cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
GAMBARAN STATUS FUNGSIONAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Riri Amalina; Kusman Ibrahim; Etika Emliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit gagal ginjal kronis menyebabkan masalah kesehatan seperti manifestasi klinis, komplikasi dan efek samping terapi yang akan mempengaruhi status fungsional yang berhubungan dengan kinerja, kemandirian, pemeliharaan kesehatan, dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rsup dr. hasan sadikin bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 80 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan instrumen (FACIT), data dianalisis menggunakan nilai mean. Semakin tinggi skor semakin baik status fungsional atau kesejahteraan.Hasil: Nilai mean status fungsional pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis adalah 2,65 (±3,08) dengan nilai kesejahteraan emosional 2,36 (±0,48), kesejahteraan fisik 2,40 (±0,60), kesejahteraan fungsional 2,58 (±0,72), kesejahteraan sosial/keluarga 2,87 (±0,78) dan kesejahteraan spiritual 3,07 (±0,41). Simpulan: Dari hasil tersebut terjadi penurunan status fungsional pada kesejahteraan emosional, fisik, dan fungsional. Upaya meningkatkan status fungsional tersebut dapat dilakukan dengan terapi aktivitas kelompok agar pasien dapat mengungkapkan perasaan dan pengalaman selama menjalani hemodialisis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN MANAJEMEN STRESS DI DESA CIGANJENG DAN KARANGSARI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Titin Sutini; Etika Emaliyawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dr. Hans Selye membagi respon terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu alarm (alarm), perlawanan (resitance) dan peredaan (exhaustation), Ada beberapa penyakit yang dimulai dari stress, seperti hipertensi. Hipertensi di desa Ciganjeng dan Karangsari, angka kejadian hipertensinya cukup tinggi, untuk dikarangsari ada sekitar 43orang, di ciganjeng ada sekitar 54orang, data didapat dari bidan desa ciganjeng dan karangsari. Menurut petugas kesehatan di kedua desa tersebut baru ada penanganan dalam bentuk pemberian obat hipertensi saja, itupun tidak semua pasien berobat rutin. kami menganggap perlu melakukan pemberdayaan masyarakat tentang cara perawatan hipertensi dengan manajemen stress di desa ciganjeng dan karangsari kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Tehnik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sampel yang terkumpul adalah 59 untuk desa Ciganjeng dan 51 untuk Desa Karangsari. Kuesioner yang digunakan adalah 10 item pertanyaan pilihan tunggal. Intervensi yang dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat desa Karang sari dan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang adalah dengan cara melakukan penyuluhan tentang managemen stress dan juga hipertensi, karena sesuai dengan teori yang akan diambil adalah theory self care, yaitu dengan mamandirikan masyarakat dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat desa Ciganjeng tentang masalah psikososial dan hipertensi. Hasil: Perubahan penilaian pengetahuan pre dan post lebih dari 100% peningkatannya, hal ini membuktikan bahwa masyarakat desa Ciganjeng memiliki kemampuan untuk dibina dalam membuat desa siaga, sehingga masyarakat desa Ciganjeng akan menjadi masyarakat atau desa siaga
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT LINGKUNGAN INDUSTRI KARET REMAH DI KOTA PALEMBANG Adis Ferosandi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan:Tujuan penelitian untuk menganalisis persepsi masyarakat khususnya terkait kesehatan masyarakat terdekat lokasi industri karet remah-X di Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Kota Palembang. Metode:Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2017. Sampel 100 KK dengan cara random sampling merupakan masyarakat yang bermukim pada Ring-I industri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner berdasarkan konsep health belief model, wawancara dan observasi, data dianalisis dengan regresi logistik gandaHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat (67%) tentang industri terkait kesehatan masyarakat dikategorikan kurang baik. Analisis confounding menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (Prevalence Ratio = 0,8) mempengaruhi persepsi masyarakat. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel kondisi kesehatan masyarakat (Prevalence Ratio = 3,7) memperngaruhi persepsi masyarakat terhadap industri karet remah .Simpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh kondisi kesehatan terhadap persepsi masyarakat.
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG Hafiza Khoradiyah; Jum Natosba; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan suatu gangguan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (baik melalui vagina, oral maupun anus) dengan berganti-ganti pasangan. Penelitiaan ini dalah pendidikan kesehatan salah satunya dengan metode peer education untuk meminimalisir penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer education terhadap pengetahuan tentang infeksi menuar seksual pada wanita pekerja seks tidak langsung.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre dan post tests one groups. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks tidak langsung di panti pijat kota Palembang yang berjumlah 44 orang.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa peer education berpengaruh terhadap pengetahuan WPS tidak langsung dengan p value = 0,001 baik pada peer educator maupun pada anggota.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa peer education dapat dijadikan sebagai salah satu metode mempengaruhi pengetahuan WPS tidak langsung terhadap penyakit IMS dan diharapkan penerapan peer education dapat lebih sering diterapkan dan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk mencegah penyebaran dan komplikasi penyakit IMS.
PENGALAMAN PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA ANAK JALANAN DI PANTI SOSIAL REHABILITASI GELANDANGAN, PENGEMIS, DAN TERLANTAR DI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 Suzanna
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengalaman perubahan konsep diri pada anak jalanan dipanti sosial rehabilitasi, pengemis dan terlantar tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif fenomenologi. Hasil: Hasil analisis data didapatkan 7 tema yaitu penerimaan diri yang positif, penyebab anak turun kejalanan, bekerja sebagai pengamen adalah pekerjaan anak jalanan, kehidupan anak jalanan sebagai pengamen, harapan anak jalanan mendapatkan kehidupan lebih baik, kenyamanan menjadi anak jalanan danperasaan anak jalanan yang terabaikan. Simpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep diri pada anak jalanan merupakan konsep diri yang positif. Saran: Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai berbagai permasalahan yang ada dalam kehidupan anak-anak jalanan terutama pada konsep diri dengan menggunakan dua pendeketan kuantitatif dan kualitatif
GAMBARAN RADIOLOGIS CALCANEUS PADA PENGAYUH BECAK Tri Suciati; Indri Seta Septadina
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penggunaan otot rangka yang berlebihan pada pengayuh becak dapat menyebabkan gangguan pada tendon Achilles yang menerima tekanan yang cukup besar dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat menyebabkan perubahan pada kartilago pada tualng calcaneus di kaki. Metode : Penelitian yang dilakukan merupakan observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) pada pengayuh becak di Kotamadya Palembang. Subjek penelitian adalah tiga puluh orang pengayuh becak yang telah menjalani profesinya lebih dari lima tahun. Pemeriksaan radiologis dilakukan di BBLK Palembang. Hasil : Pengayuh becak dengan gambaran calcaneus spur sebanyak 19 orang (63,3%). Pengayuh becak yang mengalami calcaneus spur yang mengalami nyeri kaki sebanyak 11 orang (73,3%) dari 15 responden sedangkan responden yang tidak mengalami nyeri kaki sebanyak 8 orang (53,3%) dari 15 responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p value = 0,449. Simpulan : Sebagian besar pengayuh becak memiliki gambaran calcaneus spur. Namun tidak ada hubungan antara nyeri kaki dengan calcaneus spur.
UPAYA MENINGKATKAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM MENJALANKAN TERAPI MELALUI TELENURSING Fuji Rahmawati; Antarini Idriansari; Putri Widita Muharyani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 2 (2018): Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dukungan keluarga terbukti meningkatkan kepatuhan penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapinya, tidak hanya pada penderita yang tidak mempunyai komplikasi, tetapi juga sebagai salah satu komponen pendukung dari perawatan paliatif pada penderita DM Tipe 2 yang telah memiliki banyak komplikasi. Telenursing yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi adalah alternatif baru dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan respon pasien dan keluarga tanpa terkendala masalah jarak dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh telenursing terhadap peningkatan dukungan keluarga penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian Quasy experiment pretest posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya tahun 2017. Jumlah sampel yang digunakan adalah 15 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji paired T test.Hasil: Terdapat perbedaan nilai dukungan keluarga setelah yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,001.Simpulan: Telenursing berpengaruh terhadap kenaikan nilai dukungan keluarga penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapi di wilayah kerja Puskesmas Indralaya. Diharapkan Puskesmas Indralaya dapat memberikan promosi kesehatan tentang penanganan pasien DM Tipe 2 tidak hanya berfokus pada penderita saja, akan tetapi juga ke keluarganya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi telenursing untuk meningkatkan dukungan keluarga penderita DM Tipe 2.
PENGARUH MASASE EFFLEURAGE ABDOMEN TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH TERPADU KOTA BENGKULU Fatsiwi Nunik Andari; Muhammad Amin; Yesi Purnamasari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 2 (2018): Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan:Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan.Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu masasedengan tehnikmasase effleurage yang aman dan dapat mengurangi nyeri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleurage pada siswi yang mengalami nyeri dismenore primer.Metode:Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperimentdengan rancangan pretest-postest. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS).Sampel diberikan terapi masase effleurage 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleuragedengan P value = 0,000. Simpulan:Dapat disimpulkan ada pengaruh terapi masase effleurage terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Terpadu Kota Bengkulu.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH Firnaliza Rizona; Yuliana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 2 (2018): Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Angka obesitas semakin meningkat pada anak usia sekolah. Salah satu yang dapat menyebabkan obesitas adalah tingginya angka konsumsi jajanan junkfood. Salah satu metode untuk meningkatkan sikap pada anak sekolah yaitu pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi metode peer group terhadap peningkatan sikap anak obesitas tentang jajanan sehat.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 30 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemberian edukasi diberikan secara berkelompok menggunakan media power point dan video sebanyak dua kali pertemuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada pre test dan post test. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000.Simpulan: Edukasi mengenai jajanan sehat melalui peer group dapat meningkatkan sikap anak sekolah dengan obesitas untuk memahami tentang jajanan sehat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIASTASIS REKTI ABDOMINIS PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKARAYA BATURAJA Meilina Estiani; Aisyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 2 (2018): Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Angka kejadian diastasis rekti abdominis dilaporkan lebih tinggi terjadi pada saat kehamilan trimester ketiga dan segera setelah persalinan. Literatur internasional menunjukkan nilai prevalensi diastasis rekti abdominis ini antara 35% - 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor – factor yang berhubungan dengan kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya – Baturaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian crossectional dengan variabel dependen adalah Kejadian diastasis rekti abdominis, variabel independen adalah umur,paritas, bayi besar dan obesitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum ≥ 6 - 8 minggu paska bersalin yang ada di desa Sukaraya Wilayah kerja Puskesmas Sukaraya – Baturaja. Jumlah besaran sampel yang digunakan adalah 41 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik porposive sampling dengan responden yang memenuhi criteria inklusi . Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan bantuan SPSS version 16.0 derajat kemaknaan 95% (α 0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan umur dengan kejadian diastasis rekti abdominis (p value 1.000), tidak ada hubungan yang bermakna paritas dengan kejadian diastasis rekti abdominis ( p value 0,302), tidak ada hubungan yang bermakna bayi besar dengan kejadian diastasis rekti abdominis ( pvalue 0,321) dan ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya – Baturaja (p value 0.057).Simpulan: Simpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dengan Kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya –Baturaja.