cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI MIA 3 SMA NEGERI 10 PALEMBANG Anita Silvia; S. Sanjaya; K. Anom W.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i1.8189

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest,  Assessment, and Satisfaction (ARIAS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kimia Kelas XI MIA 3 SMA Negeri 10 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 10 Palembang dengan penerapan  model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction (ARIAS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, angket dan tes akhir siklus. Berdasarkan penelitian, diperoleh rata-rata keaktifan siswa pada siklus I sebesar 62,7% dan siklus II sebesar 85%. Dari data angket, siklus I menunjukkan siswa percaya diri, materi pelajaran relevan, siswa minat, dan puas terhadap pembelajaran. Siklus II terjadi peningkatan yaitu siswa sangat percaya diri, materi pelajaran sangat relevan, siswa sangat minat, dan sangat puas terhadap pembelajaran. Skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (T0) = 70,26 dengan persentase ketuntasan belajar (KB0) 34,2%. Setelah diberi tindakan, (T1) = 75 dan (KB1) = 71%, (T2) = 86,2 dan (KB2) = 94,7% Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment and Satisfaction (ARIAS) dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) DI KELAS XI SMA TRI DHARMA PALEMBANG Yanti Irma Purnamasari; M. Hadeli L.; Sofia Sofia
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i1.8210

Abstract

Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) di Kelas XI SMA Tri Dharma Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) di kelas XI IPA ICT SMA Tri Dharma Palembang . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga siklus pada siklus I terdiri dua kali pertemuan, siklus II terdiri dari dua kali pertemuan, dan siklus III terdiri dari dua kali pertemuan Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-rata keaktifan siswa dalam kelompok pada siklus I 59,79%, pada siklus II 67,07 % dan pada siklus III 73,17 %. Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 52,16 dengan persentase ketuntasan 31,58 % , rata-rata tes siklus I (T1) adalah 61,76 dengan persentase ketuntasan 52,94 %, nilai rata-rata pada siklus II (T2) adalah 71,79 dengan persentase ketuntasan 71,43 % dan nilai rata-rata pada siklus III (T3) adalah 80,31  dengan persentase ketuntasan 87,5 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 10 PALEMBANG Nina Anggraeni; Fuad Abd Rachman; M Hadeli
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajarsiswa pada mata pelajaran kimia dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif TipeTeams Games Tournaments di kelas XI IPA 5 SMAN 10 Palembang. Penelitian inimenggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga siklus, siklus I (duapertemuan), siklus II (dua pertemuan) dan siklus III (satu pertemuan). Teknik pengumpulandata menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untukmengetahui keaktifan siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-ratakeaktifan siswa kelas pada siklus I 56,11%, siklus II 67,98 % dan siklus III 77,03%.Persentase nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 20,9%, persentaseketuntasan hasil belajar siklus I (T1) adalah 47,62% , persentase ketuntasan belajar siklus II(T2) adalah 51,16%, dan persentase pada siklus III (T3) adalah 85,56%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams GamesTournaments dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa. Selain itu juga saranyang dapat diberikan yaitu guru dapat menggunakan model pembelajaran TGT apabilamengalami kesulitan saat proses pembelajaran dan guru lebih mengontrol kelas dengan baikwalaupun hanya sebagai fasilitator.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTAL LEARNING SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 1 INDRALAYA SELATAN Erica Alviyanti; K Anom W; M. Hadeli L.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8167

Abstract

Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Indralaya Selatan yang berjumlah 39 siswa melalui penerapan model pembelajaran Experiential Learning. Penelitian dilakukan tiga siklus, setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (To) sebesar 59,20 dengan ketuntasan belajar sebesar 20,51% (8 siswa). Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata hasil belajar kimia siswa pada siklus I (T1) sebesar 68,28 dengan ketuntasan belajar sebesar 44,44% (16 siswa) dikarenakan penerapan model pembelajaran Experiential Learning. Pada siklus II (T2) skor rata-rata hasil belajar kimia siswa meningkat menjadi 74,33 dengan ketuntasan belajar sebesar 61,54% (24 siswa) dikarenakan siswa memberikan contoh kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan materi. Siswa ditegur dan dibimbing dalam melakukan percobaan, observasi, diskusi, dan menjawab soal. Pada siklus III (T3) skor rata-rata hasil belajar kimia peserta didik meningkat menjadi 83,70 dengan ketuntasan belajar sebesar 89,19% (33 siswa) dikarenakan siswa mencari dan menuliskan informasi dari buku dan internet sebagai tambahan belajar sebelum menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan. Siswa yang melakukan percobaan, observasi, diskusi, dan menjawab soal diberikan skor tambah.  Keaktifan siswa juga mengalami peningkatan siklus I rata-rata keaktifan siswa sebesar 54,10% meningkat menjadi 63,67% pada siklus II dan pada siklus III rata-rata keaktifan siswa meningkat menjadi 79,18 %. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran kimia materi stoikiometri kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Indralaya selatan dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning. Disarankan untuk menggunkan model pembelajaran Experiential Learning ini agar hasil belajar siswa meningkat.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER PADA PEMBELAJARAN KIMIA LARUTAN ASAM BASA DI KELAS XI SMA K Kalima; Fakhili Gulo; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8437

Abstract

LKPD interaktif berbasis komputer ini telah dikembangkan dan digunakan untuk pembelajaran kimia larutan asam-basa di kelas XI IPA SMA Negeri 2 Palembang. Pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model ADDIE dan dimodifikasi menggunakan evaluasi formatif Tessemer dengan tahapan analysis, design, development, self evaluation, expert review, one to one, small group, field test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, uji ahli, lembar angket, tes hasil belajar. Kevalidan LKPD interaktif ini divalidasi oleh ahli materi dengan skor yang diperoleh 0,76 kategori sangat valid, ahli pedagogik dengan skor 0,87 kategori sangat valid, ahli desain dengan skor 0,71 kategori sangat valid. Kepraktisan LKPD interaktif ini dilihat dari skor penilaian angket pada tahap one to one dengan rata-rata skor 0,91 kategori sangat praktis dan small group dengan rata-rata skor 0,78 kategori sangat praktis. Keefektifan LKPD ini dilihat dari tes hasil belajar pada tahap field test yang diperoleh n-gain score sebesar 0,68 dengan kategori keefektifan sedang. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah LKPD interaktif untuk digunakan dalam pembelajaran larutan asam-basa yang telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DIKELAS X MIA 5 SMA NEGERI 5 PALEMBANG Isti Dwi Anggraini; Desi Desi; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8393

Abstract

Abstrak:  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  hasil  belajar  kimia  siswa dengan menerapkan model pembelajaran Inkuiri di kelas X MIA 5 SMA Negeri 5 Palembang.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  tindakan  kelas  yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Siklus I dan II terdiri dari dua kali pertemuan, sedangkan siklus III satu kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa pada T0 69,09 dengan ketuntasan 36,36% meningkat menjadi 73,93 dengan ketuntasan 45,45% pada siklus I. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,21 dengan ketuntasan 75,75%, meningkat menjadi 87,57 dengan ketuntasan belajar 87,87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses perbaikan dalam pembelajaran dengan Model Pembelajaran Inkuiri dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa, sehingga guru yang memiliki permasalahan yang sama dapat menerapkan model pembelajaran Inkuiri
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI KELAS XI SMA May Zul Fathulain; Effendi Effendi; Fakhili Gulo
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8421

Abstract

Pengembangan lembar kerja peserta didik interaktif telah dilakukan dan diterapkan untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan dikelas XI IPA 6SMAN 3 Palembang. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi dengan evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari analysis, design, development, self evaluation, one to one, small group dan field test. Data dikumpulkan melalui wawancara, uji ahli, angket dan tes. Kevalidan lembar kerja peserta  didik  interaktif  dinilai  oleh  2  ahli  materi,  2  ahli  desain  dan  2  ahli pedagogik. Diperoleh nilai validitas desain sebesar 0,70 dengan kategori tinggi, nilai validitas pedagogik sebesar 0,84 dengan kategori tinggi dan nilai validitas materi sebesar 0,72  dengan kategori tinggi. Rata-rata nilai validitas sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. Rata-rata skor kepraktisan pada tahap one to one sebesar 0,94  dengan kategori tinggi,  dan pada  tahap  small group  sebesar  0,81  dengan kategori tinggi. Keefektifan lembar kerja peserta didik interaktif diukur dari hasil belajar siswa pada tahap field test, diperoleh N-gain sebesar 0,72 dengan kategori keefektifan tinggi. Hasil penelitian menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS BERPIKIR KRITIS PADA MATERI ELEKTROLISIS DAN KOROSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA Ade Putri Prasetya; Tatang Suhery; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8157

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Berpikir Kritis pada Materi Elektrolisis dan Korosi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Elektrolisis dan Korosi Berbasis Berpikir Kritis untuk mahasiswa prodi pendidikan kimia khususnya pada mata kuliah Kimia Dasar II yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Development Research) dengan model pengembangan Rowntree yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi, observasi, wawancara, angket dan tes hasil belajar. Hasil uji kevalidan modul dengan penilaian ahli materi yaitu 4 yang dikategorikan baik, ahli desain yaitu 3,8 dikategorikan cukup baik, dan ahli berpikir kritis yaitu 4,4 dikategorikan sangat baik. Pada tahap uji coba one to one diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,15 yang tergolong praktis dan pada tahap uji coba small group diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,37 yang tergolong sangat praktis. Pada uji coba lapangan field test dilakukan dengan membandingkan hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol didapat hasil uji-t (thitung = 4,852) lebih besar dari (ttabel = 1,988). Dengan demikian, Ho ditolak, dimana terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara mahasiswa yang memperoleh perlakuan menggunakan modul kimia dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan modul elektrolisis dan korosi berbasis berpikir kritis.
ANALISIS KELAYAKAN BUKU TEKS KIMIA SMA/MA KELAS X MATERI REAKSI REDOKS BERDASARKAN KRITERIA TAHAP SELEKSI 4S TMD Sjaeful Anwar; Nenden Noviyanti; H Hendrawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8405

Abstract

Analisis Kelayakan Buku Teks Kimia SMA/Ma Kelas X Materi Reaksi Redoks Berdasarkan Kriteria Tahap Seleksi 4S TMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan materi reaksi redoks dalam buku teks yang digunakan di sebagian besar SMA/MA di Kota Bandung berdasarkan kriteria tahap seleksi dari 4S TMD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif dengan metode analisis konten. Terdapat tiga kriteria tahap seleksi dari 4S TMD. Kriteria pertama adalah kesesuaian dengan tuntutan kurikulum, hasilnya memperlihatkan bahwa materi redoks pada objek penelitian belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Ditinjau dari keluasan materi, terdapat satu konsep yang tidak dituntut oleh kurikulum, tetapi dimuat pada materi di buku tersebut sehingga materi terlalu luas. Dengan demikian, secara umum keluasan materi belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Ditinjau dari kedalaman konsep, dari 11 konsep tuntutan kurikulum, tiga konsep dinyatakan kurang dalam dalam menjelaskan konsepnya dan satu konsep dinyatakan terlalu dalam. Berdasarkan kriteria kedua, yaitu kebenaran konsep, diketahui bahwa secara keseluruhan semua konsep dinyatakan benar secara keilmuan menurut teks (konsep) standar kimia. Berdasarkan kriteria ketiga, yaitu penanaman nilai, diperoleh bahwa nilai-nilai yang ditanamkan pada materi redoks pada buku tersebut yaitu rasa ingin tahu, religius, kreatif, dan jujur.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS WEB UNTUK PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Septian Dini; Fakhili Gulo; Sofia Sofia
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.8152

Abstract

Pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan telah dilakukan dan diujicobakan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) melalui tiga tahapan evaluasi, yakni evaluasi satu lawan satu (one to one evaluation), evaluasi kelompok kecil (small group evaluation), dan evaluasi lapangan (field evaluation). Data dikumpulkan dengan teknik uji pakar, angket, dan tes hasil belajar. Uji pakar dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kevalidan multimedia pembelajaran. Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui kepraktisan multimedia pembelajaran. Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui keefektifan multimedia pembelajaran. Berdasarkan teknik analisa data diperoleh skor kevalidan materi 50, skor kevalidan pedagogik 50, skor kevalidan media 19, praktikalitas 86,17%, dan efektivitas 94,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas.

Page 6 of 18 | Total Record : 177