cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI TUMOR-TUMOR TULANG RAWAN DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2020 Suryaningmara, I Wayan Bagus; Sumadi, I Wayan Juli; Saputra, Herman; Ekawati, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P05

Abstract

Tumor tulang adalah pertumbuhan sel abnormal pada tulang. Saat tumor tumbuh, jaringan abnormal dapat menggantikan jaringan sehat. Adapun jenis tumor pada tulang rawan yang umum terjadi yaitu Osteochondroma, Chondrosarcoma, dan Enchondroma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian (cross-sectional) untuk mengetahui gambaran karakteristik klinikopatologi tumor tulang rawan di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 – 2020. Pengumpulan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Pasien dengan tumor tulang rawan di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 – 2020 terbanyak terjadi pada rentang usia >40 tahun yaitu 13 (36,1%) orang. Lokasi tumor tulang rawan di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 – 2020 paling banyak ditemukan pada pelvis dengan jumlah 9 (25%) kasus. Tipe histologi pada pasien dengan tumor tulang rawan di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 – 2020 yang paling banyak ditemukan yaitu Conventional Chondrosarcoma dengan jumlah 19 (52,8%) kasus. Tumor tulang rawan pada pasien di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 – 2020 tersering yaitu tumor ganas dengan jumlah 20 (55,6%) kasus sedangkan tumor jinak dengan jumlah 16 (44,4%) kasus. Apabila dijumpai pasien berusia tua > 40 tahun dengan tumor tulang di pelvis maka perlu dipikirkan tumor tulang rawan sebagai salah satu diferensial diagnosis. Kata kunci : Tumor Tulang Rawan, Karakteristik, Chondrosarcoma
UJI AKTIVITAS BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) SEBAGAI ANTIMALARIA PADA MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Juniantara, I Kadek Ade; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P15

Abstract

Malaria is a parasitic infection caused by Plasmodium sp. Malaria’s medication and prevention are known, but there is a problem of increasing Plasmodium resistance to antimalarial drugs such as drugs from the chloroquine class, to overcome this problem traditional medicine is chosen because it is safer and cheaper. God’s crown (Phaleria macrocarpa) is one of the plants commonly used for traditional medicine which contains several active substances, namely saponins, polyphenols, flavonoids, tannins, sterols, alkaloids and terpenoids which have potential as antimalarials which can be proven by observing the degree of parasitemia in the mice blood. This study was conducted in vivo using the Randomized Post Test Only Controlled Group method using 24 samples of mice which were divided into 4 groups. The negative control group was only 0.2 ml of RPMI as a treatment control and the treatment group was treated with God’s crown extract at doses of 1, 10, and 100 mg/kgBW, then the degree of parasitemia was examined in each mouse. The data analysis technique used is One Way ANOVA and Post Hoc test. The results obtained mean the degree of parasitemia in the control group, doses of 1 mg/kgBW, 10 mg/kgBW and 100 mg/kgBW respectively 41.70; 37.96; 31.55; and 37.0. The results based on the analysis using One Way ANOVA posttest, it was found that there were significant differences between the control group and treatment groups 1,2, and 3 with p value of 0.000 (p < 0.05). The results showed that the extract of the fruit of the God’s crown (Phaleria macrocarpa) could inhibit the growth of Plasmodium berghei, the best dose was found at a dose of 10 mg/kgBW.
Characteristics and Prevalence of Headaches in Using Devices During Online Learning in Medical Students at Udayana University Dewi, Ni Putu Mira Kardila; Wijayanti, Ida Ayu Sri; Budiarsa, I Gusti Ngurah Ketut; Adnyana, I Made Oka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P18

Abstract

ABSTRAK Nyeri kepala primer banyak dialami oleh mahasiswa kedokteran, salah satunya disebabkan oleh pembelajaran daring selama pandemi Covid-19, sehingga perlu untuk mencari tahu karakteristiknya. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan prevalensi tipe nyeri kepala primer pada penggunaan gawai selama belajar daring. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi potong lintang, dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2021. Total sampel 86 responden mahasiswa kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018, 2019, 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan non-probability sampling. Jenis gawai yang paling banyak digunakan adalah komputer atau laptop sebanyak 68 responden (79%). Konten yang paling banyak dibuka selama belajar daring adalah media sosial sebanyak 57 responden (57%). Durasi menggunakan gawai selama belajar daring terbanyak yaitu 5-7 jam sebanyak 42 responden (48.8%). Aktivitas fisik yang dilakukan dalam seminggu terbanyak adalah <2x selama >15 menit sebanyak 34 responden (39.5%). Posisi leher saat menatap layar gawai terbanyak dengan kemiringan 15o yaitu 44 responden (51.2%). Keluhan mata dialami oleh 50 responden (58.1%). Tipe nyeri kepala primer terbanyak adalah TTH sebanyak 52 responden (60.5%). Karakteristik nyeri kepala primer dalam penggunaan gadget berdasarkan prevalensinya diperoleh jenis gawai terbanyak yang digunakan adalah komputer atau laptop. Media sosial merupakan konten terbanyak yang dibuka, dengan durasi penggunakan gawai selama belajar daring 5-7 jam. Aktivitas fisik yang dilakukan dalam seminggu terbanyak <2x selama >15 menit. Posisi leher saat menatap layar gawai dengan kemiringan 15o dan lebih banyak responden mengalami keluhan mata. Tipe nyeri kepala primer terbanyak adalah TTH. Kata kunci : Nyeri Kepala, Gawai, Daring
PROFILE OF GLAUCOMA PATIENTS THAT PERFORMED TRABECULECTOMY AT THE EYE POLYCLINIC OF SANGLAH RSUP IN THE COVID-19 PANDEMIC Permana Dewi, Ni Putu Diah Ayu; Ayu Ratna Suryaningrum, I Gusti; Ayu Surasmiati, Ni Made; Ari Suryathi, Ni Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P06

Abstract

ABSTRAK Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak. Tindakan bedah yang sering dilakukan oleh pasien glaukoma ketika TIO sudah tidak bisa terkontrol lagi dengan medikamentosa yaitu trabekulektomi. Trabekulektomi merupakan tindakan pembedahan dengan membuat lubang drainase pada bagian sklera untuk menurunkan TIO.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien meliputi usia, jenis kelamin, klasifikasi, lateralitas mata, riwayat TIO pada saat sebelum dan sesudah trabekulektomi, jenis tindakan trabekulektomi dan riwayat penggunaan obat-obatan sebelum dan sesudah trabekulektomi pada pasien glaukoma yang melakukan trabekulektomi di Poliklinik Mata RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross-sectional dengan pengambilan data menggunakan rekam medis pasien dan diolah menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 51 pasien yang dilakukan trabekulektomi dengan jumlah mata yang dilakukan tindakan yaitu 55 mata. Pada jenis kelamin laki-laki didapatkan 52,9% dan perempuan 43,5% dengan rerata usia 53,56 ±17,9, berdasarkan diagnosis pasien glaukoma primer merupakan yang paling banyak yaitu POAG 14 mata dan PCAG 14 mata, lateralitas mata ocular dekstra menempati urutan terbanyak dengan persentase 52,7%. untuk jenis tindakan trabekulektomi didapatkan 81,8% yang dilakukan trabekulektomi, rerata tekanan intraokular pre-trabekulektomi yaitu 44,6 ±6,4. Satu hari post-trabekulektomi 11,8±6,0, tujuh hari post trabekulektomi didapatkan rerata 14,6±4,8. Riwayat penggunaan obat antiglaukoma pre-trabekulektomi didapatkan paling banyak memakai 2 obat dengan persentase 52,7% yang paling banyak, satu hari setelah trabekulektomi tanpa obat dengan persentase 49,1%, 7 hari setelah trabekulektomi tanpa obat dengan persentase 52,7%. Kata kunci : Glaukoma, Trabekulektomi, TIO
UJI KESESUAIAN UKURAN DIAMETER TENDON PERONEUS LONGUS MENGGUNAKAN ULTRASONOGRAPHY DAN MRI DENGAN DIAMETER INTRAOPERATIF Riung, Johanes Michael
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P09

Abstract

Johannes : Uji Kesesuaian Ukuran Diameter Tendon Peroneus Longus Menggunakan Ultrasonography dan MRI Dengan Diameter Intraoperatif. (dibimbing oleh Muhammad Ilyas, Mirna Muis, Andi Alfian Zainuddin, Nurlaily Idris, Muhammad Sakti) Penelitian ini bertujuan untuk menguji keesuaian ukuran perioperatis menggunakan USG dan MRI dibandingkan intraoperatif. Dimana sebelumnya telah dilakukan penelitian antara USG dan intraoperatif, namum pada penelitian ini bertujuan menentukan apakah MRI atau USG yang lebih sesuai untuk memprediksi diameter TLP. Penelitian dilaksanakan pada RSUP Wahidin Sudirohusodo dan RSP Universitas Hasanudin periode Desember 2021 hingga Maret 2022 dengan jumlah sampel 34 orang usia 20-45 tahun. Metode statistik yang digunakan Regresi Linier. Dari hasil analisa statistik didapatkan pemeriksaan menggunakan MRI paling mendekati ukuran intraoperatif, ukuran rata-rata diameter TLP MRI ± 0.69 cm dan diameter intraoperatif ± 0.7 cm, variabilitas pengukuran diameter perioperatif dengan menggunakan USG dan MRI dapat mewakili variabilitas intraoperatif. Dimana nilai R Square untuk USG 82% dan untuk MRI 91%. didapatkan nilai konstanta dan koefisien dari masing-masing pemeriksaan perioperatif untuk memprediksikan ukuran diameter TLP secara real, nilai konstanta untuk USG 9.561 dan MRI 8.42, serta nilai koefisien USG 0.758 dan MRI 0.894. yang dapat digunakan pada persamaan y = (A +B) x untuk meprediksi nilai real dari TLP. Kata Kunci : Ligamentum cruciatum anterior, tendon longus peroneus, ruptur, diameter tendon, prediksi tendon longus peroneus, ruptur ligamen, MRI, USG
HUBUNGAN PENILAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER JENJANG PRE KLINIK ANGKATAN 2020 UNIVERSITAS UDAYANA Setyawan, I Wayan Gede Adi Febrian; Sundariyati, I Gusti Ayu Harry; Darmayanti, I Gusti Ayu Sri; Ganesha, I Gde Haryo
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P11

Abstract

Self-assessment is an important component in the self-development of a student or clinician. Self-assessment clarifies learning objectives, monitors the learning process and conducts self-reflection. This study aims to analyze the relationship between self-assessment and learning achievement of pre-clinical medical student udayana university batch 2020. This study used an analytical method (cross-sectional). A sample of 165 students of pre clinical medical student udayana university batch 2020 participated in this study. The self-assessment data was obtained using a questionnaire of 12 items that were valid and reliable (0.770>0.600). Meanwhile, student achievement data uses MCQ scores on the Clinical Nutrition and Disorders exam. Analysis of the relationship between self-assessment and student achievement using Spearman correlation with a significance degree of 95% (p<0.05). The results show that there is no significant relationship between self-assessment and learning achievement of pre clinical medical student udayana university batch 2020 with the value of Sig. (2-tailed) was 0.666 (>0.05). Self-assessment of learning does not correlate with student achievement. Keywords: Self-assessment, learning achievement, medical education.
Gambaran Pengetahuan dan Kepatuhan Terapi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Denpasar selama Pandemi COVID-19 Dewi, Kadek Aprilia Sukma; Widhiartini, Ida Ayu Alit; Aman, IGM
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P12

Abstract

Kepatuhan dalam mengonsumsi obat merupakan kunci keberhasilan terapi Tuberkulosis (TB) Paru, dan pengetahuan diketahui sebagai salah satu faktor predisposisi kepatuhan. Keterbatasan pelayanan TB di Puskesmas selama pandemi COVID-19 berisiko pada penurunan pengetahuan dan kepatuhan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pasien TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan kepatuhan terapi OAT pasien TB Paru rawat jalan di Puskesmas Kota Denpasar selama pandemi COVID19. Desain penelitian ini mengunakan studi deskriptif observasional potong lintang selama periode MaretAgustus 2021 di lima Puskesmas Kota Denpasar. Pengetahuan dan kepatuhan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan yang dibuat peneliti dan Morisky Medication Adherence Scales (MMAS?8). Data diambil secara daring menggunakan aplikasi google form. Berdasarkan tingkat pengetahuan terdapat 37 pasien (73%) memiliki pengetahuan baik, 13 pasien (25%) memiliki pengetahuan cukup, serta 1 pasien (2%) dengan pengetahuan kurang. Sementara berdasarkan tingkat kepatuhan, sebanyak 29 pasien (57%) memiliki kepatuhan tinggi, 19 pasien (37%) memiliki kepatuhan sedang, dan 3 pasien (6%) dengan kepatuhan rendah. Sebagian besar pasien TB Paru rawat jalan di lima Puskesmas Kota Denpasar selama pandemi COVID-19 memiliki pengetahuan yang baik serta kepatuhan yang tinggi. Kata kunci : Tuberkulosis (TB) paru, kepatuhan, pengetahuan.
UJI HAMBAT AKTIVITAS BAKTERI Propionibacterium acnes TERHADAP EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata (K.) Schum) Hikmah, Febrial
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P13

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat (acne vulgaris). Bakteri ini memiliki protein yang berperan dalam degradasi jaringan kulit sehingga menyebabkan peradangan. Rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (K.) Schum) telah diteliti memiliki banyak manfaat antibakteri. Potensi antibakteri tersebut diduga dapat menghambat aktivitas Propionibacterium acnes penyebab jerawat. Belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah dapat menghambat aktivitas Propionibacterium acnes. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengetahui uji hambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes terhadap ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (K.) Schum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu difusi cakram. Penelitian ini menghasilkan bahwa ekstrak etanol lengkuas merah pada konsentrasi 100% dapat menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes dengan rerata diameter sebesar 12,5 mm. Potensi hambat ekstrak tersebut, lebih besar dibandingkan obat herbal jerawat komersial yaitu sebesar 6,6 mm, namun tidak lebih besar terhadap klindamisin yaitu sebesar 19,3 mm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas merah memiliki potensi untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes sehingga dapat dijadikan alternatif pengobatan jerawat secara tradisional.
HUBUNGAN SHIFT MALAM TERHADAP PENYAKIT REFLUKS GASTROESOFAGUS PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Handayani, Putu Novi; Kumbara, Cokorde Istri Yuliandari Krisnawardani; Widiana, I Gde Raka; Merati, Ketut Tuti Parwati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P14

Abstract

Gastroesophageal reflux disease is one of the most frequently diagnosed gastrointestinal diseases in the world with a prevalence that continues to increase every year. There are several studies state that night shifts can increase the risk of GERD. One group of workers who often undergo night shift rotation are nurses who work in hospitals. This study aims to determine the correlation between night shift work and gastroesophageal reflux disease among nurses. This study is an analytical study with a cross-sectional design. The data collection technique was carried out by purposive sampling by distributing questionnaires to 161 nurses on duty at Single Hospital which were divided into 85 Inpatient Installation nurses who worked night shifts and 76 Outpatient Nurses who worked morning shifts. This study found a significant correlation between night shift work and gastroesophageal reflux disease (p value = 0.013; Prevalence Ratio = 3; 95% Confidential Interval 1.18-7.84) by the chi square test. Furthermore, by the logistic regression analysis of night shift and GERD, the AOR (Adjusted Odd Ratio) was 3.61 with 95% CI (1.05-12.52) and other variable like age, gender, BMI and fast food consumption habits on GERD did not shown any significant result. There is a significant correlation between night shift work and gastroesophageal reflux disease. Nurses who undergo night shifts have a 3.61 times higher risk of experiencing GERD. Keywords : Night Shift Work, Gastroesophageal Reflux Disease, Nurse
Perbedaan Hasil Tes Fungsi Ginjal Menggunakan Klirens Kreatinin dan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (e-LFG) CKD-EPI Mahardika, Ketut Indah Karina; Herawati, Sianny; Mulyantari, Ni Kadek; Subawa, Anak Agung Ngurah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P15

Abstract

Background. Chronic diseases have become one of the world's public health problems in recent decades, and mortality rate are projected to continue to rise. The diagnosis and severity of CKD is based on the results of renal function tests recommended by KDIGO is Glomerulus Filtration Rate (GFR) patients. A simple and inexpensive method is to use endogenous filtration markers to calculate GFR such Creatinine Clearance Test (CCT) or e-GFR CKD EPI formula. Accurate calculation of GFR by CCT and e-LFG CKD-EPI are important to avoid misdiagnosis of CKD. This study aimed to determine if there is any difference in the results between these two methods. Method. This study used analytical observational cross-sectional research method. Samples were selected from the population based on inclusion criteria having complete variability data and no exclusion criteria. Analyzed by SPSS software version 28 to check normality using Kolgomorov-Smirnov test, significance test with Mann Whitney and Spearman to check correlation. Results. The results of the study of 1257 samples, showing that the data are not normally distributed (p = 0.000), had a significant difference between CCT and e-GFR CKD EPI (p = 0.000) and the correlation is linear and moderate correlation strength (r=0.403) (p=0.000). Conclusion. Differences in kidney function test results using CCT and e-GFR CKD-EPI methods in patients who carried out laboratory examinations at the clinical pathology laboratory at Sanglah Hospital, Bali during April 2020–April 2021, was found that there were differences in the results of CCT and e-GFR CKD EPI.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue