cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 3 (2023)" : 16 Documents clear
STRUKTUR DAN MORFOMETRI LIMPA ITIK BALI (Anas sp.) PADA FASE PERTUMBUHAN Winda Ara Yulisa; Ni Luh Eka Setiasih; Luh Gde Sri Surya Heryani; Ni Ketut Suwiti; Ni Nyoman Werdi Susari; I Gede Soma
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.357

Abstract

Limpa merupakan organ yang dikelompokkan ke dalam sistem limfoid sekunder. Limpa memiliki fungsi imunitas terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan eritrosit yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan morfometri limpa itik bali (Anas sp.) pada fase pertumbuhan/grower. Penelitian ini menggunakan 20 ekor itik bali yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu jantan dan betina yang masing-masing terdiri atas 10 ekor (umur 2-3 bulan). Hasil data struktur anatomi dan histologi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data morfometri dan histomorfometri untuk menguji perbedaan antara jantan dan betina digunakan uji Independent sample T-test dengan prosedur analisis menggunakan program SPSS versi 26. Struktur anatomi limpa itik bali berbentuk segitiga piramid dan berwarna cokelat kemerahan, struktur histologi limpa itik bali terdiri atas kapsula, trabekula, pulpa merah dan pulpa putih. Hasil pengukuran morfometri berat limpa itik bali jantan diperoleh 0,68 ± 0,20 g dan berat limpa itik betina 0,66 ± 0,24 g. Volume limpa itik bali jantan dan betina berturut-turut 0,60 ± 0,19 mL dan 0,58 ± 0,23 mL. Hasil pengukuran histomorfometri ketebalan kapsula limpa itik jantan dengan betina adalah 17,97 ± 4,81 ?m; 31,75 ± 6,09 ?m; ketebalan trabekula jantan 17,20 ± 3,26?m ; dan betina 22,54 ± 6,29 ?m; serta diameter pulpa putih jantan adalah 214,69 ± 14,77 ?m; dan diameter pulpa putih betina adalah 199,56 ± 23,58 ?m. Simpulan penelitian ini adalah limpa itik bali jantan dan betina pada fase pertumbuhan/grower memiliki struktur anatomi dan histologi yang sama, morfometri yang tidak berbeda nyata, serta histomorfometri yang menunjukkan perbedaan pada ketebalan kapsula dan trabekula sedangkan diameter pulpa putih tidak jauh berbeda.
Pengkayaan Pakan dengan Larutan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Mencegah Aeromoniosis pada Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Sagitha Aulya Fanny Tanjung; Henni Syawal; Morina Riauwaty
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.346

Abstract

Senyawa kimia yang terkandung dalam kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) berfungsi sebagai antibakteri dan imunostimulan yang dapat meningkatkan respons imun non spesifik pada ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2023 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui status kesehatan ikan jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) yang diuji tantang dengan Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), satu faktor, lima perlakuan, yaitu Kontrol negatif (tanpa pemberian larutan kulit kayu manis dan tanpa diuji tantang A. hydrophila); Kontrol positif (tanpa pemberian larutan kulit kayu manis dan diuji tantang A. hydrophila); P1, P2, dan P3 dosis penambahan larutan kulit kayu manis 15, 30, dan 45 mL/kg pakan dan diuji tantang dengan A.Hydrophila. Masing-masing perlakuan memiliki tiga ulangan. Ikan uji berukuran 8-12 cm dipelihara dalam akuarium berukuran 40x30x30 cm3 dengan padat tebar 1 ekor/3L. Pakan diberikan tiga kali sehari dengan dosis 5% dari bobot biomassa. Ikan diuji tantang pada hari ke-32 secara intramuskuler sebanyak 0,1 mL/ekor dengan kepadatan bakteri 108 CFU/mL. Hasil penelitian diperoleh nilai hematologi ikan pada perlakuan P2 pascauji tantang berada dalam kondisi normal (total eritrosit 2,30 x 106 sel/mm3 , kadar hemoglobin 10,53 g/dL, nilai hematokrit 45,00%, total leukosit 10,85 x 104 sel/mm3, aktivitas fagositosis 32,33%, kelulushidupan 93,33% dan tingkat perlindungan relatif 91.07%). Sebagai simpulan, penambahan kulit kayu manis dengan dosis 30 mL/kg pakan dapat mencegah Aeromoniosis dan meningkatkan kekebalan ikan terhadap infeksi A. hydrophila.
Deteksi Pola Resistansi dan Gen Penyandi Resistansi Antibiotik pada Escherichia coli Asal Peternakan Babi di Kabupaten Badung Provinsi Bali Ardiana Ardiana; Agustin Indrawati; Ni Luh Putu I Ika Mayasari
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.303

Abstract

Resistansi antimikrob merupakan masalah kesehatan global. Antimikrob termasuk antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi pada manusia dan hewan. Penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan resistansi dan pengobatan menjadi tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Escherichia coli (E. coli) dari hewan, manusia dan lingkungan di peternakan babi di Kabupaten Badung Provinsi Bali, serta menentukan pola resistansi dan gen resistansi antibiotik. Sampel diambil dari 12 peternakan babi yang berdekatan dengan total 24 sampel feses babi, 24 sampel swab tangan pekerja kandang, dan 12 sampel limbah air. Escherichia coli diisolasi menggunakan MacConkey Agar, pewarnaan Gram, IMViC (Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrate) dan dikonfirmasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Uji kerentanan terhadap 11 antibiotik menggunakan metode difusi cakram. Deteksi gen resistansi antibiotik dengan PCR untuk gen blaTEM, ampC, ermB, strA, tetA, dan sul1. Hasil menunjukkan 100% (24/24) E. coli diisolasi dari feses, 16,7% (4/24) dari swab, dan 100% (12/12) dari limbah air. Pola resistansi antibiotik menunjukkan bahwa resistansi tertinggi terhadap eritromisin, diikuti oleh amoksisilin dan ampisilin, tetrasiklin, streptomisin dan trimetropim-sulfmetokzasol, serta 14 isolat dikategorikan Multidrug Resistant (MDR). Gen resistansi yang dideteksi dari E. coli pada manusia, hewan dan lingkungan adalah blaTEM, ampC, strA, tetA dan sul1, sementara ermB tidak terdeteksi. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian antibiotik eritromisin, amoksisilin, ampisilin, tetrasiklin, streptomisin dan trimetropim-sulfmetokzasol sebaiknya diganti dengan antibiotik jenis lain. Adanya gen resistansi yang berasal dari sampel feses babi, swab tangan dan limbah air mengindikasikan terjadinya penyebaran resistansi antibiotik pada manusia, hewan dan lingkungan.
The First Evidence Demographic and Density of Dog Population in Beach Area in West Timor, East Nusa Tenggara Ewaldus Wera; Johanis A. Jermias; Petrus M. Bulu; Hendrina Lero Kaka
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.365

Abstract

Wilayah pantai Timor Barat memiliki banyak pelabuhan tradisional dan merupakan daerah transit nelayan dari dan keluar pulau Timor. Penularan rabies melalui pelabuhan tradisional sangat mungkin terjadi sehingga menempatkan Timor Barat pada kategori daerah beresiko tinggi tertular rabies di masa yang akan datang. Ketersediaan data demografi dan kepadatan populasi anjing di wilayah pantai Timor Barat sangat penting dalam pengendalian rabies yang efektif dan efisien jika terjadi wabah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggumpulkan data demografi dan mengestimasi kepadatan populasi anjing di wilayah pantai Timor Barat. Survei telah dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan populasi anjing di wilayah pantai Timor Barat berkisar antara 98-333 ekor per km2 dan didominasi oleh anjing berjenis kelamin jantan (62%), berumur lebih dari satu tahun dengan skor kondisi tubuh sedang. Jumlah jantan yang dominan berpotensi mempercepat laju penularan penyakit jika terjadi wabah penyakit zoonosis seperti rabies. Hal ini cukup beralasan karena daya jelajah anjing jantan jauh lebih luas dibanding anjing betina.Keberadaan anjing umur lebih dari satu tahun dan bebas berkeliaran di area umum akan berpotensi meningkatnya laju pertumbuhan populasi anjing mengingat kelompik anjing ini akan bereporoduksitanpa terkendali. Untuk itu edukasi manajemnen pemeliharaan dan kesehatan anjing perlu dilakukanuntuk menekan laju pertumbuhan populasi.
Prevalensi Virus Demam Babi Afrika pada Produk Daging Babi yang Diuji di Laboratorium Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian Seruni Agistiana; , I Wayan Teguh Wibawan; Surachmi Setiyaningsih; Ni Luh Putu Ika Mayasari; Harimurti Nuradji; Sriyanto Sriyanto; Risma Juniarti Paulina Silitonga
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.264

