cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
INTERAKSI SOSIAL WARGA BELAJAR PAKET B PADA UPTD SKB UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Adi Prayitno, Emmy Budiartati & Liliek Desmawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i1.6271

Abstract

INTERAKSI SOSIAL WARGA BELAJAR PAKET B PADA UPTD SKB UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Adi Prayitno, Emmy Budiartati, Liliek Desmawati Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarang yanarama166@gmail.comemmy.budiartati@mail.unnes.ac.idliliek@mail.unnes.ac.id ABSTRAKPermasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran dan bagaimana faktor pendukung serta faktor penghambat dalam interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran; (2) Mendeskripsikan faktor penghambat dalam interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran; (3) Mendeskripsikan faktor pendukung dalam interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran.Pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di UPTD SKB Ungaran dengan subjek warga belajar paket B, tutor, dan pamong. Sumber data yaitu sekunder dan primer dengan fokus penelitian meliputi aspek tempat, pelaku, dan aktivitas. Teknik pencarian data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan secara bersamaan meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian yaitu interaksi sosial baik antara warga belajar dengan warga belajar maupun antara warga belajar dengan tutor sangat dekat dan erat, serta para tutor memahami kondisi dari warga belajar. Beberapa faktor pendukung, diantaranya yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor penghambat dalam interaksi sosial terdapat dua faktor, yaitu persaingan dan pertentangan. Dalam aspek persaingan terdapat tiga aspek yaitu tingkat kepandaian, tingkat keaktifan diri, dan perbedaan usia. Sedangkan tingkat keaktifan diri, semakin aktif diri warga belajar paket B SKB Ungaran semakin baik juga untuk berinteraksi dengan yang lain. Hambatan dalam pertentangan yang terjadi di dalam interaksi sosial warga belajar paket B pada UPTD SKB Ungaran adalah kurangnya kepercayaan diri pada warga belajar.Simpulan dari penelitian ini (1) Interaksi antar warga belajar dengan warga belajar sangat dekat dan erat. (2) Interaksi yang terjalin antar warga belajar dengan tutor tidak seperti layaknya seorang tutor dengan warga belajar tetapi interaksi yang lebih kepada para tutor yang memahami warga belajarnya. (3) Faktor pendukung antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. (4) Faktor penghambat ada aspek tingkat kepandaian, tingkat keaktifan diri, dan perbedaan usia dalam hal persaingan serta dalam hal pertentangan ada aspek kurangnya kepercayaan diri pada warga belajar paket B. Saran yang diajukan peneliti (1) Untuk Kepala SKB Ungaran sebaiknya dapat lebih memperhatikan sikap warga belajar yang kurang aktif. (2) Untuk tutor dan pamong SKB Ungaran sebaiknya dapat membantu warga belajar untuk lebih aktif dalam berinteraksi sosial. (3) Untuk warga belajar paket B SKB Ungaran sebaiknya harus lebih memiliki rasa percaya diri dan antusias untuk dapat menjadi lebih baik. Kata kunci: Interaksi Sosial, Warga Belajar Paket B
EVALUASI PROGRAM KURSUS KETERAMPILAN DI LEMBAGA KURSUS PELATIHAN (LKP) KARYA JELITA KOTA BANDUNG, JAWA BARAT (PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPPO) Rani Sintiawati, Basuki Wibawa, Jenny Sista Siregar
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v3i2.4891

Abstract

EVALUASI PROGRAM KURSUS KETERAMPILANDI LEMBAGA KURSUS PELATIHAN (LKP) KARYA JELITA KOTA BANDUNG, JAWA BARAT(PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPPO) Rani Sintiawati , Basuki Wibawa & Jenny Sista SiregarJurusan Teknologi Rias & KosmetikaFakultas TeknikUniversitas Negeri JakartaRanisintiawati8@gmail.com , bwibawa_ft@yahoo.com  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian program pelatihan sebagai kegiatan untuk menentukan tingkat efektifitas suatu program pelatihan di LKP Karya Jelita Bandung, yang berfokus pada lima aspek evaluasi yaitu context, input, process, product dan outcome sehingga dapat mengungkapkan data tentang kegiatan pelatihan program kursus  serta dampak dari hasil pembelajaran bagi peserta pelatihan kursus di LKP Karya Jelita Bandung untuk program pelatihan berikutnya. Teori yang dibahas dalam penelitian kegiatan program pelatihan kursus di LKP Karya Jelita dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif mixed methods, yang merupakan penelitian evaluasi dengan metode model evaluasi CIPPO dengan lima komponen, yaitu konteks, input, proses, dan produk serta outcome. sebagai upaya meningkatkan LKP Karya Jelita dengan program berikutnya agar  menghasilkan lulusan yang bisa berwirausaha ataupun bekerja untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta satuan pendidikan luar sekolah.  Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling Teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, angket dan dokumen. Analisis data menggunakan statistik Deskriptif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program di LKP Karya Jelita secara keseluruhan  menunjukkan bahwa berjalan dengan baik dengan pencapaian sesuai tujuan,yang meliputi : 1) Evaluasi context sudah sesuai dengan SOP/Peraturan yang berlaku 2) Evaluasi Input yang terdiri dari aspek prosedur seleksi penerimaan sesuai SOP LKP Karya Jelita 3) Evaluasi Proses pada aspek proses perencanaan program pelatihan tidak diawali dengan identifikasi kebutuhan programds pelatihan dikarenakan keterbatasan anggaran,selanjutnya pada aspek pelaksanaan sudah berjalan dengan baik, aspek proses monitoring telah dilakukan sesuai SOP LKP Karya Jelita 4) Evaluasi Produk, Presentase tingkat kelulusan  peserta pelatihan sebesar 100%. 5) Evaluasi Outcome, presentase tingkat keterserapan lulusan di dunia usaha dan industri serta wirausaha (outcome) . Kata Kunci : Kursus, Evaluasi, Program, CIPPO, Dampak
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI BELAJAR NONFORMAL TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANTARBUDAYA DENGAN MEDIASI MOTIVASI DIRI ANGGOTA POLYGLOT INDONESIA Nararia Hutama Putra, Joko Sutarto, Amin Yusuf
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v5i1.8093

Abstract

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI BELAJAR NONFORMAL TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANTARBUDAYA DENGAN MEDIASI MOTIVASI DIRI ANGGOTA POLYGLOT INDONESIA 1Nararia Hutama Putra, 2Joko Sutarto, 3Amin Yusuf 123Pascasarjana Pendidikan Luar SekolahUniversitas Negeri Semarang 1nararia92@gmail.com, 2jokotarto@mail.unnes.ac.id, 3aminyusuf@mail.unnes.ac.id   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis tentang pengaruh budaya organisasi belajar nonformal yang di mediasi motivasi diri terhadap kemampuan berkomunikasi antarbudaya anggota Polyglot Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 152 anggota Polyglot Indonesia yang tergabung di dalam grup PI All Chapter dan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Data yang digunakan dikumpulkan dengan metode kuesioner yang disebar secara daring. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda dengan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukan sebagai berikut, (1) terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan oleh budaya organisasi terhadap kemampuan berkomunikasi antarbudaya anggota Polyglot Indonesia; (2) terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan oleh motivasi diri terhadap kemampuan berkomunikasi antarbudaya anggota Polyglot Indonesia; (3) terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan oleh budaya organisasi terhadap motivasi diri anggota Polyglot Indonesia; (4) terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan oleh budaya organisasi yang dimediasi melalui motivasi diri terhadap kemampuan berkomunikasi antarbudaya anggota Polyglot Indonesia.Kata kunci: pengaruh, budaya organisasi, motivasi diri, kemampuan berkomunikasi antarbudaya
PERMAINAN TRADISIONAL BETAWI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK Masnur Ali; Qory Jumrotul Aqobah
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i2.12894

Abstract

PERMAINAN TRADISIONAL BETAWI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK1Masnur Ali, 2Qory Jumrotul Aqobah1Olahraga Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta2Ilmu Keolahragaan,Fakultas Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa1Ali.masnur@unj.ac.id,  2qoryaqobah@untirta.ac.id ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan permainan tradisional dalam mengembangkan keterampilan sosial dan  mengidentifikasi permainan tradisional betawi. Keterampilan sosial anak tidak terbentuk secara tiba-tiba, namun merupakan imitasi dan pembiasaan dari lingkungan anak. Permainan tradisional selain aman dimainkan dari berbagai macam usia merupakan ciri khas budaya bangsa yang memiliki berbagai manfaat dan memiliki nilai-nilai yang dapat dikembangkan diantaranya adalah keterampilan sosial Metode penelitian dalam tulisan ini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Permainan tradisional bdapat dikenalkan sejak kecil di lingkungan keluarga dan masyarakat untuk dapat mengenalkan permainan tradisional dan perkembangan sosial anak. Dari hasil analisis pada penelitian-penelitian sebelumnya permainan tradisional betawi pada hakikatnya dapat menstimulasi perkembangan keterampilan sosial anak karena dalam permainan tradisional akan muncul interaksi antar anak dan secara tidak sadar dapat mengembangkan keterampilan sosial anak yang dapat membantu anak untuk beradaptasi didalam masyarakat.Kata Kunci: Permainan Tradisional Betawi, Keterampilan Sosial
GERAKAN LITERASI DALAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) MASYARAKAT PRA SEJAHTERA (Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Walantaka Kota Serang) Sastra Wijaya
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7308

Abstract

GERAKAN LITERASI DALAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) MASYARAKAT PRA SEJAHTERA(Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Walantaka Kota Serang)Sastra WijayaSTKIP Pelita PratamaSastrawijaya0606@gmail.com ABSTRAKPertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau yang dikenal dengan family development session (FDS) merupakan sebuah intervensi perubahan perilaku yang terstruktur. P2K2 diberikan pada semua KPM PKH sejak tahun pertama kepesertaan PKH. Materi P2K2 disampaikan melalui pertemuan kelompok setiap bulan yang disampaikan oleh Pendamping Sosial PKH terhadap kelompok- kelompok dampingannya. Kegiatan P2K2 memiliki pola pembelajaran yang terstruktur dan sistematis hal ini dap dilihat dari terdapatnya beberapa bentuk pembelajaran yang diberikan kepada KPM PKH, melalui modul-modul tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan KPM yang disampaikan oleh pendamping dapat meningkatkan kualitas pengetahuan dan keahlian para penerima manfaat. Modul-modul tersebut dibagi kedalam beberapa sesi pertemuan dengan alokasi dan kurikulum yang sudah ditentukan. Sehingga memudahkan bagi pesertanya dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan. KPM (Keluarga penerima manfaat) PKH di Kota Serang Provinsi Banten berjumlah 8.598 peserta pada tahap 4 tahun 2019 dengan jumlah pendamping sebanyak 29 orang pendamping yang tersebar di 6 kecamatan (Walantaka, Taktakan, Kasemen, Serang, Cipocok Jaya dan Curug). Peneliti hanya berfokus pada KPM program keluarga harapan (PKH) kecamatan walantaka sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini. Yaitu sebanyak 777 KPM dengan 2 orang pendamping dengan wilayah binaan 14 kelurahan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 777 KPM. Dan sampel sebanyak 150 orang atau sebesar 19,3% KPM program keluarga harapan (PKH) di kecamatan walantaka kota serang-Banten yang diambil dari masing-masing kelompok yang ada (14 kelompok). Sebagai masukan dari hasil penelitian yang berjudul “Gerakan literasi dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) masyarakat pra sejahtera (keluarga penerima manfaat program keluarga harapan di kecamatan walantaka kota serang)” yang dilakukan peneliti berkesimpulan bahwa: Tempat yang diminati dan dianggap refesentatif untuk dilaksanakan P2K2 oleh KPM adalah rumah ketua kelompok sebesar 40% atau sebanyak 60 orang KPM. Waktu yang diminati dan dianggap refesentatif untuk dilaksanakan P2K2 oleh KPM sebesar 45,3% atau sebanyak 68 orang KPM adalah siang hari. Modul yang diminati dan lebih banyak dipilih untuk dipelajari dalam kegiatan P2K2 oleh KPM sebesar 48% atau sebanyak 72 orang KPM adalah Modul 1 tentang Pengasuhan dan Pendidikan Anak. Media yang diminati dan dianggap menarik dalam kegiatan P2K2 adalah filem (audio visual) yang dipilih oleh KPM sebesar 38% atau sebanyak 57 orang. Aktifitas pembelajaran yang diminati dan dianggap menarik dalam kegiatan P2K2 adalah praktek (simulasi) yang dipilih oleh KPM sebesar 24% atau sebanyak 36 orang KPM. Alasan KPM menghadiri kegiatan P2K2 adalah karena kegiatan P2K2 dianggap perlu untuk dilakukan dan dipilih oleh sebesar 83% atau sebanyak 83 orang KPM. Materi-materi dalam kegiatan P2K2 dianggap sangat bermanfaat oleh KPM hal ini dapat dilihat dari pilihan KPM sebesar 62% atau sebanyak 62 orang KPM yang memilih kegiatan P3K2 sangat bermanfaat. Materi-materi dalam kegiatan P2K2 yang didapatkan dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari oleh KPM hanya sebanyak 52 orang atau sebesar 23,3% KPM, sebanyak 27 orang atau sebesar 18% KPM tidak mempraktekannya, sedangkan 71 orang atau sebesar 43,7 % KPM mengaku tidak mengetahui. Kesimpulan dan saran dalam penelitian ini diharapkan dapat membrikan gambaran khusunya bagi pendamping PKH untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan P2K2 kedepan yang lebih baik dalam upaya memberikan pemahaman bagi KPM bahwa materi dalam kegiatan P2K2 bermanfaat dan perlu dipraktekan dalam kehidupan keseharian KPM sebagai bentuk perubahan pola prilaku yang menjadi salah satu tujuan kegiatan P2K2. Dan mendorong kehidupan KPM menuju kehidupan yang lebih sejahtera baik dari sisi ekonomi mapun kualitas diri. Kata Kunci : Gerakan Literasi, P2K2, Masyarakat Pra Sejahtera.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK (STUDI DI DESA GONDORIYO, KEC. BERGAS, KAB. SEMARANG) Heri Susanto & Ilyas
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i1.6276

Abstract

POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK (STUDI DI DESA GONDORIYO, KEC. BERGAS, KAB. SEMARANG)HERI SUSANTO & ILYAS Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarang Pls.1.13012@gmail.comilyas.pnf@mail.unnes.ac.id ABSTRAKBakat kreatif sesungguhnya dimiliki setiap anak, namun pada kenyataannya setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda. Kreativitas anak dapat berkembang dengan optimal, apabila orang tua dapat bersikap demokratis dalam mendidik anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh yang diterapkan orang tua dan faktor-faktor yang mengghambat dan mendukung perkembangan kreativitas anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari 3 keluarga dan 3 orang anak di Desa Gondoriyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh 3 keluarga berbeda-beda dalam mengembangkan kreativitas anak, hal ini dipengaruhi oleh tingkat usia anak. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain kebebasan, nilai bukan aturan, menghargai kreativitas anak, memberikan dukungan, dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan, aturan yang terlalu ketat, pemberian hadiah yang berlebihan, keterpaduan waktu dan peralatan bermain yang terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua tidak selamanya otoriter maupun demokratis. Selain itu, orang tua juga memberikan kebebasan dan tidak membatasi eksplorasi maupun rasa keingintahuan anak Kata Kunci: Anak, Kreativitas, Pola asuh.
PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN MODEL BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT) PADA ANAK USIA DINI Septiya Yuningsih, Achmad Rifai, Bagus Kisworo
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v3i2.4896

Abstract

PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN MODEL BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT) PADA ANAK USIA DINI  Septiya Yuningsih Achmad Rifai, Bagus KisworoPendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Semarangseptiyayuningsih1@gmail.com, rifaipls@mail.unnes.ac.id,bagus.kisworo@mail.unnes.ac.id    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penyelenggaraan pembelajaran model BCCT di PAUD Labschool Unnes. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dengan subyek penelitian  terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 5 Guru Sentra termasuk seksi kurikulum, serta orang tua murid dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Aktivitas dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian dilakukan dengan metode pendidikan berpusat pada anak dengan setting pembelajaran yang merangsang anak untuk aktif dan kreatif sehingga anak dapat belajar melalui pengalaman mainnya. Simpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan dalam sentra meliputi pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main dan pijakan setelah main. Saran dalam pelaksanaan di sentra pembelajaran hendaknya anak diarahkan oleh guru sentra untuk bermain di kesempatan main yang lain.  Kata Kunci: Pembelajaran, Beyond Centers and Circle Time (BCCT), Anak Usia Dini.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN PADA PROGRAM PAKET C DI LEMBAGA PKBM NEGERI 21 TEBET TIMUR JAKARTA Dadan Darmawan, Ila Rosmilawati
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v5i1.8098

Abstract

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN PADA PROGRAM PAKET C DI LEMBAGA PKBM NEGERI 21 TEBET TIMUR JAKARTA 1Dadan Darmawan, 2Ila Rosmilawati12Pendidikan NonformalFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa 1dadan.darmawan@untirta.ac.id  2irosmilawati@untirta.ac.idABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penguatan Pendidikan karakter melalui kegiatan pembiasaan pada program paket C di Lembaga PKBM Negeri Tebet Timur Jakarta. Fokus penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai karakter melalui 5 nilai utama karakter Religius, Nasionalis  Mandiri  Gotong Royong dan Integritas. Penelitian Ini merupakan penelitian deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian ini adalah  1)Nilai nasionalis dalam penguatan Pendidikan karakter  yang diselenggarakan PKBM Negeri 21 Tebet timur adalah memperingati hari besar seperti hari batik nasional dan juga hari kartini dimana para siswa diwajibkan menggunakan batik dan kebaya, hal ini dilakukan agar para siswa memiliki rasa cinta terhadap negaranya. 2)Nilai Religius dalam penguatan Pendidikan karakter yang dilakukan oleh PKBM Negeri 21 Tebet Timur dengan mengadakan kegiatan rutin mengaji di hari jumat, selain itu juga mengadakan syukuran dan pengajian untuk kelulusan siswa, hal ini dilakukan agar para siswa menjaga hubungannya dengan sang pencipta, diharapkan para siswa memiliki Karakter Religius. 3)Nilai Integritas dalam penguatan Pendidikan karakter yang dilakukan oleh PKBM Negeri 21 Tebet Timur, dilakukan oleh para tutor dengan membuat kegiatan yang sifatnya membuat anak-anak mau bertanggung jawab atas segala yang telah dilakukannya, seperti piket kelas yang di pandu langsung oleh para tutor, hal ini dilakukan agat para siswa mau bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan di kelas, dan juga agar memiliki rasa memiliki yang baik terhadap segala fasilitas PKBM. Pembelajaran juga menggunakan sistem pembagian kelompok, sehingga terjadi dinamika didalam kelompok. Melatih siswa menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. 4)Nilai Mandiri dalam penguatan Pendidikan Karakter yang dilakukan PKBM Negeri 21 Tebet Timur adalah dengan melakukan kegiatan kewirausahaan terhadap para siswa paket, hasil dari pelatihan ini pun dipasarkan agar mendapatkan hasil materi untuk PKBM atau para siswa. Selain itu nilai mandiri juga di terapkan para tutor pad aproses pembelajaran dengan menggunakan tugas mandiri di luar PKBM, sehingga tanpa di awasi para tutor pun mereka akan mandiri belajar dan diharapkan menjadi terbiasa dan akhirnya menjadi karakter mandiri bagi mereka. 5)Nilai Gotong Royong dalam penguatan Pendidikan Karakter yang dilakukan PKBM negeri 21 Tebet Timur dengan menjadawalkan kegiatan bersih-bersih PKBM setiap sebulan sekali, hal ini dilakukan untuk seluruh lingkungan PKBM dan para siswa pun ikut berpartisipasi dan semangat dalam mengikutinya. Diharapkan dengan pembiasaan ini para siswa memiliki karakter gotong royong yang bisa mereka gunakan di masyarakat. Kata Kunci : PPK, Kegiatan Pembiasaan, 5 Nilai Karakter
POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN UNYUR, KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Patricia Pramudhita Novitasari
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v4i2.7314

Abstract

POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN UNYUR, KECAMATAN SERANG, KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Patricia Pramudhita Novitasari, Syadeli Hanafi & Mochamad Naimpramudhitan@gmail.comUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa   ABSTRAK  Pola Asuh Orang Tua Tunggal dalam Menunjang Perkembangan Kecerdasan Emosional Pada Anak Usia Dini di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Masalah dalam penelitian ini adalah tentang orang tua tunggal yang menerapkan pola asuh kepada anaknya dalam menunjang perkembangan kecerdasan emosional anaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Informan penelitian ini adalah 10 orang tua tunggal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah  pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten sebagian besar menggunakan pola asuh permisif. Perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini di Kelurahan Unyur dinilai masih memiliki kecerdasan emosional yang rendah karena dari lima indikator kecerdasan emosional, hanya dua yang menunjukan bahwa anak usia dini di Kelurahan Unyur memiliki kecerdasan emosional yang baik. Adapun faktor pendukungnya rata-rata adalah latar belakang pola asuh yang didasari pengalaman pribadi, pendidikan yang memadai dan status ekonomi yang tinggi, sedangkan faktor penghambat didatangkan dari trauma orang tua di masa lalu, rasa tidak memprioritaskan pendidikan, dan status ekonomi yang rendah.   Kata Kunci: Pola Asuh, Kecerdasan Emosional, Anak Usia Dini
PROGRAM PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) HANDYCRAFT PEMBUATAN KOTAK TISSUE DAN LAMPU HIAS BAGI WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA KARAWANG Novia Amaliyah; Dadang Danugiri; Dayat Hidayat
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v6i2.12890

Abstract

PROGRAM PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) HANDYCRAFT PEMBUATAN KOTAK TISSUE DAN LAMPU HIAS BAGI WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIA KARAWANG1Novia Amaliyah,  2Dadang Danugiri,  3Dayat Hidayat1,2,3 Pendidikan Luar Sekolah  Universitas Singaperbangsa Karawang1amaliyahnovia14@gmail.com, 2danugiridadang@gmail.com, 3dayathidayat194@yahoo.comABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan program pelatihan kecakapan hidup kotak tissue dan lampu hias (2) Hasil pelaksanaan program pelatihan kecakapan hidup kotak tissue dan lampu hias. (3) Faktor pendukung dan penghambat terhadap terlaksananya program pelatihan kotak tissue dan lampu hias. Narasumber penelitian yaitu pegawai lembaga, tutor kotak tissue dan lampu hias dan warga binaan pelatihan kecakapan hidup kotak tissue dan lampu hias.Teknik dan alat pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data, penyajikan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.Sumber data penelitian, peneliti menggunakan teknik purposive sampling.Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini diantaranya yaitu : (1) Pelaksanaan program pelatihan kecakapan hidup kotak tissue dan lampu hias bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Karawang (2) Hasil pelaksanaan program pelatihan kecakapan hidup kotak tissue dan lampu hias mencakup peningkatan pengetahuan, kreativitas, hasil produk, kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasioanal. (3) Faktor pendukung yaitu adanya sarana prasarana yang memadai, instruktur yang berkompeten dan pengalaman dibidangnya, situasi dan lingkungan yang kondusif, warga binaan dapat bekerja secara mandiri dan berkelompok. Faktor penghambat yaitu usia dan latar belakang warga binaan yang berbeda, kemampuan instruktur yang kurang maksimal, dan kemampuan warga binaan yang berbeda. Tidak adanya keinginan untuk melanjutkan pelatihan dan membuka usaha,dan tidak adanya dana untuk membuka usaha.Kata Kunci: program pelatihan, kecakapan hidup, lembaga pemasyarakatan.