cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI, DAN INSENTIF DENGAN KINERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TEUKU UMAR ACEH JAYA, ACEH, INDONESIA Rahmayuli, Eka; Martunis, .; Saputra, Irwan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P03

Abstract

Rumah sakit menjalankan perannya sebagai pusat kesehatan dengan pelayanan paripurna sehingga diperlukan kinerja yang optimal dari staf dan pekerja didalamnya. Perilaku pekerja akan menghasilkan kinerja jangka panjang yang positif dan peningkatan kemampuan personil, atau sebaliknya dipengaruhi beberapa faktor yaitu gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan insentif. Penelitian ini merupakan suatu penelitian non-experimental dengan penyajian secara deskriptif dan analitik. Sebuah penelitian menggunakan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji Chi-Square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan subyek penelitian adalah pegawai yang bekerja pada RSUD Teuku Umar Kabupaten Aceh Jaya seluruhnya berjumlah 320 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan termasuk dalam kategori transformatif sebanyak 50,3%, dan adanya hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap pemberian kinerja pegawai (p=0,000). Didapatkan mayoritas budaya organisasi termasuk dalam kategori baik sebesar 57,2%, dan adanya hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan p=0,017. Mayoritas insentif termasuk dalam kategori sesuai sebesar 59,1%, dan ada hubungan insentif terhadap kinerja pegawai dengan p=0,006. Disimpulkan bahwa adanya hubungan antara gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan insentif terhadap kinerja pegawai RSUD Teuku Umar Kabupaten Aceh Jaya yang bermakna (sig<0.05).
FAKTOR PREDISPOSISI, PENDUKUNG, DAN PENDORONG PERBEDAAN PERILAKU SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KOTA DENPASAR, PROVINSI BALI Dela, Erinda Resta Sellia; Putri, Wayan Citra Wulan Sucipta; Yuliyatni, Putu Cintya Denny; Aryani, Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P09

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu penyebab kecacatan, pembengkakan biaya kesehatan, dan kematian terbanyak di dunia. Skrining menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyakit ini. Skrining PTM dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, kolesterol darah, dan indeks massa tubuh. Akan tetapi pemanfaatan skrining ini masih rendah. Berdasarkan teori Lawrence Green, faktor predisposisi, pendukung, dan pendorong merupakan faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi perilaku skrining PTM berdasarkan faktor predisposisi, pendukung, dan pendorong di kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di Denpasar pada Oktobber – Novermber 2022. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 160 yang diambil dengan metode convenient. Data diambil dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi–square. Dalam penelitian ini, 41,3% responden memiliki perilaku skrining yang baik. Perilaku skrining yang baik ditemukan pada kelompok lansia awal – manula (PR 1,900; 95% IK: 1,335 – 2,705), memiliki asuransi (PR 1,682; 95% IK: 1,075 – 2,637), dukungan keluarga yang baik (PR 3,204; 95% IK: 2,003 – 5,126), dukungan teman yang baik (PR 3,132; 95% IK: 2,077 – 4,723); dan dukungan petugas kesehatan yang baik (PR 2,564; 95% IK: 1,761 – 3,734). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan proporsi perilaku skrining berdasarkan faktor usia, kepemilikan asuransi, dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan petugas kesehatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku skrining PTM adalah pemberian edukasi, lebih menyebarluaskan informasi mengenai posyandu lansia dan posbindu PTM, bekerja sama dengan penyedia lapangan pekerjaan untuk mengadakan skrining di tempat kerja, dan memberikan dukungan pada keluarga untuk melakukan pemeriksaan PTM. Kata kunci : Skrining penyakit tidak menular, deteksi dini, faktor predisposisi, Lawrence Green, Denpasar
CLINICOPATHOLOGIC CHARACTERISTICS OF OSTEOSARCOMA POST NEOADJUVANT CHEMOTHERAPY IN SANGLAH CENTRAL GENERAL HOSPITAL, DENPASAR, 2015-2019 Pranata, I Putu Yogi; Sumadi, I Wayan Juli; Saputra, Herman; Ekawati, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P14

Abstract

ABSTRAK Kemoterapi neoadjuvan merupakan salah satu terapi untuk osteosarcoma yang dapat menyebabkan nekrosis pada tumor dan berhubungan dengan tingkat kelangsungan hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi osteosarcoma pasca kemoterapi neoadjuvan di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015-2019 berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi tumor, tipe histologik, dan jumlah mitosis. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan data sekunder pasien osteosarcoma pasca kemoterapi neoadjuvan yang tercatat dalam pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Teknik pengambilan data yaitu total sampling, didapatkan 11 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian menunjukkan pasien osteosarcoma pasca kemoterapi neoadjuvan lebih banyak dengan respon kemoterapi buruk (54,5%). Berdasarkan usia, respon baik dan buruk umumnya terjadi pada kelompok usia 0-20 tahun (80,0% dan 50,0%). Berdasarkan jenis kelamin, respon buruk lebih banyak pada laki-laki (83,3%) sedangkan respon baik lebih banyak pada perempuan (60,0%). Berdasarkan lokasi tumor, respon buruk lebih banyak pada tibia (50,0%) sedangkan respon baik lebih banyak pada femur (60,0%). Berdasarkan tipe histologik, respon baik dan buruk umumnya terjadi pada tipe conventional (100,0% dan 83,3%). Berdasarkan jumlah mitosis, respon buruk lebih banyak pada low (60,0%) sedangkan respon baik lebih banyak pada high (100,0%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien osteosarcoma pasca kemoterapi neoadjuvan lebih banyak memiliki respon buruk. Pasien dengan respon buruk lebih banyak pada usia 0-20 tahun, laki-laki, tumor di bagian tibia, tipe conventional, dan jumlah mitosis low. Sementara itu, pasien respon baik lebih banyak pada usia 0-20 tahun, perempuan, tumor di bagian femur, tipe conventional, dan jumlah mitosis high. Kata kunci : Osteosarcoma Pasca Kemoterapi Neoadjuvan, Karakteristik Klinikopatologi, Respon Kemoterapi
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN COVID-19 YANG BERGEJALA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2020 Natalie, Velisia Putri; Lay, Daniel Setiawan; Sitanggang, Firman Parulian; Laksminingsih, Nyoman Srie; Martadiani, Elysanti Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P10

Abstract

Adanya penyakit penyerta diketahui meningkatkan kerentanan pasien untuk tertular COVID-19 dan mempengaruhi tingkat keparahan seseorang yang telah terinfeksi Sars-CoV-2. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya yang dianggap meningkatkan risiko infeksi dan keparahan infeksi, karena prevalensinya pada pasien COVID-19 di Indonesia. Dua ratus dua puluh empat (224) pasien dengan gambaran radiografi pneumonia di RSUP Sanglah dari Maret 2020 sampai Desember 2020 memenuhi kriteria inklusi penelitian. Informasi tambahan yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, tes RT-PCR COVID-19, dan riwayat hipertensi, dan semua data dianalisis menggunakan regresi linier. Dari 224 subjek, 189 (84,4%) pasien terkonfirmasi positif COVID-19 melalui tes RT-PCR. Proporsi pasien COVID-19 pria dan wanita serupa. Ditemukan proporsi lansia atau lansia tertinggi di antara seluruh pasien COVID-19 (86 pasien, 45,5%). Riwayat hipertensi ditemukan pada dua pertiga dari seluruh pasien COVID-19 (64 pasien, 33,8%), dan secara signifikan mempengaruhi pasien COVID-19 yang bergejala (p=0,013). Usia, jenis kelamin, dan hipertensi secara bersamaan memengaruhi COVID-19 (sig=.000). Pada saat penelitian ini dilakukan, sebagian besar pasien pneumonia secara radiografik disebabkan oleh infeksi Sars-CoV-2. Penelitian ini juga menemukan korelasi yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan gejala COVID-19. Usia dan jenis kelamin tidak memiliki peran dalam menentukan kerentanan dan tingkat keparahan COVID-19. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan penyakit kronis lainnya sebagai komorbiditas pada infeksi COVID-19 mengenai besarnya dalam menyebabkan perbedaan kerentanan dan keparahan pada pasien COVID-19.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TERHADAP PEMBERIAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) PADA KEADAAN OUT OF HOSPITAL CARDIAC ARREST (OHCA) Suwardana, Muhammad Bayu; Pradhana, Adinda Putra; Heryana, Kadek Agus; Ryalino, Christopher
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P15

Abstract

OHCA merupakan suatu keadaan dimana terjadinya henti jantung di luar rumah sakit dan dinilai semakin meningkat dengan rata-rata 55 kejadian tiap 100.000 orang per-tahun. Mahasiswa kedokteran yang merupakan salah satu orang dengan edukasi medis memiliki peran dalam memberikan pertolongan pertama pada saat terjadi kejadian OHCA. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk memperoleh deskripsi seberapa besar pengetahuan mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam melakukan tindakan RJP pada keadaan OHCA. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan secara daring melalui kuesioner dengan sampel mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dengan total 724 sampel didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang luar biasa secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan tertinggi dihasilkan pada jenis kelamin laki-laki, usia 21 tahun, pengetahuan yang bersumber dari BSO, rentang waktu pelatihan 1-2 tahun terakhir, serta tingkatan tahun ketiga. Kata kunci: pengetahuan, mahasiswa kedokteran, henti jantung, OHCA.
KUALITAS HIDUP PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS YANG MENJALANI IRIGASI NASAL DI POLI THT-KL RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI PERIODE FEBRUARI 2020 – APRIL 2021 Lengari, Yovita Rury Bele; Dwi Sutanegara, Sari Wulan; Santhi Dewantara, I Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P11

Abstract

Rinosinusitis kronis merupakan masalah kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup penderita. Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2003, menyebutkan penyakit hidung dan sinusitis menempati urutan ke 25 dari 50 pola penyakit peringkat utama. Hal ini menunjukan bahwa angka kejadian rinosinusitis kronis di Indonesia masih tinggi. Irigasi nasal menjadi salah satu terapi yang dapat diberikan pada rinosinusitis kronis. Kualitas hidup penderita rinosinusitis kronis dapat dinilai dengan Sino Nasal Outcome Test-22 (SNOT-22). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas hidup penderita rinosinusitis kronis yang menjalani irigasi nasal di Poli THT-KL Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Februari 2020 – April 2021 dan karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, dan keluhan utama. Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan metode potong lintang pada 41 pasien. Data yang diperoleh berupa data sekunder data register pasien periode Februari 2020 – April 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa rinosinusitis kronis paling banyak terjadi pada kelompok usia 26-35 tahun (24,4%) dan banyak terjadi pada laki-laki (61%). Keluhan utama paling banyak terjadi yaitu hidung tersumbat (70%). Kualitas hidup 41 sampel pada penelitian ini adalah buruk (100%). Berdasarkan perbandingan total skor SNOT-22 sebelum dan setelah terapi irigasi nasal pada pasien rinosinusitis kronis didapatkan ada perbaikan kualitas hidup pasien setelah irigasi nasal walaupun berdasarkan kategori SNOT-22 masih termasuk buruk. Kata kunci : Rinosinusitis kronis, kualitas hidup, SNOT-22
THE INFLUENCE OF AL-QUR'AN MURRO PENGARUH TERAPI MURROTAL AL-QUR’AN TERHADAP STRESS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG KEMOTERAPI RSUP DR. M.DJAMIL PADANG Despitasari, Lola
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P12

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering pada kalangan perempuan. Data International Agency For Research On Cancer (IARC) tahun 2018, diketahui perkiraan jumlah kasus baru kanker payudara sekitar 11.6% dari semua kanker dengan angka kematian 6.6%. Penatalaksanaan pada pasien kanker payudara diantaranya kemoterapi. Efek samping kemoterapi salah satunya adalah stress. Terapi non farmakologis untuk mengatasi stress pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi salah satunya dengan terapi murottal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-quran terhadap stress pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian quasi eksperiment dengan desain pre-test and post-test with control group design. Sampel pada penelitian sebanyak 22 responden, 11 responden kelompok intervensi dan 11 responden kelompok control. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini dengan kuisioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42. Analisa data menggunakan uji mann whitney. Terdapat perbedaan rerata skor stress pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diberikan terapi murottal Al-Quran dengan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi yang tidak diberikan terapi murottal Al-Quran (p value = 0,000). Diharapkan agar perawat dapat meningkatkan perannya dalam pemberi asuhan keperawatan dan dapat menerapkan evidance based nursing yaitu terapi murottal Al-Quran pada pasien untuk mengurangi stress yang dirasakan pasien selama menjalani kemoterapi Kata kunci : Kanker payudara, kemoterapi, terapi murottal Al-Quran
Variasi dan Komplikasi Tekanan Darah Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Menjalani Hemodialisis Reguler di RSUP Sanglah Denpasar Semadhi, Putu Gitanjani Mahadewi; Widiana, I Gde Raka; Merati, Ketut Tuti Parwati; Kumbara, Cokorde Istri Yuliandari Krisnawardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P13

Abstract

ABSTRACT Introduction: Intradialytic hypertension and intradialytic hypotension in end-stage renal disease patients undergoing regular hemodialysis are the two factors that can increase the mortality risk associated with cardiovascular disease. Aim: To know the blood pressure variability, frequency of hypertension and hypotension intradialytic, also symptoms. Method: The research’s design is observational based on primary data through six times blood pressure observation and symptom observation. It’s also based on secondary data through medical records. There are 100 respondents who have met the inclusion and exclusion criteria. Results: The majority of respondents are male (62%), 51-50 years old (31%), with pre-dialytic and dry weight around 51-70 kg (61% and 60%), PNC as the etiology (56%), and mostly 1-5 years undergoing hemodialysis (44%). The variability has shown there’s a drop of blood pressure average from pre-hemodialysis to the fourth hour of hemodialysis by 11.03 mmHg, afterwards the blood pressure average increased on post-hemodialysis by 2.98 mmHg. According to statistics, the systolic blood pressure’s coefficient of variation is 16.6%, p< 0.001, the maximum value is 148.57 mmHg, the minimum value is 137.54 mmHg. The frequency of intradialytic hypertension is 19% and intradialytic hypotension is 32%. Lastly, the most common symptom is muscle cramp (13%). Conclusion: There’s a significant difference among blood pressure during hemodialysis with coefficient of variation 16,6%. The frequency of intradialytic hypertension is 19% and hypotension intradialytic is 32%. And the most common symptom is muscle cramp (13%). Keywords: intradialytic hypertension, intradialytic hypotension, blood pressure variability
Hubungan Persentase Lemak Tubuh dan Indeks Massa Tubuh terhadap Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Trisina, Cindy Gracia; Dinata, , I Made Krisna; Purnawati, Susy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P03

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa kedokteran secara umum memiliki jadwal kegiatan yang padat sehingga cenderung kurang memperhatikan pola makan serta makanan yang dikonsumsinya, sedangkan nutrisi yang cukup sangat penting untuk inisiasi dan pemeliharaan kapasitas reproduksi. Ketidakseimbangan energi akibat asupan lemak berlebih maupun kurang juga dapat menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk asosiasi antara persentase lemak tubuh dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap siklus menstruasi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 terhadap 44 mahasiswi Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana secara potong lintang. Data yang diambil merupakan data primer. Riwayat gangguan siklus menstruasi diambil menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri menggunakan alat ukur yang sudah disesuaikan ketelitiannya. Status gizi diukur menggunakan IMT, sedangkan persentase lemak tubuh menggunakan relative fat mass (RFM). Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan uji korelasi ?. Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi normal (93,2%), IMT normal (77,3%), dan persentase lemak tubuh normal (54,5%). Dari uji statistik Fisher’s Exact Test, ditemukan bahwa IMT memiliki hubungan yang signifikan terhadap siklus menstruasi (p=0,009) dengan kekuatan hubungan yang cukup antara IMT terhadap siklus menstruasi (?=0,499) serta persentase lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap siklus menstruasi (p= 0,086). Dapat disimpulkan bahwa IMT memiliki hubungan yang bermakna terhadap siklus menstruasi dan persentase lemak tubuh tidak memiliki hubungan terhadap siklus menstruasi mahasiswi FK Unud. Kata Kunci : Siklus Menstruasi, Indeks Massa Tubuh, Persentase Lemak Tubuh
Hubungan Penggunaan Smartphone Sebelum Tidur dengan Kualias Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Yolanda, Aurelia Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i02.P17

Abstract

Mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) memiliki berbagai kegiatan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan kualitas tidur yang baik. Kualitas tidur yang baik dapat membantu menjaga kesehatan fisik, psikis, membantu penyembuhan, restorasi, meningkatkan kemampuan berpikir jernih, bereaksi cepat dan membentuk ingatan. Kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah penggunaan smartphone, terutama sebelum tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone sebelum tidur dengan kualitas tidur pada mahasiswa FK Udayana. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan desain penelitian analitik observasional dengan kuesioner penggunaan smartphone di malam hari untuk mengukur penggunaan smartphone sebelum tidur dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Hubungan antarvariabel dievaluasi dengan uji Mann-Whitney. Penelitian ini mengikutsertakan 284 sampel (61,3% perempuan) berasal dari angkatan 2018, 2019, dan 2020. Nilai p yang didapatkan dari uji hipotesis adalah 0,004 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kedua variabel yang dapat disebabkan karena peningkatan latensi tidur, peningkatan gairah sebelum tidur, penekanan sekresi hormon melatonin, dan radiasi. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan smartphone sebelum tidur dengan kualitas tidur mahasiswa FK Udayana. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan kontrol variabel pengganggu pada jumlah sampel yang lebih besar.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue