cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KORELASI PARAMETER MORFOLOGI HATI MENGGUNAKAN CT SCAN ABDOMEN DENGAN DERAJAT KEPARAHAN SIROSIS BERDASARKAN SKOR CHILD PUGH PENDERITA SIROSIS HATI DI RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Bahrul, Wahyuni Indayani; Murtala, Bachtiar; Rauf, Rafikah; Amelia Bachtiar, Nur
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P11

Abstract

Sirosis hati adalah merupakan suatu proses difus yang ditandai dengan fibrosis dan perubahan arsitektur normal hati menjadi nodul-nodul regeneratif, sebagai tahap akhir dari berbagai macam penyakit hati kronis. CT scan abdomen merupakan tekhnik non-invasif dalam mendeteksi perubahan morfologi hati dan mendiagnosis sirosis hati. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menilai korelasi parameter morfologi hati menggunakan CT Scan abdomen dengan derajat keparahan sirosis berdasarkan skor Child Pugh penderita sirosis hati. Sampel penelitian diambil dari bulan Januari 2020 hingga Januari 2023, dan didapatkan sebanyak 149 orang. Program SPSS versi 26.0 digunakan untuk analisis data. Uji bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Terdapat korelasi yang bermakna antara penurunan volume hati dengan peningkatan skor Child Pugh (r = 0,548). Terdapat korelasi yang bermakna antara derajat kontur hati dengan peningkatan skor Child Pugh (r = 0,577). Terdapat korelasi yang bermakna antara rasio C/RL dengan peningkatan skor Child Pugh (r = 0,438). Terdapat korelasi yang bermakna antara pembesaran fossa gallbladder dengan peningkatan skor Child Pugh (r = 0,397). Terdapat korelasi yang bermakna antara right posterior hepatic notch sign dengan peningkatan skor Child Pugh (r= 0,435). Tidak terdapat korelasi bermakna antara derajat volume lien dengan peningkatan skor Child Pugh (r=-0,009). Perubahan pada parameter morfologi hati yang paling banyak ditemukan pada pasien sirosis hati dini dengan skor Child Pugh kelas A adalah perubahan kontur hati kemudian diikuti dengan rasio C/RL, volume hati, pembesaran fossa gallbladder dan right posterior hepatic notch sign. Kata kunci: CT Scan abdomen., skor Child Pugh., keparahan sirosis hati., perubahan morfologi hati.
KOMPARASI KANDUNGAN FITOKIMIA SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN BUAH TANAMAN BIDARA (Z. MAURITIANA LAM.)Bahasa Indonesia Santoso, Putu Nia Calista
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P03

Abstract

Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan tanaman yang tumbuh liar di daerah tandus. Tanaman bidara mengandung senyawa metabolit sekunder yang penting serta efek antioksidan yang kuat sehingga daun, buah, serta akar bidara sering digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini membandingkan perbedaan kadar senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan antara ekstrak daun dan buah bidara mentah yang masih hijau dan yang sudah matang atau merah. Daun serta kedua jenis buah bidara dikeringkan dan dimaserasi menggunakan pelarut metanol kemudian dievaporasi sehingga didapatkan ekstrak pekat. Uji fitokimia dan DPPH dilakukan untuk mendeteksi perbedaan kadar serta aktifitas antioksidan yang ada dalam daun dan buah bidara dalam menangkap dan menetralkan radikal bebas. Ditemukan bahwa bahwa ekstrak daun bidara memiliki jumlah senyawa metabolit flavonoid, fenol, dan tanin yang tertinggi disusul dengan ekstrak buah mentah dan buah matang. Sebanding dengan kadar metabolit yang dikandung, ekstrak daun bidara memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak buah mentah bidara dan ekstrak buah matang memiliki aktivitas antioksidan sedang dan sangat lemah. Berdasarkan hasil uji GC-MS, daun bidara memiliki dua jenis senyawa antibiotik serta satu jenis senyawa antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa daun bidara mengandung lebih banyak senyawa metabolit sekunder dan antioksidan dibandingkan dengan buah bidara mentah sedangkan buah bidara matang memiliki kandungan metabolit sekunder dan antioksidan paling rendah diantara ketiganya.
EFEKTIVITAS TEKNIK ANESTESI LOW FLOW DIBANDINGKAN TEKNIK ANESTESI INHALASI STANDAR PADA ANAK USIA 1-6 TAHUN YANG MENJALANI OPERASI DI PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Kurniyanta, Putu; Suarjaya, Putu Pramana; Narakusuma, Fajar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P04

Abstract

Since the discovery of sevoflurane, it has been commonly used due to its many advantages, including its safety profile for pediatric anesthesia practice. However, currently no ideal recommendation for how much gas flow should be used during induction in children. High fresh gas flow (FGF) causes waste of anesthetic and oxygen gases, making it both uneconomical and environmentally polluting. To date, there have been very few studies on low FGF in children, so there is no best and efficient method for reducing the need for large amounts of induction gas. The aim of this study is to determine the effectiveness of the low low anesthesia (LFA) technique in reducing sevoflurane volume, induction time, and hemodynamics during surgery in children undergoing surgery. This is a case-control study conducted at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Hospital in Denpasar. Forty-six children aged 1 - 6 years underwent elective surgery and were anesthetized with sevoflurane and randomly divided into two groups: the case group using the low-flow anesthesia technique and the control group using the standard anesthesia technique. The case and control groups were statistically similar in terms of demographic data. However, the volume of sevoflurane used from the time of premedication to intubation was significantly different (p > 0.05) between the two groups (35.5 ml vs 44.5 ml). The induction times were not significantly different (209s vs 201s, p<0.05). Additionally, no significant difference was observed regarding hemodynamic stability during anesthesia. Keywords : anesthesia induction, hemodynamic stability, low flow anesthesia, sevoflurane
KARAKTERISTIK DAN MANAJEMEN SKABIES PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT INDERA DENPASAR PERIODE JANUARI-JUNI 2014 Diandra Sabila Giana; I Gede Made Adioka; Desak Ketut Ernawati; IGA Artini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Sarcoptes scabei varian hominis dan produknya. Skabies ditemukan hampir di semua negara dengan prevalensi yang berbeda-beda. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang dilakukan di Bali yang berkaitan dengan skabies. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan manajemen skabies yang dilakukan di Rumah Sakit Indera Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dimana data merupakan data retrospektif yang diambil secara cross sectional pada bulan Juni 2014. Data didapat dengan cara observasi dan pencatatan data rekam medis. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dari 50 kasus skabies di Rumah Sakit Indera Denpasar periode Januari-Juni 2014 diketahui bahwa kasus terbanyak yaitu laki-laki (70%), kelompok usia 0-20 tahun (70%), lokasi sela jari tangan (56%), dengan keluhan tersering gatal (98%), efloresensi yang paling sering ditemukan berupa papula (100%), serta manajemen yang dilakukan adalah dengan farmakoterapi berupa sediaan topikal dan per oral. Sediaan topikal yang digunakan mengandung anti ektoparasit (100%) dan sediaan per oral mengandung antihistamin (94%). Kata kunci : skabies, gatal, papula, anti ektoparasit
EFEKTIFITAS TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP LOW BACK PAIN IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK SETIA PADANG PARIAMAN amir, aprima yona; Hayu, Ramah; Meysetri, Fafelia Rozyka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P05

Abstract

Nyeri punggung terjadi pada 60% hingga 90% ibu hamil, Sekitar 80% wanita akan mengalami nyeri punggung di beberapa titik selama kehamilan. Kebanyakan sakit pada punggung selama kehamilan terjadi akibat perubahan otot tulang punggung sebanyak 70%. Nyeri punggung digambarkan sebagai salah satu gangguan ringan pada kehamilan dan merupakan salah satu penyebab terjadinya persalinan sesar. Idealny nyeri punggung selama kehamilan terjadi akibat perubahan anatomis tubuh, nyeri dikatakan fisiologis apabila nyeri segera hilang setelah istirahat. Hasil studi pendahuluan terdapat 65% ibu hamil yang mengalami nyeri punggung, Tujuan penelitian menganalisis efektifitas teknik massage effleurage terhadap low back pain pada ibu hamil trimester III di Klinik Setia Padang Pariaman. Desain penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen. Variabel independent yaitu massage effleurage sedangkan variable dependent yaitu low back pain pada ibu hamil trimester III. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil timester III yang mengalami nyeri punggung sebanyak 15 ibu hamil dengan sampelnya 15 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan non Probability Sampling dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon dengan ? <0,05. Hasil uji Wilcoxon, pada kelompok massage effleurage didapatkan nilai ?-value 0,001 < 0,05 maka Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan teknik massage effleurage terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Setia Padang Pariaman. Hasil penelitian ini disarankan bagi ibu hamil trimester III untuk menerapkan metode ini saat mengalami nyeri punggung karena mudah dilakukan dan aman. Kata kunci : Teknik massage effleurage, nyeri punggung
PREVALENSI KELUHAN NYERI MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENENUN LEMBANG SALUALLO DI KECAMATAN SANGALLA’ UTARA KABUPATEN TANA TORAJA TAHUN 2021 Kurniawati, Agata; -, Yuliana; Karmaya, I Nyoman Mangku; Wardana, I Nyoman Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P01

Abstract

Keluhan nyeri musculoskeletal didorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh penenun. Keluhan ini dapat menurunkan fungsi anggota tubuh yang berakibat pada penurunan kualitas hidup para penenun, menurunnya produktivitas kerja, bahkan menurunkan tingkat kesejahteraan keluarga yang sumber utama penghasilannya dari kegiatan menenun. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi keluhan nyeri MSDs pada penenun Lembang Saluallo di Kecamatan Sangalla’ Utara Kabupaten Tana Toraja tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional yang diikuti oleh 85 penenun Lembang Saluallo di Kabupaten Tana Toraja. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner nordic body map. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23-30 November 2021. Data diolah dan dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel 2013 dan SPSS 26. Didapatkan prevalensi sebesar 94,1% yaitu dari 85 penenun ditemukan 80 orang dengan keluhan nyeri MSDs. Dari 80 penenun, didapatkan bahwa keluhan didominasi oleh keluhan ringan (92,5%). Lokasi nyeri MSDs yang paling banyak dikeluhkan responden yaitu pada bagian bokong (67,1%), pinggang (61,2%), dan pantat (54,1%). Lokasi yang paling sedikit dikeluhkan adalah pada siku kanan dan siku kiri, masing-masing sebesar 2,4%. Prevalensi keluhan nyeri MSDs pada Lembang Saluallo tergolong tinggi. Maka, perlu dilakukan tindakan pencegahan dan intervensi yang tepat dengan menciptakan lingkungan dan cara kerja yang lebih ergonomis. Selain itu, perlu dilakukan penilaian nyeri MSDs yang lebih objektif melalui pemeriksaan kesehatan serta diperlukan penelitian analitik lebih lanjut mengenai karakteristik dan faktor-faktor risiko munculnya keluhan nyeri MSDs pada penenun.
AKURASI BIOMETRI IMERSI PADA OPERASI KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSD MANGUSADA BADUNG TAHUN 2022 Natan, Priscilla Christina; Triharpini, Ni Nyoman; Sucicahyati, Deasy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P06

Abstract

Pendahuluan: Keakuratan refraksi dan penglihatan bebas kacamata adalah tuntutan pasien zaman sekarang. Untuk mencapai akurasi refraktif pasca operasi, perhitungan biometri dan kekuatan lensa intraokular (IOL) yang tepat sangat penting. Untuk menghitung kekuatan IOL dan menentukan penempatan lensa efektif pasca operasi, diperlukan data biometri. Di Rumah Sakit Daerah Mangusada, metode biometri imersi paling sering diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keakuratan perhitungan kekuatan IOL pada mata yang menjalani operasi katarak fakoemulsifikasi dan operasi katarak insisi kecil (SICS) dengan implantasi IOL menggunakan biometri ultrasonografi A-scan imersi melalui evaluasi mean absolute refraction error. Metode: Studi deskriptif retrospektif ini mengumpulkan data dari rekam medis pasien yang menjalani fakoemulsifikasi dan SICS dengan implantasi IOL yang diukur dengan USG biometri imersi, menentukan panjang aksial (AL), K rata-rata, kedalaman ruang anterior (ACD), ketebalan lensa, perhitungan daya IOL menggunakan rumus Holladay, dan prediktabilitas target refraksi pasca operasi oleh perangkat biometri. Hasil refraksi, karakteristik subjek, dan variabel yang memengaruhi akurasi biometri dinilai. Hasil: Penelitian ini mengumpulkan sebanyak 45 mata dari 41 pasien yang dievaluasi. Akurasi biometri ultrasonografi imersi pada penelitian ini adalah 62,2% pada rentang <0,25D. Estimasi hasil refraksi memiliki korelasi positif dengan spherical equivalent pasca operasi. Kesimpulan: Dalam penelitian ini, akurasi biometri ultrasonografi imersi terbilang cukup baik, namun untuk meningkatkan keakuratan hasil operasi katarak pasca operasi, operator biometri perlu mendapatkan pendidikan yang menyeluruh karena mesin biometri memerlukan kalibrasi rutin. Kata Kunci: Biometri Imersi, Bedah Katarak, Kelainan Refraksi
PROFIL PASIEN AKNE VULGARIS DI POLIKLINIK DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH DENPASAR, BALI PERIODE TAHUN 2019-2021 primasari, yunita; Praharsini, IGAA
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P02

Abstract

Pendahuluan: Akne vulgaris adalah penyakit peradangan kronik dari unit pilosebasea yang ditandai dengan komedo, papul, pustul, nodus dan kista. Akne vulgaris dapat menimbulkan permasalahan fisik dan psikososial sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada tatalaksana dan peningkatan kualitas hidup penderita akne vulgaris. Tujuan: Mengetahui prevalensi, sosiodemografi, derajat akne vulgaris dan tatalaksananya di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah selama Januari 2019 hingga Desember 2021. Metode: Rancangan penelitian deksriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder pada rekam medis. Hasil: Jumlah pasien berkunjung ke poliklinik sebanyak 15.616 pasien. Sebesar 1.87% pasien baru dengan diagnosis akne vulgaris dengan prevalensi 78.43% perempuan, 65.41% usia 10-30 tahun dan 82.87% pasien dengan derajat keparahan ringan. Berdasarkan tatalaksana, 100% pasien mendapat medikamentosa dan 64.38% pasien mendapat prosedur tindakan. Berdasarkan medikamentosa, 100% pasien mendapat tabir surya, disertai asam retinoat 46.57%, benzoil peroksida 2.05%, antibiotik topikal 2.05%, kombinasi asam retinoat dan benzoil peroksida 18.83%, kombinasi asam retinoat dan antibiotik topikal 15.41%, kombinasi asam retinoat, benzoil peroksida dan antibiotik topikal 15.06% dan antibiotik oral 16.78%. Berdasarkan prosedur tindakan, 53.42% pasien mendapat peeling kimia superfisial, 2.40% pasien mendapat injeksi kortikosteroid intralesi dan 8.56% pasien mendapat terapi berbasis cahaya. Kesimpulan: Prevalensi akne vulgaris sebesar 1,87%, sebagian besar terjadi pada perempuan, usia 10-30 tahun dengan derajat keparahan ringan. Tatalaksana yang diberikan meliputi terapi medikamentosa dan prosedur tindakan yang sudah sesuai dengan guideline tatalaksana akne vulgaris berdasarkan Indonesian Acne Expert Meeting (IAEM) 2015. Kata kunci: akne vulgaris, medikamentosa, tindakan
TINGKAT AKURASI PENENTUAN USIA KRONOLOGIS DAN USIA GIGI MENGGUNAKAN METODE CAMERIERE PADA ANAK USIA 5-15 TAHUN DI BALI Kusumadewi, Sari; Kristanto, Riki; Nurrahmadhanti, Destry
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i06.P07

Abstract

Odontologi forensik merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada aplikasi ilmu kedokteran gigi untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan etik, hukum, serta pemeriksaan dan penanganan bukti gigi. Penentuan estimasi usia merupakan salah satu hal yang dipelajari dalam odontologi forensik dan salah satu anatomi tubuh manusia yang dapat digunakan untuk menentukan usia adalah gigi. Metode Cameriere adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan estimasi usia gigi pada anak-anak dan remaja usia 5-15 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi penentuan usia kronologis dan usia gigi menggunakan metode Cameriere pada anak-anak usia 5 - 15 tahun di Bali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospective study dengan jenis penelitian observasional analitik dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 35 sampel. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas menggunakan Uji Saphiro-WIlk, uji homogenitas menggunakan Uji Levene, dan uji statistik menggunakan Uji-t Berpasangan dengan bantuan program SPSS. Hasil Uji t Berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Usia Gigi dan Usia Kronologis menggunakan Metode Cameriere dengan P value sebesar 0,447. Metode Cameriere menggunkan foto radiografi panoramik dan pengukuran secara digital, akurat dalam menentukan Usia Kronologis dan Usia Gigi pada anak usia 5-15 tahun di Bali dengan rata-rata Usia Gigi lebih tua 0,09 tahun dibandingkan dengan Usia Kronologis. Kata kunci: Odontologi Forensik, Metode Cameriere, Bali
Pengaruh Efikasi Diri Meningkatkan Program Rehabilitasi Jantung Terhadap Perilaku Kesehatan Pasien Infark Miokard Di Aceh Ahyana, Ahyana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P14

Abstract

Perilaku kesehatan merupakan komponen penting dalam mencegah kekambuhan dan menurunkan angka kematian dan kecacatan secara keseluruhan setelah kejadian infark miokard (MI). Studi kuasi-eksperimental ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri meningkatkan program rehabilitasi jantung terhadap perilaku kesehatan pada pasien dengan MI. Enam puluh empat pasien dengan MI dipilih ke dalam kelompok kontrol yang menerima perawatan standar atau kelompok eksperimen yang menerima perawatan standar dan program efikasi diri meningkatkan rehabilitasi jantung. Data pre-test dan two-time points post-test dikumpulkan menggunakan Myocardial Infarction Health Behaviors Questionnaire (MIHBQ). Uji-t berpasangan digunakan untuk menilai skor perilaku kesehatan dalam perbandingan kelompok, sedangkan uji-t independen digunakan untuk menentukan perbedaan skor perilaku kesehatan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kesehatan pasien setelah menerima efikasi diri meningkatkan program rehabilitasi jantung lebih baik dibandingkan sebelum menerimanya (t = -13,91, df = 31, p < .01). Terdapat perilaku kesehatan yang meningkat secara signifikan dari kelompok eksperimen yang menerima efikasi diri meningkatkan program rehabilitasi jantung dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar (t = 9,45, df = 62, p < 0,01). Studi ini memberikan bukti bahwa efikasi diri meningkatkan program rehabilitasi jantung dapat diterapkan dan efektif untuk meningkatkan perilaku kesehatan di antara pasien dengan MI

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue