cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PROGRAM PENDIDIKAN PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PADA PEMUDA Aqil Wilda Arief; Ety Rahayu
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v9i2.18227

Abstract

Abstrak. This study attempts to see the implementation of leadership development education programs as an effort to empower youth as an effort to empower youth. The leadership development education program that was highlighted was a leadership development program implemented by the non-profit organization named Rumah Kepemimpinan. This study will discuss how the implementation of leadership development education programs is one of the steps to empower youth, especially in capacity building related to aspects of knowledge, skills and attitudes. This study is taken with a qualitative approach that will involve a number of informants from internal organizations and beneficiaries. From the results obtained, the beneficiaries felt significant results, especially in the aspect of capacity building in the aspects of knowledge, skills and attitudes that were more optimal, targeted and measured. Abstrak. Studi ini mencoba untuk melihat pelaksanaan program pendidikan pengembangan kepemimpinan sebagai upaya pemberdayaan pemuda sebagai salah satu upaya dalam pemberdayaan pemuda. Program pendidikan pengembangan kepemimpinan yang disoroti adalah program pengembangan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh organisasi non-profit Rumah Kepemimpinan. Studi ini akan membahas bagaimana pelaksanaan program pendidikan pengembangan kepemimpinan menjadi salah satu langkah pemberdayaan pemuda terutama pada peningkatan kapasitas yang berhubungan dengan aspek pengetahuan, keterampilan dan juga sikap. Studi ini diambil dengan pendekatan kualitatif yang akan melibatkan sejumlah informan dari internal organisasi dan peserta program. Dari hasil yang didapat, peserta program merasakan hasil yang signifikan terutama dalam aspek peningkatan kapasitas pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih optimal, terarah dan terukur.
PEMBANGUNAN SOSIAL PADA PENATAAN KAMPUNG KOTA STUDI KASUS KAMPUNG AKUARIUM PENJARINGAN JAKARTA Gerry Novandika Age
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.20414

Abstract

Abstract. The Development perspective that is trapped in sectoral development and oriented towards economic development is in fact largely unable to solve problems in society directly. The majority of settlement arrangements for the urban kampong settlements are carried out by displacing or relocating the settlements which then creates new problems in the community. In the case of the construction of Kampung Aquarium in Penjaringan, D.K.I Jakarta tried to carry out development from the prespective of social development. This study describes the development in urban Kampong arrangement, especially the D.K.I Jakarta Kampung Aquarium by using the concept of social development by describing three elements in the concept, namely structure, culture, and process with an academic text that aims to provide a reference to stakeholders trying as an option in appearance.  The method used in this research is a qualitative approach with descriptive explanations by describing case studies on the three elements of social development. The results of this study conclude that the three elements of social development cannot be separated because they are interrelated. Then by using the concept of social development that is applied to the Kampung Akuarium, it can prove that the arrangement of urban village settlements can be completed humanely based on the needs of the community as a goal. As well as in practice the community or residents who live in Urban Kampong are involved in the development planning process up the implementation of development so that the implementation of development can be directly felt by the community.Keywords: Social Development; Urban Kampung Development; Kampung Akuarium; Participation in Development.Abstrak. Perspektif pembangunan yang terjebak dalam pembangunan sektoral dan berorientasi pada pembangunan ekonomi nyatanya sebagian besar tidak dapat menyelasaikan permasalahan dalam masyarakat secara langsung. Penataan permukiman kampung kota mayoritas pelaksanaanya dengan menggusur ataupun merelokasi permukiman yang kemudian melahirkan permasalahan baru pada masyarakat. Pada kasus pembangunan Kampung Akuarium di Penjaringan DKI Jakarta mencoba melaksanakan pembangunan pada perspektif pembangunan sosial. Penelitian ini menjelaskan pembangunan pada penataan kampung kota khususnya Kampung Akuarium DKI Jakarta dengan menggunakan konsep pembangunan sosial dengan menjabarkan tiga elemen pada konsep tersebut yaitu struktur, kultur, dan proses dengan naskah akademis yang bertujuan untuk mencoba memberikan referensi kepada para stakeholder perkotaan sebagai opsi dalam penataan permukiman. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan penjelasan secara deskriptif dengan menggambarkan studi kasus pada ketiga elemen pembangunan sosial tersebut. Pada hasilnya penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga elemen pada pembangunan sosial tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan. Kemudian dengan menggunakan konsep pembangunan sosial yang diterapkan pada Kampung Akuarium dapat membuktikan bahwa penataan permukiman kampung kota dapat diselesaikan secara manusiawi dengan melandasi kebutuhan masyarakat sebagai tujuan. Serta dalam praktiknya masyarakat atau warga yang bermukim pada kampung kota diikut sertakan dalam proses perencanaan pembangunan sampai pada pelaksanaan pembangunan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakatnya.   Kata kunci: Pembangunan Sosial; Pembangunan Kampung Kota; Kampung Akuarium; Partisipasi Pembangunan.
FENOMENA TERORISME SEBAGAI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL Regita Khoirunnisa; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Fedryansah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.20923

Abstract

Abstract. This research is motivated by acts of terrorism that are spiced with provocation that disturbs the public and interprets a sense of security and trust in the government which is a threat to the nation's disintegration. Economic factors (poverty). This study aims to discuss the phenomenon of terrorism as a threat to the nation's disintegration in the perspective of social welfare. The research method used is literature study. The conclusion is that terrorists are a group that has collective goals and decisions so that it grows and develops based on shared beliefs and is supported by domestic, international, and cultural factors. The attitude and understanding of radicalism towards religion or extreme fundamentalism is motivated by the various factors above to help someone fall into acts and networks of terrorism. There are several approaches to preventing and solving the problem of violence and terrorism, including an economic approach, an ideological approach, a psychological approach, and a spiritual approach. It takes the involvement of all components of society from families, communities, social institutions, educational institutions, and others in order to create a society that is prosperous, safe, peaceful, and free from violence and terrorism.Keywords: Terrorism, Disintegration of the nation, social welfareAbstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh aksi terorisme yang dibumbui oleh provokasi sehingga meresahkan masyarakat serta melemahkan rasa aman dan percaya terhadap pemerintah yang menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Faktor ekonomi (kemiskinan) ditandai dengan kesejahteraan yang tidak merata, ketimpangan distribusi, hubungan antara pemilik modal dan kekuasaan, serta ketidakstabilan sistem ekonomi dan politik dapat menjadi menyebabkan munculnya kekerasan sosial dan terorisme. Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena terorisme sebagai ancaman disintegrasi bangsa dalam perspektif kesejahteraan sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Kesimpulan atau hasil yang didapatkan dari artikel ini adalah teroris merupakan kelompok yang memiliki suatu tujuan dan keputusan secara kolektif sehingga tumbuh dan berkembang berdasarkan keyakinan yang dipegang bersama serta didukung oleh factor domestic, internasional, dan budaya. Sikap dan pemahaman yang radikalisme terhadap keagamaan atau fundamentalisme ekstrim disertai motivasi oleh berbagai faktor di atas seringkali menjadikan seseorang terjerumus dalam aksi dan jaringan terorisme. Ada beberapa pendekatan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah kekerasan dan terorisme, diantaranya pendekatan ekonomi, pendekatan ideologi, pendekatan psikologi, dan pendekatan spiritual. Dibutuhkan keterlibatan dari seluruh komponen masyarakat dari keluarga, masyarakat, lembaga sosial, lembaga pendidikan, dan lain-lain agar terciptanya masyarakat yang sejahtera, aman, damai, dan terbebas dari kekerasan dan terorisme.Kata Kunci: Terorisme, Disintegrasi Bangsa, Kesejahteraan Sosial
MANFAAT PEMBERDAYAAN YANG DILAKUKAN BANK SAMPAH INDUK DI KOTA BANDUNG Ratnawati Kusuma Jaya; Sari Viciawati Machdum
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.20370

Abstract

Abstract. Waste Bank is one of the instruments in community participation-based waste management which is expected to be able to contribute to the process of reducing and handling waste in Indonesia. However, the waste bank (unit) faces many obstacles in the field. To face these challenges, the Government of Indonesia recommends that every Regency/City have a Main Waste Bank. This study discusses the impacts of the Bandung City Induk Waste Bank, the Resik Waste Bank of Bandung City Regional Company (PD), in an effort to reduce and handle waste to support sustainable development through community empowerment. This research was conducted using a qualitative research approach. Methods of collecting data through in-depth interviews and observation. The results of the study indicate that the Resik Waste Bank performs various empowerment roles through facilitative and educational roles and abilities that are carried out which ultimately provide benefits to the community and members of the waste bank unit both in terms of economic, environmental, and social development. These benefits contribute to the social dimensions of sustainable development, namely poverty reduction, participatory development, and consensus building.Keywords: Solid waste management; sustainable development; community development; empowerment; waste bank.Abstrak. Bank Sampah merupakan salah satu instrumen dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang diharapkan mampu berkontribusi dalam proses pengurangan dan penanganan sampah di Indonesia. Namun, bank sampah (unit) mengalami banyak kendala di lapangan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia menyarankan agar setiap Kabupaten/Kota memiliki Bank Sampah Induk. Penelitian ini membahas tentang manfaat pemberdayaan yang dilakukan Bank Sampah Induk di Kota Bandung yang bertujuan untuk mengetahui upaya pengurangan dan penanganan sampah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah Resik melakukan berbagai peran pemberdayaan melalui peran dan kemampuan fasilitatif dan edukasional yang dilakukan yang akhirnya memberikan manfaat kepada masyarakat dan anggota bank sampah unitnya baik manfaat pada perkembangan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Manfaat tersebut berkontribusi pada dimensi sosial dalam pembangunan berkelanjutan yakni poverty reduction, participatory development dan consensus building.   Kata kunci: Pengelolaan sampah; pembangunan berkelanjutan; pengembangan masyarakat; pemberdayaan; bank sampah.
APLIKASI DATA EKSTERNAL DAN INTERNAL PADA PROGRAM BEASISWA AKTIVIS SALMAN Firda Dwi Anjani; Soni Akhmad Nulhaqim; Gigin Ginanjar Kamil Basar
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.21491

Abstract

Abstract. Rumah amal salman is a human service organization where its service activities are in the form of collecting, managing, and distributing ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, and Waqf). The distribution of zakat is carried out in the form of programs, one of which is the salman activist scholarship program. This article aims to describe the application of external and internal data on management information systems in the salman activist scholarship program in rumah amal salman. The description begins with a description of management information systems in human service organization, and is followed by a discussion of the application of external and internal data in the management information system for decision making in the salman activist scholarship program.. Consideration of internal and external data input is important in order to produce comprehensive, accurate, and useful information for the benefit of the organization. The research method in this article uses a qualitative approach. Data collection was carried out by interviews, literature study, and documentation study. The results show that rumah amal salman considers the application of external and internal data on the management information system in making decisions to support the sustainability of the salman activst scholarship program. In conclusion, the researcher also gives advice on the need to optimize the application of political data by increasing cooperation with the government, the community, and other organizations to expand the range of services. This is reinforced by the potential for an salman scholarship activist program in the form of social project activities that have an impact on the community.Keyword: human service organization; management information system; external data; internal data.Abstrak. Rumah amal salman merupakan organisasi pelayanan manusia dimana kegiatan pelayanannya berupa penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf). Pendistribusian zakat dilakukan dalam bentuk program, salah satunya adalah program beasiswa aktivis. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi data eksternal dan internal pada sistem informasi manajemen dalam program beasiswa aktivis di rumah amal salman. Pendeskripsian diawali dengan penjabaran mengenai sistem informasi manajemen dalam organisasi pelayanan manusia, serta dilanjutkan dengan pembahasan mengenai aplikasi data eksternal dan internal pada sistem informasi manajemen rumah amal salman dalam program beasiswa aktivis. Pertimbangan aplikasi data eksternal dan internal merupakan hal penting dalam rangka menghasilkan informasi yang komprehensif, tepat, serta dapat bermanfaat bagi kepentingan organisasi. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah amal salman mempertimbangkan aplikasi data eksternal dan internal pada sistem informasi manajemen dalam rangka pengambilan keputusan untuk mendukung keberlanjutan program beasiswa aktivis salman. Sebagai kesimpulan, peneliti juga memberikan saran perlunya optimalisasi aplikasi data politik dengan meningkatkan kerjasama baik dengan pemerintah, masyarakat, maupun organisasi lainnya untuk memperluas jangkauan pelayanan. Hal ini diperkuat dengan adanya potensi program beasiswa aktivis berupa kegiatan proyek sosial yang berdampak bagi masyarakat.Kata Kunci: organisasi pelayanan manusia; sistem informasi manajemen; data eksternal; data internal.
HOW DOES JAKARTA’S MILLENNIALS PERCEIVE THE FEAR OF COVID-19 OUTBREAK’S BEGINNING? Suhendra Suhendra
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.21897

Abstract

Abstract. This article discusses emotional expression and experience of Jakarta millennials in perceiving fear at the beginning of the Covid-19 outbreak in Indonesia. This research was conducted through a case study method which was narrated descriptively. The initial concept led this research in finding data was the Extended Parallel Process Model theory proposed by Kim Witte and several supporting concepts in emotional communication. The results show that Jakarta millennials perceive fear as internal anxiety created by threats as an external danger. They consider Covid-19 as a frightening threat with a high level of vulnerability and severity that has an impact on health, economic and social aspects. They also have a high level of efficacy by having the understanding of Covid-19 and health protocols and efforts to implement them. Individual differences through media literacy and direct experience of Covid-19 are important aspects that encourage efficacy to achieve danger control from fear that change beliefs, intentions, attitudes and behaviors of Jakarta millennials in fighting the transmission of Covid-19 through the application of health protocols.Keyword: Fear; Covid-19; Millennial; Media; ExperienceAbstrak. Artikel ini membahas mengenai ekspresi dan pengalaman emosi milenial Jakarta dalam mempersepsi rasa takut pada awal wabah Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui metode studi kasus yang dinarasikan secara deskriptif. Konsep awal yang mengantarkan penelitian ini dalam menemukan data adalah teori Extended Parallel Process Model yang diajukan Kim Witte dan beberapa konsep pendukung dalam komunikasi emosional. Hasil penelitian menunjukan bahwa milenial Jakarta mempersepsi takut sebagai kekhawatiran yang bersifat internal yang diciptakan oleh ancaman sebagai bahaya yang bersifat eksternal. Mereka menganggap Covid-19 sebagai ancaman yang menakutkan dengan tingkat kerentanan dan keseriusan yang tinggi yang berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi dan sosial. Mereka juga memiliki tingkat efikasi yang tinggi dengan adanya pemahaman tentang Covid-19 dan protokol kesehatan serta upaya penerapannya. Perbedaan individu melalui literasi media dan pengalaman langsung terhadap Covid-19 merupakan aspek penting yang mendorong efikasi untu mencapai pengendalian bahaya dari ketakutan yang mengubah kepercayaan, intensi, sikap dan perilaku milenial Jakarta dalam melawan penularan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan.Kata Kunci: Rasa Takut; Covid-19; Milenial; Media; Pengalaman
PERAN PEKSOS DALAM TARAUMA HEALING PADA KORBAN BENCANA TSUNAMI DI TANJUNG LESUNG BANTEN Syahrul Fadillah Fuad; Siti Zulaikha; Syahrul Fuad; Yaumil Fitri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.21314

Abstract

Abstract. The purpose of this activity is to provide psychological assistance and support to Tsunami victims in TanjungLesung, Banten. The method used for the victims of the Tsunami disaster is using trauma healing in the event, namely "Exposure Therapy". The conclusion of this research is to improve the psychology of disaster victims and help disaster victims to repair infrastructure damaged by the Tsunami disaster in TanjungLesung, Banten. For this reason, there must be cooperation from various parties to recover victims and infrastructure at TanjungLesung. Disaster victims still have hope to continue to move forward and not fall for what happened to them. They can rebuild a place that has been destroyed by the disaster without any fear.Keywords: Trauma Healing, Exposure Therapy, Tsunami Disaster, TanjungLesungAbstrak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bantuan dan dukungan secara psikis kepada korban Tsunami di Tanjung Lesung, Banten. Metode yang digunakan kepada korban bencana Tsunami menggunakan trauma healing pada kejadian yaitu ‘Exposure Therapy’. Kesimpulan penelitian ini adalah memperbaiki psikis korban bencana dan membantu korban bencana memperbaiki insfrasuktur yaang rusak akibat bencana Tsunami di Tanjung Lesung, Banten. Untuk itu harus adanya kerjasama dari berbagai pihak memulihkan korban dan infrastruktur pada Tanjung Lesung. Korban bencana masih memiliki harapan untuk terus melangkah maju dan tidak terpuruk pada kejadian yang menimpa mereka. Mereka dapat membangun kembali tempat yang sudah hancur akibat bencana tanpa ada rasa ketakutan yang menghantui.Kata Kunci: Trauma Healing, Exposure Terapi, Bencana Tsunami, Tanjung Lesung
EVALUATION OF COMMUNITY DEVELOPMENT IMPLEMENTATION IN PRACTICUM II SOCIAL WELFARE STUDENTS OF UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA IN THE COVID-19 PANDEMIC Nunung Khoiriyah; Nurkhayati Nurkhayati; Fithratullah Habibie
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.26538

Abstract

Abstract. The impact of the COVID-19 pandemic has been acknowledged abruptly changing various systems of human life, including the line of education which is the most important part of the human core. This also includes the line of education in the field of social welfare which has an impact on the implementation of community development which is usually carried out in the midst of the community or commonly referred to as practicum ii (two). Even though in the end, the students of the Social Welfare Study Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta still had to carry out during the COVID-19 pandemic. Therefore, researchers intend to evaluate the implementation of community development in practicum II for social welfare students at Syarif Hidayatullah University Jakarta during the COVID-19 pandemic. Research that uses this approach looks at various informants' perspectives which is carried out by FGD (Focus Group Discussion) consisting of Lecturers, Supervisors, Students as Practitioners and the community or related stakeholders. From the findings obtained, the implementation of community development can still be carried out despite the various differences and obstacles encountered in practicum II in the era of the covid-19 pandemic. The most significant difference is related to the existence of Health protocol rules and also the implementation of practicum II in their respective domiciles. As for the obstacles, it is more a matter of limited time and communication between lecturers and practitioners and vice versa.Keywords: Community Development, Practicum II, Covid-19 PandemicAbstrak. Dampak pandemi covid-19 secara disadari merubah berbagai sistem tatanan kehidupan manusia, tidak terkecuali pada lini pendidikan yang merupakan bagian terpenting dari inti manusia. Hal ini juga termasuk pada lini pendidikan bidang kesejahteraan sosial yang berdampak pada pelaksanaan community development yang biasanya dilakukan di tengah-tengah masyarakat atau yang biasa disebut dengan praktikum ii (dua). Meski pada akhirnya, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN syarif hidayatullah jakarta tetap harus dijalankan di masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelaksanaan community development pada praktikum II mahasiswa kesejahteraan sosial uin syarif hidayatullah jakarta di masa pandemi covid-19.  Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini mencoba melihat dari berbagai sudut pandang informan yang dilakukan dengan cara FGD (Focus Group Discussion) yang terdiri dari Dosen Pengampu, Dosen Pembimbing, Mahasiswa selaku Praktikan dan Masyarakat atau stakeholder yang terkait. Dari temuan yang didapatkan adalah pelaksanaan community development tetap dapat dijalankan meskipun dengan berbagai perbedaan dan kendala yang dihadapi pada praktikum II era pandemi covid-19. Perbedaan yang paling signifikan adalah terkait dengan adanya aturan protokol Kesehatan dan juga pelaksanaan praktikum II di domisili masing-masing. Sedangkan untuk kendala, lebih kepada persoalan waktu yang dirasakan terbatas dan komunikasi baik antara dosen dengan praktikan maupun sebaliknya. Kata kunci: Community Development, Praktikum II, Pandemi Covid-19.
EKSPLOITASI PEKERJA PADA INDUSTRI BATIK RUMAHAN Muhammad Alhada Fuadilah Habib; Cut Rizka Al Usrah; Mukhammad Fatkhullah; Kanita Khoirun Nisa; Ayla Karina Budita
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i2.23541

Abstract

Abstract. Batik industry is one of the leading industries in Indonesia. Since UNESCO declared batik as one of the cultural treasures and identity of the Indonesian nation, batik production has increased in line with increasing market demand. One of the rapidly growing batik industries in Indonesia is the batik industry located in Lawean Village, Solo, Central Java. The industry uses a putting out system where batik workers do their work in their respective house production. Through this system, business owners no longer need to compile an environmental impact analysis, provide social security for workers, pay overtime, work space, and work equipment. However, this putting out system creates many problems, from environmental pollution, deprivation of social rights for workers, to exploitation of workers by business owners. This study aims to reveal forms of injustice to workers in the home batik industry, Lawean, Solo, Central Java through a constructivism (critical) approach. Primary data obtained through in-depth interviews on 14 research subjects and also supported by secondary data from previous studies. Determination of informants is done by using the snowball technique. The theory used in this study is the theory of power relations by Michael Foucault. The dominance of power that leads to injustice (exploitation), cannot be separated from the presence of persuasive power (the owner of the batik business who controls the workers) in the midst of the Lawean Batik Industry. This dominance of power occurs because of the inequality of intelligence and mastery of information technology between batik business owners and workers. Batik business owners have access/network to sell batik products both domestically and abroad, while workers do not have access/network to sell batik they produce directly. On the other hand, the "ewuh-pakewuh" culture that is embraced by the Lewean community further exacerbates this domination.Keywords: batik, home industry, exploitation, power relationAbstrak. Industri batik menjadi salah satu industri unggulan dalam perekonomian Indonesia. Sejak diakuinya batik sebagai salah satu kekayaan budaya dan identitas Bangsa Indonesia oleh UNESCO, produksi batik terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya permintaan batik. Salah satu industri batik yang berkembang pesat di Indonesia adalah industri batik yang berada di Desa Lawean, Solo, Jawa Tengah. Industri batik di lokasi tersebut, secara umum menggunakan sistem putting out di mana para pekerja batik mengerjakan pekerjaannya di rumah masing-masing. Dengan penerapan sistem ini, para pengusaha batik tidak perlu lagi menyiapkan amdal, jaminan sosial bagi para pekerja, uang lembur, ruang untuk bekerja, serta peralatan untuk bekerja. Penerapan sistem putting out ini, ternyata menimbulkan banyak sekali masalah, mulai dari pencemaran lingkungan, terampasnya hak-hak sosial bagi para pekerja sampai pada eksploitasi para pekerja oleh pengusaha batik.Studi ini merupakan studi konstruktivisme (kritis) untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami oleh para pekerja di industri batik rumahan, Lawean, Solo, Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui hasil wawancara mendalam (indepth interview) terhadap 14 orang subyek penelitian dan didukung pula oleh data skunder dari penelitian terdahulu. Teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi kekuasaan dari Michael Foucault. Terjadinya prakter dominasi kekuasaan yang berujung pada terjadinya ketidakadilan (eksploitasi), tidak terlepas dari hadirnya kekuasaan yang bersifat persuatif (juragan batik menguasai pembatik) di tengah-tengah Industri Batik Lawean. Praktek dominasi kekuasaan ini terjadi karena adanya ketimpangan intelegensi (kecerdasan) dan ketimpangan penguasaan teknologi informasi antara juragan batik dengan pembatik. Juragan batik memiliki akses/jaringan untuk menjual produk batik ke konsumen dalam negeri maupun luar negeri, sedangkan para pekerja pembatik merasa tidak mampu menjual barang hasil produksi ke pasar. Budaya sungkan/ewuh-pakewuh yang dianut oleh masyarakat Lewean semakin memperparah praktek dominasi kekuasaan ini.Kata Kunci: Batik, Industri Rumahan, Eksploitasi, Relasi Kuasa
GENDER BASED VIOLENCE: THE RELATIONSHIP OF LAW AND PATRIARCHY IN INDONESIA Muhammad Kholis Hamdy; M Hudri
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.29751

Abstract

Abstract. This article briefly examines Gender Based Violence (GBV) in Indonesia based on the 2021 and 2022 reports of the National Commission on Violence Against Women/Komnas Perempuan (NCVAW). It seeks to understand (GBV) and violence against women (VAW) viewed as a product of patriarchy that socially constructs and defines gender roles, gender relations, and power relations. Among several arguments, VAW cases are due to the vulnerable position of women caused by patriarchy that discriminates and subordinates women, in addition to the unequal power relation between men and women, husbands and wives, children and parents, other family members, friends, and colleagues. One perspective is selected to understand this violence: policy or law, providing directions from which this study focuses. Patriarchy or varieties of patriarchy applied in this work provide a brief theoretical tool of analysis to scrutinize GBV in Indonesia by assessing regulations and reports. This study employs a qualitative research approach that focuses on scrutinizing regulations and 2021 and 2022 reports. The findings suggest that GBV in Indonesia relates to the defined prescription of the husband and wife relationship in the marriage regulations. Patriarchal values may have shaped unequal social arrangements, gender roles, gender relations, and understandings of power relations at the macro and micro levels. Approaches to studying law and regulations concerning GBV are varied and complex. Theorising patriarchy and varieties of patriarchy are still relevant. The limitation of this article is that it offers broad contexts. Therefore, articulate research based on specific perspectives and distinct theories on these reports remains widely interesting. Keywords: Gender Based Violence, Violence Against Women, Law, Patriarchy. Abstrak. Artikel ini meneliti secara singkat mengenai kekerasan berbasis gender (Gender Based Violence/GBV) di Indonesia berdasarkan laporan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan. Tulisan ini berupaya memahami GBV dan kekerasan terhadap perempuan (Violence Against Woman/VAW) sebagai produk patriarki yang mengonstruksi dan mendefinisikan secara sosial mengenai peran gender, relasi gender, dan relasi kuasa. Di antara banyak penjelasan, kasus VAW disebakan oleh rentannya posisi perempuan akibat patriarki yang mendiskriminasi dan mensubordinasi perempuan, serta timpangnya relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan, suami dan istri, anak-anak dan orang tua, anggota keluarga, teman, dan rekan kerja. Ada satu perspektif untuk memahami kekerasan: yakni kebijakan atau hukum, yang menyediakan arah di mana kajian ini mengambil fokus. Patriarki atau berbagai jenis dari patriarki yang digunakan di dalam penelitian ini menjadi alat analisis teoritis singkat untuk meninjau GBV di Indonesia dengan menilai aturan dan laporan. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang berfokus pada peninjauan regulasi dan laporan tahun 2021 dan 2022. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa GBV di Indonesia berkaitan dengan aturan relasi suami istri yang ditetapkan di dalam pernikahan. Nilai-nilai patriarkis menciptakan ketimpangan di dalam tatanan sosial, peran dan relasi gender, serta pemahaman tentang relasi kuasa di tingkat makro dan mikro. Pendekatan terhadap kajian hukum dan peraturan yang berfokus pada GBV beragam dan kompleks. Namun teori patriarki dan jenis-jenis patriarki masih relevan. Pembatasan penelitian ini menawarkan konteks yang mendalam karena mengartikulasikan penelitian berdasarkan pada perspektif yang spesifik dan teori yang khas pada laporan ini tetaplah sangat menarik.Kata kunci: Kekerasan Berbasis Gender, Kekerasan terhadap Perempuan, Hukum, Patriarki.

Page 10 of 31 | Total Record : 304


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue