cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 229 Documents
Efektivitas Penambahan 2,5 µg Sufentanil pada 12,5 MG Bupivakain0,5% Hiperbarik Terhadap Mula dan Lama Kerja BlokadeSensorik-Motorik Anestesi Spinal pada Operasi Herniorafi Resiana Resiana; Zulkifli Zulkifli; Kusuma Harimin; Theodorus Theodorus
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i1.2681

Abstract

Salah satu kekurangan anestesi spinal adalah durasi blokadenya yang singkat. Berbagai cara dilakukan untuk memperpanjang durasi blokade seperti penambahan adjuvan berupa opioid seperti sufentanil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas penambahan sufentanil pada anestesi lokal bupivakain hiperbarik terhadap mula dan lama kerja blokade spinal. Uji klinik acak berpembanding tersamar ganda telah dilakukan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang dari bulan April sampai dengan Juli 2013. Terdapat 66 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yang menjalani herniorafi dengan anestesi spinal. Pasien dibagi dalam dua kelompok, kelompok I menggunakan bupivakain 0,5% hiperbarik 2,5 ml ditambah 2,5 µg sufentanil 0,5 ml, sedangkan kelompok II bupivakain 0,5% hiperbarik 2,5 ml ditambah 0,5 ml NaCl 0,9%. Diteliti mula kerja, lama kerja, blokade sensorik dan motorik, tinggi blokade sensorik puncak, dan efek samping intra operatif. Analisis data menggunakan SPSS versi 20. Pada kelompok bupivakain 0,5% hiperbarik-sufentanil didapatkan mula kerja blokade sensorik dan motorik lebih cepat dan lama kerja blokade sensorik dan motorik lebih panjang daripada kelompok bupivakain 0,5% hiperbarik-NaCl 0,9% (p<0,001), sedangkan tinggi blokade sensorik puncak, dan efek samping sebanding. Penambahan 2,5 µg sufentanil pada bupivakain 0,5% hiperbarik 2,5 ml mempercepat mula kerja dan memperpanjang lama kerja blokade sensorik dan motorik.
Rasionalitas Penggunaan Ranitidin pada Pasien Gastritis di Puskesmas Alang-alang Lebar Palembang Rizky Vania Oka; HMT Kamaluddin; Debby Handayati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i3.8557

Abstract

Rasionalitas Penggunaan Ranitidin pada Pasien Gastritis di Puskesmas Alang-alang Lebar Palembang. Gastritis didefinisikan sebagai suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung. Keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi perdarahan dan tukak pada lambung, sehingga dibutuhkan terapi yang adekuat. Ranitidin merupakan salah satu obat dari golongan penghambat Histamin 2 yang sering dipakai sebagai terapi gastritis. Ketidaktepatan peresepan obat ini mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi dan dapat merugikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan ranitidin pada pasien gastritis di Puskesmas Alang-alang Lebar Palembang. Studi penggunaan obat dilakukan pada bulan November 2017. Populasi penelitian ini adalah rekam medik pasien gastritis di Puskesmas Alang-alang Lebar Palembang, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah rekam medik pasien gastritis yang menggunakan ranitidin sebagai terapi dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dosis ranitidin sudah rasional, namun untuk frekuensi pemberian ranitidin per hari dan lama pemakaian ranitidin masih ada yang tidak rasional.
Efek Latihan Fisik Intensitas Sedang Terhadap Kadar Albumin Urin Mahasiswa Akademi Keperawatan Kesdam II Sriwijaya Palembang Muhammad Bahori; Nursiah Nasution; Theodorus Theodorus
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i3.2705

Abstract

Protein dalam urin biasanya menandakan penyakit ginjal atau nefritis, tetapi sebenarnya proteinuriatidak selalu menunjukkanpenyakit ginjal.Pengeluaran protein dalam urin yang mirip dengan yang terjadi pada  nefritis dapat timbul setelah olahraga, tetapi keadaan ini tidak berbahaya, bersifat sementara dan reversibel.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek latihan fisik intensitas sedang terhadap kadar albumin urin mahasiswa Akademi Keperawatan Kesdam II Sriwijaya Palembang.Penelitian Quasi Experimental dengan rancangan one group pre-post test design di Kampus Akademi Keperawatan Kesdam II Sriwijaya Palembang yang berlangsung dari tanggal 29 April 2013 sampai dengan 20 Mei 2013. 23 orang sampel terpilih menyelesaikan latihan fisik intensitas sedang; jogging menempuh jarak 1800 meter dalam 20 menit 3 kali seminggu. Semua sampel dilakukanpengukuran albumin urin sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang.Data dideskripsikan dalam bentuk tabel dan diolah dengan menggunakan  uji t-brpasangan pada  SPSS 17.Hasil penelitan menunjukkan bahwa rerata umur sampel  18,61 ± 0,941 tahun, dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) 20,90 ± 2,323. Kadar albumin urin sebelum latihan fisik intensitas sedang 4,57 ± 2,041 µg/mg kreatinin, meningkat menjadi 23,22 ± 13,111 µg/mg kreatinin setelahnya. Ada perbedaan yang bermakna kadar albumin urin sebelum dan setelah latilah intensitas fisik sedang selama 3 minggu (p = 0,000).Ada efek latihan fisik intensitas sedang terhadap kadar albumin urin, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek intensitas latihan fisik (seperti; intensitas ringan, sedang dan berat) terhadap kadar albumin urin atau komponen protein urin lainnya.
Skin Microbiota Fifa Argentina; Rusmawardiana Rusmawardiana; Grady Garfendo
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i1.11425

Abstract

The skin is a complex and dynamic ecosystem. It may act as physical barrier to bar the invasion of foreign pathogens while concomitantly providing home to commensals bacteria, fungi and viruses. These microbes were known as microbiota. Over a human’s life span, skin cells, immune cells, and microbiota will integrate to maintain homeostasis of skin’s physiology and immune barrier, both under healthy conditions and also under stresses (infection and wounding). Shifts in the normal microbiota may cause diseases such as atopic dermatitis and psoriasis even though pathophysiology of these conditions is still unknown.
Angka Kejadian dan Faktor Penyebab Eritroderma di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Periode 2009-2011 Anugerah Dwi S; Athuf Thaha; M izazi Hari P
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i2.2747

Abstract

Latar belakang: Eritroderma  (sinonim:  dermatitis  eksfoliatif,  eritroderma eksfoliatif atau red  man  syndrome) adalah eritema difus dan skuama yang melibatkan 90%  atau lebih permukaan kulit tubuh. Eritroderma  umumnya disebabkan oleh perluasan penyakit kulit yang ada sebelumnya, penyakit sistemik/keganasan, reaksi obat,dan  eritroderma idiopatik. Tujuan: Mengetahui angka kejadian dan mengidentifikasi berbagai faktor penyebab    eritroderma di  Poliklinik  IKKK RSUP dr.  Mohammad Hoesin Palembang periode 2009-2011. Metode: penelitian   yang  dilakukan adalah  penelitian   observasional   deskriptif retrospektif  di Poliklinik IKKK RSUP dr. Mohammad  Hoesin Palembang. Hasil: Angka kejadian kasus eritroderma  52 kasus (0,217%) dari seluruh pasien di Poliklinik IKKK. RSUP dr. Mohammad Hoesin. Berdasarkan karakteristik sosiodemografi didapatkan pasien dengan  jenis  kelamin  laki-laki  paling  tinggi yaitn  27 pasien (51,92%).  Pada kelompok umur yang paling  banyak  ditemukan adalah kelompok  umur 52-64 tahun sebanyak 13 pasien  (25%).  Faktor penyebab akibat  perluasan  penyakit   kulit   sebagai  penyebab terbanyak yaitu 9 pasien (17,3%), diikuti faktor penyebab idiopatik 8 pasien  (15,4%)~    dan erupsi  obat 3 pasien  (5,7%),  sedangkan untuk 32 pasien (61,6%) tidak  bisa ditemukan data rekam me diknya. :Kesimpulan: selama kurun waktu 2009-2011, didapatkan angka  kejadian eritroderma yaitu 0,217% di Poliklinik  IKKK RSUP dr.  Mohammad  Hoesin  dan penyebab terbanyak  akibat perluasan penyakit kulit 17,3%.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Medication Error Pada Pasien Kemoterapi Di RSUP DR.Mohammad Hoesin Palembang Lulu Gloria; Yowono Yowono; Ngudiantoro Ngudiantoro
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i4.8521

Abstract

Medication error adalah kesalahan yang terjadi dalam proses pengobatan pasien yang berpotensi merugikan pasien ketika pengobatan berada di bawah pengawasan petugas kesehatan yang sebetulnya dapat dicegah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya medication error (prescribing dan dispensing) pada petugas yang menangani pasien kemoterapi di RS Mohammad Hoesin. Desain penelitian ini adalah analitik  dengan rancangan crossectional (potong lintang). Populasi pada penelitian ini adalah resep kemoterapi, Dokter dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang ada di TPO Kemoterapi dan Rawat Inap  RS. Moh.Hoesin pada bulan Mei dan Juni tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan jumlah sampel sebanyak 792 resep, 58 Dokter dan 55 Tenaga Teknis Kefarmasian . Analisis data menggunakan uji chi square dan analisis regresi binery logistic. Uji statistik dengan menggunakan analisis regresi logistic  diketahui bahwa variabel yang berpengaruh terhadap medication error pada pasien kemoterapi di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang tahun 2017 adalah variabel beban kerja petugas(p-value= 0,027; PR= 2,853; 95% CI= 1,126-7,224), pendidikan petugas (p-value= 0,006; PR= 17,260; 95% CI= 2,281-130,602) dan jenis kelamin petugas (p-value= 0,003; PR= 6,926; 95% CI= 1,892-25,363) Dokter dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Dan sebagai faktor konfounding adalah variabel pengalaman kerja(p-value 0,0001), jadwal kerja(p-value 0,0001), dan komunikasi(p-value 0,002). Kejadian medication error dapat diintervensi dengan pelatihan tentang obat-obatan kepada Dokter dan Tenaga Teknis Kefarmasian, memperbaiki rasio antara sumber daya manusia dengan beban kerja, meningkatkan pendidikan Tenaga Teknis Kefarmasian serta menerapkan database obat-obatan dan aplikasi resep secara elektronik.
Pengaruh Pendekatan Spiritual Terhadap Tingkat Kesepian Pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Herliawati Herliawati; Sri Maryatun; Desti Herawati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2696

Abstract

Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia, terutama yang tinggal di Panti Werdha. Salah satu penyebab kesepian adalah akibat kekosongan spiritual. Untuk mengatasi kesepian diperlukan suatu upaya pendekatan spiritual. Pendekatan spiritual merupakan pendekatan yang cenderung menyentuh satu sisi spiritualitas manusia, mengembalikan manusia pada sebuah kesadaran darimana dia berasal, alasan mengapa manusia diciptakan, dan tugas-tugas yang harus dilakukan manusia di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan spiritual terhadap tingkat kesepian lanjut usia sebelum dan setelah diberikan pendekatan spiritual. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan menggunakan desain one group pre test-post test, yang dilakukan selama 3 minggu mulai tanggal 4-25 juni 2012. Populasi penelitian adalah lanjut usia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya. Teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah lanjut usia yang telah memenuhi kriteria inklusi berjumlah 19 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner baku UCLA loneliness scale. Berdasarkan analisis menggunakan uji Marginal Homogeneity dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa p value probabilitas ≤ 0,05 yang berarti terdapat perbedaan tingkat kesepian sebelum dan setelah pendekatan spiritual dan ini menunjukkan adanya pengaruh pendekatan spiritual terhadap tingkat kesepian. Dengan demikian, perawat dapat menggunakan pendekatan spiritual dalam bentuk asuhan keperawatan spiritual yang bermanfaat dalam mendukung dan membantu lansia menjalani hidup yang lebih berkualitas.
Semen Analysis in Fertiliser Factory Workers Sri Nita; Yulia Hariani; Arum Setiawan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i4.10236

Abstract

Study case-control has been conducted to analyse the relationship of occupational exposure in fertilizer plant with semen analysis. The case is the exposed and control group is unexposed. The number of samples for each group was 27. Data is analysed using chi-square and t-test. The result of the research has obtained the characteristic of the workers in the exposed group were the age of 20-30 years old, the working period of 3-5 years, 8 hours/day work, using personal protective equipment (PPE) and not smoking. The unexposed group have 20-30-year-old characteristics, 5-10 years of service, 8 hours/day work, no PPE and smoking. Macroscopic characteristics of semen liquefaction, viscosity, pH and colour of the two groups were no different. Semen volume under 1.5 ml of 18.5% (exposed) and 7.4% (unexposed) with p>0.05; OR=2.84. Microscopic characteristics of semen for motility and viability were not different in the two groups. Low spermatozoa number in exposure group was 55.6% and not exposed 18.5% with a p value<0.05 and OR 5.5. Normal spermatozoa morphology of exposed group workers was 28% and the group was not exposed to 34%. It could be concluded that there is a relationship between occupational exposure and semen analysis.
Karakteristik Penderita Kanker Pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009 - 2013 Auliya Bella Oktarina; Syadra Bardiman Rasyad; Safyudin Safyudin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2737

Abstract

Kanker dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk pankreas. Penderita banyak yang terdiagnosis dengan metastasis. Data mengenai karakteristik kanker pankreas di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013.  Penelitian ini merupakan survei deskriptif. Penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 berjumlah 78 orang. Data dikumpulkan dari catatan rekam medis seluruh penderita kanker pankreas di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2009-2013 diperoleh 43 subjek penelitian. Dari penelitian ini didapatkan, 2,33% penderita kanker pankreas berusia 20-34 tahun, 16,28% berusia 35-44 tahun, 25,58% berusia 45-54 tahun, 39,53% berusia 55-64 tahun, 13,95% berusia 65-74 tahun, 2,33% berusia 75-84 tahun. Mayoritas (67,44%) penderita adalah laki-laki dan 32,56% adalah perempuan. Penderita yang mengalami nyeri abdomen adalah 90,70%, 65,12% ikterus, dan 27,91% berat badan menurun. Penderita yang memiliki kadar bilirubin total lebih dari normal adalah 83,33%, 88,89% bilirubin direk lebih dari normal, 63,89% bilirubin indirek lebih dari normal, 72,5% AST lebih dari normal, 70% ALT lebih dari normal, 89,66% ALP lebih dari normal, 83,33% GGT lebih dari normal, 70,73% albumin kurang dari normal, 50% CEA lebih dari normal, 76,92% CA 19-9 lebih dari normal. Berdasarkan perluasan tumor, 18,60% tumor hanya pada pankreas, 27,91% meluas ke bagian sekitar, 30,23% metastasis, 23,26% tidak diketahui. Penderita kanker pankreas paling banyak berusia 55-64 tahun dan lebih banyak laki-laki. Manifestasi klinis yang paling banyak adalah nyeri abdomen. Sebagian besar hasil laboratorium penderita diluar kisaran normal. Lokasi tumor paling banyak adalah pada caput pankreas. Berdasarkan perluasan tumor, penderita paling banyak mengalami metastasis.
CORRELATION OF MEAN PLATELET VOLUME AND SOFA SCORE ON SEPSIS PATIENTS IN INTENSIVE CARE UNIT Irma Yunita Puspayani; Rose Malfiana; Rizal Zainal; Iche Andriyani Liberty
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i2.11974

Abstract

 Delay in diagnosis and treatment of sepsis can result in a rapid deterioration in the direction of failed circulation, damage to various organs until death. The rating system that is often used to assess the extent of organ damage and the likelihood of death is the SOFA score. Mean platelet volume (MPV) is a measurement of average platelet volume (MPV) that has been routinely, but its correlation with SOFA scores in sepsis is not widely understood. The purpose of this study was to determine the correlation of mean platelet volume (MPV) and SOFA scores in septic patients in the ICU. This research is a descriptive observational study using cross sectional design. The sample size obtained from this study was 87 people. The sample in this study were all patients aged ?18 years who were treated in the intensive care unit of RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, both heavenly and medical, fulfilled the criteria for diagnosis of sepsis. The results of correlation analysis using the Pearson test showed that statistically SOFA and MPV scores were positively correlated positively with moderate strength (0.5732). This shows that the increase in MPV is directly proportional to the increase in sofa scores in predicting death in sepsis patients.

Page 8 of 23 | Total Record : 229


Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 55, No 1 (2023): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 4 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 3 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 2 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 3 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 2 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya More Issue