cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 229 Documents
Korelasi antara Hipoalbuminemia dan Hiperkolesterolemia pada Anak dengan Sindrom Nefrotik Rani Juliantika; Hertanti Indah Lestari; Minerva Riani Kadir
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i2.8379

Abstract

Sindrom nefrotik adalah salah satu penyakit glomerulus yang paling banyak terjadi pada anak, yang ditandai dengan proteinuria masif, hipoalbuminemia, edema dengan atau tanpa hiperkolesterolemia. Peningkatan kadar kolesterol dapat berakibat pada berbagai penyakit di masa mendatang. Kondisi hiperkolesterolemia tersebut biasanya bersifat transien dan normal kembali bila pengobatan hipoalbuminemia berhasil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia pada anak dengan sindrom nefrotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien sindrom nefrotik usia 1-<18 tahun di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel penelitian diambil dari rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada periode Januari 2014-Juni 2016.Korelasi antara hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Dari 78 sampel, 34,6% berusia 4-6 tahun, 71,8% laki-laki, 56,4% proteinuria masif 2+, 61,5% status gizi baik, 67,9% hipoalbuminemia dan 64,1% hiperkolesterolemia. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia pada anak dengan sindrom nefrotik dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat (p=0,000;r= -0,703). Hipoalbuminemia berkorelasi negatif terhadap hiperkolesterolemia pada anak dengan sindrom nefrotik.
ASSOCIATION BETWEEN SERUM ALBUMIN LEVELS WITH THE PERCENTAGE AND LOCATION OF EDEMA IN CHILDREN WITH NEPHROTIC SYNDROME AT RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG 2016-2017 Ainun Mardiyyah; Hertanti Indah Lestari; Atika Akbari
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i1.8547

Abstract

Edema merupakan gejala klinis utama pada anak penderita sindrom nefrotik (SN).Edema pada SN terbagi menjadi edema lokal dan anasarka yang dapat dijelaskan dengan teori underfill dimana hipoalbuminemia merupakan faktor kunci terjadinya edema. Selama ini persentase edema anak penderita SN hanya perkiraan, sedangkan berat badan kering anak penderita SN diperlukan untuk menghitung dosis kortikosteroid secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan antara kadar albumin serum dengan persentase dan lokasi edema pada anak penderita sindrom nefrotik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 2016-2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder. Sampel diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling dari seluruh data rekam medik pasien anak penderita SN di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Subjek terdiri dari 26 (56,5%) anak laki-laki dan 20 (43,5%) anak perempuan dengan usia rata-rata 7 tahun 2 bulan. Klasifikasisindrom nefrotik yang paling banyak ditemui adalah sindrom nefrotik inisial yang berjumlah 15 orang (32,6%). Rata-rata kadar albumin terendah dapat ditemui pada kelompok usia 4-6 tahun (1,55 g/dL) sedangkan tertinggi pada kelompok usia 13-15 tahun (2,06 g/dL). Rata-rata persentase edema tertinggi terdapat pada kelompok usia 1-3 tahun (17,38%) sedangkan terendah pada kelompok usia 16-17 tahun (3,98%). Pasien yang mengalami edema anasarka (56,5%) lebih banyak dibandingkan dengan edema lokal (43,5%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang sangat bermakna (p=0,003) dengan kekuatan sedang (r=-0,424) antara kadar albumin serum dan persentase edema. Analisis Mann-Whitney (p=0,048) menunjukkan terdapat hubungan antara kadar albumin serum dan lokasi edema. Terdapat korelasi yang bermakna antara kadar albumin serum dan persentase edema. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar albumin serum dan lokasi edema.
Pengaruh Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Testis dan Epididimis Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Strain Sprague Dawley Lidya Fransisca; Sri Nita; Theodorus Theodorus; Joko Marwoto
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i1.2685

Abstract

Infertilitas merupakan masalah yang dialami pria dan wanita di seluruh dunia. Salah satu tumbuhan yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria adalah kedelai, karena  isoflavon yang terkandung dalam kedelai bersifat estrogen like dan antiandrogenik sehingga dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kedelai (Glycine max) terhadap berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebal epitel germinal tubulus seminiferus, berat epididimis, dan tebal epitel epididimis pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) strain Sprague Dawley. Penelitian eksperiment in vivo ini telah dilakukan dengan menggunakan 24 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan masing-masing diberikan ekstrak kedelai dengan dosis 2,54 mg, 3,78 mg dan 5,04 mg secara oral, kemudian pengaruh ekstrak kedelai dinilai setelah 48 hari. Setelah itu dilakukan analisis menggunakanone way ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji Post hoc Bonferroni. Semua analisis menggunakan komputerisasi SPSS Versi18. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa  ada pengaruh pemberian ekstrak kedelai (Glycine max) pada dosis 3,78 mg dan dosis 5,04 mg terhadap berat testis, diameter tublus seminiferus, tebal epitel germinal tubulus seminiferus, berat epididimis dan tebal epitel epididimis tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PERAWATAN VAGINA TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Neubrina Raesuky Sukamto; Yulia Farida Yahya; Dwi Handayani; Fifa Argentina; Iche Andriyani Liberty
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i4.8571

Abstract

Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) adalah sekret yang berlebihan dari vagina selain darah haid, dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik. Keputihan dapat bersifat fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).. Pengetahuan dan perawatan yang baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dapat memelihara kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam perawatan vagina diyakini berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan vagina terhadap kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah semua mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2015-2018.Dari 599 responden, faktor berpengaruh bermakna terhadap terjadinya keputihan patologis adalah pengetahuan (p= 0,044), sikap (p= 0,041) dan perilaku (p= 0,000) sesuai dengan hasil multivariat.pengetahuan, sikap, dan perawatan vagina merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis
Angka Kejadian Dermatitis Kontak Alergi di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009-2012 Tiara Chairunisa; Athuf Thaha; Nopriyanti Nopriyanti
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i4.2720

Abstract

Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah reaksi inflamasi yang didapat terhadap berbagai susbstansi yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi hanya pada orang yang sebelumnya pernah tersensitisasi oleh alergen. Kisaran 7% dari penduduk Amerika Serikat menderita DKA yang berhubungan dengan perkerjaan. Data DKA yang tercatat pada populasi umum masih minimal, sehingga kasus sesungguhnya diperkirakan lebih besar dari data yang tersedia dan belum ada data terbaru tentang dermatitis kontak alergi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian, karakteristik dan penyebab alergi pada dermatitis kontak alergi di RSUP MH periode 1 Januari 2009 sampai 30 Juni 2012. Penelitian epidemiologi retrospektif yang bersifat deskriptif ini, dilakukan di Poliklinik IKKK dan di Instalasi Rekam Medik RSUP MH, dengan cara melihat data rekam medik pasien dermatitis kontak alergi yang tercatat pada rekam medik pada tanggal 1 Januari 2009 hingga 30 Juni 2012. Angka kejadian DKA periode 1 Januari 2009 sampai 30 Juni 2012 sebesar  3,1% dengan jumlah kasus sebanyak 861 kasus. Kejadian DKA tertinggi terjadi kelompok usia 48-55 tahun sebanyak 167 orang (19,4%), diikuti oleh kelompok usia 40-47 tahun (17,9%), kelompok usia 16-23 tahun (15,4%), kelompok usia 56-63 (11,5%), kelompok usia 64-71 tahun (9,6%), kelompok usia 24-31 tahun (8,9%), kelompok usia 32-39 tahun (6,2%), kelompok usia 8-15 tahun (3,5%), 0-7 tahun (3,3%), kelompok usia 72-79 tahun (3,3 %), dan yang terendah pada kelompok usia 80-87 tahun (1,0%). Perbandingan antara laki-laki sebanyak 332 orang (38,6%) dan perempuan 529 orang (61,4%). Tiga alergen penyebab terbanyak adalah detergen (33,2%), kosmetik (21,7%) dan perhiasan (9,2%). DKA paling sering pada usia 48-55 tahun. Perempuan lebih sering dibandingkan dengan laki-laki. Alergen penyebab terbanyak adalah detergen, kosmetik, dan perhiasan
PROGNOSTIC TEST OF SOFA SCORE WITH THE ADDITION OF LACTATE LEVELS IN PREDICTING 28-DAY MORTALITY OF SEPSIS PATIENTS IN THE INTENSIVE CARE UNIT AT RSMH PALEMBANG Asril A; Zainal R; Irwanto FH; Maritska Z
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i3.12510

Abstract

Sepsis is defined as a life-threatening organ dysfunction caused by the host's unresolved response to infection. Many scoring or biomarkers can be used as a prognostic scoring scoring. Lactate is an indirect measurement of tissue perfusion. SOFA scores and can be applied in predicting independent mortality. Also recently found an increase in SOFA along with an increase in lactate. This study aims to determine the ability of SOFA scores with addition of lactate in predicting mortality in sespsis patients. Observational analytic study with a cross- sectional design using data of sepsis patients treated from January - December 2018 at RSMH Palembang. Inclusion criteria in this study were patients who were treated in intensive care with a diagnosis of sepsis and aged > 18 years with exclusion criteria had incomplete medical record data, referral patients from other hospitals, patients treated less than 24 hours in RSMH Palembang and readmission patients to the intensive unit in the same maintenance period. SOFA scores with additional Lactate levels had a cut-off point of ? 12 with a sensitivity value of 85.0%, specificity: 85.4%, AUC: 92.8%, while the SOFA score had a cut-off point of ?7 with a sensitivity value of 80%, Specificity: 72.9%, AUC: 81.1% in predicting the 28-day mortality of sepsis patients at RSMH Palembang. There was a difference in the prognostic value of the SOFA score with the addition of lactate levels compared to the SOFA score in predicting 28-day mortality of sepsis patients in the intensive care unit of RSMH Palembang.
Hubungan Risiko Ergonomi dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Buruh di PT. Xylo Indah Pratama Sumatera Selatan Muhammad Audy Ramadhan; Tan Malaka; Agita Diora Fitri
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i1.8320

Abstract

Ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara manusia dengan lingkungan kerja dalam suatu sistem pekerjaan. Risiko ergonomi dapat dipengaruhi oleh postur kerja, durasi kerja, gerakan berulang, dan berat beban. Pekerja yang terpapar faktor risiko ergonomi dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada bagian produksi di PT. Xylo Indah Pratama terdapat aktivitas dengan postur kerja tidak ergonomis yang dapat mengakibatkan peningkatan keluhan MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs pada pekerja buruh di PT. Xylo Indah Pratama. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja pada bagian produksi. Sampel penelitian ini adalah 102 pekerja pabrik di PT. Xylo Indah Pratama yang memenuhi kriteria inklusi. Risiko Ergonomi dinilai dengan menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) Worksheet dan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dinilai dengan menggunakan Nordic Body Map Questionnaire. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.REBA Worksheet dan Nordic Body Map Questionnaire menunjukkan hasil sejalan. Terdapat 2 workstation dengan tingkat risiko ergonomi sangat tinggi, 4 workstation dengan tingkat risiko ergonomi tinggi dan 3 workstation dengan tingkat risiko ergonomi sedang. Terdapat hubungan risiko ergonomi dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada leher, badan dan tungkai karena didapatkan nilai (p<0.005).
Correlation of Stature with Cephalofacial Measurements Michael Chandra; Tri Suciati; Msy Rulan Adnindya
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i2.8538

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter antropometri yang dapat digunakan dalam penentuan status gizi dan identifikasi jenazah. Pada individu dengan kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan pengukuran tinggi badan secara konvensional dibutuhkan suatu metode pengukuran tinggi badan alternatif. Salah satu metode pengukuran tinggi badan alternatif yaitu surrogate height measurement. Surrogate height measurement dapatdiukurmenggunakan formula khusus berdasarkan ukuran tulang, misalnya ukuran antropometri cephalofacial. Jenis penelitian ini adalah deskriptifobservasionaldengandesainpotong-lintang. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran lebar maksimal kepala, lingkar kepala horizontal, lebar minimal dahi, dan tinggi badan pada 110 subjek perempuan dan 57 subjek laki-laki. Data dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji korelasi Pearson antara tinggi badan dan parameter antropometri cephalofacial, dan uji regresi linier untuk mendapatkan model prediksi tinggi badan.Hasil uji korelasi Pearson antara lingkar kepala horizontal dan tinggi badan, baik dengan atau tanpa stratifikasi jenis kelamin bermakna signifikan (p<0,05). Hasil uji korelasi Pearson antara lebar maksimal kepala dan tinggi badan pada populasi total dan kelompok perempuan bermakna signifikan (p<0,05), sementara pada kelompok laki-laki korelasi tidak bermakna signifikan (p>0,05). Hasil uji korelasi Pearson antara lebar dahi minimal dan tinggi badan, baik dengan atau tanpa stratifikasi jenis kelamin tidak bermakna signifikan (p>0,05).Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara lebar minimal dahi dan tinggi badan.Terdapat korelasi yang signifikan antara lingkar kepala horizontal danlebarmaksimalkepalaterhadaptinggi badan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Anak dengan Epilepsi di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Vicra Adhitya; Msy Rita Dewi; RM Indra
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i3.8562

Abstract

Kualitas hidup dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah penyakit kronik seperti epilepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor risiko terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang yang dilakukan di Poliklinik Anak RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2017. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner shortened quality of life in childhood epilepsy questionnaire-parent form (QOLCE-55).Terdapat 40 anak dengan epilepsi di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan November-Desember 2017. Usia awitan kejang anak (r=0,331; p=0,037), lama anak menderita epilepsi  (r=-0,423; p=0,007), jumlah kejang anak dalam 6 bulan terakhir (r=-0,304; p=0,046) berkorelasi signifikan terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi. Etiologi epilepsi anak berhubungan signifikan terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi (p=<0,001). Tidak terdapat korelasi antara usia anak dan kualitas hidup anak dengan epilepsi. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin anak, jumlah anak tanggungan dalam keluarga, tingkat pendidikan orang tua, penghasilan orang tua, tipe kejang anak, jumlah obat antiepilepsi, dan gambaran EEG terhadap kualitas hidup anak dengan epilepsi.Kualitas hidup anak dengan epilepsi dipengaruhi oleh usia awitan kejang anak, lama anak menderita epilepsi, jumlah kejang anak dalam 6 bulan terakhir dan etiologi epilepsi. 
Identifikasi Polimorfisme Insersi/Delesi Gen Angiotensin Converting Enzym Intron 16 Pada Pasien Preeklampsia di RS. Dr. Muhammad Hoesin Palembang Muthmainnah Arifin; Mgs Irsan Saleh; Subandrate Subandrate
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i3.2709

Abstract

Preeklampsia adalah penyakit kehamilan dengan gejala hipertensi dan proteinuria yang timbul pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Preeklampsia terkait dengan polimorfisme insersi/delesi (I/D) gen angiotensin converting enzym (ACE) intron 16. Polimorfisme ini dapat meningkatkan aktivitas ACE yang mengakibatkan gagalnya remodelling arteri spiralis sehingga terjadi preeklampsia. Namun, penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme insersi/delesi gen ACE intron 16 pada penderita preeklampsia di RSMH Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 32 orang pasien preeklampsia. Identifikasi polimorfisme insersi/delesi (I/D) gen ACE intron 16 dilakukan dengan teknik PCR amplifikasi yang ditentukan dengan menggunakan primer spesifik. Primer tersebut menggunakan teknik mutagenesis situs terarah yang mengintroduksi mutasi titik ke suatu situs tertentu.Genotipe mutan homozigot (DD) sebanyak 0%, genotipe mutan heterozigot (ID) sebanyak 40,6%, dan genotipe wild type (II) sebanyak 59,4%. Jumlah alel I dan D gen ACE yang ditemukan masing-masing sebanyak 79,7% dan 20,3% pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang.Genotipe wild type lebih banyak ditemukan pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang (59,4%).

Page 9 of 23 | Total Record : 229


Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 55, No 1 (2023): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 4 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 3 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 2 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 3 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 2 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya More Issue