cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN GAVALA MATA KULIAH DASAR DASAR KIMIA ANALISA BERBASIS MAHASISWA AKTIVE DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jejem Mujamil; K Anom; Andi Suharman
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i1.8296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Pembelajaran GAVALA berbasis mahasiswa aktif materi penentuan kation dan anion metode H2S mata kuliah Dasar-Dasar Kimia AnalisaProgram Studi Pendidkan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan desain penelitian ASSURE dan metode evaluasi formatif Tessmer. Tahap ASSURE meliputi Analyze Leaners/gaya belajar mahasiswa, State Objectives/tujuan pembelajaran, Select Methods, Media And Materia, Utilize Media and Materials/mendisain media/model/materi ajar agar pembelajaran menantang/menarik, Require Learner Participation/partisipasi aktif mahasiswa. Evaluate and Revise/efektitivitas pencapaian tujuan. Tahap evaluasi ini dimofikasi menjadi evaluasi formatif Tessmer dalam penelitian ini dengan tahapself evaluation, expert review/uji materi dan pedagogik oleh pakar, one-to-one/uji kepraktisan oleh mahasiswa, small group//uji kepraktisan oleh 9 mahasiswa lanjutan, dan field test evaluation/uji keefektivan Model kepada mahasiswa mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analisa semester III FKIP Universitas Sriwijaya tahun 2015/2016. Tahap expert review didapatkan skor validasi aspek pedagogik 4,00(sangat valid), aspek content 3,77 (sangat valid) dan aspek desain 3,83 (sangat valid). Tahap one-to-one diperoleh skor kepraktisan 4,00 (sangat praktis) dan tahap small group diperoleh skor kepraktisan 4,00 (sangat praktis). Field test evaluation terhadap prototype III diperoleh skor gain 0,875 (skor gain tinggi). Hasil perolehan gain skor menunjukkan bahwa keefektifan Model Pembelajaran GAVALA terkategori sedang. Hasil penelitian ini ialah Model Pembelajaran GAVALA materi Penentuan kation dan anion melalui metode H2S, valid, praktis, dan efektif pada mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analisa semester III FKIP Universitas Sriwijaya . Disarankan menggunakan Model Pembelajaran GAVALA untuk meningkatkan keaktivan mahasiswa dalam pembelajaran.
PENGGUNAAN PENDEKATAN EKSPERIMEN STARTER DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM KOLOID DI KELAS XI SMA N 1 INDRALAYA Khomsiah Khomsiah
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2882

Abstract

Penelitian yang berjudul “penggunaan pendekatan eksperimen starter dapatmeningkatkan hasil belajar kimia siswa pada materi pokok sistem koloid kelas XI di SMA N 1Indralaya”, bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa di kelas XI Ipa 1SMA N 1 Indralaya pada mata pelajaran kimia pokok bahasan sistem koloid. Subjek penelitianini adalah siswa kelas XI Ipa 1 SMA N 1 Indralaya tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 32siswa. Penelitian dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam 3siklus. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data hasil belajar siswa pada siklus I denganketuntasan belajar sebesar 68,75% (22 orang), siklus ke II dengan ketuntasan sebesar 75% (24orang), dan siklus ke III dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 84,38% ( 27 orang). Dariketiga siklus menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar kimia siswa melalui pendekataneksperimen starter.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 5 PALEMBANG Dita Tria Putri; Made Sukaryawan; Bety Lesmini
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i1.8200

Abstract

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) pada Mata Pelajaran Kimia Kelas X MIA 2 SMA Negeri 5 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 5 Palembang dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi / evaluasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar pada tiap akhir siklus. Rata – rata nilai belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 62,09 dengan ketuntasan hasil belajar sebesar 41,93%. Pada siklus I (T1) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 72,41% dengan rata – rata nilai sebesar 74,48. Hal ini disebabkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melibatkan peserta didik untuk mampu bekerja sama dan berpikir secara mandiri. Pada siklus II (T2) rata – rata nilai menjadi 81,33 dengan hasil belajar 90%. Peningkatan ini terjadi karena siswa aktif dalam bertanya, diskusi kelompok, dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran kimia, maka dapat disimpulkan bahwa T2>T1 > T0.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN STEM--PBL (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATIC PROBLEM BASED LEARNING) PADA MATERI TERMOKIMIA DI KELAS XI SMAN 19 PALEMBANG Dwi Febrianti; Tatang Suhery; Andi Suharman
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8441

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan strategi pembelajaran kimia pada materi termokimia dengan STEM Problem Based Learning yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dievaluasi dengan metode evaluasi formatif Tessmer. Tahapan evaluasi formatif Tessmer dalam penelitian ini meliputi self evaluation, expert review, one-to-one dan small group. Pada tahap expert review validasi menggunakan masing-masing 2 pakar yakni ahli desain dan ahli pedagogik. Hasil tahap expert review melalui kesepakatan kappa diperoleh skor akhir validasi pedagogik memiliki nilai sebesar 0.64 (baik) dan validasi desain melalui kesepakatan kappa diperoleh skor 1 (sangat baik) dengan skor akhir rata-rata kevalidan sebesar 0.82 (sangat baik). Kepraktisan strategi pembelajaran dilakukan dikelas XI SMA N 19 Palembang. Skor kepraktisan one to one sebesar 4.46 dengan kategori sangat praktis. Skor kepraktisan small group sebesara 4.4 dengan kategori sangat praktis. Keefektifan ditunjukan oleh hasil ujicoba lapangan dari kelas ujicoba dan kelas biasa. Hasil nilai rata-rata kelas ujicoba 85.75 (keefektifan tinggi ) lebih besar dibandingkan kelas biasa 76.26. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut menunjukan bahwa strategi pembelajara yang dihasilkan telah memenuhi kriteria yang valid, praktis dan efektif. Disarankan strategi pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu alternative guru sebagai langkah untuk mengajar.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR PENILAIAN LITERASI SAINS PADA KONTEN STRUKTUR ATOM DAN IKATAN KIMIA MENGGUNAKAN KONTEKS WAYANG KULIT Aulia Rahim; Hernani Hernani; Ahmad Mudzakir
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8160

Abstract

Pengembangan Alat Ukur Penilaian Literasi Sains pada Konten Struktur Atom dan Ikatan Kimia Menggunakan Konteks Wayang Kulit.Penelitian yang berjudul “Pengembangan Alat Ukur Penilaian Literasi Sains pada Konten Struktur Atom dan Ikatan Kimia menggunakan Konteks Wayang Kulit” ini bertujuan untuk memperoleh alat ukur penilaian literasi sains yang teruji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, keberfungsian distraktor serta korelasi antara butir soal dengan skor total yang menunjukkan validitas empirisnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XI MIA di salah satu SMA Negeri di Bandung untuk menguji reliabilitas dan analisis butir soal dengan menggunakan software Anates Versi 4.0.2. Validasi diukur menggunakan CVR (Content Validity Ratio) yang dilakukan kepada 5 dosen ahli yang kompeten di bidangnya. Dua orang ahli di bidang literasi sains, satu orang ahli di bidang evaluasi pembelajaran (assessment), satu orang ahli di bidang ikatan kimia, dan satu orang ahli di bidang kimia organik. Validitas yang dinilai berupa validitas konstruk yaitu kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar dan kompetensi ilmiah PISA serta validitas isi berupa kesesuaian indikator dengan butir soal dan butir soal dengan jawaban. Dari hasil analisis CVR 40 butir soal, pada umumnya soal memiliki validitas isi dan konstruk yang dinyatakan valid dengan kategori reliabilitas yang tinggi, validitas empiris (korelasi skor butir dengan skor total) dikatakan valid, tingkat kesukaran meliputi soal mudah, sedang  dan sukar dengan perlu perbaikan proporsi tingkat kesukaran, daya pembeda yang baik, dan ada distraktor yang berfungsi dengan baik namun adapula distraktor yang tidak berfungsi dengan baik sehingga diperlukan perbaikan.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DI SMA Sucilia Saputri; Fuad Abd Rachman; Hartono Hartono
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8416

Abstract

Pengembangan Modul Berbasis Keterampilan Proses Sains pada MateriLarutan Penyangga telah dilakukan dan diterapkan di kelas XI IPA 6 SMA Negeri3 Palembang. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Berbasis  Keterampilan  Proses  Sains  pada   Materi  Larutan  Penyangga   yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dilakukan berdasarkan model pengembangan Rowntree dan dimodifikasi dengan evaluasi Tessmer. Kevalidan bahan ajar diperolah dari tiga ahli yaitu ahli pedagogik, materi, dan desain.  Kevalidan  pedagogik  diperolah  rerata  sebesar  0,78  dengan  kategori validitas tinggi, kevalidan materi diperoleh rerata sebesar 0,67 dengan kategori validitas tinggi ,dan kevalidan desain modul diperoleh rerata sebesar 0,58 dengan kategori validitas cukup. Kepraktisan modul dilihat dari skor rerata angket pada tahap one to one dan small group. Skor rerata kepraktisan adalah 0,80 dengan kategori kepraktisan tinggi. Keefektifan modul dapat dilihat dari hasil tes belajar yang dilakukan pada tahap field test. Pada tahap field test didapatlah n-gain sebesar0,68   dengan   kategori   keefektifan  sedang.   Dari  nilai  yang  telah   diperolehmenunjukkan bahwa modul berbasis keterampilan proses sains telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KIMIA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Tri Puri Anggraini; Fuad Abd. Rachman; A. Rachman Ibrahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8444

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Kimia Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA 3 di SMA Srijaya Negara Palembang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dan tes akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa yang meningkat dari 25,9% sebelum tindakan (T0) menjadi 40,8% pada siklus I (T1), pada siklus I hasil belajar tergolong rendah, hal ini dikarenakan terdapat kekurangan pada sintaks pemberian tugas, melakukan diskusi dan mempresentasikan jawaban, kekurangan tersebut diperbaiki pada siklus II. Kemudian meningkat menjadi 66,7% pada siklus II (T2) hasil belajar siswa meningkat dari siklus I tetapi belum mencapai ketuntasan klasikal, hal tersebut disebabkan masih terdapat kelemahan pada saat melakukan diskusi siswa masih kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat, kelemahan tersebut diperbaiki pada siklus III dan meningkat menjadi 88,9% pada siklus III (T3). Rata-rata keaktifan siswa dalam kelompok pada siklus I 55% menjadi 71,4% pada siklus II dan 82,2% pada siklus III. Hasil penelitian menunjukan adannya peningkatan hasil belajar dan aktifitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT).
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 14 PALEMBANG Citra Oktasari; Fuad Abd. Rachman; H Hartono
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8418

Abstract

Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kimia Kelas Xi Sma Negeri 14 Palembang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kimia kelas XI IPA 1 SMA Negeri 14 Palembang melalui penerapan model Quantum Teaching. Penelitian tindakan kelas menggunakan model Quantum Teaching terdiri dari enam tahapan yang disingkat dengan TANDUR yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 14 Palembang dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (T0) sebesar 51,82 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 10%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I (T1) adalah 68,4 dengan persentase ketuntasan belajar 47,37%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II (T2) adalah 78,9 dengan persentase ketuntasan belajar 78,9%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus III (T3) adalah 84,4 dengan persentase ketuntasan belajar 86,84%. Berdasarkan data observasi keaktifan siswa, terjadi peningkatan aktifitas siswa yaitu pada siklus I sebesar 50,64%, siklus II sebesar 63,03% dan siklus III sebesar 73,76%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGMIPAU PRODI KIMIA FKIP UNTAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI Rahmat Rasmawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i1.8188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek 21 mahasiswa PGMIPAU FKIP Untan yang mengambil mata kuliah Basic Chemistry. Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini tes berpikir kritis dan alat pengumpul data pembantu adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya perubahan ketuntasan dan kategori keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran , yaitu ketuntasan berubah dari 0% menjadi 95% dan kategori keterampilan berpikir kritis dari kurang terampil menjadi terampil. Keterlaksanaan tahapan pembelajaran inkuiri dari pertemuan I, II, dan III masing-masing terlaksana 100%. Aktivitas mahasiswa menunjukkan perilaku yang relevan dan yang kurang relevan dengan proses pembelajaran masing-masing sebesar 98% dan 2%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL LAJU REAKSI BERBASIS KONSTRUKTIVISME LIMA FASE NEEDHAM Robiatul Adawiyah; Made Sukaryawan; Jejem Mujamil
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v6i1.8484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul laju reaksi berbasis konstruktivisme lima fase Needham yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain penelitian pengembangan RowntreeTessmer. Tahapan pengembangan Rowntree pada penelitian ini meliputi tahap perencanaan dan tahap pengembangan. Tahapan evaluasi formatif Tessmer pada penelitian ini meliputi self evaluation, expert review evaluation, one-to-one evaluation, dan small groupevaluation. Pada saat expert review evaluation menggunakan ahli pedagogik, ahli materi (content), dan ahli desain. Hasil yang diperoleh pada tahap expert review evaluation merujuk pada kriteria skor kevalidan Aiken’s didapat skor akhir validasi aspek pedagogik 0,912 (sangat valid), aspek materi 0,821 (sangat valid), dan aspek desain 0,775 (valid). Pelaksanaan penelitian tahap one-to-oneevaluation dan tahap small group evaluation di SMA Negeri 3 Palembang. Tahap one-to-one dilakukan uji coba produk kepada 3 siswa kelas XI IPA 5 didapat skor akhir kepraktisan 4,363 (sangat praktis). Tahap small group dilakukan uji coba kepada 6 siswa kelas XI IPA 5 didapat skor akhir kepraktisan 4,371 (sangat praktis). Peneliti juga memberikan soal pretes-postes kepada siswa didapat skor Gain 0,4 (sedang). Berdasarkan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa modul laju reaksi yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.

Page 11 of 18 | Total Record : 177