peningkatan ekonomi dilihat dari bertambahnya lapangan pekerjaan baru dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat.
PENGARUH DIAMETER BLADE TIPE LURUS TERHADAP EFISIENSI TURBIN VORTEKS MENGGUNAKAN METODE CFD Ari Andriyan; Rosyida Permatasari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14861

Abstract

Salah satu sistem yang digunakan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro adalah mikro hidro vorteks. Mikro hidro vorteks menggunakan energi kinetik air yang membentuk pusaran yang akan menggerakkan blade turbin. Faktor yang dapat ditinjau agar mendapatkan efisiensi turbin yang optimal adalah jenis ukuran pada blade. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diameter blade tipe lurus terhadap efisiensi turbin menggunakan metoda CFD. Tipe blade yang digunakan adalah tipe lurus dengan diameter 20cm, 25cm, dan 30cm. Performa turbin didapat menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan simulasi software ANSYS Fluent. Hasil simulasi yang diperoleh adalah nilai performa tertinggi dari  turbin vorteks terjadi pada uji parameter blade ukuran 30cm dengan nilai daya 775Watt, nilai putaran turbin 847rpm, nilai kecepatan sudut () pada 88,7rad/s, nilai torsi pada 8,51J, dan nilai efisiensi mencapai angka 73%.   ABSTRACT  One of the systems used by the Micro Hydro Power Plant is the micro hydro vortex. Micro hydro vortex uses the kinetic energy of water to form a vortex that will drive the turbine blades. Factors that can be reviewed in order to obtain optimal turbine efficiency is the type of blade size. The purpose of this study was to determine the effect of straight type blade diameter on turbine efficiency using the CFD method. The type of blade used is a straight type with a diameter of 20cm, 25cm, and 30cm. Turbine performance is obtained using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method with ANSYS Fluent software simulation. The simulation results obtained are the highest performance value of the vortex turbine occurs in the 30cm blade parameter test with a power value of 775Watt, turbine rotation value 847rpm, angular velocity () value at 88.7rad/s, torque value at 8.51J, and efficiency reaches 73%.
HUBUNGAN SKOR PAPARAN MATAHARI DENGAN HASIL SKRINING RHINITIS ALERGI Mustika Anggiane Putri; Silvi Zahra Rosita; Donna Adriani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.14935

Abstract

ABSTRAK LATAR BELAKANG : Rhinitis alergi adalah kumpulan gejala akibat proses inflamasi pada mukosa hidung yang diperantarai oleh immunoglobulin E. Rhinitis alergi banyak ditemukan di usia sekolah dan juga dewasa muda. Peningkatan penyakit alergi di seluruh dunia dikaitkan dengan kadar vitamin D yang rendah dalam darah. Kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan paparan matahari yang rendah. TUJUAN : penelitian untuk mengetahui hubungan skor paparan matahari dengan rhinitis alergi pada anak usia 13-15 tahun. METODE : Studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan sampel sebanyak 114 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik fisher’s exact menggunakan program SPSS versi 25 dengan nilai p<0,05 berbeda bermakna. HASIL : Hasil analisis data menunjukkan bahwa didapatkan skor paparan matahari adalah mayoritas rendah sedangkan hasil skrining rhinitis alergi adalah mayoritas tidak dikategorikan rhinitis alergi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara skor paparan matahari dengan hasil skrining rhinitis alergi pada anak usia 13-15 tahun (p value = 1,000). KESIMPULAN : Prevalensi rhinitis alergi pada anak usia 13-15 tahun adalah 7,9%. Tidak terdapat hubungan antara skor paparan matahari dengan hasil skrining rhinitis alergi pada anak usia 13-15 tahun. ABSTRACT BACKGROUND: Allergic rhinitis is a collection of symptoms due to an inflammatory process in the nasal mucosa mediated by immunoglobulin E. Allergic rhinitis is commonly found in school age and young adults. The worldwide increase in allergic disease is associated with low blood levels of vitamin D. Low vitamin D levels are associated with low sun exposure. THE AIM: this study was to determine the relationship between sun exposure scores and allergic rhinitis in children aged 13-15 years. METHOD: Observational analytic study with cross sectional design. The sampling method used is cluster random sampling with a sample of 114 respondents. Data analysis was carried out univariate and bivariate with fisher's exact statistical test using SPSS version 25 program with p value <0.05 significantly different. RESULT: The results of data analysis showed that the majority of sun exposure scores were low while the screening results of allergic rhinitis majority were not categorized as allergic rhinitis. The results of the analysis showed that there was no relationship between sun exposure scores and the results of allergic rhinitis screening in children aged 13-15 years (p value = 1,000). CONCLUSION: The prevalence of allergic rhinitis in children aged 13-15 years is 7.9%. There is no relationship between sun exposure scores and the results of allergic rhinitis screening in children aged 13-15 years.
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA ANAK USIA 0 – 18 Nathalia Ningrum; Dita Setiadi; Meiriani Sari
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15079

Abstract

Latar Belakang: Defisiensi besi adalah malnutrisi mikronutrien tersering yang terjadi di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang paling disoroti di negara berkembang. Penyebab anemia defisiensi besi tersering pada anak adalah intake yang inadekuat disertai dengan pertumbuhan cepat, berat lahir rendah, dan kehilangan gastrointestinal misalnya akibat konsumsi susu sapi yang berlebihan. Manifestasi klinis defisiensi besi yang umum dijumpai adalah anemia. Pada anemia ringan sebagian besar bayi dan anak tidak menunjukkan gejala dan tanda klinis yang berat. Berdasarkan data WHO tahun 2011 yang dipublikasi oleh WHO tahun 2015, terdapat 273,2 juta (95% IK: 241,8 – 303,7) anak dengan anemia. Ringkasan: Diagnosis anemia defisiensi besi melibatkan pemeriksaan klinis dan laboratorium yang mencakup pemeriksaan darah tepi, feritin serum, saturasi transferrin, dan serum iron. Deteksi dini diperlukan karena defisiensi besi dapat terjadi sebelum ditemukan tanda-tanda anemia. Deteksi dini defisiensi besi yang umum digunakan adalah feritin serum dengan ambang batas yang bervariasi bergantung pada usia. Tata laksana anemia defisiensi besi pada anak melibatkan perubahan nutrisi tinggi besi dan pemberian preparat besi dengan dosis 3 – 6 mg/kg/hari dengan dosis terbagi 2 – 3 dosis. Pesan Kunci: Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia defisiensi besi merupakan hal yang penting sehingga tumbuh dan kembang anak dapat optimal sesuai dengan usianya
AN OVERVIEW OF ESCHERICHIAE COLI CONTAMINATION IN REFILL DRINKING WATER DEPOT IN PASAR MINGGU DISTRICT Rudy Pou; Risna M. Riskawa; Rachel Marliana; Bedwina Rachmayanti; Farra Assyifa Rizqy; Nabilah Putri Amiyanti
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15080

Abstract

Background: Community needs to be protected from risk waterborne disease due to drinking water drinking from drinking water depots does not meet quality standards and sanitary hygiene requirements. Drinking water depots can be at risk of becoming a medium of transmission of various diseases if they do not meet health requirements. One indicator of the biological parameter of drinking water needs is the presence of Escherichia coli which must be found 0 (zero) per 100 ml of water in refill drinking water depots. The purpose of this study was to describe the quality of refill drinking water and the difference in factors between the depot that detected E.coli in its products and the depot that did not detect E.coli. Methods: This research was conducted at a refill drinking water depot in Pasar Minggu, Jakarta with a qualitative method through observation, in-depth interviews, and document studies. The study was conducted in July 2022. Results: The results showed that 35% of depots in Pasar Minggu were contaminated with E.coli and depots with E.coli 0 (zero) were more adaptable to requirements related to raw water sources, gallon management, filtration and disinfection. DAMIU owners and workers have never attended DAMIU hygiene and sanitation training and received certification. All DAMIUs do not have a hygiene certificate from the DKI Jakarta Provincial Health Office.
TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN LABIOGNATOPALATOSCHIZIS Dita Setiati; Nisa Shafira
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i1.15092

Abstract

Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dengan labiognatopalatoschizis. Labiognatopalatoschizis, biasa disebut dengan sumbing bibir  dan lelangit merupakan kelainan wajah yang paling umum terjadi pada semua populasi dan etnik di seluruh dunia. Kami laporkan kasus bayi laki-laki lahir cukup bulan dengan labiognatopalatoschizis bilateral tanpa kelainan kongenital lainnya,  merupakan kasus yang jarang ditemui. Faktor risiko saat antenatal yaitu terpapar asap rokok selama kehamilan, ibu mengalami stres dan kelelahan akibat kerja sehingga terdapat abortus iminens. Bayi dengan gangguan pada faktor intrinsik genetik heredokonstitusional sumbing bibir dan lelangit bilateral dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya. Peran serta orang tua yang sangat besar secara aktif sebagai bagian dari ekosistem mini serta penyedia kebutuhan bio-psikososial anak sehingga kebutuhan asuh yaitu nutrisi, imunisasi, pengobatan dapat terpenuhi. Bayi mendapatkan penanganan optimal sejak dini, pemasangan obturator sementara memberikan output yang baik. Pada kasus ini adalah bayi laki-laki dengan labiognatopalatoschizis dilakukan tindakan labioplasty dan rhinoplasty dilakukan saat usia 4 bulan. Saat ini bayi sudah makan nasi tim dengan lauk telur, hati, sayur tanpa tersedak. Imunisasi bayi lengkap sesuai usia. Sebagai pemenuhan kebutuhan asih dan asah, orang tua memberi kasih sayang, berkomunikasi serta stimulasi  sesuai usia perkembangan bayi. Kunci keberhasilan penanganan bibir sumbing dan lelangit adalah menata laksana yang baik secara multi-disiplin,  dokter anak, dokter bedah, termasuk bedah umum, bedah plastik, bedah mulut, serta dokter Telinga Hidung Tenggorok–KL, bayi dapat penangananan maksimal, terhindar dari infeksi diharapkan bayi dapat tumbuh kembang  optimal.