cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Enhancing Students’ English Speaking Skills through Toastmaster Program Lusi Suryani
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to fid out if Toastmaster can enhance students’ speaking skills and its contribution to the speaking score and the siginifiant diffrence between the experimental and control group. The research involved twenty students of SMA Negeri 10 Palembang as an experimental group. The students in experimental group were given English instruction through Toastmaster. To measure the result, the researcher used a pre-test and a post-test. The result of the test showed the Toastmaster could enhance the students’ speaking skill (tcount = 4.728) and P.0.000). It means that the research hypothesis was accepted while the null hypothesis was rejected, with contribution of 19.4% to the total speaking score (based on the regession analysis). According to the result of the calculation of indepedent sample t-test (tcount = 4.755 and P.0.000), it is clear that Toastmaster gave a signifiant diffrence in enhancing students’ speaking skill.Keyword: English, speaking skill, toastmasterAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Toastmaster dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa dan kontribusinya terhadap skor berbicara (speaking) dan perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan dua puluh siswa SMA Negeri 10 Palembang sebagai kelompok eksperimen. Siswa pada kelompok eksperimen diberikan pengajaran Bahasa Inggris melalu Toastmaster. Untuk mengukur hasilnya, peneliti menggunakan pre-test dan post-test. Hasil test menunjukkan bahwa Toastmaster dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa (tcount= 4,728) dan P,0,000). Artinya bahwa research hipothesis (HA) diterima sedangkan null hipothesis (H0) ditolak, dengan kontribusi sebesar 19,4% terhadap total skor berbicara (berdasarkan Regression Analysis). Berdasarkan hasil perhitungan Independent sample t-test (tcount= 4,755 dan P,0,000), jelas bahwa Toastmaster memberikan pengaruh signifian terhadap peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa.Kata-kata kunci: Bahasa Inggris, keterampilan berbicara, toastmaster
Higher Order Thinking Skill: Teachers’ Perception and Their Assessment Implementation Nyimas Larasati Utami
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Higher order thinking skill (HOTS) is a required skill one needs to possess in this21st century. Without it, one can hardly compete with others in the world which increasingly demands critical thinking and creativity to solve problems. In teaching and learning process, the assessments towards HOTS are needed in order to make sure the skills are used effectively. This article highlights some issues of HOTS assessment. Firstly, the perception of the teachers regarding HOTS and its assessment is comprehensive but in practice, lower order thinking skills (LOTS) are more dominant in the assessment. Secondly, the factors challenging the teachers in constructing HOTS-based questions are categorized into teacher’s aspects, teaching and learning aspects, and student’s aspects. Lastly, the advantages of HOTS assessment for the students relate to how this type of assessment motivate students to learn as well as improve the learning outcomes. Keywords: Higher Order Thinking Skill (HOTS), assessment Abstrak: Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan kemampuan wajib yang perlu dimiliki seseorang di abad ke-21 ini. Tanpanya, orang-orang akan kesulitan bersaing dengan orang lain dalam menjalani hidup yang menuntut pemikiran kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Dalam proses belajar mengajar, diperlukan penilaian terhadap HOTS agar kemampuan tersebut digunakan secara efektif. Artikel ini menyoroti beberapa aspek yang berkaitan dengan penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pertama, persepsi guru tentang HOTS dan penilaiannya yang bersifat komprehensif namun dalam praktiknya muncul  pertanyaan  yang  berbasiskan  LOTS.  Faktor-faktor  yang  menjadi  tantangan  guru dalam mengembangkan soal berbasis HOTS dikategorikan menjadi aspek guru, aspek belajar mengajar, dan aspek siswa. Manfaat penilaian HOTS bagi siswa adalah meningkatkan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar. Kata-kata kunci: Kemapuan berpikir tingkat tinggi, penilaian, HOTS
Error Analysis in Argumentative Essays Written by the Fifth Semester Students Lussy Albayinnah; Diemroh Ihsan; Margaretha Dinar Sitinjak
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this study were to find out: (1) The argumentative essay achievement of the fifth semester students of English Education Study Program of Sriwijaya Uuniversity, (2) kinds of errors in argumentative essays made by the same students, (3) possible causes of errors in argumentative essays made by them, (4) kinds of errors mostly found in argumentative essays made by the students, and (5) possible ways to eliminate errors made by them..The sample of this study were 20 fifth semester students selected by employing stratified sampling from two different class campuses--Indralaya and Palembang.  Argumentative essay writing tests were used to collect the data which were then analyzed by using two error taxonomies, namely Surface Strategy Taxonomy and Linguistic Strategy Taxonomy. The result showed that the students’ argumentative achievements reached the Meeting Standard score with 8.5 as the highest score and 6 as the lowest score. Errors in Grammar, Lexicon, Semantics, Syntax, and Mechanics as well as in Omission, Addition, Misformation, and Misorder were found, which were caused by one or two of the following factors: overgeneralization, first language interference, and/or carelessness. Among those errors,  errors on grammar and omission were mostly found. Some suggested ways to eliminate errors include doing remedial teaching focussing on teaching material covering the use of punctuation, conjunction, subordinate conjunction, and a brief theory about translation. Keywords: argumentative essay, error analysis, linguistic category taxonomy, surface strategy taxonomy Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pencapaian kemampuan mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya dalam menulis esei argumenatative, (2) jenis kesalahan yang dibuat oleh mereka, (3) kemungkinan penyebab terjadinya kesalahan tersebut, (4) jenis kesalahan yang paling banyak terjadi, dan (5) beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan-kesalhan tersebut. Sampel penelitian ini terdiri dari 20 orang mahasiswa pada program studi yang sama yang dipilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara bertingkat dari dua lokasi kampus—Inderalaya  dan  Palembang.  Tes  dalam  menulis  esei  argumentattive  digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan yang kemudian di analisis menggunakan dua cara untuk mengetahui jenis kesalahan (two error taxonomies), yakni Surface Strategy Taxonomy dan  Linguistic  Strategy Taxonomy.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  kemampuan mahasiswa dalam menulis esei argumentative mencapai nilai standar cukup bagus, 8.5 untuk nilai tertinggi dan 6 untuk nilai terendah. Jenis kesalahan yang ditemukan berkaitan dengan tatabahasa, kosakata, makna, sintaks, mekanik, penghapusan, penambahan, salahpembentukan, dan salah susun. Kesalahan-keasalahan tersebut disebbkan oleh salah satu atau dua dari faktor overgeneralization, first language interference, and/or carelessness.Di antara beberapa jenis kesalahan di atas, keasalahan yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan dalam tatabahasa dan penghapusan (omission). Beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan oleh dosen untuk mengurangi atau membatasi terjadinya kesalahan oleh para mahasiswa adalah  mengadakan perbaikan proses pengajaran,  misalnya yang mencakup  materi ajar seperti cara penggunaan tatabaca, kata penghubung, termasuk teori singkat tentang penerjemahan. Kata-kata kunci: argumentative essay, error analysis, linguistic category taxonomy, surface strategy taxonomy
ELT Research in Covid-19 Pandemic Era: Policy, Problem, and Possibility Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The spread of Covid-19 pandemic since the beginning of 2020 has made many changes to human life across the globe. It has dramatically given impacts on various sectors such as government, health, business, and education. In education sector for instance, Covid-19 pandemic has made Indonesian government launched policy related to schooling system, funding reallocation, and teaching and learning implementation. The school system has been adjusted to suit the pandemic, education funding has been reallocated and teaching and learning activity has been shifted to online mode. In higher education, one of the impacts that is encountered by students is related to ELT research. Conducting research as a partial fulfiment of the requirements of obtaining degree needs to be carried out while data collection on research site would hardly be done due to space constraint implemented since the pandemic outbreak. This article discusses the problems emerge during Covid-19 pandemic and the possibility of conducting ELT research in relation to the educational policy Indonesian government has taken.Keywords: Covid-19 pandemic, ELT research, policy, problem, possibilityAbstrak: Menyebarnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 telah membuat banyak perubahan terhadap kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Hal itu secara dramatis telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor seperti pemerintahan, kesehatan, bisnis, dan pendidikan. Pada sektor pendidikan contohnya, pandemic Covid-19 telah membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan sistem persekolahan, realokasi pendanaan, dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sistem persekolahan disesuaikan untuk mencocoki kondisi saat pandemi, pendanaan pendidikan telah direalokasi, dan aktivitas belajar mengajar beralih ke moda daring. Pada pendidikan tinggi, salah satu dampak yang dirasakan mahasiswa terkait pelaksanaan penelitian pendidikan dibidang Bahasa Inggris. Melaksanakan penelitian yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi harus dilakukan sementara pengumpulan data di lokasi penelitian sangatlah sulit untuk dilakukan disebabkan kebijakan jaga jarak yang diterapkan selama masa pandemi. Artikel ini membahas permasalahn yang muncul sejak masa pandemi dan kemungkinan melaksanakan penelitian pendidikan di bidang Bahasa Inggris sehubungan dengan kebijakan di bidang pendidikan yang telah diambil pemerintah Indonesia.Kata-kata Kunci: Pandemi Covid-19, penelitian ELT, kebijakan, masalah, kemungkinan
Language Ideologies: Family Language Policies on Bi/Multilingualism Rani Septi Sapriati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English is the most useful language to be mastered in this century of globalization, but it has no particular official position in Indonesia. It was claimed as the first foreign language in Indonesia whose status as a multilingual country. In terms of being able to compete with others in this era, the citizen must have the ability to use English. As a result, the family has a substantial responsibility to educate their children bi-/multilingually, using two or more languages in interaction, especially using English. Parents do a role to undertake in constructing language policy in the family, what they wholeheartedly believe in languages (ideologies), how languages are exerted (practices), and what attempts have been made to retain languages (management). Focusing on this community, a conceptual framework for language ideologies held by bi/multilingual families is provided in this paper: cultural values, political values, social values, economical values, values of language acquisition, and parents' knowledge toward bi/ multilingualism. Keywords: Bi-/multilingualism, family language policy, language ideologies Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling berguna untuk dikuasai di abad globalisasi ini, tetapi tidak memiliki posisi resmi tertentu di Indonesia. Bahasa Inggris diklaim sebagai bahasa asing pertama di Indonesia yang berstatus negara multibahasa. Agar mampu bersaing di era ini, warga negara harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, keluarga memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik anak-anak mereka menggunakan dua bahasa atau lebih dalam interaksi, khususnya menggunakan bahasa Inggris. Orang tua berperan dalam membangun kebijakan bahasa di keluarga, apa yang mereka yakini sepenuh hati terhadap bahasa (ideologi), bagaimana bahasa digunakan (praktik) dan upaya apa yang telah dilakukan untuk mempertahankan bahasa (manajemen). Berfokus pada komunitas ini, kerangka konseptual ideologi bahasa yang dipegang oleh keluarga dua atau multibahasa disajikan dalam tulisan ini: nilai budaya, nilai politik, nilai sosial, nilai ekonomi, nilai pemerolehan bahasa dan pengetahuan orang tua terhadap dua atau multibahasa. Kata-kata Kunci: Dua atau multibahasa, kebijakan bahasa keluarga, ideologi bahasa  
Utilizing an E-Grammar Book to EFL learners: Analysing the Practicality Level Nurul Fitriyah Almunawaroh; Kuntum Trilestari
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English grammar competency will determine one’s competencies in listening, speaking, reading, and writing. While English grammar plays crucial roles in learning English language, it is the core of EFL students’ diffilties in learning English. Utilizing an e-book to teach English grammar to students will benefi them since it is provided with interactive features that can promote students’ motivation and understanding of English grammar. This study aims to fid students’ perspective on the use of an e-book with past tense materials towards its practicality and interactivity in motivating EFL student’s learning. The e-book was developed by using ADDIE model and the practicality level was gauged by administering close-ended questionnaire to EFL students. The results revealed that the e-book was practical with a very high practicality level which indicated that the e-book can be utilized by the students, and the students were motivated in learning English Grammar by using the e-book.Keywords: e-book, past tenses materials, practicality.Abstrak: Kompetensi tata Bahasa Inggris akan menentukan kompetensi seseorang dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Meskipun memainkan peran penting dalam belajar bahasa Inggris, tata Bahasa Inggris adalah inti dari kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Memanfaatkan buku elektronik untuk mengajarkan tata bahasa Inggris kepada siswa akan menguntungkan mereka karena dilengkapi dengan fiur interaktif yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa tentang tata Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif siswa tentang penggunaan e-book dengan materi past tense terhadap kepraktisan dan interaktivitas dari buku elektronik tersebut dalam memotivasi siswa belajar tata Bahasa Inggris. Buku elektronik dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE dan tingkat kepraktisan diukur dengan memberikan kuesioner kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku elektronik praktis dengan tingkat kepraktisan yang sangat tinggi yang mengindikasikan bahwa buke elektronik dengan materi past tenses dapat digunakan siswa dalam mempelajari tata Bahasa Inggris, siswa pun termotivasi dalam mempelajari tata Bahasa Inggris menggunakan buku elektronik tersebut.Kata kunci: buku elektronik, materi past tenses, kepraktisan
EFL Coursebooks: A Path to Reach Intercultural Communicative Competence Fransiska Ika Prihatiningsih
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The globalisation of English and its rapid use among communities of speakers around the world has led the localisation of the language and the development of many varieties of English. The idea of communicative competence (CC) is being challenged through globalisation and needs to transform into intercultural communicative competence (ICC) in which EFL learners require a competence that combines both linguistic and socio-cultural skills to suit the context of the communication situation. In light of the necessity to equip EFL learners with ICC, EFL coursebooks can be used as source of exposure to the target or international cultures. This paper focuses on how EFL coursebooks can be utilized in promoting the learners’ ICC by using Byram’s framework as a bench mark. Keywords: intercultural communicative competence, EFL coursebook, intercultural communication Abstrak : Globalisasi bahasa Inggris dan penggunaannya yang cepat di antara komunitas penutur di seluruh dunia telah menyebabkan lokalisasi bahasa dan perkembangan banyak ragam bahasa Inggris. Ide kompetensi komunikatif ditantang melalui globalisasi dan perlu diubah menjadi kompetensi komunikatif antar budaya di mana pemelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing memerlukan kompetensi yang menggabungkan keterampilan linguistik dan sosial budaya agar sesuai dengan konteks situasi komunikasi. Mengingat kebutuhan untuk membekali pemelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dengan kompetensi komunikatif antar budaya, buku pelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing dapat digunakan sebagai sumber paparan budaya target atau budaya internasional. Makalah ini berfokus pada bagaimana buku pelajaran EFL dapat digunakan dalam mempromosikan kompetensi komunikatif antar budaya dengan menggunakan kerangka Byram sebagai tolak ukur. Kata-kata kunci: kompetensi komunikatif antar budaya, buku pelajaran EFL, komunikasi antar budaya 
Pedagogical Models: Teachers’ Alternative Scenarios to Enhance Students’ Academic Achievement during the Covid-19 Pandemic Hanni Yukamana
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: An attempt to contain the spread of the Covid-19 Pandemic by closing educational institutions impacted over sixty percent of the world’s student population. School closure induces learning disruption, generates inequities, and greatly influences underprivileged children. The efforts to mitigate the impacts of school closure and to facilitate the continuity of education have become extremely challenging tasks for teachers. Educators are strongly advised to make a rapid transition to remote learning at short notice. They are expected to provide students with meaningful learning experiences, create feasible academic scenarios that fit their respective teaching and learning contexts as well as enhance students’ achievement. However, without proper training and full support from the government, teachers may find shifting the direction of their teaching from the traditional classroom to virtual learning burdensome. Teachers should be provided with adequate skills and knowledge to perform remote learning successfully in order to maintain students’ high levels of academic performance. This paper intends to explore pedagogical models served as alternative scenarios that teachers can devise to boost students’ academic achievement during the pandemic. Keywords: school closure, rapid transition, remote learning, pedagogical models Abstrak: Usaha untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 dengan menutup institusi pendidikan mempengaruhi lebih dari enam puluh persen populasi siswa di dunia. Penutupan sekolah menyebabkan terjadinya gangguan belajar, ketidakmerataan, dan sangat mempengaruhi anak-anak yang tidak berkemampuan. Usaha untuk mengurangi pengaruh dari penutupan sekolah  dan  upaya  untuk  memfasilitasi  keberlangsungan  pendidikan  menjadi  tugas  yang sangat menantang bagi para guru. Pendidik di perintahkan untuk mengajar secara online tanpa persiapan. Mereka diharapkan bisa menyediakan siswa pengalaman pembelajaran yang bermakna, menciptakan perencanaan pengajaran   sesuai dengan karakter sekolah dan siswa masing-masing,  untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Akan tetapi, tanpa pelatihan yang memadai dan bantuan dari pemerintah, para pendidik akan mengalami kesulitan untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh. Para pendidik harus diberikan keahlian dan pengetahuan yang cukup untuk bisa mensukseskan program belajar jarak jauh. Tulisan ini akan membahas model pembelajaran yang bisa menjadi rencana alternatif yang bisa digunakan guru untuk meningkatkan prestasi akademik siswa selama masa pandemic Covid-19. Kata-kata kunci: penutupan sekolah, transisi cepat, pembelajaran jarak jauh, model pembelajaran
Students’ Attitudes toward Drama Activities and Its Correlation to Their Narrative Reading Achievement Astiara Larasati; Rita Hayati; Fiftinova Fiftinova
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objectives of this study were to fid out: (1) how the attitude toward drama activities of the seventh semester students of English Education Study Program of Sriwijaya University was,(2) the level of the students’ narrative reading achievement, (3) whether or not there was a signifiant correlation between students’ attitudes toward drama activities and their narrative reading achievement, and (4) whether or not there was a signifiant contribution of students’ attitudes toward drama activities to their narrative reading achievement. The population of this study was all of the seventh semester students of English Education Study Program of Sriwijaya University in academic year 2016/2017 with the total number of 93 students. Purposive sampling was applied and 45 students were chosen as the sample. The correlational research design was used in this study. The data were collected by using a questionnaire about attitudes toward drama activities and narrative reading test. Pearson product moment correlation coeffient of SPSS version 22 was used for analyzing the data. The results showed that (1) the students gave positive attitudes toward drama activities, (2) the level of students’ narrative reading achievement was categorized into good to average categories, (3) there was a weak signifiant correlation between students’ attitudes toward drama activities and the students’ narrative reading achievement (r= 0.333), and (4) it was also determined that there was 11.1% contribution of students’ attitudes toward drama activities to students’ narrative reading achievement.Keywords: attitude, drama activities, narrative reading achievementAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifiasi: (1) bagaimana sikap mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya terhadap kegiatan drama, (2) tingkat prestasi mahasiswa dalam membaca naratif, (3) ada atau tidak ada hubungan signifian antara sikap siswa terhadap kegiatan drama dan prestasi membaca naratif mereka, dan (4) ada atau tidak ada kontribusi signifian sikap siswa terhadap kegiatan drama pada prestasi membaca naratif mereka. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 93 mahasiswa. Teknik purposive sampling diterapkan dan 45 siswa dipilih sebagai sampel penelitian. Desain penelitian korelasional digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket mengenai sikap siswa terhadap kegiatan drama dan tes membaca naratif. Koefiien korelasi Pearson Product Moment dari SPSS versi 22 digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa menunjukkan sikap positif terhadap kegiatan darama, (2) tingkat prestasi membaca naratif siswa berada dalam kategori baik hingga sedang, (3) terdapat hubungan signifian yang lemah antara sikap siswa terhadap kegiatan drama dan prestasi membaca naratif (r = 0,333), dan (4) juga terdapat 11,1% kontribusi sikap siswa terhadap kegiatan drama pada prestasi membaca naratif siswa.Kata-kata kunci: sikap, kegiatan drama, prestasi membaca naratif
The Barriers in Integrating Higher Order Thinking Skills in Indonesia Context Agung Kurniawan
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The 21st century learning requires students to be critical, creative, collaborative and communicative which considered as Higher Order Thinking Skills (HOTS). These skills would help students to compete in the real workforce in the future. However, even though HOTS have been an issue for years, problems still appear in Indonesia as showed in some international measurement. Regarding the discrepancy between the importance of HOTS in learning process and the fact in the field, this paper highlights the barriers in integrating HOTS in English language teaching in Indonesia context. Based on reviewing several related literatures, it could be generalized that the problems in implementing HOTS come from the teachers and the students. Keywords: higher order thinking skills integration, English language learning, Indonesia context Abstrak: Pendidikan pada abad-21 menekankan siswa agar menjadi kritis, kreatif, kolaborative dan komunikatif yang dianggap sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kemampuan ini akan membantu siswa untuk berkopetisi dalam dunia kerja nantinya. Tetapi meskipun HOTS telah menjadi isu akhir-akhir ini, masalah tetap saja muncul di Indonesia sebagaimana ditunjukkan dalam beberapa penilaian internasional. Mengenai permasalahan yang muncul dan akan pentingnya HOTS dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, makalah ini akan membahas rintangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan HOTS dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia. Berdasarkan telaah literatur yang dilakukan, didapatkan bahwa masalah dalam mengimplementasikan HOTS datang dari guru dan siswa. Kata-kata kunci: integrasi kemampuan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran Bahasa Inggris, kontek Indonesia