cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PROFIL UMUM AKNE VULGARIS PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DENPASAR TIMUR Ni Made Sruti Mahaswari Soethama; I Gusti Ayu Agung Elis Indira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.336 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P03

Abstract

Acne vulgaris (AV) is a chronic inflammatory disease of the pilosebaceous follicles which generally occurs in adolescence and can heal itself. Clinical features of acne vulgaris often polimorfi, consisting of various skin disorders such as blackheads, papules, pustules, nodes, and scarring that occurs due to abnormalities of the active, both hypotrophic and hypertrophic scarring. The prevalence of acne vulgaris that is equal to 96% and increases with age, which obtained the majority of students over 14 years old have experienced acne vulgaris. This study aims to determine the general profile of acne vulgaris with multiple characteristics at national senior high school students in East Denpasar. The research method is a descriptive cross-sectional study with a sample collection technique is cluster sampling. The sample in this study is the national high school students in East Denpasar District, namely SMA Negeri 1 Denpasar and SMA Negeri 3 Denpasar. This study used questionnaires and direct examination on the face and neck area to diagnose AV based on grading Indonesian Acne Expert Meeting (IAEM) in 2012. Data obtained through this research analyzed descriptively. The results showed that 244 of the 458 high school students suffer AV (53.3%). The data illustrates that the AV 121 from 244 students with AV suffered minor degrees (49.6%), 103 students suffered moderate AV (42.2%), and 20 students suffered severe degree AV (8.2%). Characteristics of respondents showed that 156 people were female (63.9%) and 88 were male (36.1%). Students with AV dominated by 16-year-old students (53.3%). Keywords: acne vulgaris, general profile, IAEM 2012
ANALISIS PERBEDAAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN (HB) DAN MEAN CORPUSCULAR VOLUME (MCV) DENGAN TOTAL IRON BINDING CAPACITY (TIBC) DAN SERUM IRON (SI) PADA PENDERITA ANEMIA DENGAN GANGGUAN METABOLISME BESI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Made Dyah Khrisnadewi; A.A. Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.995 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P11

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kadar hemoglobin dan MCVdengan TIBC dan SI pada penderita anemia dengan gangguan metabolisme besi di RSUP SanglahDenpasar. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional analytic menggunakan data sekunder rekammedis. Dari 85 sampel yang diteliti, didapatkan sebanyak 44 orang adalah laki-laki dan sebanyak 41 orangadalah perempuan dengan usia Penderita anemia lebih banyak didapatkan pada usia di atas 30 tahun sekitar50,6%. Dari hasil analisis didapatkan tidak terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin dengan TIBC >360µg/dl, kadar hemoglobin dengan TIBC 300-360 µg/dl dan kadar hemoglobin dengan TIBC <300 µg/dl padapasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Tidak terdapat perbedaan antara kadar hemoglobindengan SI <50 µg/dl dan SI ?50 µg/dl pada pasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Terdapatperbedaan antara TIBC dengan MCV <70 fl dan TIBC dengan MCV ?70 fl pada pasien anemia dengangangguan metabolisme besi. Terdapat perbedaan antara SI dengan MCV <70 fl dan SI dengan MCV ?70fl pada pasien anemia dengan gangguan metabolisme besi. Dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobintidak bisa digunakan untuk memprediksi status besi di dalam tubuh. Sedangkan Mean Corpuscular Volume(MCV) dapat digunakan untuk mengetahui status besi pada pasien anemia dengan gangguan metabolismebesi. Kata Kunci : kadar hemoglobin, MCV, TIBC, SI
PROFIL DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN PENCUCIAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR SELATAN PADA TAHUN 2016. Putu Yonika Budiarisma; Nyoman Suryawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.361 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P04

Abstract

Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) adalah salah satu dermatitis kontak yang terjadi pada pekerja, salah satunya pada karyawan pencucian mobil dan sepeda motor. Kondisi DKAK dapat menurunkan produktivitas karyawan dan mempengaruhi kualitas hidup pekerja. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil DKAK pada karyawan pencucian mobil dan sepeda motor, dimana data DKAK pada karyawan pencucian mobil dan sepeda motor di Denpasar belum diketahui. Penelitian dilakukan selama 9 bulan dengan metode deskriptif dan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel 47 orang yang didapatkan dengan teknik convenient purposive sampling. Seluruh sample kemudian diwawancara dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian didapatkan kejadian tersering DKAK pada rentang usia 21-30 tahun (57%). Terbanyak pada laki-laki (100%). Gejala dan tanda DKAK tersering kulit mengelupas (60%), dengan bagian tubuh dominan terkena adalah bagian telapak tangan (66%). Keseluruhan responden (100%) mengalami kontak dengan bahan kimia selama proses kerja dengan lama kontak >6 jam/hari (62%), serta frekuensi >10 jam/hari (77%). Responden DKAK yang memiliki riwayat atopi sebanyak 26% sedangkan riwayat atopi keluarga (17%). Detergent adalah bahan kimia yang terbanyak digunakan (89%). Lama waktu bekerja 0-2 tahun (87%). Sebanyak 30% responden sebelumnya memiliki riwayat pekerjaan sebelumnya yang berhubungan dengan bahan kimia dan 22% responden memiliki riwayat penyakit kulit sebelumnya. Angka DKAK yang tinggi menunjukkan masih kurangnya pemahaman mengenai DKAK dan pentingnya penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) ketika melakukan pekerjaan. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan ruang lingkup yang lebih luas dan juga sampel yang lebih banyak. Kata kunci: Profil, Dermatitis Kontak Akibat Kerja, Karyawan, Pencucian Mobil, Sepeda Motor.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN TUBERCULOSIS DI POLIKLINIK PARU RSUP SANGLAH DENPASAR Anak Agung Istri Sarastriyani Dewi; Putu Andrika; IGN Bagus Artana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.485 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P02

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis yangtermasuk dalam sepuluh besar penyebab kematian akibat infeksi tunggal. Sebagian besar kasus terjadi dinegara berkembang, dimana Indonesia merupakan negara yang menempati posisi ketiga dalam persentaseTB tertinggi di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran karakteristik sosiodemografi,laboratorium, dan klinis penderita TB di RSUP Sanglah Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptifdengan metode potong-lintang. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel dari datarekam medis pasien TB yang tercatat di catatan register poli paru RSUP Sanglah Denpasar disesuaikandengan kriteria inklusi dan eksklusi data, mulai bulan Januari hingga Oktober 2018. Sebanyak 111 pasienTB (70,3% laki-laki dan 77,5% umur <60 tahun) diikutsertakan dalam penelitian ini. Penelitian inimengungkapkan bahwa terdapat 36% penderita TB dengan kultur basil tahan asam (BTA) positif dan 57%.Terdapat keluhan sistemik demam (36,9%), malaise (3,6%), keringat malam (11,7%), dan penurunan beratbadan (33,3%). Sementara batuk lebih dari tiga minggu (84,7%), sesak nafas (39,6%), nyeri dada (26,1%),dan batuk darah (27%). merupakan keluhan respiratorik. Ditemukan kasus TB baru sebanyak 92,8% danrelaps 7,2%. Kata Kunci: Tuberkulosis, Karakteristik
PROPORSI IBU DENGAN PERSEPSI BENAR TENTANG STATUS NUTRISI ANAK Luh Wayan Puspa Ningsih; Ni Nyoman Metriani Nesa; Nyoman Budi Hartawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.059 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P08

Abstract

Malnutrition is a global problem which contributes to children’s mortality and morbidity. One simple effort to reduce malnutrition is involving mothers to help their children to afford optimal nutritional status. The first step is determining the mother’s perception about their children’s nutritional status. The aim of this study was to determine the correct proportion of mother perception about children’s nutritional status. This was a cross sectional study and conducted on August 2016. Subjects and the respondences were 95 children by ages 4 until 5 years old, from TK Kemala Bhayangkari 04, Gianyar with their mother. Nutritional status components were measured objectively. Meanwhile, the mother’s perceptions were measured by body image sillhouette chart in the questionaire. Feel minus ideal discrepancy (FID) and feel minus actual status inconsistency (FAI) indexes were also measured. The proportion of correct mother’s perception about children nutritional status was 41.10%. Whereas, the highest FID proportion was 50.50% with negative value, which mean the mother wanted their children to be chubbier. The proportion of underestimated perception was 30.50% which mean the mother see their children as thinner than they were. Proportion of correct mothers perception about children nutritional status was still low, mothers wanted their children to be chubbier and consider their children were thinner than they were. Based on the study, the general mother’s perception about children nutritional status should be corrected to prevent malnutrition. Keywords: Nutritional status, mother’s perception, Body image sillhouette chart
KARAKTERISTIK PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Taufan Hendra Wirawan; I Made Sudipta; Sari Wulan Dwi Sutanegara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.032 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P09

