cover
Contact Name
I Wayan Suarna
Contact Email
suarnawyn@yahoo.com
Phone
+628179718825
Journal Mail Official
jpasturahitpi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura; Journal Of Tropical Forage Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : https://doi.org/10.24843/Pastura
Pastura; Journal of Tropical Forage Science adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan tropik yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan tropik berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tumbuhan pakan tropik lainnya.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2" : 12 Documents clear
KERAGAAN PASTURA Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick PADA SISTEM PENGGEMBALAAN DAN STOCKING RATE BERBEDA DI LAHAN PERKEBUNAN KELAPA Selvie D. Anis; M.A. Chozin; M. Ghulamahdi; Sudradjat Sudradjat; H. Soedarmadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.653 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p07

Abstract

Integrasi pastura dan ternak sapi ke dalam sistem pertanian berbasis kelapa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan secara berkelanjutan. Percobaan ini bertujuan mempelajari pengaruh stocking ratedan sistem penggembalaan terhadap keragaan pastura. Penelitian ini telah dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain (BALITKA) Manado sejak Juli 2009 sampai Juni 2010. Perlakuan terdiridari dua sistem penggembalaan dan tiga stocking rate diatur dalam pola petak terpisah yang didasarkan pada rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diukur adalah jumlah tanaman induk, jumlah ground tiller,jumlah aerial tiller, bobot akar dan bobot crown. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua parameter keragaan pastura yang terbaik diperoleh pada interaksi antara sistem penggembalaan rotasi (SP2) dan stockingrate 2,31 UT (SR3).
SUBSTITUSI GAMAL (Gliricidia sepium) DENGAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA RANSUM TERHADAP KECERNAAN IN-VITRO A. A. Ayu Sri Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan; I Made Mudita; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.912 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian gamal dengan kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada ransum terhadap degradasi rumen secara in-vitro. Penelitian mengunakan rancangan acaklengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun kelima perlakuan tersebut adalah: perlakuan A (ransum basal + 20% gamal), B (ransum basal + 15% gamal + 5% kaliandra), C (ransum basal + 10% gamal + 10% kaliandra ), D (ransum basal + 5% gamal + 15 % kaliandra ), dan E (ransum basal + 20% kaliandra ). Peubah yang diamati adalah: degradasi ransumdalam cairan rumen in-vitro (kecernaan bahan kering [KCBK], kecernaan bahan organik [KCBK]), degradasi ransum dalam pepsin in-vitro (KCBK, KCBO), kadar ammonia, kadar VFA (Vollatyl Fatty Acid) dan pH cairanrumen in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian daun gamal dengan daun kaliandra sampai tingkat 20% dalam ransum, dapat menurunkan kecernaan bahan kering dan organik dalam rumen, tetapisebaliknya meningkatkan kecernaan bahan kering dan organik dalam pepsin in-vitro. Disamping itu dapat menurunkan kadar N-NH3 dan VFA, tetapi meningkatkan pH cairan rumen in-vitro. Dapat disimpulkan bahwa tanin kaliandra dapat dipakai sebagai agen proteksi dari degradasi mikroorganisme rumen in-vitro di dalam ransum, dan penggunaan kaliandra sampai 20% dalam ransum sebagai protek protein ransum dapatmenghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pepsin in-vitro tertinggi.
PERTUMBUHAN GENERATIF ALFALFA (Medicago sativa L.) MUTAN TROPIS, RESPON TERHADAP PEMUPUKAN FOSFAT (HASIL MUTASI INDUKSI EMS) Widyati -Slamet; Sumarsono Sumarsono; S. Anwar; D.W. Widjajanto
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.784 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan manajemen pemupukan fosfat untuk pertumbuhan generatif alfalfa yang ditanam pada ketinggian tempat tertentu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok(RAK), terdiri dari 5 perlakuan (0, 50, 100, 150, 200 kg P2O/ha) dan 4 kelompok ulangan. Variabel yang diamati adalah karakteristik pertumbuhan generatif alfalfa, yaitu jumlah tanaman berbunga, jumlah tanamanberpolong dan berat per 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemupukan fosfat tidak berpengaruh terhadap jumlah tanaman yang berbunga dan berpolong pada umur 14 minggu. Pemupukan fosfat tidaknyata meningkatkan persen tanaman alfalfa yang berbunga dan berpolong, tetapi meningkatkan bobot per 100 biji. Alfalfa mutan membutuhkan pemupukan fosfat 122,50 kg P52O/ha untuk mendapatkan berat per100 biji yang maksimum.
PEMANFAATAN STANDINGHAY RUMPUT KUME AMONIASI DENGAN PENAMBAHAN ZnSO DAN Zn-Cu ISOLEUSINAT DALAM RANSUM UNTUK MENGOPTIMALKAN KONSUMSI, KECERNAAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH SAPI BALI DARA Erna Hartati; A. Saleh; E.D. Sulistijo
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.605 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p08

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan bertujuan mengevaluasi pemanfaatan standinghay rumput kume amoniasimdengan penambahan ZnSO dan Zn-Cu isoleusinat dalam ransum basal yang dapat mengoptimalkan peningkatankonsumsi dan kecernaan zat-zat makanan serta kadar glukosa darah. Penelitian menggunakan enam belas ekor sapi Bali dara dan secara acak dikelompokkan ke dalam empat perlakuan pakan yaitu: R4=Standinghay rumputkume amoniasi + konsentrat (60:40); R1= R0+ 150 mg ZnSO4/kg BK konsentrat + 1 % Zn-Cu isoleusinat/kg BK ransum; R2=R0 + 150 mg ZnSO4/kg BK konsentrat + 2 % Zn-Cu isoleusinat/kg BK ransum; R + 150mg ZnSO/kg BK konsentrat + 3 % Zn-Cu isoleusinat/kg BK ransum. Ransum basal terdiri dari standinghay rumput kume amoniasi dan konsentrat dengan kandungan protein 17% dan Total Digestible Nutrient (TDN) 78%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ZnSO443=R dan Zn-Cu isoleusinat berpengaruh sangat signifikan (P<0.01) terhadap peningkatan konsumsi dan kecernaan zat-zat makanan, dan berpengaruh signifikan (P<0.05) terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Hasil terbaik terhadap konsumsi dan kecernaan zatzat makanan dan kadar glukosa darah dicapai pada level penambahan ZnSO dan Zn-Cu isoleusinat 150 mg ZnSO44/kg BK konsentrat dan 3 % Zn-Cu isoleusinat/kg BK ransum, akan tetapi tidak terdapat perbedaanyang signifikan antara penambahan 3% dan 2% Zn-Cu isoleusinat/kg BK ransum. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan standinghay rumput kume dengan penambahan 150 mg ZnSO/kg BK konsentrat dan 2 % ZnCu isoleusinat/kg BK ransum dapat mengoptimalkan konsumsi dan kecernaan zat-zat makanan serta kadar glukosa darah.
ANALYSIS AND EXPRESSION OF AL-TOLERANT GENES FROM SOYBEAN [Glycine max (L.) Merryl] ON FORAGE CROPS AND Escherichia coli S. Anwar; Sumarsono Sumarsono; F. Kusmiyati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.015 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p04

Abstract

n order to analyze and to study expressions of the Al-tolerant genes, we have examined five clone genes that were isolated from soybean cv. Lumut. Soybean cv. Lumut and Slamet, Centrocema pubescens, Pennisetum purpureum and Escherichia coli were selected for futher analysis. Based on the DNA sequencing, searching enzyme restriction sites and searching DNA homology with the genebank database; the clones encoding: (1) Catalase (gmali12, that function as an antioxidant), (2) Proliferating cell nuclear antigen like protein/PCNALP (gmali15, that involved as one of transcriptional regulator in the eucaryotic cell cycle), (3) Growth hormone (gmali22, this gene may play a role on stimulation of cell growth/development), (4) Amine oxidase (gmAO, genebank accession number AF313622, a gene that function as amine oxidation and/or antioxidant), and (5) Aminoacyl peptidase (gmAP, genebank accession number AF091304, a serine protease gene). Expressions of the clone genes either on forage crops or Escherichia coli indicated that all of the clones are basic genes, but its expression increased with aluminium induction (Al-induced genes) and involved in detoxification to Al stress. From this research, we also found similar responses between oxidative stress and Al stress to gene responses.
POTENSI HIJAUAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Taufan P. Daru; Arliana Yulianti; Eko Widodo
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.93 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai potensi hijauan diantara tanaman perkebunan kelapa sawit ditinjau dari komposisi botani, produksi dan kandungan zat-zat makanannya untukmemperkirakan kapasitas tampung dari kebun kelapa sawit pada umur 3 tahun dan 6 tahun untuk sapi potong. Pengambilan data dilakukan di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi KalimantanTimur, mulai bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2013. Sampel tanaman diambil di bawah tanaman kelapa sawit yang telah berumur 3 tahun dan 6 tahun. Masing-masing umur tanaman diambil seluas 5 hektar,dan setiap hektar diambil sebanyak 10 titik dengan menggunakan kuadran ukuran 1 m × 1 m secara acak. Hasil pengamatan menunjukan bahwa tanaman yang tumbuh pada perkebunan kelapa sawit umur 3 tahundidominasi oleh Paspalum conjugatum (45,54%), diikuti oleh Mikania micrantha (9,93%), dan Ottochloa nodosa (7,89%). Sedangkan pada perkebunan umur 6 tahun didominasi oleh Ottochloa nodosa (33,89%), Melastom malabatrichum (28,23%), dan Paspalum urvillei (8,37%). Produksi berat kering tanaman pada perkebunan umur 3 tahun adalah 3.205,1 kg per ha menurun menjadi 1.165,4 kg per ha pada perkebunanumur 6 tahun. Kandungan zat-zat makanan terutama PK meningkat dari 8,25% pada umur tanaman 3 tahun menjadi 10,5% pada umur 6 tahun, sedangkan SK menurun dari 23,20% pada umur 3 tahun menjadi22,43% pada umur 6 tahun. Kapasitas tampung perkebunan kelapa sawit umur 3 tahun adalah 1,44 ST ha th-1 dan umur 6 tahun adalah 0,71 ST ha-1 th-1. Secara alami, perkebunan kelapa sawit di Kabupaten KutaiKartanegara, Kalimantan Timur memiliki potensi yang baik sebagai sumber hijauan pakan sapi potong.
EVALUASI PRODUKTIVITAS TANAMAN KERANDANG (Canavalia virosa) SEBAGAI SUMBER HIJAUAN PAKAN TERNAK PADA LAHAN PANTAI Sajimin Sajimin; B.R. Prawiradiputra
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.416 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p05

Abstract

Tanaman kerandang (Canavalia virosa) adalah jenis leguminosa yang banyak tumbuh dilahan salin (pantai). Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang dan berpotensi apabila dikelola dengan baik seperti untuk penyediaan pakan ternak. Memelihara ternak merupakan alternatif diversifikasi usaha untuk meningkatkan taraf hidup nelayan pada saat tidak melaut. Tujuan penelitian untuk mengetahui produktivitas hijauan tanaman kerandang pada berbagai media tanah. Rancangan percobaan adalah split plot pola faktorial dengan faktor utama media tanam dan dosis pupuk limbah kopi. Perlakuan yang diuji adalah tanah, pasir kali dan pasir pantai, media tersebut diberi pupuk dengan dosis 0%, 5%, 10%, dan 15% yang diulang tiga kali. Parameter yang diamati produktivitas hijauan setiap 60 hari, pertumbuhan tanaman setiap minggu setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produktivitas hijauan berat kering tertinggi pada media pasir kali 25,9 gram per panen pada dosis pemupukan 15%, kemudian diikuti pada media tanah 18,8 gram/tanaman/panen pada dosis 10%. Produksi terendah pada media pasir pantai 16,6 gram/tanaman/panen pada dosis 5%. Rataan produksi hijauan yang diberikan pupuk dibandingkan dengan perlakuan kontrol (0%) meningkatkan produksi 92,99%. Produksi hijauan tiap panen terjadi penurunan setelah pemotongan ke empat, sedangkan pada media pasir pantai pada awal produksi hijauan tertinggi kemudian panen berikutnya menunurun sampai panen kelima. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tanaman kerandang dapat ditingkatkan produktivitasnya dengan pemberian pupuk organik dan setelah empat kali pemanenan perlu pemberian pupuk untuk mendapatkan hasil stabil.
INVENTARISASI HIJAUAN PAKAN KUDA PACUAN DI NUSA TENGGARA BARAT Sudirman Sudirman; Gde Mertha; Suhubdy Suhubdy
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.884 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p10

Abstract

Pacuan kuda dilaksanakan setiap tahun di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diikuti oleh tidak kurang dari 700 ekor kuda pacuan dalam lima kelas lomba. Kegiatan ini umumnya berlangsung selama 1-2 minggu di Pulau Sumbawa dan senantiasa menjadi agenda hiburan rakyat serangkaian dengan acara perayaan hari-hari besar nasional maupun regional dan/atau lokal. Selama kurun waktu tersebut, semua kuda yang akan dilombakan diberikan pakan berupa hijauan dari jenis tumbuhan tertentu dan/atau spesifik. Tujuan penelitian ini adalah (1) menginventarisisr jenis-jenis tumbuhan yang dijadikan hijauan pakan kuda pacuan selama lomba berlangsung, dan (2) mengkaji komposisi nutrisi jenis hijauan pakan dimaksud. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Semua kuda pacuan yang berasal dari beberapa kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat yangmengikuti lomba pacuan kuda di kabupaten Sumbawa tahun 2012 diamati pemberian pakannya, kemudian dilakukan identifikasi dan analisis komposisi nutrisi jenis hijauan yang diberikan. Untuk mengetahui jenis pakan yang diberikan, dilakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan peternak kuda pacuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tercatat 9 jenis tumbuhan (2 famili, 8 marga) yang diberikan pada kuda pacuan selama lomba berlangsung, yaitu Alysicarpus vaginalis (Fabaceae), Desmodium dichotomum (Fabaceae), Cynodon dactylon (Poaceae), Cynodon sp. (Poaceae), Dactyloctenium aegyptium (Poaceae), Brachiaria sp. (Poaceae), Eleusine indica (Poaceae), Eulalia fimbriata (Poaceae) dan Leersia hexandra (Poaceae). Hijauan pakan diberikan pada kuda pacuan dalam bentuk pakan tunggal maupun kombinasi diantara jenis-jenis tumbuhan tersebut dengan komposisi nutrisi yang berbeda.
PERUBAHAN NILAI NUTRIEN TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) MOENCH)VARIETAS LOKAL ROTE SEBAGAI HIJAUAN PAKAN RUMINANSIA PADA BERBAGAI UMUR PANEN DAN DOSIS PUPUK UREA Bernadete B Koten; R. D Soetrisno; B. Soewignyo
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.757 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p01

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perubahan nilai nutrien hijauan sorgum (Sorghum bicolor (L.)Moench) varietas lokal Rote sebagai pakan ternak ruminansia pada umur panen dan dosis urea yang berbeda,telah dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas PeternakanUniversitas Gadjah Mada selama 4 bulan dari tanggal 11 November 2011 hingga 27 Februari 2012. Penelitianini dirancang dengan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu umur panen (UP)sebagai faktor pertama (UP1= 50 hari, UP2 = 70 hari, dan UP3 = 90 hari) dan dosis pupuk urea (P0 = tanpaurea sebagai kontrol, P1 = 50 kg/ha, dan P2 = 100 kg/ha) sebagai faktor kedua. Kombinasi perlakuan inidiulang 4 kali. Variabel yang diamati adalah kadar bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK),ekstrak eter (EE), bahan ekstrak tanpa N, dan kadar abu (%) hijauan sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BO pada UP3P2, UP3P1 dan UP3P0 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Kadar PK tertinggi terdapat pada UP1P2 dan kadar EE tertinggi pada UP3P2. Kadar SK pada UP3P2 dan UP3P0 lebih tinggidan kadar BETN pada UP2P0 dan UP1P1 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. UP1P0, UP1P1, dan UP1P2menghasilkan kadar abu yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa umur panen 90 hariyang dikombinasikan dengan dosis urea 100 kg/ha menghasilkan nilai nutrien hijauan sorgum terbaik sebagaipakan ruminansia dengan 93,69% kadar BO, 04,45% kadar PK, 08,41% EE, dan 33,14% SK, 47,21% kadarBETN, dan 06,79% kadar abu. Kata kunci : Sorghum bicolor (L.) Moench, hijauan pak
PROSPEKTIF AGRONOMI DAN EKOFISIOLOGI Indigofera zollingeriana SEBAGAI TANAMAN PENGHASIL HIJAUAN PAKAN BERKUALITAS TINGGI L. Abdullah
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.018 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p06

Abstract

Indigofera merupakan leguminosa dengan spesies dan kegunaan sangat beragam. Masyarakat industri pakaian mengenal Indigofera sebagai tanaman sumber pewarna alami yang sudah digunakan turun temurun.Spesies Indigofera zollingeriana telah banyak digunakan karena kelebihannya secara agronomis maupun nutrisi menjadikannya salah satu pilihan sumber pakan berkualitas. Pengetahuan agronomi tanaman Indigoferamasih perlu disosialisaikan kepada masyarakat agar penggunaan hijauannya lebih luas. Beberapa informasi yang berhasil diperoleh dari penelitian selama ini menunjukan bahwa Indigofera secara agronomis mudahuntuk dikembangkan secara generatif dan memiliki kemampuan produksi hijauan yang tinggi serta regrowing yang cepat. Selain itu memiliki kemampuan adaptasi kekeringan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12