cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Karakteristik dan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi COVID-19 Simanjuntak, Sarah Michelle; Diniari, Ni Ketut Sri; Wiguna, I Gusti Rai Putra; Aryani, Luh Nyoman Alit
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P08

Abstract

Kecemasan merupakan sebuah respons adaptif yang mendorong seseorang untuk dapat mengambil langkah kedepannya. Mahasiswa rentan terhadap gangguan kecemasan, khususnya pada masa pandemi COVID-19. WHO menetapkan bahwa COVID-19 sebagai pandemi. Upaya untuk tetap melanjutkan pendidikan sambil mencegah penyebaran penyakit adalah penyelenggaraan program Pembelajaran Jarak Jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam mengikuti sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional­ menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester 1 angkatan 2020, semester 3 angkatan 2019, dan semester 5 angkatan 2018. Sampel diambil menggunakan metode stratified random sampling dengan total 260 sampel. Data diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic Version 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebesar 54.2% mahasiswa tidak memiliki kecemasan dan sebesar 45.8% mahasiswa memiliki kecemasan dengan tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Karakteristik yang terbanyak pada responden adalah mahasiswa berjenis kelamin perempuan, mahasiswa semester 3 angkatan 2019, mahasiswa yang berusia 19 tahun, mahasiswa yang memiliki dukungan finansial yang cukup, mahasiswa dengan kapasitas gawai dan jaringan yang cukup memadai, mahasiswa dengan situasi dan kondisi ruang belajar yang cukup memadai, mahasiswa dengan cara belajar sesuai mood, dan mahasiswa yang tidak memiliki riwayat gangguan kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat sebesar 45.8% mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan dengan kecemasan yang berbeda-beda pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh.
PROFIL PASIEN HIV DENGAN KOINFEKSI INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINYA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR PERIODE TAHUN 2019-2021 Murti, Nyoman Indra Karunia; Puspawati, Ni Made Dwi; Indira, I Gusti Ayu Agung Elis; Hostiadi, Michael; Krisnaputri, Nandya Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P04

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyebabkan individu yang terinfeksi lebih rentan terhadap infeksi lainnya. Risiko penularan HIV tertinggi adalah melalui hubungan seksual. Hingga saat ini, HIV masih menjadi masalah besar di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Infeksi HIV seringkali diserta dengan koinfeksi penyakit menular seksual lainya. Pada studi ini dilakukan studi cross-sectional, dimana pasien HIV dengan koinfeksi penyakit menular seksual lainya yang datang ke poliklinik kulit dan kelamin divisi infeksi menular seksual di RSUP Prof Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode tahun 2019-2021 akan didata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pasien HIV dengan infeksi menular seksual lainya, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah lebih dari dua kali lipat wanita. Kelompok usia terbanyak adalah usia 16-30 tahun yang masih merupakan usia produktif. Jenis koinfeksi penyakit menular seksual pada penderita HIV terbanyak adalah kondiloma akuminata. Pada penelitian ini, individu HIV dengan stadium 2 merupakan penderita terbanyak. Beberapa temuan pada penelitian ini memiliki kemiripan data dengan penelitian-penelitian serupa, namun beberapa hasil temuan pada penelitian ini mungkin berbeda dengan temuan pada beberapa penelitian-penelitian di negara lain, kemungkinan akibat perbedaan demografis dan jumlah sampel penelitian yang terbatas. Kata kunci : Human Immunodeficiency Virus, infeksi menular seksual.
PENGARUH EKSTRAK AQUEOUS CLITORIA TERNATEA TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGI OTAK DAN GANGGUAN MEMORI PADA TIKUS WISTAR TERINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Parisya Sasmana, I Gede Aswin; Ananta Kusuma, , I Komang Wira; Dhananjaya, I Gede Arya Diva; Triana Devy, Anggi Amanda; Wihandani, Desak Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P13