Abstract

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan pada praktik otorhinolaryngology. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita otitis media supuratif kronik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar periode Januari sampai Desember 2014. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap; 1) Pengumpulan data sekunder yang dilakukan dengan pencatatan data rekam medik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi penelitian, 2) Data sekunder yang telah diperoleh akan diolah dengan menggunakan aplikasi software SPSS dan kemudian hasilnya akan dianalisa secara deskriptif. Dari 144 sampel yang didapatkan, diperoleh data bahwa umur penderita OMSK yang terbanyak adalah pada umur 10-20 tahun yaitu sebesar 25,7% dan umur yang paling jarang menderita adalah umur lebih dari 60 tahun yaitu sebesar 4,9%. Penderita dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 51,4% dan wanita sebanyak 48,6%. Tipe OMSK yang paling banyak diderita adalah tipe benigna sebesar 93,8% dan tipe maligna sebesar 6,2%. Gejala yang paling banyak dialami oleh penderita OMSK adalah gejala otore sebanyak 97,2% dan yang paling jarang adalah gejala vertigo sebanyak 3,5%. Pasien OMSK tipe benigna di RSUP Sanglah tahun 2014 tidak ada yang mengalami komplikasi dan semua pasien OMSK tipe maligna mengalami komplikasi. Dapat disimpulkan bahwa jumlah total penderita OMSK di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2014 adalah sebanyak 144 orang. Pasien OMSK berdasarkan usia penderita terbanyak adalah pada umur 10-20 tahun, jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki, tipe OMSK tersering yaitu tipe benigna, gejala klinis terbanyak adalah otore dan pasien OMSK jarang mengalami komplikasi. Kata kunci: karakteristik, OMSK, RSUP Sanglah
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LEBIH DENGAN PENYAKIT REFLUKS GASTROESOFAGEAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI – DESEMBER 2018 I Nyoman Hardana Sasmita Purthana; Gde Somayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.363 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P07

Abstract

ABSTRAKObesitas dan berat badan lebih masih menjadi faktor risiko dari berbagai jenis penyakit seperti diabetesmellitus, penyakit jantung koroner, osteoartritis, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Penelitianini dilakukan untuk mencari hubungan antara berat badan lebih dengan penyakit refluks gastroesofageal.Sebanyak 70 orang pasien Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) SanglahDenpasar tahun 2018 diikutkan dalam penelitian ini. Sampel diukur berat badannya dalam kilogram, dantinggi badannya dalam meter, kemudian dicari Indeks Massa Tubuhnya (IMT) dengan cara membagiberat badan dengan tinggi badan kuadrat. Sampel juga diwawancarai menggunakan kuesioner GERDQuest (GERD-Q). Selanjutnya data dikumpulkan, diolah, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Squaredengan aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 21. 44 (62,9%) dari 70 sampelmerupakan orang dengan IMT berat badan lebih dan 26 (37,1%) dengan IMT bukan berat badan lebih. 9(12,9%) orang ditemukan memperoleh skor GERD-Q >8, yang terdiri dari 4 (44,44%) orang kategoriberat badan lebih dan 5 (55,56%) orang bukan kategori berat badan lebih. Data tersebut dijadikan tabel2x2 yang kemudian dilakukan uji Chi-Square. Diperoleh hasil beda proporsi sebesar 0,04 (p=0,45) danrasio prevalen (PR) sebesar 0,34 dengan interval kepercayaan (IK) sebesar 0,22-2,51. Dari hasil penelitianini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT kategori berat badan lebih denganGERD.Kata Kunci: IMT, berat badan lebih, GERD.
HUBUNGAN ANTARA SARAPAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA 6 – 12 TAHUN I Gusti Ayu Dian Noviyani Sidiartha; I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.713 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P03

Abstract

Obesitas menjadi permasalahan kesehatan global yang insidennya terus meningkat. Obesitas pada anak dikaitkan dengan komplikasi serius masalah kesehatan. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang kompleks, dan karena prevalensinya yang terus meningkat, pencegahan merupakan fokus utama dari penyakit ini. Salah satu pencegahannya adalah dengan kebiasaan sarapan. Beberapa studi menyebutkan, melewatkan sarapan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko obesitas dikaitkan dengan faktor pola makan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuktikan anak dengan kebiasaan sarapan memiliki prevalensi obesitas lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memiliki kebiasaan sarapan. Rancangan analitik potong-lintang dengan sampel penelitian adalah anak usia 6-12 tahun di SDK Santo Yoseph 2 Denpasar. Sampel dipilih dengan stratified random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan data disajikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian didapat 178 anak umur 6-12 tahun dengan berbagai gambaran usia, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan sarapan, kebiasaan snacking, frekuensi aktivitas fisik, dan kebiasaan menonton TV/komputer. Prevalensi obesitas pada subjek yang tidak memiliki kebiasaan sarapan 51,3% dan yang memiliki kebiasaan sarapan adalah sebesar 26,6% dengan rasio prevalensi 1,9 (1,3;2,9). Setelah diuji hubungan dengan variabel bebas lainnya, diperoleh risiko obesitas 2,8 kali lebih tinggi pada individu yang tidak memiliki kebiasaan sarapan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan angka prevalensi obesitas di SDK Santo Yoseph 2 Denpasar pada anak umur 6-12 tahun sebanyak 32%. Prevalensi anak-anak dengan kebiasaan sarapan pada populasi tersebut sebanyak 78,1%. Risiko kejadian obesitas 2,8 kali lebih besar pada anak yang tidak memiliki kebiasaan sarapan dibandingkan dengan yang memiliki kebiasaan tersebut. Kata kunci: Obesitas, usia 6-12 tahun, kebiasaan sarapan, prevalensi
PERBEDAAN KADAR HBA1C PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN DAN TANPA KEJADIAN KAKI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Ni Nyoman Yuliantini; Sianny Herawati; A.A. Ngurah Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.832 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P11

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya kaki diabetik. HbA1c merupakan uji biokimia untuk mengetahuirerata glukosa darah dalam periode dua sampai tiga bulan. Pemantauan kadar glukosa darahmerupakan hal penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan komplikasi DM tipe 2.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna dari kadarHbA1c pasien DM tipe 2 dengan dan tanpa kejadian kaki diabetik di RSUP Sanglah Denpasar.Rancangan penelitian menggunakan observasional analitik cross-sectional pada 100 penderitaDM tipe 2. Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Sampel merupakan penderitaDM tipe 2 dengan dan tanpa kaki diabetik yang pada rekam medisnya mencantumkan hasilpemeriksaan HbA1c dan berobat di RSUP Sanglah Denpasar periode Maret 2015-Februari2016. Penelitian ini menggunakan SPSS 23 sebagai alat bantu analisis pada 44 pasien kakidiabetik dan 56 pasien tanpa kaki diabetik. Uji yang digunakan adalah uji Kolmogorov Smirnovyang menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai p untuk masing-masing kelompokadalah 0,200 (p>0,05), uji Lavene menunjukkan data mempunyai varian sama (homogen)dengan signifikansi 0,051 (sig>0,05), dan Independent t-test menunjukkan nilai p=0,000(p<0,05) dengan perbedaan rerata kadar HbA1c pada kedua kelompok adalah 1,084.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermaknakadar HbA1c pasien DM tipe 2 dengan dan tanpa kaki diabetik di RSUP Sanglah Denpasar,dimana rerata kadar HbA1c pasien kaki diabetik lebih tinggi dibandingkan tanpa kaki diabetik,sehingga perlu dilakukan pengontrolan dan pemantauan glukosa darah yang teraturmenggunakan uji HbA1c agar komplikasi kaki diabetik dapat dihindari. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Kaki Diabetik, HbA1c
PROFIL KASUS PENDERITA PROLAPSUS UTERI DI POLIKLINIK OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2015 – MARET 2016 Anak Agung Istri Ayu Detritha Sarasmarth; I Nyoman Gede Budiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.9 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P02

Abstract

Pelvic organ prolapse is a condition which pelvic organ have falled or slipped from normal anatomical position in the form of protrusion into the vagina even got out of the vagina due to dysfunction of the pelvic floor muscles, fascia and ligaments Endopelvic. Pelvic organ that may experience prolapse includes the uterus (uterine prolapse = PU). Descriptive method with retrospective cross-sectional design is used in this study using secondary data such as medical records of patients in Sanglah Hospital in the period April 2015 until March 2016 to see the picture of the characteristics of patients with PU. With the total sampling method that produces 26 samples. Data was analyzed descriptively using SPSS.Based on medical records of uterine prolapse patients at Sanglah Hospital in the period April 2015 to March 2016 (26 cases), the majority of cases discovered at the age of 61-80 years as many as 13 people (50%), according to the number of parity> 3 as many as 20 people (76.9% ), according to the work of as many as 15 people (57.7%) as a Housewife (IRT), and menopausal status known 22 people (84.6%) had experienced menopause. Based on the degree of uterine prolapse, most were in stage III as many as 14 people (53.8%). Based therapy, as many as 20 people (76.9%) choose operative action. Keywords : Uterine prolapse, age,parity, menopausal status, therapy

Page 99 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue