cover
Contact Name
I Wayan Suarna
Contact Email
suarnawyn@yahoo.com
Phone
+628179718825
Journal Mail Official
jpasturahitpi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura; Journal Of Tropical Forage Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : https://doi.org/10.24843/Pastura
Pastura; Journal of Tropical Forage Science adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan tropik yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan tropik berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tumbuhan pakan tropik lainnya.
Articles 292 Documents
PENGGUNAAN TEPUNG Azolla microphilla DAN ENZIM SELULASE DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI DAN NILAI EKONOMIS ITIK LOKAL KERINCI JANTAN Noferdiman Noferdiman; Lisna Lisna; Yusma Damayanti
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.683 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengunaan tepung Azolla dan enzim selulase dalam ransum untuk mendapatkan penampilan produksi dan nilai ekonomis itik lokal Kerinci jantan yang terbaik. Itik lokal Kerinci umur 1 hari sebanyak 144 ekor, secara acak dibagi ke dalam 6 kombinasi perlakuan dengan mengunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 2 dengan 3 kali ulangan, masing-masing terdiri dari 8 ekor. Perlakuan terdiri dari 3 tingkat penggunaan tepung azolla yaitu: 0, 10, dan 20 % dan 2 perlakuan penambahan enzim selulase, yaitu: 0,00 dan 0,10 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan tepung azolla dan enzim selulase serta interaksinya memberi pengaruh yang tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan bobot karkas. Penggunaan tepung azolla dan enzim selulase memberi pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konversi ransum dan nilai ekonomis IOFC, namun tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penambahan enzim selulase 0,10 % dalam ransum yang mengandung tepung azolla dapat meningkatkan penampilan itik lokal Kerinci jantan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penambahan 0,10 % enzim selulase dalam ransum yang mengandung tepung azolla 20 % memberi penampilan itik lokal Kerinci yang terbaik. Kata kunci: enzim selulase, itik lokal Kerinci jantan, tepung Azolla microphilla
Centrosema pascuorum LEGUMINOSA ADAPTIF PADA LAHAN KERING BERIKLIM SANGAT KERING NTT: EFEKTIVITAS DAN KOMPETITIVITAS STRAIN MUTAN BPT01 N.D. Purwantari; Sajimin Sajimin; A. Fanindi; J. Nulik
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.073 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p03

Abstract

Centrosema pascuorum cv. Cavalcade adalah leguminosa herba, yang telah terbukti tahan kering seperti iklim di Nusa Tenggara Timur dengan 9 bulan musim kering dan 3 bulan musim hujan, yang dapat menyediaakan hijauan berkualitas tinggi terutama dalam musim kemarau. Jenis tanaman ini mempunyai kemampuan menambat N2 atmosfer bila bersimbiose dengan bakteri tanah rhizobia. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi strain Rhizobium dalam menambat N2 atmosfer yang dibudidayakan di lapang. Uji kompetitivitas dan efektivitas dari strain rhizobia dilakukan di stasiun Percobaan Balitnak, Bogor, dengan pH tanah 5,8; bahan organik rendah, kandungan N rendah. Jenis tanaman yang digunakan adalah Centrosema pascuorum. Sebagai strain peciri digunakan strain mutan pada antibiotik rifampisin 25 ppm. Perlakuan= (1) inokulasi, (2) tanpa inokulasi, (3) tanpa inokulasi dengan penambahan pupuk N, nitrogen urea dengan dosis 50 kg/ha. Pupuk dasar 100 kg TSP/ha, 100 kg KCl/ha. Parameter yang diukur, kandungan nitrogen tanaman, produksi hijauan, nodulasi dan prosentase bintil akar yang diinfeksi oleh inokulan yang diberikan (bintil akar recovery). Rancangan percobaan menggunakan adalah Rancangan Acak kelompok dengan 8 ulangan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan produksi hijauan, tanaman yang dinokulasi dengan strain mutan BPT01. Produksi berat kering hijauan yang dinokulasi mencapai 963,94 kg/ha dan berbeda nyata lebih tinggi dibanding tanpa inokulasi (P<0.05), sedang yang tidak diinokulasi berkisar 589.94 – 635.86,44 kg/ha. Berat segar bintil akar yang diinokulasi dengan strain mutan BPT01 adalah 19,93 g/4 tanaman, dengan jumlah bintil akar berwarna merah mencapai 63% sedang tanaman yang tidak diinokulasi 2,30 g/4 tanaman dan bintil akar berwarna merah 48%. Bintil akar recovery, dari jumlah bintil akar yang diuji 20,34% berasal dari inokulan yang diberikan. Sedang tanaman yang tidak dinokulasi, tidak ada bintil akar mengandung strain mutan BPT01. Kandungan protein kasar hijauan tanaman yang diinokulasi strain mutan BPT01, 24,06% sedang yang tidak diinokulasi 14,59%.Kata kunci: C. pascuorum, kompetitivitas, strain mutan, Rhizobium, Produksi.
PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN BUAH MERAH PADA SISTEM PEMELIHARAAN BABI SECARA PASTURA Diana Sawen; Bernaddeta Wahyuni Irianti Rahayu; Iriani Sumpe
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.988 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p08

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan pada bulan April 2013, untuk mengetahui pemanfaatan limbah hasil pengolahan buah merah pada sistem pemeliharaan ternak babi secara pastura di Kampung Umpakalo Jayawijaya. Bagi masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, babi memiliki nilai penting secara sosial budaya dan ekonomi. Babi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian mereka secara turun temurun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan percobaan lapangan untuk mengukur pertambahan bobot badan. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tiga perbedaan pakan tambahan menggunakan limbah buah merah (kontrol, biji buah merah dan biji + sari buah merah). Jumlah sampel ternak sebanyak 15 ekor babi lokal fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan peningkatan berat badan pada perlakuan dengan penambahan biji + sari buah merah. Pertambahan bobot badan harian yang diperoleh dari semua perlakuan adalah 0,41 kg. Hal ini karena sari buah merah mengandung betakaroten dan tokoferol yang lebih tinggi sehingga sangat membantu dalam pertumbuhan ternak di samping pakan lainnya yang dikonsumsi. Limbah buah merah sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pakan
Cover Depan, Daftar Isi dan Dewan Redaksi Admin Pastura
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 2 (2018): Pastura Vol. 7 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.874 KB)

Abstract

Jurnal pastura kali ini merangkum berbagai manuskrip tentang tumbuhan pakan tropik dariberbagai aspek budidaya dan pengembangan Ipteks tumbuhan pakan tropik. Jurnal pasturakali ini mengungkap hasil riset Ipteks tumbuhan pakan antara lain: terungkapnya brbagaitumbuhan local yang memiliki potensi besar sebagai tanaman pakan, pemanfaatan tanamanIndigofera zollingeriana untuk memacu mempecepat produktivitas ternak ruminansia kecilserta berbagai teknologi budidaya tanaman pakan yang bermanfaat untuk ikembangkandi berbagai daerah. Penggunaan berbagai jenis pupuk organik serta potensinya untukemningkatkan pertumbuhan dan produksi hijauan tampak masih menjadi kajian yangmenarik bagi kaangan ilmuwan tumbuhan pakan Indonesia.
POTENSI PENINGKATAN PRODUKSI PAKAN DAN KESUBURAN LAHAN SEBAGAI DAMPAK DARI PENANANAMAN HMT PADA LAHAN PINGGIR PEMBATAS TEGALAN DAN KEBUN (STUDI KASUS KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG BALI) I M. R. Yasa; I N. Adijaya; I N. Suyasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.612 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p11

Abstract

The research was carried out from April 2010 – March 2011 to analyze the potential increase of food production and soil fertility as an impact of planting green fodder (HMT) at dry land and gardens boundary of Gerokgak, Buleleng, Bali. The method was using dynamic system approach supported by Participatory Rural Appraisal (PRA) method for identification system. The parameters being analyzed were forage production and potential N addition to soil. The results showed that planting of forage crops interspersed with gamal and lamtoro at 1 (one) meter spacing and underneath them planted with king grass at 0.5 meters as plant boundary of dry land and gardens which potential to increase food production on the average of 83, 1%, or 46 468 tons / year in 2011 and up to 60.754 tons in 2034 compared to the actual production. Besides, planting legume trees (Gliricidia and lamtoro) would be potential to increase nitrogen supply to soil from 83.3 tons up to 91.6 tons.
PRODUKTIVITAS PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT UNGGUL DENGAN LEGUM LOKAL PADA LAHAN GALIAN C DI KABUPATEN KARANGASEM Budiasa, I K.M.; I W. Wirawan; I W. Suarna
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.857 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p12

Abstract

This research to be carried out in the dryland area at Karangasem Regency with the aim of increasing forage productivity quantitavely and in quality and also can be available sustainably. Feed plants are one of the potentials that can be developed on critical land as an effort to increase land productivity so that over land conversion or over exploitation of land that has a negative impact on the enviroment can be minimized. As well as the sand quarry area, which the community mines as wide as posible for reasons of less productive even though the mining doesn’t get permission by the local goverment because it it a protected area and wear absorption. The experiment will use 2 types superior grass, namely Paspalum atratum and Panicum maximum cv Trichogume, and one type of local legume that has been adaptive to the local enviroment, namely Centrocema pubescens. The purpose of research is to get information about Productivity of Paspalum atratum and Panicum maximum Cv Trichoglume Mixed Cropping with Centrocema pubescense, both from the argonomic and nutritional aspect. The experimental design that will be used is block design that consists of 3 groups as replication and 6 treatment, so that there will bw 18 plots (18 research unit). The results of study showed that the growth of grass in the Passpalum atratum monoculturally was better then Panicum maximum grass, as well as the nutrient content. Better growth also occurs in mixed Paspalum maximum grass planting with Centrocema pubescens compare to Panicum atratum with Centrocema pubescens. In the planting of the mixture of both types of grass with legume Centrocema pubescens it was concluded that, the types of grass of Paspalum atratum is more dominant than the Panicum maximum. Keyword: Paspalum atratum, Panicum maximum, Centrocema pubescens, sand quarry, mixed cropping
FENOMENA TANAMAN GLIRISIDIA (Glyrisidia maculata) DI PANTAI PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN Eko Hendarto; Suwarno Suwarno; Pramono Soediarto
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 1 (2016): Pastura Vol. 6 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.978 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v06.i01.p07

Abstract

In order to achieve sustainable prosperity of human being, some support factors are needed, one of which is the fullfilment of animal protein requirement. One of the producers of animal protein is ruminant whit its products in the forms of meat and milk. The main feedstuff for ruminant is forage that can be supplied in part, by Glyricidia (Glyrisidia maculata), Petanahan a sub-district, coastal area of Kebumen, is one of the locations where both tame or wild Glyricidia (Glyrisidia maculata) flowishers. To know the condition of Glyricidia (Glyrisidia maculata) that grow in coastal area, a study was conducted. Survey method was employed in this research as the study of naturalistic paradigm. The study use phenomenology as its principts. The observed phenomena were the Glyricidia (Glyrisidia maculata) growth ang its utilization potential for human life. The results of this research showed that Glyricidia (Glyrisidia maculata) able to grow on coastal area up to the distance of 150 meters from the brime of coastal on the sandyland, it withsands drought. The leaves of Glyricidias (Glyrisidia maculata) are still green, the plants bear flowers and peas during dry seasons, and they can supports the life of 400 adult goats that lived in village of Tegalretno, Petanahan sub- district, the district of Kebumen.Keywords : Phenomenon, Glyricidia (Glyrisidia maculata), sandy soil and goat.
PRODUKSI PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DAN POTENSI PENGEMBANGAN SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM KECUKUPAN DAGING DI PAPUA BARAT Onesimus Yoku; Andoyo Supriyantono; Trisiwi Widayati; Iriani Sumpe
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.46 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p11

Abstract

Papua Barat merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan ternak sapi potong karena daya dukung wilayah cukup luas. Ketersediaan sumberdaya alam tesebut memberikan peluang besar bagipengembangan usaha peternakan sapi bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botanis, kapasitas tampung, dan potensi produksi hijauan pakan di dataran Kebar Kabupaten Tambraw Provinsi PapuaBarat. Komposisi botanis dianalisis dengan metode ranking (dry weight rank) yaitu dengan mengobservasi hanya tiga jenis hijauan yang mempunyai kontribusi besar, dan menetapkannya sebagai ranking 1, 2,dan 3 berdasarkan bahan kering, sedangkan produksi hijauan pakan diestimasi dengan metode cuplikan menggunakan kuadrat berukuran 1 m2 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 100% hijauan padapadang penggembalaan didominasi jenis rumput; kapasitas padang penggembalaan alam sangat rendah yaitu 0,48-1,70 UT/ha/tahun; dan produksi hijauan pada padang penggembalaan alam sangat tidak potensial untuk rencana pengembangan ternak sapi bali dan/atau sapi potong untuk mendukung program kecukupan daging sapi di Provinsi Papua Barat.
KAJIAN DETOKSIFIKASI ASAM SIANIDA PADA KETELA POHON (Manihot esculenta Crantz) MELALUI PEMETIKAN PUCUK BATANG T.G. Belawa Yadnya; A.A.A.S. Trisnadewi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 1 (2017): Pastura Vol. 7 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.364 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v07.i01.p04

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemetikan pucuk batang terhadap detoksifikasi asam sianida pada ketela pohon. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu ketela pohon tanpa dipetik pucuk batang (A), ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 2 minggu (B), ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 3 minggu (C), dan ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 4 minggu. Variabel yang diamati kadar HCN pada daun, isi umbi dan kulit, dan kadar pati pada daun, isi umbi dan kulit ubi ketela pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetikan setiap 2, 3, dan 4 minggu terjadi penurunan kadar HCN secara nyata (P<0,05). Hal yang sama juga terjadi penurunan kadar pati pada pemetikan pucuk batang setiap 2 dan 3 minggu secara nyata (P<0,05), sedangkan pada pemetikan setiap 4 minggu tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan ketela pohon yang tidak dipetik pucuk batangnya (kontrol). Dari hasil penetian dapat disimpulkan bahwa pemetikan pucuk batang dapat menurunkan kadar asam sianida dan menurunkan kadar pati, kecuali pada pemetikan setiap 4 minggu tidak berpengaruh terhadap kadar pati ketela pohon. Kata kunci: detoksifikasi asam sianida, kadar HCN, kadar pati, ketela pohon.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TERNAK SAPI MELALUI PENGEMBANGAN HIJAUAN DI SULAWESI UTARA F.H. Elly; M.A.V. Manese; D. Polakitan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p02

Abstract

The cattle have the role of importance for welfare of this group in North Sulawesi. Its problems is availability feed often fall short the requirement of cattle own group. Based on these problems has made   the study of the empowerment group to develop forage for cattle feed. The rationale that food availability is a major constraint to increased production of beef. The quality and quantity of forage consumed feed cattle owned by farmers is very low. Knowledge of the group to supply a continuous feed is still very low. Extension and application of science and technology is easier to do for the group. Planting forage that has been done in an effort to meet the needs of feed by cattle as well as to optimize the utilization of idle land. Introductions superior forage has been done by empowering groups of cattle. In conclusion, the development has been done for some groups through education about the benefits of the development and practice of planting quality grass forage. Introductions grass dwarft conducted with the aim to increase the supply of feed for the cattle. Advice for the government to facilitate the development of forage in North Sulawesi.