cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH BERDASARKAN DATA DEMOGRAFI, TEMUAN KLINIS DAN GAYA HIDUP Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi; Ni Nyoman Ayu Dewi; I Wayan Surudarma; I Made Mahayasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.813 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P12

Abstract

ABSTRAKKanker kolorektal merupakan salah satu keganasan dengan tingkat morbiditas dan mortalitastertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Studi karsinogenesis global menyatakan bahwa terdapatfaktor lingkungan multipel memegang peranan yang sangat penting dan beraksi langsung maupuntidak langsung terhadap predisposisi defek genetik. Meski demikian, generalisasi data tersebutbelum dapat diaplikasikan di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui karakteristik pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)Sanglah berdasarkan data demografi, temuan klinis, serta gaya hidup. Penelitian ini adalah studideskriptif cross-sectional yang dilakukan selama empat bulan di RSUP Sanglah. Prosedurpenelitian berupa pengumpulan data karakteristik dari data rekam medis pasien kanker kolorektal(total sampling dari bulan September-Desember 2016) menggunakan lembar ekstraksi data.Analisis data secara deskriptif menggunakan program SPSS versi 23. Total 20 orang pasien kankerkolorektal dengan 13 diantaranya memenuhi kriteria sampel. Secara demografi, pasien berjeniskelamin perempuan (92,3%) dan usia lebih atau sama dengan 50 tahun (92,3%) memiliki frekuensiyang paling banyak. Gejala klinis bervariasi dengan nyeri perut bawah (84,6%), tinja bercampurdarah (69,2%), gejala anemia (69,2%) dan penurunan nafsu makan (69,2%) yang paling seringdikeluhkan. Sebagian besar pasien memiliki komorbid (76,9%), stadium kanker akhir (46,2%), danhasil laboratorium abnormal (92,3%) untuk temuan klinis. Gaya hidup berupa riwayat rutinolahraga, merokok dan konsumsi minuman beralkohol tidak ditemukan. Sebagai kesimpulan, jeniskelamin wanita dengan usia tua, dengan gejala nyeri perut bawah dan hasil laboratorium abnormalmerupakan karakteristik paling umum yang ditemukan pada pasien kanker kolorektal di RSUPSanglah. Kata kunci: Karakteristik, kanker kolorektal, demografi, temuan klinis, gaya hidup
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) Putu Indri Widiani; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.586 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P05

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan serius yang masih dihadapi Indonesia karena masih tingginya mobiditas dan mortalitas. Salah satu bakteri yang sering mengakibatkan infeksi dan dapat berakibat fatal adalah bakteri MRSA.Infeksi bakteri MRSA sering menimbulkan masalah dalam pengobatan karena sifat bakteri ini yang resisten terhadap banyak antibiotika.Penggunaan bahan-bahan yang bersal dari tanaman obat bisa menjadi alternative untuk pengobatan infeksi oleh bakteri MRSA, salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun kelor sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA.Metode yang digunakan adalahmetode eksperimental dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%.Bakteri MRSA akan diuji dengan etanol (kontrol negatif), linezolid 30mg (kontrol positif) dan konsentrasi ekstrak (25%, 50%, 75%, 100%) dengan 6 kali pengulangan. Hasil yang didapatkan diketahui konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% mampu menghambat pertumbuhan bakteri MRSA secara in vitro, dimana konsentrasi 75% memiliki kekuatan daya hambat tertinggi namun masih lebih lemah dibandingkan dengan antibiotik linezolid (kontrol positif). Kata Kunci: Bakteri MRSA, daun kelor, etanol 96%
FAKTOR PENDUKUNG KESUKSESAN VAGINAL BIRTH AFTER CAESAREAN (VBAC) PADA PASIEN DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2015 – JUNI 2016 Benedicta Audrey Maharani; Ida Bagus Gde Fajar Manuaba; Jaqueline Sudiman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.008 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P08

Abstract

Sebagian besar pasien dan dokter lebih memilih untuk melakukan seksio sesarea berulang dengan risiko terjadinya plasenta akreta dibandingkan melakukan VBAC. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan panduan untuk menilai kapan metode VBAC sebaiknya dilakukan sehingga dapat mengurangi angka seksio sesarea di RSUP Sanglah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sampel berupa rekam medis di RSUP Sanglah pada periode Januari 2015- Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan rasio untuk faktor usia ibu saat melahirkan di bawah 30 tahun yaitu 4:5, Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu sebelum hamil ? 30 kg / m2 yaitu 5:5, berat badan bayi saat lahir ? 4000 gram yaitu 5:5, jarak waktu kelahiran seksio sesarea sebelumnya dengan kelahiran saat ini lebih dari 18 bulan yaitu 4:5, dilatasi serviks saat masuk rumah sakit ? 4 cm yaitu 5:5, posisi kepala bayi saat akan lahir occipito-anterior yaitu 5:5, perabaan penurunan bagian terendah janin ?2/5 yaitu 2:5, dan riwayat persalinan pervaginam sebelumnya 2:5. Dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung kesuksesan VBAC yang dapat digunakan sebagai prediktor di RSUP Sanglah yaitu usia ibu saat melahirkan di bawah 30 tahun, IMT ibu sebelum hamil ? 30 kg/m2, berat badan bayi saat lahir ? 4000 gram, jarak kelahiran sesar sebelumnya dengan kelahiran saat ini lebih dari 18 bulan, dilatasi serviks saat masuk rumah sakit ? 4 cm, dan posisi kepala bayi saat akan lahir occipito-anterior. Sedangkan faktor perabaan penurunan bagian terendah janin ? 2/5 dan riwayat persalinan pevaginam sebelumnya tidak dapat digunakan untuk memprediksi kesuksesan VBAC di RSUP Sanglah. Selain itu, pasien yang memenuhi lima dari delapan faktor yang ada cenderung memiliki tingkat kesuksesan VBAC yang lebih tinggi di RSUP Sanglah. Kata kunci: Vaginal Birth After Caesarean, VBAC, factor pendukung
HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH BALI Kadek Pipin Rahina Soethama; Sianny Herawati; Ngurah Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P10

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik dengan hiperglikemi sebagai penanda khasnya dan dapat terjadi resistensi insulin pada DM Tipe 2 yang dikaitkan dengan kenaikan kadar Trigliserida (TG). Menjaga kadar gula darah menjadi dasar dari pengobatan DM Tipe 2. Menormalkan kadar gula darah biasanya disertai pula dengan turunnya kadar TG. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan kadar Gula Darah Puasa (GDP) dengan kadar TG pada penderita DM Tipe 2 di RSUP Sanglah Bali. Penelitian ini dilakukan pada 1 Maret-30 Juni 2016 menggunakan studi analitik cross-sectional terhadap 100 penderita DM Tipe 2 dengan menggunakan data sekunder. Sampel merupakan penderita DM Tipe 2 yang pada rekam medisnya menerangkan hasil pemeriksaan GDP dan TG pada hari yang sama dan berobat di RSUP Sanglah Bali pada periode 1 Januari-31 Desember 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kadar GDP dengan kadar TG (r= 0,772; p= 0,000).Melihat hasil yang ada, penderita DM Tipe 2 harus menjaga kadar gula darahnya dengan baik. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Gula Darah Puasa, Trigliserida
PROFIL PASIEN RUPTUR LIGAMENTUM KRUSIATUM ANTERIOR YANG DILAKUKAN TINDAKAN OPERASI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2018–2019 Kardi Rahayu; , I Gusti Ngurah Wien Aryana; I Wayan Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.576 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P09

Abstract

Ruptur LKA merupakan cedera ligamen lutut yang umum terjadi karena kecelakaan atau olahraga yang membebankan lutut, seperti basket, sepak bola, atau ski. Informasi mengenai hasil terapi operatif kasus ruptur LKA khususnya di RSUP Sanglah belum didokumentasikan dengan baik. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien ruptur LKA yang dilakukan tindakan operasi di RSUP Sanglah tahun 2018–2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medik. Total sampling digunakan dalam penelitian ini dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi didapatkan 32 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan 75,0% kasus merupakan ruptur LKA kronis. Kasus ruptur LKA terbanyak terjadi pada kelompok usia >19 tahun dan lebih banyak terjadi pada laki-laki (78,1%). Mekanisme trauma terbanyak karena cedera non-kontak (56,3%). Berdasarkan lokasi terjadinya ruptur terbanyak adalah LKA sisi kiri (56,3%). Graft yang umumnya digunakan adalah dari peroneus longus tendon (93,8%), dengan diameter ?8 mm (75,0%). Patologi lain yang terbanyak ditemukan adalah cedera meniscal (37.5%). Kasus ruptur LKA dominan merupakan ruptur LKA kronis. Sebagian besar pasien ruptur LKA akut maupun kronis berusia >19 tahun, jenis kelamin laki-laki, karena cedera non-kontak, dengan sebagian besar mengenai LKA sisi kiri. Peroneus longus tendon graft merupakan graft yang paling sering digunakan dengan diameter ?8 mm. Patologi lain yang sering ditemukan adalah cedera meniscal. Maka, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan spesifik diperlukan untuk penelitian analitik kedepannya. Kata kunci: profil, ruptur LKA akut, ruptur LKA kronis.
KARAKTERISTIK PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2017 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Fasha Syawalia Heryaningtyas; I Wayan Artana Putra; Jaqueline Sudiman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.313 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P11

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) atau yang dikenal juga dengan sindroma prahaid. Premenstrual Syndrome dapat didefinisikan sebagai kumpulan keluhan dan atau gejala seperti gejala perilaku, fisik, dan atau perilaku yang terjadi pada wanita usia reproduksi. Penelitian ini memiliki bertujuan untuk mengetahui karakteristik premenstrual syndrome pada mahasiswi program studi pendidikan dokter angkatan 2017 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatlan dari hasil penyebaran kueisioner, kemudian data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil yang didapat menunjukan bahwa dari 124 responden, sebagian responden berusia 19 tahun (62,1%), yang memiliki gejala psikologis (74,2%), gejala fisik (62,9%), gejala perilaku (46,8%). Pada gejala fisik, responden sebagian responden mengalami timbul jerawat (80,6%) dan nafsu makan meningkat (75,8%). Pada gejala psikologis, sebagian besar responden mengalami perubahan mood (92,7%) dan mudah marah (83,9%), sedangkan pada gejala perilaku responden mengalami suka menentang / berdebat (54,0%) dan mudah menangis (46,0%). Kata kunci: Karakteristik, Premenstrual Syndrome, Mahasiswi
VARIABILITAS TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI BERDASARKAN DERAJAT HIPERTENSI: STUDI POTONG -LINTANG PADA PASIEN RAWAT JALAN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH Desak Putu Puteri Diah Rahtini; I Gde Raka Widiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.675 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P07

Abstract

Derajat hipertensi merupakan salah satu faktor penting yang telah umum diketahui berhubungan dengan kerusakan organ pada penderita hipertensi. Namun berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa variabilitas tekanan darah (VTD) memberikan stres tambahan secara independen dan memiliki korelasi yang lebih tinggi terhadap kerusakan organ. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran hubungan VTD dan derajat hipertensi. Penelitian dilakukan dengan metode observasional deskriptif menggunakan data primer melalui anamnesis dan pengukuran tekanan darah sebanyak 3 kali (interval 2 menit), serta data sekunder diperoleh dari rekam medis. Derajat hipertensi ditentukan melalui rerata tekanan darah yang kemudian diklasifikasikan menjadi hipertensi terkontrol (H0), hipertensi tidak terkontrol ringan (H1), dan hipertensi tidak terkontrol sedang-berat (H2). VTD digambarkan melalui median perbedaan tekanan darah dan koefisien cronbach’s alpha. Dari 37 sampel, sebagian besar adalah laki-laki (65%), berusia 51-60 tahun (54%), dengan riwayat hipertensi dalam keluarga (62%), aktivitas fisik rendah (81%) dan tidak bekerja (38%); sedangkan konsumsi rokok (16%), konsumsi garam berlebih (43%), konsumsi kopi (46%), dan konsumsi alkohol (11%) tergolong rendah. Sebagian besar menderita penyakit ginjal kronis (78%), H1 (49%), dan mengonsumsi ?2 obat antihipertensi (81%), sebagian besar golongan ACEI/ARB (84%). VTD sistolik diperoleh: 4mmHg (0,97), VTD diastolik: 3mmHg (0,97), dan variabilitas mean arterial pressure: 2mmHg (0,97). VTD terbesar terjadi pada VTD sistolik H0: 9mmHg (0,75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nampaknya tidak ada hubungan antara VTD dengan derajat hipertensi. Kata kunci: Variabilitas tekanan darah, derajat hipertensi
PREVALENSI FIBRILASI ATRIUM PADA PASIEN HIPERTIROIDISME DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUP SANGLAH Made Savitra Kusumadewi; Kadek Susila Surya Darma; Wayan Aryadana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P10

Abstract

ABSTRAKFibrilasi atrium merupakan salah satu tipe aritmia yang paling umum ditemukan. Penyebab utama dari fibrilasi atrium adalah kelainan aktivitas kelistrikan jantung sehingga terjadi alirankembali impuls pada miosit jantung. Jika dilihat dari salah satu faktor risiko fibrilasi atrium,hal tersebut berhubungan dengan hipertiroidisme, karena fungsi vital hormon tiroid untukmelakukan regulasi ion Ca2+ pada miosit jantung yang berpengaruh pada fungsi sistolik dandiastolik jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi fibrilasiatrium pada pasien hipertiroidisme di poliklinik endokrin RSUP Sanglah Denpasar pada bulanJanuari 2018–Desember 2018, yakni jumlah pasien terdiagnosis fibrilasi atrium pada pasienrawat jalan yang sebelumnya sudah terdiagnosis hipertiroidisme atau pernah menjalanipengobatan untuk hipertiroidisme. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif potong-lintangdengan desain studi kuantitatif, di mana Peneliti melakukan pengumpulan data denganmenggunakan data rekam medis. Terkumpul sebanyak 97 kasus yang memenuhi kriteriainklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Diagnosis kerja hipertiroidisme berupa Grave’sdisease paling umum ditemukan pada 72 subyek (74,23%) dan didapatkan 6 kasus (6,19%)fibrilasi atrium pada subyek dengan diagnosis kerja hipertiroidisme. Dimana 5 (83,3%) dari 6kasus fibrilasi atrium didapatkan pada subyek dengan diagnosis kerja Grave’s disease, dan 3(50%) dari 6 kasus fibrilasi atrium didapatkan pada subyek dalam kelompok usia dewasaakhir (36-45 tahun). Hasil penelitian berupa, didapatkan 6 kasus fibrilasi atrium paroksismalpada 97 pasien rawat jalan dalam periode Januari-Desember 2018 dengan diagnosis kerjahipertiroidisme. Kata kunci: Fibrilasi atrium, Prevalensi, HipertiroidismeABSTRACT Atrial fibrillation known as one of the most common type of arrythmia. The main thing thatcaused atrial fibrillation was the disturbance in the electrophysiological activity of the heart,thus triggering impulse re-entry in the myocard. Given hyperthyroidism as one of the riskfactors for atrial fibrillation, thyroid hormone have a vital function of regulation Ca2+ ions onthe myocard that affects the heart’s diastolic and systolic function. The purpose of this studywas to find the prevalence of atrial fibrillation in hyperthyroidism patients at EndocrinePolyclinic, Sanglah General Hospital in between the months of January-December 2018, ofwhich the amount of atrial fibrillation diagnoses within outpatients whom previouslydiagnosed with hyperthyroidism or have been treated for hyperthyroidism. This study usedCross-Sectional Descriptive method with a quantitative study design, in which the data wasaccumulated through medical records. There were 97 elligible cases that fulfilled theinclusion criteria and were not excluded by the exclusion criteria. In this study, 72 subjects(74.23%) were diagnosed with Grave’s disease, thus it made Grave’s disease as the most common diagnosis of hyperthyroidism in this study, and 6 cases (6.19%) of atrial fibrillationwas noted in these subjects. Where 5 (83.3%) out of 6 of those atrial fibrillation cases wasfound within subjects with Grave’s disease as a working diagnosis, and 3 (50%) cases wasfound on subjects within late adults (36-45 years old) age group. The result of this study, wasthat 6 cases of paroxysmal atrial fibrillation was found within 97 outpatients withinJanuary-December 2018 period with Keywords: Atrial fibrillation, prevalence, hyperthyroidism
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC 3351 I Gede Gita Sastrawan; Ni Nengah Dwi Fatmawati; , Ni Nyoman Sri Budayanti; Agus Eka Darwinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P01

Abstract

Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik golongan ?-lactam. Mortalitas pada pasien kritis yang terinfeksi MRSA 50% lebih tinggi dibandingkan dengan yang terinfeksi Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus. Dalam mengatasi kasus resistensi antibiotik, diperlukan penemuan obat baru. Beberapa tumbuhan memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri, salah satunya adalah daun gamal (Gliricidia sepium). Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol 96% daun gamal terhadap bakteri MRSA ATCC 3351 dengan metode disk-diffusion. Kelompok konsentrasi ekstrak daun gamal yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dengan kontrol positif Vancomycin 30 µg dan kontrol negatif etanol 96%. Hasil uji fitokimia kualitatif menunjukkan daun gamal mengandung senyawa metabolit sekunder saponin, fenol, terpenoid dan alkaloid. Kelompok konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60% dan 80% secara berurutan menghasilkan diameter hambat sebesar 7,5 mm, 8 mm, 11 mm, 12 mm. Terdapat perbedaan bermakna daya hambat yang dihasilkan pada seluruh kelompok perlakuan, tetapi pada kelompok konsentrasi 20% dengan 40% tidak memiliki perbedaan daya hambat yang bermakna. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun gamal (Gliricidia sepium) memiliki daya hambat terhadap MRSA ATCC 3351. Kata kunci : Daun Gamal, Daya Hambat Bakteri, Methicillin Resistant Staphylococcus aureus
GAMBARAN STIGMA TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA Nurul Fatin; Ni Ketut Sri Diniari; Anak Ayu Sri Wahyuni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P15

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang banyak mendapatkan stigma negatifdari masyarakat, baik berupa stereotip, prasangka atau diskriminasi. Stigma yang berkembang padamasyarakat memberikan dampak negatif kepada penderita, seperti sulitnya berinteraksi dalamkehidupan sosial, sulit untuk mendapatkan pengobatan dan penurunan kualitas hidup penderitaskizofrenia. Penelitian bertujuan ini untuk mengetahui gambaran stigma terhadap penderitaskizofrenia pada mahasiswa Universitas Udayana. Serta untuk mengetahui tingkat stigma yangdiberikan oleh mahasiswa Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif crosssectional yang dilakukan di Universitas Udayana. Data dalam penelitian ini merupakan data primeryang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS.Penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden, yang memberikan stereotip tinggi (1,7%)sedangkan stereotip rendah (98,3%), berprasangka tinggi (0,8%) sedangkan berprasangka rendah(99,2%), dan yang melakukan diskriminasi tinggi (3,3%) sedangkan diskriminasi rendah (96,7%).Berdasarkan penelitian stigma yang diberikan mahasiswa terhadap penderita skizofrenia yaitu stigmatinggi (5,8%) dan stigma rendah (94,2%). Terdapat mahasiswa yang memberikan stigma berdasarkanstereotip, prasangka dan diskriminasi kepada penderita skizofrenia, baik tingkat stigma tinggi maupunstigma rendah. Kata Kunci: Skizofrenia, stigma, stereotip, prasangka, diskriminasi, mahasiswa ABSTRACT Schizophrenia is one of mental illness that gets a lot of negative stigma from the community, whether in the form of stereotips, prejudice or discrimination. Stigma that develops in society has anegative impact on patients, such as the difficult to interact in social life, difficult to get treatment anddecrease the quality of life for people with schizophrenia. The purpose of this study is to determinethe description of stigma against schizophrenics in Udayana University students. To determine thelevel of stigma given by students. This study is a cross-sectional descriptive study conducted atUdayana University. The data in this study is primary data obtained from the questionnairedistribution. Data were analyzed using SPSS program. The results showed that of 120 respondents,who give high stereotypes (1.7%) while low stereotypes (98.3%), high prejudice (0.8%) while lowprejudice (99.2%), and who give high discrimination is (3.3%) while low discrimination (96.7%).Based on the research stigma given by students to schizophrenic patients is high stigma (5.8%) andlow stigma (94.2%). There are students who provide stigma based on stereotypes, prejudice anddiscrimination to schizophrenics, both high stigma and low stigma. Keywords: Schizophrenia, stigma, stereotypes, prejudice, discrimination, student

Page 100 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue