cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Karakteristik Pasien Kanker Serviks yang Menjalani Radikal Histerektomi dan Limfadenektomi Pelvik Bilateral di RSUP Sanglah Tahun 2018-2019 Kirana, Ni Wayan Prabasiwi; Mahendra, I Nyoman Bayu; Suwardewa, Tjokorda Gde Agung; Winata, I Gde Sastra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P16

Abstract

Cervical cancer is an over or uncontrolled cell growth in the cervix, mainly caused by infection with HPV types 16 and 18. Some prognostic and predictive factors already established to determine the future therapeutic outcomes. Common treatments for early stage cervical cancer are radical hysterectomy and pelvic lymphadenectomy. This study aims to know the characteristic description of cervical cancer patients who had undergone radical hysterectomy and bilateral pelvic lymphadenectomy in Sanglah Hospital from 2018-2019. Samples were chosen from a list of inclusion and exclusion criteria. Data analysis was conducted using the software SPSS ver. 26 to obtain the characteristics of the cervical cancer case that had radical hysterectomy and bilateral pelvic lymphadenectomy based on age, parity, tumor size, clinical stage, histopathological profile which includes histopathological type, degree of differentiation, LVSI, incision margin, parametrial invasion, and pelvic lymph node metastasis. Result shows that cervical cancer patients that had radical hysterectomy and bilateral pelvic lymphadenectomy in Sanglah Hospital, Denpasar, Bali from 2018-2019 are 50.9% from the age group 46-55 years old, 69.8% with multiparity (2-4 children), 69.8% were found with tumor <4cm, and 35.8% were found with stage IIB cancer. The most common histopathological type was squamous cell carcinoma (47.2%). Vaginal incision margins and parametrial invasion were generally negative, 73.6% and 86.8%. Pelvic lymph node metastases were also mostly negative (77.4%). Most of the data on the degree of differentiation and LVSI were not listed (92.6% and 50.9%). There was no significant relationship between age, parity, tumor size, clinical stage, histopathological type, and pelvic lymph node metastases.
SEBUAH PENELITIAN RETROSPEKTIF: PROFIL DERMATITIS SEBOROIK DI POLIKLINIK DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RSUP PROF DR IGNG NGOERAH PERIODER JULI 2019 - JULI 2022 Ariani, Luh Nyoman Arya Wisma; sudarsa, prima sanjiwani saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P08

Abstract

Dermatitis seboroik (DS) adalah penyakit kulit kronis yang ditandai rasa gatal dan skuama pada area kulit dominan kelenjar sebasea. Patogenesis DS diduga melibatkan multifaktor dengan produksi kelenjar minyak berlebih dan kolonisasi Malassezia menjadi yang utama. Dermatitis seboroik tidak memiliki predileksi usia, dengan predominansi seks pada pria. Gejala klinis DS berupa patch eritema dengan skuama kekuningan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif untuk melihat profil jumlah kasus, seks, usia, lokasi lesi, dan jenis pengobatan Dermatitis Seboroik di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUP Prof IGNG Ngoerah periode Juli 2019 - Juli 2022. Hasil penelitian ini menampilkan dari 43 kasus DS (0,38%) usia tersering pada 45-65 tahun (41,86%), seks pria (51,17%), lokasi lesi wajah (65,11%), serta pengobatan kortikosteroid dan antijamur topikal yang dikombinasi (67,45%) yang tersering digunakan.
PREVALENSI PASIEN SYOK SEPSIS DI RUANG TERAPI INTENSIF RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2020 Farha, Nabilla; Pradhana, Adinda Putra; Ryalino, Christopher; Suranadi, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P17

Abstract

Sepsis ialah keadaan disfungsi organ yang dapat menimbulkan kematian akibat tidak teraturnya respon tubuh terhadap infeksi yang dapat memburuk menjadi syok sepsis. Syok sepsis merupakan keadaan sepsis disertai hipotensi yang menetap, sehingga memerlukan vasopresor untuk mempertahankan tekanan arteri rerata ?65 mm Hg. Salah satu penyebab utama kematian di ruang terapi intensif adalah syok sepsis. Maka dari itu, dilakukan penelitian mengenai prevalensi pasien syok sepsis di ruang terapi intensif (RTI) RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2016-2020 agar dapat mengetahui gambaran permasalahan syok sepsis sehingga dapat membantu dalam perencanaan sistem kesehatan mengenai penatalaksanaan syok sepsis. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2020 yang didapat dari instalasi rekam medik RSUP Sanglah Denpasar. Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalaj purposive sampling yang disesuaikan dengan kriteria penelitian. Berdasarkan penelitian ini didapatkan prevalensi pasien syok sepsis sebesar 3% dengan karakteristik 50% pasien berjenis kelamin laki-laki dan 50% berjenis kelamin perempuan, mayoritas berada pada rentang usia 18-65 tahun (64%), dan mengalami kematian (52%). Melalui hasil tersebut, dapat disimpulkan angka kematian pasien syok sepsis masih tinggi. Kata kunci: kematian, prevalensi, ruang terapi intensif, sepsis, syok sepsis
Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai MP-ASI di Puskesmas Rendang Karangasem Rathasari, Ni Made Dea Adilla; Hartawan, I Nyoman Budi; Kardana, I Made; Sukmawati, Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P04

Abstract

Kualitas seorang anak dipengaruhi oleh nutrisi yang diberikan dalam proses tumbuh kembang. Pada awalnya, nutrisi yang dibutuhkan yaitu Air Susu Ibu (ASI) dan dilanjutkan dengan asupan makanan tambahan yaitu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) mulai usia 6-24 bulan. Keberhasilan dalam mewujudkan MP-ASI didukung oleh pengetahuan ibu. Salah satu faktor yang memengaruhi pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Berdasarkan data profil Kesehatan Provinsi tahun 2019, pada bagian cakupan pemerliharaan kesehatan anak mendapatkan hasil bahwa Kabupaten Karangasem merupakan kabupaten terendah dari 9 kabupaten di Bali. Pada studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Rendang Karangasem, mendapatkan hasil bahwa ibu belum sepenuhnya mengerti mengenai MP-ASI. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai MP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai MP-ASI di Puskesmas Rendang Karangasem. Desain penelitian ini adalah penelitian potong lintang deskriptif dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rendang Karangasem yang dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2020. Subyek penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang melakukan pengobatan di Puskesmas Rendang Karangasem dan didapatkan 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner kemudian diolah menggunakan SPSS versi 20. Dalam analisis univariat dan bivariat didapatkan hasil bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu dalam kategori cukup dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMP dan pekerjaan sebagai pedagang. Kata kunci : Ibu, MP-ASI, Pengetahuan
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN PEKERJAAN TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT BERDASARKAN KELLGREN-LAWRENCE DI RSUP SANGLAH DENPASAR Dhaifullah, M Rifqi; Meregawa, Putu Feryawan; Aryana, I Gusti Ngurah Wien; Subawa, I Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P18

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) lutut merupakan penyakit pada sendi lutut yang paling umum terjadi. OA lutut umumnya terjadi pada lanjut usia, wanita, dan seseorang dengan pekerjaan berat yang derajat keparahannya dapat dinilai berdasarkan klasifikasi Kellgren-Lawrence. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan pekerjaan terhadap derajat keparahan OA lutut berdasarkan kriteria Kellgren-Lawrence di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong-lintang analitik. Data penelitian merupakan data sekunder pasien OA lutut yang terdaftar dalam rekam medis RSUP Sanglah kota Denpasar periode Januari 2019 – Desember 2020 dan sudah menjalani pemeriksaan radiografi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan didapatkan 52 data yang memenuhi kriteria penelitian. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23. Hasil: Ditemukan hubungan positif yang cukup antara pekerjaan dengan derajat Kellgren-Lawrence (p = 0,001; r = 0,417). Ditemukan juga hubungan negatif yang lemah antara usia dengan derajat Kellgren-Lawrence (p = 0,040; r = -0,260). Namun, tidak ditemukan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan derajat Kellgren-Lawrenece (p = 0,951). Simpulan: Pekerjaan memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap derajat keparahan penderita OA lutut berdasarkan Kellgren-Lawrence di RSUP Sanglah Denpasar dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin. Kata kunci : Jenis kelamin, Kellgren-Lawrence, osteoartritis lutut, pekerjaan, usia
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA DENGAN GANGGUAN REFRAKSI DAN TANPA GANGGUAN REFRAKSI Pebrianti, Kadek Tari; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Sunariasih, Ni Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P05

Abstract

Eye fatigue or asthenopia are symptoms that arise due to excessive use of the visual system that is in an imperfect condition to obtain visual acuity. Refractive error is one of the individual elements that affects eye fatigue. People with asthenopia have an accommodating reaction to refractive error. Eye fatigue is a condition that needs to be addressed because it can have a negative impact on a patient's quality of life. The purpose of this study was to determine the difference in the level of eye fatigue in medical students with refractive errors and without refractive errors at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. This research is an analytic observational study with a case control research design. Sampling was carried out in a total sampling with a total sample of 114 people, with total sample of 57 people in each case and control group. Data were obtained by measuring photostress recovery test (PSRT), checking visual acuity and consist of questionnaire. The results of the study on the subject of eye fatigue showed low eye fatigue level of 26.4%, moderate eye fatigue level of 40.4% and severe eye fatigue level of 35.1%. The results of the bivariate analysis using chi square test showed that there was a relationship between refractive errors and eye fatigue (p value = 0.000) and there were differences in the level of eye fatigue in students with and without refractive errors (p value = 0.01).
GAMBARAN KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA MUDA DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2017 – JUNI 2018 Pradnyaswari, Kadek Enny; Setiawan, Gede Budhi; Wien Aryana, I Gusti Ngurah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P01

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara pada wanita usia muda didefinisikan sebagai keganasan payudara pada wanita usia <40 tahun. Insiden kanker payudara pada usia muda mencapai sekitar 6,6% dari seluruh kanker payudara dan 40% dari seluruh kanker pada wanita usia muda. Meskipun insidennya tergolong rendah, namun wanita usia <40 tahun yang mengidap kanker payudara cenderung memiliki karakteristik tumor yang bersifat lebih agresif dan prognosis lebih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik kanker payudara pada wanita usia muda di RSUP Sanglah Denpasar periode Januari 2017 – Juni 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang yang mengikutsertakan 49 pasien kanker payudara pada wanita usia muda dari 1 Januari 2017 – 30 Juni 2018 di RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik total sampling. Sumber penelitian didapatkan dari data sekunder berupa rekam medis dan kemudian di analisis menggunakan IBM SPSS Statistic ver. 23. Hasil: Penelitian ini menunjukkan usia rata-rata dari 49 pasien adalah 34,59 ± 4,46 tahun. Mayoritas kejadian pada rentang usia 35-39 tahun yaitu sebanyak 29 kasus (59,2%). Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik yang paling sering ditemukan pada pasien kanker payudara pada wanita usia muda yaitu tipe histopatologi invasive carcinoma of No Special Type (NST) (85,7%), stadium IIIB (42,9%), derajat diferensiasi/grade II (49,0%), dan subtipe molekular Luminal B (55,1%). Simpulan: Karakteristik kanker payudara pada wanita usia muda yang paling sering dijumpai yaitu tipe histopatologi invasive carcinoma of No Special Type (NST), stadium IIIB, derajat diferensiasi/grade II, dan subtipe molekular Luminal B. Kata Kunci: karakteristik, kanker payudara, wanita usia muda
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH PUSKESMAS TEGALLALANG I, PROVINSI BALI Darmayani, Gusti Ayu Putu Melisa Sinta Melenia; Sari, Ni Komang Ayu Kartika; Sawitri, Anak Agung Sagung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P06

Abstract

The level of knowledge about risk factors for hypoglycemia or blood sugar levels below normal has not been researched widely in patients with diabetes mellitus. This study aims to determine the level of knowledge about risk factors for hypoglycemia in patients with diabetes mellitus. A cross-sectional descriptive study was conducted on patients with diabetes mellitus with aged more than 20 years at the Tegalallang I Public Health Center in the last 1 year. The research sample was taken by accidental sampling on 90 respondents. The knowledge level of diabetes mellitus patients about risk factors for hypoglycemia was measured by 10 questions, while the characteristics measured were age, gender, last education level, socio-economic conditions, duration of diabetes mellitus, sources of information, and experience suffering from hypoglycemia. Data were analyzed using statistical applications through descriptive analysis and cross tabulation. The results of this study found that most respondents have good knowledge (55.6%). Good knowledge is distribute on age 20-29 and 30-39 years old (100%), female (65.2%), having the last education of SMA/SMU (87%) and Bachelor (75%), and earning below Rp. 2,600,000 (56.2%). In addition, the majority of patients with good knowledge had the characteristics of having diabetes mellitus under 5 years (58.3%), received information from children (100%), and had experienced hypoglycemia before (61.5%). The knowledge level of patients with diabetes mellitus about risk factors for hypoglycemia in patients with diabetes mellitus is mostly good.
Efektivitas Suplementasi Zink Terhadap Lama Rawat Inap pada Pasien Pneumonia Anak: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials Dewi, Ni Luh Putu Yunia; Mayangsari, Ayu Setyorini Mestika; Adnyana, I Gusti Agung Ngurah Sugitha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P02

Abstract

Zinc supplementation was reported increasing pneumonia in child outcomes, which one is the length of hospital stay, but still controversial. This review will discuss about effectivity of zinc supplementation for the length of hospital stay in children hospitalized with pneumonia in forms systematic review. Searching was performed at CENTRAL, PubMed, and ProQuest for journal published from 2015 to 2020 which evaluate the effectivity of zinc supplementation for the length of hospital stay in children hospitalized with pneumonia. This review based on writing guidelines by Cochrane Textbook of Systematic Review. There are four studies relevant to this review. All studies are blinded study. A total of 1.359 children hospitalized with pneumonia, percentage of a male around 59%. A total of 680 participants received zinc supplementation as addition for standard antibiotics. Participants were 1 to 60 months of age. All studies measure baseline serum zinc levels. Two studies reported significant results, while two other study conversely. Effectivity of zinc supplementation has not been concluded yet. Based on critical appraisal, the author attends to agree with two studies that conduct in Asia, in which the populations were similar to Indonesia. In that study found zinc supplementation effective to decreases the length of hospital stay in children hospitalized with pneumonia. There is no fatal adverse effect of zinc supplementation was reported.
Karakteristik Fraktur Suprakondiler Humerus Pada Anak-Anak di RSUP Sanglah Denpasar Periode 2017-2020 Nanda, Km Junita Sari; Dewi, Kadek Ayu Candra; Meregawa, Putu Feryawan; Aryana, I Gusti Ngurah Wien
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P07

Abstract

Fraktur suprakondiler humerus merupakan fraktur ekstermitas atas yang umum terjadi pada anak-anak di seluruh dunia. Kasus fraktur suprakondiler humerus di Indonesia terutama di Bali cukup sering ditemukan namun data penelitian mengenai karakteristik fraktur ini masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik fraktur suprakondiler humerus pada anak-anak di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil melalui data rekam medis pasien di RSUP Sanglah Denpasar dari Agustus 2017 - Desember 2020. Dilakukan analisis data menggunakan software SPSS versi 26 untuk mendapatkan karakteristik fraktur suprakondiler humerus berdasarkan usia, jenis kelamin, klasifikasi, tatalaksana, waktu penanganan dan komplikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi pasien yang sering datang yaitu pada kelompok anak-anak usia 5-9 tahun (56.9%) dengan berjenis kelamin laki-laki (73.8%). Klasifikasi yang banyak ditemukan pada penelitian ini yaitu fraktur Gartland tipe 3 (56.9%) dan diikuti oleh fraktur Gartland tipe 2 (29.2%). Sebagian besar pasien datang dan mendapatkan penanganan kurang dari 3 minggu setelah terjadinya fraktur (76.9%). Tatalaksana yang sering dilakukan yaitu secara operatif (90.8%). Terdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi seperti malunion (18.5%), sindrom kompartemen (1.5%) dan cedera saraf (1.5%). Fraktur Gartland tipe 3 sebagian besar terjadi pada anak dengan usia 5-9 tahun dikarenakan pada usia tersebut tulang anak masih dalam proses pematangan. Kebanyakan fraktur ini terjadi pada anak laki-laki dikarenakan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Dengan dilakukan penalataksanaan yang baik maka dapat mengurangi risiko komplikasi.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue