cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGEMBANGAN KARTU PETUALANGAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK Rejeki, Putri; Prasetya, Mia Ayustina; Anggaraeni, Putu Ika; Aprillia, Rika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P06

Abstract

Introduction: The behavior of teeth brushing with the correct method in Indonesian people is still relatively low at 2.8%, causing an increase in dental and oral problems from 43.3% in 2007 to 57.6% in 2018. The most dental and oral problems by age are in the age group 5-9 years (51.72%). Efforts to improve children’s behavior in maintaining their dental health require health promotion education with interesting and appropriate methods for children. This study aims to develop "Kartu Petualangan" as a health promotion media to improve the discipline of teeth brushing in children. Method: This Research uses type Research and Development (R&D) study method with eight stages. The steps are potential and problems, data collection, product design, product validation, design revision, product testing, product revision, and usage trial. Result & Discussion: The results of the problems identified through the literature study are used as the basis for product development. Before being tested, the learning media was validated by experts who got results from material experts is 85% and display experts is 80%, they were in the "Eligible" category then revised according to expert input. After that, the product trials in small groups were carried out and got 86% results which were included in the "Very Eligible" category then revised according to input from the product trial questionnaire. Furthermore, the trial for use in a wider group was carried out and obtained 87% results which were included in the "Very Eligible" category. Conclusion: The conclusion of this study is that "Kartu Petualangan" are suitable to be used as a health promotion medium to improve the discipline of teeth brushing in children. Keywords : Health Promotion Media; Reward Stickers; Teeth Brushing
KARAKTERISTIK PASIEN DELIRIUM DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019 Paulus, Stella Jessica
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P15

Abstract

Delirium merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan gangguan kesadaran dan kognisi yang terjadi secara akut dan berfluktuasi. Delirium dapat disebabkan karena kondisi medik umum, Akibat Intoksikasi/Putus Zat, Etiologi Beragam dan Tidak Spesifik. Diagnosis delirium menurut PPDGJ; 1) Gangguan kesadaran dan atensi;2 ) kognitif secara umum; 3) Psikomotor; 4) siklus tidur dan 5) Onsetnya hilang timbul sepanjang hari dan kurang dari enam bulan. Menurut DSM-IV-TR, prevalensi pada usia 18 tahun keatas yakni sebesar 0,4 persen dan 1,1 persen pada usia 55 tahun keatas. Sering terjadi lost case maupun keterlambatan diagnosis, sehingga penting dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaran umum pasien Delirium di RSUP sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan Analisa potong lintang dengan rancangan observasional mengguanakan data sekunder dengan rekam medis di Instalasi RSUP Sanglah Denpasar. Data dikumpulkan denga metode konsenkutif sampling, data pasien akan dirahasiakan. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran umum sebagai karakterisrik pasien Delirium di RSUP Sanglah Denpasar. Kata kunci: Karakteristik, Delirium, CKD, Hipertensi, Diabetes Mellitus tipe 2
Prevalensi Ankle Sprain pada Pemain Sepak Bola Neo Waimangura di Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020 Talu Daga, Afristy Charisma; S.Ked, M.Biomed, dr. Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P02

Abstract

Ankle sprain merupakan cedera yang terjadi karena adanya trauma langsung atau ketidakstabilan dari sendi yang menyebabkan perobekan dari ligamen, otot yang ada disekitar sendi pergelangan kaki. Hal ini menjadi suatu masalah yang sering terjadi pada atlet olahraga khususnya atlet atau pemain sepak bola. Cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola secara keseluruhan paling banyak terjadi pada bagian pergelangan kaki. Hal ini diakibatkan oleh aktivitas gerak yang berlebihan atau mengalami kecelakaan saat beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Prevalensi Ankle Sprain pada Pemain Sepak Bola Neo Waimangura di Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 81 pemain sepak bola Neo Waimangura dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Usia, riwayat cedera ankle sprain, riwayat penanganan cedera ankle sprain, lama waktu sebagai pemain sepak bola, frekuensi latihan sepak bola, dan riwayat nyeri setelah sembuh dari cedera diukur menggunakan kuesioner berdasarkan ingatan responden yang dibagikan secara daring. Hasil analisis deskriptif didapatkan umur terbanyak yang mengalami cedera pada penelitian ini yaitu umur 21-25 tahun (55,6%), riwayat cedera ankle sprain mayoritas 80 orang (98,8%), riwayat penanganan cedera ankle sprain sebanyak 39 orang (48,1%), jumlah pemain yang masih merasakan nyeri setelah sembuh dari cedera sebanyak 58 orang (71,6%), frekuensi latihan pemain sepak bola menunjukkan tingkat sering bermain sepak bola dalam satu minggu terbanyak 3-4 kali latihan (55,6%). Hasil penelitian ini diharapkan pemain sepak bola untuk tetap memperhatikan kualitas bermain sepak bola dengan mengaplikasikan managemen waktu dan teknik yang baik agar nantinya terhindar dari kemungkinan mengalami cedera ankle. Kata kunci: Ankle Sprain, Sepak Bola, Kuesioner Online
Karakteristik Keberhasilan Kehamilan Pasien Yang Menjalani Bayi Tabung Dengan Protokol Panjang Di Klinik Bayi Tabung Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Tahun 2014-2017 Hariantha Putra, Putu Surya Pradipta; Manuaba, Ida Bagus Gede Fajar; Jaya Kusuma, Anak Agung; Wijaya Surya, I Gede Harry
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i04.P16

Abstract

Introduction: Globally there are estimated cases of infertility in 8%-10% of couples, if from the global picture of the population then about 50-80 million couples (1 in 7 couples) or about 2 million new infertile pairs each year and this number continues to increase. In Vitro Fertilization (IVF) can be a solution for infertile patients. There are two IVF programs, namely with short protocols and long protocols, each protocol has benefits and limitations, The long protocol was the most widely used protocol prior to the introduction of GnRH antagonists (short protocols) in IVF centers around the world, but high cost constraints leads change over to the short protocol method. In its journey, the average success rate of IVF cycles ranges from 25-30%, while in Indonesia it is 29% for one cycle of long protocol. Thus, this study aims to determine characteristics of success rate patients undergoing ivf with long protocol at ivf clinic Sanglah General Hospital. Methods: This research is a descriptive study using medical record data and the sampling technique is saturation sampling. The data obtained according to the inclusion and exclusion criteria were 4 data which were analyzed descriptively for each case. Result: This study shows that out of 87 cases underwent the ivf program at RSUP Sanglah Clinic only 4 cases who underwent IVF with the long protocol, only 1 case was success, the age of the male partner was 35 years old and the female partner was 35 years old with primary infertile status for 4 years, had a total of 12 oocytes and 4 embryos and appropriate for the long protocol criteria. IVF with levels of ?-hCG 204.1 mIU / ml and get Geneli's pregnancy.Conclusion: During the 2014-2017 period, only 4 cases of patients undergoing IVF with the long protocol method were found, 3 cases with ?-hCG <50,2 did not get live birth while 1 case with ?-hCG> 50,2 had a viable pregnancy.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Vanesa, Adeleida Sarah; Widianti, I Gusti Ayu; ., Muliani; ., Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P03

Abstract

Salah satu ancaman besar penyakit yang mematikan di beberapa negara, termasuk Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini cenderung lebih berisiko pada perempuan menopause. Indeks massa tubuh bisa memperkirakan obesitas yang mampu meningkatkan akan PJK. Maksud dan tujuan dari studi ini dilakukan adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara IMT terhadap PJK pada perempuan menopause di RS Advent Bandung. Parameter ini diambil dari 52 pasien lalu dianalisis secara analitik dengan jenis metode potong lintang (cross-sectional). Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai IMT terbanyak pada perempuan menopause adalah obesitas (47%), diikuti dengan normal (28%), overweight (23%), dan underweight (2%). Penelitian yang dianalisis dengan metode Chi square menyatakan bahwa pada perempuan menopause tidak ditemukan adanya hubungan yang erat pada IMT terhadap penyakit jantung koroner (p value = 0,148).
HUBUNGAN TEKANAN DARAH TINGGI TERHADAP KEJADIAN STROKE DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH Priyatna, Rosabel Eugene; Sinardja, Cyndiana Widia Dewi; Artana, I Gusti Ngurah Bagus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P07

Abstract

Stroke is a condition that occurs when blood flow to the brain is cut off due to blockage or rupture of blood vessels to the brain, causing brain cell death. Stroke is a disease that has a very high level of morbidity and mortality, especially in Indonesia. Hypertension is one of the main factors of stroke. This study was aimed to determine the relationship of hypertension to the incidence of stroke in RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah. This study used a cross-sectional analytic observational study design on 150 stroke patients at RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah in the period June 2021-June 2022. This study shows the proportion of non-hemorrhagic stroke is 56.7% and hemorrhagic stroke is 43.3%; stroke patients who have hypertension by 72.7%; stroke was more common in patients aged ?58 years with a proportion of 52%; and stroke was more common in male patients with a proportion of 63.3%. For the non-parametric correlation value of hypertension with non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke found r = 0.265 with p value = 0.001; p<0.05. This value indicates a weak positive relationship between hypertension to the incidence of non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke which proved significant. This is due to hypertension causing endothelial dysfunction so that it can trigger the formation of arterosclerosis and/or rupture of blood vessels. Preventive measures to maintain blood pressure play an important role in preventing complications of stroke.
DETEKSI BAKTERI ENTEROHEMORRHAGIC ESCHERICHIA COLI PADA LAWAR MERAH BABI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) PADA WARUNG DI DENPASAR Tjoantara, Andien Nikita; Surudarma, I Wayan; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi; Sutadarma, I Wayan Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P08

Abstract

Lawar merah babi is one of the typical Balinese dish made from pork, pork skin, some vegetables, coconut, various spices, and fresh blood as red colour. The processing of lawar still very traditional. In the process of processing and serving lawar merah babi, the sellers pay less attention to hygiene such as the materials that contaminated with bacteria, personal hygiene, and unclean cooking equipment. If it is not processed properly and hygienically, it is likely to be contaminated with Escherichia coli bacteria which if consumed will be pathogenic to cause diarrhea. This study aims to determine the presence of Escherichia coli bacterial contamination, especially the Enterohemorrhagic Escherichia coli pathotype on lawar merah babi that sold in stalls in Denpasar with the PCR technique. This research is a descriptive study with a cross sectional research design. The sampling technique used cluster purposive sampling technique with a total sample of 13 samples taken at stalls in Denpasar. All samples were examined at the Integrated Biomedical Laboratory, Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, Udayana University. The research procedure starts from lawar merah babi was isolated for protein with a 0.6 probe and then DNA was isolated using a DNA isolation kit (cell lysis solution, nuclear lysis solution, protein precipitation solution, DNA rehydration solution). After that, EHEC was detected using stx-1 and stx-2 as target genes using PCR technique. Of the 13 samples studied, the results obtained did not detect any EHEC pathotype in all samples of the lawar merah babi.
TINGKAT AKURASI PENENTUAN USIA KRONOLOGIS DAN USIA GIGI MENGGUNAKAN METODE CAMERIERE PADA ANAK USIA 5-15 TAHUN DI BALI Kusumadewi, Sari; Kristanto, Riki; Nurrahmadhanti, Destry
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P12

Abstract

Odontologi forensik merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada aplikasi ilmu kedokteran gigi untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan etik, hukum, serta pemeriksaan dan penanganan bukti gigi. Penentuan estimasi usia merupakan salah satu hal yang dipelajari dalam odontologi forensik dan salah satu anatomi tubuh manusia yang dapat digunakan untuk menentukan usia adalah gigi. Metode Cameriere adalah salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan estimasi usia gigi pada anak-anak dan remaja usia 5-15 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi penentuan usia kronologis dan usia gigi menggunakan metode Cameriere pada anak-anak usia 5 - 15 tahun di Bali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospective study dengan jenis penelitian observasional analitik dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 35 sampel. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas menggunakan Uji Saphiro-WIlk, uji homogenitas menggunakan Uji Levene, dan uji statistik menggunakan Uji-t Berpasangan dengan bantuan program SPSS. Hasil Uji t Berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Usia Gigi dan Usia Kronologis menggunakan Metode Cameriere dengan P value sebesar 0,447. Metode Cameriere menggunkan foto radiografi panoramik dan pengukuran secara digital, akurat dalam menentukan Usia Kronologis dan Usia Gigi pada anak usia 5-15 tahun di Bali dengan rata-rata Usia Gigi lebih tua 0,09 tahun dibandingkan dengan Usia Kronologis. Kata kunci: Odontologi Forensik, Metode Cameriere, Bali
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG Amelia, Weny; Despitasari, Lola; Alisa, Fitria; Espasari, .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P09

Abstract

Kanker payudara adalah perkembangan sel atau jaringan yang tidak terkontrol pada payudara dan dapat bermetastasis pada organ lain. Kanker payudara akan berdampak pada kematian jika tidak segera mendapatkan terapi. Kemoterapi menjadi pilihan terapi pertama untuk menangani kanker. Salah satu gejala yang dirasakan oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi adalah penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan rasa puas seseorang terhadap tidurnya. Penurunan kualitas tidur dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker yang sedang berkembang. Tindakan keperawatan yang direkomendasikan untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi adalah guided imagery. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian guided imagery terhadap kualitas tidur pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment berupa pendekatan one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan besar sampel 12 orang. Kualitas tidur dinilai menggunakan Pisttsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji statistik menggunakan Paired T-Test. Hasilnya ada pengaruh yang signifikan guided imagery terhadap kualitas tidur pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p value = 0,000; ? < 0,05). Dalam penelitian ini dapat dsimpulkan bahwa ada pengaruh guided imagery terhadap kualitas tidur pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Penelitian ini merekomendasikan guided imagery sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata Kunci : Guided Imagery; kanker payudara; kemoterapi; kualitas tidur
MASKER GEL EKSTRAK KULIT MANGGIS MENCEGAH PENINGKATAN UKURAN KELENJAR SEBASEA KULIT TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR SINAR UVB Arijana, I Gusti Kamasan Nyoman; Dewi Ratnayanti, I Gusti Ayu; Sri Wiryawan, I Gusti Nyoman; Dewi Wijayanti, Ni Putu Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i05.P10

Abstract

Kelemahan daya saing industri kosmetik estetik dalam negeri terhadap produk asing terutama disebabkan kurangnya data ilmiah mengenai efikasi produk untuk mendukung daya jualnya. Salah satu produk kosmetika yang sedang dikembangkan adalah masker gel ekstrak kulit manggis. Penelitian sebelumnya menunjukkan potensi masker ini untuk mencegah penuaan dini kulit akibat sinar matahari. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruhnya terhadap kelenjar sebaseus kulit. Rancangan penelitian eksperimental post test only control group dilakukan pada 27 tikus Wistar yang dipapar sinar UVB 840mJ selama 28 hari. Sampel dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu P0 (kontrol normal), P1 (dipapar sinar UVB dan dioles plasebo), dan P2 (dipapar sinar UVB dan dioles masker). Sampel kulit tikus kemudian diproses untuk pengecatan HE lalu ukuran kelanjar sebaseus dianalisis dengan software image raster. Setelah dilakukan analisis dengan anova satu jalan didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) ukuran kelenjar sebaseus antara kelompok P2 (11,51%) dengan kelompok P0 (3,77%) dan P1 (5,04%), sedangkan P0 dan P1 tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Penelitian membuktikan bahwa masker gel ekstrak kulit manggis dapat mencegah peningkatan ukuran kelenjar sebasea akibat paparan sinar matahari. Kata kunci : pembesaran kelenjar sebaseus., UVB., penuaan kulit., masker gel kulit manggis

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue