cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM 5 YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD BADUNG PERIODE TAHUN 2017-2018 I.B.GDE ANANTA MAHESVARA; WAYAN PUTU SUTIRTA YASA; AAN. NGURAH SUBAWA
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P06

Abstract

ABSTRAK Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi daninsidensi gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya terapi yang tinggi. Stadium PGK dibagi menjadi 5, berdasarkan laju filtrasi glomerulus (LFG) yang masih dapat dihasilkan ginjal, dimana halini mencerminkan fungsi ginjal. Untuk pasien dengan PGK stadium 5, terapi hemodialisis (HD) merupakansalah satu pilihan utama yang sering digunakan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untukmengetahui prevalensi dan karakteristik pasien dengan PGK stadium 5 yang menjalani HD di RSUDBadung periode tahun 2017-2018. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalahpenelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif cross-sectional study. Sampel penelitian diambil daricatatan medis populasi terjangkau secara consecutive sampling. Penelitian dilaksanakan di Instalasi RekamMedis RSUD Badung dengan sumber data yang diambil selama 1 tahun, yaitu dari Januari tahun 2018sampai dengan Desember 2018. Pada penelitian ini didapatkan prevalensi PGK stadium 5 yang menjalaniHD di RSUD Badung sebesar 0,0003%. Pasien PGK stadium 5 yang paling banyak menjalani HD adalahsebagai berikut: pasien dengan jenis kelamin laki-laki, pasien berusia 50-59 tahun, pasien yang menjalaniHD selama <12 bulan, pasien dengan diagnosis etiologis pielonefritis kronik (PNC), pasien dengan aksesvaskular arteriovenous fistula (AVF), pasien dengan kadar hemoglobin (HB) 7-10 g/dL, pasien dengankadar kalsium (Ca) <8,4 mg/dL, pasien dengan kadar fosfat (PO4) >5,5 mg/dL, pasien dengan kadar produkCa x PO4 <55 mg2/dL2, dan pasien dengan kadar asam urat <7 mg/dL.Kata Kunci: PGK, stadium 5, hemodialisis, RSUD Badung ABSTRACTChronic kidney disease (CKD) is a global public health problem with increased prevalence and incidence of kidney failure, bad prognosis and high cost of therapy. CKD is divided into 5 stages, based onthe glomerular filtration rate (GFR) that the kidneys can still produce, which reflects to kidney function.For patients with stage 5 CKD, hemodialysis (HD) therapy is one of the main choices that are often used.The purpose of this study was to determine the prevalence and characteristics of patients with stage 5 CKDwho underwent HD on Badung General Hospital in the year of 2017-2018. The research design used in thisstudy was a descriptive study with a retrospective cross-sectional study approach. The study sample wastaken from population medical records by consecutive sampling. The study was carried out in the MedicalRecord Installation of Badung General Hospital with data sources taken for 1 year, from January 2018 toDecember 2018. In this study, the prevalence of stage 5 CKD which underwent HD in Badung GeneralHospital was 0.0003%. Stage 5 CKD patients who underwent the most HD were as follows: patients with male gender, patients aged 50-59 years, patients underwent HD for <12 months, patients with etiological diagnosis of chronic pyelonephritis (PNC), patients with AVF vascular access, patients with hemoglobin (HB) levels 7-10 g/dL, patients with calcium (Ca) <8.4 mg/dL, patients with phosphate levels (PO4) >5.5 mg/dL, patients with product levels Ca x PO4<55 mg2/dL2, and patients with uric acid level <7 mg/dL. Keywords: CKD, stadium 5, hemodialysis, Badung General Hospital
GAMBARAN KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH DENPASAR BALI Natalia Jennifer Handika; Ni Ketut Putri Ariani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang tergolong penyakit kronik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronik, yang kemungkinan besar tidak dapat disembuhkan, perasaan stres terbebani oleh penyakit yang diderita dan pengobatan serta diet yang harus dijalani hal inilah yang menyebabkan sebagian besar penderita mengalami perubahan psikologis yaitu depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian depresi secara umum dan berdasarkan karakteristik sampel pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Bali baik secara keseluruhan dan berdasarkan karakterisitik sampel. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif potong lintang (cross-sectional descriptive) dilakukan dengan mengikutsertakan pasien DM tipe 2 yang sedang melakukan perawatan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Bali pada bulan April 2016 - Juli 2016. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner BDI (Beck Depression Inventory) untuk menilai tingkat keparahan depresi pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Bali. Terdapat 46 pasien DM tipe 2 sebagai responden penelitian. Gambaran tingkat depresi yang ditemukan yaitu depresi ringan dengan jumlah 20 orang (43,5%), depresi minimal dengan jumlah 15 orang (32,6%), depresi sedang dengan jumlah 8 orang (17,4%) dan depresi berat berjumlah 3 orang (6,5%). Distribusi tingkat depresi berdasarkan karakteristik sampel seperti jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan, status perkawinan, dan pekerjaan. Kata kunci: depresi, DM Tipe 2, Beck Depression Inventory (BDI)
KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA PADA GERIATRI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015-2017 Made Surya Dharmawan; Gede Budhi Setiawan; I Gst Ngr Wien Aryana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P11

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering ditemukan. Kejadian kanker payudaradipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu salah satunya meningkatnya usia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik kanker payudara pada geriatri di RSUP Sanglah tahun 2015-2017 berdasarkanusia, stadium, tipe histologi, grading dan metastasis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganrancangan penelitian potong-lintang. Subjek penelitian adalah 52 pasien geriatri dengan kanker payudarayang diambil pada tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2017. Data penelitian adalah data sekunderyang diambil dari Instalasi Rekam Medis dan SMF Onkologi RSUP Sanglah Denpasar. Hasil penelitianmenunjukkan frekuensi kejadian kanker payudara paling tinggi terjadi pada rentang usia ?65-70 sebanyak37 pasien (71,2%). Angka kejadian kanker payudara tertinggi didapatkan pada stadium IV yaitu 13 orang (25%), didapatkan juga tipe histopatologi pada kejadian kanker payudara tertinggi yaitu tipe invasivecarcinoma no spesial type yaitu 41 pasien (78,8%). Grading tertinggi pada kanker payudara adalah gradeIII dengan angka kejadian 27 pasien (51,9%). Angka kejadian kanker payudara lebih banyak tanpametastasis yaitu 39 pasien (75%) dan kejadian kanker payudara dengan metastasis dengan angka kejadian13 pasien (25%). Kata Kunci: Kanker Payudara, Geriatri, Stadium, Grading, Metastasis ABSTRACT Breast cancer is one of the most common cancers. The incidence of breast cancer is influenced by manyfactors, one of them is increasing age. This study aimed to determine the characteristics of geriatric breastcancer in Sanglah Hospital in 2015-2017 based on age, stage, histology type, grading and metastatic. Thisresearch was a descriptive study with a cross-sectional study design. The research subjects were 52 geriatricpatients with breast cancer taken on January 1, 2015 to December 31, 2017. The research data wassecondary data taken from the Medical Record Installation and Oncology SMF Sanglah Hospital Denpasar.The results showed the highest frequency of breast cancer incidence occurred in the age range of ?65-70 asmany as 37 patients (71.2%). The highest incidence of breast cancer was found in stage IV, which was 13people (25%), and histopathological type at the highest breast cancer type was found, namely the type ofinvasive carcinoma no special type, 41 patients (78.8%). The highest grade in breast cancer was grade III with an incidence of 27 patients (51.9%). Breast cancer incidence was more without metastasis, namely 39 patients (75%) and the incidence of breast cancer with metastasis were 13 patients (25%). Keywords: Breast Cancer, Geriatric, Staging, Grading, Metastatic
GAMBARAN KLINIKOPATOLOGI TUMOR GLIA TAHUN 2014 - 2018 DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Kadek Yana Parastuta; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati; Herman Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P02

Abstract

Tumor glia merupakan tumor neuroepitelial yang paling sering terjadi. Hingga saat ini data jumlah pasien tumor glia di Bali belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinikopatologi pasien tumor glia di Bali dari 1 Januari 2014–31 Desember 2018. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif potong lintang. Data diambil dari arsip hasil pemeriksaan histopatologi di Instalasi Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Selama lima tahun diperoleh 84 kasus tumor glia. Rentang usia pasien antara 5 bulan sampai 84 tahun, dengan kelompok usia terbanyak pada dekade keempat. Prevalensi kejadian tumor glia berdasarkan jenis kelamin lebih sering dijumpai pada laki-laki yaitu hampir dua kali dibandingkan dengan prevalensi pada perempuan. Lokasi tumor paling sering adalah pada serebri. Tipe histologi tumor yang tersering adalah tumor astrositik, dengan glioblastoma yang dikelompokkan dalam klasifikasi tumor glia grade IV menurut WHO. Kata Kunci: Tumor Glia, Klinikopatologi, Otak, Medula Spinalis, Bali
KARAKTERISTIK FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EPILEPSI PADA ANAK DI DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA/RSUP SANGLAH DENPASAR Putu Asita Pungky Mithayayi; Dewi Sutriani Mahalini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P16

Abstract

ABSTRAK Epilepsi merupakan penyakit paroksismal yang memiliki karakteristik kejang berulang tanpaprovokasi dengan jarak antar kejang lebih dari 24 jam. Angka insiden epilepsi cukup tinggi pada anak.Tujuan dari penelitian ini adalah mencari karakteristik faktor-faktor yang berhubungan dengan epilepsipada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif longitudinal. Sampel penelitiandiambil melalui metode total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Selamaperiode penelitian dari bulan Maret hingga Agustus 2016, didapatkan 82 sampel yang memenuhi kriteriapenelitian. Proporsi kejadian setiap faktor yang berhubungan dengan epilepsi pada anak yang diteliti,antara lain riwayat trauma dalam kandungan (1,2%), riwayat infeksi intrauterine (1,2%), riwayatkelahiran preterm (6,1%), riwayat BBLR (9,8%), riwayat asfiksia (14,6%), riwayat trauma perinatal(3,7%), riwayat infeksi post-natal (13,4%), riwayat trauma kepala (7,3%), riwayat kejang demam(32,9%), dan riwayat kejang dalam keluarga (25,5%). Simpulan penelitian ini adalah riwayat kejangdemam merupakan faktor yang memiliki proporsi kejadian paling tinggi di antara faktor-faktor yanglainnya.Kata Kunci : epilepsi, anak, faktor yang berhubungan dengan epilepsi. ABSTRACTEpilepsy is a paroxysmal disease that has the characteristic of recurrent unprovoke seizures with occuring more than 24 hours apart. The incidence of epilepsy is quite high in children. The purpose of thisstudy was to describe the characteristics of factors related to epilepsy in children. This study used alongitudinal descriptive design. Samples that were used in this study was taken with total samplingmethod for all the samples that are matched to the inclusion and exclusion criteria. During the studyperiod from March to August 2016, there were 82 samples which included to inclusion criteria. Theresults was proportion of each factor associated with epilepsy in children, including a history ofintrauterine trauma (1.2%), intrauterine infection (1.2%), preterm birth (6.1%), low birth weight (9.8%),asphyxia (14.6%), perinatal trauma (3.7%), post-natal infection (13.4%), head trauma (7.3%), history offebrile seizures (32.9%), and history of seizures in the family (25.5%). The conclusion of this study wasthe history of febrile seizures has the highest proportion of occurence among other factors.Keywords: epilepsy, children, related factors to epilepsy
Gambaran Ultrasonografi Ginjal Pada Penyakit Ginjal Kronis di RSUP Sanglah Denpasar Jessica Christy; Elysanti Dwi Martadiani; Firman Parulian Sitanggang
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P07

Abstract

ABSTRAKPenyakit ginjal kronis (PGK) memiliki laju insidensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Penggunaan teknik pencitraan ultrasonografi (USG) dapat dimanfaatkan dalam mendiagnosis sekaligusmenentukan etiologi dari PGK. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gambaran USG padapasien PGK di RSUP Sanglah. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif denganpendekatan cross-sectional, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Datadiambil berdasarkan rekam medis pasien periode Januari 2015-Desember 2015. Rekam medis yangtidak lengkap dan pasien dengan kelainan ginjal di ekslusi dari studi ini. Didapatkan total sebanyak 45pasien yang memenuhi syarat untuk mengikuti studi ini. Pasien sebagian besar adalah lelaki (64,4%),berusia 50-59 tahun (33,3%) dan tergolong dalam PGK derajat 5 (48,9%). Secara umum gambaranyang ditemukan berupa 73,3% ukuran ginjal normal, 85,6% peningkatan ekogenisitas, 81,1% adanyabatas korteks yang tidak jelas, 77,8% sistem pelviocalyceal normal, dan ditemukan adanya masa kistikpada 21,1% sampel, batu ginjal pasa 16,7% sampel dan massa lainnya pada 2,2% sampel. GambaranUSG pada pasien PGK di RSUP Sanglah sudah sesuai dengan literatur yang ada sebelumnya. Studianalitikal lebih lanjut dengan operator USG yang konsisten mungkin dapat dilakukan untukmendapatkan hasil yang lebih representatif. Kata kunci: Pencitraan, Penyakit Ginjal, RSUP Sanglah ABSTRACTChronic kidney disease (CKD) has an increasing incidence rate from year to year. The use ofultrasound imaging (USG) techniques can be utilized in diagnosing and determining the etiology ofCKD. This study aims to determine the characteristics of ultrasound images in CKD patients atSanglah General Hospital. The study used a retrospective descriptive design with a cross-sectionalapproach, and sampling was done by total sampling technique. Data was taken based on the patient'smedical record for the period of January 2015-December 2015. Incomplete medical records andpatients with kidney abnormalities were excluded from this study. A total of 45 patients were eligiblefor this study. Most of the patients were men (64.4%), aged 50-59 years (33.3%) and classified as fifthgrade CKD (48.9%). In general, the images found were 73.3% normal kidney size, 85.6% increasedechogenicity, 81.1% had unclear cortex limits, 77.8% normal pelviocalyceal systems, and cysticperiods were found at 21.1% samples, basic kidney stones 16.7% samples and other mass in 2.2%samples. The description of ultrasound in CKD patients at Sanglah Hospital is in accordance with theprevious literature. Further analytical studies with consistent ultrasound operators may be possible toobtain more representative results. Keywords: Imaging, Kidney Disease, Sanglah General Hospital
INSIDEN TUBEX POSITIF PADA PASIEN ANAK-ANAK YANG DICURIGAI DEMAM TIFOID DI RSUP SANGLAH DENPASAR Michael Christian Widjaja; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P12

Abstract

ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi bakteriSalmonella typhii yang memunculkan gejala sistemik pada penderitanya. Demam tifoid mudahdijumpai di wilayah-wilayah yang memiliki kualitas kebersihan dan sanitasi yang tidakmemadai. Wilayah tersebut umumnya memiliki iklim tropis dan sub-tropis. Setiap tahun,diperkirakan jumlah kasus tifoid terjadi sebanyak 20 juta kasus di seluruh dunia, dimana200.000 diantaranya mengakibatkan kematian. Di Indonesia, prevalensi tifoid diperkirakanmencapai 800 per 100.000 penduduk pada tahun 2007, dengan hampir dua pertiga nyamenjangkiti usia 4-19 tahun. Tingkat kematian pada pasien rawat inap mencapai hingga 10persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah insiden pemeriksaan Tubexmemberikan hasil positif pada pasien anak-anak usia 5-11 tahun (berdasarkan kriteria usia anaktahun 2009 menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia) yang dicurigai dengan demamtifoid dan dirawat inap di RSUP Sanglah. Metode penelitian ini adalah potong-lintang yangdiambil dari data rekam medik selama periode waktu bulan Maret hingga September 2016.Hasil penelitian adalah, dari 66 rekam medik pasien anak-anak yang dirawat inap dengankecurigaan demam tifoid, didapatkan delapan pasien yang memiliki hasil Tubex positif. Denganrerata usia pasien 7,6 tahun, proposi penderita laki-laki sebesar 50% dan penderita perempuan50%, sesuai dengan teori epidemiologi demam tifoid dimana tidak ada perbedaan insiden yangsignifikan pada kedua jenis kelamin. Nilai pemeriksaan Tubex yang didapatkan bervariasi,berkisar dari +4 hingga +8. Kata Kunci: demam tifoid, insiden, anak, RSUP Sanglah ABSTRACT Typhoid fever is an infectious disease caused by bacilli Salmonella typhii which showedsystemic symptoms in patient. Typhoid fever still easily found in areas with poor hygiene andsanitation. Those areas are generally had tropic and sub-tropic climate. Each year, about 20million of typhoid cases are reported worldwide, while 200.000 of them ended with mortality.In Indonesia, prevalence of typhoid fever in year 2007 was up to 800 cases per 100.000population, while two-third of them attacked age group of 4 to 19 years old. Mortality rate inhospitalized patients was up to ten percent. This research was aimed to find out the frequency ofoccurrence of positive Tubex result in children who was suspected with typhoid fever andhospitalized at RSUP Sanglah. Age criteria of children is five to eleven year old, based onIndonesia Department of Health, in year 2009. Research method used is cross-sectional, while Tubex test result gathered from assessment of medical records within the period from March toSeptember 2016. The result was, from 66 medical records of hospitalized children patientssuspected with typhoid fever, eight patients had positive Tubex result. Mean age of patients was7.6 year old, gender proportion was 50% male and 50% female, parallel to popular theoriesabout typhoid fever which says there was no specific difference of typhoid fever occurrencebetween male and female. All patients diagnosed by Tubex examination, with various valuefrom +4 up to +8. Keywords: typhoid fever, incident, children, RSUP Sanglah
GAMBARAN STATUS GIZI ANAK BERDASARKAN POLA MAKAN DAN POLA ASUH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BATUR Christiana Hertiningdyah Sulistiani; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P03

Abstract

ABSTRAK Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah di negara yangmemiliki sumber daya terbatas, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran status gizi anak usia sekolah (6-12 tahun) berdasarkan pola makan dan pola asuh. Penelitianini merupakan studi deskriptif yang menggunakan desain cross-sectional. Subyek penelitian terdiri darisiswa kelas 5 dan 6 di Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kintamani, Bali. Sebanyak 43 anak sekolah dasar(SD) yang dipilih menggunakan metode stratified random sampling dilibatkan dalam penelitian ini.Data penelitian diperoleh melalui pengukuran langsung dan wawancara. Pengukuran langsung atauantropometri dilakukan untuk mendapatkan data tinggi badan dan berat badan. Sedangkan wawancaradilakukan untuk mendapatkan data karakteristik, pola makan, dan pola asuh. Analisis data penelitiandilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian malnutrisi padaanak SD sebesar 30,2% terdiri dari status gizi kurang 2,3% dan status gizi lebih 27,9%. Siswa denganstatus gizi kurang dijumpai lebih banyak pada anak yang sarapan setiap hari (2,6%), membawa makanandari rumah setiap hari (10%), jajan di sekolah setiap hari (2,6%), makan camilan kadang-kadang (5,9%),tidak vegetarian (2,7%), dan mendapatkan pola asuh demokratis (3,6%). Siswa dengan status gizi lebihdijumpai lebih banyak pada anak yang tidak pernah sarapan (100%), tidak pernah membawa makanandari rumah (31%), jajan di sekolah setiap hari (29%), kebiasaan makan camilan setiap hari (44,4%),tidak vegetarian (30,6%), dan mendapatkan pola asuh permisif (50%). Kejadian malnutrisi pada anakSD cukup tinggi sehingga diperlukan strategi atau upaya untuk menurunkan kejadian malnutrisi besertadampaknya pada siswa. Kata kunci: status gizi, sekolah dasar, pola makan, pola asuh ABSTRACT Malnutrition in children remains as a public health problem in school-aged children incountries with limited resources, including Indonesia. The aim of this study is to know thedescription of the nutritional status of school-aged children (6-12 years) based on diet andparenting. This is a descriptive study with cross-sectional research design. The subjects were 5thand 6th grade students at Batur 3 Elementary School, Kintamani, Bali. A total of 43 elementaryschool children were selected using a stratified random sampling method was involved in thisstudy. The data of this study was obtained by direct measurements and interviews. Directmeasurements or anthropometric were carried out to obtain height and weight data. Whereasinterviews were conducted to obtain data on characteristics, diet, and parenting. Data analysisdone in univariate and bivariate. The results showed that the incidence of malnutrition inelementary school children by 30.2% consisted of an under nutritional status of 2.3% and over
DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENOLAKAN OTOPSI PADA KASUS KEMATIAN YANG DIDUGA TIDAK WAJAR Putu Pradnyasanti Laksmi; IB Putu Alit; Henky .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P17

Abstract

ABSTRAK Dalam mencari penyebab kematian pada kasus kematian tidak wajar, maka pihak yang berwenangdapat meminta bantuan dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan jenazah (otopsi). Namun padapelaksanaannya, otopsi mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Adapun beberapa alasan terkaitpenolakan otopsi tersebut, dapat dilihat dari faktor internal, eksternal, maupun impersonal. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penolakan otopsi pada kasuskematian yang diduga tidak wajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectionalmelalui wawancara yang dilakukan terhadap keluarga dari jenazah yang dapat dihubungi denganketerangan diperlukan pemeriksaan luar (PL), yang diambil dari buku register Instalasi KedokteranForensik RSUP Sanglah pada periode Agustus 2018 sampai Februari 2019. Dari 89 respondenpenelitian ini, didapatkan sebanyak 87,6% menolak untuk dilakukan otopsi, dan 88,5% dari jumlahtersebut juga menolak untuk melanjutkan ke jenjang hukum apabila sewaktu-waktu dipanggil. Kata kunci: Kematian tidak wajar, otopsi, penolakan otopsi ABSTRACT In searching for the cause of death in cases of unnatural death, the authorities might request for theassistance of forensic doctor to carry out an examination (autopsy). But during its implementation,autopsy had decreased from year to year. As for several reasons related to the autopsy refusal, it couldbe examined through the internal, external and impersonal factors. The aim of this study was todetermine the factors that plays important role in autopsy refusal in these allegedly unnatural cases ofdeath. This study used a cross-sectional method through interviews conducted with the family of thedeaths whom could be contacted with information on the need for an external examination (PL), takenthrough the registration data of Forensic Medicine Installation of Sanglah Hospital from August 2018to February 2019. Out of the 89 respondents involved in this study, it was found that 87.6% hadrefused to perform an autopsy, and 88.5% of that number also refused to proceed to the level of law ifat any time called. Keywords: Unnatural death, autopsy, autopsy refusal
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADA POLISI DI POLDA BALI TAHUN 2016 Made Ayu Devi Pita Loka; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P08

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) sudah semakin banyak ditemui. Oleh karena itu, penting bagimasyarakat untuk memiliki pengetahuan mengenai DM, terutama faktor risikonya sehingga dapatdicegah lebih dini. Prevalensi DM diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 21,3 juta dari8,4 juta pada tahun 2000 di Indonesia. Proporsi penyebab kematian akibat DM di Indonesia padakelompok usia 45-54 tahun daerah perkotaan mendapat peringkat ke-2 yaitu sebesar 14,7%, dan yangterjadi pada daerah luar perkotaan menduduki peringkat ke-6 dengan persentase sebesar 5,8%.Kejadian DM pada populasi polisi sebesar 37%, sehingga penelitian ini ditujukkan untuk mengetahuitingkat pengetahuan masyarakat mengenai DM, yang dikhususkan pada pengetahuan mengenai faktorrisiko DM pada polisi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross-sectional. Penelitiandilakukan di Rumah Sakit Trijata selama satu bulan, mulai dari Oktober 2016 hingga November 2016.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan dari56 responden, mayoritas berusia 20-44 tahun (n=46 atau 80,7%), dengan tingkat pengetahuan yangrendah sebanyak 24 orang (42,86%) dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 32 responden (57,14%).Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang tinggi tentangfaktor risiko DM. Kata kunci: Pengetahuan, Faktor Risiko, DM, PolisiABSTRACT There are more and more people with diabetes mellitus (DM) is found. Therefore, it isimportant for the community to have knowledge about DM, especially the DM risk factors, and sothat the incidence of DM can be early prevented. The prevalence of DM in Indonesia, is beingpredicted to increase about 21.3 millions in year 2030 from 8.4 millions in year 2000. The cause ofdeath proportion by DM in Indonesia was found in a group of 45-54 years old that happened amongurban, ranked second with percentage of 14.7%. Meanwhile, among rural areas was ranked sixth withpercentage of 5.8%. The incidence of DM was found 37% among polices, therefore this research wasdone with the purpose of knowing the knowledge level in the community about DM, devoted to theeducation of DM risk factors among polices. The research was done by cross-sectional method. Thisresearch took place in Trijata Hospital, completed within a month, from October to November 2016.Data was collected by questionnaire. Total of respondents was 56 people, and the majority ofrespondents was 20-44 years old (n=46 or 80.7%). The results, respondents with low education levelwas 24 people (42.86%), while the respondents with high education level was 32 people (57.14%).Our conclusion is the majority of respondents already had a high knowledge level about DM riskfactors. Keywords: Knowledge, Risk Factors, DM, Police

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue