cover
Contact Name
Aryanti Dwi Untari
Contact Email
aryanti.dwi@untirta.ac.id
Phone
+6285975089427
Journal Mail Official
aryanti.dwi@untirta.ac.id
Editorial Address
JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Jl. Ciwaru Raya No. 15 Cipocok Jaya, Serang, 42117
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Untirta Civic Education Journal
ISSN : 25416693     EISSN : 25810391     DOI : -
Untirta Civic Education Journal (UCEJ) is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research article, review article, and book review. All topics that we received were only articles relating to Social Science, Pancasila, Citizenship Education, Law, Morals, Sociology, and Public Policy. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as experiments, case studies, grounded theory, phenomenology, etc. This journal was published in 2016 in the print and online publication twice a year every April and December, and published by Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. All the articles published in this journal have a unique DOI Number.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN MEDIA PEMBEJARAN TTS BERBASIS MULTIMEDIA BAGI MAHASISWA UNTUK MENGHADAPI ERA PEMBELAJARAN DIGITAL Margi Wahono; Hafi Rafi Uddin; AT Sugeng
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8245

Abstract

Media sebagai salah satu sumber belajar dan telah dikenal sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang seharusnya dimanfaatkan oleh mahasiswa, seringkali terabaikan. Tidak dimanfaatkannya media dalam proses pembelajaran pada umumnya disebabkan oleh berbagai alasan seperti waktu persiapan mengajar terbatas, sulit mencari media yang tepat, biaya tidak tersedia dan lain sebagainya. Mahasiswa sebagai calon mahasiswa harus sering melatoh diri untuk membuat serta membuat media pembelajaran yang akan digunakan pada saat mengajar naninya. Dengan kata lain masih sedikit yang memanfaatkan penggunaan media pembelajaran khususnya yang berbasis multimedia selama ini. Trdapat beberapa persyaratan yang hendaknya diperhatikan dalam pengembangan media pengajaran, yaitu: (1) Membawakan sesuatu/sejumlah isi-pesan harapan, (2) Memuat nilai/moral kontras atau dilematis, (3) Diambil dari dunia kehidupan nyata (peserta didik, lokal, nasional atau dunia), (4) Menarik minat dan perhatian peserta didik atau melibatkan diri peserta didik, (5) terjangkau oleh kemampuan belajar peserta didik.Bertolak dari hal di atas maka perlu dikembangkan pelatihan media pembelajaran berbasis multimedia powerpoint yang dapat berperan dalam proses pembelajaran yang tentunya senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan memberi daya tarik sendiri bagi mahasiswa untuk mempelajarinya.
PENGGUNAAN BAHAN AJAR PPKN BERBASIS PENDEKATAN JOYFUL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN POLA BERPIKIR KREATIF SISWA Lina Marlina
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8248

Abstract

Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan bagaimana siswa Kelas X Administrasi Perkantoran 1 SMK Pasundan 1 Kota Serang dapat belajar dengan menggunakan bahan ajar berupa buku PPKn yang berbasis pendekatan joyful untuk dapat meningkatkan pola berpikir siswa agar siswa lebih dapat berpikir keratif dalam proses pembelajaran di kelas, dan setelah melakukan pra survey diketahui bahwa siswa Kelas X Administrasi Perkantoran 1 pada saat kegiatan proses pembelajaran mengalami kejenuhan pada proses pembelajaran banyak peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir rendah dan rasa kepercayaan diri (self efficacy) yang rendah. khususnya ketika pendidik menggunakan bahan ajar berupa buku teks PPKn sebagai media proses pembelajaran yang mengakibatkan siswa kurangnya ketertarikan dalam belajar, sehingg fokus siswa dalam belajar terganggu, pada penelitian ini peneliti berupaya untuk dapat menjadikan permasalahan tersebut menjadi alasan untuk dapat menjadikan proses pembelajaran siswa dapat di terima dengan baik dan siswa diharapkan dapat berpikir keratif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Dengan itu peneliti mencoba menggunakan bahan ajar PPKn berbasis pendekatan joyful learning untuk meningkatkan pola berpikir kreatif siswa, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sejauh mana bahan ajar PPKn yang berupa buku teks yang berbasis pendekatan yoiful learning pada proses pembelajaran untuk meningkatkan pola berpikir kreatif siswa pada kelas X Administrasi Perkantoran 1 SMK Pasundan 1 Kota Serang, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pola berpikir kreatif siswa ketika guru atau pendidik menggunakan bahan ajar PPKn berbasis pendekatan joyful learning.
UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBIASAAN OPENING PAGI DI SMPN 14 KOTA SERANG Rachmat Hardiyana
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepala SMPN 14 Kota Serang yang membiasakan anak didiknya untuk selalu mengikuti kegiatan pembiasaan opening pagi saat jam sebeum belajar dalam membina karakter disiplin siswa. Disini peneliti ingin mengukur seberapa berpengaruhnya pembiasaan opening pagi terhadap pembentukan karakter disiplin siswa di SMPN 14 Kota Serang.Rumusan masalah dalam penulisan Tindakan Sekolah ini adalah (1) Adakah penerapan pembiasaan opening pagi meningkatkan karakter disiplin siswa di SMPN 14 Kota Serang.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penerapan pembiasaan opening pagi terhadap pembentukan karkater disiplin siswa di SMPN 14 Kota Serang.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 14 Kota Serang.Dalam penelitian ini digunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah dengan pengambilan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data didapatkan hasil siklus I pada siswa adalah dengan ketuntasan 68, dan siklus 75 %.Dari hasil analisis dan penghitungan data, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembiasaan opening pagi dapat meningkatkan karakter disiplin siswa kelas di SMPN 14 Kota Serang. Kesimpulan dan saran, penerapan model pembiasaan opening pagi dapat meningkatkan karakter disiplin siswa kelas di SMPN 14 Kota Serang
DIALEKTIKA KEADILAN DALAM KEMANUSIAAN YANG BERADAB Hudjolly Hudjolly
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8250

Abstract

Setiap keberadaan masyarakat mensyaratkan adanya nilai keadilan yang diterapkan sebagai penopang tatanan sosial, rotasi kekuasaan, operasionalisasi sistem hukum. Konsep keadilan yang dibutuhkan masyarakat itu mengandung keragaman persepsi, mulai dari Aristoteles di masa klasik sampai John Rawls di masa modern, ada pula konsep keadilan yang berhubungan dengan terminologi dalam agama. Sebagai ideologi, Pancasila juga memiliki sudut pandang tentang keadilan dan kemanusiaan dengan menyertakan frasa beradab yang membuat konsep keadilandalam Pancasila memiliki kecenderungan yang spesifik. Kajian singkat ini menggunakan obyek formal filsafat untuk mengupas objek material konsepsi keadilan Pancasila yang memiliki kecenderungan-kecenderungan spesifik.
METODE WAWANCARA DALAM PEMAHAMAN MATA AJAR NASIONALISME Agus Sediadi Tamtanus
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8243

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman mata ajar nasionalisme para peserta Latsar CPNS Golongan III, dimana dalam pembelajaran yang hanya dikelas saja, dengan peserta Latsar CPNS Golongan III yang mendapatkan tugas melakukan wawancara dengan masyarakat sekitarnya. Peningkatan pemahaman, dimana di Angkatan III tercatat capaian prosentase “sangat paham” mencapai 77,5% dan “paham” 22,5 %. Angkatan IX capaian prosentase “sangat paham” mencapai 47,5%; “paham” 45,0% dan “cukup paham” 2,5%. Dari 5 (lima) pertanyaan yg diajukan, ada 2 pertanyaan yang masuk katagori “sangat baik”, yaitu Pertanyaan Nomor 2 & 3, dengan pencapaian 51,51 %; Pertanyaan Nomor 5 dengan pencapain 45,45%; Pertanyaan Nomor 4 dengan pencapaian 33,33%, dan Pertanyaan Nomor 1 dengan pencapaian 27,27%. Ada tiga poin yang penting, dari hasil analisis wawancara, yaitu (1) Menambah wawasan akan arti “Nasionalisme”; (2) Meningkatkan kompetensi dan (3) Menghilangkan kejenuhan di kelas.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK PENGUATAN MORAL AWARENESS Ujang Jamaludin; Damanhuri Damanhuri; Ikman Nur Rahman; Dinar Sugiana Fitrayadi
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8251