Abstract

Pendahuluan: Diet tinggi lemak dapat menyebabkan berbagai macam kondisi salah satunya adalah obesitas. Ketidakseimbangan profil lipid secara langsung bekontrobusi pada stress oksidatif kronis sehingga dapat mempengaruhi struktur dan fungsi otak. Manifestasi klinis dari gangguan fungsi otak yaitu penurunan memori. Clitoria ternatea L. mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat mencegah kerusakan organ khususnya otak maupun gangguan memori. Tujuan: mengetahui efek pemberian ekstrak air Clitoria ternatea L. terhadap gambaran histologis otak dan gangguan memori tikus dengan induksi diet tinggi lemak. Metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental post-test only menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok yaitu diet normal (ND), diet tinggi lemak (HFD), dan kelompok perlakuan (HFD+CTE250; HFD+CTE500; HFD+CTE750). Ekstrak Clitoria ternatea L. diperoleh dengan metode ekstrak air. Berat badan pasca perawatan, profil lipid (kolesterol, trigliserida, HDL-C, dan LDL), fungsi memori (uji labirin Y), dan gambaran histologis otak diukur dan dianalisis. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan sel hipokampus yang signifikan pada kelompok dengan HFD dibandingkan dengan kelompok HFD+CT750 (MD: -82.33; 95% CI (-128.87 hingga -35.79); p=0,03). Kondisi ini juga diperparah dengan kejadian oklusi pembuluh darah yang dapat menghambat peredaran darah pada otak tikus kelompok HFD. Memori spasial tikus dan jumlah entri pada uji Y-maze menunjukkan terdapat penurunan jumlah entri dan memori spasial yang signifikan pada kelompok HFD+CT250 (MD: 37,70; 95% CI (18,38-57,02); p=0,001). Simpulan: ekstrak air Clitoria ternatea L. secara signifikan mempengaruhi gambaran histologis otak dan gangguan memori tikus dengan induksi diet tinggi lemak. Kata Kunci: Clitoria ternatea L., Histologis otak, gangguan memori.
Manfaat Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus Putri, Putu Winna Deyanti; Rusyati, Luh Made Mas; Praharsini, I Gusti Agung; Sudarsa, Prima Sanjiwani Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P17

Abstract

Background: Staphylococcus aureus is an major human pathogen. Most individuals get Staphylococcus aureus infections with varying degrees of malignancy, such as superficial pyoderma, at some point in their lives. Antibiotics are often used to treat Staphylococcus aureus infections, however they may not be utilised or prescribed correctly, resulting in resistance. Alkaloids, flavonoids, tannins, essential oils, terpenoids, and curcuminoids are some of the active components in turmeric that have antibacterial properties. Objective: The goal of this study was to see how efficient the most effective turmeric extract (Curcuma domestica Val.) was in stopping Staphylococcus aureus from growing. Methods: This is an experimental research with a post-test control group. A maceration process employing 96 percent ethanol as a solvent was used to extract Singaraja turmeric. The extract concentrations employed in this research were 15%, 30%, 50%, 75%, and 100%; the positive control was vancomycin, and the negative control was 96 percent ethanol. Using the disc spreading approach, the test was conducted four times. The Kruskal-Wallis test was used to examine the findings of the research. Results: For the average, the inhibition zones were 7 mm, 7.25 mm, 7.5 mm, 7 mm, and 7 mm in diameter at each concentration. This research obtained significance figure by 0.001 (p<0.05). This suggests that the development of Staphylococcus aureus is influenced by varying amounts of turmeric ethanol extract. Conclusions: Turmeric extract (Curcuma domestica Val.) inhibits the growth of Staphylococcus aureus at all concentrations, with 50% of the extracts displaying the largest inhibition zone width.
Gambaran Glaukoma Primer Sudut Terbuka Pada Pasien Di Poliklinik Mata Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Periode Januari 2020 – Desember 2020 Shanty, Ni Made Ayudia; Triningrat, Anak Agung Mas Putrawati; Sutyawan, I Wayan Eka; Kusumadjaja, I Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P01

Abstract

Glaukoma primer sudut terbuka dikarakterisitikan sebagai suatu neuropati saraf optik yang bersifat kronis dan progresif, dengan morfologi tertentu tanpa disertai penyakit atau kelainan kongenital dengan sudut bilik mata terbuka yang menyebabkan defek penglihatan permanen. Kerusakan saraf optik pada glaukoma primer sudut terbuka terus terjadi walaupun peningkatan tekanan intraokular tidak signifikan atau bahkan normal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran glaukoma primer sudut terbuka pada pasien di Poliklinik Mata Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Periode Januari 2020- Desember 2020. Penelitian deskriptif retrospektif dengan metode cross-sectional. Data penelitian berupa rekam medis yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik total sampling. Data diolah menggunakan perangkat komputer SPSS versi 21 untuk mencari distribusi frekuensi dan persentase dari karakteristik usia, jenis kelamin, mata yang terlibat, tekanan intraokular, cup/disc ratio, keluhan utama, dan lapang pandang. Penelitian memperoleh 25 sampel terdiri atas 42 mata yang terdiagnosa glaukoma primer sudut terbuka. Hasil penelitian, glaukoma primer sudut terbuka terbanyak berusia 60-80 tahun sebesar 17 orang dengan persentase 68%. Kejadian pada pria lebih tinggi daripada wanita. Sebagian besar glaukoma primer sudut terbuka terjadi secara bilateral (68%). TIO ?21 mmHg normal lebih tinggi (57,2%) dibandingkan TIO >21 mmHg(42,8%). CDR terbanyak dengan nilai 0,6-0,8 dan 0,9-1 (35,7%). Glaukoma primer sudut terbuka dengan keluhan utama pandangan kabur terbesar dengan persentase 72%. Kata kunci: glaukoma primer sudut terbuka, karakteristik, TIO, CDR
HUBUNGAN KADAR HBA1C DAN LAMANYA DIABETES DENGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN DAN DIABETES RSUP PROF. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Kartadinata, Sarah Levina; Dwipayana, I Made Pande; Saraswati, Made Ratna; Rena, Ni Made Renny Anggreni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P09

Abstract

Penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2) mengalami kondisi inflamasi kronis yang apabila tidak terkontrol dengan baik, risiko terjadi komplikasi akan meningkat. Kondisi inflamasi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kadar glikemik, serta durasi menderita DM. Salah satu parameter kendali glikemik yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan HbA1c. Literatur menunjukkan bahwa rasio neutrofil limfosit darah dianggap sebagai salah satu parameter inflamasi dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara HbA1c dan lamanya diabetes dengan rasio neutrofil limfosit darah pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik potong lintang pendekatan dengan tehnik consecutive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Endokrin RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar dengan tujuan mengetahui hubungan antara HbA1c, lamanya DM dengan rasio neutrofil limfosit darah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara analitik menggunakan SPSS versi 26. Hasil analisis uji Chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara HbA1c dengan rasio neutrofil limfosit darah (p<0.001) dan uji Kruskal- wallis menunjukkan lamanya DMT2 dengan rasio neutrofil limfosit darah (p=0.000). Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara HbA1c dan lamanya diabetes dengan rasio neutrofil limfosit darah pada pasien DMT2 di Poliklinik Endokrin dan Diabetes RSUP Prof Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar 2022.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PELAJAR SMA 4 DI DENPASAR TAHUN 2015 Tanjaya, Sheryl Elita; Ratna Sundari, Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P14

Abstract

Obesitas adalah suatu permasalahan mendunia khususnya di bagian kesehatan karena dapat menjadi salah satu faktor risiko utama sebagai penyebab kematian global masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada pelajar SMA 4 di Denpasar tahun 2015.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik cross sectional. Teknik penentuan sampel yang digunakan menggunakan teknik Multistage Random Sampling. Sampel yang diperoleh sejumlah 47 orang siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Data sampel diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh sampel. Penilaian IMT berdasarkan data tinggi badan sampel dalam meter serta berat badan sampel dalam kilogram. Penilaian kualitas tidur dilakukan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Dari 47 sampel yang diteliti, didapatkan sampel dengan kualitas tidur baik dan buruk berturut-turut sebanyak 19 orang (40,4%) dan 28 orang (59,6%). Rerata IMT sampel adalah 21,7 kg/m2. Dilakukan analisis bivariate chi – square dan didapatkan hasil nilai p = 0,143 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kualitas tidur dengan IMT.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa kualitas tidur dan IMT pada pelajar SMA 4 tidak menunjukkan adanya hubungan bermakna. Peneliti mengharapkan penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. Kata kunci: Kualitas tidur, Indeks Massa Tubuh
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN NUTRISI DENGAN OBESITAS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Janice, Elisabeth; Tirtayasa, Ketut; Juhanna, Indira Vidiari; Wahyuni, Nila
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P18

Abstract

Background. Obesity is one of problems that are often found in students due to the lifestyle of students who are less active. Changes in student lifestyles to become sedentary have an impact on eating patterns, or the consumption of people who are more likely to choose fast food, high-calorie, and high-fat foods. Nutrition knowledge is known to affect a person's diet. Diet itself certainly affects the type of food and the amount of food consumed every day. People with high nutrition knowledge will be able to regulate their daily diet and avoid one of the risks of obesity. Purpose. To know the relationship between nutritional knowledge and obesity. Method. Type of research used is an analytical cross sectional research method to analyze the relationship between nutrition knowledge and BMI among medical students in Udayana University. Results. The samples that were collected were 98 people, the results obtained in this study showed that 53.1% of students had a normal BMI and 48% of students had low nutritional knowledge. Based on this study, it was found that the p value was 0.588 and it can be concluded that there is no relationship between nutritional knowledge and obesity
PENGARUH MENGKONSUMSI BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DIRUANG NEUROLOGI RSUD MAYJEN H.A.THALIB KABUPATEN KERINCI Angraini, Siska Sakti; Nofia, Vino Rika; Diana Morika, Honesty; Sari, Putri Minas
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P02

Abstract

Latar Belakang : Menurut WHO negara ekonomi berkembang memiliki penderita hipertensi sebesar 40 % sedangkan negara maju hanya 35%. Data Riskesdas (2018), jumlah penderita hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Hipertensi dapat diobati dengan farmakologi dan nonfarmakologi, salah satu pengobatan non farmakologi adalah dengan mengkonsumsi bawang putih. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh mengkonsumsi bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Ruang Neurologi RSUD Mayjen H.A.Thalib Kabupaten Kerinci tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen design dengan rancangan Two Group Posttest Design yang dilaksanakan pada bulan april. Populasi dalam penelitian ini semua pasien hipertensi berjumlah 93 pasien dengan jumlah sampel 16 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pengolahan data dengan t menggunakan uji t-test independen dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh bawang putih terhadap penurunan tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh mengkonsumsi bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, maka diharapkan kepada petugas kesehatan agar memberikan informasi kepada pasien hipertensi seperti mengkonsumsi bawang putih sebagai anti hipertensi dan mengaplikasikan pada komunitas untuk mengatasi pemasalahan hipertensi. Kata Kunci : Bawang Putih, Tekanan Darah, Hipertensi
Gambaran Indeks Eritrosit Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Sanglah Denpasar Periode Tahun 2021-2022 Rusditha, Sarah -; Saraswati, Made Ratna; Rena, Ni Made Renny Anggreni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i03.P10

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi eritrosit. Perubahan ini berpengaruh terhadap perkembangan komplikasi kronik diabetes. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUP Sanglah Denpasar periode tahun 2021-2022. Metode penelitian berjenis deskriptif retrospektif cross sectional. Penelitian menggunakan rekam pasien diabetes melitus tipe 2 Diabetic Center RSUP Sanglah. Sebanyak 272 rekam medis digunakan sebagai sampel. Gambaran indeks eritrosit pasien diabetes melitus tipe 2 menunjukan anemia ringan normositik normokromik. Nilai rerata hemoglobin pria 12.75 g/dl dan wanita 11.82 g/dl. Nilai rerata indeks eritrosit pasien yakni MCV 86.0 fL, MCH 28.2 pg, dan MCHC 32.8 g/dl. Anemia ringan mempunyai proporsi tertinggi dengan pria kelompok usia 56-60 tahun 18 sampel (6.6%) dan wanita 51-55 tahun 12 sampel (4.4%).

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue