cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Word Splash Strategy in Reading Comprehension Class Rekha Asmara; Dewi Sartika
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Today, technology and literacy in the area of education 4.0 has increasingly been used in many language classes. The changes in literacy conception demands the capabilities of teachers and students in utilizing digital tools in the classroom activities. Computer as one of the digital tools offers teachers some new interesting strategies for teaching reading com- prehension. Unfortunately, to comprehend a reading text in English is not easy. Many students face some problems in comprehending a text. They need to read many times to comprehend the text. The problem in reading comprehension does not only derive from students, but it is also influenced by teachers’ teaching methods or strategies, and the quality of the teachers them- selves. Moreover, reading without interest can inhibit readers to comprehend the texts well. Thus, Word Splash strategy is believed as one of the strategies that can decrease the student’s problem in comprehending the content of the text and eventually make students love reading. Keywords: education 4.0, digital tools, word splash strategy Abstrak: Saat ini, teknologi dan literasi di era Pendidikan 4.0 telah digunakan dalam kelas-ke- las pembelajran Bahasa. Perubahan terhadap konsep literasi meminta guru dan siswa untuk memaksimalkan perangkat digita dalam kegiatan kelas. Komputer sebagai salah satu alat yang menawarkan berbagai strategi baru kepada guru untuk mengajarkan pemahaman memba- ca. Sayangnya, untuk memahami teks bacaan Bahasa Inggris tidaklah mudah. Banyak siswa meng¬hadapi banyak basalah dalam memahami isi bacaan. Mereka perlu membca teks be- rulang-ulang demi mahami bacaannya. Masalah dalam memahami bacaan ini tidak hanya diala- mi oleh siswa saja, namun juga dipengaruhi oleh metode dan strategi mengajar guru, dan kual- itas guru terse¬but. Terlebih lagi, membaca tanpa diiringi dengan minat, dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap teks tersebut. Sehingga, Word Splash Strateg dipercaya sebagai salah satu strate¬gi yang dapat mengurasi permasalahan siswa dalam memahami konten bacaan dan membuat siswa menyukai kegiatan membaca. Kata-kata kunci: pendidikan 4.0, perangkat digital, word splash strategi
The Correlations among Parents’ Socioeconomic Status, the Twelfth Grade Students’ Language Learning Attitude and English Achievement Lisda Enny Noprianty
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper was aimed at finding out whether or not (1) there was a correlation be- tween parents’ socioeconomic status and the twelfth grade students’ English achievement, (2) there was a correlation between students’ language learning attitude and English achievement (3) there was a correlation between parents’ socioeconomic status and students’ language learn- ing attitude, and (4) there were contributions of parents’ socioeconomic status and, students’ language learning attitude simultaneously toward students’ English achievement. The data were collected through questionnaires and school documentation. From the population of 579 twelfth grade students in Academic Year of 2019/2020, the writer chose 119 (20%) students as the sample by using proportional random sampling method. The result showed that there was a sig- nificant correlation between parents’ socioeconomic status and English achievement (r=595); there was a correlation between students’ language learning attitude and English achievement (r=622); there was a correlation between parents’ socioeconomic status and students’ language learning attitude (r=4.340) and there were contributions of parents’ socioeconomic status, and students’ attitude simultaneously toward students’ English achievement simultaneously, with R square value was 0.929. It meant that the variability of English achievement could be explained at a percentage of 92.9% by parents’ socioeconomic status and students’ attitude. Keywords: parents’ socioeconomic status, students’ language learning attitude, and English achievement Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah (1) ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas dua belas, (2) ada hubungan antara sikap belajar bahasa siswa dengan prestasi belajar bahasa Inggris (3) ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan sikap belajar bahasa siswa, dan (4) ada kontribusi status sosial ekonomi orang tua dan sikap belajar bahasa siswa terhadap prestasi bahasa Inggris siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi seko- lah. Dari populasi 579 siswa kelas XI tahun pelajaran 2019/2020, penulis memilih 119 (20%) siswa sebagai sampel dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Hasil pe- nelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XII (r = 595); ada hubungan antara sikap belajar bahasa siswa dengan prestasi bahasa Inggris (r = 622); Ada hubungan antara status so- sial ekonomi orang tua dengan sikap belajar bahasa (r = 4,340) dan ada kontribusi status sosial ekonomi orang tua dan sikap siswa terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa secara simul- tan, dengan nilai R square 0,929. Artinya variabilitas prestasi bahasa Inggris dapat dijelaskan92,9% oleh status sosial ekonomi orang tua dan sikap siswa Kata-kata kunci: status sosial ekonomi orang tua, sikap belajar bahasa siswa, dan prestasiBahasa Inggris
Assessing Possible Family Language Practices for Children’s Bilingual Mastery in Indonesian Context Riski Aginia Hafiha
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The urgency of acquiring one another’s language is demanded in this era of industrial revolution 4.0 and to create society 5.0. The more people need to access the global world, the more they have to fid ways to be able to fi in. Language mastery plays a big act in completing the urgency of the 21 st century high demand to compete globally. Mastering more than one languages in the global era could benefi the young generation in most of the areas in life such as academic, social, cultural, and future career. Family literacy practices have become the keys for the family to direct the children to acquire the languages they approve. Some approaches have been familiarly used by many families based on their condition and needs. This paper discusses the possibility of family language practices to foster Indonesian children’s bilingualism. Furthermore, this paper also aims to discuss both the perspective of one-parentone-language and translanguaging approaches that have been widely used by many families in the world.Keywords: family language practice, bilingualism, one-parent-one-language, translanguagingAbstrak: Penguasaan lebih dari satu bahasa merupakan kebutuhan krusial di era revolusi industri 4.0 dan untuk pembentukan masyarakat 5.0. Semakin tinggi kebutuhan akan akses dunia global, semakin tinggi pula keharusan masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan cepat dan tepat. Penguasaan bahasa di abad 21 ini sangat penting, selaras dengan kebutuhan akan terbentuknya manusia 5.0 yang harus berkompetisi dengan ketat di masa depan. Penguasaan lebih dari satu bahasa ini sangat menguntungkan, khusunya bagi anak di bidang akademik, sosial, kultural bahkan untuk karir masa depan mereka. Pengelolaan literasi oleh keluarga adalah kunci awal bagi orang tua untuk membiasakan anak dalam berbahasa sesuai bahasa yang diinginkan oleh orangtua. Berbagai pendekatan terkait budaya literasi keluarga telah banyak diaplikasikan oleh masyarakat dunia sesuai dengan kondisi di lapangan maupun kebutuhan keluarga itu sendiri. Artikel ini membahas kemungkinan budaya literasi keluarga yang dapat diaplikasikan oleh keluarga pada anak dalam konteks Indonesia. Selain itu, artikel ini membahas tentang perspektif yang digunakan di pendekatan satu orang tua-satu bahasa maupun pendekatan peralihan bahasa yang selama ini telah dikenal luas dan digunakan oleh banyak masyarakat dunia untuk budaya literasi keluarga bias diaplikasikan.Kata-kata kunci: budaya literasi keluarga, paham dwibahasa, pendekatan satu orang tuasatu bahasa, pendekatan peralihan bahasa
Kajian Sosiologi Sastra dalam Novel Habibie dan Ainun Karya Bacharuddin Jusuf Habibie M. Anwar Nurkholis
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan penelitian adalah konteks sosial pengarang dan fungsi sosial yang terdapat pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie, manfaat pada penelitian ini memberikan pelajaran atau membantu pembaca untuk memahami isi makna yang diungkapkan yang terkandung pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan konteks sosial pengarang, gambaran cermin masayarakat dalam novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie dan fungsi sosial pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie, Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian pada novel Habibie dan Ainun karya Bacharuddin Jusuf Habibie sangat dipengaruhi oleh konteks sosial pengarangnya, konteks masyarakat yang terdapat dalam novel Habibie dan Ainun yaitu masyarakat yang masih memegang teguh adat dan budaya daerah, di samping itu masyarakat yang memiliki keinginan yang besar untuk meraih kesuksesan meski dari kalangan masyarakat biasa, dan fungsi sosial yang sangat baik.Kata-kata kunci: novel, sosiologi sastraAbstract: This article is grounded on a research which concerned the author’s social context and the social functions depicted in the novel “Habibie dan Ainun” written by Bacharuddin Jusuf Habibie. The research was designed to assist readers in understanding the novel’s underlying meaning. Based on a descriptive qualitative sociological analysis, it aimed to understand and describe the social context of the author, the society, and the social functions portrayed in the novel. Data collection involved the document review technique in which the novel was used as the source of data. The results of the study showed that the society in the novel strongly maintained their regional customs and culture. In addition, it showed that there was a strong desire to obtain success among members of the society, including among those of lower social status. The study also indicated that social functions were organized accordingly in the society.Keywords: novel, sociology of literature
Differences in Self-Esteem among the Eighth Grade Students of Different Genders and Their Impact toward Students’ Speaking Skills (A Case Study at SMPN 19 Palembang) Dhia Fitriah; Rusman Roni
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of the study were to find out if (1) there was any significant difference in self-esteem among the students of different genders, (2) there was any significant difference in speaking skills among the students of different genders, (3) there was any significant influence of self-esteem toward students’ speaking skills, (4) how much the contribution of self- esteem toward the students’ speaking. The study was conducted at SMPN 19 Palembang. The population and sample of the study was the eighth-grade students academic year 2019/2020. The data were collected by using questionnaire and speaking test which would be analyzed by applying the correlational and regression analyses using SPSS version 26.0. It was found out that there was no significant difference in self-esteem among the students of different genders where t-obtained (1.492) lower than the value of t-table (2.021) with df= 40. However, there was significant difference in speaking skills among the students of different genders where the value of t-obtained (4.052) higher than the value of t-table (2.021). It was also found that there was significant correlation between self-esteem and speaking skill. The Correlation Coefficient was0.341 at (p) 0.031. Additionally, further analysis using the linear regression analysis revealedthat self-esteem contributed 11.6% to speaking skills. Keywords: correlation, self-esteem, gender, speaking skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara harga diri siswa dengan gender yang berbeda, (2) terdapat perbedaan yang signifikan dalam keterampilan berbicara di antara siswa dengan gender yang berbeda, (3) terdapat pengaruh yang signifikan pada harga diri terhadap keterampilan berbicara siswa, (4) seberapa besar kontribusi harga diri siswa terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian dilakukan di SMPN 19 Palembang. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa kelas delapan tahun ajaran 2019/2020. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes berbicara yang kemudian dianalisis dengan menerapkan analisis korelasional dan regresi menggunakan SPSS versi 26.0. Ditemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada harga diri dengan nilai t diperoleh (1.492) lebih rendah dari nilai t-tabel (2.021) dengan df = 40. Namun terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada siswa dengan gender yang berbeda, dimana nilai t yang diperoleh (4.052), lebih tinggi dari nilai t-tabel (2.021). Ditemukan juga bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan keterampilan berbicara. Koefisien korelasi yang ditemukan adalah 0.341 pada (p) 0.031. Selain itu, analisis lebih lanjut  menggunakan  analisis regresi linier mengungkapkan  bahwa kepercayaan diri berkontribusi 11,6% terhadap keterampilan berbicara. Kata-kata kunci: korelasi, harga diri, gender, keterampilan berbicara
Developing EFL Primary School Teachers’ Storytelling Technique to Support Their Students’ Language Learning in Class at Maitreyawira School Palembang Sheilla Noveta; Evi Yana
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aimed to develop EFL primary school teachers’ implementation of storytelling in primary school class. Storytelling has been one of the popular activities held in schools’ competition. However, storytelling is not yet well promoted and implemented within EFL primary school classroom in Palembang. Three EFL teachers were trained on how to develop a lesson plan involving storytelling and given a demonstration on how to conduct storytelling. Four classes were observed for the EFL teachers’ storytelling implementation using storytelling rubric. A questionnaire, an interview and teachers’ reflction were used as other types of measurement. The fidings suggest that EFL teachers still needs help in developing their storytelling technique skills and in implementing storytelling in class. However, the EFL primary school students were very eager in learning English through storytelling activities.Keywords: storytelling, EFL teachers, primary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan kegiatan mendongeng pada guru bahasa Inggris di kelas sekolah dasar. Mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang populer diadakan pada kompetisi sekolah - sekolah. Namun, kegiatan mendongeng belum dikembangkan dan diterapkan dengan baik di kelas sekolah dasar di Palembang. Tiga guru Bahasa Inggris dilatih bagaimana cara mengembangkan rencana pembelajaran yang melibatkan kegiatan mendongeng dan diberikan demonstrasi bagaimana mendongeng cerita. Empat kelas diobservasi untuk melihat pelaksanaan kegiatan mendongeng guru Bahasa Inggris menggunakan rubrik mendongeng. Kuesioner, wawancara dan reflksi guru digunakan sebagai alat ukur lainnya. Temuan menunjukkan bahwa guru Bahasa Inggris masih membutuhkan bantuan dalam mengembangkan keterampilan teknik mendongeng mereka dan dalam menerapkan kegiatan mendongeng di kelas. Namun, siswa dan siswi sekolah dasar sangat bersemangat dalam belajar bahasa Inggris melalui kegiatan mendongeng.Kata-kata kunci: mendongeng, guru bahasa Inggris, sekolah dasar
Teacher-made Summative Test: An Analysis of Test Format, Index of Difficulty, Discrimination, and Distractors Isabell Sengkaton; Muslih Hambali; Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study was aimed at finding out the quality, index of difficulty, discriminating power, and effectiveness of distractors of teacher-made English summative test item format. The sample of this study was 44 eleventh-grade students of one public senior high school in Palembang. The data were collected from the result of the English summative test responded by eleventh-grade students of the school. The data were analyzed by using the table of multiple- choice test item format and item analysis. The result of the test item format showed that none of the item was in the good (accepted) category, 34 (85%) items were in the moderate category, and 6 (15%) items were in poor category. The result of index difficulty showed that 10 (25%) items were in difficult category, 12 (30%) items were in easy category, and 18 (45%) items were in satisfactory category. The result of discriminating power showed that 16 (40%) items had poor discriminating power, 10 (25%) items had moderate discriminating power, and 14 (35%) items had good discriminating power. The result of the effectiveness of distractors showed that from a total of 160 distractors 41% of them functioned effectively, 51% of the distractors functioned less effectively, and 8% of the distractors were ineffective. In short, the teacher- made English summative test of the eleventh-grade students of the school was not acceptable to be used as an instrument to evaluate the students’ English learning due to many aspects of a good test in terms of quality, index of difficulty, discrimination power and effectiveness of distractors were not fulfilled. Keywords: test item analysis, teacher-made summative test, English Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas, indeks kesulitan, kekuatan pembeda, dan keefektipan pengecoh terhadap format butir tes sumatif Bahasa Inggris. Jumlah sampel sebanyak 44 siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang. Data studi ini merupakan jawaban hasil sumatif tes yang dikerjakan oleh ke 44 siswa tersebut dan dianalisa menggunakan tabel format butir tes berbentuk pilihan ganda. Hasil format butir tes menunjukkan tidak satupun butir soal berkatagori bagus. Dari sejumlah 40 soal, 34 (85%) butir soal tergolong sedang dan sisanya 6 soal (15%) termasuk katagori kurang. Dari hasil indeks kesulitan butir soal terdapat 10 butir (25%) dianggap sulit, 12 butir  (30%) mudah , dan 18 butir (45%) tergolong memuaskan. Untuk kekuatan pembeda, terdapat 16 butir (40%) soal kurang, 10 butir (25%) butir sedang, dan 14 butir (35%) dianggap bagus. Sementara itu, hasil keefektipan pengecoh menunjukkan 41% dari total 160 pengecoh efektif, 51% kurang efektif, dan 8% tidak efektif. Secara ringkas tes sumatif Bahasa Inggris buatan guru  untuk kelas 11 kurang dapat diterima sebagai instrumen untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris siswa dikarenakan terdapat beberapa aspek sebagai persyaratan tes yang bagus tidak sempurna terpenuhi. Kata-kata kunci: analisis butir tes, tes sumatif buatan guru, Bahasa Inggris
Utilising Google Classroom as an Online Platform in Blended Learning: A Survey in UIN Raden Fatah Palembang Amalia Hasanah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Google Classroom has been established since 2014. However, due to the condition happening at the moment, the use of Google Classroom has been rising. This article would like to address how students at Syariah Faculty of UIN Raden Fatah perceive Google Classroom as an online platform to support blended learning. A small survey was undertaken after the teaching and learning process ended with thirty students responded to the survey. The results of the survey showed that most students thought that Google Classroom was easy to operate and they felt convenient to use it. Therefore, they thought that Google Classroom was considered a helpful platform to support blended learning. However, because of the unfortunate circumstance due to the poor internet connection, a few students thought that Google Classroom was quite burdensome. Keywords: Google Clasroom, online, survey Abstrak: Google Classroom sudah ada sejak 2014. Tetapi, karena keadaan saat ini, penggunaan Google Classroom semakin meningkat. Tulisan ini ingin mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa  Fakultas  Syariah  UIN  Raden  Fatah  tentang  penggunaan  Google  Classroom sebagai media pembelajaran daring untuk mendukung pembelajaran campuran. Survey kecil dilakukan setelah proses belajar mengajar dengan responden sebanyak 30 orang mahasiswa. Hasil survey menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa menganggap Google Classroom mudah dioperasikan dan mereka merasa nyaman menggunakannya. Oleh karena itu, mereka mengganggap Google Classroom sebagai media daring yang membantu pelaksanaan pembelajaran campuran. Tetapi, karena kondisi internet yang jelek, beberapa siswa mengatakan bahwa Google Classroom cukup merepotkan. Kata-kata kunci: Google Classroom, daring, survey
The Position of Culture in Elt in Indonesia Fikri Yansyah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The teaching of English language in the 21st century will always be tied with the cultural aspects as language and culture are inseparable. The objective of this study was to fid out students’ perception towards the position of culture in ELT in Indonesia. The research participants were 100 students of English Education Study Program of Islamic State University Raden Fatah Palembang that were chosen randomly. Questionnaires and interviews were employed as methods in obtaining the data. The result of the study showed that the prospective English teachers in Indonesia realized the important position of culture in ELT in Indonesia.Keywords: culture, perception, culture in ELT in IndonesiaAbstrak: Pengajaran bahasa Inggris di abad ke-21 akan selalu berhubungan erat dengan aspek kebudayaan sebagaimana bahasa dan budaya merupakan satu-kesatuan. Artikel ini bertujuan mencari tahu persepsi siswa terhadap posisi budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Subyek dari penelitian ini adalah 100 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Fatah Palembang yang dipilih secara acak. Dalam penelitian ini, angket dan juga wawancara digunakan untuk memperoleh data. Dari penelitian ini didapatkan bahwa calon guru bahasa Inggris di Indonesia menyadari pentingnya peran budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.Kata-kata kunci: budaya, persepsi, budaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia
Critical Literacy in Indonesian EFL Reading Materials Nais Saraswati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In respond to 21st  century demands, the society needs to acquire certain core skills and competences. In line with the demands, many countries including Indonesia possess more focus on implementing approaches and teaching and learning framework to promote critical thinking and literacy. Critical literacy approach suggests that reading should not only focus on language but also on developing students’ critical literacy. Critical literacy encourages students to question, analyze what they read, listen and accept and to reveal various point of views. This paper discusses how critical literacy is integrated in Indonesian EFL reading material, its challenges and opportunities. Based on the literature study, beside its positive impacts of the integration of critical literacy on reading materials, critical literacy in reading has not been implemented immensely  yet due to certain reasons. Keywords: critical literacy, ELT, reading materials Abstrak: Menanggapi tuntutan abad ke-21, masyarakat dirasa perlu memiliki beberapa keterampilan dan kompetensi inti tertentu. Sejalan dengan tuntutan tersebut, banyak negara termasuk Indonesia lebih memfokuskan pada penerapan pendekatan dan kerangka belajar- mengajar untuk mempromosikan pola berpikir kritis dan literasi. Pendekatan literasi kritis menyarankan agar membaca tidak hanya fokus pada bahasa tetapi juga pada pengembangan literasi kritis siswa. Literasi kritis mendorong siswa untuk bertanya, menganalisis apa yang mereka baca, dengar dan terima, dan untuk mengungkapkan berbagai sudut pandang. Studi ini membahas bagaimana literasi kritis terintegrasi dalam bahan bacaan EFL (Bahasa Inggris sebagai bahasa asing) di Indonesia, tantangan serta peluangnya. Berdasarkan studi literatur, terlepas dari sisi positif dari integrasi literasi kritis pada bahan bacaan, ditemukan bahwa literasi kritis dalam membaca belum dapat di implementasikan secara masif karena beberapa alasan. Kata-kata kunci: literasi kritis, pembelajaran bahasa inggris, materi baca