Abstract

Pendidikan anti korupsi ini ditujukan untuk membangun kembali pemahaman yang benar dari masyarakat mengenai korupsi, meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap segala potensi tindak koruptif yang terjadi, tidak melakukan tindak korupsi sekecil apapun, dan berani menentangtindak korupsi yang terjadi. Pada intinya materi pendidikan anti korupsi menekankan pada pembangunan karakter anti-korupsi (anti-corruption character building) pada diri individu mahasiswa. Sehingga titik fokus pembelajaran anti korupsi ini adalah pembentukan kesadaran moral (moral awareness). Kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketikamemperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan). Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan; (2) untuk mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan; dan (3) untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Langkah-langkah pada penelitian pengembangan ini ada 4 (empat) tahapan yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Dalam penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran yang terkait dengan Perangka PembelajaranPendidikan Anti Korupsi yang berupa Rancangan Pembelajaran Semester (RPS), modul, dan tes evaluasi.
KAJIAN FILSAFAT HUKUM TENTANG PENEGAKAN HUKUM DALAM ACARA TELEVISI : Law En[tertaint]forcement Hudjolly Hudjolly
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8244

Abstract

Media televisi membuat konten acara berisi penangkapan kriminal, razia jalan raya, operasi penyakit masyarakat, disertai tindakan penggeledahan badan serta tindakan-tindakan lain polisionil dalam lingkup penegakkan hukum. Dalam beragam tayangan polisi—sebagai aktor sekaligus sebagai penegak hukum—kerap menyebut bahwa tindakan yang dilakukannya atas nama undang-undang, dilindungi undang-undang: UU Kepolisian, KUHP dan KUHAP. Pada satu sisi, polisi bertindak sebagai penegak hukum sehingga semua tindakan yang dilakukan, meskipun di bawah sorot kamera mengharuskan dirinya untuk selalu taat dan tunduk kepada azas-azas dalam penegakan hukum, seperti azas legalitas. Azas ini memposisikan warga negara sebagai objek dari hukum. Pada sisi lain, polisi di bawah sorotan kamera itu memerlukan alur, dramatisasi senatural ala reality show, tindakan-tindakan lain yang “selling”, menarik-layak tayang, sehingga kerap muncul sikap, tindakan, kalimat, gestur “heroik”, penggunaan tindakan di luar kebutuhan yang semestinya (excessive use of authority). Hal itu menimbulkan paradox bagaimana tindakan penegakkan hukum yang dilakukan kepolisian di bawah naungan tiga undang-undang tersebut sebagai law enforcement, menegakkan aturan demi hukum itu sendiri (pro justitia), tetapi dalam tindakan yang berada di bawah sorot kamera terdapat dimensi aturan produksi, durasi tayangan dan kebutuhan “layak acara”. Maka diperlukan hal-hal yang entertaining, tindakan yang dapat menjadi selling content menjadi tidak terpisahkan dengan law enforcement. Kajian ini menunjukkan bahwa tindakan semacam itu meninggalkan wilayah ontologis penegakkan hukum demi hukum dan menyatu dengan ontologi televisi, sehingga tercipta pseudo penegakkan hukum atau lebih tepat disebut sebagai the law en[tertaint]forcement.

Page 1 of 1 | Total Record : 7