cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI INSTRUMEN EVALUASI LITERASI LINGKUNGAN Ratna Parwati; Anna Permanasari; Harry Firman; Tatang Suhery
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8415

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang pengembangan instrumen evaluasi literasi lingkungan yang diujicobakan pada mahasiswa calon guru kimia. Instrumen ini dibuat dengan merujuk pada konsep literasi sains, yang terdiri dari kompetensi lingkungan, pengetahuan lingkungan, dan sikap terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dan validasi. Instrumen ini divalidasi konten oleh tujuh orang ahli dan diuji coba kepada 158 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42% item dari instrumen tersebut dinyatakan layak oleh ahli, sedangkan 58% lainnya harus diperbaiki. Setelah dilakukan uji coba, instrumen evaluasi   literasi   lingkungan   memiliki  reliabilitas  sebesar   0,7,   yang  artinya acceptable untuk digunakan. Lebih rinci lagi ditemukan bahwa 12 dari 20 item soal esai telah layak digunakan untuk mengukur  kompetensi lingkungan  mahasiswa [reliabilitas, ? = 0,71]. Enam belas dari 24 item soal pilihan ganda telah layak digunakan untuk mengukur pengetahuan lingkungan mahasiswa [? = 0,71]. Lima belas dari 25 item pernyataan sikap telah layak digunakan untuk mengevaluasi sikap mahasiswa terhadap lingkungan [? = 0,78]. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen evaluasi literasi lingkungan layak digunakan. Instrumen evaluasi ini masih mungkin untuk diuji coba pada skala yang lebih besar agar tingkat kelayakannya dapat menjadi lebih baik.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) SISWA KELAS XI IPA 5 SMA NEGERI 9 PALEMBANG Rizky Novita Putri; K. Anom W.; Jejem Mujamil S
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8420

Abstract

Abstrak: Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Kimia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Tipe TSTS (Two Stay Two Stray) Siswa Kelas XI IPA 5 SMA Negeri 9 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa dengan menerapkan model pembelajaran TSTS(Two Stay Two Stray) di kelas XI IPA 5 SMA Negeri 9 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Ketuntasan hasil belajar siswa sebelum tindakan 10,25%,setelah diberi tindakan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay two Stray) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat sebesar 41,02% dan persentase keaktifan belajar siswa sebesar 51,40%. Siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 79,48% dan keaktifan belajar siswa mencapai 60,55%,dikarenakan terjadiperbaikan tindakan yaitu diskusi, menjawab pertanyaan dalam LKPD, membaca pustaka, bertanya, dan menjelaskan kepada kelompok lain pada saat proses pembelajaran, dengan cara membimbing siswa dalam berdiskusi. Ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 94,87 % dan persentase akeaktifan belajar siswa sebesar 66,53% setelah dilakukan perbaikan tindakan yaitu menjelaskan ke kelompok masing-masing saat proses pembelajaran, tidak dilanjutkan ke siklus IV dikarenakan ketuntasan hasil belajar dan keaktifan siswa telah mencapai indikator keberhasilan. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajarna TSTS(Two Stay Two Stray), dapat di simpulkan T0>T1>T2>T3. Disaran kepada guru yang mengalami masalah yang sama dalam pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran TSTS(Two Stay Two Stray) agar hasil belajar dan keaktifansiswadapatmeningkat.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK REAKSI REDOKS BERBASIS MASALAH UNTUK KELAS X SMA NEGERI 15 PALEMBANG Berly Dwikaryani; S. Sanjaya; A. Rachman Ibrahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i1.8187

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Masalah untuk materi Reaksi Redoks telah diuji cobakan di kelas X SMA Negeri 15 Palembang. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE dan evaluasinya menggunakan evaluasi formatif Tessmer. Tahap evaluasi formatif Tessmer dalam penelitian ini adalah self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test eveluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis Problem Based Learning termasuk kategori valid dan layak digunakan. Tahap expert review didapatkan hasil validasi pedagogik sebesar 3,80 (valid), hasil validasi materi sebesar 4,28 (sangat valid), dan hasil validasi desain sebesar 4,00 (valid). Tahap one-to-one diperoleh skor kepraktisan sebesar 3.52 (praktis), dan pada tahap small group diperoleh skor 4,71 (sangat praktis). Field test evaluation menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis Problem Based Learning dinyatakan efektif dengan N-gain score tinggi sebesar 0,83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik materi reaksi redoks pada pelajaran kimia dikelas X SMA Negeri 15 Palembang berbasis Problem Based Learning valid, praktis dan efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengembangan bahan ajar kimia dengan berbasis masalah pada materi lain.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA MATERI STOIKIOMETRI KELAS X BERBASIS MASALAH DI SMA N 3 PALEMBANG Henny Listriani; Tatang Suhery; Effendi Nawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i1.8207

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar Kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah di SMA N 3 Palembang.Pengembangan Bahan Ajar kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah di SMA N 3 Palembang telah diujicobakan di kelas X Mia 2 SMA N 3 Palembang. Bahan Ajar yang Valid, Praktis dan Efektif menggunakan model pengembangan Rowntree dan evaluasi formatif Tessmer. Tahap Expert Review diperoleh rata-rata skor 4,16. Tahap one-to-one dan small group diperoleh skor 4,51. Dan berdasarkan tes hasil belajar siswa yaitu kelas ujicoba dan kelas biasa, nilai pretest kelas uji coba  22,14.  nilai pretest kelas biasa 21,85 sedangkan nilai post test kelas uji coba yaitu 91, 14. dan nilai post test kelas biasa 79,42. Data tersebut menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan Bahan Ajar Kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan Bahan ajar Kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah. dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Bahan ajar kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah dinyatakan Valid, Praktis dan Efektif. Saran peneliti bagi guru untuk dapat mengembangkan dan menggunakan  bahan ajar kimia Materi Stoikiometri Kelas X Berbasis Masalah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA UNTUK KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 3 UNGGULAN PALEMBANG Nur Attin; A Rachman Ibrahim; M. Hadeli L.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v6i1.8481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis multimedia interaktif pada pembelajaran kimia yang valid, praktis dan efektif terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan menggunakan modifikasi dari model pengembangan Rowntree dan evaluasi formatif Tessmer. Penelitian ini melalui tahap perencanaan, pengembangan dan evaluasi. Untuk menguji kevalidan bahan ajar berbasis multimedia interaktif akan divalidasi oleh ahli materi, ahli pedagogik dan ahli desain pembelajaran. Selain itu, untuk menguji kepraktikalitas bahan ajar berbasis multimedia interaktif akan diujicobakan secara one to one dan small group, sedangkan untuk menguji efektivitas terhadap hasil belajar peserta didik dilakukan field test. Pengumpulan data menggunakan walkthrough, wawancara, angket dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis terhadap tes hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar berbasis multimedia interaktif menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 58,8 dimana rerata hasil pretest yaitu 30,3 sedangkan rerata hasil posttest yaitu 89,1 serta diperoleh N-gain score sebesar 0,84 yang termasuk kategori tinggi. Berdasarkan validitas ahli, uji one to one, smallgroup dan field test menyimpulkan bahwa bahan ajar berbasis multimedia interaktif sudah valid, praktis dan efektif terhadap hasil belajar peserta didik. Disarankan bagi setiap guru mampu berinovasi menggunakan bahan ajar untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar kimia yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak sehingga mudah dipahami dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik, hendaknya dapat mempelajari bahan ajar yang dikembangkan oleh guru untuk membantu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Sementara bagi sekolah, hendaknya pihak sekolah mendukung guru dengan menyediakan sarana dan prasarana agar guru mampu berinovasi dalam penggunaan bahan ajar didalam kelas.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X.B SMA NEGERI 1 INDRALAYA SELATAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIM KUIS Jurinto Jurinto
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2876

Abstract

Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa.Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X.B SMANegeri 1 Indralaya Selatan Melalui Strategi Pembelajaran Aktif Tim Kuis”, bertujuan untukmengetahui hasil belajar kimia siswa di kelas X.B SMA Negeri 1 Indralaya Selatan pada matapelajaran kimia pokok bahasan senyawa hidrokarbon. Subjek penelitian ini adalah siswa kelasX.B SMA N 1 Indralaya Selatan tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 40 siswa.Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukantiga siklus setiap siklus dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian data hasil belajarsiswa pada siklus I dengan ketuntasan belajar sebesar 32,5 % (13 orang), siklus II ketuntasanbelajar siswa sebesar 62,5 % (25 orang), dan siklus III ketuntasanbelajarsiswasebesar 87,5 %(35 orang) . Dari tiga siklus yang dilakukan menunjukan terjadinya peningkatan hasil belajarkimia siswa melalui strategi pembelajaran aktif tim kuis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XI MIA 3 SMAN 1 INDRALAYA M. Mutiara; Andi Suharman; Iceng Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8164

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Pelajaran Kimia di Kelas XI MIA 3 SMAN 1 Indralaya.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada pelajaran kimia kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Inderalaya melalui  penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali  pertemuan. Data didapat melalui tes pemahaman konsep peserta didik yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Terjadi peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada pelajaran kimia yang tercermin dari peningkatan hasil belajar dan ketuntasan belajar peserta didik. Hasil belajar dan ketuntasan belajar peserta didik sebelum tindakan adalah 55,85 dan 17,85%, meningkat menjadi 58,63 dan 28,46% pada siklus 1, kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 69,85 dan 55,55%, dan pada siklus 3 meningkat menjadi 80,50 dan 89,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learningdapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CO-OP CO-OP KELAS XI MIA2 SMA NEGERI 1 INDRALAYA Y Yulia; M Hadeli L; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8435

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia melalui model pembelajaran Co-op Co-op di kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Indralaya. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Indralaya, subyek dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA2 yang berjumlah 26 peserta didik. penelitian dilakukan sebanyak 3 siklus dengan masing-masing siklusnya 2 kali pertemuan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif kimia peserta didik sebelum tindakan (T0) rata-rata hasil belajar kimia peserta didik 1.51 dengan persentase 15,38% dan peserta didik yang tuntas sebanyak 4. Pada siklus I (T1) sebesar 1.74 dan peserta didik yang tuntas sebanyak 10 dengan persentase 38,46%. Pada siklus II (T2) nilai rata-rata hasil belajar kimia peserta didik sebesar 2.52 dan peserta didik yang tuntas sebanyak 15 dengan persentase 53,85%. Pada siklus III (T3) nilai rata-rata hasil belajar kimia peserta didik sebesar 2.70 dan peserta didik yang tuntas sebanyak 23 dengan 88,46%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia materi kelarutan dan hasil kali kelarutan kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Indralaya dengan menggunakan model pembelajaran Co-op Co-op dimana T3>T2>T1>T0.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANSTUDENT TEAMS ACHIEVEMENTDEVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KIMIA KELAS XI SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Eko Dianto; A Rachman Ibrahim; Bety Lesmini
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8389

Abstract

Abstak: Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kimia kelas XI IPA 2 SMA Srijaya Negara Palembang melalui penerapan model Student Teams Achievement Devisions (STAD). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Student Teams Achievement Devisions (STAD) terdiri dari lima tahap presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Srijaya Negara Palembang dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian inidilaksanakan sebanyak 3 siklus. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (T0) sebesar 69,17 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 43,3%. Rata-rata hasil belajar siswapada siklus I (T1) adalah 73,79 dengan persentase ketuntasan belajar 58,6%. Pada siklus Ihasil belajar tergolong rendah, hal ini dikarenakan terdapat kekurangan pada sintaks penyajian materi, tahap belajar kelompok dan  tahap presentasi kelas, kekurangan tersebutdibenahi pada siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II (T2) adalah 77,86 denganpersentase ketuntasan 75,9%, pada siklus II hasil belajar siswa tergolong tinggi, akan tetapi  belum mencapai ketuntasan klasikal, hal tersebut disebabkan masih terdapat kelemahan pada tahap penyampain materi oleh guru dan tahap belajar kelompok, kelemahan tersebut diperbaiki pada siklus III. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus III (T3) adalah 83,33 dengan persentase ketuntasan belajar belajar 86,7%. Berdasarkan data observasi keaktifan siswa, terjadi peningkatan aktivitas siswa yaitu pada siklus I sebesar 54%, siklus II sebesar 71,3% dan siklus III sebesar 79,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Student Teams Achievement Devisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 5 PALEMBANG Richy Lipondang; Made Sukaryawan; Andi Suharman
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i1.8193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar kimia siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas XI IPA SMA PGRI 5 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga  siklus, pada siklus I terdiri satu kali pertemuan, siklus II terdiri dari dua kali pertemuan, dan siklus III terdiri dari satu kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keaktifan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 64 (29,41 %), rata-rata nilai hasil tes siklus I (T1) adalah 76,08 (58,82%), nilai rata-rata hasil tes siklus II (T2) adalah 78,44 (79,41 %) dan nilai rata-rata nilai hasil tes siklus III (T3) adalah 82,05 (88,23 %). Rata-rata nilai keaktifan siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 40,02%, rata-rata nilai keaktifan siklus I (T1) adalah 49,42%, rata-rata nilai keaktifan siklus II 68,9%, rata-rata nilai keaktifan siklus III (T3)adalah 81,57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Guru disekolah sebaiknya dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas dapat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Page 10 of 18 | Total Record : 177