cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Penerapan modifikasi perilaku menggunakan token ekonomi untuk mengurangi perilaku hiperaktif dalam pembelajaran anak down syndrome Nadya Aprilia Hardi; Sistriadini Alamsyah Sidik; Dedi Mulia
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.12995

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran mengenai perilaku hiperaktif anak down syndrome. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan token ekonomi untuk mengurangi perilaku hiperaktif dalam pembelajaran anak down syndrome kelas II SDLB di Sekolah Khusus Korpri Pandeglang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain penelitian A-B-A. data yang diolah dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk statistik deskriptif sederhana seperti nilai persentase dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh penggunaan token ekonomi untuk mengurangi perilaku hiperaktif dalam pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperolah pada mean level pada fase baseline-1 (A1) mendapatkan nilai rata-rata 41%, fase intervensi (B) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 76%, dan selanjutnya fase baseline-2 (A2) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 67%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan token ekonomi dapat mengurangi perilaku hiperaktif dalam pembelajaran anak down syndrome kelas II SDLB. Application of behavior modification using economic tokens to reduce hyperactive behavior in learning for Down syndrome children Abstract: This research was conducted based on the problems that occurred in learning about the hyperactive behavior of children with Down syndrome. The purpose of this study was to determine the effect of using economic tokens to reduce hyperactive behavior in the learning of Down syndrome children in class II SDLB at the Korpri Pandeglang Special School. The method used in this study is Single Subject Research (SSR) with an A-B-A research design. The data processed in this study are in the form of simple descriptive statistics such as percentage values and graphs. The results of this study indicate the effect of using economic tokens to reduce hyperactive behavior in learning. This can be proven by the average value obtained at the mean level in the baseline-1 phase (A1) getting an average value of 41%, the intervention phase (B) getting an average value of 76%, and then the baseline-2 phase (A2) got an average score of 67%. So it can be concluded that the use of economic tokens can reduce hyperactive behavior in the learning of Down syndrome children in class II SDLB.
Penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berkesulitan belajar M. Fauzil Ayuf Firmansyah; Toni Yudha Pratama; Sistriandini Alamsyah Sidik
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.842 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12990

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SDIT Irsadul ‘Ibad Pandeglang Banten, yaitu pada anak berkesulitan belajar kelas VI SDIT dalam kemampuan membaca permulaan kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan video animasi dalam kemampuan membaca permulaan kata pada anak berkesulitan belajar. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan single subject research. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan instrument. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 1 (satu) anak. Hasil yang diperoleh dilihat dari perubahan level data pada analisis anatar kondisi pada fase intervensi ke baseline-1 (A1) meningkat sebesar 50 Akibatnya diberi perlakuan. Sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke intervensi mengalami peningkatan sebesar (-33) poin. Walaupun pada fase baseline-2 (A2) data yang diperoleh lebih rendah dari fase intervensi, namun data yang diperoleh lebih tinggi dari data pada baseline-1 (A1) ke intervensi (B) ke baseline-1 (A1) dan fase baseline-2 (A2) ke intervensi (B) memiliki presentase overlap 0% dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa dengan menerapkan penggunaan media video animasi kemampuan membaca permulaan kata pada subjek penelitian anak berkesulitan belajar kelas VI SDIT dapat meningkat.
Pengaruh metode bermain peran terhadap perilaku agresif anak dengan hambatan pendengaran Rahadian Anugraha Ramadhan; Dedi Mulya; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.12955

Abstract

Penelitian tentang metode bermain peran (role playing) bertujuan untuk menguji seberapa pengaruh metode bermain peran (role playing) terhadap perilaku agresif anak dengan hambatan pendengaran kelas1 SMP di SKH AL-Kautsar Cilegon. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan bersifat eksperimen. Pendekatan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan subjek penelitian adalah kelas 1 SMPLB SKH Al-Kautsar Cilegon dengan anak hambatan pendengaran yang belum bisa mengendalikan perilaku agresif yang mudah memahami instruksi sederhana. Hasil keseluruhan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresif pada subjek memuncak pada sesi kedua fase intervensi kemudian menurun pada sesi berikutnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan frekuensi munculnya perilaku agresif pada subjek. Penurunan perilaku agresif subjek dapat dilihat pada hasil observasi fase intervensi sesi ke-8. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran (role playing) berpengaruh efektif untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan hambatan pendengaran kelas SMPLB di Skh Al-kautsar Cilegon. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan frekuensi perilaku agresif pada subjek. The effect of the role-playing method on the aggressive behavior of children with hearing impairment Abstract: Research on the method of playing a role (role-playing) aims to examine how the effect of playing methods (role-playing) against the aggressive behavior of children with hearing obstacles in first-grade junior high school in SKH AL-Kaustar Cilegon. This research approach using quantitative and experimental research. The experimental approach used in this study is a single approach to the subject of research (SSR) with the research subject being a first-grade junior high school in SKH AL-Kaustar Cilegon. with hearing obstacles that cannot control the aggressive behavior that is easy to understand simple instructions. The overall results of this study showed that aggressive behavior on the subject culminated in the second session of the intervention phase and then decreased in the next session. This is indicated by a decrease in the frequency of aggressive behavior on the subject. A decrease in the subject of aggressive behavior can be seen in the observation of the intervention phase of the 8th session. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the method of playing a role (role-playing) effective influence reducing aggressive behavior in children with hearing obstacle in junior high school in SKH AL-Kaustar Cilegon. This is indicated by a decrease in the frequency of aggressive behavior on the subject.
Bimbingan teknis identifikasi dan asesmen pembelajaran anak berkebutuhan khusus guru bimbingan dan konseling Deasy Yunika Khairun; Evi Afiati; Neti Asmiati
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.734 KB) | DOI: 10.30870/unik.v7i1.13927

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan kurangnya pemahaman guru bimbingan dan konseling di sekolah tentang jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus, cara mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, dan Pelaksanaan Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus.” Alternatif penyelesaian permasalahan tersebut adalah melalui proses pendampingan secara intensif kepada guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan pemahaman tentang jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus, cara mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, dan Pelaksanaan Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian dilakukan menggunakan metode pra- eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum kategori pemahaman guru BK tentang jenis-jenis, identifikasi, dan asesmen anak berkebutuhan khusus berada pada kategori sedang. (2) modul intervensi bimbingan teknis idenfitikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus dirancang sebagai panduan dalam pelaksanaan sesi intervensi yang dirancang dalam 3 (tiga) rangkaian sesi. (3) bimbingan teknis identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khsusus efektif untuk meningkatkan pemahaman guru BK tentang (1) jenis-jenis anak berkebutuhan khsusus, (2) identifikasi anak berkebutuhan khsusus, dan (3) asesmen untuk anak berkebutuhan khusus. Technical guidance on identification and learning assessment of children with special needs guidance and counselling teachers Abstract: The research is motivated by the problem of the lack of understanding of guidance and counseling teachers in schools about the types of Children with Special Needs, how to identify Children with Special Needs, and Implementation of Assessment for Children with Special Needs.” Alternative solutions to these problems are through an intensive mentoring process for guidance and counseling teachers to increase understanding of the types of Children with Special Needs, how to identify Children with Special Needs, and Implementation of Assessment for Children with Special Needs. The research was conducted using a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The results of the research show (1) that in general the category of BK teacher's understanding of the types, identification, and assessment of children with special needs is in the medium category. (2) the intervention module for technical guidance on the identification and assessment of children with special needs is designed as a guide in the implementation of intervention sessions which are designed in 3 (three) series of sessions. (3) technical guidance on the identification and assessment of children with special needs is effective in increasing the understanding of BK teachers about (1) types of children with special needs, (2) identification of children with special needs, and (3) assessment of children with special needs.
Penerapan metode phonetic placment untuk meningkatkan kemampuan pengucapan konsonan bilabial Lusiana Lusiana; Reza Febri Abadi; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.757 KB) | DOI: 10.30870/unik.v7i1.12987

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SKh Al-Karim Cikedal Pandeglang Banten, yaitu pada anak dengan hambatan fisik motorik kelas IV SDKh dalam kemampuan pengucapan konsonan bilabial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode phonetic placment memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pengucapan konsonan bilabial [p], [b], [m], [w], di awal, di tengah, dan di akhir kata pada anak dengan hambatan fisik motorik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan single subject research. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, dokumentasi dan instrumen. Hasil yang diperoleh subject dilihat dari perubahan level data pada analisis antar kondisi pada fase intervensi (B) ke baseline-1 (A1) meningkat sebesar  (46) poin akibat diberikannya perlakuan. Sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke intervensi (B)  mengalami peningkatan sebesar (-18) poin. Walaupun pada fase baseline-2 (A2) data yang diperoleh lebih rendah dari fase intervensi, namun data yang diperoleh lebih tinggi lebih tinggi dari fase baseline-1 (A1).selain itu, data overlap pada fase intervensi (B) ke baseline-1 (A1)  dan fase baseline-2 (A2)  ke intervensi (B) memiliki persentase overlap 0%. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa dengan penerapan metode phonetic placment kemampuan pengucapan konsonan bilabial pada satu anak dengan dengan hambatan fisik kelas IV SDKh Meningkat.  Application of the phonetic placement method to improve the ability to pronounce bilabial consonants Abstract: This research was motivated by the problems that the researchers found in SKh Al-Karim Cikedal Pandeglang Banten, namely in children with physical motoric barriers in class IV SDKh in the ability to pronounce bilabial consonants. This study aims to determine whether the application of the phonetic placement method has a significant effect in improving the ability to pronounce bilabial consonants [p], [b], [m], [w], at the beginning, in the middle, and at the end of the word in children with disabilities. motor physics. The type of research used is experimental research with single subject research. The data collection techniques used are observation, documentation and instruments. The results obtained by the subject were seen from the change in the level of data in the analysis between conditions in the intervention phase (B) to baseline-1 (A1) increased by (46) points due to the treatment. Meanwhile, in the baseline-2 phase (A2) to intervention (B) there was an increase of (-18) points. Although in the baseline-2 (A2) phase the data obtained were lower than the intervention phase, the data obtained were higher than the baseline-1 phase (A1). In addition, the data overlapped in the intervention phase (B) to baseline-1. (A1) and baseline-2 (A2) to intervention (B) phases have an overlap of 0%. Thus the results of this study can answer the hypothesis that with the application of the phonetic placement method the ability to pronounce bilabial consonants in a child with physical barriers in class IV SDKh increases.
Penggunaan media loose part play untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada siswa celebral palsy Tita Sundari; Reza Febri Abadi; Dedi Mulia
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.15999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik halus pada siswa celebral palsy kelas II SDKh di Skh Arisma dengan menggunakan media loose part play. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan single subjek research (SSR) dengan desain A-B-A. subjek dalam penelitian ini salah satu siswa kelas II SDKh dengan hambatan motorik celebral palsy. Perilaku sasaran penelitian ini adalah kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, dan tes perbuatan. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa media loose part play dapat meningkakan kemampuan motorik halus subjek. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan yang diperoleh pada perilaku sasaran yaitu meningkatnya kemampuan motorik halus subjek pada kondisi awal memperoleh hasil 44,4 % meningkat menjadi 72,2%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa media loose part play dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan hambatan motorik di SKh Arisma. The use of loose part play media to improve fine motor skills in cerebral palsy students Abstract: This research aims to determine the fine motor ability of the second-grade students of SDKh at Skh Arisma by using Loose Part Play Media. This research uses an experimental method with a Single Subject Research (SSR) approach with an A-B-A design. The subject of this research was one of the second-grade students of SDKh with motor impairments. The behavior target of this research is fine motor ability. Data collection techniques were obtained by observation and action tests. Analysis of the data used is descriptive statistics with a graphical presentation. Based on the results of the research, showed that Loose Part Play Media could improve the subject's fine motor ability. This is based on the increase obtained in the behavior target, namely the increase in the subject's fine motor ability in the initial conditions, which resulted in a 44.4% increase to 72.2%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that Loose Part Play Media can improve the fine motor ability of children with motor impairments in SKh Arisma. 
Perbedaan self-esteem antara mahasiswa reguler dan disabilitas Siti Musayaroh; Siti Aisyah; Lailatul Fitriyani; Neza Ishmah; Widya Nurhafidah; Bagus Adilaksono; Dela Setyautami; Adzka Azzamulhaq
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.16001

Abstract

Self-esteem yang dimiliki individu mencerminkan bagaimana individu tersebut memandang dirinya sendiri. Oleh karena itu, memiliki keyakinan diri bahwa saya adalah individu berharga menjadi penting untuk dimiliki setiap orang. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk melihat perbedaan self-esteem yang dimiliki oleh mahasiswa di perguruan tinggi dilihat dari faktor gender dan juga kondisi mahasiswa (regular atau disabilitas). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan google formulir yang berisi sepuluh item pertanyaan yang diadopsi dari Rosenberg Self-Esteem Scale. Sebanyak empat puluh empat mahasiswa aktif salah satu program studi di Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan telah menyelesaikan kuesioner. Data kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitian memiliki self-esteem rendah, yaitu M = 2.49. Mahasiswa laki-laki didapati memiliki nilai self-esteem lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa perempuan. Menariknya, mahasiswa reguler memiliki nilai self-esteem lebih rendah dibanding mahasiswa disabilitas. Meskipun demikian, tidak ditemukan perbedaan signifikan nilai self-esteem berdasarkan perbedaan gender dan kondisi mahasiswa (reguler dan disabilitas). Differences in self-esteem between regular and disabled students Abstract: Self-esteem reflects how the individual views himself. Therefore, having the self-confidence that I am a valuable individual is essential for everyone. This article aims to see the self-esteem between regular students and disabled students. The method used in this research is descriptive quantitative. Data was collected using a google form containing ten-question items adapted from the Rosenberg Self-Esteem Scale. A total of forty-four university students from one of the study programs at the Faculty of Education and Teacher Training have completed the questionnaire. The data were then analyzed using SPSS. The results showed that the students who were the subjects in the study had low self-esteem, namely M = 2.49. Male students have higher self-esteem scores than female students. Interestingly, regular students have lower self-esteem scores than students with disabilities. However, there was no significant difference in the value of self-esteem based on gender differences and student conditions (regulars and disabilities).
Efektivitas penggunaaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri tunanetra Reza Febri Abadi; Tita Sundari; Yayu Winengsih; Rifkia Nurkholifa; Mita Khairunnisa; Indi Farhati; Maria Magdalena Simatupang; Syafrizal Arif Rahman; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v7i1.6911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat pendeteksi warna terhadap kemampuan bina diri pada tunanetra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan jenis penelitian single subject research (SSR). Desain yang digunakan adalah desain A-B-A. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Tunanetra (Totally Blind) Semester II Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berinisial WD. Waktu penelitian adalah tanggal 5 mei 2019 sampai 26 Mei 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline-1 ke baseline-2 mengalami peningkatan. Pada fase baseline-1 diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 50% dan 52% berada dalam kategori kurang. Fase intervensi (B) diperoleh persentase tingkat penguasaan sebesar 62%, 64%, 66%, dan 71% berada dalam kategori baik. Fase intervensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase sebelumnya. Dan pada fase baseline-2 (A2) diperoleh tingkat penguasaan yaitu 56,25% dan 57,25% berada dalam kategori cukup. Persentase pada fase baseline-2 mengalami penurunan dari fase inervensi, tetapi mengalami peningkatan dibandingkan dengan fase baseline-1. The effectiveness of the use of a color detector on the self-development ability of the blind Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the use of a color detector on the ability to develop self in the blind. The approach used is quantitative with experimental methods and the type of research is single-subject research (SSR). The design used is the A-B-A design. The research subjects were students with blindness (totally blind) Semester II of the Department of Special Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sultan Ageng Tirtayasa University with the initials WD. The time of the study was May 5, 2019, to May 26, 2019. The data collection techniques used were: interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is descriptive statistics. The results showed that in the baseline-1 to baseline-2 phase there was an increase. In the baseline-1 phase, the percentage of mastery level is 50% and 52% is in the less category. The intervention phase (B) obtained percentage of mastery levels of 62%, 64%, 66%, and 71% were in a good category. The intervention phase has increased compared to the previous phase. And in the baseline-2 phase (A2), the mastery level is 56.25% and 57.25% is in the sufficient category. The percentage in the baseline-2 phase decreased from the intervention phase but increased compared to the baseline-1 phase.

Page 1 of 1 | Total Record : 8