Abstract

Demam babi afrika atau African swine fever (ASF) adalah penyakit viral lintas batas yang sangat menular pada babi domestik dan babi liar yang disebabkan oleh virus ASF (ASFV). Virus ini memiliki daya tahan hidup dan stabilitas yang tinggi di lingkungan, mampu bertahan lama pada benda mati seperti peralatan dan pakaian yang tercemar atau pada produk daging dari babi yang terinfeksi ASFV. Penelitian ini bertujuan mendeteksi ASFV pada produk daging babi dan olahannya di Indonesia. Sejak tahun 2019, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) yang merupakan salah satu laboratorium rujukan milik pemerintah di bawah naungan Badan Karantina Pertanian (Barantan), memiliki tugas untuk melakukan pengujian deteksi ASFV salah satunya adalah menguji sampel produk daging babi. Prevalensi dihitung berdasarkan data sekunder hasil pengujian qualitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) dalam deteksi ASFV pada produk daging babi yang dilakukan di laboratorium BBUSKP, Jakarta Timur tahun 2020-2022. Terdeteksinya ASFV pada produk daging babi sebanyak 8.2% di tahun 2020, 24.8% di tahun 2021 dan 11.6% pada tahun 2022 memperkuat bahwa produk daging babi berpotensi menjadi media pembawa ASF di Indonesia.
Temuan Kejadian Penyakit Tetelo pada Kadaver Unggas yang Dikirim ke Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Etriwati Etriwati; Muhammad Nur Salim; ummu Balqis; Siti Aisyiah; Nazaruddin Nazaruddin; Aminuddin Aminuddin; Rusli Rusli; Divina Dinda Hayati
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.313

Abstract

Penyakit tetelo (Newcastle disease) merupakan penyakit penting yang sangat mudah menular dan menyebabkan kematian tinggi pada unggas rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian penyakit tetelo pada unggas yang dinekropsi di Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Sampel penelitian dikoleksi dari 239 ekor cadaver unggas terdiri dari ayam pedaging/broiler, ayam petelur/layer, ayam kampung/buras dan unggas lainnya yang dinekropsi di Laboratorium Patologi FKH USK periode Juli sampai November 2019. Sampel yang dikoleksi yaitu trakhea, proventrikulus, seka tonsil dan otak. Sampel dipilih berdasarkan perubahan patologi anatomi diduga penyakit tetelo, selanjutnya dibuat sediaan histopatologi dan imunohistokimia dalam parafin blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unggas yang dinekropsi dan mati akibat penyakit tetelo sebanyak 106 ekor, diduga fowl cholera 52 ekor, infectious bronchitis 25 ekor, avian influenza 22 ekor, colibacillosis 14 ekor, chronic respiratory disease 7 ekor, coccidiosis 5 ekor, infectious laryngotrcheitis 4 ekor, infectious bursal disease 2 ekor dan coryza 2 ekor. Simpulan dari penelitian ini bahwa cadaver unggas yang dinekropsi di Laboratorium Patologi FKH USK periode Juli sampai November 2019 sebanyak 44,4% (106/239) terdiagnosa mati akibat terinfeksi penyakit tetelo.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Transmissible Venereal Tumor pada Anjing Kacang Betina dengan Eksisi dan Kemoterapi Stephanie Ariella Gunawan; I Gusti Agung Gde Putra Pemayun; Anak Agung Gde Jayawardhita
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.385

Abstract

Transmissible Venereal Tumor (TVT) adalah tumor umum pada anjing yang ditularkan melalui perkawinan, jilatan, atau mengendus lesi tumor anjing penderita. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan keberhasilan penanganan TVT pada anjing kacang melalui metode pembedahan dan kemoterapi. Anjing lokal/kacang betina berumur enam tahun dengan bobot badan 8,7 kg datang dengan keluhan adanya massa pada vagina disertai tetesan darah. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya sel-sel tumor berupa sel-sel limfoblas homogen polyhedral tersusun dalam stroma dengan indeks mitosis tinggi yang teridentifikasi sebagai TVT. Penanganan dilakukan dengan eksisi massa tumor dan kemoterapi dengan vincristine sulfate 0,025 mg/kg bb secara intravena diberikan seminggu pascaoperasi sebanyak empat kali berturut-turut dengan interval waktu satu minggu. Pascaoperasi diberikan injeksi antibiotik cefotaxime 20 mg/kg bb, q12h intravena selama tiga hari, dilanjutkan dengan cefixime 10 mg/kg bb, q12h per oral selama lima hari. Analgesik asam tolfenamat 4 mg/kg bb, q24h diberikan selama tiga hari pascaoperasi. Tetesan darah berhenti setelah tiga hari dan luka insisi tertutup pada hari ke-7 pascaoperasi. Pada hari ke-35 terlihat luka mengering, ukuran kelamin kembali normal, tidak ada tetesan darah, serta nafsu makan dan minum baik, dengan ini disimpulkan bahwa penanganan kasus TVT dengan metode eksisi disertai kemoterapi memberikan hasil yang baik terhadap kesembuhan pasien.
Ovarian Dinamics of Simmental Crossbreed Diagnosed Prolonged Oestrus Cows Treated With a Intravenous of Human Chorionic Gonadotrophin (hCG) nisfu bayu kurniadi; Ligaya ITA Tumbelaka; Amrozi Amrozi; Langgeng Priyanto
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.271

Abstract

This study was aimed to identify ovarian dynamics using ultrasonography (USG) in simmental crossbreed cows diagnosed prolonged oestrus treatment with human chorionic gonadotrophin (hCG). A total of four Simmental crossbreed cows diagnosed with prolonged oestrous were used in this study. The first oestrous observations in all four cows were a control group, where as the next oestrous cycle observation to the same four cows treated with 1500 IU hCG in jugular vein refer to treated group. The observation of ovarian dynamics was started from the first oestrous day until ovulation occurs in the second oestrus cycle using ultrasonography (USG) with a linear rectal probe. At the same time, follicle and corpus luteum (CL) images were recorded every day. Data were analyzed using paired data comparison test (pair sample t-test). The observation results ovarian dynamics on prolonged oestrus cows showed that the long of oestrous cycle was 22.5 ± 0.5 days, and there are three follicular wave patterns in oestrous cycle. The first wave of dominant follicle was firstly identified on day 3.3 ± 0.5, reached maximum diameter 12.0 ± 0.3 cm. The second and third dominant follicle appeared on day 10.8 ± 0.5 and 15.8 ± 0.5 cm reached maximum diameter 1.2 ± 0.3 cm dan 1.5 ± 0.3 cm. Therapy with hCG does not significantly affect the dominant follicle’s diameter during oestrous (p>0.05). The conclusion of this study showed that 1500 IU of hCG therapy does not affect the development of dominant follicle, however, it can shorten the duration of oestrous and ovulation time.
Hypercholesterolemia and its Management Using Various Bioactive Compounds: A Literature Review Tutik Wresdiyati; Dimas Ahmad Rizaldi; Trioso Purnawan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.406

Abstract

Hypercholesterolemia is characterized by levels of total cholesterol and low-density lipoprotein (LDL) above normal. Hypercholesterolemia is a major risk factor for cardiovascular disease. This study was aimed to explore and analyze various bioactive compounds to manage hypercholesterolemia. Efforts to overcome the condition of hypercholesterolemia are to reduce the consumption of a diet rich in cholesterol and calories, and consuming contemporary hypercholesterolemic drugs such as statins, as well as by regulating the body’s cholesterol metabolism with various antihypercholesterolemic bioactive compounds. Various findings of antihypercholesterolemic bioactive compounds have various sources and effects on cholesterol profiles. Bioactive compounds can be classified according to their mechanism of hypocholesterolemic action, which are inhibition of cholesterol absorption, inhibition of cholesterol biosynthesis, increased cholesterol excretion, increased cholesterol reverse transport, and increased cholesterol catabolism. Several bioactive compounds are involved in a dual mechanism. The development of these various bioactive compounds can be used as an alternative treatment for hypercholesterolemia since contemporary medicines have proven to have many side effects.
Struktur dan Morfometri Ginjal Itik Bali (Anas sp.) pada Fase Pertumbuhan Ni Putu Dewi Setia Sari; Ni Luh Eka Setiasih; Luh Gde Sri Surya Heryani; Ni Ketut Suwiti; Ni Nyoman Werdi Susari; I Ketut Suatha
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.374

Abstract

Ginjal merupakan organ ekskresi yang berperan dalam membuang zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan morfometri ginjal itik bali (Anas sp.) dengan jenis kelamin berbeda pada fase pertumbuhan/ grower. Penelitian menggunakan 32 ekor itik bali yang dibagi menjadi dua kelompok jenis kelamin masing-masing 16 ekor (umur 2-3 bulan). Hasil data struktur dianalisis dengan deskriptif kualitatif,sedangkan data morfometri digunakan uji Independent sample T-test dengan program SPSS. Hasil pengukuran ginjal itik bali jantan diperoleh panjang ginjal kanan 7,256 + 0,388 cm, panjang ginjal kiri 7,175 + 0,437 cm, bobot ginjal kanan 3,50 + 0,61 g, bobot ginjal kiri 3,487 + 0,497 g, volume ginjal kanan 0,350 + 0,103 cm3, volume ginjal kiri 0,362 + 0,088 cm3, glomerulus tipe mamalia 34,025 + 2,931 ?m dengan lebar bowman 8,173 + 2,447 ?m, glomerulus tipe reptil 14,777 + 2,300 ?m dengan lebar ruang bowman 6,676 + 1,780 ?m. Hasil pengukuran ginjal itik bali betina diperoleh panjang ginjal kanan 6,812 + 0,263 cm, panjang ginjal kiri 6,781 + 0,299 cm, bobot ginjal kanan 4,012 + 0,464 g, bobot ginjal kiri 3,987 + 0,401 g, volume ginjal kanan 0,418 + 0,116 cm3, volume ginjal kiri 0,393 + 0,106 cm3, glomerulus tipe mamalia 43,443 + 4,686 ?m dengan lebar bowman 9,068 + 3,483 ?m, glomerulus tipe reptil 23,312 + 2,761 ?m dengan lebar ruang 6,390 + 1,995 ?m. Hasil pengujian terhadap panjang bobotginjal dan ginjal menunjukkan berbeda nyata P<0,05, sedangkan volume ginjal tidak berbeda nyata P>0,05. Hasil pengujian terhadap glomerulus tipe mamalia dan glomerulus tipe reptil menunjukkan berbeda nyata P<0,05. Struktur anatomi danhistologi antara ginjal itik bali jantan dan betina adalah sama, sedangkan morfometri anatomi dan histologi ginjal itik bali jantan dengan betina berbeda.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2023 2023